
David POV
Ah sial!
Aku membanting ponsel gue Ke lantai kamar setelah mendengar kabar dari shiren bahwa keisya sudah ditemukan yang sempat beberapa hari menghilang, yang bikin gue kesal adalah bahwa ia di rumah hazel, gadis itu sedang sakit saat ini dan dirawat oleh cowok sialan itu
Itu artinya ia satu langkah maju dari gue
Gue ga harus diam diri terus, gue harus cari cara agar keisya baikan lagi sama gue, gue harus cari cara agar dia dekat lagi sama gue, dan juga minta maaf ke dia yang sekian kalinya
"Astaga david!!!" ucap seorang gadis kaget yang berada dipintu kamar gue " lo kenapa lagi sih dav, tiap hari marah mulu, lo kenapa?"
Seorang wanita itu adalah kakak kandung gue, kak olivia yang baru datang dari amerika,
Ia lalu mengambil ponsel gue lalu memberikan ke gue
"nih ponsel lo!" Ucapnya menyedotkan ponsel ke gue
"Taroh aja disana" ucap gue memainkan dagu ke arah tempat tidur, ia melempar kasar ke tempat tidur, dan menghampiri adiknya yang sedang berdiri di balkon,
"Lo kenapa lagi sih? marah-marah akhir-akhir ini"
"Ga tau, kepo banget sih lo, kak" Jawabnya ketus
"Yaelah gitu aja marah? Lo ga cerita ke gue kalau lo selama ini ada masalah cewek yang bernama keisha itu"
"Kok kakak tau kalau gue ada masalah sama dia? Kakak kenal dia?"
"Rio cerita"
"Apa saja yang dia ceritakan rio tentang keisha"
"Pokoknya banyak deh, apa yang kamu suka kek dia, masalah kalian hadapi sekarang termaksud keluarga"
"Oh" jawabnya singkat
"Terus masalah apa lagi yang bikin kamu marah sehingga lo membanting ponsel lo"
"Dia ada yang ngerjar"
"Ngejar? Siapa? Cowok?"
"Hmm" ucap gue mengangguk
"So apa yang lakukan sekarang? lo ga mungkin diam gitu aja, melihat cewek yang lo suka dikejar oleh cowok lain"
"Iya sih lo benar kak" ucapnya menatap kakak "lo mau ga bantuin gue"
"Bantuin? bantuin apa?"
"Bantuin gimana caranya gue dekat lagi sama dia, dan minta maaf ke dia atas kesalahan gue lakuin"
"Oke, deh kakak pikir dulu" ucapnya menyetujui permintaan adiknya itu,
Beberapa menit kemudian, ia pun menemukan ide yang membuat mata gue berbinar dan juga senyum diwajahnya
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Author POV
Setelah dua hari. selama keisya sakit dan dua hari juga ia di rumah hazel hazel merawatnya hingga ia sembuh, betul-betul sehat walafiat,
Dan sekarang yang berada di mobil hazel, hazel mengantarnya ke sekolah, karna hari ini ia kembali lagi setelah satu bulan ia skors
"Thank yaa zel" ucap keisha setelah ia keluar dari mobilnya
"Iya sama-sama"ucap hazel tersenyum "ntar aku jemput yaa"
"Kayak ga usah deh zel, gue kayaknya pulang bareng digo"
"Oh, gitu, yaa udah aku pulang dulu yaa"
"Iya hati-hati"
Setelah hazel pergi keisya pun masuk ke gerbang sekolah yang rindukan, tiba-tiba ada deruman motor yang bikin ia terkejut
"Astaga, lo berdua yaa bikin kaget gue aja, kalau gue jantungan gimana, lo mau tanggung jawab, hah"ucap keisha kepada sahabatnya louis dan digo, dan mereka berkekeh geli
"hahaha, maaf-maaf, abis yang lo gue panggil ga denger, yaa udah gue kagetin aja" ucap louis berada di motor
"Sialan lo" ucap keisya kesal "yaa udah kita kelas, udah kangen nih sama suasana kelas"
"Ok, yuk" ucap digo
Ketika masuk kelas ia berpapasan sama david dan rio, mata mereka saling ketemu, david menatap keisya dengan tatapan dirindukan, sedangkan keisya menatapnya dengan tatapan kebencian
"Keisya, gue kangen lo" ucap shiren memeluk keisya yang sudah berada dikelas
"Iya, Gue juga kalau lo kok" ucapnya tersenyum
"Yaa ampun keis, lo kemana aja sih selama ini? beberapa hari lo ngilang mulu, gue dan yang lain khawatir tau ga" tanya shiren duduk di bangku di samping keisya
"Kan gue udah bilang ke kalian gue lagi nenangkan diri"
"Nenangkan diri kemana?" Tanya louis
"Ke apartemen pokap gue"
"Apa!" Mereka kaget
"Lo udah baikan sama pokap lo!" tanya louis
"Belum sih, gue nenang diri cuman terpaksa nginap di apartemen pokap gue, karna gue butuh tempat untuk sendiri"
"Oh gitu" jawab mereka kompak
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Di kantin
Setelah beberapa melewati pelajaran akhirnya mereka ke kantin, mengisi perut mereka ia belum terisi,
"Guyy, gue makan disana yaa" tunjuk shiren ke arah rio berada dan juga ada david disana "makan bareng sama pacar gue, kalian mau ikut ga?" Ucapnya santai dan langsung mendapatkan tatapan pembunuh dari Digo dan louis "iss, oke, oke, gue ngerti kok"
"Udah sana" usir louis yang sudah memegang semangkok bakso ditangannya
shiren pun pergi ke meja rio dan david yang berada tak jauh darinya. Sedangkan louis, digo dan keisya memilih menuju meja kosong tepat biasa mereka makan, keisya duduk berhadapan louis dan digo
Ketika sedang makan tiba-tiba ada menepuk kepala keisya lembut
"Hai, sayang" ucap seorang pria membawa mangkok bakso dan duduk disebelah keisya
Membuat mereka tersendak dan langsung mendapatkan pelototan dari mereka
"Apa-apaan lo manggil gue sayang" cerutu keisya "jijik gue dengarnya"
"Kalian pacaran?" tanya digo
"Ga" jawab keisha cepat
"Sayang waktu itu aku kan nembak kamu" ucap aldo merangkul keisya
"gue kan tolak lo"
Membuat louis dan digo tertawa terbahak
"Ahaha, ga nyangka gue seorang renaldo bottier ditolak cewek"ucap digo meledek aldo
"Iya, baru tahu gue kalau renaldo bottier yang taksir cewek parahnya cewek itu__"
"DITOLAK" louis dan digo bersamaan
Belum sempat aldo balas, tiba-tiba ponsel digo berdering, dan digo mengangkatnya
"Halo, bos ada apa!" Ucap digo menjawab telepon kevin
"Kau dimana"
"Gue dikantin sekolah. ada apa!"
"Ntar pulang sekolah kau ke sini, cafe, jangan lupa aja keisya juga"
"Keisya? untuk apa? Keisya terima kerja lagi disana?"
"Udah kau tanya, kerjakan aja perintahku, ngerti, bye" kevin memutuskan telepon sepihak
Bos sialan batin digo
"Kenapa digo!" tanya keisya menyadari nama disebut-sebut
"Kevin bilang ntar pulang sekolah kita ke cafe"
"Ga tau" ucap digo memakan baksonya lagi setelah beberapa menit ia diamkan
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Di cafe
Suasana cafe ini sekarang lagi tengang, ada ketengangan dari beberapa orang yang berada di cafe, saling menatap tajam kepada seseorang yang berdiri berhadapan mereka dan rasa ingin menonjok wajah orang itu
Kini hazel, kevin, felix, digo, juga keisya sedang berhadapan dengan
DAVID
Tah apa ia lakukan disini, membuat kaget digo dan keisya yang baru saja datang
"Bagaimana, apakah sudah ngumpul semuanya!" Ucap papa kevin menatap mereka bergantian, sedangkan mereka tidak menjawab melainkan menatap tajam david
"Sudah, yah" ucap kevin akhirnya bicara setelah beberapa hening
"Ok, saya langsung saja, bahwa saya sudah memutuskan bahwa saudara keisya__" papa kevin mengantung lalu menatap keisha yang lagi tidak sabar menunggu jawabannya selama ini
"DITERIMA LAGI DISINI, TAPI TETAP GANTI RUGI BIAYA CAFE INI"
Membuat mereka tersenyum bahagia dan bernafas lega
"DAN...." ucap hazel bertanya kenapa pamannya membawa david kesini, ia merasa akan terjadi sesuatu ia tidak beres disini
"DAN SEBAGAI GANTINYA DAVID AKAN BEKERJA DISINI TANPA DIGAJI"
"APA!" mereka terkejut. sedangkan hazel tersenyum picik
"Kok bisa dia kerja disini? Kita kan ga butuh kariyawan yah, kami berlima sudah cukup yah" Ucap kevin tidak terima kehadiran david disini
"Iya, paman, paman ga perlu memperkerjakan dia disini, kami ga butuh paman" ucap felix
"Terima ga terima dia disini, tetap saja dia akan kerja disini juga" ucap papa kevin tanpa bantahan "Kalau kalian ga terima, kalian semua bisa saja keluar di cafe ini, ngerti"
"Ayah"
"Kevin"
"Oke, kami akan terima dia sini, ayah puas!" ucap kevin kesal menyetujui dengan permintaan ayahnya itu, menerima cowok yang sudah menyakiti keisya
"Ok, kalau gitu ayah pergi dulu" ucap papa kevin, lalu menatap david "david jaga diri kamu baik-baik, kalau kamu ada kesulitan disini, kamu bisa minta bantuan anak om, kevin"
"Iya om"ucap david tersenyum "sekali lagi makasih"
Papa kevin mengangguk lalu pergi keluar cafe
Brakk
Bunyi hantaman meja mengagetkan mereka, hantaman meja itu dari tangan kokoh hazel yang sudah menahan emosinya dari tadi. Tanpa berpikir panjang, ia menarik kerak baju david
"Rencana lo licik juga yaa, dengan meminta bantuan paman gue untuk kerja disini, untuk dekati keisya lagi, bikin dia menderita lagi, hah!!" geram hazel
David mendengar itu pun tidak terima ia pun membalas hazel, menarik kerah bajunya
"Eh, lo jangan gue sembarangan, gue kesini itu ikhlas, gue datang kesini menembus kesalahan gue ke keisha, ngerti lo"ucap david, hazel pun ingin melayangkan tinju, tapi
"DAVID, HAZEL CUKUP, HENTIKAN PERTENGKARAN INI" sela kevin mempisahkan mereka berdua "kalian seharusnya menyelesaikan masalah dengan cara baik-baik, bersikap dewasa bukan dengan cara bertengkar seperti ini, ngerti"
Membuat david dan hazel diam menahan emosi mereka
"Jadi sebaiknya kalian bubar sekarang" ucap kevin geram, lalu menatap david, dan memberikan baju pelayannya secara kasar "dan ini untuk kau dav baju pelayan kau"
David pun menerimanya ia tau bosnya hari ini, masih terbalut emosi atas kejadian beberapa hari yang lalu. tapi Diam-diam ia tersenyum kecil mengingat rencana dia sama kakak berhasil
Flashback on
David bersama kakaknya pergi ke suatu tempat, tempat yang direncanakan kakaknya, yaitu di sebuah tempat perusahaaan milik orang lain
"Kak kita ngapain sih kesini?" Ucap david bingung saat ia sudah berada di depan gedung perusahaan, dan membuat kakak berhenti
"Mau bantuin lo lah, ngapain lagi"
"Iya bantuin, tapi bagaimana caranya"
"Lo liat aja nanti" ucap olivia tersenyum
Mereka pun masuk ke dalam gedung itu
"Maaf anda ada bisa saya bantu"
Ucap seorang wanita
"Saya mau ketemu bapak andian maulana, ada?" Tanya olivia
"Maaf, bapak sedang ada rapat, kalau anda mau nunggu, nunggu lah, 1 jam lagi akan selesai kok"
"Ok, saya tunggu" ucap olivia tersenyum
Lalu ovilia dan david pun duduk diruang tunggu sambil memainkan ponselnya, sedangkan david hanya menatap kakak bingung
"Apa" kata kakak olivia menyadari tatapan adiknya itu
"Cepat lo kasih tau gue, ini tempat siapa sih, dan kayaknya gue ga asing deh telinga gue pas lo sebut nama itu" ucapnya kesal
Olivia membuang nafas kasar
"Ini tempat perusahaan sahabat papa, om andian, orang yang akan bantu lo dekati cewek yang lo suka"
"Orang yang bantuin dekat keisya?" David tambah bingung "maksudnya? Gue ga ngerti"
"Jadi gini, orang yang akan bantuin lo dekati itu adalah om andian, pemilik sebuah cafe tempat cewek lo kerja, jadi maksud gue, kita minta bantuannya agar lo kerja tempat cewek lo itu dengan alasan lo nembus kesalahan pada cewek lo itu, dan sekalian lo harus jujur sama dia kalau itu bukan kesalahan cewek lo, agar dia terima kerja lagi, ngerti"
Membuat david tersenyum lebar
"Oke, gue ngerti"
Beberapa menit kemudian orang yang sudah olivia dan david pun sudah selesai rapat, dan seorang wanita tadi menyuruhnya masuk kedalam ruangan bosnya, Ketika masuk david terpaku melihat orang itu, begitupun dengan yang orang itu
"Hai om, apa kabar" ucap olivia mencium punggung tangan om andian begitu pun david
"Silakan duduk dulu" dia mempersilakan mereka duduk sebelum ia menjawab "Baik gimana kabar kamu oliv"
"alhamdulilah om baik"
"Oh, yaa oliv, ini siapa kok om pernah liat deh orang ini" tunjuk om andian kepada david
"Ini david, adik saya om"
"Ohh david" ucap dia tersenyum "kamu apa kabar nah"
"Baik om" ucap david
"Ngomong kalian ngapain kesini tumben mampir kesini"
Ovilia pun menceritakan tujuannya kesini dan juga pun david menceritakan yang sebenarnya terjadi di cafe beberapa hari yang lalu, bertapa kagetnya om andian setelah mengetahui itu
"Jadi sebenarnya kamu tidak tahu tentang awal kejadian cafe om jadi berantakan dav" dia tidak percaya, david hanya mengangguk "tapi mengapa kamu bilang kalau kariyawan yang bernama keisya menonjok tasya duluan, padahal ia juga menghina cafe om"
"Itu karna saya disuruh om sama tasya om"
"Kenapa?"
"Kalau masalah itu, david tidak ingin cerita, ini masalah pribadi" ceplosnya, membuat dia diam
"Jadi gimana om!" Tanya olivia setelah hening beberapa saat
"Apa jaminan kamu dav! Jika om terima keisya kerja" tanya dia
"Aku akan kerja sama anak om, di cafe itu, tanpa digaji sepersen pun, asal om terima dia lagi" runjuk david tulus
"Berapa lama!" Tanyanya lagi
"Terserah om berapa lama om memperkerjakan saya" ucap david pasrah, ia tak tidak peduli mengurangi tenaganya untuk bekerja tanpa digaji, asalkan ia dekat dengan keisya lagi, itu lebih cukup bagi dia
"Ok, om akan terima dia"
Membuat david tersenyum mengembang begitu pun dengan kakaknya
...❤️❤️❤️❤️❤️...
AUTHOR POV
Itulah ide dari kakak yang tadi
"Keis, gue janji setelah gue lakukan ini gue ga akan pernah nyakitin lo keis, tak akan membuat lo nanggis lagi, gue akan terus dekati lo, minta maaf terus atas semua kesalahan yang gue lakukan, dan tak akan biarkan hati lo berpindah ke pria lain, melainkan tetap ke gue, gue janji itu" batin david