
David pov
Sinar matahari terang membangunkanku dari mimpi indah dan bersiap-siap pergi ke sekolah. Tapi sebelum pergi kesekolah, aku pergi ke tempat lain, sebuah rumah sederhana dimana tempat yang aku harus pergi dan kini tempat sampai itu. Sebelum pergi aku masuk ke rumah itu aku harus tunggu pemilik rumah itu keluar
"Yaa ampun, kok keisya lama banget keluar nih, kalau lama gini, aku bakal telat pergi kesekolah"
Yaa, aku pergi kerumah keisya, untuk bikin mama keisya sembuh, dan itu membuat keisya akan bahagia,
Beberapa menit kemudian, keisya sudah mulai pergi dari rumahnya bersama digo untuk berangkat sekolah,
"Akhirnya keluar juga"
Aku turun dari mobil dan berjalan ke jendela kamar mama keisya secara diam-diam, tampak dari jendela aku lihat mama keisya tidur pulas, sebenarnya aku tak tega membangunkannya, tapi apa boleh buat mama keisya harus minum obat sekarang
Awal, pertama kali aku beri obat ke mama keisya, mama keisya kelihatan galak dan menatap aku dengan tatapan tajam, seolah aku ini musuhnya, tapi aku yakin kalau mama keisya pasti orang baik, dan aku juga bisa rasain apa yang dirasakan keisya selama ini, yang membuatnya sedih,
dan juga awalnya mama keisya tak mau makan dan minum obat, aku pun tetap berusaha dengan tulus agar mama keisya mau minum obat dan juga makan dan dari hasilnya mama keisya mau makan dan juga minum obat, aku pun senang
"Tante, tante" ucap aku menepuk bahunya, kini sudah berada dikamar mama keisya,
Mama keisya bangun dari tidurnya, dan aku duduk disampingnya
"Pagi tante" Ucap aku menyapanya
"Pagi dav"
"Tante sekarang makan yaa" ucap aku lansung mengangkat piring yang berisi nasi serta lauk pauk yang sudah tersedia diatas meja "dan terus minum obat"
mama keisya mengangguk
"Aaah," kata david menyodotkan sendoknya pada mama keisya dan memakan suapan david
Sambil menyuapi mama keisya , kami pun ngobrol tentang keisya, sampai makanan disantap mama keisya pun habis
"sekarang, tante minum obat yaa," aku memberikan butir-butir obat dan juga menyodotkan air minum
"oke, sekarang aku berangkat sekolah dulu, tante jaga diri tante baik-baik, oke" ucap aku tersenyum dan berdiri dari kasur dan pergi
"David"
Aku pun berhenti dan berbalik badan menatap mama keisya
"Iya, tan, ada apa!"
"Terima kasih"
"Sama-sama tante" aku tersenyum
Jujur, aku senang sekali mama keisya kini sudah mulai membaik dan akan segera sembuh dan juga akan melihat keisya ceria seperti dulu lagi
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Anthor pov
Saat istirahat, keisya sudah berada di kantin di sama sahabatnya,
"Guyy, nanti lo berdua"ucap keisha menunjuk kepada louis dan shiren "datang ke cafe gue yaa, cafe gue dibuka hari ini"
"Wah bagus dong" ucap louis menepuk bahu digo yang sudah ada di samping "sekalian gue mau liat seperti apa sih kerja seorang digo yang playboy" loius tersenyum menyebalkan reflek membuat digo jengkel
"Hahaha" ucap shiren tertawa "gue juga pengen liat seperti apa sih, digo kerja"
"Eh, kalian stop deh ngejek gue," ucap digo kesel
"Iya iya iya" ucap kami kompak
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Di cafe
Hari ini cafe kami kembali dibuka setelah lama nganggur. keisha pun bersemangat kerja lagi!
"Bukan begitu cara mengancinya" ucap hazel menarik dasi pita keisha untuk menempel di pakaiannya, kemudian dia melingkar dasi keisha dan memakainya dengan rapi
"Makasih, yaa hazel, kalau tak ada lo mungkin gue tak disini" ucap keisha dan hazel hanya tersenyum ramah
keisha pun memperhatikan hazel memakai seragam putih, tapi bukan seragam koki atau celana jians dengan selembar kain kotak-kotak di ikatnya di pinggangnya, rambutnya juga sedikit dipotong dan dia melepas kedua artinya untuk memberikan kesan pertama bagi calon konsumen. Setelah itu kami berdua dari kamar ganti dan cafe kami selalu penuh, seperti dulu, mata keisha hampir saja keluar
"Teman-teman kevin berkumpul untuk melihat cafe kita" ucap felix memberitahu kami, dia melipat tangan dan mengendus "kau harus lihat berapa banyak dia mengundang mantan pacarnya kemari dan parahnya lagi, digo ikut-ikutan mengundang mantannya, aku seperti merasakan ada perang"
keisha menggeleng-geleng kepalanya heran dan melihat kerumunan wanita-wanita mengerubuti kevin dan digo, tak ada satu pun dari mereka yang tidak cantik, tapi saat keisha menoleh ke arah pintu masuk terbuka melihat louis dan shiren baru saja masuk membuat keisha pun menghampiri mereka
"Wow, cafe lo rame yaa" ucap louis berdiri dihadapan keisya
keisha pun mempersilakan louis dan shiren duduk, pada saat mereka duduk, mereka melihat digo dikerumuni cewek-cewek
"Yaa ampun, nih anak, bukannya kerja, malah rayu cewek" ucap louis jengkel
"Kita gabung yuk" ucap shiren tersenyum menyebalkan
"Ok, yuk" ucap louis pergi ke arah digo, sepertinya louis dan shiren menganggu mereka
Hahaha, mampus lo
Beberapa menit kemudian bel kembali berbunyi. keisha pun melihat ke arah pintu masuk, kedua mata keisha melotot, tak percaya dengan ini, dihatinya bersorak gembira, yang datang adalah david
Tanpa sadar ia menatapkevin, felix, hazel, dan dan juga anak gengnya secara bergantian, mata mereka berbinar melihat david
Mampus gue! Kayak ada kejadian buruk yang akan terjadi
keisha menghampiri david yang berdiri didepan pintu
"Ngapain lo kesini" kata keisha ketus
"Aku cuman mau makan kesini" ucapnya tersenyum
Belum sepat keisha menjawab, digo datang lalu menyingkirkan keisha
"Hai,tuan dav" ucap digo menyapanya dan gue pergi melayani tamu yang lain
"Wow, sopan sekali" ucap david kagum melihat digo sopan kepada tamu " digo, lo bekerja disini"
"Yup"
Digo pun mempersilakan david masuk dan duduk seperti seorang tamu, karna semalam digo telah belajar bagaimana cara bekerja dicafe dengan baik
"Tuan mau pesan apa"
"Emm" ucapnya perpikir "gue, boleh pesan pelayan nggak"
"pelayan, Siapa!"ucap digo penasaran
"Keisya"
"Apa! keisya" ucap digo melotot, lalu ia melirik keisya yang lagi melayani tamu "keisya, kemari, layanin david"
keisha melotot
Gue nggak salah dengar nih, gue layani david!
"Tapi, gue lagi___"
"Keisya, layani dia, biar aku yang layani tamu" ucap kevin berdiri dari samping keisha
"Tapi bos"
"DISINI AKU YANG MENGATUR"ucap kevin membentak dan tak bantahan hari ini
"Ok" ucap keisha ketus
keisha menghampiri david yang duduk manis dengan senyum sumringahnya
"Lo mau apa?" ucap keisha
"Aku mau, kau duduk denganku, bicara dengan ku seperti dulu"
Dav sebenarnya gue mau dav, tapi belum saatnya kita bicara
"Gue nggak ___"
"Kalau kau tak mau, aku akan tunggu disini, sampai kau mau bicara denganku lagi!" Ucap david senyum menyebalkan
keisha melotot,
Benarkan ada kejadian buruk
"Ok, terserah lo" ucap keishamelangkah menjauh dari david
Menjelang malam, satu persatu pengunjung sudah mulai sepi, dan kini david masih setia menunggu gue, sampai kevin, hazel, felix, dan juga sahabat Keisha lainnya heran melihat dia
"Tuh anak, ngapain masih nongol disini, bukannya pulang" ucap felix jengkel
"Gue heran deh, lo sama david, sebenarnya apa hubungan lo sama david sih! Gue pengen tau" ucap louis jengkel
"Aku juga" ucap kevin dan hazel
Bersamaan
"Gue juga" ucap felix menambah
keisha melotot
Kenapa bisanya jadi gini sih, mereka kompak lagi! Pengen tau hubungan gue sama david!
Aduh gawat nih!
keisha lirik hazel, ingin meminta bantuan
"Hazel bantu gue"
"Kayaknya gue berpihak sama mereka deh" ucap hazel senyum menyebalkan
"Nah, sekarang tidak ada di pihak kau keisya, sekarang kau hampiri dia, bicara padanya," kevin senyum sumringah
"Tapi__"
"Kalau tak lakukan perintahku, aku akan potong gajimu lima persen"
keisha melotot
keisha pun menghampiri david tanpa bantahan, sebenarnya terpaksa, kevin tampak senyum kemenangan sedangkan mereka menahan tawa
"apa mau lo" ucap keisha berdiri depan david
David tersenyum menepuk bangku didepannya untuk memintanya duduk dihadapannya
"Gue tak mau, kita bicara berdiri"
"Kenapa kau tak duduk denganku, kita bicara bisa__"
"Gue mau, kita bicara berdiri" ucap keisha tanpa sadar meninggikan suaranya
Tampak david melotot, beberapa detik kemudian senyum lagi!
Yaa ampun. Anak ini! Udah gue cuek sama dia, kesal sama dia, bersikap dingin sama dia, masih aja tersenyum pada gue
Yaa ampun, dav gue makin cinta sama lo, tapi belum saatnya gue unggapi perasaan gue sama lo,
"Sekarang apa maumu"
Dia berdiri dari mejanya, dan menatap keisha lurus-lurus,
"kenapa?!"
"kenapa apanya?" ucap keisha mengenyit dahinya bingung, tidak mengerti dengan perkataan pria itu
"Kenapa sih kei, kau menjauh dariku, menghindar dariku, tidak bicara denganku, tidak bertatap muka dengan ku, apa salah ku kei, apakah aku pernah menyakiti mu keis! apakah aku pernah membuat kau sedih! apakah aku pernah membuatmu menderita! tidak kan, tapi kenapa kau selalu menjauh dariku, dan bukannya, kau pernah bilang, kalau kau akan senang sekali, bilang aku ingin dekat denganmu, mengenal dirimu, tapi kenapa sekarang berubah keis"
"Sorry dav, gue nggak ingat" ucap keisha pura-pura lupa
"Tak ingatkah kau keis, disaat kau lagi sedih di pantai, saat aku ingin menghibur, disaat kau hampir pergi"
"Ohh itu" ucap keisha pura-pura ingat
"Iya, tapi kenapa___"
"Sorry yaa, dav, gue bukan keisya yang dulu, keisya yang senang dekat dengan lo, melainkan keisya yang seorang keisya anak ketua geng motor, keisya yang jago berantem, keisya jago balapan, keisya yang___"
"gue nggak peduli keis, gue nggak peduli lo anak ketua geng motor, gue nggak peduli lo jago berantem, gue nggak peduli lo berubah apapun itu, yang lo harus tau adalah kalau gue.... gue sayang sama lo keis, gue cinta sama lo keis,"
Reflek membuat keisha diam seribu bahasa,! ia membeku, jantungnya seakan mau berhenti, ia melotot tak percaya dengan ini, gadis itu tak percaya david mengungkapkan perasaannya selama ini sontak membuat hatinya bersorak gembira, tapi otaknya marah saat ini
Yaa ampun dav, sejujurnya gue juga sayang sama lo, cinta sama sama lo, tapi gue belum siap untuk pengungkapan perasaan gue ke lo, akibatnya ada hal buruk yang akan terjadi
"Kalau emang lo sayang sama gue, cinta sama gue, tapi kenapa lo pergi ke amerika, tidak ngejar gue, tidak dekat dengan gue lagi!" ucap keisha mencari alasan agar menolaknya, tidak dekat dengannya lagi
"Ok, gue akuin gue pergi ke amerika, tidak ngejar lo, tidak dekat dengan lo, itu karna gue disuruh papa gue untuk sekolah disana, dan selama gue di amerika, gue nggak pernah sedikit pun melupakan lo keis, gue malah makin mencintai lo keis dan sekarang, gue kesini lagi keis, ngejar lo lagi, dekat dengan lo lagi, dan gue ungkapin perasaan gue, selama ini gue pedam perasaan gue selama 2 tahun, selama kita masih SMP dulu, tapi mengapa semuanya berubah keis, kenapa!
Yaa ampun, apa yang gue harus lakukan nih! Apakah gue menerimanya? tapi gue belum siap karna kondisi mama yang sedang sakit, ingin membuat mama bahagia dulu, tidak memikirkan percintaan gue dulu,
Dan apakah gue menolaknya, tapi gue tak ingin menyakiti hatinya, cowok yang gue cintai ini,
Apa buat deh! Gue harus melakukan ini, menyakiti hatinya,
Maafkan gue dav
"Sorry, yaa dav, dengan lo mengungkapkan perasaan lo ke gue, gue malah akan benci lo, marah sama lo, dan tak sudi dekat dengan lo dan juga soal kita dekat dulu, lo lupain aja, anggap aja gue nggak ada dalam hidup lo"
Reflek membuat david kelihatan sedih diwajahnya, ke kecewaan di wajahnya,
Maafin gue dav
Gue tau lo bohong keis, gue tau lo cuman unggapi itu cuman agar gue menjauh dari lo kan keis, sebenarnya lo sayang sama gue kan! cinta sama gue! aja batin david
"Kalau emang lo benci sama gue, marah sama gue, tak sudi dekat sama gue, coba lo tatap mata gue"
Keisya menatap matanya
"Terus lo ulangi kata-kata itu lagi"
Iya dav, lo benar, gue nggak sanggup mengulangi kata-kata itu lagi, kata-kata yang menyakiti hati lo
Yes, tebakan gue benar, keisya tak unggapi kata-kata itu lagi, kata-kata yang menyakitkan hati gue, dan itu berarti keisya sayang sama, cinta sama gue, kata batin david
David mengulas senyumnya kembali
"Kenapa lo diam keis, kenapa lo nggak ungkapi kata-kata itu lagi, dan berarti lo juga sayang kan sama gue, cinta sama gue"
Keisya melotot
"Idihh, ke ge er banget sih, gue diam karna gue capek ngomong sama lo, yang tak mau nyerah dekati gue terus,"
Reklek membuat david tertawa
"Jadi, bagaimana, lo mau nggak jadi pacar gue, kita saling mencintai sejak dulu"
Keisya melotot
"Dav, gue aja tak sudi dekat dengan lo, bertatap muka dengan lo, bicara sama lo,apalagi pacaran sama lo"
"Apakah lo yakin keis, tau mau pacaran dengan gue, nanti lo akan menyesal karna nolak gue" david menggoda keisha
"Iiii" ucap keisha meremas tangannya ngeram kesal, reflek membuat david ketawa kembali
Yaa ampun apa gue harus lakukan nih, supaya david tidak dekat dengan gue dulu, dan juga pacaran dengannya dulu
Ayo keis berpikir! Berpikir
Ahha gue menemukan ide!
"Ok, gue mau, tapi tidak pacaran, melainkan gue dekat dengan lo" ucap keisha tampak david senyum sumringah "tapi lo jangan senang dulu, lo harus menang lawan gue dulu"
"Maksudnya!"
"Ya, lo harus lawan gue dalam balapan, kalau lo menang, lo boleh dekat dengan gue bahkan gabung dengan geng gue, tapi kalau lo kalah, lo harus hindari gue, tidak bertatap muka dengan gue, tidak bicara dengan gue"
"Ok, gue mau, tapi kapan kita balapan"
"Besok malam, jam 8 malam"
"Ok, gue tunggu lo"
"Ok, sekarang lo pergi dari sini" ucap keisha mengusirnya,
"Ok, gue pergi"
David pun tersenyum,
"Selamat malam keisya"
lalu membalikkan badannya menghadap ke arah pintu dan keluar
Ahh, gue lega akhirnya dia pergi juga
keisha pun membalikan badan gue ke arah mereka lagi, yang sudah menunggu jawabannya. keisha dapat melihat tampak mereka mereka semua melotot ke arahnya dan kelihatan jengkel
Sepertinya mereka mendengar aku bicara dengan david
Ada aura gelap mereka keluar