
Hello"
Sebuah ucapan membuat hati keisya tidak karuan antara sedih, senang, marah, dan rindu, si penelepon ini bagai tidak asing baginya
"Hello, ini siapa!" Tanya keisya menyakinkan, padahal ia tau orang meneleponnya
"Yaa ampun keis, lo ga ingat suara gue, ini gue sahabat lo cindy" dia berkekeh disebrang
Ternyata benar
"Yaa ampun cin, lo apa kabar!"
"Allamdulilah baik, lo gimana?"
keadaan gue ga baik cindy batin keisya
"Sangat baik sekali cin saat lo nelpon gue" canda keisya
selama perjalanan keisha pun ngobrol tidak banyak ke cindy, canda tawa kembali lagi dibenaknya, karna ia sangat merindukan sahabatnya ini
Dan kebetulan ia sudah sampai dirumah sakit, saat itu dia bertanya tentang rio, membuat keisya berhenti melangkah memasuki rumah sakit
ada apa dengan cindy? Kenapa ia bertanya tentang rio? Apakah ia belum move on batin keisya
"Keis lo kok diam!" Tanya disebrang
"Em... anu... gue" ucapan keisya gugup memcari alasan "gue kayaknya mau masuk kelas nih, gue tutup dulu ga pa pa kan"
"Oh lo sekarang di sekolah yaa! Yaa udah gue juga tutup dulu, bye" ucapnya memutuskan sambungan telepon
Lalu melangkah memasuki rumah sakit dan langsung menuju kamarnya
"Kak oliv" sapa keisya
"Keisya" ucap Olivia kaget "kok kamu ada disini? Kamu ga sekolah? Ini belum waktunya pulang kan!"
"Tadi aku bolos kak, aku ga kosen belajar gara-gara terus memikirkan keadaan david"
"Yaa ampun keis, kamu ga usah gitu kali, kamu harus tetap belajar, meskipun david belum sadar, kan bisa pulang sekolah ke sini kan!" Ucap Olivia menesehati keisya dan keisya mengangguk
"Maafin keisya kak, lain kali aku ga ulangi kak" ucap keisha merasa bersalah
"Yaa udah mumpung kamu ada disini, kamu boleh jenguk dia, tapi kamu sendiri, sementara kakak ke kantin dulu, kakak lapar" ucap Olivia mengelus perutnya lapar,
keisya tertawa geli
"Kamu jagain dia, kalau dia sudah sadar jangan lupa hubungi kakak yaa!" Ucap wanita itu tersenyum ramah, lalu pergi
Keisya pun masuk ke ruangan david, membuat hati keisya makin sakit melihatnya masih terbaring lemah tak berdaya selama 1 minggu ini, berjalan menghampirinya
"Dav, lo kapan sih sadarnya! gue kangen banget sama lo, gue kangen banget sama senyuman sama pelukan lo, lo ga kangen sama gue apa?"
Keisya menangis mengenggam tanganya erat, keisya menyadarkan kepalanya dilengan david, rasanya sepeti biasa, nyaman
Keisya menghela nafas
"gue janji dav, gue akan pergi ketika lo sadar, tapi tolong biarkan gue menemani lo sampai lo sadar, dav"
Keisya menundukkan kepalanya, menanamkan kepalanya disamping tempat tidur david, menangis sejadi-jadinya
"Jangan nangis"
Keisya menengak kepala mendengar suara yang rindukan, sedetik kemudian mata indahnya bertemu dengan mata keisya
"David, lo sadar" ucap keisya menghapus air matanya kasar, ia tak mau david melihatnya menangis karnanya
Dia tersenyum dibalik alat pernafasannya
"Gue panggil dokter yaa!"
Keisya hendak pergi tapi tertahan karna david mengenggam tangannya
"Jangan pergi"
Keisya tersenyum paksa
"Maafin gue dav" batin keisya
"Gue ga akan pergi kok" ucap keisya tersenyum lalu mengdekatinya dan menunjuk dada tepat dihatinya "gue ga pergi kok, gue tetap disini, di hati lo"
Dia mengangguk tersenyum. akhirnya keisya bisa pergi meninggalkanya sendiri, keisya pun pergi ke ruangan dokter memberitahuan bahwa ia sadar, setelah itu ia menghubungi sahabat-sahabatnya dan juga kakak david,
"Maafin gue dav, secara terpaksa gue ninggali lo lagi, jaga diri lo baik-baik" batin keisya
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Keisya pun langsung pulang ke rumah mengambil beberapa pakaian yang dibutuhkan dan memasukannya ke tas ransel besar
Keisya tidak minggat, hanya pergi untuk sementara, karna ia butuh sendirian, butuh ketenangan, ia tahu dimana tempatnya
Setelah pakaian terisi semuanya di tas ransel ia pun pergi keluar kamar terburu-buru dan ketika ia keluar kamar ia berpapasan dengan Jason yang baru saja keluar dari kamarnya
"Kau mau kemana?"
"Pergi"
"Pergi kemana!"ucap jason menahan tangan keisya agar tidak pergi
"Ke tempat dimana gue merasa tenang"
"Aku ikut"
"Ga, lo ga boleh ikut, lo di rumah saja jagain digo dan nayla, gue butuh sendiri"
"Tapi_"
"Jason gue mohon, izinkan gue pergi, gue pengen sendiri dulu" ucap keisya memohon, dan membuat jason tidak tega
"Oke, akan ku izinkan kau pergi, asal jaga diri kau baik-baik, jaga kesehatan kau" ucap jason perhatian lalu keisya memeluknya
"Thank you" ucap keisha disela-sela peluknya lalu melepaskan pelukannya "oh yaa, kalau anak-anak tanya bilang gue pergi dulu, gue akan balik lagi, dan jangan lupa bilang jangan cemaskan gue, ok"
Dia mengangguk tersenyum
"Hati-hati"
keisya pun melangkah keluar rumah tapi terhentikan
"Tunggu"
"Apa lagi!"
Jason tidak menjawab melainkan memberi kunci mobilnya
"nih kau pakai mobilku, ga mungkinkan kau pergi jalan kaki?"
Keisya pun mengambil kunci mobilnya lalu mengucapkan terima kasih dan pergi
"take care of she"
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Bagaimana keadaannya dok!" Tanya kak oliv
"Semua sudah stabil, hanya pasien diharapkan beristirahat"
"Terima kasih doh"
Dokter dan suster pun pergi setelah memeriksa keadaan david, dan semua sahabat senyum bahagia melihat David sudah sadar diri dari komanya
"Kakak bahagia sekali, akhirnya kamu sadar juga" ucap olivia memeluk adiknya itu, dan dia membalasnya
"Gimana ga sadar, ada seorang cewek yang menemaninya" ucap rio menggoda david
"Apa sih lo!" Ucap david salah tingkah, membuat mereka tertawa. lalu kedua mata David menatap sekililing ruang rawatnya menyadari tidak hadirnya seseorang
"keisha mana?"
"Ya elah baru aja bilang dia, lo udah tanya dia" ucap Rio menggoda david lagi. Membuat mereka tertawa lagi
"Ga, gue serius keisya mana!" Tanya david bingung melihat keisya tidak ada disisinya
Membuat mereka berhenti tertawa, lalu saling tatapan
"Bukannya keisya ada disini tadi dav?" Tanya louis kepada david
"Iya memang, setelah ia hubungi dokter, ia tak balik-balik dari tadi" ucap david lalu menatap kakaknya "kak lihat keisha ga!"
"Ga tuh" ucap Olivia menggeleng- geleng kepalanya "tadi terakhir kakak ketemu pas lo belum sadar, setelah itu tak ketemu lagi"
"Lalu dia dimana dong! Apa jangan dia pergi" ucap david
Karna ia merasakan kalau keisya pergi darinya
"Ga mungkin dia pergi"ucap kak oliv "kan dia udah janji sama lo kan, ga pergi ninggali lo"
David malah tidak menghiraukan kakaknya dan bangkit dari ranjang
"Pokoknya gue ketemu dia, gue harus cari dia" ucap david mulai panik
"Udah lah dav, lo tak perlu jadi dia, biar kita aja yang cari, lo istirahat aja, kan lo baru sadar" ucap rio mencegahnya
"Tapi__"
"David, lo jangan bandel" ucap oliv mendengus kesal "biar mereka aja yang cari, lo harus istirahat" ucapnya tegas tanpa bantahan
"Iya, dav, biar kami saja yang cari keisya, kalau ketemu gue akan bawa ke lo, tapi lo harus istirahat dulu, ok" ucap shiren menenangkan david
Lalu mereka pun pamit mencari keisya
David pun hanya pasrah di atas ranjang bersama kakaknya menjaganya tapi hatinya sangat gelisah sekali
"Sudah jangan lo pikirkan, dia baik-baik aja kok" ucap kak oliv menenang david
David tidak menanggapi melainkan menatap kosong
"Dia pasti marah pada gue? Belum memaafkan gue" ucap david lemas
"Jangan bilang begitu, dia sudah memaafkan lo kok, bukti dia hampir tiap hari jenguk lo kesini, selalu menemani lo disini"
"Benarkah" ucap david menoleh dengan tidak percaya
Kak oliv mengangguk tersenyum
Kalau itu benar! Kenapa ia pergi setelah gue sadar? Apa terjadi dengannya?
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Jasoonnn"
digo berteriak saat ia sampai di rumah setelah selesai memeriksa kamar keisya
"Apa!" Ucap jason tanpa menoleh fokus nonton tv tanpa minat, karna malas meledani digo hari ini dan pura-pura nonton tv sambil memakan cemilan di pangkuan
"Keisya mana!"
"I do not know"
"Benarkah, gue ga yakin!" ucap digo tidak percaya, karna ia tahu kalau jason tahu dimana keisya berada
"Yakin atau tidak, itu terserah kau aku tidak peduli" ucap Jason santai mengganti channel tv
Digo pun mengembus nafas pelan, lalu merebut remote dari tangan jason lalu mematikannya
"Gue serius dimana keisya!"
"Emang kau pikir aku ga serius" ucap jason kesal lalu merebut remotenya lagi
"Kalau emang lo serius, cepat jawab pertanyaan gue! Pasti lo tau dimana keisya kan!"
"Kalau aku tau aku tak beri tahu padamu"
"Jason" ucap digo geram hendak mengambil bantal di sofa
"Ok aku beri tau" ucap jason angkat kedua tangannya berarti ia menyerang
"Dimana dia!"
"Pergi!"
"Kemana?"
"Ke tempat dimana ia merasa tenang sendiri"
"Sendirian" ucap digo melotot "lo gila memberi izin ia sendiri? Kalau terjadi apa-apa gimana! Hah!"
"Kau tak perlu khawatir, dia aman"
"Bagaimana lo bisa bilang dia aman? Sedangkan lo dengan santai duduk manis di rumah"
"Orang kepercayaanku, menjaganya"
"Siapa!"
"Kalau itu aku tak akan ku beri tahu mu" ucap jason beranjak dari sofa berjalan ke kamarnya meninggalkan digo yang masih kesal dan penasaran
Tapi sebenarnya jason juga khawatir dengannya ia takut terjadi apa-apa dengannya
Tapi ia harus berbuat apa! Keisya butuh ketenangan, butuh sendirian, butuh menglapangkan hatinya itu karna ia tau apa yang dialaminya sekarang, dicaci maki oleh saudara tirinya sendiri, membuat ia geram dengan saudara tirinya itu
Ingin rasanya membawanya ke amerika, agar ia bisa mendapatkan ketenangan dan kebahagian disana, tidak disini selalu saja ada orang membuatnya menangis dan menderita
dimana kau keis? Aku harap kau baik-baik saja diluar sana?