
DAVID POV
Disinilah gue sekarang didalam kelas yang sangat membosankan, bagaimana tidak coba, sejak tadi yang gue denger hanya ocehan si guru matematika yang sedang menjelaskan rumus-rumus tak jelas yang bikin kepala gue pusing dan kesal
Ditambah lagi ada cewek yang curi-curi pandang ke gue terus, dan itu bikin gue merasa terganggu akhir-akhir ini, yaa bisa dibilang sejak gue pindah ke kelas ini di kelas geng power,
Semenjak gue pindah ke kelas ini, hati gue merasa sepi, separuh jiwa ada yang hilang, walau ada sahabat gue disamping gue, itu karna gue merindukan seseorang, merindukan wajahnya, merindukan bola mata yang indahnya, tapi apa boleh buat, gue harus bisa sabar,
Biar waktu yang mempertemukan kami lagi! Mempersatukan kami lagi!
"Oi, bengong aja lo" ucap rio menyadar lamunan gue
"Apaan sih lo, ganggu aja" ucap gue jengkel "lo ga lihat, gue baca buku" ucap gue membalik-balikan buku dari tadi
"Ahaha, bila aja lo lagi galau, pake alasan baca buku lagi" ucap rio tertawa
"Apaan sih lo, kalau lo mau ngejek gue, pergi sana"
"Hahaha, ngamek ceritanya nih"
gue pun makin kesal, bukannya menghibur eh malah menenawakan gue
"Oh, yaa nih"ucap rio meletakan bungkusan plastik yang berisi 2 roti diatas meja "buat lo"
"Buat gue, tumben lo kasih gue biginian, dalam rangka apa nih! Lo pasti ngejek gue lagi kan, udah lah gue nggak mau"
"Lo, yakin ga mau roti ini"
Gue mengangguk
"Ok, gue buang aja roti ini, pasti keisya marah" ucap rio berkekeh mengambil roti dimeja
Gue melotot! Tidak percaya ini
"Keisha"
"yaa, yang kasih roti ini keisya, dia titip tadi buat lo, tapi sayangnya lo nggak mau, yaa udah gue buang aja yaa"ucap rio
pria itu melangkah pergi tapi cepat-cepat gue mencegahnya, dan merebut roti itu lagi dan memakan roti itu. Dan gue nggak nyangka, kalau keisya masih perhatian sama gue, masih sayang sama gue
"katanya lo ga mau" ucap rio menglipat tangannya "gue bilang dari keisya, lo makan langsung tuh roti"
"Yee, kenapa ga langsung lo bilang aja kalau roti ini dari keisya" ucap gue menguyah roti rakus
Rio tertawa, langsung ia mengambil sesuatu dari saku celananya
"Oh yaa nih" ucap rio menyodorkan surat "surat dari keisya"
Gue tersedak
Gue mengambil surat itu dan membacanya
Hai david
Apa kabar lo! gue harap lo baik-baik saja, dan lo jangan khawatir gue baik-baik aja kok, oh yaa, itu roti buat lo, jangan lupa makan roti itu
Gue senyam-senyum sendiri menbaca surat itu, dan gue nggak nyangka keisya masih perhatian sama gue, masih sayang sama gue,
Its, tunggu dulu, lo jangan ke ge re dulu, gue kasih roti ini, karna gue takut lo mati kelaparan dikelas, dan bisa-bisa gue disalahin sama sahabat lo itu, karna lo dikelas terus, tidak makan dikantin, gue tau lo tidak kekantin karna lo tidak mau ketemu gue kan, tidak bicara sama gue, tidak bertatap muka sama gue, dan gue ingat itu!
Dan satu lagi, sebenarnya gue kangen sama lo sih! Tapi sayangnya lo ada janji dengan gue, yaa apa boleh buat
Biar waktu yang mempertemukan kita lagi
Yaa, lo benar keis biar waktu yang temukan kita lagi batin david
"Woi, bengong aja lo" ucap rio menyadarkan gue "emang apa isi suratnya"
"Kepo, banget sih lo" ucap gue memakan roti itu lagi
Pada jam selanjutnya atau setelah istirahat, gue bersemangat belajar lagi dari biasanya, karna gue mendapatkan energi yang saat luar biasa, enegi cinta
"Dav, gue pulang duluan yaa" ucap rio menepuk bahu gue, berdiri dari bangkunya "gue ada urusan dulu"
Gue mengangguk
"Lo hati-hati" gue membereskan peralatan sekolah gue
Rio mengangguk, dan melangkah pergi meninggalkan kelas, tiba-tiba ada sepasang tangan menghalagi jalan gue, reflek gue jengkel jadinya, dan melihat siapa yang menghalagi jalan gue,
"Stop, lo jangan pulang dulu, ada yang gue bicara sama lo" ucap reza
"Lo mau apa sih!"
"Alah, jangan pura-pura bego deh lo"ucap devan melipat tangan dan kelihatan jengkel "lo kan tau apa mau kita"
"Sorry, gue ga akan gabung ke geng lo itu" ucap gue kesal dan menyingkirkan tangan reza dihadapan gue "minggir"
Selama gue pindah kelas devan dan kawan-kawannya selalu paksa gue untuk masuk ke gengnya, dan gue tetap aja nggak mau karna gue nggak mau gabung geng berandalan, geng yang cari Kepada geng keisya, dan keisya benci mereka, kalau gue masuk maka keisya akan benci gue juga dan gue nggak mau itu
"Kalau lo nggak mau, gue akan menyakiti orang yang lo sayangi" seru devan mengancam
Reflek membuat berhenti melangkah dan membalikkan badan menghadap devan lagi
"Emang lo pikir, gue takut"ucap gue menatap dia tajam, mengeleng kepala " ga sama sekali!"
Dan pergi meninggalkan devan dan kawan kawan yang masih kesal
"Emang lo pikir, gue main-main dengan perkataan gue! Lo lihat aja nanti gue akan menyakiti cewek yang lo sayangi, lo belum tau aja siapa devan renaldi wilson sebenarnya" batin devan geram
Malam harinya seperti biasa gue kerumah keisya, biar pun gue jauh dari keisya, tidak bicara padanya, gue tepat, bikin mamanya sembuh, bikin mama bahagia kembali
" malam Tan!" ucap gue menyapa mama keisya yang lagi menunggu gue,
"malam dav" ucapnya tersenyum
"Tante udah makan"
"Udah"
"Minum obat"
"Belum"
"kok belum, bukannya keisya udah menyediakan obat untuk tante" ucap gue heran, lalu menatap meja tempat biasa keisya menaruh obat, dan gue lihat tidak ada "kok nggak ada ma, apakah keisya ga kasih obat ke tante"
Mama keisya mengeleng kepala
"Kok bisa tan"
"Tante ga tau dav, kenapa tiba-tiba keisya ga kasih obat ke tante, atau mungkin keisya lupa, dav"
"Lupa!"
Gue heran kenapa keisya tiba-tiba ga kasih obat ke mamanya, atau mungkin ada terjadi sesuatu sama keisya, sehingga ia tidak kasih obat ke mama, gue harus cari tau nih!
"Ok, tan, gimana david ambil obat tante dikamar keisya, obat tante dikamar keisya kan!"
Mama keisya mengangguk
"Tapi... dav nanti ketahuan sama keisya gimana"
Gue mengengam tangan mama keisya untuk menyakinkannya
"Tante tenang aja, david nggak bakal ketahuan kok"
Mama keisya tersenyum,
Gue pun pergi ke kamar keisya lewat jendela, sampai dijendela kamar keisya, gue langsung membuka jendela kamar keisya, didalam kamar, gue mengedarkan pandangan mata, ini pertama kalinya gue masuk ke kamar keisya, suasana serba putih, seakan ciri khas perempuan, dan gue pun mencari obat mama keisya berada di lemari,
tapi.. secara tidak sengaja gue menyenggol kotak polos berwarna merah, isi kotak itu jatuh berserahkan dilantai, cepat-cepat gue membereskan isi kotak itu, dan memasukkan ke dalam kotak lagi, ketika gue memegang sebuah foto yang terbalik, gue tercenggang, gue melotot, tidak percaya ini, hati gue senang, gue liat sebuah foto gue sama keisya dulu, dan foto double date gue sama rio dulu,
"Yaa ampun, keis rupanya lo masih menyimpan kenangan kita, foto dimana pertama kali kita ketemu"
Dan gue senang, bahagia, rupanya keisya juga sayang sama gue, tidak pernah melupakan gue, dan gue tambah mencintainya dan tambah sayang padanya
"Astaga!!! David lo kesini kan mencari obat mama keisya, bukan melihat foto kenangan sama keisya dulu"
Gue membereskan kotak itu dan memasukan ke lemari, ke tempat semula, dan mencari obat mama keisya lagi, dan gue menemukan sebuah bungkusan plastik, dan gue membukanya, dan gue bisa liat isi bungkusan itu yang berisi sebuah obat, dan gue memeriksa obat itu
"Yaa ampun, pantasan aja, keisya ga kasih mama obat, obatnya habis!" ucap gue melihat obat itu kosong
Beberapa detik kemudian gue berpikir, dan menemukan ide, tersenyum penuh arti
...❤️❤️❤️❤️❤️...
ANTHOR POV
"Thank yaa, hazel lo temani gue, padahal, gue kan bisa pulang sendiri!" ucap keisha pada hazel ketika telah sampai rumah malam hari
karena seperti biasa digo pulang bersama keisha, tapi sekarang hazel menemaninya pulang, padahal ia telah menolaknya mentah-mentah tapi dia tetap memaksa keisha untuk pulang bareng karna digo menginap di rumah louis malam ini
Hazel tersenyum
"Iya keis" ucap hazel berkekeh "lagian juga tak baik cewek bawa motor pulang sendiri, lebih baik gue temani kan lo kan"
keisha mengganguk
"Ok, gue pulang dulu yaa" ucap hazel lalu ia menghidupkan motornya, dia tersenyum sekali lagi dan dia melesat dan menembus kegelapan
Setelah itu Keisha masuk kerumah, dan langsung ke kamar dan merabahkan diri di kasur senaya menatap langit-langit kamar
Hari ini! memang pekerjaan cukup melelahkan
Beberapa detik kemudian Keisha mengingat sesuatu, OBAT MAMA! lantas ia bangun dan melangkah mendekati lemari tempat obat mama berada,
"Yaa ampun, obat mama habis lagi!"ucap keisha jengkel melihat obat mama kosong
Apa yang gue harus lakukan, obat mama habis lagi!,
keisha pun mengejek saku celananya mengambil dompet, SIAL! Dompet gue kosong lagi, padahal gue butuh duit lagi beli obat mama, lalu gue merogok ponsel di kantong saku celana menelepon louis mencari informasi, apakah ada job nyanyi manggung dicafe!
keisha mempunyai kerja sampingan yaitu manggung dicafe bersama gengnya, kalau dirinya dan teman-temannya tidak sibuk melakukan pekerjaan sehari-hari
Dan tenyata tidak ada manggung minggu ini,
"Apa yang gue harus lakukan" ucap keisha mengenyit dahinya berpikir "gue, harus cari cara, agar mendapatkan uang untuk beli obat mama, bagaimana pun caranya!"
keisha berpikir keras,
"Aha, gue tau caranya!"
keisha tersenyum kemenangan
... ❤️❤️❤️❤️❤️...
Malam sudah semakin larut tepatnya pukul 01,00 malam, udara dingin mengigil kulit, keisha nggak peduli itu, namun itu tak membuat sekelompok pemuda-pemudi berinsai, bertempat disebuah jalanan jembar yang berada agak jauh dari pemungkinan penduduk, kumpulan itu malah bertambah ramai seiring larutnya malam, sepeda motor berbagai jenis berjejer-jejer bunyi meraung-raung, anak-anak muda tengah bersiul mengelar adu kenceng kuda besi tunggangan di jalanan, bukan di sirkuit, melainkan balapan liar
Disinilah keisha sekarang diarea balapan yang sedang mencari teman-temannya segerombolan cewek-cowok, dan ada seorang cowok melihat keisha. dia senyum sumringah dan Keisha pun menlangkah kakinya menghampiri mereka
"Marilah, kita sambut ketua geng glader, keisya adelia"
Sambut seorang Cowok yang bernama ARKA, dia mengajarkan keisha bertarung, dan balapan sejak ia smp, dirinya mengenali arka sejak kita sd hingga sekarang, dia juga kenal sama keluarganya, karna nenek keisha bersahabat dengan neneknya arka, dan dia lebih tua sekitar empat tahun dari keisha dan kuliah di UI juruan kedokteran, dan keisha menganggap dia sebagai kakak Keisha sendiri begitu pun dengan arka, dia menganggap Keisha sebagai adik kesayangan karna kita sama-sama anak tunggal
keisha tersenyum, dan bergabung teman-teman arka yang sudah lama tidak bertemu yang bernama daniel, febby, galang, fita dan memeluk mereka dan terakhir sama arka
"Apa kabar, cantik!" Kata arka memanggil nama keisha nama kesayangannya pada keisha, lalu memeluk arka memeluk keisha
"Baik, ganteng!" Kata keisha kepadanya, nama kesayangan keisha kepadanya, dan membalas pelukannya
"Ganggu aja lo ah" ucap arka jengkel disela-sela peluknya, dan mereka tertawa
"Ya, elah, kalian kalau ketemu pelukan terus, kayak orang pacaran tau ga, bukan kayak adik-kakak tau" ucap fita
Yaa, itulah orang mandang keisha dan arka, pacaran bukan adik-kakak
"Oh, yaa, keis, lo kemana aja sih, Jarang ngumpul bareng kita lagi! Dant umben-tumbenan lo kesini sendiri, biasanya sama geng lo, dan hari malam lagi" ucap daniel,
keisha melepas pelukan dan menjawab
"Sorry, gue akhir-akhir super duper sibuk, jadi gue jarang ngumpul kalian lagi!"
"Sibuk apaan lo, palingan juga kerjaan lo di rumah jaga lilin" ucapnya bercanda, keisha lantas tertawa lepas
"Dan lagian nih keis" kata galang
"Semenjak lo jarang kesini, arka terus-terus ngomel kayak emang-emang, bagaikan anak kehilangan induknya" ucap galang, sontak arka menyodorkan kepala galang,
"Apaan sih lo" ucap galang jengkel "kan emang benarkan"
"Oh, yaa, galang" ucap keisha tersenyum
Galang mengganguk
"Jangan dengari can, dia emang gitu orangnya!" ucapnya menatap keisha tapi tangannya menyodorkan kepala gaĺang
"Apain sih lo, emang benar kali" ucapnya jengkel dan memalas perlakuan arka
keisha tersenyum
"Udah, udah kalian jangan bertengkar!"ucap keisha "lagian gue kesini, ketemu arka, ada gue bicara"
"Ngomong sama arka! Ngapain" ucap daniel penasaran
"Kepo banget sih lo"ucap keisha lirik arka "yuk, gan, ikut gue"
Keisha pun berjalan lebih dulu
"Kenapa harus jauhan sih bicaranya!" Ucap galang mengoceh,
keisha pun nggak peduli, dan arka berjalan mengikutinya
"Emang, apa lo bicara sih cantik" kata arka memasukan tangannya kesaku jaketnya
"Jadi gini, gan, sebenarnya gue kesini mau balapan, tugas lo adalah bantuin gue daftarin gue aja"
"Balapan! Malam-malam gini!"
"iya, gue butuh duit"
"Butuh duit!"ucap Arka menrogoh saku celananya untuk mengambil uang di dompetnya, hendak menolong Keisha "berapa?"
"Gan, gue ga butuh uang dari lo" ucap keisha menolah uang darinya "gue butuh duit, dgn cara gue sendiri, yaa dengan balapan!"
"Tapi can, ini kan sudah malam, tidak baik balapan malam-malam begini"
"Gan, gue mohon, please" ucap keisha menyakukan tangannya didepan didada, seolah memohon agar arka menuruti permintaannya itu
Arka menatap adik kesayangan merasa kasihan, tapi hati merasa khawatir takut terjadi apa-apa pada keisya
"Ok, deh gue daftarin" ucap arka tersenyum "tapi, ingat abis ini lo pulang, istirahat"
"Iya deh beres" ucap keisha tersenyum girang "ya udah pergi sana, daftatin gue"
keisha pun mendorong tubuh arka agar pria itu pergi
"Iya" ucap arka pergi ketempat pendaftaran
Sambil menunggu Arka keisya menglangkah kakinya untuk berjalan-jalan, melihat orang balapan karna ia sudah lama main-main kesini, secara tak sengaja keisya menabrak bahu seorang cowok, sehingga ponsel yang di pegang cowok itu jatuh
"Eh maaf-maaf gue ga___" ucap keisha berhenti karna merasa ia sangat mengenali orang yang menabraknya itu
"Hazel"
"Keisya"
"Hazel, lo kok ada disini! Ngapain lo disini!" Ucap keisha heran
Hazel berkekeh "seharusnya gue yang tanya, ngapain lo kesini! Apa yang lo lakukan malam-malam gini keis!"
Kawat kalau hazel tau gue ikut balapan, bisa berabe nih
"Eh...anu...gue__" ucapan Keisha berhenti, arka berteriak memanggil Keisha untuk balapan
"Iya, tunggu bentar"ucap keisha berteriak kepada arka
"APA!" hazel kaget "lo ikut balapan keis!"
"Iya"
"yaa ampun keis" ucap hazel mengecak pinggang terlihat jengkel sekali "lo ga capek apa? kerja kita banyak banget tau ga sih, ditambah lagi, tadi pagi lo sekolah kan, dan sekarang malam lo balapan" hazel geleng kepala
"Ga kok gue ga capek"
"Bohong, lo pasti cakep sekarang" ucap hazel melipat tangan "nanti lo pingsan gimana, kan gue jadi khawatir"
"Zel, gue ga apa-apa kok, gue kuat" seru keisha "lagian gue ikut balapan, gue cari uang"
"Cari uang! Untuk apa" hazel mengangkat alisnya
"Gue butuh uang, karna obat mama gue habis, gue mau beli obat mama gue"ucap keisha terus terang
"Lo butuh berapa!" ucap Hazel mengeluarkan dompet untuk mengambil uang, mengangkat tangan keisya, berikan uang padanya "nih uang, tapi lo jangan balapan ok, gue takut lo kenapa-kenapa keis"
keisha pun mengangkat tangan hazel, menolah pemberian pria itu
"Zel, gue tau lo bantu gue, tapi sorry... gue menolah pemberian lo, karna gue mau cari uang dengan usaha gue sendiri"
"Tapi keis__"
"Udah lo tak perlu khawatir" ucap keisha menepuk bahu hazel pelan "gue baik-baik aja kok"
Keisha tersenyum dan pergi meninggalkan hazel yang masih terpaku menatap keisha. Keisha dapat melihat ada kekhawatiran dimatanya, tapi dirinya tak peduli, yang harus ia pikirin adalah mencari uang untuk mama
"Tadi, cowok itu siapa!" Ucap arka berdiri dihadapan Keisha
"Teman" ucap keisha "berapa bayarannya?"
"satu juta"
"Ok gue mau"
keisha pun meraih helm yang dipegang arka lantas memasang sarung tangan dan bersiap untuk memulai balapan dan fokus ke garis start
"Can, lo harus menang yaa"ucap arka menepuk pundak keisha "kalau badan lo tidak enak, lo nyerah aja yaa, gue takut lo kenapa-kenapa, ok"
keisha mengangguk
keisha pun menghadapi lampu berwarna merah yang berada ditepi garis stars seketika padam dan
START!!!!
suara deru mesin seakan menguasai tempat itu, bisikan yang menggangu, saat setiap motor disebelah kanan dan kirinya melakukan jump start lalu melaju dengan kecepatan yang begitu cepat, Keisha ikut menyusun dengan kecepatan yang lebih brutal, ia menglewati sebuah motor, gadis itu memang ahli dalam balapan, dan mendekati garis start dan
MENANG!!! YEAH!!!!
keisha pun senang dan mendapatkan uangnya
"Selamat yaa cantik, Nih uangnya"ucap arka memberikan sebuah amplop coklat dan Keisha mengambilnya
"Thank yaa ganteng"
"Iya" ucap arka tersenyum "nah sekarang lo pulang yaa, ini udah hampir pagi nih" ucap arka melihat jamnya
"Iya, gue pulang yaa"
"Hati-hati"
keisha pun melajukan motor meninggalkan area balapan, saat meninggalkan area balapan, tanpa sengaja ia melihat hazel bersandar di motornya, melipat tangannya dan Keisha pun berhenti di depannya
"Hazel, lo kok disini! lo ga pulang, ini udah hampir pagi lo" ucap keisha Senaya melepas helmnya
Hazel tersenyum
"Gue nungguin lo! udah dapat uangnya"
keisha mengangguk
"Yuk, kita pulang sekarang" ucap hazel naik motornya
"Kita, maksudnya lo dengan gue gitu"
"Iya, gue temani lo pulang"
"Tapi hazel, ini kan udah hampir pagi, lo sebaiknya pulang aja kerumah lo, lo tak perlu repot-repot temani gue"
"Lo tenang aja"ucap hazel memakai helm "gue tak repot kok"
"Tapi Zel__"
"Udah, jangan bawel, ikut gue, kita pulang sekarang" ucap hazel menghidupkan motor dan jalan duluan
Sedangkan keisha masih terganga, lalu memakai helm dan mengikuti hazel kerumah nya
SAMPAI DI RUMAH
"Keis, nanti lo sekolah"ucap hazel membuka helmnya dan menatap keisha
"Ya iya lah, gue kan ga mau bolos sekolah, karna ini doang"
"Keisya, keisya" ucap hazel geleng geleng kepala "ini udah pagi keisya, lo masih sanggup sekolah! emang lo ga capek"
keisha geleng-geleng kepala
"Ga kok, gue kan cewek kuat"
Hazel mengangkat alisnya
"Ok, kalau gitu, lo nanti ga usah kerja"
"Apa!!!" ucap keisha melotot "kok gitu"
"Iya, gue takut, lo kenapa-kenapa saat lo bekerja"
"Tapi gue ga mau absen kerja zel, nanti kevin potong gaji gue gimana!"
"Lo tenang aja" ucap hazel menepuk pundak keisha pelan "gue akan izinin lo kok"
"Tapi zel__"
"Udah jangan bawel, ikuti aja saran gue, ini untuk kebaikan lo juga" ucap hazel memakai helm dan menghidupkan mesinnya
"gue pulang dulu"
Sedangkan keisha masih tergangang dengan ucapannya