Dear keisha

Dear keisha
PART 49



Di tempat yang berbeda alias di lapangan bola futsal terdapat dua group sedang bermain bola futsal mereka sangat bersemangat dan serius dalam bermainnya sampai keringat bercucuran di tubuh kekar mereka


Salah satu di satu group itu ada david di dalamnya ia sangat bersemangat bermain malam ini karna ia sudah lama tidak main futsal. Tak lama wasit meniup peluit menyuruh mereka istirahat sejenak


"Dav" ucap rio menepuk pundaknya "lo ga ke tempat cewek lo?"


"Siapa?" Tanya david bingung meneguk sebotot air dingin mineral


"Cih, pura-pura ga tahu deh lo. Apa perlu gue sebut namanya?" Ledek rio


"Ogah" ketus david


"Hahaha david, apa salahnya lo datang ke rumah wilson, siapa tahu lo ketemu keisya? Lo kan diundang kan kesana" Saran rio


"Ogah, sampai kapanpun gue ga akan kesana walaupun gue ketemu dengan pokap keisya sekalipun. ngerti!!!" ketus david kesal lalu langsung beranjak kembali ke lapangan meninggalkan rio menenawakannya


Bukannya david tidak mau. hanya saja ia trauma untuk datang kesana. pernah waktu itu david dan tasya pergi ke rumah wilson, anggaplah david datang kesana untuk akrab dengan wilson karna david begitu mencintai anaknya keisya namun sialnya ia malah terjebak rencana tasya dengan mengaku kalau dirinya itu adalah pacar tasya anak tirinya, pria yang dicintainya. Sejak saat itu ia ogah-ogahan datang kesana lagi


David geleng-geleng kepala  memikirkan itu karna akan membuat moodnya rusak mengingai semua tu. Ia kembali bermain bola futsal lagi namun beberapa menit ia bermain mendadak hatinya tidak karuan


"Aneh kenapa perasaan gue ga enak gini yaa?" Batin david tidak karuan


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Di RUMAH WILSON


"Pah, mau kemana?" Tanya keisya saat melihat papanya bangkit dari meja makan hendak menaiki anak tangga menuju lantai atas


"Cukup, keisya!!! papa ga bisa nunggu lagi" ucap wilson final sedikit nada kecewa pembicaraannya anaknya itu lalu menaiki


"Tapi...."


"minggu depan kita akan mengadakan pertemuan keluarga dengan keluarga yingie sekaligus membicarakan perjodohan itu. Dan kamu harus datang dalam perjodohan itu. Papa tidak menerima penolakan lagi" ucap wilson tanpa bantahan


Dua orang di atas sana bersorak ria dan tersenyum kemenangan atas rencananya yang sudah berhasil


"Rencana lo berhasil yaa sya" ucap devan menepuk pundak kagum lalu tersenyum sidis


"Tentu, cewek bodoh itu tidak tahu siapa lawannya yang sebenarnya?" Guman tasya tersenyum mengingat kejadian sebelumnya di sekolah


----FLASHBACK ON-----


pada saat jam istirahat tasya dan teman-temannya baru saja dari kembali dari belakang sekolah hendak ke kantin, namun tiba-tiba langkahnya berhenti memicingnya curiga pada saat menyadari sesosok baru saja keluar dari kelasnya dari jarak jauh, siapa lagi kalau bukan keisya musuhnya


Ia pun menyuruh teman-teman untuk pergi duluan ke kantin sementara dirinya dirinya ke kelas merasa penasaran apa yang dilakukan keisya yang berada dikelasnya itu,


Ia pun menyelusuri kelasnya mencari hal yang curiga dan menemukan di meja david ada sebuah surat di laci itu lalu ia buka dan tersenyum sidis setelah membacanya


"Jadi ini rencana lo, gue ga akan biarin itu terjadi" guman tasya mengambil pulpen namanya di kalimat itu


Dav, datanglah ke rumah papa gue malam ini jam 7 malam untuk makan malam bersama papa, gue tunggu, see you


^^^                              Dari                  ^^^


^^^Gadis yang kau cintai❤^^^


^^^   Tasya                 ^^^


^^^        ^^^


Tasya tersenyum tipis setelah namanya disana lalu dengan cepat note di laci meja david lagi lalu lekas keluar kelas


----FLASHBACK OFF----


Tasya tersenyum jahat mengingat rencana akhirnya berakhir sejak awal karna ia yakin dengan melakukan itu ia tahu david tak akan bakal datang ke rumahnya itu


Sementara dibawah sana keisya masih memandang kepergian papanya menuju lantai atas dengan pandangan nanar, tangannya mengepal mengenggam ponselnya erat-erat dan tak lama air matanya menetes di pipinya


"Apa itu artinya lo bukan jodoh gue dav" batin keisya


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Seorang pria mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia menerebos hujan lebat yang melanda jakarta ini. tidak peduli beberapa kecepatan ia mengendarai mobilnya yang bisa membahayakan dirinya, tidak peduli dengan bunyi klakson mobil lain yang merasa terganggu karnanya. Yang ada dipikiran dan hatinya cuman ada seorang yang menghubunginya beberapa menit yang lalu yang membuat hatinya tidak karuan seperti ini


Gadisnya yang memintanya untuk datang ke sebuah tempat, tak tahu kenapa ia merasa tidak beres dari nada bicaranya itu sehingga ia membuat mobil hazel ngebut-ngebut malam ini


Ia pun mengrem mendadak mobilnya pada saat sampai ditempat tujuannya itu yaitu sebuah markas, ia langsung berlari membuka pintu tergesa-gesa dan menampakkan seorang gadis duduk di sofa menunduk, dia yakini ia menangis sekarang ini karna mendengar suara isakan tangisannya


"Keisya"


"Hazel"


GLEB


Keisya langsung berlarian di pelukan hazel menangis sejadi-jadinya disana. beberapa menit yang lalu setelah dari rumah papanya ia langsung pergi ke markas untuk menenangkan dirinya karna hatinya sangat sakit saat ini, orang yang ia cintai tidak datang ke acaranya. Sehingga ia meminta hazel untuk datang menemuinya untuk menenangkan hati ia sakit ini


"Keis, tenanglah" ucap hazel


walapun ia tidak tahu apa menyebab keisya menjadi begini hanya mampu membalas pelukannya, mengusap kepala memberikan ketenangan baginya. jujur, hati hazel saat sesak saat ini melihat keisya menangis untuk ke dua kalinya 


"Hisk....hisk...hazel, dia tidak datang" ucap keisya dalam isakannya


"Maksudmu?" Ucap hazel mendongak melepas pelukan keisya agar keisya menatapnya, jujur dia penasarannya


"Asal lo tahu zel, tadi siang pas di sekolah gue membuat note untuk david, di note itu gue menulis kalau gue meminta david datang ke rumah untuk makan malam bersama papa karna papa memberi gue kesempatan untuk membatalkan perjodohan itu jika david datang menjelaskan bahwa gadis ia cintai. Namun nyatanya.... hisk...dia tidak datang... zel, dia tidak datang...hisk" jelas keisya dalam isakannnya


Hazel pun menarik keisya dipelukannya, dibalik punggung keisya tangan hazel mengepal kuat-kuat, rahang mengeras menahan emosi mendengar cerita keisya,


"Minggu depan gue harus menerima perjodohan dan mungkin akan segera bertunangan dengan pria yang tidak gue cintai"


"Iya, gue ngerti" ucap hazel tersenyum getir mengusap kepala keisya


"David sialan"  maki hazel hati


...♥️♥️♥️♥️♥️...


BESOK PAGINYA


david sedang bersandar di samping motor sport merah seraya memutar memainkan kuncinya untuk menghilangkan kejenuhan menunggu seseorang. Tak lama bibirnya terukir sebuah senyuman saat seseorang itu tiba menghentikan motor seseorang itu disampinnya


"Good morning" sapa david


Seorang itu membuka helm sehingga memperlihatkan rambut jatuh bergurai hingga ke bawah bahunya, ia memandang david datar lalu turun dari motornya


"Hmm" dengus keisya memasang ekpreksi dingin "gue duluan"


"Kok gue ditinggal sih" ucap david kesal lalu berjalan cepat menyusul keisya lalu mengandeng tangannya seperti biasa


"Lepas" ucap keisya menipiskan tangan david kasar membuat david kaget melihatnya. Jujur keisya masih kecewa padanya


hingga saat di kantin pun keisya mulai bersikap dingin dan datar kepada david dan juga mulai menghindar david


"apain sih lo, lepas" ketus keisya hendak bangkit saat david gabung makan bersama dengan yang lainnya


"Lo mau kemana?" Ucap david menahan tahan


"Gue mau ke kelas, lepas" ucap keisya mendorong david dengan satu tangannya lagi membuat jatuh terduduk


Keisya pun pergi sendiri meninggalkan kantin dengan david diam mematung melihatnya, sedangkan sahabatnya menatap kepergian keisya bingung dengan sikap keisya yang tiba-tiba berubah kepada david


"Lo berantem dengan keisya, dav?" Tanya digo heran begitupun dengan sahabatnya yang lainnya


"Gue rasa ga" ucap david lalu melirik rio "ri, gue ga ada kan bikin kesalahan padanya?"


"Gue rasa ga dav" ucap rio geleng geleng kepala menyakinkan


"Lalu dia kenapa?" Guman david bingung dengan sikap keisya


"Udalah, jangan lo pikirin, keisya paling lagi PMS sekarang" cengir shiren menepuk bahu david seolah memberi ketenangan baginya. david pun tersenyum  mengerti namun hatinya mendadak tidak karuan


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Sudah beberapa hari ini keisya sudah mulai bersikap dingin dan datar kepada david dan juga menjauhinya, Begitu pun dengan hazel sama-sama bersikap dingin terhadapnya. Ia harus menyelesaikan masalah sekarang juga karna ia tak ingin keisya menjauhinya ataupun bersikap dingin dan datar kepadanya, ia ingin keisya yang dulu, keisya yang tersenyum bila menatap dirinya itu


Saat di kafe pun sehabis kerja keisya pun langsung pulang tidak seperti biasanya yang selalu berkumpul setelah selesai kerja membuat david geram saat ini, ia menahan tangan keisya pada saat keisya hendak keluar kafe untuk pulang bersama hazel


"Cukup keis!!! Lo kenapa sih sebenarnya? Lo kenapa menjauhi gue sekarang? Gue ada salah sama lo? bilang? Katakan? Gue ga suka lo bersikap sama gue?" Keluh david menahan  tangan keisya di genggamnya agar tidak pergi


"Apaan sih lo. Lepas." Ucap keisya menipis tangan david, tapi david malah mengenggam eray


"Dav, lepasin tangan keisya" ucap hazel murka menipis tangan david dari keisya


"Diam lo zel, lo ga usah ikut campur urusan gue" ucap david kepada hazel, ia sudah cukup bersabar menghadapi mereka berdua. Ia pun melirik keisya inters "keis, gue minta lo jelasi sekarang juga, lo kenapa? Gue punya salah sama lo? Katakan?"


"IYA, LO PUNYA SALAH, PUAS!!!" Bentak keisya membuat david kaget, termasuk juga kevin, felix dan digo yang berada diantara mereka


"Apa?"


"Lo ga datang ke acara itu"


"Acara? Lo ngadain Acara apa?"


"Dav, lo ga usah pura-pura ga tahu deh, gue udah kecewa sama lo"


"Sumpah!!! Keis, gue ga tahu apapun mengenai itu" ucap david menyakinkan keisya


"Ga tahu" ucap keisha tersenyum sidis menatap tajam david "Jelas-jelas gue ngundang lo datang ke rumah papa untuk makan malam bersama papa, gue ngundang lo itu melalui surat yang gue bilang waktu itu. Dan nyatanya lo ga datang"


"APA" ucap david kaget mendengar pernyataan itu,


"Tapi..."


"Gue kecewa sama lo dav" ucap keisya akhirnya terlepas dari gengaman david darinya


Keisya dan hazel pun pergi keluar cafe meninggalkan david diam mematung menatap kepergiannya,


"Dav, sebenarnya ada masalah apa sih yang terjadi kepada kalian berdua? Kau menyakiti keisya lagi?" tanya felix heran setelah menonton kejadian menegangkan di antara pasangan aneh itu


"Iya ini, lo berdua janjian dengan om wilson? Acara apaan? Kenapa lo ga datang?" tanya digo


"sumpah gue ga tahu apapun mengenai itu" ucap david menarik rambut frustasi, ia merasa bersalah saat ini kalau itu menyebabkan keisya menjauhinya


"Kalau memang kau tidak tahu apapun. minta maaf dan jelaskan kesalahpahaman ini" ucap kevin menepuk bahu david "aku tidak suka melihat kalian bertengkar seperti ini di cafeku"


"Iya lo benar" ucap david mengangguk menepuk bahu kevin karna sudah memberikan pengarahan untuknya. lalu menenteng tasnya


"gue pulang duluan"


David pun membawa motornya mengebut-ngebutan menuju rumahnya. Tak lama akhirnya ia sampai dirumahnya ia langsung berlari menerobos rumahnya menaiki anak tangga terburu-buru tidak mempedulikan kakaknya memanggilnya


Ia langsung ke kamar mengambil tas sekolah di atas meja, membuka releting tas lalu menguluarkan bukunya ke atas kasurnya itu, lalu ia menemukan sebuah note lalu dibacanya lebih teliti. rahang mengeras membaca tulisan itu


"Tasya sialan" maki david hati mengepalkan tangannya


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Keisya duduk di meja seraya membolak-balikan buku cetaknya dimeja untuk menghilangkan kejehuhan berada di dalam kelas sendirian. sedangkan para sahabatnya sudah keluar beberapa menit yang lalu pada saat jam istirahat. Para sahabat sudah mengajaknya tapi keisya menolah mentah-mentah dengan alasan malas ketemu seseorang, dan mereka bisa memahami itu


BRAK


keisya memejamkan matanya bersandar punggungnya di punggung kursi kayu lalu membuang nafas kasar menatap tajam orang yang membanting pintu kelasnya secara kasar


"Keis, kita harus bicara?" Ucap david


"Lo mau bicara apa lagi sih?" Ketus keisya membuang muka


"Keis lo salam paham"


"Salah paham apanya?" Ucap keisya sinis


"Lo bisa lihat sendiri ini" ucap david memberikan note yang keisya kasih beberapa hari yang lalu


dengan malas keisya pun mengambil dan membacanya. Dan sukses bikin ia bangkit berdiri dan melotot membaca note itu


"Jadi ini....sial" ucapan keisya berhenti berganti dengan makian


"iya, itu gara tasya semuanya, gue ga datang karna gue pikir tasya mengundang ketemu sama papa lo, bukan lo makanya gue ga datang" jelas david menyentuh rambut keisya mengelusnya lembut "maafin gue yaa keis"


"Ga, dav, lo ga perlu minta maaf, gue yang salahpaham sama lo, jadi gue yang harusnya minta maaf ke lo" ucap keisya akhirnya mengunkit senyum di bibirnya


David pun tersenyum akhirnya keisya tersenyum padanya lagi lalu menarik ke pelukannya


"Gue sayang sama lo keis, gue ga mau lo jauh dari gue keis" ucap david tulus disela-sela pelukannya itu, keisya hanya mengangguk mempererat pelukannya bersama david


"Apakah kalian baikan sekarang?!"


Sontak membuat david melepaskan pelukan mereka berdua dan menatap tajam orang itu, dan orang itu hanya berkekeh pelan


Orang itu adalah rio yang memperhatikan mereka dari tadi, jujur dia sangat iri dan kagum dengan hubungan aneh mereka ini. Bagaimana tidak kalau salah satu dari mereka ada masalah atau salah paham dengan cepat mereka berdua menyelesaikan agar tidak terujuk dengan saling membenci nantinya. memilih bersikap dewasa tidak kekanakan-kanakan seperti pasangan pada umumnya


Rio dan sahabat-sahabat lainnya heran, kapan sebenarnya mereka mau hubungan, alias sepasang kekasih benaran? Padahal pasangan aneh itu sudah menjadi contoh bagi pasangan lainya


"Ngomong-ngomong lo mau ngajak david ketemu pokap lo ngapain sih? Acaraan apaan?" Tanya rio penasaran


"Iya, nih, emang ada apa pokap lo ngajak ketemuan? acara penting. Gue bisa sekarang ketemu sama pokap lo jika itu mengangkut lo keis" tanya david


"Ga dav, semuanya sudah telat" ucap keisya menunduk menyembunyikan kesedihannya


"telat? Maksudnya?!" tanya rio dan david bingung dengan berkata keisya


"Sudahlah jangan pikirkan. Gue mau ke toilet dulu yaa?" ucap keisya berlalu setelah mendapatkan anggukan dari david dan rio


"Sebenarnya ada apa dengan lo keis?!"batin david menatap  kepergian keisya hingga hilang di bilik pintu kelas


...♥️♥️♥️♥️♥️...


From : papa


Nak, malam ini kita adakan pertemuan keluarga dengan keluarga Yingie di restoran, tasya akan datang menjemputmu 30 menit lagi


Keisya memandang nanar ponselnya setelah mendapatkan pesan dari papanya itu, tanpa sadar air matanya menetes.


"Keis" ucap hazel menepuk pundak keisya pelan "lo kenapa?"


"Tidak apa-apa" ucap keisya menghapus air matanya kasar lalu tersenyum kepada hazel


"Lo yakin"


"Yaa sudah, kita keluar yuk, yang lain sudah pada ngumpul diluar" ajak hazel mengajak keisya keluar ruangan dapur, saat ini mereka di dapur cafe sekarang


Kevin, felix, hazel, digo, david dan keisya sudah berkumpul di ruang tengah kafe menikmati minum teh mereka sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing. sudah menjadi kebiasaan mereka setelah selesai keisya mereka berkumpul minum teh, sambil mengobrol hal menarik mereka hari ini


TING   TING  TING


semua menoleh ke arah pintu masuk kafe menampilkan seorang nenek lampir yang tak ingin mereka lihat malam ini yang cerah ini


"Ngapain lo kesini?" Tanya digo ketus


"Huss, digo, gue ga ingin buat masalah dengan lo" cibir tasya


"Lalu apa yang kau lakukan disini tasya?" ucap kevin datar


"Hanya untuk menyemput saudara tiriku tercinta" ucap tasya menyerigai sinis membuat mereka memandangnya malas


"Emang lo mau ngajak keisha kemana?" Tanya hazel


"Ada urusan keluarga" jawab tasya santai


"Emang lo acara apa keis? Kok ga bilang?" Tanya david kepada keisya tepat disebelah


"Acara makan malam kok, tidak ada yang penting" ucap keisya tersenyum getir lalu tiba-tiba ia menarik david ke pelukannya


"Gue cinta lo dav. dulu, sekarang,  nanti dan selamanya"


Davis berkekeh pelan mendengarnya tangannya tergulur mengusap kepala keisya lembut


"Iya, gue tahu, gue juga cinta sama lo selamanya" ucap david tulus


Hazel melihat itu langsung membuang muka ke arah lain asal tidak melihat pasangan itu, jujur ia ini masih menyakitkan baginya


"Dav, andai saja kau tahu dav, orang yang sama-sama kita cintai belum tentu kita miliki salah satu dari kita. Karna ada orang ketiga lebih memiliki dari kita" batin hazel sendu


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Keisya menatap pantulan dirinya didepan cermin untuk memastikan tidak ada kurang dari dress yang ia kenakan, ia mengenakan jacquard-knit mini dress alexander mcquenn tanpa lengan yang berwarna putih, juga memakai sepatu hills warna putih kristal, tak lupa make up yang sudah ia rias diwajahnya sejak awal menambahkan ke sempurnan kecantikan pada dirinya


Ia menghela nafas panjang siapkan dirinya yang akan berganti peran keisha yang tomboy yang pemberani, keras kepala si ketua geng glader. Menjadi seorang gadis cantik terlahir dari orangtua paling disengani di negara ini, ia tersenyum miris mengingat itu


TOK   TOK   TOK   TOK


Ia memaki dalam hati kepada orang tidak sabaran yang sedang menungguinya didepan pintu toilet wanita. Ia pun bergegas merapikan penampilannya lagi lalu langsung membuka pintu knop toilet


"Apa?" Ucap keisya dingin


"Lo ngapain sih di dalam sana, lama banget, lo tahu ga...."


"Gue duluan"ucap keisha berlalu mengabaikan omelan tasya kepadanya,


"Sialan lo" maki tasya kesal


Acara makan malam pun di mulai, menikmati makanan mewah yang tersajikan di meja makan ada canda tawa dan obrolan yang menghiasi acara makan malam itu, keisha diam saja selama acara makan malam itu berlangsung, kadang-kadang ia hanya menjawab singkat lalu tersenyum bila ada keluarga Yingie adapun keluarganya bertanya padanya, sedangkan radit sama sepertinya yang lakukan keisya karna rasa gugup menghantuinya dan juga Kadang-kadang sekali ia melirik keisya yang duduk dihadapannya yang tampak cantik malam ini


"Jadi bagaimana wilson apakah putrimu sudah setuju perjodohan itu" ucap tuan yingie yang langsung ke inti acara ini setelah selesai makan


"Tentu saja yingie, anakku ini sudah setuju. Memang sempat menolaknya karna dia terlalu kaget mendengarnya perjodohan itu diumunkan, tapi saya kasih waktu dia dulu untuk memikirkan matang-matang dan akhirnya keisya anak saya setuju perjodohan ini" ucap wilson


"Benarkah itu keis?" tanya nyonya yingie kepada keisya


"Iya, tante, saya sudah setuju dengan perjodohan ini" ucap keisya tersenyum paksa dalam hati ia memaki dirinya yang bodoh ini


Semuanya tampak senang mendengarkan, mereka saling berpelukan penuh suka cinta. Nyonya yingie pun datang menghampiri keisya, memeluk keisya erat sangat senang dengannya


"Sayang sekarang kamu manggil aku mama, sama seperti radit memanggil ibunya mama karna kamu sudah menjadi bagian dari keluarga kami" ucap mama Radit tersenyum


"Iya tan.....eh maksudku mama"  elak keisya tersenyum


"Jadi bagaimana kita mulai pertunangan ini jeng, kalian sudah menyiapkannya bukan" ucap ardiana tersenyum dan mereka mengangguk mengiyakan


"WHAT!?" Ucap keisya terperanjat kaget mendengar membuat mereka menatapnya bingung


Bagaimana ia tidak kaget?


Ia pikir ia datang untuk makan malam lalu bilang kalau ia menyetujui perjodohan itu lalu pulang tidur nyenyak di atas kasur empuknya. tidak berpikir kalau ada acara pertunangan segala. Karna setelah menjawab itu ia sudah mempunyai rencana sebelum itu


"tunggu-tunggu, bukankah kalian bilang hanya untuk bahas perjodohan ini saja tidak ada cara pertunangan segala?" ucap keisya mengerutkan dahinya heran membuat mereka tertawa


"Keis, kamu tidak tahu yaa" ucap nyonya yingie tertawa geli dan keisya mengeleng-geleng kepala tidak tahu


"Jadi begini, setelah pengumunkan perjodohan itu rencana kami seminggu setelah itu akan diadakan acara pertunangan yang akan dihadiri Oleh kedua belak pihak dan juga rekan bisnis kita yang datang ke acara pertunangan itu. Tapi karna kamu mau berpikir dulu untuk menerimannya seolah menunda waktu yang telah kami tentukan. Maka dari kami memaklumi dan menpercepat pertunangan menjadi hari ini tanpa harus menunda-nunda waktu lagi" jelas nyonya yingie tersenyum


"Iya, keis, sebenarnya pertunangan itu sudah dilangsungkan seminggu yang lalu tapi karna kamu menunda, jadi sekarang deh" ucap ardiana tersenyum sambil menepuk bahu keisha pelan


Keisya hanya tetap diam saja, namun dibawah meja sana, tangannya mengepal kuat, menahan emosinya karna merasa dibodohi oleh mereka, ia tidak menyangka secepat ini pertunangannya dilangsungkan.


keisya langsung menghela nafas kasar lalu menatap orang yang duduk diujung meja, tampak orang tersenyum miris kemenangan kepadanya


"Awass lo tasya, brengsek!!" maki keisya dalam hati


"Tapi pah, mah, om, tante, apakah tidak bisa ditunda dulu? bukannya saya tidak mau, saya masih sekolah belum lulus, saja mau harus mengerjakan cita-cita saja dulu. Belum pantas orang sebaya saya bertunangan dengan orang seperti radit yang merupakan Seorang CEO yang paling disengani dinegara ini, dibandingkan saya seorang siswi yang belum tahu apapun" ucap keisya pura-pura polos seakan berusaha membatalkan pertunangan berlangsung saat ini


Membuat mereka tertawa dengan sikap polos keisya lalu berkekeh geli


"Sayang kamu jangan khawatir, ini hanya pertunangan saja, setelah kamu lulus nanti buru menikah, nanti kamu bisa mengejar cita-citamu dengan izin dari suamimu nanti, benarkan dit" ucap nyonya yingie melirik radit


"Tentu saja" ucap radit tersenyum


"Tapikan......"


"Sayang, dengarkan papa, kamu itu hanya pertunangan dengan nak radit. Supaya papa bisa melepaskan kamu seutuhnya karna sudah ada orang menjaga dan melindungimu" ucap wilson mengenggam tangan keisya tanpa sadar air tumpah, dan keisya benci itu


"oke deh, keisya mau" ucap keisya mau tidak mau mengangguk dengan terpaksa


"Oke, baiklah jika semuanya setuju, ayo kita mulai pertunangan jeng, radit sudah menyiapkannya bukan?" Ucap ardiana


"Tentu saja, jeng. malah radit sendiri menyiapkan semuanya tanpa bantuan kita" Ucap nyonya yingie


"Apaain sih mah" ucap radit salah tingkah membuat mereka tertawa sedangkan keisya menatapnya datar


Acara pertunangan dimulai yang hanya dihadiri oleh kedua belah pihak saja, mereka semua menantikan moment ini, momen pemasangan cincin pertunangan.


Radit sudah berdiri dihadapan keisya tersenyum padanya, ia mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna merah dari jasnya itu, lalu membukanya memperlihatkan cincin berlian yang indah. Radit pun menarik tangan keisya memasangkan ke jarinya lalu tersenyum padanya, setelah itu keisya pun memasang ke jari radit lalu tersenyum padanya


Semua bersorak ria dan bertepuk tangan melihat. Radit pun mencatup pipi, mendekatkan wajahnya kepada wajah keisya lalu mencium kening keisya lama


"Yaa tuhan kuatkan hatiku menerima semua ini" batin keisya sendu


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Hazel mengijak rem memperhentikan mobilnya di tepi pandai dalam suasana tengah malam, ia lalu turun dari mobilnya, mengeratkan jaket tebalnyar apat-rapat seolah tidak mengizinkan angin malam yang dingin yang masuk ke tubuhnya dan kepalanya mengadarkan pandangan mencari sesosok ia meminta kesini


Tatapan terpaku melihat sesosok perempuan yang duduk dipembatuan tepi pandai seorang diri, sesosok ini mengenakan pakaian jacquard-knit mini dress alexander mcqueen yang yang cantik tapi ditutupi jaket tebal ditubuhnya itu yang menatap pemandangan pantai, dia belum menyadari keberadaannya


Hazel geleng-geleng kepala tidak percaya baru saja ia melihat ada 1 botol suju yang tergelentak disekitarnya gadis itu yang sudah kosong. Dan jangan lupa salah satu tangan juga mengenggam botol yang suju yang akan di minumnya. Hazel pun geram berjalan cepat menghampirinya


"Berhenti minum" ucap hazel merebut botol itu lalu membuang ke sembarangan


"Lo apain sih, ganggu lagian cuman sedikit, bodoh!!" Protes keisya kesal menatap hazel yang sudah duduk disampingnya


"Sedikit lo bilang? Gue lihat sendiri lo minum suju itu dan gue yakin lo udah minum 1 setengah botol, lo benar-benar gila!!!"


"Apain sih lo jangan lebay, lo kan tahu gue ga akan mabuk sebanyak apapun gue minum"


"Iya, tetap aja lo ga boleh minum ini, Gue tahu lo keis. Lo pasti lagi stress atau masalah lo belum juga selesai itu makanya lo melakukan ini. Guekan ada selalu buat lo jadi sebaik lo cerita, apa yang terjadi?"


"Gue sudah tunangan"


"APA?!" Ucap hazel tersedak kaget mendengar perkataan keisya namun dalam hatinya ditusuk jarum tajam sangat tajam sekali


"tu-tunangan" bahwa dirinya tak sanggup mengatakan sebuah kalimat dengan lancar


"Iya, gue sudah tunangan. ini buktinya" ucap keisya tersenyum getir mengangkat telapak tangan di depan wajah hazel memamerkan cincin dijari manisnya dan hazel hanya bisa tersenyum nanar menresponnya


"Selamat yaa"


"Lo orang pertama mengatakan selamat kepada gue" kekeh keisya dan hazel pun ikut berkekeh pelan seraya mengajak rambut keisya


HENING


setelah melakukan itu tidak ada lagi pembicaraan Hazel mengijak rem memperhentikan mobilnya di tepi pandai dalam suasana tengah malam, ia lalu turun dari mobilnya, mengeratkan jaket tebalnya rapat-rapat seolah tidak mengizinkan angin malam yang dingin yang masuk ke tubuhnya dan kepalanya mengadarkan pandangan mencari sesosok ia meminta kesini


Tatapan terpaku melihat sesosok perempuan yang duduk dipembatuan tepi pandai seorang diri, sesosok ini mengenakan pakaian jacquard-knit mini dress alexander mcqueen yang yang cantik tapi ditutupi jaket tebal ditubuhnya itu yang menatap pemandangan pantai, dia belum menyadari keberadaannya


Hazel geleng-geleng kepala tidak percaya baru saja ia melihat ada 1 botol suju yang tergelentak disekitarnya gadis itu yang sudah kosong. Dan jangan lupa salah satu tangan juga mengenggam botol yang suju yang akan diminumnya. Hazel pun geram berjalan cepat menghampirinya


"Berhenti minum" ucap hazel merebut botol itu lalu membuang ke sembarangan


"Lo apain sih, ganggu lagian cuman sedikit, bodoh!!" Protes keisya kesal menatap hazel yang sudah duduk disampingnya


"Sedikit lo bilang? Gue lihat sendiri lo minum suju itu dan gue yakin lo udah minum 1 setengah botol, lo benar-benar gila!!!"


"Apain sih lo jangan lebay, lo kan tahu gue ga akan mabuk sebanyak apapun gue minum"


"Iya, tetap aja lo ga boleh minum ini, Gue tahu lo keis. Lo pasti lagi stress atau masalah lo belum juga selesai itu makanya lo melakukan ini. Guekan ada selalu buat lo jadi sebaik lo cerita, apa yang terjadi?"


"Gue sudah tunangan"


"APA?!" Ucap hazel tersedak kaget mendengar perkataan keisya namun dalam hatinya ditusuk jarum tajam sangat tajam sekali


"tu-tunangan" bahwa dirinya tak sanggup mengatakan sebuah kalimat dengan lancar


"Iya, gue sudah tunangan. ini buktinya" ucap keisya tersenyum getir mengangkat telapak tangan di depan wajah hazel memamerkan cincin dijari manisnya dan hazel hanya bisa tersenyum nanar menresponnya


"Selamat yaa"


"Lo orang pertama mengatakan selamat kepada gue" kekeh keisya dan hazel pun ikut berkekeh pelan seraya mengajak rambut keisya


HENING


setelah melakukan itu tidak ada lagi pembicaraan diantara mereka berdua karna sibuk mendiam diri memandang ke pantai dengan tatapan kosong. Keisya yang diam dalam lamunan terhayut dalam pikirannya. Sedangkan hazel mendiam diri seolah dalam hati menata hatinya yang begitu menyakitkan


Mengetahui orang yang selama ini yang cintai diam-diam ternyata sudah menjadi milik orang lain


Bagaimana jika orang dicintai keisya tahu tentang hal ini tentu saja lebih menyakitkan dibandingkan dirinya itu


"Keis?" Tanya hazel tanpa menoleh kearah keisya ia sibuk menatap lurus pantai


"Hmmm" jawab keisya tanpa menoleh ke arah hazel


"Apakah lo bahagia dengan semua ini?"


"Gue ga tahu zel. Sejujurnya gue sudah punya rencana, setelah menjawab perjodohan ini gue akan kabur ke amerika tinggal bersama kakak sepupu gue, jason, tinggal disana sementara waktu, namun semuanya gagal setelah gue tahu ternyata akan diadakan pertunangan sekaligus, itu berarti gue sudah terikat dengannya, gue ga tahu harus buat apa-apa lagi"


"Tapi apakah lo akan tetap memakai cincin itu dijari manis lo itu"


"Tentu saja tidak zel, gue belum siap untuk menyakiti perasaan dia"


Hazel pun menoleh ke arah keisya menyadari ada berubah dari suara keisyaa ketika mengatakan 'dia'. iya benar saja keisya lagi mengigit bibir bawah seolah menahan isakan tangisannya yang akan terjadi


Hazel pun mengulurkan tangannya ke kepala keisya lalu menyadarkan di dadanya seolah menyuruhnya untuk menangis di pelukannya dan keisya pun menangis dipelukannya


"Yaa tuhan, kapankah kau kirimkan kebahagian untuk orang aku cintai? tak cukupkah aku mengorbankan perasaanku untuknya sehingga ia akan bahagia dengan orang ia cintai? Tapi mengapa kau malah semakin buat hidupnya menderita?" Batin hazel mengigit bibirnya pelan dan kemudian mengusap air matanya mengalir dipipinya


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Seorang gadis cantik sedang sibuk membaca dan memahami isi sebuah nafkah, ia duduk bersandar di dalam vas hitam mobilnya itu dengan kaca jendela mobil terbuka seolah memberi ruang agar masuk angin sepoi-sepoi sehingga ia tidak kepanasan didalam mobil sendiri


"Prilly, 10 menit lagi" ucap seorang staff menghampirinya


"Oke" ucap prilly tersenyum dan staff itu pun berlalu


Ia pun menutup nafkah itu dan segera bersiap-siap karna ia akan segera syutting untuk sebuah iklan yang akan dimulai. Tampak sengaja ekor matanya melirik sebuah bunga mawar tertumpuk di jok paling belakang mobilnya,  ia tersenyum tipis melihat itu


selama ini ada saja orang yang mengirimnya sebukut bunga setiap harinya sehingga ia simpan di jok belakang atau sebagian ia simpan di kamar apartemennya. Tak tahu kenapa ia tak ingin membuangnya melainkan ia kumpulkan seolah bunga itu berharga baginya sayang untuk dibuang


"Siapa pemilik bunga itu sebenarnya? Apakah itu darimu sehingga hatiku tidak ingin membuangnya?" Batin prilly tidak karuan


Prilly geleng-geleng kepala seolah menyingkirkan ingatannya tentang bunga itu yang tak mungkin itu darinya, karna mengingat hubungan mereka tidak berjalan baik. Prilly pun bangkit untuk keluar dari mobilnya karna ia akan segera syutting yang akan dimulai


3 JAM KEMUDIAN


setelah selesai syutting prilly pun kembali ke mobilnya dan meminta sebotol air mineral kepada maneger karna ia kehausan selama protes syuting berlangsung


"Nona pilly, ada yang orang mencarimu" ucap seorang staff menepuk bahu dari belakang


"Sia...."


Perkataan prilly terputus menyadari seseorang yang mencarinya berdiri dihadapannya, matanya membulat kaget, tubuhnya menegang seketika bahkan seorang yang menepuk bahunya tadi tidak tahu bahwa ia sudah pergi ketika ia menoleh orang itu


"Hai prilly, how are you?" Ucap orang itu tersenyum manis dicwajah tampannya


"Z...zayn malik" ucap prilly akhirnya sadar dari kesadaran "what are you doing here? And where do you know I'm here?"


"I am here of course want too see you and this morning I go from the airport directly here after getting word from your mother that you are here. I miss you"


Sukses bikin bungkam mendengar perkataan zayn kepadanya. Lalu menelah nafas lelah, lelah menanggapi sikap zayn yang terus mendekatinya sejak dulu


sejak satu proyek dengannya dulu, pada saat itu prilly sudah akrabnya dan menganggap teman sebatas kerja, namun berbeda dengan zayn ia menganggap prilly sangat berbeda dengan para gadis di london yang pernah ia temui cantik, baik, berhati lembut, dan mampu menarik perhatiannya itu


Sejak saat itu zayn mulai menyukainya dan akan memperjuangkan agar ia bisa memiliki dirinya termasuk ia rela terbang jauh-jauh dari london datang ke indonesia hanya untuk menemuinya meski dari awal sudah berusaha menolaknya


"I have no time with you right now, I'm busy. After this I have another photo shoot so you shold take a rest at the hotel do not wait for me"


Setelah mengatakan itu prilly pun berbalik badan enggan melanjutkan pembicaraan dengannya lagi tertahan karna  dengan cepat zayn menahan lengannya


"What else?"


"I hope tomorrow you have time with me and no refusal"


"Whatever" ucap prilly cuek menghembaskan lengannya dari tangannya lalu berlalu pergi begitu saja


Zayn malik hanya mampu memandang punggung prilly sampai hilang dari pelihatan lalu menghela nafas kecewa sesaat


"Prilly, aku tak akan pernah biarkan kau pergi dariku, sampai kapanpun itu" guman zayn tersenyum miris