
Keadaan di kantin sekolah tampak ramai dan riuh. Tapi tidak bagi dimeja geng glader yang tampak sepi dan sunyi karna orang yang duduk terdiam dalam tatapan kosong mereka, bahkan makanan yang sudah mereka siapkan enggan menyentuh
mereka melakukan semua itu karna mereka sadar dan perasaan penyesalan menyelimuti hati mereka setelah hazel yang menceritakan yang kejadian sebenarnya menceritakan kalau tunangan keisha terjadi karna ulah saudara tirinya sendiri, tasya. Dan keisha tidak ingin menceritakan karna ia tidak ingin geng glader ikut sautan dengan masalahnya karna masalah keluarga bukanlah masalah di kalangan remaja yang mudah selesaikan, melainkan masalah ini menyangkut masa depan yang sulit untuk diselesaikan, Dan juga bersedih saat mendengar keisya amesia saat ini.
Sedangkan david. Tentu saja ia juga ada perasaan sangat bersalah dihatinya dan mengerutu kebodohan sendiri yang tidak datang ke acara makan malam waktu itu padahal memberinya kesepakatan dan gara-garanya juga keisya menjadi milik orang lain.
"Guys, keisya guys!?" seru rio tanpa sengaja melihat kedatangan keisya memasuki area kantin
Mereka pun lantas langsung menoleh ke arah dimaksud rio dan terdiam menatap keisya yang sedang mengantri mengambil makanan dengan tatatan sulit diartikan
"Gue mau hampirin dia"
Lantas david pun bangkit dari kursinya, menglangkahkan kakinya menuju keisya. Ia terdiam sejenak saat sudah berdiri di belakang punggungnya saat dia tidak menyadari kehadirannya, ia mengambil dalam dulu sebelum menepuk pundak keisya pelan
"Hey"
Keisya berbalik. Menatap david dengan kerutan didahinya bingung "Yaa, ada apa?"
David mengaruk lehernya bingung "l...lo mau ambil makanan yaa?"
Keisya terdiam sesaat lalu ia mengangguk singkat pertanda mengiyakan
"Lo mau makan apa? Gue ambilin yaa!!" ucap david semangat menghampiri tukang nasi goreng tanpa harus mendengar jawabannya
"Pak, sepiring nasi goreng"
Keisya mengangkat alis heran dan bingung saat pria itu tahu apa yang diinginkannya yaitu nasi goreng?. Tak lama david pun sudah kembali berdiri dengan sepiring nasi goreng ditangan kanan dan tak lupa minuman orange jus ditangan kirinya
"Biar gue aja yang bawa" ucap david saat keisya menghentakkan tangannya untuk meminta makanannya "ayo kita duduk disana"
Keisya ia makin bingung pun tanpa sadar ia mengangguk mengikuti keinginan pria itu. namun dalam hati dan otak bingung kenapa dirinya mengikutinya? Padahal dirinya belum mengenal pria didepannya
keisya terdiam berdiri mematung, saat sudah sampai di salah satu meja yang berisi 2 orang perempuan dan 5 orang pria yang tidak dikenal dengan melempar tatapan sulit diartikan kepadanya
"Hey, kenapa lo Berdiri aja. Ayo duduk" suruh david menunjuk dagu memintanya duduk di hadapan lebih tepat di sebelah shiren, cindy, dan louis. Lalu mengletakkan makanan dan minuman dihadapan keisya
Keisya hanya mengangguk singkat lalu duduk di samping wanita yang tidak ia kenal dan memakan makanan dengan perasaan cangrung
HENING
"Ahh, sial. Kenapa suasana jadi gini sih!!!" ucap aldo jerah dengan suasana kesunyian dan kecanggrung terjadi
"Ayolah, bicaralah. Kita selesaikan masalah ini dan membantu dia saat ini. gue sudah muak kalau seperti ini terus" cibir aldo kesal namun mereka tetap terdiam tidak menrespon perkataan aldo karna mereka bingung harus ngapain Dihadapan keisya saat ini
"Oke, baiklah kalau gitu gue duluan" ucap aldo. Lalu mendeham canggrung karna sebenarnya ia bingung apa yang harus ia lakukan. Ia pun menatap keisya cangrung "keisya"
Keisya menoleh menatap aldo bingung "yaa?!"
"Lo mungkin bingung keisya kenapa dia membawa lo kesini?" ucap aldo menunjuk david dengan dagunya "karna kita disini mau menyelesaikan semuanya. Kami semua ingin meminta maaf sama lo"
"Menyelesaikan semuanya? Minta maaf?" tanya keisya bingung dan aldo mengangguk singkat "memang kalian salah apa padaku?"
aldo terdiam sejenak. Ia menunduk lalu....
"Iya, kami semua punya salah sama dan kami ingin memperbaiki itu. Dan mungkin sudah terlambat karna lo tidak mengingat apa kesalahan itu dan juga siapa kita, namun secara perlahan-lahan kita akan bantu lo mengingat siapa diri lo yang sebenarnya dan siapa aja orang terdekat lo sebenarnya"
Aldo mendongak menatap keisya sendu yang masih bingung
"kita mulai dari perkenalan dulu. Gue Renaldo bottier, lo bisa panggil aldo. Gue adalah sahabat lo dan juga....." ucap aldo terdiam sejenak menatap keisya dengan senyuman jahil "dan juga pacar lo"
"Hah?!"
Mereka semua terkejut dan melotot ke arahnya termasuk david menatap aldo dengan seperti biasa kalau ia lagi kesal apa lagi kalau bukan tatapan pembunuh
"Pacar?!" tanya keisya tidak percaya "benarkah"
Aldo mengangguk antusias membuat mereka makin melotot ke arahnya
"Ga, keis. Jangan percaya dia. Dia bukan pacar lo" protes rio membantah dan diangguki orang yang lain
"benar, aldo bukan pacar lo" tambah david sinis
Aldo hanya memutar bola matanya jengah "yaelah, baru gituin baru bicara kalian pada. Cih, dasar!!!" ledeknya
David mendengus kesal lalu tatapannya beralih menatap keisya kembali dengan pandangan nanar dan keisya merasa diperhatikan akhirnya menoleh menatap orang diperhatikan dengan pandangan masih bingung. David pun mendehem saat keisya melihat seperti itu
"Gue, david wiliam. Lo bisa panggil gue david. Gue sahabat lo"
"Dan orang yang lo cintai keis" tambah david sedih
"Dan mereka juga sahabatnya" tunjuk david kepada mereka
"Sahabat?" Tanya keisya
"Yaa. Mereka adalah sahabat lo, orang terdekat lo. Itu louis, cindy, shiren, rio, dan digo sepupu lo" jelas david menunjuk mereka satu-persatu lalu menatap keisya sendu
"Lo perhatikan mereka baik-baik. Lo mengingat kita sekarang?"
Keisya terdiam. Lalu ia perhatikan mereka satu-persatu yang seperti menunggu jawaban. namun mereka mendesah kecewa saat keisya geleng-geleng kepala lemah pertanda ia tidak mengingat mereka
"Keis, ayolah lo coba mengingat kita Dan masa lo juga ga ingat gue sepupu lo sendiri" desak digo tidak percaya
"Sepupu?" Tanya keisya
"Iya, gue sepupu lo. Gue anak dari mira adik nyokapnya lo adelia, tante gue. Dan gue punya adik bernama nayla dan merupakan adik sepupu lo juga" jelas digo
"Lalu apakah jason juga sepupumu dan sepupuku juga?" tanya keisya penasaran untuk mengetahui tentang keluarganya itu
"Iya, jason adalah kakak sepupu kita yang blateran indo-amerika. Ayahnya adalah paman kit, om hendri. Dia memilih menetap di amerika karna ia memiliki istri dan juga pekerjaan sebagai pengusaha sukses disana" jelas digo tersenyum getir menatap keisya sudah "Apa lo mengingatnya keis?"
Keisya terdiam sejenak lalu memberi jawaban dengan gelengan kepalanya membuat digo menghela nafas panjang dan mendesak kecewa
"Keisha"
Keisha langsung menoleh ketika ada seseorang yang memanggilnya dan mengenyit heran saat melihat orang itu lagi sedangkan geng glader memandang orang itu malas dan mendengus kesal
"Kau sudah selesai makan?" tanya radit tersenyum
"sudah. Ada apa?" Tanya keisya
Dirinya juga heran kepada pria itu yang terus saja mendekatinya dan mengaku tunangannya biarpun pria itu menunjukan cincin tunangannya. Karna dirinya masih belum percaya kalau ia sudah bertunangan dengan seorang guru yang baru ia ketahui dan kabarnya ia juga mendengar kalau radit itu juga pengusaha yang sukses di Thailand dan juga indonesia. Tapi bagaimana bisa?
"Tidak apa-apa. Aku hanya ingin bertemu TUNANGANKU" ucap radit sengaja menekan kata tunanganku.
david yang tahu itu membuang muka dan mendengus, sedangkan yang lain memutar bola matanya jengah
"Tunangan?" Tanya keisya heran dan radit mengangguk antusias "pak radit. Sudah berapa kali saya bilang, kalau saya bukan tunangan bapak, bagaimana bisa saya pertunangan dengan bapak sementara saya bertemu dengan bapak baru beberapa hari ini?" jelas keisya mulai kesal
"Keis. Aku....."
TINN....TINN....TINN....
"Maaf pak. saya permisi, saya mau ke kelas" potong keisya cepat pamit pergi kembali ke kelasnya saat mendengar bel masuk berbunyi
Radit menatap kepergian dengan tatapan sulit diartikan lalu menghela nafas kasar setelahnya. Tatapan pun beralih kepada sahabat keisya yang sepertinya menenawakannya dan david yang tersenyum sidis kepadanya
"Apa yang kalian ketawakan!!! Kalian tidak masuk kelas?" tegas radit dingin dan datar
"Tentu. Guyyy cabut" seru aldo yang masih menenawakan radit karna penolakan keisya lebih tepatnya belum percayainya
Mereka pun membubar diri keluar dari area kantin kecuali david yang masih duduk disantai dibangkunya yang menatap radit datar
"Kenapa kau masih duduk disitu? Kau......"
"Temui saya pulang sekolah nanti, di taman belakang sekolah ini" potong david cepat menatap radit sepertinya mengenyit tidak mengerti dengan perkataannya. lantas ia bangkit dari bangku berniat menuju kelas namun berhenti tempat disamping radit
"Jika anda ingin tahu apa yang terjadi kepada keisha sebenarnya"
Setelah itu david benar-benar pergi dari hadapannya yang menyisakan dirinya dikantin seorang diri di area kantin yang sudah mulai sepi dengan tatapan herannya dan juga bingung
"Apakah dia tahu apa yang terjadi kepada keisya sebenarnya?" Batin radit penasaran
...♥️♥️♥️♥️♥️...
David kini sudah berdiri tegak seraya melipat di depan dadanya. di belakang sekolah menunggu Radit ketika jam pulang sekolah sudah selesai. Sebelum ia disini ia menemui temannya dulu untuk bilang kalau ia ingin menemui radit dan menyuruh pulang duluan, mereka awalnya sempat protes dan tidak setuju karna mereka berpikir david akan bilang amesia kepadanya dan akan memanfaatkan keisya nanti
Tentu saja david tidak bodoh dalam hal itu. ia hanya bilang kepada mereka kalau ia hanya ingin bilang kalau ia akan menjauhikan keisya dari radit. Tapi jika memang iya, ia akan bilang maka ia dan sahabatnya yang akan lebih dulu mendekati dan memanfaatkan keisha daripada tunangannya sendiri.
Karna bagaimanapun caranya tak akan biarkan orang yang seharusnya menjadi memiliknya direbut oleh pria lain meskipun pria itu berstatus tunangan sekalipun, dan berusaha agar keisya mencintainya lagi meski hati terluka dan sedih saat ini, Dan juga menjadi orang dicintai bukan hanya sahabat.
"Apa yang ingin kau katakan? Cepatlah aku sangat sibuk hari ini"
David mendengus dan melempar tatapan datar kepada radit yang baru saja datang dan langsung to the point tanpa basa basi sekalipun kepadanya. Dirinya pun melipat tangan di depan dada terdiam sejenak menatap radit sulit diartikan.
"Jauhi keisya dan batalkan pertunangan anda dengannya"
Radit terdiam ikut melipat tangan di dada melempar tatapan juga padanya
"Apa hah kau mengatakan itu padaku. Memang kau pacarnya? Suaminya? Atau orang tuanya?" Ucap radit tertawa remeh lalu geleng-geleng kepala tidak percaya menatap david tajam "Kau tak punya hak mengatakan itu padaku karna sampai kapanpun aku takkan menjauhinya dan tak akan membatalkan pertunanganku dengannya"
David terdiam. Melempar tatapan tajam kepadanya menghela nafas kasar menahan emosinya yang sudah mulai memburu
"Memang saya bukan-bukan siapanya. tapi saya prianya dicintainya begitupun dengan saya, dia adalah wanita yang saya dicintai. Kami berdua insan yang saling mencintai. anda pernah mendengar itu dari keisya bukan?" Ucap david sidis Dengan penekanan setiap perkataannya
"ohh yaa. Memang kau pikir dengan kau mencintai dia kau bisa memiliki dia seutuhnya" ucap radit lalu geleng-geleng kepala remeh "tentu saja tidak, karna aku lebih berhak memilikinya karna dia tunanganku sekarang dan akan menjadi calon istriku nantinya. Dan juga aku akan menjadi pria dicintai nanti bukan kau david wiliam"
"Ohh yaa, anda pikir itu akan terjadi. Tentu saja aku tak akan biarkan itu terjadi" balas david sengit "sekarang saja keisha tidak mengenal anda sebagai tunangannya apalagi nanti"
Radit terdiam dan tampak terkejut mendengar perkataan david "apa maksud kau dengan kata-kata itu?"
"Mati sekarang kau dav"
David mengerutu dirinya dalam hatinya baru saja ia keceplosan. Lihatlah akibatnya, terlihat radit menatapnya inters meminta penjelasan dari perkataannya barusan.
"Tidak ada. Saya rasa sudah cukup perkataan saya, saya sudah sampaikan kepada anda. Saya permisi"
Dengan cepat ia berbalik badan berniat melarikan diri sebelum dia mengintruksinya lebih jauh lagi, Namun nyatanya kesialan merusak harinya hari ini. Dengan cepat radit menarik kerah bajunya melempar tatapan tajam padanya meminta penjelasan
"Cepat katakan padaku, apa yang terjadi kepada keisya sebenarnya? Kau pasti tahu tentangnya? Jadi CEPAT KATAKAN PADAKU" teriak radit dengan suara meninggi. Ia tak mampu lagi menahan emosinya saat ini.
"SAYA BILANG, SAYA TIDAK TÀHU APAPUN" balas david teriak menhempaskan kasar tangan radit dari tangannya
BUGH
David terjatuh tersungkur saat radit melayangkan pukulan di wajahnya. Membuat sudut bibirnya sedikit mengeluarkan
Darah, ia tersenyum sidis mendapatkanya
"Cepatkan, katakan padaku. Apa yang terjadi kepada keisya sebenarnya. Brengsek" ucap radit geram dirinya tak mampu menahan emosinya lagi.
Ia lantas menarik kerah david kembali hendak melayangkan tinjunya jika ponselnya tidak berbunyi membuat menghentikan semuanya dan menhempaskan tubuhnya kasar
Dengan cepat ia mengambil ponsel di saku celana dengan kasar dan langsung mengangkatnya
"Hello, ada apa?" Ucap radit menghela nafas pelan menahan emosinya "APA?kau serius.....oke, baiklah kau tunjukkan padaku nanti. aku akan menemui 30 menit lagi"
Radit pun memutuskan sambungan telepon menatap david datar seraya menyimpan ponselnya di saku celananya
"Jika kau tidak memberi tahuku, tidak masalah. Aku akan cari tahu sendiri"
David terdiam. Menatap kepergian radit setelah mengatakan itu dengan tatapan bingungnya lalu mengacak rambutnya frustasi
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Tetap di Hari minggunya adalah hari liburnya semua orang baik bagi yang bekerja maupun pelajar. Hari menyenangkan bagi semua orang setelah sibuk mereka bekerja dan menguras otak.
Seperti keisya saat ini. Ia kini sibuk dengan membaca sebuah novel kesukaannya seraya memakan cemilan kripik chitato di depan TV di ruang tengah Apartemennya
TING....TONG.....TING....TONG....
Keisya mendongak saat mendengar bel apartemennya berbunyi, dengan segera ia bangkit menuju pintu apartemennya untuk membuka pintu seperti ada bertamu di apertemen
"K..kalian"
Keisya mendesih heran saat setelah membuka pintu dan menatap bingung melihat siapa tamu yang ternyata adalah Geng glader yang tersenyum tipis kepadanya
"Hay, keisha" sapa mereka kompak dan melambai tangannya
"Kalian kok disini? Darimana kalian tahu apartemenku?" Tanya keisya heran Membuat mereka saling pandang dan mengangkat bahu acuh
"Kita....."
"David"
David menoleh ke sumber suara lebih tepat di belakang punggung keisya berdiri seorang wanita paruh baya, ia tersenyum ramah langsung masuk menerebos masuk ke apartemennya ikuti oleh yang lain meninggalkan keisha berdiri di pintu dengan tatapannya bingungnya
"Apa kabar tan?" sapa david memeluk ibu keisya sekilas
"Tante baik, kamu apa kabar dav?" jawab adelia membalas pelukan pria itu
"Tante bisa lihat sendiri" ucap david tersenyum lembut menatap wanita itu "baik-baik saja"
"Tante, Kapan tiba disini tan, kok ga bilang?" ucap digo kini sudah duduk di sofa ruang tengah seraya memakan cemilan yang keisya makan tadi diikuti oleh yang lainnya
"Benar tuh. tante kok ga bilang kami kalau ada di jakarta, tante jahat tau ga bilang-bilang" rajuk louis mendengus
Adelia berkekeh pelan
"Iya maafin tante, abisnya tante kesini mendadak. Ga sempet hubungi kalian" jelasnya
mereka lantas memangguk-mangguk mengerti
"Ohh yaa, kalian mau minum apa? Biar tante buatin" tanya adelia
"Ga usah tan, biar aku dan shiren buatin. tante duduk disini aja bareng kita-kita" saut cindy
"Tapi kaliankan tamu, masa kalian buatin sih" ucap adelia tidak enak
"Yailah tan, ga pa-pa kali. Tante anggap kita orang lain aja, Tante tahukan tahu kami siapa? Jadi tunjukin dimana dapurnya biar kita buatin" ucap shiren
Adelia menghela nafas berat dan Tangan tegulur menunjuk ke sebuah dapurnya di ujung ruang makan. shiren dan cindy segera menuju dapur untuk membuat mereka minum dan juga cemilan
Adelia melihat itu hanya geleng-geleng heran melihat kelakuan sahabat-sahabat keisya yang tidak sungkan. Dan ia pun berbincang-bincang lagi dengan david, aldo, rio dan digo yang masih diruang tamu. Sedangkan keisya masih tatapan bingung dan heran melihat mamanya begitu akrab dengan mereka dan lebih akrab lagi pria yang bernama david itu.
"Mah" panggil keisya
Adelia menoleh, mengenyit menatap anaknya
"Iya, sayang ada apa?"
"Mama kenal mereka?" Tanya keisya heran
Adelia tersenyum dan mengangguk singkat
"Tentu saja. Merekakan sahabatmu. Kamu tidak mengingat? Atau mereka tidak bilang padamu?"
Keisya terdiam sejenak. Lalu geleng-geleng kepala lemah
"Tapi mah....."
"Apa yang kalian lakukan disini?"
Perkataan keisya terpotong saat ada seseorang memotongnya ia langsung menoleh dan juga semua orang ikut menoleh. Terlihat jason berdiri tegak diujung tangga seraya melipat tangan di dada menatap mereka dengan tatapan tajamnya
"Apa? Lo ga suka kita disini?" Cibir digo sidis
"Iya nih, lo kenapa jason? Tante adelia oke, oke aja kita disini. Kenapa lo yang sewot kita berada disini?" Protes aldo heran
Jason tersenyum sidis
"Memang kalian siapa? Apa hak kalian kesini? Mau minta maaf? Keisya tidak pantas mendapatkan pintu maaf dari kalian " jawab sidis
"kau apa-apain sih? Kau kan tahu kalau kita masih sahabat keisya. Berusaha menjelaskan pelan-pelan dan minta....."
"relat, mantan sahabat" potong jason cepat
"Mantan sahabat?!" Tanya keisya terkejut
Louis, digo, rio, dan david melotot ke arah jason bahkan cindy dan shiren yang sudah datang membawa beberapa gelas sirup serta cemilan berdelih heran
"Mantan sahabat? Maksudnya?" Tanya keisya bingung
"Iya, mereka mantan sahabat bukan sahabatmu lagi. Persahabatan kau putus karna terjadi kesalahpahaman telah kau lakukan, kau pun sudah berusaha, meminta maaf, memperbaiki dan menjelaskan pada mereka. Namun mereka semua tak mau mendengarkanmu, bilang kau PENGKHIANAT dan memutuskan hubungan bersahabat kau dengan mereka" jelas jason dengan menekan setiap perkataannya
keisya mendengar itu mengetahui sebuah fakta yang mengejutkan dirinya
"dan asal kau tahu saja, kalau mereka itu lah yang bikin dirimu kecelakaan dan amesia, melupakan ingatan, tidak ingat dirimu, keluargamu sendiri dan siapa saja orang yang kau sayangi"
"APA?"
keisya makin terkejut. dirinya menatap jason tidak percaya, mengetahui fakta tentang dirinya kepada mereka
"Jason!!!" Tegur adelia geram
"Semua itu....."
"Apa aunty? Aunty mau bilang semua itu hanya salahpaham iya. itu memang benar aunty, gara-gara mereka keisya jadi kecelakaan dan tidak mengingat kita lagi" teriak jason kesal dengan aunty yang sepertinya membela mereka
"Mah, apa semua yang dikatakan jason itu benar?" Tanya keisya sudah mulai menetes air matanya. Tak tahu kenapa ada yang sakit dan terkhianati didalam hatinya
Adelia terdiam. menatap anaknya dengan sulit diartikan. Ia pun melirik para sahabat keisya yang terlihat menunduk menyadari kesalahan mereka, namun adelia yakin dalam hatinya mereka tidak berniat melakukan itu padanya anaknya, karna ia tahu seperti apa mereka kepada anaknya.
"Iya, saya sayang. Jason benar, tapi......keisya!!! Keisya!!!" Ucap adelia berniat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi namun ia langsung berteriak memanggil anaknya ketika melihat anaknya langsung berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya
"SEKARANG LO PUAS HAH!!! PUAS LO SEKARANG!!!" teriak digo geram
"Lo sebenarnya mau apa sih jason? Lo kan tahu kita mau memperbaiki semuanya dan minta maaf kepada keisya. kita akuin kalau kita salah dan menjelaskan secara perlahan-lahan sadar dengan kondisi keisya saat ini. Dan lo bilang secara langsung padanya, kan kayak gini mau kacau, keisya akan menjauhi dan membenci kita sebelum kita memperbaiki semuanya?" Jelas shiren tidak terima dengan perkataan jason kepada mereka semua dan diangguki oleh yang lain menyetujui perkataannya
Jason tertawa sidis lalu menatap mereka satu-persatu dengan tatapan tajamnya
"why? Kenapa? Bukankah itu keinginan kalian kalau keisya menjauhi kalian semua dan juga....."
"JASON CUKUP!!!" Potong adelia sudah mulai geram membuat jason terdiam "Tantekan sudah bilang, kamu jangan seperti itu pada mereka. Merekakan kalau mereka mengakui mereka salah dan mau memperbaiki semuanya, tapi Kenapa kamu malah mengubahnya jason membuat keisya membenci mereka? kamu ga seperti jason"
jason terdiam. Lalu ia tertawa sumbang lalu geleng-geleng kepala menatap auntynya tidak percaya
"Jason tidak menyangka kalau pikiran aunty seperti itu pada jason dan masih membela mereka padahal mereka sudah bikin anak aunty celaka" lirik jason
Jason pun pergi begitu saja keluar apartemen dengan membanting pintu apartemen keras dan kasar karna ia muak jika ia tetap berada disana
Adelia mengusap wajahnya kasar setelah kepergian jason. Ia pun sahabat anak satu-persatu dengan wajah bersalah
"Nak, maafin tante. Dan juga Jason, dia orang bukan begitu kok, hanya saja ia paling tidak suka bila melihat orang yang disayangi dikhianati orang lain. Kalian mengertikan maksud tante?" lirik adelia merasa bersalah
Mereka semua mengangguk lemah dan tersenyum tipis kepada adelia
"Tante, ga usah merasa begitu. kami ngerti kok, Yang dikatakan jason memang benar, kami tidak pantas meminta maaf padanya, kami...."
"Tidak, sayang. Tidak" lirik adelia lemah melihat mereka wajah murung mereka dan rasa bersalah mereka "kalian dengari tante. Tante tahu seperti apa perasaan kalian waktu itu, kalian sangat marah, persahabatan kalian terputus dengan anak tante karna merasa dikhianati karna keisya menyembuyikan pertunangan dari kalian dan kalian terlambat menyadari kebenaran yang sebenarnya. Dan sekarang kalian ingin mengubah itu, memperbaiki semua itu secara perlahan-lahan meski keadaan keisya tidak seperti dulu lagi"
Mereka terdiam. Mereka menatap adelia dengan tatapan terharu dan sulit diartikan. bukankah seorang ibu itu akan membenci dan marah bila anak kesayangan disakiti dan dicelakan orang lain. namun tidak bagi adelia, ibunya dari sahabat mereka itu yang memiliki hati yang rendah hati dan dermawan, tidak pembenci orang lain bila ada orang yang menyakiti dirinya ataupun keluarga
"Huwaaa...aku pengen peluk tante" rengek cindy terharu berjalan cepat berhamburan di pelukan adelia Jujur ia merindukan ibu kandung yang ada alam sana
"Gua juga" rengek shiren ikut di pelukan adelia
Adelia berkekeh pelan menghapus air matanya kasar yang hampir menetes. kedua tangan menepuk punggung shiren dan cindy lembut seolah memberikan kenyaman bagi mereka seorang ibu. Adelia mengenyit menatap para lelaki, lebih tepatnya orang itu adalah david, aldo, rio, louis dan digo yang lagi menatapnya seperti ingin memeluk dirinya juga. Ia yakin mereka pasti ingin memeluk ibu mereka di rumah
"Kalian tidak memeluk tante yang sudah kalian anggap ibu kalian juga" lirik adelia tersenyum lembut
Membuat para lelaki saling pandang dan tersenyum lebar kepada adelia, lantas mereka berjalan berhamburan di .pelukan adelia ikut menikmati kenyaman arti pelukan seorang ibu
"Aisshh...tante kayak punya banyak anak yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik" canda adelia
Mereka tertawa pelan mendengar candaannya dan lantas melepaskan pelukan mereka seketika, tersenyum tenang padanya.
"Ahahaha tante ada-ada saja. Aku memang tampan sejak lahir tan" canda aldo menyimbak rambut seolah menunjukan ketampannya
"Uhuuuu" ledek mereka mengonyor kepala aldo kompak, bahkan tangan jahil david dan rio mengacak rambut aldo agar terlihat berantakan
Adelia tertawa geli dan geleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka
"Oh yaa, gimana kalau tante panggil keisya sekarang. Supaya kalian meluruskan kesalahpaham ini kalau memang kalian tidak salah dan memperbaiki semuanya
Mereka lantas terdiam terlihat kembali murung dari wajah mereka dan lantas geleng-geleng kepala cepat
"Ga usah, tante. Kami....."
"Udah, kalian ga usah berpikiran begitu" potong adelia cepat memotong perkataan david "Tante akan selalu mendukung kalian kok, tenang saja"
Adelia menepuk pundak david lantas berbalik badan menaiki anak tangga menuju kamar keisya tanpa mendengar persetujui mereka, karna ia ingin anaknya keisha dengan sahabatnya segera baikan tanpa harus menunda lagi karna sebenarnya ia takut kalau keadaan anaknya seperti dimaafkan oleh orang lain nanti dan lebih ia takutkan lagi jika papa keisya serta keluarganya akan memanfaatkan keisya untuk meninggalkannya. Maka dari itu dirinya tak ingin itu terjadi, lebih memilih jalan terbaik dengan mendekatkan lagi keisha dengan sahabatnya karna akan melindungi dan menjaga keisya nantinya
"Keisya, buka pintunya nak, mama mau bicara"
Adelia mengetuk-ngetuk pintu kamar anaknya pelan dan berkata lembut setelah mengecek pintu anaknya yang seperti terkunci dari dalam. Tidak ada sautan dari dalam tangannya mengetuk pintu kamar anaknya
Lagi
"Sayang, buka pintu dok mama bicara sama kamu"
Raut wajah adelia tiba-tiba menjadi khawatir dan pikiran negatif mulai menghantuinya karna tetap saja tidak mendengar sautan dan langkah kaki mendekati pintu tidak terdengar di telinganya
"Keisya, buka pintunya sayang. Kamu baik-baik saja di dalamkan"
Adelia mengedor-ngedor pintu kamar keisya kalut masih tidak mendengar jawaban dari anaknya itu. Ia lantas berjalan terburu-buru menaiki anak tangga dengan wajah panik membuat mereka menatap adelia bingung
"Tante kenapa? kok panik gitu" tanya david heran
"Dav, tolongi tante keisya...." ucap adelia berhenti sekilas ia terisak tangisanya
"Keisya, kenapa tan, keisya baik-baik sajakan?" Tanya david khawatir
Adelia geleng-geleng dalam tangisannya
"Tante tenangi diri dulu, tarik nafas dalam-dalam lalu hembusan dan baru bicara pelan-pelan" saran shiren
Adelia mengikuti perkataan shiren dan menghentikan tangisan sejenak
"Oke, tante. Bicara pada kami pelan-pelan, ada apa dengan keisya sebenarnya" ucap shiren
Adelia mengangguk lalu menjawab "tadi tante abis dari kamar keisya. mengedor pintu namun tidak ada sautan ataupun dengar langkah kakinya, tante takut terjadi apa-apa kepada keisya didalam"
"APA?!" Ucap mereka terkejut
Lantas mereka langsung berbondong-bondong berlarian terburu-buru menaiki tangga menuju kamar keisya dengan raut ikutan khawatir.
"Keis, buka pintunya, lo baik-baik saja di dalamkan" ucap david khawatir dengan mengedor-ngedor pintu kamar keisya kalut
"Iya keis, lo baik-baik sajakan didalam, atau kita dobrak nih" ucap aldo panik
Tetap saja tidak ada sautan dan langkah kaki keisya dalam
"Dobrak saja. pintunya dav, kita takutnya terjadi apa-apa pada keisya didalam" saran rio
"Iya dav, al. dobrak saja pintunya" desak shiren
David dan aldo mengangguk setuju. Mereka berdua Lantas ia menglangkah mundur bersiap-siap mendobrak pintu dan......
PRANG
pintu pun berhasil dibuka paksa dengan sekali dobrak. mata mereka terblalakan kaget melihat apa yang terjadi didalam
kamar keisha
"KEISHA?!"
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Keisha mengedap-gedap matanya pelan berusaha pulih kesadaran. pandangan perlahan mulai masuk ke indra penglihatan, melihat pandangan serba putih dan merasa cairan infus melekat ditangan kirinya. Ia yakin ini rumah sakit
Orang pertama kalinya ia lihat adalah mamanya sedang menunduk dalam. Dan beberapa orang yang ia baru kenal duduk di sofa di ujung ruangannya
"Mama" panggil keisya lemah
adelia mengdongak menatap anak penuh khawatiran "Kamu sudah sadar, sayang?"
Keisya mengangguk lemah dan tersenyum tipis seolah memberikan ketenangan. tak tahu kenapa hatinya sesak melihat khawatiran mamanya seperti itu. Tanpa sadar ia melihat beberapa orang mendekat ke arahnya yang sebelumnya khawatir kini penuh kelegaan melihat dirinya sudah sadar
"Lo baik-baik sajakan keis?" Tanya david
Keisya terdiam. Ia hanya mengangguk singkat Dan tak tahu kenapa ada hati yang menghangat atau senang disana saat pria itu menatap penuh khawatiran.
"Mah" panggil keisya lemah
"Kenapa keisya berada disini?"
"Kamu itu pingsan, tidak sadar dirinya di kamar kamu. Dan sahabat-sahabat kamu dan mama langsung membawa kamu kesini karna takut terjadi apa-apa padamu?" jelas adelia
"Iya, keis. Kita itu khawatir tahu ga, kita pikir terjadi apa-apa sama lo makanya kita bawa lo ke rumah sakit. tapi kata dokter lo baik-baik saja cuman pingsan karna lo terlalu memaksa diri mengingat semuanya" jelas shiren
"Iya, lo jangan memaksa diri gitu, membuat kepala lo sakit dan jatuh pingsan. Kita ga pa-pa kalau lo ga mengingat kita lagi" lirik cindy sendu dan khawatir
Keisya terdiam melihat khawatir mereka kepadanya. Ia pun memijip pelipis berusaha mengingat apa terjadi sebenarnya sebelum ia masuk rumah sakit
Iya. Dia baru ingat sekarang sebelum ia jatuh pingsan di kamarnya. Setelah ia mengetahui fakta mengejutkan tentang dirinya itu dengan mereka ia langsung berlari menuju kamar, mengunci pintu kamarnya dan mencoba mengingat apakah dikatakan jason itu benar atau salah, namun bukan mengingat tapi membuat kepalanya semakin sakit dan ia jatuh pingsan
Padahal dirinya sudah mulai percaya kalau mereka memang sahabatnya karna ia bisa melihat pernyataan tulus dari mereka. Namun sekarang setelah mengetahui kalau mereka bikin dirinya celaka dan melupakan dirinya dan orang terdekatnya membuat hatinya....entahlah? Ia sulit dijelaskan saat ini
"Mah" ucap keisya lemah
"Bisakah mereka itu keluar, keisya ingin sendiri"
Mereka semua terlihat terkejut dengan pengusiran halus keisya. Seperti tidak suka atas kehadiran mereka. dan mamanya terlihat terkejut menatap anaknya tidak percaya
"Tapi sayang, mereka......"
"Keisya mohon, keisya mau istirahat" potong keisya cepat
Setelah itu membuang muka memejapkan matanya seolah menunjukan kalau ia memang butuh istirahat tanpa diganggu oleh siapapun dan samar-samar ia mendengar suara mamanya tidak enak kepada mereka
"Nak, tante...."
"Tak, apa-apa tan. Kami ngerti. keisya memang butuh istirahat tanpa harus di ganggu oleh kami" ucap shiren terdengar lirik
"Iya tan, kami ga pa-pa kok. Jangan khawatir. Kami bisa memahami kondisi keisya saat ini. Tapi jika terjadi kepada keisya lagi, hubungi david yaa tan!!" Ucap david terkesan perhatihan padanya
Setelah itu mereka semua pamit melangkah menjauh dari ranjang dan juga mamanya yang seperti mengantarkan mereka keluar.
Samar-samar keisya mendengar pintu tertutup rapat sebelum keisya membuka matanya kembali, menatap pintu itu sulit diartikan
"Sebenarnya siapa mereka? Apakah benar mereka benar-benar sahabatku?" Batin keisya lirik
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Setelah satu hari menginap di rumah sakit akhirnya keisya dibolehkan pulang karna gadis itu tidak berlama-lama di rumah sakit dan juga karna keadaan sudah mulai pulih. Dan saat ini ia berakhir di mobil seseorang yang datang menjemput keluar dari rumah sakit.
Awalnya keisya tidak setuju dengan permintaan mamanya kepada sahabatnya yang kebetulan tidak bosan datang menjenguk keisya lagi sehabis pulang sekolah hari ini. Yang meminta untuk mengantarkan pulang oleh mereka, padahal dirinya berniat menghubungi jason untuk menjemputnya dan mau tak mau ia terpaksa mengikuti kemauan mamanya itu
Dan mereka tentu saja setuju mengantarkan keisya dan mamanya pulang dengan berakhirnya keisya di mobil david. keisya pun duduk di jok belakang sendiri dengan pandangan kosong ke jendela mobil, Sedangkan mamanya sedang asik mengobrol di jok depan bersama david yang sedang berkemudi. dan jangan melupakan mereka yang lain yang mengekor mobil david dengan motor mereka masing-masing.
"Hello....Ada apa?" Ucap adelia menerima telepon setelah mendengar telepon berdering
"Apa?!.....oke, oke, saya segera kesana sekarang?"
Adelia lantas memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya dan menyimpan. Ia lalu melirik david tidak enak
"Dav, tante seperti harus berhenti disini deh"
"Hah?!" Ucap david terkejut lantas menghentikan mobilnya. Tatapan mengenyit menatap adelia bingung "berhenti disini? Maksudnya?"
"Iya, tante barusan dapat telepon dari teman tante, menyuruh tante ke sana, ke rumahnya untuk membicarakan suatu hal yang belum tante selesaikan saat ini dan tante berniat untuk selesaikan sekarang"
David memangguk-mangguk mengerti "david anterin yaa kerumah temen tante itu?"
"Ga. ga usah, kamu anterin keisya pulang atau kalau mau kamu ajak keisya jalan-jalan aja, biar dia tidak bosan Tante bisa naik taksi kok" ucap adelia santai membuat keisha ada di kursi belakang terkejut, ia mengenyit menatap bingung mamanya.
Adelia berbalik badan tersenyum menatap anaknya "sayang, kamu disini saja yaa bareng david, biar david anterian kamu pulang. Dia bisa jaga kamu kok"
Keisya hanya merespos geleng-geleng kepala cepat bertanda tidak setuju "Tidak, Keisha. ikut mama aja yaa" rajuk keisya
"Tidak. Kamu bareng david aja" ucap adelia seraya melepaskan seatberlnya lalu menepuk pundak david pelan sebelum keluar dari mobil david "Dav, jaga anak tante"
David mengangguk singkat setelah adelia keluar dari mobil. Ia pun terus mengperhatikan adelia yang menghentikan taksi lalu masuk ke dalam taksi dan melaju menyelusuri masuk ke jalan raya
"Dav, tante adelia kemana dav" tanya louis heran. muncul di samping kaca jendela mobilnya
"Iya nih, Kok naik taksi. kemana?" Tanya cindy heran lebih tepat di belakang punggung louis yang lagi membonceng dengan motor sport merah miliknya
"Katanya sih mau ketemu temannya ada urusan. Padahal gue udah nawarin mau anterin. Tante adelia ga mau lebih memilih naik taksi" jelas david
Louis dan cindy memangguk-mangguk paham. "Terus kita mau kemana sekarang?"
David terdiam. Ia terlihat berpikir, ia lalu tersenyum misterius setelah menemukan ide di kepala.
"Gue ada urusan. Dah"
Louis dan cindy melongo menatap mobil david langsung melaju tajap gas meninggalkan mereka berdua
"Tuh anak kemana?" Ucap rio baru muncul di samping motor louis dan juga ikuti digo dan aldo setelahnya
Louis dan Cindy mengangkat bahu tidak tahu. Lalu cindy menjawab "ga tahu katanya ada urusan, seperti sama keisya deh"
"Sama keisya? maksud lo?" tanya digo membuka helm. Terlihat wajah mengenyit menatap louis dan cindy bingung "tante gue gimana?"
"Katanya sih tante adelia sudah turun duluan ada urusan katanya. Terus gue tanya kita mau kemana sekarang, dan david bilang ada urusan, langsung dia tajap gitu aja" jelas louis "gue yakin david pasti bawa keisya ke suatu tempat deh?" Tebaknya
"Waw...Waw ga beres ini" ucap aldo geleng-geleng kepala tidak terima lalu memasang helm berniat menyusul mereka berdua "gue harus menyusul mereka"
"Eh, eh, ga, ga" ucap rio dengan cepat tangannya kanan menghalangi aldo "lo disini aja bareng kita, ga usah nyusul mereka"
"Eh, enak aja. Ga gue akan biarin david bersama keisha, bagaimana pun keisya harus mengingat gue dulu, bukan david sialan itu" cibir aldo mendengus kesal
"Hello!!! aldo.... lo harus sadar menerima kenyataan kalau memang david harus lebih dulu mengdekati keisya dari lo sendiri. Bukankah daridulu davidlah orang lebih dulu bertemu keisya pertama kalinya pada mereka sama-sama smp. Daripada lo ketemu keisha pada masa sma doang" ledek cindy panjang lebar
"Yailah kan lo mak comblangnya" balas aldo mendengus kesal. cindy hanya ngenyir kuda
"Hahaha lo memang harus menerima kenyataan kalau lo itu jomblo tidak laku" ledek louis membuat aldo melotot ke arahnya lalu memakai helmnya seraya melirik ceweknya yang di boncenginya "Yuk sayang, seperti kita harus pergi sekarang. Meninggalkan jomblo kesepian ini"
"Hahaha benar tuh, jomblo kesepian. Dan sepertinya gue harus pergi deh. Bye....Bye.... jomblo kesepian"
"SIALAN!!!! LO PADA, GUE SUMPAHIN LO HUBUNGAN LO SEMUA PADA PUTUS BESOK DAN JOMBLO SEUMUR HIDUP"
teriak aldo mengeluarkan sumpah jerapahnya setelah menatap kepergian motor rio dan louis serta pasangannya pergi meninggalkannya dan digo yang sedang tertawa terpingkal-pingkal karnannya
"Hahaha lo harus terima kenyataan. ga usah nyumbahin orang gitu. Gue juga pergi, bye...bye jomblo kesepihan"
Digo langsung menderum motornya pergi sebelum mendengarnya sumpah jerapah untuknya juga
...♥️♥️♥️♥️♥️...
David sedang fokus menyetirnya lebih tepatnya ia gugup seraya kepalanya terus melirik pantulan diri keisya dari kaca spion. Ia terlihat terdiam menatap kosong jalanan luar dari kata jendelanya Dari jok belakang penumpang mobilnya, merasa enggan duduk di depan bersama dirinya
Kecanggrung dan keheningan masih menyelimuti diantara mereka berdua. Tak apa mereka lakukan selama di dalam mobil dalam suasana seperti ini, ia jelas tidak ada yang mau bicara duluan
Pandangan keisya mengenyit bingung. merasa kalau ini bukan jalan menuju apartemennya. Dengan ragu-ragu ia mendongak menatap david
"Dav, inikan bukan jalan rumahku? Kau membawaku kemana?" Tanya keisya was-was
David sedikit kaget mendengar perkataan tiba-tiba namun diam-diam ia menahan tawanya melihat keisya kelihatan seperti orang diculik. Kelihatan panik dan takut
"Kau tenang saja, kau tidak perlu takut kepadaku. Aku tidak membawamu kemana-mana kok, hanya ke suatu tempat yang bisa membantu mengingat semuanya lagi" jelas david
"Benarkah?" Tanya keisya tidak percaya "kau tidak menculikku kan?"
David tidak bisa menahan tawanya, ia tertawa pelan membuat keisya mengenyit heran menatapnya "Ya gak lah keis, mana mungkin aku menculikmu dan berhenti berpikiran negatif tentangku"
"Tapi, kaukan...." ucap keisya berniat mengutarakan pikiran negatif tentang david. Tapi dengan cepat david memotongnya
"Keis, dengarkan aku" ucap david seraya menepikan mobilnya dijalan raya dan menghentikan mobilnya. Ia lalu menatap serius wajah keisya dari kaca spionnya
"Keis. Terserah kau percaya atau tidak dengan perkataan jason itu tentang kami yang dia bilang kalau kami membuat dirimu celaka. yang jelas aku dengan lainnya tidak ada niatan untuk bikin dirimu celaka, kami semua
Sangat menyayangimu keis. Kami benar-benar menyesal atas kesalahpahaman ini terjadi dan kami ingin memperbaiki semuanya lagi, bersahabat seperti dulu"
"Dan terlebih aku keis. maafkan aku karna gara-gara aku juga, kau menjadi milik orang lain, tidak menjadi milikku. Tapi percayalah keis, meski keadaanmu sekarang lagi amesia, aku akan tetap mencintaimu. Dan aku akan berusaha mengungkir kisah cinta lagi meski kau sudah melupakannya kenangan indah tentang kita saat ini" tambah david dalam hati
Keisya terdiam mendengar perkataan david yang begitu tulus baginya. Perlahan ia mulai paham dan masih mengenyit tidak mengerti perkataan david pada terakhir kalimatnya
"Lalu, maksud kau terjadi kesalahpahaman itu apa?" Tanya keisya polos
David terdiam. Matanya bergerak gelisah, apakah ia harus menceritakannya sekarang? Tapi..... "Sorry, keis. Aku ga bisa ceritakan itu sekarang, karna ini bukan hal baik untukmu"
"Maksudnya?" Tanya keisya bingung
"Aku akan membawamu ke suatu tempat, oke. Bersiaplah, kita akan segera sampai" ucap david tersenyum
Keisya terdiam. Mengenyit heran saat david mengubah topik pembicaraan mereka berdua. Dirinya pun memilih diam, tidak bertanya lebih lanjut lagi.
...♥️♥️♥️♥️♥️...
David membuka pintu mobil di bagian belakang setelah sampai ditempat tujuan. Keisya melangkahkan kakinya keluar dan terpaku saat melihat pemandangan didepannya
David tersenyum saat melihat keterpakuan keisya melihat pemandangan didepannya. pemandangan dengan pasir putih serta derusan ombak begitu bergelitik di telinga mereka berdua. suasana burung di yang bergicau serta hembusan angin begitu siapa saja melihat itu akan sejuk dan tenang. Apa lagi kalau bukan tempat itu pantai, tempat favorit keisya sendiri.
Tangan kanan david tegulur seolah berniat mengajak keisya ke bibir pantai, namun keisya terdiam tampak mengenyit seolah merasa enggan uluran tangannya. David hanya tersenyum getir menarik tangannya kembali.
"Ayo, kita duduk disana"
keisya mengangguk singkat, lalu berjalan mengekori david yang menuju ke bibir pantai. Mereka berdua berhenti lalu duduk di atas pasiran putih pantai, sama terdiam menikmati suasana pantai yang tampak sejuk
"Kau suka tempat ini keis?"
Keisya mengangguk singkat lalu tersenyum padanya "Yaa, aku rasa ini tempat favoritku"
Dengan perkataan tak tiba teralihkan pandangan dari pantai seolah telah menghipnotis dirinya. David hanya tersenyum getir mendengar itu
"Iya, memang karna pantai memang tetap favoritmu"
"Hah?!" Ucap keisya terlihat terkejut "maksudmu?"
"Iya. pantai adalah tempat favoritmu, kau selalu datang kesini di setiap ada masalah atau menganggu pikiranmu kau selalu datang kesini untuk menenangkannya dan juga otakmu secara reflek akan tenang"
"Benarkah?" tanya keisya tidak percaya dan david mengangguk mengiyakan
"Dan juga tempat kita terakhir kita ketemu sebelum kita masuk sekolah SMA" lirik david terdengar sendu
"Terakhir ketemu? Maksudnya?" Tanya keisya polos
David pun mulai menceritakan semuanya ada saja yang lupakan keisya tentang dirinya dan juga sahabatnya yang lain. Ia mulai bercerita sejak awal dirinya ketemu keisha pertama kali dimasa smp bersama rio dan juga cindy hingga sempat pindah ke amerika tidak bertemu dengan keisya lagi setelah lulus SMP
Keisya berinding nyeri dan tidak percaya saat david mulai tentang dirinya yang sebenarnya. yang sangat tomboy Dengan mata tajam, bicara yang galak, keras jago berkelahi, jago bawa motor dan ditakuti oleh semua orang di sekolahnya karna dirinya juga sebagai ketua dalam gengnya geng glader. Tidak seperti dirinya sekarang ini yang terlihat sangat culun dan polos.
Cerita david berlanjut pada saat ia kembali ke indonesia bersekolah ditempat keisya saat ini bersama dengan rio hingga bersahabatnya dengan yang lainnya seperti digo, louis, shiren dan aldo.
david juga memperingati keisya agar tidak terlalu memaksa dirinya untuk mengingat semuanya tentang dirinya dan juga mereka, karna ia tak ingin atau lebih tepatnya hati sakit saat melihat sering kali menringis saat kepalanya berdenyut sakit atau jatuh pingsan karna terlalu memaksakan diri untuk mengingat semuanya. Lebih baik keisya tidak mengingat dan mengulangnya secara perlahan-lahan, daripadanya melihatnya meringis kepalanya kesakitan setiap saat.
Namun ada sesuatu david tidak bisa diceritakan pada keisya saat ini yaitu tentang penyakit ibunya, keluarga papanya dan juga tentang tunangan saat ini. sampai sekarang pun keisya belum mengetahui tentang semua itu, Karna dirinya juga tak ingin melihat keisya bersedih untuk mengetahui fakta itu sebuah Kenyataan pahit tentang dirinya.
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Setelah david menceritakan kepada keisya serta menunjukkan bukti foto-foto kebersamaan mereka. Akhirnya keisya mulai berbaur dengan para sahabatnya lagi, meski ada rasa cangrung dalam dirinya.
Keisya pun sudah mulai bekerja kembali di cafe bersama hazel, kevin, felix, david dan digo. Felix sempat kaget dan sedih saat mengetahui teman kerjanya amesia, awalnya ia kira keisya hanya lolucun saja, namun melihat diri keisya yang terlihat beda sebelum, perlahan ia mulai mempercayainya
Radit. Dirinya sudah mulai tahu apa yang terjadi pada tunangannya itu karna diam-diam ia mengutus anak buahnya untuk mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya dan menemukan fakta yang membuat dirinya sangat sedih dan sakit mendengar tunangan itu ternyata amesia
Di setiap kesempatan radit selalu berusaha mendekati keisya, dirinya berusaha akan keisya mempercayainya kalau dirinya benar-benar tunangan dengan memberi perhatian lebih dan menunjuknya cincin ataupun foto tunangannya, namun keisya
Tidak begitu mudah percaya
Padanya. Ia bahkan curiga kalau keisha dipengaruhi oleh sahabatnya itu yang masih tidak suka akan dirinya menjadi tunangannya
namun radit tidak menyerah begitu saja, ia berusaha mengunakan berbagai cara agar keisya benar percaya padanya serta menaklukan hati keisya. karna ia yakin kalau keisha melupakan orang dicintainya maka dari itu ia harus menaklukan hatinya.
Seperti saat ini keisya kini sedang makan siang di kantin bersama dengan sahabatnya yang sudah mulai ia berbaur meski masih ada suasana cangrung terjadi
"Keis, lo mau ikut kita gak? Gue sama shiren rencana ke mall nih mau beli sepatu? Lo ikut yaa?" ajak cindy kepada keisya yang lagi makan nasi goreng
"Boleh" ucap keisya mengangguk setuju "kapan?"
"Pulang sekolah nanti" jawab shiren antusias dan keisya mengangguk mengiyakan
"eh, gue ikut doh" rajuk aldo antusian
"GA" tolak shiren dan cindy persamaan.
"Kenapa?" Tanya aldo heran
"Lo harus pake rok dulu, baru ikut kita" ledek cindy membuat aldo melotot ke arahnya sedangkan yang lainnya tertawa
"Lo....."
"KEISYA"
aldo hendak mengutarakan ke jengkelnya berhenti, dirinya menoleh ke arah suara itu serta sahabat lainnya ikut menoleh, dan mereka tampak terkejut dengan mata membulat besar kaget mengetahui siapa orang yang mereka tidak inginkan datang dan memanggil keisya
"OM WILSON?!"