
Disinilah keisya sekarang di rumah sendirian di pagi hari sambil memakan keripik kentang di toples yang ia bawa, sambil menonton acara tv di pagi hari tanpa minat. jason dan nayla tidak ada dirumah, mereka pergi ke kampung tempat mamanya dan juga mama nayla berada
Merana dirumah sendirian dapat mengingat kejadian sore, kejadian yang membuatnya baper dalam sekegap, kata-katanya yang membuat hatinya luluh, tapi hatinya masih ada ketidak percayaan terhadap david sama sekali
Ting... tong... ting... tong
Bunyi suara bel membuat ia berhenti melamun dan segera bangkit dari sofa hendak membuka pintu
Namun baru sampai diruang tamu, pintu depan terbuka dari luar dan muncullah dua sosok aneh, louis dan shiren yang masih berpakaian seragam sekolah dilapisi jaket mereka
"Kalian berdua berniat langsung masuk, kenapa pakai memencet bel segala?!" ucap Keisya bersungut kesal langsung berbalik badan kembali ke ruang keluaga
"Ada apa dengan lo keis? Apa lo ga senang dengan kedatangan kami?" Tanya louis sambil berjalan lebih cepat menyusul keisya
"So what, ngapain kalian kesini, kalian ga sekolah?" tanya keisya duduk disofa memakan cemilannya
"Hahaha, lo lupa yaa ini pelajaran apa, atau lo udah pikut karna lo di skor!" ucap shiren meledeknya duduk disofa disamping keisya lalu memakan cemilan keisya,
sedangkan louis memilih duduk dikarpet main ps sendiri
"Iya gue lupa" ucap keisya berkekeh pelan "ini kan pelajaran matematika yaa, perlajaran yang tidak kita sukai"
Yap!
itu lah kebiasaan anak geng glarder pada pelajaran matematika mereka selalu cabut pada pelajaran itu karna menurut mereka bikin pusing kepala
"Keis, dimeja makan ada makanan ga? gue laper nih, belum makan dari tadi" tanya louis mengelus perutnya
"Lo kesini numpang makan?" Tanya shiren
"Bisa dibilang iya sih" ucap louis tanpa bersalah
"Dasar lo" cerutu keisya "ada tuh dimeja makan, nasi goreng"
"Wah bagus tuh" ucapnya girang langsung menuju meja makan
Shiren dan keisya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkahnya kayak anak kecil yang lagi kelaparan
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Tepat pukul tiga sore, keisya seperti biasa pergi ke cafe tempat kerjanya. Dan seperti biasa cafenya selalu rame pengunjung, selalu rame anak remaja berdatangan
Ketika kami sedang melayani pengunjung yang sudah mulai sepi, devan, tasya, reza dan dicky datang dengan aura gelap mereka, menatap tajam kami satu-persatu lantas Membuat keisya, hazel, kevin, felix berhenti melakukan aktifitasnya dan menghadapi mereka
"Wahh, wahh, gue tak menyaka kalau keisya adelia wilson seorang anak yang ayahnya yang memiliki perusahaan terbesar di indonesia bekerja jadi pelayan cafe tak bermutu ini, wow menyedihkan" ucap devan melipat tangan di dadanya pura-pura prihatin
Hazel, kevin, felix hanya mengepal tangannya, menahan emosi mereka mendengar cafe mereka dihina
"Yaa tak seperti seorang anak manja yang cuman minta-minta ke orang tuanya, semacam pengemis, huh" jawab keisya picik
"Dan juga rela bekerja demi seorang wanita yang berpenyakitan itu, wow sangat mengagumkan" ucap tasya tersenyum picik
"Lo" ucap hazel tunjuk tasya geram "berani yang lo menghina keisya, hah"
"Uhh....takut" ucap reza pura-pura takut dan langsung geng power menenawankan mereka
"Eh, sebaiknya kalian pergi dari sini, jangan sampai tangan aku ini habis menghajar kalian semua" geram kevin
mereka malah makin keras tertawa dan seolah Merasa ditertawakan, hazel pun makin emosi, ia pun maju menghadapi mereka tapi secara sigap keisya mencegah hazel
"zel, tahan emosi lo, jangan sampai cafe ini hancur gara-gara lo hajar mereka" ucap keisya berusaha menahan emosinya juga
"Wow, tahan emosi kalian dong, jangan marah-marah gitu aja, dengari tuh anak perpenyakitan yang sok jadi pemimpin" ucap tasya mengejek keisya
"Guyy sebaiknya kita aja yang pergi dari sini" ucap keisya menahan emosi
Agar tidak terjadi perkelahian di cafe cuman terpancing oleh mereka. kevin, hazel dan felix pun ikut berbalik badan
"Dasar pengecut lo keis, tak berani melandani saudara tiri lo sendiri, oh pantas aja papa pergi ningali lo dan juga ibu lo yang perpenyakitan itu"
BRAK
Tasya tersungkur dilantai setelah mendapatkan tinjuan dari keisya yang mengenai bibirnya hingga sedikit berdarah, membuat tasya langsung bangkit menyerang keisya
Nah terjadilah perkelahian antara keisya lawan tasya, devan lawan hazel, ricky lawan kevin dan juga reza lawan felix. dari perkelahian mereka, penyebabkan meja, kursi dan juga gelas, piring yang masih ada dimeja jadi hancur berantakan
Disela-sela perkelahian mereka datanglah digo, louis dan shiren yang mencoba memperhentikan mereka,
"Astaga" ucap David
pria itu tiba-tiba muncul dibelakang digo, dia kaget melihat kondisi cafe yang sudah berantakan dan ditambah lagi mereka yang masih berkelahi
"HEY, HENTIKANNN" teriakan david yang tidak dapat menghentikan mereka berkelahi
"percuma aja lo teriak, mereka tak berhenti juga kok" ucap louis. Frustasi melihat kondisi cafe
"Duh gimana dong__" ucapan digo berhenti melihat sosok yang dapat menghentikan mereka,
tapi akan mengakibatkan membawa pengaruh buruk bagi mereka
"STOP, HENTIKANNN"
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"cepat jelaskan apa yang terjadi!" Bentak pria separuh baya,
pria separuh baya itu adalah ialah om andian, papa kevin sekaligus paman hazel, dan felix, yang minta penjelasan pada kami. kenapa mereka membuat onar di cafenya, dan menanggung jawabkan atas perbuatan mereka
Disinilah kami sekarang disebuah ruangan yang masih terbalut emosi, suasana yang masih tenggang, dengan masing-masing wajah kami menunduk menyembunyikan luka bekas pukulan dari berbiang onar
Sedangkan, david, digo, louis dan shiren menunggu diluar ruangan
"Jadi gini om" ucap tasya memecah heningan "tadi pas saya datang bersama teman-teman saya kesini, tiba-tiba saudara keisya menonjok saya duluan om, padahal saya tidak salah apa-apa dan teman-teman saya melihat pun balas dendam om, dan terjadi perkelahian ini om"
Keisya, hazel, kevin dan felix langsung mengepal tangan, tidak terima dengan pernyataannya,
Apa-apain ini, kenapa gue yang disalahkan? Kan dia menghina gue duluan Batin keisya
"BOHONG" ucap keisha membentaknya
"Bohong paman, jelas-jelas dia mulai duluan" ucap hazel
"Eh, tasya, lo jangan kesalahan mencari keisha dong, jelas-jelas lo mulai duluan, dengan lo menghina keisya duluan" ucap felix membela keisya
"Benar kok om, saya jujur" ucap tasya
"Yang dikatakan adik saya benar om" ucap devan tasya "kalau om tidak percaya, om boleh tanya kok kepada orang selain kami"
"Siapa?" Tanya papa om andian
"David om, orang yang melihat keisha tonjok tasya duluan"
Kenapa david dibawa-bawa? batin keisya
"Eh lo jangan bawa orang lain deh, jelas-jelas adik lo salah" ucap hazel maju menghadapi devan lagi begitu pun kevin, dan felix
"Kevin, felix, hazel, tahan emosi kalian, kalau tidak cafe ini akan aku tutup selama-selamanya " ucap om andian dengan mengancam mereka bertiga dan mereka pun diam menahan emosinya "kamu panggil yang nama david itu"
"Baik om" ucap devan tersenyum picik, tapi dibalik senyumanya itu ada sebuah rencana picik yang sudah ia rencanakan matang-matang "za panggil david"
reza mengangguk pelan lalu ia melangkah keluar ruang untuk menemui david dan membawa bersamanya
"Ada apa om panggil saya!" ucap david berdiri disebelah tasya, dan sekali-kali ia lirik keisha ia lagi menatapnya
"Apa benar yang dikatakan saudara tasya ini bahwa ia ditonjok oleh pelayan kami keisya, sehingga cafe kami jadi berantakan karna dia"
"Terus hubungan sama saya apa om!" tanya david tak mengerti
"cukup kamu bilang ya atau tidak supaya saya lekas menyingkirkan orang buat onar itu dan dia harus ganti rugi juga" tegas om andian
Belum sempat david menjawab tiba-tiba tasya merangkulnya seolah berbisik sesuatu dan langsung membuatnya hatinya tidak karuan
"Saudara david, jawab siapa yang salah sebenarnya?"
"Sebenarnya yang salah......." ucap david mengantung sambil menatap keisya
Dav, gue mohon bela gue, gue janji gue, pada diri gue sendiri kalau lo boleh dekat gue lagi, tak perlu lo tunggu gue, soalnya gue ga mau dipecat, karna ini satu-satunya harta gue untuk keluarga gue batin keisya
Maafin gue keis batin david
"Iya om, sebenarnya keisya yang mulai duluan"
Deg
Hati keisya semakin sakit karna cowok ia cintai membela orang lain
"Ok, kalau gitu, sesuai dengan keputusan saya kalau saudara keisya dipecat dicafe ini, dan mengganti rugi kerusakkan cafe ini sebesar lima puluh juta" ucap om andian
"APA" ucap keisha, Kevin, hazel, dan felix terkejut
"Pa, aku sebagai maneger cafe ini
Tidak terima kalau keisya dipecat dan ganti rugi, seharusnya dia" ucap kevin tunjuk tasya geram "yang harus ganti rugi, bukan keisya pa"
"Kevin ini sudah keputusan papa, kalau kamu tidak terima, papa bisa saja tutup cafe ini selamanya, ngerti kamu kevin"ucap andian dengan suara tegasnya lalu bangkit menuju keluar cafe meninggalkan mereka yang masih shock dengan keputusannya
Lalu disusul geng power yang tersenyum kemenangan karna rencana berhasil sedangkan david hanya menatap keisya sekilas lalu meninggalkan ruangan
BRAK
hazel murka hingga memukul meja di dekatnya
"Aku ga terima keisya dipecat"
"Kita harus bilang lagi ke paman, kalau itu bukan salah keisya, melainkan cewek brengsek itu"
"Ngapain juga david pake bela cewek brengsek itu, padahal dia tidak ada ditempat kejadian, david sialan"
Kevin, felix hazel murka tidak terima keputusan pamannya lalu detik kemudian hazel menatap keisya yang lagi masih shock, hatinya tidak karuan
"Keis, jangan dengarkan om andian, lo pasti akan terima keisya kok" ucap hazel menyakinkan keisya
"Iya keisya__"
"Apa yang terjadi ini?" Ucap digo tiba-tiba muncul dihadapan mereka disusul dengan louis dan shiren "kenapa dengan keisya, tak terjadi apa-apa kan?"
"Keisya dipecat dan harus ganti rugi barang-barang yang hancur" ceplos felix
"APA"
"Kok bisa" ucap shiren
Kevin pun menceritakan apa yang terjadi sebenarnya dan kevin bisa liat bagaimana reaksi mereka, sama marah dengannya
"ARRRGGG"
Keisya menarik rambutnya frustasi membuat mereka menatapnya iba, lalu ia menepuk bahu keisya
"Keis lo__"
"Cukup, lo jangan sentuh gue"ucap keisya geram Senaya menatap hazel
Lalu ia bangkit meninggalkan mereka ia menganga dengan wajah keisya yang sudah mulai mengerikan
"Keis lo mau kemana keis, keis"
Teriak digo sudak mulai panik, firasat digo mengatakan kalau akan terjadi sesuatu pada keisya, suatu yang berbahaya
"Udahlah digo, biarkan keisya tenangkan diri dulu"ucap felix
"Eh, fel, tenangkan diri lo bilang" ucap digo menatap Felix tajam "lo ga bisa liat wajahnya mengerikan tau, takutkan dia...." kalimatnya mengantung
"Keisya kenapa digo?" ucap hazel mulai panik
"Takutkan dia melompat dijalan" ucap digo
Sedetik kemudian, hazel berlari menyusul keisya disusul kevin dan felix
"Yee baru gue bilangan, langsung cabut lo semua" kesal digo
"pake banyak omel deh lo, cepat kita susul keisya sekarang" kesal louis menyeret digo keluar, disusul shiren
...❤️❤️❤️❤️❤️...
"Keis kau dimana? Kau selalu membuatku khawatir"
Hazel frustasi mencari keisya, mengerakkan kepalanya ke kanan ke kirinya dibalik helm, disisi lain ia takut kalau dikatakan digo itu benar
"Ga itu ga boleh terjadi, sebelum itu terjadi, aku harus menemukan terlebih dahulu, harus kondisi selamat"
"gara-gara david sialan" batin hazel
Ia tidak habis pikir dengan jalan pikiran david, kenapa ia bisa membela cewek gila, dari pada cewek yang ia cintai
Toh apa salahnya ia membela keisya, cewek yang ia cintai, toh ia dekat keisya lagi, bikin keisya bahagia, walaupun hati sakit pada akhirnya tapi ia terpenting ia bahagia bersama ia cintai
Tapi itu hanya hanyalan semata, yang nyatanya adalah ia bikin keisya selalu sakit hati, sering menangis dan melamun, tidak semangat bekerja, murung dan lainnya
Dan itu bikin ia geram terhadap david
Beberapa detik kemudian pandangan hazel mendapati seorang pengendara motor kebut-kebutan, melajukan kecepatan tingginya, dan segera meneliti motor itu dan
Seperti Motor keisya
Hazel pun segera melajukan motornya agar sejajar dengannya, meneliti siapa pengendara motor itu dan menemukan
Keisya terbalut emosi di balik helmnya
"Keis, stop ga" teriak hazel karna suara motor yang berisik "kendalian diri kau keis, jangan bikin diri kau lompat ke jalan"
Keisya tidak menjawab melainkan meliriknya tajam sekilas lalu melajukan motor dengan kecepatan tinggi mendahului hazel yang masih mencegahnya agar tidak berbuat nekat
Hazel yang merasa bahwa keisya tidak pedulikannya, lalu ia pun mengejar keisya, ia tidak peduli dengan cepatan motornya, polisinya yang bakal menilangnya, pengendara motor dan mobil yang mengomel akibat ulahnya, ia terpenting bagi ia adalah menenangkan keisya dan membawanya dalam keadaan selamat
"Keis, aku mohon kurangi kecepatan motor kau, aku ga mau terjadi apa-apa pada kau keis" teriak hazel lagi
Keisya tidak mau mendengarnya lagi, malah menaiki kecepatan motornya lagi, dan hazel tidak akan menyerang bgitu aja
Ketika menyusul keisya lagi, tiba-tiba ada sebuah mobil truk melaju beberapa meter dihadapan motor keisya dan mobil itu makin dekat ke arah motor keisya dan
BRUKK
"KEISYAAAAA!"