Dear keisha

Dear keisha
PART 44



Mereka berdua sama-sama diam mematung mata mereka berdua saling menatap terbelit kerinduan dari mata mereka, sampai-sampai seseorang menyadarkan tatapan mereka berdua


"Eehmmm"


dengan keisya sengaja menyadarkan tatapan dari mereka berdua


"Hai pril?" Sapa keisya


"Eh.. hai kak" ucap prilly kegelagapan


"Kamu mau makan disini?" Tanya keisya


"Iya" ucap prilly tapi ekor matanya lagi menatap digo yang masih diam mematung "kakak kerja disini?"


Keisya hanya mengangguk mengiyakan


"iya. sama digo juga"


"Oh" ucap prilly mengangguk kepalanya


"Kamu mau pesan apa? biar digo yang layani kamu"ucap keisha spontan membuat digo sadar dan melotot ke arahnya "ya kan digo?"


"Ga" ucap digo menolak lalu menyerahkan catatan pesan secara kasar kepada keisya "nih, lo layani aja sendiri"


Digo langsung pergi begitu saja meninggalkan keisya melongo menatapnya, sedangkan prill memandang nanar kepergian digo


"Prilly" kata keisya prihatin


"Ya, kak?"


"Maafkan digo yaa!"


"Oh ga pa pa kok kak" ucap prilly berusaha tenang lalu tersenyum "aku mau mesan bluberi cake sama jus apel"


"Oh, oke" ucap keisya mencatat pesanan prilly "tunggu sebentar yaa?"


Keisya pun pergi mengambil pesanan prilly ke dapur dan meninggalkan prilly dengan tatapan kosongnya


"apakah kau membenciku digo?" Batin prilly


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Seorang pria memandang cermin nanar ada kesedihan dimatanya, ada juga kerinduan disana. Beberapa kali ia mengletakkan tangan di dada ingin memastikan jantung berdetak cepat berkali-kali


Ternyata benar jantung berdetak lagi, sesak di dadanya, hatinya bagai ditusuk jarum tajam.


"Apakah rasa ini masih ada?!" guman digo pelan, seakan bingung dengan perasaannya sekarang, ada rasa penyesalan dan kerinduan disana


"Maafkan gue prilly" batin digo sedih


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Malam pun tiba, prilly pun belum pulang sampai sekarang karna keisya memaksanya ingin mengajak ngobrolnya dulu sekalian mengajak perkenalkan dengan sahabat keisya


"Oh yaa prilly kenalin ini sahabat aku, guyy kenalin prilly adik kelas gue waktu smp" ucap keisya kepada prilly lalu kepada mereka bertiga


"Tunggu, tunggu kamu bukankah prilly latuconsina, seorang model dan penyanyi asal london itukah" tanya kevin mengangkat alis penasaran


"Iya kak, aku prilly latuconsina seorang model dan penyanyi. Tapi aslinya aku berasal dari indonesia bukan dari london" ucap prilly menyakinkan mereka


Kevin, felix dan hazel melongo dibuatnya dan langsung rebutan untuk perkenalannya karna diperkenalkan dengan gadis cantik


"Hai, aku kevin, bos keisya, pemilik cafe ini" ucap kevin perkenalan lebih dulu lalu mengangkat tangan bercabat tangan dengannya


"Aku prilly" ucap prilly tersenyum ramah menyabut tangan kevin


"Kamu aslinya cantik juga yaa!" puji kevin dengan aura playboynya keluar dan membuat prilly tersenyum malu


"Jangan mulai lagi deh vin" ucap felix melepaskan tangan kevin dari prilly, lalu menjabat tangannya "aku felix, lulusan sarjana kedokteran. aku sepupu kevin"


"Prilly" ucap prilly


"Aku hazel" kini hazel berjabat tangan dengannya


"Prilly"


"Dan aku david, sahabat keisya" ucap david menjabat tangan dengannya


"Prilly"


kini giliran digo yang menjabat tangan, digo hanya memandang nanar tangan sekilas lalu tersenyum sidis


"Lo udah tahu siapa gue?" Ucap digo dengan nada dingin membuat semua menatapnya bingung


"Oh, i_ya" ucap prilly gugup menarik tangan lalu tersenyum getir,


"Guyy, gue pulang duluan" ucap digo bangkit dari sofa menyandang tas


"Digo, prilly mau____"


"Gue ga peduli"ucap digo pemotong perkataan keisya lalu pergi keluar cafe


Prilly menatap punggung digo sedih, sedih dengan perlakuan digo kepadanya. Keisya menepuk bahu prilly memberikan ketenangan


"Maafkan digo sekali lagi yaa!!" Ucap keisya prihatin


"Ga pa pa kok kak" ucap prilly menghapus air matanya yang hampir menetes "kak aku pulang dulu yaa, udah malam soalnya"


"kok langsung pulang, ga ngobrol dulu sama kita?" tanya kevin


"Ga kak, lain kali aja ngobrolnya, udah malam soalnya" ucap prilly


"Perlu di anterin" tawar kevin membuat keisya, hazel, felix dan david melotot ke arahnya


"Ga kak, aku bawa sopir"


"Oh, kalau gitu hati-hati pulangnya" ucap kevin


"Iya kak" ucap prilly tersenyum lalu memeluk keisya sekilas lalu berpamitan kepada sahabat lalu pergi


...❤️❤️❤️❤️❤️...


BESOK PAGINYA


Disekolah, kini di kelas biologi diam bergeming, tidak ada suara diantara mereka melainkan hanya ada satu suara yang lagi menerangkan pelajaran tentang rumus aritmatika dan mencatat di papan tulis


Semua orang siswa-siswi biologi benar-benar menyimak pelajarannya, bukannya menyimak pelajaran masuk ke kepala otak melainkan ada menyimak ketampanan guru itu yaitu pak radit


"Oke baiklah. ada yang tidak mengerti saat saya menjelaskan tentang rumus aritmatika ini" tanya radit kepada siswa-siswinya


"Tidak pak" jawab mereka bersemangat


"Oke, kalau gitu saya akan buat contoh soal kepada kalian supaya kalian lebih mengerti lagi, dan nanti saya tunjuk orang yang menjawab" ucap radit


"Iyaa pak"


Pak radit pun menulis contoh soal dipapan tulis, setelah selesai ia menatap murid-muridnya lagi


"Siapa yang mau mengerjakan?" Kata radit kepada mereka


Semua murid-murid mengangkat tangan dengan semangat tapi dengan group keisya, mereka hanya diam tertarik. Radit melihat itu menatap heran kearah mereka


"Kamu" tunjuk radit kepada keisya yang bengong


"S-saya pak" ucap keisya kegelalapan ditunjuk oleh radit dan semua mata memandangnya iri


"Iya, kamu, kesini kerjaan contoh soal yang saya berikan" ucapnya tegas tanpa bantahan


"ren, bantu gue dong, apa jawabnya" ucap keisya berbisik kepada shiren disebelahnya


"Iya gue bantu"


"Apa?"


"Bantu doa"ucap shiren berkekeh pelan membuat keisya mendengus kesal "gue aja sendiri ga ngerti, apa lagi gue bantu lo, malah lebih parah nantinya"


Lalu keisya menatap louis yang berada tak jauh darinya meminta bantuannya, louis sadar akan tatapan itu


"Kalau lo tanya gue maka jawabannya lebih parah nantinya"ucap louis tak mau menolong dan keisya mendengus kesal lagi,


Lalu melirik aldo dan cindy juga sama jawabannya tak mau menolongnya


"Sialan lo"ucap keisha mendengus kesal


gadis itu pun maju ke depan karna Pak radit sudah memanggilnya, sedangkan para sahabatnya menatap prihatin


"ini, kerjakan" ucap pak radit tersenyum memberikan spidol kepadanya


keisha menerima spidol itu lalu menulis di papan tulis dengan menjawab asal-asalan, setelah selesai radit memeriksa jawaban keisya lalu geleng-geleng kepala


"HUH, ketua genk glader bego matematika guyy" ucap bima meledek keisha membuat murid-murid menenawakannya dan keisya melotoy ke arah, pasti ia salah


"Eh,emang lo bisa kerjainnya" ucap louis membela keisha


"Ga, hehehe" kekeh pelan bima membuat suasana makin ribut


"Sialan lo" maki aldo


"ketua genk glader?" Ucap pak radit membuat keisya menelas nafas pahit,


"Mampus gue" batin keisya


"Iya pak, asal bapak tahu kalau keisya adelia ini ketua genk glader, genk glader motor dan populer di sekolah kita ini dan juga ditakutkan disekolah ini, karna sang ketua jaga berantem, siapa pun melawannya langsung habis babak belur" kata daffa sang ketua kelas dengan wajah polosnya


membuat louis, shiren, cindy, aldo dan keisya melotot kearahnya. Sedangkan pak radit mengangkat alisnya tidak percaya


"Tapi menurut penilaian saya, keisya itu tidak menakutkan kok orangnya, wajahnya polos tidak menakutkan, dia baik dan bahkan bersikap ramah kepada kalian bukan?" bela radit tidak yakin dengan penilaian murid-murid terhadapnya


"Betul tuh pak" ucap Aldo membela keisha


"Keisya itu aslinya baik kok, bahkan semua cowok memuji kecantikannya sifatnya yang ramah, hanya cowok bego yang bilang itu padanya


"Huh, aldo, lo aja kali memuji karna lo juga termasuk cowok yang tergila-gila padanya. cinta lo kan cinta tepuk sebelah tangan. Huh kasian dirimu" ledek dewi disambut tawa oleh yang lainnya, sedangkan aldo melongo dibuatnya


"Diam lo, jones" cibit aldo


"Apa lo bilang jonessss!!!" ucap dewi membentak Aldo dan tidak terima "lo yang jonesss!!!"


Radit hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan murid-muridnya saling mengejek satu sama lain


"DIAM SEMUANYA"


Membuat semua langsung diam mendengar teriakan pak radit dan menunduk takut


"Berhentilah membahas hal yang tidak penting dalam pelajaran saya, mengerti" ucap pak radit tegas


"Yaa, pak" jawab mereka semua


"Oke, keis, perhatikan saya" ucap radit mengalihkan pandangan ke keisya lagi yang masih berdiri di samping "jawabanmu salah semua, tidak ada yang benar. Apakah kamu tidak memperhatikan saya saat saya menjelaskannya?!"


"Tidak, pak" ucap keisya mengaruk kepala malu "maksud saya belum mengerti apa yang bapak jelaskan" ucap keisya membuat murid-murid diam-diam masih menenawakan


Radit menelan nafas panjang


"Kalau kamu ga ngerti itu bilang, kalau orang lain iya, kamu jangan iya juga"


"Iya maafkan saya"


"Ya udah, perhatikan saya sekarang juga" ucap radit mengambil spidol dari keisya lalu menghapus jawaban keisya dan menulis dengan benar, keisya pun memperhatikannya


"Ini dikali........."


Louis, cindy, shiren dan aldo melongo dibuatnya sedangkan yang lainya memandang iri dan geram kepada mereka berdua, pak radit yang mengajarkan keisya sampai mengerti, mengajarkan dengan perlakuan manis kepada keisya


...❤️❤️❤️❤️❤️...


TING TING TING


bel istirahat pun berbunyi, semua murid perempuan dan lagi berhamburan keluar kelas dan lekas menuju kantin, begitu pun dengan genk glader langsung menepati meja kantin yang selalu mereka tepati


Tiba-tiba suara teriak histeris para wanita bergema di seluruh sudut kantin saat genk power mulai memasuki kantin, tapi bukan mereka yang mereka teriakin melainkan ada cowok tampan bersama mereka, siapa lagi kalau bukan pak radit tak sejak kapan mereka akrab dengan radit?


Tanpa sengaja mata pak radit diam menatap keisga lagi bersama sahabatnya juga lalu tersenyum hangat padanya, keisha yang mendapatkan senyuman itu langsung tergelalapan dan membuang muka,


Dan tanpa sengaja pula tasya kebetulan menatapnya juga, tersenyum penuh arti kepada keisya, seolah ada rencana dibalik senyuman itu


"Gila, tuh tasya, sejak kapan tuh anak akrab dengan pak radit?" tanya aldo heran


"Itu malahan bagus menurut gue"ucap rio dan membuat mereka menatapnya bingung


"Maksud lo ri?" Tanya cindy


"Itu berarti udah tasya udah move on dari david, lo kan tahu kalau dikelas tasya selalu berada di dekat david, berusaha mendekatinya. Nah kalau tasya mulai dekat pak radit itu berarti bagus bukan setidaknya 1 nyamuk telah terusir" ucap rio membuat mereka mengangguk paham


David tersenyum senang kepada rio


"gob job bro" ucap david mengangkat tangan bertos dengan rio


"Eh, itu malah bagus menurut gue, kalau tuh tasya mengilai david"ucap aldo langsung mendapatkan tatapan tajam dari keisya dan david "setidak ada yang menolong gue untuk merebut keisya dari gue?"


Louis, cindy, shiren, rio, digo, david dan keisya langsung menoyor kepala aldo


"Dasar lo" ucap mereka kompak


"Kan emang benar kan?" ucap aldo dan membuat mereka memutar bola matanya malas


"Eh lo jangan prasaka dulu deh ri?" Ucap louis


"Maksud lo uis?" Ucap rio


"Siapa tau tasya mulai dekati dari pak radit ada udang dibalik batu?" ucap louis membuat semua mengangkat alisnya bingung bahkan mereka berhenti memakan makanannya "lo tau kan nenek sihir punya seribu rencana buat hancuri hubungan keisya dan david walaupun hanya sahabat doang"


"Iya, kali ini gue setuju dengan perkataan louis" ucap shiren mendukung perkataan louis lalu menyesap jus jeruknya kehausan


"Lo kan tau tasya ga akan biarin keisya bahagia bersama orang ia cintai"


"Kalau emang itu akan terjadi, kita harus siap ga siap harus melawannya" ucap david tegas karna ia tak mau kehilangan keisya


"Dan sama-sama berjuang mengejar cinta kita walau badai menghadang sekalipun" ucap keisya tersenyum penuh arti kepada david, david pun membalas senyuman lalu mempelai rambut keisya


"I LOVE YOU KEIS"


"I LOVE YOU TOO DAV"


"Sok romantis lo berdua" sindir digo lalu memakan baksonya


"Diam lo" kata david namun tiba-tiba ia ingat sesuatu "Oh ya digo, ada yang gue tanyakan ke lo"


"Sejak kapan gue ngelarang lo bertanya ke gue" sindir digo membuat david berkekeh pelan merasa kondisi digo membaik hari ini


"Gue mau tanya sama lo? kemarin lo kenapa langsung pergi saat cewek yang bernama prilly mengajak lo perkenalan? Bisanya kalau ada cewek cantik lo langsung sikat, kenapa tidak bagi dia?" ucap david meluapkan rasa penasaran terhadap digo


Digo langsung tersedak memakan baksonya dan membuat mereka semua menatapnya curiga akan reaksinya, digo akan sadar dengan tatapan itu langsung meminum jus apelnya berusaha tenang karna semuanya sudah mulai curiga padanya


"Lo kenal dia dav?"tanya aldo kepada david membuat digo mengambil nafas lega


"Iya, dia itu kemaren makan di cafe, pas malamnya keisya mengajaknya perkenalan sama, kevin, hazel, felix, terus gue. Nah pas ke digo di langsung bersikap dingin gitu, lalu pergi begitu saja. Yang anehnya tuh cewek kelihatan sedih banget pas digo pergi" jelas david panjang lebar


"Nah sekarang gue tanya sama lo, lo itu kenapa?" Tanya david kepada digo lagi


"Ga ada..."


"Ia jelas bersikap dingin pada cewek, dia itu...."


"Keisya, gue harap lo ga perlu bahas masalah itu lagi, ngerti" ucap digo tegas memotong perkataan keisya lalu bangkit berdiri hendak pergi karna ia tak mau sahabat-sahabat banyak bertanya lagi tentang dirinya itu, namun tiba-tiba.....


"Eh, digo sampai lo bergini terus hah?" ucap keisha berdiri kursi dan menjadi pusat perhatian ke arah meja kami, keisya pun ga peduli, karna ia sudah geram dengan sikap digo sekarang ini


"Lo jangan sok-sok menjadi cowok playboy kelas jap kakap yang memiliki banyak para wanita yang mengilai-gilai lo, karna gue tau digo, lo ga seburuk itu, lo yang suka mainin perasaan cewek. Gue tau tahu lo, lo itu cowok yang setia terhadap cewek, mencintainya dengannya dengan tulus dan tak akan pernah menyakitinya. Dan sekarang kenapa lo berubah hah! Ken...."


"CUKUP KEIS"ucap digo membentak Keisha. memotong perkataan gadis itu membuat suasana kantin menjadi tegang


"Berapa kali gue bila ke lo hah! Berhenti bahas itu, berhenti bahas masa lalu yang ga penting lagi bagi hidup gue. Karna itu menyakitkan keis, menyakitkan di sini" ucap digo matanya mulai berkaca-kaca menyentuh dada mulai sesak


"Dan digo yang dulu itu udah mati, melainkan digo yang lo kenal sekarang digo yang memiliki banyak gadis yang mengicarinya, ngerti" ucap digo lalu pergi begitu saja


keisya hanya menatap sendu ke arah punggung digo ia mulai menjauh


"Apakah dia begitu menyakitkan bagi lo digo?" Guman keisya tanpa sadar


Lalu pandangan beralih ke arah tatapan para sahabat-sahabat lagi menatapnya tajam menyelidiki seolah meminta penjelasan,


Keisya merinding akan tatapan itu hendak kabur akan situasi seperti ini, tapi telat kedua lengan ditahan oleh shiren dan cindy lalu menyeret duduk lagi


"Apa sih kalian" tanya keisya risih akan tatapan itu


"JELASKAN" tanya mereka kompak


"Apa?"


"Jelaskan secara detailnya, apa yang terjadi kepada digo di masa lalunya" tanya louis menatap tajam keisya


"Ga ada kok"


"KEISYAAAAAA!!!!"


kalau sudah menbentak nama seperti itu berarti sahabat-sahabat benar-benar marah sekarang ini


"Oke, oke, gue akan jelaskan kepada kalian semua. Tapi ga sekarang" ucap keisha berkekeh pelan seakan sadar akan situasi


"Kapan?" Tanya shiren


"Pulang sekolah. di markas" ucap keisya tegas


"Oke, gue pegang kata-kata lo, awas aja lo sampai kabur" ancam louis


"Oke"


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Apa-apa ini, kenapa kalian bertiga ikut ngumpul juga" sindir keisya


Saat melihat hazel, felix dan kevin juga ada di markas geng glader yang telah duduk manis menunggu mereka


"Aldo meneleponku menyuruhku kesini, katanya ada keadaan darurat" kata hazel, keisha lalu menatap tajam aldo dan ditatapan cengiran polos


"Mereka harus tahu juga" ucap aldo tanpa dosa


"Dan juga jangan menyembunyikan rahasia dari kami bertiga juga" ucap Felix menyindir keisha


"Ya, ya, ya, whatever" ucap keisya lalu duduk di sofa dengan sahabatnya sudah mengelilinginya "apa?"


"JELASKAN" jawab mereka


"Oke, gue akan harap kalian kaget dan berteriak di kuping gue" peringatan keisya dan semuanya mengangguk setuju


"Dan juga gue harap lo ga bongkar ke semua orang dan juga termasuk digo"


Mereka mengangguk setuju dan keisya membuat nafas panjang sebelum mulai bercerita


"Prilly adalah mantan digo"


HENING


Keisya dibuat melongo seketika mereka benar-benar menuruti perkataan keisya tidak berteriak dan kaget, melainkan hanya wajah datar mereka masih-masih


"Yang ke berapa?" Tanya louis penasaran dengan mantan digo, karna digo kan playboy


"Yang pertama"


"APA?" Ucap mereka kaget dan membuat keisya mendengus kesal


"Sudah...."


"Bagaimana bisa?" Tanya kevin


"maksudku bagaimana bisa digo mempunyai mantan seorang model dan penyanyi itu"


"Model?" Ucap genk glader heran


"Yaa prilly latuconsina itu seorang model dan penyanyi asal london, sangat populer dimana-mana kecantikan dan memiliki suara yang bagus, kabarnya di akan meringis album solo pertamanya di indonesia" jelas kevin


"Wow, tuh anak bisa juga yaa memikat hati model itu" ucap aldo geleng-geleng kepala takjup


"Tapi bagaimana bisa keis, seorang digo syarief memulai mantan model terkenal" ucap hazel penasaran dan semuanya beralih ke keisya lagi menunggu ceritanya lagi


"Sebenarnya sebelum prilly menjadi terkenal, dia itu adalah adik kelas gue, digo smp. Mereka berdua sekelas waktu itu. mengerjakan tugas sekolah bareng, pulang pergi bareng, kemanapun prilly pergi digo sekali ikutin, hingga tumbuhlah rasa suka dan cinta terhadap prilly, alias cinta pertama digo"


"Cinta pertama?" Ucap louis tidak percaya jika digo seorang yang playboy bisa merasakan jatuh cinta juga. Begitupun dengan yang lainnya


"Yaa, prilly adalah cinta pertama digo, ia sangat mencintai prilly karna senyuman, baik, orangnya yang ramah, dan juga membuatnya nyaman bila didekat prilly. Digo begitu mencintai prilly, dia cemburu jika prilly dekat pria lain, ia akan frustasi hebat jika prilly sedih dan terluka, dan membuatnya bahagia lagi"


"Pada suatu hari akhirnya digo menyatakan cinta ke prilly dengan menyiapkan momen romantis untuknya, di danau tempat favoritnya prilly. Prilly pun bahagia pada saat itu karna digo menyiapkan untuknya lalu menyatakan perasaan dan prilly langsung menerima karna ternyata ia juga mencintai digo" jelas keisya menerawang


Keisya tersenyum senang saat mengingat bertapa bahagia digo waktu itu, benar-benar bahagia sekali memiliki orang ia dicintainya


"Hubungan mereka berlangsung satu setengah bulan lamanya, mereka saling menyelesaikan masalah mereka, saling berpegang kuat cinta mereka, saling berjuang mengejar cinta mereka meski ada orang yang tak suka dengan hubungan mereka, saling membuat orang yang mereka sayangi bahagia"


"Pada suatu kejadian buruk menimpa hubungan mereka, prilly dipindahkan oleh orang tua ke london untuk meneruskan perusahaan keluarga prilly di london, tentu saja prilly tidak mau karna ia tak mau dipisahkan digo, begitu dengan digo tak mau dipisahkan oleh prilly. Orang tua prilly terus memaksanya untuk pindah, prilly mau tak mau pun akhirnya ikut bersama orang tua, dengan alasan ia boleh berkunjungi indonesia untuk menemui digo. Digo pun menuruti dengan berat hati dan rela menjalani hubungan LDR dengan prilly selama 10 bulan, selalu setia padanya. Setelah itu gue mendengar kabar hubungannya sudah putus"


"Digo memutusi prilly saat prilly berkunjung ke indonesia, saat prilly sudah mulai tenar di dunia modelin di london, ia memutusi prilly tanpa alasan jelas, dan prilly kembali lagi ke london dengan perasaan terpukul, begitu pun dengan digo ia pulang dengan wajah kacau, terpukul, ia selalu mendiam diri dikamar, jarang menjaga kesehatan, ia keluar kamar seperti mayat hidup" ucap keisya sedih


"Dan jejak saat itu digo mulai berubah, menjadi digo Si playboy yang suka memainkan perasaan wanita"


Ia pun melirik sahabat-sahabat ikutan sedih mendengar cerita keisya dengan terpukulnya digo di masa lalu


"Gue ga nyangka ternyata tuh anak bisa patah hati juga" ucap louis tertawa getir, bahkan ia sempat matanya berkaca-kaca


"Iya kita pikir dia itu playboy yang suka mainin perasaan wanita, eh ternyata dia lebih dulu sakit hati dari wanita itu" ucap shiren sedih


"Iya tuh anak sulit kita pahami, kapan ia sedih? kapan ia bahagia? Kapan ia sakit hati itu sulit kita artikan" ucap david


"Lalu siapa yang ga suka hubungan mereka keis?" Tanya cindy


"Nyokapnya prilly?"


"Nyokapnya?!"


"Yaa, dia tidak menyukai digo karna menurutnya digo tidak pantas untuk anaknya. Tapi tidak membuat hubungan mereka berdua renggang waktu, mereka sama-sama berjuang akan nyokap prilly merestui hubungan prilly" ucap keisya


"Sampai sekarang lo belum tahu dong apa penyebab mereka berdua putus?!" tanya rio


"Belum, sampai sekarang gue belum tahu apa yang sebenarnya terjadi pada digo kenapa dia memutusi prilly. padahal mereka berdua saling mencintai, dan rencana gue adalah gue pengen menyatukan mereka berdua lagi? Secara kebetulan prilly pindah ke indonesia lagi?" Ucap keisya mengungkapkan alasan kenapa ia sering mengajak prilly bersamanya dan ketemu digo


"Bagaimana caranya lo bisa menyatukan mereka berdua lagi?!" ucap felix "lo ga bisa liat kemaren digo dia begitu dingin kepada prilly? bahkan dia selalu menghindar kalau ada prilly"


"Kalau ada cinta diantara mereka berdua apa salahnya dong dicoba?" ucap shiren memberi saran "Dan membuat digo berubah tidak playboy lagi?"


"Cinta lo bilang? Kemaren aja pas kita bahas cewek yang bernama prilly digo malah tidak peduli malah pergi tak kemana? Apa itu yang lo bilang cinta?" sindir aldo tidak yakin dan felix mengangguk setuju


"Tapi gue setuju kata shiren" tindas hazel tiba-tiba "kalau ada cinta diantara mereka apa salahnya dicoba, contohnya kemaren gue liat digo tergesa-gesa menuju dapur, wajah keliatan shock banget, lalu bilang maafkan aku pril, dan gue memandangnya heran dan bingung apa yang terjadi padanya sehingga ia minta maaf kepada dirinya sendiri. Nah pas keisya menceritakan ke kita, gue baru sadar sekarang kalau digo masih mencintai prilly, dia sebenarnya tidak mau menjauhinya"


"Lo serius zel?" tanya aldo tidak yakin


"Iya. Kalau tidak percaya tanya aja ke kevin, dia juga mendengar digo bilang begitu" ucap hazel dan kevin mengangguk mengiyakan


"Oke, aku percaya sekarang?" Ucap felix menyetujui rencana keisya begitu pun dengan yang lain


"Apa rencana lo keis?" Tanya hazel antusias


Mereka semua pun duduk mengrapat menyusun rencana mereka menyatukan prilly dan digo lagi


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Pada malam harinya ketika pulang kerja keisya langsung merebahkan dirinya di kasur empuk benar-benar lelah bekerja akhir-akhir ini dan juga sikap keras kepalanya digo


Prilly yang sempat mampir ke cafe untuk membeli kue untuk papanya bertemu digo sebentar, digo yang secara kebetulan menjaga cafe malah menyuruh kevin melayaninya dan menghindar darinya dan keisya geram memandangnya


Tak mau ambil pusing keisya pun bangkit dari kasur hendak ke kamar mandi ketika ponselnya tiba-tiba berdering


"Kenapa radit menelepon gue malam-malam begini?!" guman keisha saat melihat nomor pak radit tertara di ponselnya dan langsung mengangkatnya


"Hello, keis?"


"Iya dit, ada apa kau meneleponku malam-malam begini?" Sindir keisya dan terdengar kekehan dari radit


"Maafkan aku, aku tak bermaksud menggangumu malam-malam begini. aku hanya ingin menanyakan suatu hal penting padamu"


"Apa?"


"Apakah kau ada acara besok pulang sekolah?"


"Sepertinya tidak kenapa?"


"Aku rencana mau menawarkan diriku untuk mengajakmu bareng sahabatmu louis dan shiren untuk belajar kelompok diluar mata pelajaran sekolah agar kau bisa lancar saat ujian nanti dan bisa juga menjawab pertanyaanku dikelas, bagaimana?"


"Masuk kau guru privat gitu?"


"Yaa, bisa dibilang begitu sih, bagaimana?"


Keisya melotot mendengar ajakan pak radit kepadanya untuk belajar kelompok dengan? Tapi itu bagus sih? Tapi....


"Kau tenang saja keis? Tidak ada bayaran kok, aku mengajarkanmu dengan tulus tanpa imbalan apapun" terdengar radit berusaha menyakinkan keisya agar ia mau belajar bersamanya


"Tapi sebelum aku menerima tawaranmu, maukah kau mengabulkan keinginanku dulu?


"Apapun yang kau inginkan akan aku penuhi"


"Aku mau hanya belajar denganmu hanya 2 jam saja?"


"2 jam?"


"Yaa setelah 2 jam itu ada urusan lain yang setiap hari aku kerjakan" ucap keisha tidak menyebut alasan yang sebenarnya kalau setelah itu ia bekerja di cafe, ia harus bisa membagi waktunya antara belajar, bekerja, dan istirahat


Terdengar radit diam sesaat memikirkan keinginan keisya itu


"Dit, kalau kau tak......"


"Oke, oke, aku akan mengabulkan keinginan untuk belajar selama 2 jam. Tapi kalau boleh aku tahu, urusan apa yang selalu kau kerjakan itu?"


"Urusan pribadi" ucap keisya terdengar nada kecewa dari suaranya "Tapi aku harus menghubungi sahabatku dulu, shiren dan louis bagaimana?"


"Oke, aku akan menunggu kabar darimu. Kalau mereka setuju datanglah ke cafe xoxo saat pulang sekolah?"


"Oke baiklah, aku akan datang"


"Oke, kalau begitu, emm... good night, semoga mimpi indah"


"Good night too radit"


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Keisya menghentak-hentak kakinya kesal saat menunggu louis dan shiren menuju kafe xoxo, mereka sudah menyetujui permintaannya itu


"ohoho, gue udah nungguin kalian. eh malah bermesraan dihadapan gue"ucap keisha mengomel


Saat melihat louis dan shiren sudah datang dengan pasangan mereka masing-masing, lalu mereka berkekeh pelan mendengar omelan keisya


"Sorry, gue habis nunggu rio dulu habis latihan basket"ucap shiren menarik kursi lalu duduk di hadapan keisya begitupun dengan yang lain


"Alasan" ucap keisya jengkel lalu menyisap jus jeruk yang sudah ia pesan


"Bilang aja lo iri sama kita kalau kita datang sama pasangan kita, padahal david udah menemani lo kan?" Cerutu louis


"Betul tuh" ucap cindy dan rio mengangguk


Ia memang benar david sempat menawarkan dirinya untuk menemani keisya belajar dengan pak radit, tapi keisya menolak dengan alasan ia tak ingin membuang waktu untuk ia istirahat di rumah sebelum bekerja di cafe pada sore harinya, ia tak ingin david jatuh sakit nantinya jika kurang waktu istirahatnya di rumah


"Itu namanya gue pengertian dengannya, kalau nanti ia temani waktu istirahatnya terbuang dong gara-gara gue, dan gue ga david sakit nantinya" jelas keisya


"Ya, ya, ya, whatever" jawab mereka malas


Tak lama pak radit pun datang dengan pakaian kaus hitam bergambar dan juga huruf thailand, serta jaket hitam pas ditubuhnya membuat dirinya benar-benar tampan harinya


Cindy, shiren dan keisya terpaku melihat ketampanan pak radit hari ini, pak radit yang seperti biasa yang berpakaian baju formal pakaian sekolah, kini berpakaian abg remaja biasanya akan menambah ketampanannya itu dan juga senyuman bikin terpesona mereka berdua


"Sangat tampan" guman keisya, shiren dan cindy tanpa sadar membuat louis dan rio melotot ke arah mereka bertiga sedangkan pak radit hanya tersenyum lebar


"EHMMM"


Deheman rio menyadarkan mereka bertiga dan melirik ke arahnya dengan wajah polos, sedangkan orang diliriknya, louis dan rio lagi menatapnya tajam


"Maaf sayang"ucap shiren dan cindy kepada pasangan masing-masing


Louis dan rio hanya membuang muka melihat ke arah lain, ia kesal pada cewek masih-masih


"Maaf, nunggu lama" ucap pak radit


"Lama banget malah"ucap louis ketus


Membuat pak radit mengangkat alisnya heran melihat sikap louis


"Biasa pak orang lagi cemburu" ucap keisha tertawa geli, untuk aja david tidak ada disini kalau tidak ia akan marah juga


"DIAM LO" bentak rio dan louis tidak terima


"Awass aja, gue akan..."


"Pak sebaiknya kita mulai deh belajarnya" kata keisya cepat memotong perkataan rio yang hendak mengancamnya


Pak radit pun mengusir cindy dan rio secara halus dengan pindah duduk. jauh-jauh dari mereka yang lagi belajar karna ia tak ingin louis dan shiren menganggu konsentrasi mereka berdua. karna pak radit tahu kalau mereka berpacaran, dengan ada pacar mereka bukannya belajar eh malah menunjukan kemesraannya masih-masih dan pak radit tak mau itu terjadi


"Oke baiklah kita mulai belajar?"


Ucap pak radit


"Tunggu" ucap keisha lalu mengikat rambutnya dari belakang. Pak Radit diam terpaku melihat kecantikan keisya


"cantik" guman pak radit tanpa sadar


"Hah! Apa?!"


"Oh tidak apa-apa" ucap pak radit kegalalapan dan berusaha tenang "ayo kita mulai"


"Yaa" jawab mereka bertiga


"Emm.... kalau boleh saya tahu apakah kalian sudah mengerjakan tugas yang saya suruh" tanya pak radit


Louis, shiren dan keisya sama-sama menelan ludah pahit, mereka saling menatap satu sama lain dan radit tahu akan tatapan itu


"Jangan bilang kalau kalian belum mengerjakannya" tebak pak radit


"Hehehe belum pak" cengir shiren begitu pun dengan yang lainnya


Pak radit hanya geleng-geleng kepala lalu bilang "Oke, baiklah kalau begitu saya akan membantu kalian dengan mengerjakan 10 soal dari saya"


"WHAT" ucap mereka kaget tidak percaya


"10 soal?" Ucap louis tidak percaya apa yang didengar


"kenapa? Ada masalah" ucap pak radit


"Ga kok pak, hehehe" cengir keisya


"Tampan-tampan tapi nyedelin" maki shiren


"Guru sialan" maki louis


"Guru tampan sialan" maki keisha


Mau tak mau mereka pun dengan mengerjakan juga dengan tenang dan pak radit tentu saja membantu mereka, lebih tepatnya sih hanya membantu keisya doang, louis dan shiren hanya dibantu olehnya sedikit saja


Dari kejauhan cindy dan rio yang sudah memperhatikan mereka berempat lebih tepatnya pak radit. cindy yang memandang pak radit kagum, sedangkan rio memandang pak radit curiga


"Cindy"


"Hmm"


"Lo ga curiga ga sih dengan tingkah pak radit?"


"Maksud lo?" ucap cindy akhirnya mengalihkan tatapan bingung ke rio setelah memperhatikan pak radit kagum


"Gue curiga nih, kalau pak radit menyukai keisya"


"Hah" ucap cindy tidak percaya


"Kenapa lo sampai berpikiran begitu?"


"Coba lo pikir aja deh? sebanyak itu guru yang ada disekolah kenapa harus pak radit yang mau menjadi guru privat mereka bertiga? Guru matematika aja yang mengenal bertiga tidak peduli dengan bodohnya mereka pada pelajaran matematika. Sedangkan pak radit baru saja mengenal mereka langsung menjadi guru privat mereka? dan diam-diam gue selalu memperhatikan pak radit yang selalu memperhatikan keisya untuk apa coba? Kalau tidak ia menyukai keisya?"


Cindy tertawa terbhahak mendengar cerita konyol rio "Hahaha, lo ngaco kalau ngomong. Mana mungkin juga pak radit menyukai keisya yang bodoh itu"


"Cindy gue serius" ucap rio menunjuk wajah keseriusanya "Gue ga bercanda cin"


"Terserah lo deh" ucap cindy "gue percaya lo kok" ucap cindy lagi dengan senyum bodohnya


"Dasar ga peka" maki rio mendengus kesal karna cindy masih tidak percaya


Membuat cindy tertawa terbahak-bahak melihat kekesalan rio sampai ia memegang perutnya


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Pada jam istirahat di sekolah sudah menjadi kebiasaan geng glader berkumpul di kantin, mereka bergobrol, canda tawa bersama, saling meledek satu sama lain


"Permisi"


Semua anak geng glader langsung berhenti bergobrol dan langsung menoleh ke asal suara itu


"Pak radit" ucap mereka kaget tidak percaya kalau pak radit ada dihadapan mereka dan menjadi pusat perhatian


"Boleh saya bergabung dengan kalian" tanya radit


Membuat geng glader saling lirik seolah meminta persetujuan mereka


"Semuanya sudah penuh, hanya tempat kalian saja yang kosong" ucap radit tidak sabaran karna begitu lama menunggu ke putusan mereka


Geng glader pun melirik suasana kantin, tempat duduk di kantin sudah penuh semua karna kepadatan murid-murid yang berdesakan-desakan merebut tempat duduk, bahkan ada yang tidak jadi makan atau malah makan dikelas.


Dan kebetulan tempat genk glader ada 2 bangku kosong yang biasanya ditepati david dan digo yang kebetulan tidak ada orangnya, mereka berdua pada di lapangan basket untuk main basket


"Tentu saja boleh pak" ucap cindy membuat louis melotot ke arahnya "sini, pak, duduk sebelah saya kosong,"


cindy mengeser pantat ke kiri agar pak radit dapat duduk disebelah tapi bukannya duduk sebelah cindy eh malah duduk disebelah keisya yang kebetulan juga kosong


Diam-diam mereka menenawakan cindy yang baru saja ditolak halus oleh pak radit duduk disebelahnya


Mereka pun memakan makanan lagi dalam keadaan cangrung, tapi diam-diam pak radit selalu memperhatikan keisya yang lagi makan mie ayam sampai ada bekas sisa mie yang melengket Di sudut bibirnya dan pak radit tertawa geli


Tanpa aba-aba pak radit langsung menyentuh bibir keisya dan membersihkan sisanya membuat keisya kaget jadi akan perlakuan tiba-tiba pak radit, Sedangkan yang lain dibuat melongo akan tingkah pak radit


"Di bibirmu ada bekas mie" kata pak radit


"Oh, i...ya, terima kasih" ucap keisya gugup lalu melirik ke sahabat-sahabat yang lagi menatap horor begitu pun dengan suasana kantin tiba-tiba riuh tak kendali,


bahkan ada yang cewek yang begitu mengilai-gilai pak radit pingsan melihat perhatian pak radit kepada keisya


Keisya akan sadar tatapan itu pun tidak peduli malah melanjutkan makannya lagi begitupun dengan pak radit


"Benarkan dugaan gue" batin rio


"Benar dugaan rio" batin cindy


"Benar-benar gila" batin louis


"So swetttt" batin shiren


"Saingan baru" batin aldo


"Widih ada pak radit nih ikut gabung geng kalian" ledek agam tiba-tiba nongol dihadapan mereka dengan mam merah ditangannya


"Apaan sih lo" ketus louis


"Ngapain lo kesini?"


"Sabar doh bang" kekeh agam


"Jangan langsung ketus itu dong lian muka ganteng gue, lo tenang aja gue ga ngerjain lo kok"


"Sialan lo" ucap louis kesal akan tingkah agam yang mengingatkan kejadian beberapa hari yang lalu


agam berkekeh pelan lalu melirik keisya yang lagi makan mie ayam


"Keis"


"Hmm"


"Temani gue dong" ucap agam kepada keisya, membuat aldo menatapnya tajam


"Mau ngapain lo minta ditemani keisya?"


"Gue mau ke ruangan kepsek, mau minta tanda tangannya atas persetujuan acara camping nanti yang akan diadakan bulan depan" jelas agam membuat mereka mengangguk paham


"Lo takut yaa!! Sama tuh kepsek sampe ditemani keisya segalak" ledek shiren


"Enak aja lo bilang gue takut" ucap agam jengkel "gue hanya minta temani karna keisya itukan nyokap t......"


"Ayo gue temani" ucap keisya cepat menyeret paksa agam agar ia tidak keceplosan berkata kalau si kepsek itu ngokap tirinya karna ia tak ingin radit tahu tentang dirinya dan sahabat-sahabat paham akan itu


"lo itu hampir aja keceplosan tahu ga" teriak keisya jengkel


"Emang kenapa?" tanya agam heran


"Gue ga mau aja pak radit tahu siapa gue sebenarnya kalau gue itu anak tirinya, dan lo harus tutup mulut, ngerti" ucap keisya sekaligus mengancamnya


Sebagian orang sudah tahu siapa keisya atau lebih tepatnya orang yang hadir dalam pesta keisya dirumahnya sendiri waktu itu. Sebagian orang itu tahu siapa nyokap kandung keisya yang sebenarnya, sementara yang lain hanya tahu keisya itu anak kandung dari keluarga wilson sang pemilik sekolah yang menjadi yang makin populer disekolah ini


Semua orang tidak tahu latar belakang keluarga keisya yang sebenarnya termasuk juga pak radit dan keluarganya. Dan keisya dan sahabat akan membantai siapa saja yang membongkar latar belakang untuk teman-teman yang hadir dalam pesta waktu itu


"Iya, iya, gue akan tutup mulut" ucap agam tiba-tiba merangkul spontan


"Lo ngapain?" jutek keisya menatap tajam


"jaminan tutup mulut" jawab Agam asal


"Sialan lo kampret, lepas" ucap keisya menipis tangan agam dari bahu


Agam hanya tertawa terbahak melihat kekesalannya, karna menurutnya membuat kesal anggota geng gladed itu menyenangkan


Mereka berdua pun sampai di depan ruangan kepala sekolah tapi langkah mereka berdua berhenti kalau ada orang lain yang sedang berbincang dengan si kepala sekolah


"Kayaknya ada tamu buk kepsek deh keis" tebak agam


Keisya yang penasaran dengan berbincangan itu pun mendekat dirinya di pintu


"Lo ngapain?" Tanya agam memandang keisya curiga "Lo nguping yaa!!!"


"Diam lo" ucap keisya


"Jangan berisik"


Agam hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah keisha tapi nyatanya ia juga ikutan ngintip bareng keisya melupakan tujuan awalnya


"Jadi jeng setuju dengan perjodohan ini"


Agam dan keisya dibuat kaget mendengar perkataan itu dan saling lirik


PERJODOHAN?!