Dear keisha

Dear keisha
PART 4



DAVID POV


Akhirnya gue kembali lagi ke indonesia. Setelah 2 gue tinggalin negara tercinta gue, dan pergi ke amerika, dengan berat hati gue harus meninggalkan dia, sebenarnya sih gue pengen lebih dekat dengan dia


karna senyumannya, bicaranya yg lembut, ceria dan memiliki hati yg mulia, yaa bisa dibilang gue sangat menyukainya karna senyumanya itu membuat hari-hari gue berwarna, menjadi hidup gue bahagia, selama gue di amerika gue tak pernah sedikit pun melupakan Dan sekarang gue di indonesia gue senang sekali, dan tambah gue senang adalah karna mendengar kabar kalau gue satu sekolah dengannya dan gue mengejarnya lagi


sekarang gue berada di sekolah bersama sahabat gue rio yg selalu setia sama gue yg mengalami suka dan duka bersama-sama gue sudah menganggap seperti saudara gue sendiri. saat berada gue berada dikelas atau dimanapun semua cewek histeris melihat gue. gue satu kelas bersama dia my sweat alias keisya, mata kami bertemu, sebuah mata yg indah yg gue rindukan dan gue tersenyum melihat mata itu


Tampak keisya shock melihat gue, gue pun tersenyum padanya dan berharap ia membalas senyuman gue, senyumannya yang gue rindukan tapi ia membalas tatapan dingin dan sikap cueknya melihat gue seolah ia baru melihat gue


ADA APA DENGANNYA?


Kenapa gue tidak melihat lagi senyuman di bibir manisnya itu, dan tidak ceria seperti dulu


Saat gue ke kantin bersama rio, gue dipanggil seorang cowok dan gue tidak kenal orang itu, dan gue lihat cowok itu bersama temanya dan ada keisya disana. Ternyata gue dan rio diajak bergabung dengan mereka dan perkenalan dan perjabat tangan  dengan dan terakhir perjabat tangan dengan keisya. ia tidak membalas jabat tangan gue dan rio melainkan tatapan dingin lagi


Ketika memulai mengobrol dengan mereka tiba-tiba saja keisya pergi, ada apa denganya! Apakah ia ingin menghindar dari gue ?


Mereka bilang keisya emang kayak gitu, tapi ia baik dan mereka bilang mereka kalau mereka adalah geng glader (geng motor) yg diketuai oleh keisya.


Gue dan rio tidak menyaka kalau keisya adalah ketua geng motor tapi gue tidak peduli itu karna gue mencintainya


Yang terpenting sekarang gue harus cari tahu


mengapa tidak ada lagi senyuman di bibir manisnya itu? Mengapa tidak ada suara lembut dibibirnya? Apakah terjadi sesuatu


kepadanya?


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Author POV


Kini gue hindari david tak tahu kenapa, kalau gue dekat dengannya terus maka gue ingkar janji pada diri sendiri gue harus lupakan david dulu cinta harus butuh pengobarnan gue harus menunda kebahagian gue dulu demi kebahagian mama.


keisha pun pergi ke taman yang berada dekat sisi lapangan basket yang berkumpul. Tiba-tiba saja sebuah bola basket entah dari mana datangnya, mendarat diwajahku tepatnya dikepala kiri SUMPAH!!! Rasanya sakit banget


"Aduh" ucap keisha sambil mengelus kepalanya gue "sialan! Kerjaan siapa nih?!" Serunya pada segerombolan anak cowok yang sedang bermain basket


"Kerjaan aldo tuh, palalu, al, anak orang lo gebok bola" kata ricky menyalakan aldo


keisha mengeram peran, lagi-lagi aldo mencari masalah, aldo adalah teman sekelas gue yang benci karna sifatnya yg jahil dan selalu menganggu gue tapi semua cewek suka padanya karna ketampanan, tinggi  jago bermain basket, kaya raya sehingga ia menjadi cowok populer disekolah, tapi gue tak pernah suka padanya sama sekali


Lalu gue mengambil bola basket itu melangkah menghentak-hentak menghampiri gerombolan cowok itu, tak ada satupun yg berani  berkutik saat melihat kemarahannya


"Sialan lo al, loe mencari gara-gara gue ha" ucap keisha kesal


Sebelum aldo menjauh, Keisha pun melempar wajahnya dengan boka basket ke arahnya, bola itu mengenai kepalanya, aldo pun jatuh terduduk sambil memegang kepalanya


"Rasain lo!" Ucap keisha tersenyum puas


"Sialan lo, awas lo yaa" ucapnya memegang kepalanya yang kesakitan


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Di tempat parkir


"Bagaimana loe udah kempesin ban motor mereka" ucap devan


"udah bos" ucap reza


"Yaa udah, kita pergi sekarang, sebelum kita ketahuan"


Devan dan reza pun pergi meninggalkan area tempat parkir sekolah karna rencana sudah berhasil untuk mengempeskan ban motor


geng glader karna mereka sudah mengejeknya tadi pagi


Bel pulang sekolah pun berbunyi. keisha dan shiren langsung pergi ke toilet untuk ganti rok sekolah dengan celana jians karna mereka berdua mengendarai motor sedangkan digo dan louis pergi duluan ke tempat parkiran dan menunggu keisya dan shiren


"Lo kenapa nih motor gue kok bannya tiba-tiba kempes" ucap digo terkejut meneliti ban motornya yg kempes


"Gue juga" ucap louis


"Ada apa sih" ucap keisya dan shiren tiba-tiba muncul


"Motor gue dan digo tiba-tiba kempes" ucap louis


"Coba gue liat motor gue dulu" ucap shiren menghampiri motor "ya ampun motor gue juga kempes" ucap shiren terkejut "loe gimana keis?"


keisha pun menghampiri motornya ternyata juga sama


"Kok bisa barengan gini yah" ucap keisya jengkel


Di tempat lain ada geng power tersenyum puas karna rencana yang berhasil


"Rasain kalian emang enak dikerjain" ucap devan


"Itu makanya jangan macam-macan sama kami, ya nggak guyys" ucap salsa


"Yoi salsa" ucap mereka kompak


"Yaa udah cabut" ucap devan kepada anggota gengnya


keisha, shiren, louis dan digo terpaksa dorong motor ketempat tambal ban yg cukup jauh dari sekolahnya


"Kok bisa yaa, ban motor kita kempes barengan gini" ucap digo


"iya, selama kita pakai motor dijalanan tak ada kempesnya tuh tapi kenapa di sekolah tiba-tiba kempes" ucap shiren


"Jangan-jangan anak geng power" ucap louis


"Mungkin" ucapnya shiren


Tiba tiba ada dua mobil sport mengerik jalanan kami dan ku lihat itu adalah geng power


"hahaha kenapa motor loe lagi lagi ngawur yaa" ujah dicky mengeledek kami


"Haha mungkin mereka lagi cari penumpang kali, kan mereka kan tukang ojek jalanan hahaha" ucap reza tertawa puas


"EH, SIALAN LO YAH, PERGI NGGAK LOE DARI SINI" ucapnya menendang  ban mobil devan dengan emosi


"Eh eh kayaknya ada yang ngamuk nih, hahaha" ucap dicky


"Awas aja tuh, kalau ketemu, habis mereka" ucap digo geram


"Udah lah digo, biarin aja mereka ledek kita dulu, ntar kita kerjain mereka lagi" ucap louis


"Gue setuju pikiran louis, yg terpenting sekarang kita harus cepat-cepat ke tambal ban, ģue capek nih dari tadi dorong motor mulu" ucap shiren


Beberapa menit kemudian datanglah satu mobil sport melewati mereka lagi dan berhenti didepan mereka


"Siapa lagi nih" ucap digo jengkel


Pengemudi mobil pun turun dari mobilnya dan tampak dua orang cowok yaitu david dan rio yang sedang menghampiri kami


"Yaa ampun nih anak ngapain lagi sih" batin keisya


"Oh, kalian kirain siapa" ucap digo. David hanya membalas dengan senyuman


"Motor kalian kenapa?" ucap david


"Nih dikempesin sama anak geng power


"Geng power?!" ucap rio dan david sama-sama mengenyit dahinya bingung.


"Iya geng mobil sport, yaitu geng


Berandalan yang selalu mencari gara-gara sama kita, dan beanggota lima orang, dan ketuanya adalah anak pemilik perusahaan diindonesia dan juga pemilik sekolah kita juga"


"Terus kenapa mereka terus mencari gara-gara sama kalian!" Ucap rio penasaran


Digo pun melirik keisya, seperti ada sesuatu dari mereka lalu menjawab pertanyaan rio


"gue gak tahu juga sih" ucap digo


"Terus kalian mau ķe mana?" ucap ďavid


"kita mau ke tambal ban" ucap loius


"Ohh gitu" rio pun mendekati shiren dan david dekati keisya


"Gue bantuin gak dorong motornya" ucap rio kepada shiren


"Eemm,,,,, BOLEH"  ucap shiren melepaskan pegangan pada motornya


Sementara david dan keisya


"Keis boleh gue bantuin dorong motornya"


"Nggak usah" jawab keisha jutek


"Yaa ampun keis, biarin aja david bantuin lo" ucap digo


"Iya keis, biar cepat sampainya" ucap louis


"Terserah gue dong, ini kan motor gue, jadi yang berhak hanyalah gue bukan dia" ucap keisha kesal dan pergi duluan mendorong motornya


"Ok deh, terserah lo deh" ucap digo jengkel lalu mendorong motor lagi disusul motor louis, shiren dan rio, sedangkan david masih terbaku berdiri


Di tempat tambal bal


Beberapa menit kemudian akhirnya sampai tambal bal dan keisya harus tambal ban duluan


Keisya  dan shiren duduk di bangku panjang sambil menunggu tambalnya selesai, rio pun membeli minuman, sedangkan digo dan louis memperhatikan orang tambal ban


"Nih minuman buat loe" ucap rio menyodotkan minuman kepada shiren dan shiren menerimanya


"Thank yah"


"Iya sama-sama"


sementara keisya sedang mengelus-elus keningnya karna keluar keringat dan merasakan haus di tenggorokan dan tiba-tiba ada minuman sebelah wajahnya, tanpa sadar ia langsung mengambil minuman itu tanpa melihat orang memberi minuman itu. ia membuka minuman dan langsung meminumnya, ketika meminumnya ia melirik orang yg memberi minuman itu dan Keisha pun langsung tersedak melihat orang itu adalah david


"Lo nggak apa-apa keis" ucap david mengelus-elus punggung keisya karena tersedak


Merasa tangan david mengelus-ulus punggungnya lembut dan merasa nyaman, tapi ia langsung ingat satu hal


"Singkirkan tangan lo dari punggung gue" ucap keisya melotot


David pun menyingkirkan tangannya dan tampak muka sedih dimatanya


"Maafin gue dav" batin keisya


"Pak apakah sudah selesai pak?" ucap keisya kepada tukang tambal bal


"Sudah mbak"


"Ya udah pak ini uangnya" ucapnya memberi uang kepada tukang ban itu


"Makasih"


Keisha pun melirik digo, louis serta shiren


"Guyys, kayaknya gue udah selesai nih, gue duluan ada urusan" ucapnya


"Yah udah, lo hati-hati" ucap louis


...❤️❤️❤️❤️❤️...


DAVID POV


Ketika gue jalan mau pulang bersama rio, gue lihat keisya bersama teman-teman sedang mendorong motor, lantas gue berhenti mobil gue dan menolong mereka


Mereka bilang kalau motor mereka dikempesin sama anak geng power atau geng mobil sport ketika digo mau jelasin anak yg bernama devan itu adalah anak pemilik perusahaan terkaya diindonesia gue lihat digo tampak melirik keisya seperti mereka menyembunyikan sesuatu dariku


Lantas gue membantu keisya mendorong motornya dan rio membantu menolong motor shiren dan shiren menerima bantuannya itu. Sedangkan keisya menolaknya mentah-mentah


Keis sebenarnya ada apa dengan kamu keis dan kenapa kamu mulai menghindar dariku, bukannya dulu kamu senang dekat denganku tapi sekarang kamu kelihatan benci padaku, apakah aku ada salah padamu?


Sampai di tempat tambal bal gue melihat keisya kelihatan kehausan, gue langsung membeli minuman untuknya dan menerima minuman itu, gue pun senang keisya menerima pemberian gue


Ia pun tersedak ketika melihat ku disampingnya dan gue langsung mengelus-gelus punggung lembutnya dan ketika keisya melihat tanganku menyentuh punggungnya lantas ia langsung menyingkirkan tangan gue dari punggungnya dan menghindar gue lagi