Dear keisha

Dear keisha
PART 53



"Keisha?!"


gadis yang disebut namanya sedikit terkejut lalu menatap lawan bicaranya bingung


"Kau memanggil namaku? Apakah saya mengenalmu?" tanya keisya polos


"Iya, lah. Emang siapa lagi yang namanya keisha selain lo dan juga apa-apain pertanyaan terakhir lo itu, yaa jelas gue mengenali lo. Ga gue aja tapi semua orang disini lo kali" ledek pria itu melipat tangan didada menatap sebal keisya


"Oh begitu yaa" ucap keisya menangguk tidak gatal sedikit canggrung padanya


"Tapi ngomong-ngomong lo kemana aja selama dua minggu ini, ga sekolah selama ini dan sekarang lo muncul tiba-tiba. Kenapa?" Tanya pria itu penasaran


"Aku..." ucapan keisya tertelan. Tiba-tiba perkataan jason tadi pagi mengrasuki kepalanya


Jika ada seseorang bertanya atau kenapa dirimu saat ini? jangan pernah kau bilang kepada siapapun karna orang itu akan memanfaatkanmu nantinya Dan bilang saja kalau kau tidak tahu apapun


"aku tidak tahu" jawab keisya cepat


"Hah!?" Ucap pria terkejut dan mengenyitkan dahinya bingung, tidak mengerti dengan perkataan keisya


"Oh yaa, aku mau bertanya. kelasku dimana yaa? Dari tadi aku mencari tidak ketemu? Kau tahu dimana tempatnya?" Tanya keisya


pria itu terkejut lalu detik kemudian pria itu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak membuat keisya mengenyitkan dahinya heran


"Kenapa kau ketawa? Apa ada pertanyaaku yang lucu?"


"Astaga, Keis. Apa yang terjadi pada lo sih? Masa lo ga tahu dimana kelas lo sendiri, yang benar saja" ucap pria itu masih tertawa


"Kau itu bicara apa sih? Aku tidak mengerti. Lagi pula aku serius, tidak bercanda saat ini. Aku benar-benar bingung dimana kelasku saat ini?" Keluh keisya


Pria itu berhenti ketawa, ia menatap diam dan dalam keisya. Menatap mata keisya mencari kebohongan disana, namun nyatakan tidak ada candaan disana melainkaan mata yang bergerak gelisah seperti orang kebingungan. Tatapan beralih menatap dari atas hingga ke bawah diri keisya, mengangkat alis heran saat menyadari ada yang berbeda darinya saat ini


Yang tampak seperti orang culun dan juga percakapan mereka berdua tadi tidak yang biasanya bilang lo-gue tapi sekarang aku-kau. Ia merasa ini bukan jadi diri keisya yang sebenarnya


"Keis, lo benar-benar ga tahu dimana kelas lo?" tanya pria itu serius.


Keisya mengeleng-geleng kepala


Membuat pria itu makin penasaran


"Jangan bilang lo juga ga tahu siapa gue?"


Keisya mengangguk singkat membuat pria itu melongo. Pria itu hendak membuka mulutnya lagi, hendak bertanya lebih banyak lagi namun sialan suara bel masuk memperhentikan semuanya, mengurungkan niatnya untuk bertanya lagi.


"Sepertinya udah bel. Kalau begitu ayo ikut gue, gue tunjukin kelas lo jika lo benar-benar ga tahu" ucap pria itu


Keisya mengangguk singkat. Berjalan mengikuti pria itu yang sudah berjalan mendahuluinya. Tak lama langkah pria itu berhenti didepan sebuah kelas yang bertulis kelas biologi di atas papan kecil di samping pintu kelas itu. Dan keisya pun ikut berhenti disampingnya


"Nah, ini kelas lo. Kelas biologi. Ayo masuk" ucap pria itu mencengkal tangan keisya membawanya masuk ke dalam. 


"lo pasti ga tahu dimana duduk lo kan?" Tanya pria itu dan keisya mengangguk singkat. Lalu jari telunjuknya menuju sebuah bangku dibarisan ke empat lebih tepat dipojok dekat jendela "Itu bangku lo dibarisan ke empat, dekat jendela. lo pahamkan!!!"


Keisya mengikuti arah jari telunjuk pria itu dan mengangguk paham setelah melihat tempat duduknya


"Oke, baiklah.  Kalau gitu Gue ke kelas dulu" ucap pria itu pamit setelah menepuk pundak keisya sekilas lalu berlangkah pergi. Namun baru beberapa langkah ia berbalik lagi


"oh yaa, satu lagi. Gue agam. Ketua osis disini" ucap agam dengan terpaksa mengenal dirinya lagi


"Oh, agam. Senang bertemu denganmu dan terima kasih telah membantuku" ucap keisya tersenyum membuat agam sedikit terkejut akan senyumannya namun buru-buru ia mengangguk singkat lalu benar-benar pergi begitu saja


Setelah agam pergi. Keisya pun berbalik, melangkahkan kakinya menuju bangku yang ditunjuk agam tadi ia menletakkan tasnya setelah sampai disana lalu duduk kursi tersebut. Ia mengedarkan pandangan mengeliling untuk melihat seperti apa kelas ini dan juga melihat beberapa murid sedang asik berbincang dengan berbincang dengan murid lainnya sambil menunggu guru datang.


Tatapannya berhenti pada saat segembolon tiba-tiba ikut menatapnya lebih tepatnya dua orang perempuan dan dua orang pria. Mereka berdiri mematung yang tidak jauh dari keisya, tatapan mereka sulit diartikan. entah itu marah, kecewa, heran, sedih ataupun sedikit rindu.


Keisya mengenyitkan dahinya dalam, bingung melihat tatapan mereka itu namun tak tahu kenapa ada rasa sedikit sedih dan rasa bersalah dalam hatinya itu dan ia bingung merasakan perasaan itu.


Tak lama mereka berempat itu saling berbuang muka dari keisya, enggan menatapnya. Salah satu perempuan yang berambut pendek hingga diatas bahu berjalan mendekat ke arah keisya lebih tepat duduk disamping dengan canggrung. Lalu salah satu lelaki itu berjalan melewati meja keisya dan duduk tepat dibelakang bangku keisya canggrung dan juga tatapan tidak beralih dari keisya alias menatap keisya heran.


sedangkan satu lelaki dan satu perempuan lainnya berjalan mendekat kebangkunya alias duduk disamping perempuan berambut pendek sebahu itu dengan canggrung juga


"Aneh. suasana jadi gini yaa!!" Batin mereka berempat


"Aneh, kenapa aku merasa sedih dan merasa bersalah begini" batin keisya


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Jam istirahat sekolah


"Huwaaa... akhirnya makan juga" sorak digo heboh menyantap makannya dengan lahap karna perut sangat keroncongan sekarang. Membuat sahabatnya heran


"Gila, lo kayak ga makan selama setahun yaa. Makannya segitu banget" ledek louis


"Bodo" ucap digo mengangkat bahunya cuek masih sibuk menyantap semangkok bakso di depannya


"Oh yaa, guyy. kalian tahu ada berita heboh hari ini?" sorak aldo mengubah topik lain tangannya mengetuk meja dengan sendok makan nasi gorengnya


"Maksud lo keisya?" saut rio menyantap sotonya "udah tahu"


"Darimana lo tahu?" Tanya louis


Penasaran "lo dengar dari cewek si pengosip"


"Tidak. Gue sempat lewat kelas lo tadi dan sempat liat keisya tapi...." ucap rio berhenti makannya "tapi tuh anak kok beda penampilan sekarang yaa. beda banget"


"Jangan lo ri, gue aja heran tadi lihatnya tadi dikelas "ucap aldo yang tadi menatap keisya heran "Dan juga ada aneh dari tatapannya?"


"Aneh. maksud lo?" Tanya digo penasaran. Bahkan ia menghentikan acara makan siang semenjak rio menyebut nama keisha. mendengar tentang keisha, Karna ia penasaran dengan keberadaan gadis itu selama 2 minggu ini tidak tinggal di rumahnya


"Iya pas gue lihat keisya tadi, seperti biasa keisya selalu tersenyum ke kita meski kita semua kecewa padanya dan masih bersalah. Tapi ini ga, pas gue lihat dia tadi. Dia seperti orang kebingungan gitu seolah tidak mengenal shiren, cindy, louis ataupun gue"  jelas aldo


"Baguslah, jika dia tidak mengenal kita lagi" saut cindy sinis "itu berarti dia bukan sahabat kita bukan?"


"Bagus. Bagus. pala lo peyak" protes aldo mengoyor kepala cindy membuat cindy mengerutu kesal kepadanya "kemaren aja, pas keisya ga ada lo diam-diam nangis bombay merindukan dia tiap malam di kamar lo sambil menatap fotonya lo sama dia. Dan sekarang ada dia, lo pura-pura marah dan kecewa padanya padahal lo kangen diakan sahabat dari kecil lo sendiri. Dasar bermuka dua lo!!!" Ledeknya


"What?!" Ucap mereka terkejut dan tatapan mereka beralih ke cindy mengindruksinya


"Nangis bombay? Kangen? Lo serius cin?"  Tanya shiren sinis.


Bagaimana tidak? Diantara mereka semua cindylah paling menyakiti keisya dengan mengeluarkan kata-kata pedasnya dan juga kekecewaannya. Namun sekarang....ahh sangat sulit dijelaskan intah apa perasaannya saat ini


"Ga kok, aldo bohong. Omong kosong." ucap cindy cepat mengelak perkataan Aldo kepadanya


"Udahlah sayang, mengaku saja. Kamu juga diam menangis di pelukanku tentang keisya" ucap louis santai membuat cindy pelototinya


"Waw waw sungguh menganggupkan" ledek rio geleng-geleng kepala dan tersenyum sinis. Lalu menyengol lengan sahabatnya disebelahnya "dav lo..."


Perkataan rio tertelan melihat tiba-tiba david diam mematung bahkan ia senggolnya tidak nyaut. Rio mengenyitkan dahinya bingung akan diamnya david


"Dav, lo kenapa?"


Tetap tidak ada sautan david akhirnya rio mengikuti arah pandang david. Dan mata ia langsung terkejut melihat apa yang dilihat david begitu pun dengan lainnya yang juga mengikuti arah pandang david penasaran


Mereka sama-sama terkejut melihat sesosok perempuan yang mereka kenal berjalan santai memasuki area kantin. Sedangkan david tatapan tidak beralih dari keisha semenjak dia mulai memasuki area kantin, tatapan sulit diartikan entah itu marah, kecewa, sedih, rindu dan juga sedikit kelegaann dihatinya melihat orang dicintai baik-baik saja selama dia menghilang dua minggu ini


Anggaplah dirinya bodoh atau gila karna masih mencintai keisya meski ia sudah punya tunangan saat ini. Sejujurnya ia sudah berusaha melupakan tapi ia malah makin merindukannya, ia berusaha membencinya tapi malah makin mencintainya


Cinta itu memang gila bukan? Meski orang dicintai sudah menyakiti hati kita hingga ke paling terdalam tapi kita tetap mencintainya dan terlalu sulit untuk melupakan jika perasaan itu sudah terlalu dalam


Tatapan david tidak beralih darinya saat dia mulai masuk kantin mengantri untuk mengambil makanan di sana. ada tatapan sedikit bingung saat menatapnya, melihat tampil dia berbeda sekarang ini, dengan rambut yang dulu yang panjang kini dipotong pendek di atas bahu, disisir lurus di rambutnya tidak ada lagi ujung rambut yang bergelombang. Serta kaca mata tebal di matanya


semua orang mungkin menyebut dan berpikiran melihat penampilan saat ini seperti si cupu. Tapi tidak bagi david, itu terlihat seperti lucu baginya dan juga imut


Tatapannya tiba-tiba berubah menjadi sedikit kekhawatiran dan kepanikkan melihat keisya mendapatkan makanan dan minuman lalu duduk di meja yang akan membahayakan baginya nanti.


Pandangan mengedar untuk melihat bagaimana reaksi sahabat melihat kehadiran keisya yang berada di kantin. Ia langsung menghela nafas pelan saat mereka semua bertingkat seakan cuek akan kehadiran padahal mereka sempat memperhatikan dia sekilas tadi. Dan dia tahu beberapa dari mereka masih ada menkhawatirnya


Ia lalu mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kantin untuk melihat ada meja kosong sehingga keisya bisa pindah dari meja membahayakan itu karna ia tidak mungkin membawa bersamanya ikut bergabung bersamanya namun keadaan tidak memungkinkan, keadaan perang dingin saat ini.


Kenapa menurut david meja membahayakan baginya? Karna di meja kantin itu adalah meja yang sudah dicap oleh pemiliknya, yang sudah disegel oleh pemiliknya dan tidak ada boleh orang lain duduk selain mereka. Jika tidak, jangan harap setelah menduduki meja itu hidupnya akan tenang dan aman, akan muncul penindaskan bagi siapapun yang menduduki meja itu


Tapi gadis itu ? Ia berharap semoga dia bisa melawan mereka karna ia tahu siapa mereka dan siapa paling yang tidak bisa dikalahkan oleh mereka


Sedangkan keisya masih santainya memakan sepiring nasi goreng di atas meja dengan lahapnya dan juga suasana canggrung ketika ia memasuki area kantin. Dirinya masih belum menyadari ada seseorang yang menatap gerak-geriknya dari tadi dengan tatapan sulit diartikan


BRAK


keisya tersedak kaget mendengar dobrakan keras di mejanya. Ia mendongak menatap si pelaku dobrakan keras di mejanya dan mendapati segembolon menatapnya murka lebih tepatnya dua orang wanita dan tiga orang pria siapa lagi kalau bukan geng power


Dan semua mata yang berada di kantin tertuju pada meja yang keisya dudukinya bahkan mantan sahabatnya ikut menoleh ke arahnya tanpa berniat menolongnya. Dan suasana mengcekram menyelimuti area kantin itu


"Ada apa yaa?" Tanya keisya polos


"Apa apa lo tanya?" Ucap tasya tertawa sinis "lo mau perkara sama kita hah!!!"


"Perkara? Apa maksudmu?" Tanya keisya bingung


"Lo jangan berpura-pura bodoh deh keis" ucap salsa menatap tajam keisya


"Iya, ini meja kita, ngapain lo makan di sini kalau bukan mencari gara-gara sama kita, hah!!" ucap seorang devan


"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti? Aku duduk disini bukan mencari yang kamu maksud. tidak ada meja kosong lainnya disini, semuanya penuh. hanya meja ini yang kosong." jelas keisha "atau Kalian ingin bergabung makan disini denganku, Aku tidak keberatan"


Mereka terdiam sekilas. Lalu mereka tiba-tiba tertawa terbhahak-bhahak membuat keisya makin bingung


"Keberatan maksud lo? Kita keberatan bodoh. Kita tidak suka lo berada disini" teriak devan


"Dan apa ini?" Ucap tasya menunjuk kacamata tebal keisha "lo pakai kacamata? Hahaha, culun banget sekarang"


"Yaa, hahaha. Kenapa ga dari dulu aja, lo lebih pantas kayak gini sakarang. Culun hahaha" ledek reza tertawa


Keisya terdiam. Tidak mengerti dengan arti ledekan dan menenewakan dirinya. Tak mau ambil pusing, ia melanjutkan acara makannya yang sempat tertunda oleh ulah mereka


Brak


Lagi. Tasya mendobrak mejanya lagi, ia mendongak menatap mereka bingung. Kenapa mereka Tidak suka keisya berada dimeja mereka? Bukankah kantin ini milik bersama? Kenapa mereka marah kepadanya kalau dia duduk disini dan tidak bergabung dengannya saja?


"Lo masih makan disini? Pergi ga lo" teriak tasya marah


"tapi tidak ada tetap kosong disini?" Ucap keisya polos


"Eh, tempat geng tuh. Kosong" ucap dicky


"Astaga dic, lo lupa yaa, dia lagi dikucilkan oleh mereka, huss kasihan" ucap salsa


"Hahaha betul itu dia mengkhianat sahabatnya, siapa tuh namanya geng glader. Eh salah udah bubar yaa geng itu"


"Cih, geng persahabatan, kekompakan apa-apain itu" ucap devan melipat tangan di dada lalu tersenyum sinis "Geng sampah itu namanya"


"Bersahabatan sudah berantakan itu, Cih. Bubar aja sekalian" ledek dicky tajam


Keisya mengenyitkan dahinya makin dalam tidak mengerti perkataan mereka seperti  menghina seseorang namun ada hati sedikit marah dan kesal. Tapi kenapa?


Memikirkan itu semua membuat kepala keisha berdenyut sakit dan makin sakit jika ia terus berada disana. Ia pun beranjak dari duduknya memilih menghindar dari mereka seraya tangan kanannya mengambil sepiring nasi goreng  Yang masih tersisa serta tangan kiri mengambil segelas lalu hendak melangkah pergi namun...


BRUK


Keisya jatuh tersungkur setelah ada seseorang mencekal kakinya dan sisa nasi gorengnya serta segelas jus jeruk itu tumbah mengenai kemeja putih seragam sekolahnya di  bagian dadanya. Ia mendesah kesal menatap mereka datar mendapati mereka menenawakannya, Lalu Pandangan pengedar berdesih menahan malu karna semua orang di kantin menenawakannya dan ia langsung pergi begitu saja karna tidak mau menanggung malu lebih lama lagi


Digo, louis, aldo, rio, cindy, dan shiren yang melihat itu terdiam Melihat keisya diperlakukan seperti itu. Dan juga heran dan bingung melihat keisya tidak membalas mereka seperti biasanya. Sedangkan david mengeram kesal melihat keisya dipermalukan di seperti itu, ia langsung pergi mengejarnya


"David, lo mau kemana!!!" Teriak rio


David langsung berlari mengejar keisya tanpa memperdulikan teriak sahabatnya. Ia kalut dan khawatir mencari keberadaan keisya yang tidak ada dikelasnya, ia berpikir mungkin dia toilet dan langsung mencari disana


Ia tersenyum lega akhirnya menemukan keisya baru keluar dari perempuan seperti gadis itu membersihkan seragam sekolah yang kotor. Ia pun hendak mendekatinya namun berhenti saat ada pria lain datang dan langsung memeluknya,


Ia menunduk. Tangan mengepal kuat-kuat, hatinya mengkeremuk Seketika. Melupakan bahwa gadis itu bukan miliknya melainkan sudah milik orang lain. Tidak mau membuat hatinya makin sakit dan makin terluka lebih dalam lagi, ia pun Berbalik badan pergi dari tempat itu asal tidak melihat mereka berdua


Keisya tersedak kaget ketika baru saja ia keluar dari toilet untuk membersihkan kotoran makanan yang mengotori kemeja putih seragam sekolahnya secara tiba-tiba ada seorang pria yang datang dan langsung memeluknya erat


"aku merindukanmu" ucap pria itu memeluk keisya erat seolah menyalurkan kerindukan pada gadis itu. tak lama pelukan ia lepaskan, menyentuh pipinya dan tersenyum tipis padanya


"kamu kemana saja selama dua minggu ini, telepon tidak diangkat, sms tidak balas, bahkan sekolah saja kamu tidak masuk dan di rumahmu kamu tidak ada, Bagai menghilang ditelan bumi. Kamu tahu, aku, keluargamu dan juga keluargaku mengkhawatirkanmu saat ini. Tapi syukurlah melihat kamu seperti ini, baik-baik saja. Mungkin mereka akan bernafas lega akhirnya. Tapi....tunggu!!!"


Pria itu terdiam sesaat memperhatikan diri keisya dari ujung rambut sampai ujung kaki lalu berkekeh geli setelahnya


"Ada apa denganmu? Kenapa kau sangat berbeda saat ini, kacamata tebal dan rambut pendek disisir lurus. Kau terlihat lucu dan imut" ucap pria itu berkekeh geli


"Anda siapa? Apakah ku mengenal anda? Anda bicara apa? Aku tidak mengerti apa yang anda bicarakan?" ucap keisya akhirnya mengutarakan ke kebingungan terhadap pria itu dan menipiskan tangan radit dari sentuhan di pipinya


Pria itu terdiam. Mengangkat alisnya bingung dengan perkataan keisya


"apa maksudmu keis? Yaa jelas kamu mengenaliku, aku kan tunanganmu, radit. dan kamu bicara formal denganku" ucap radit heran


"Radit? Tunanganku?" Tanya keisha seraya mengatur posisi kacamata tebal yang sedikit miring dan radit mengangguk singkat


"Tapi aku tidak merasakan kalau aku pertunangan denganmu? Mungkin anda salah orang? dan...." ucap keisya berhenti sekilat untuk melihat diri radit yang tampak mengenakan kemeja putih dan celana hitam seperti pakaian seorang guru pada umumnya. Dan juga wajahnya yang tampan. Tidak mengenakan pakaian sekolah sepertinya "sepertinya anda bukan anak sekolah disini? Anda siapa?"


"Apa maksudmu dengan perkataanmu keis? aku tidak mungkin salah orang? Kita sudah bertunangan selama 1 bulan hingga sekarang keis?" Tanya radit bingung


"Tapi...."


TING  TING  TING


"maaf, sepertinya saya harus kembali ke kelas. permisi" pamit keisya


Keisya beranjak pergi meninggalkan radit yang diam mematung dengan raut wajah masih kebinggungan. Ia terus saja menatap punggung keisya hingga menghilang di balik koridor sekolah


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Apartemen. Pukul 14.00 wib


Jari-jemari tangan keisya menekan layar password pintu apartemennya seraya tangannya yang lain kalut menutupi kemeja putih yang sedikit kotor dengan jas abu-abu seragam sekolahnya.


Karna mengingat seorang kakak sepupu yang tinggal bersamanya yang kenal akhir-akhir ini ternyata overposesif


Klik


Pintu apartemen pun terbuka. Ia menarik knop pintu agar terbuka lebar agar dirinya bisa masuk. Ia pun masuk dan menutup pintu kembali


"Keisha. Kamu sudah pulang?"


Keisya tersenyum mendengar sapaan hangat yang bergelitik ditelinga. Ia pun berjalan mendekat ke dapur mendapati wanita separuh baya yang sedang memasak untuk makan siang.


"Iya mah, baru pulang" ucap keisya menarik tangan mama untuk menyalami dan mencium punggung orang tua itu


"Bagaimana pelajaranmu tadi?" Tanya adelia mengelus pipi anaknya


"Lancar kok mah. keisya masing ada ketidaknyaman dan masih bingung berada disana, mungkin keisya akan berusaha membiasakan berada lingkungan sana" jelas keisha


"Yaa sudah kamu masuk kamar gih, mandi dan ganti baju. Terus kesini lagi, kita makan siang bersama"


Keisya mengangguk patuh menuruti perintah ibunya. Ia pun berbalik badan menglangkah kakinya menaiki anak tangga menuju kamarnya lalu ia menutup pintu kamar dan menguncinya setelah dirinya masuk ke kamar itu. Diam-diam ia bernafas lega karna tidak menemukan kakak sepupu overposetifnya itu dan berpikir mungkin dia sedang sibuk berpacaraan dengan dokumen-dokumen pentingya itu dikamarnya


Ia meletakan tas ransel di meja lalu menghempaskan tubuh kasur seraya menyingkir kacamata tebal dari matanya itu. Ia menggelamkan wajahnya di dalam bantal lalu ia diapik bantal ke kepalanya itu seolah berharap bisa menghilang sakit ia berdenyut-denyut kepalanya dari tadi


Ia mendesak pelan saat tak menemukan rasa sakit itu menghilang. Ia pun memilih bangkit beranjak menuju kamar mandi berguna untuk membersihkan tubuhnya dari kotoran yang menempel dan menenangkan sakit kepalanya disana


Sepuluh menit kemudian. Ia keluar dengan balutan handuk ditubuhnya menglangkah menuju lemari dan membuka lemari itu untuk mengambil kaus tanpa lengan dan celana pendek dibawah dilutut lalu mengenakannya


Setelah semuanya terpakai. Ia melangkah menuju meja belajarnya, menarik laci dibawah meja itu dan mengeluarkan sebotol obat didalamnya. Ia langsung ia buka mengambil dua kapsul obat yang berguna untuk menghilangkan sedikit sakit kepala di kepala yang berdenyut-denyut sakit itu. lalu dimasukan ke mulut dan mengambil segelas air putih yang terletak diatas nakas lalu meminumnya


Setelah dua kapsul obat tertelan ditubuhnya. ia menghempaskan tubuhnya dikasur berguna melihat reaksi obat itu seraya memejapkan matanya sejenak.


Namun tiba-tiba perkataan mereka tadi siang mulai menghampiri benak kepalanya


"Dia dikucilkan oleh mereka, huss. Kasihan"


"Dia mengkhianati sahabatnya, siapa namanya itu, Geng glader yaa"


"Geng persahabatan, kekompakan, cih. Apa-apaan itu. Geng sampah namanya"


"Bersahabatan yang berantakan itu, cih. Bubar saja sekalian"


"Aku tunanganmu keis? Radit?"


"Aku tidak mungkin salah orang. Kita sudah bertunangan 1 bulan lamanya"


"Ahh...siapa sebenarnya mereka sih?!" Teriak keisya mengacak rambutnya frustasi "kenapa makin kepalaku sakit"


"keisya, what happened to you?"


ketukan pintu yang keras dan penuh dengan kepanikkan  membuat keisya menoleh ke ambang pintu yang masih berkunci. Ia menghela panjang memijip perlipis sebentar sebelum ia menuju pintu dan membukanya


"What happened to you? Why are you sureaming? Apa Kepalamu sakit lagi" celeteh jason panik


"Aku tidak pa-pa kok. Itu aku teriak karna....." ucap keisya berhenti sekilas berfikir cepat.


"Karna tadi ada kecoak tadi, Itu makanya aku teriak-teriak karna kaget, tapi sudah diusir kok"


"Really, kau tidak bohongkan?" Tanya jason memecingkan matanya penuh selidik


"Tidak kok, mana mungkin aku bohong padamu. Emm.... sudahlah, ayo kita makan. Pasti mamaku sudah manggil bukan? Ayo!!" Ucap keisya mengandeng tangan jason membawa menuruni anak tangga menuju ruang makan sekaligus menghindari dari sikap intruksinya nanti


"Eh, kalian sudah datang, ayo makan" ajak mama keisya


Ibu keisya, keisya dan jason pun menikmati makan siang dengan keheningan. Sekali jason mempuji masakan buatan ibu keisya dan ibunya hanya merespon berkekek pelan. Sedangkan keisya hanya tersenyum getir larut dalam pikirannya dan menimbang-nimbang, apakah ia harus menanyakan hal itu kepada mereka berdua karna dia penasaran sekarang?


"Mah, jason" panggil keisya kepada mereka berdua. Membuat mereka menolek kepadanya


"Iya. Kenapa sayang? Apa masakan mama tidak enak?" Tanya adelia


"Ga kok mah, ada yang keisya tanyakan?" Ucap keisya memasang wajah serius


"What do you ask?" Tanya jason penasaran seraya meneguh segelas air putihnya lalu menatap serius


"Siapa geng glader dan radit itu?"


Sukses bikin jason dan adelia saling lirik dan menghentikan acara makan mereka berdua.


Raut wajah mereka langsung berubah traktis ketika keisya mempertanyakan hal itu. Keisya memecingkan mata curiga akan berubahan itu


"Kenapa kau bertanya hal itu?Is there something going on in your school?" Tanya jason penasaran


"Aku...." ucap keisya kalimat terlelan, ia menggaruk tengkuk yang tidak gatal


"Keis, katakan saja padaku apa sebenarnya terjadi disekolahmu? Aku yakin pasti ada sesuatu disanakan? Dan aku yakin kau tadi bukan teriak karna kecoak karna kepalamu sakit lagi?" Tanya jason penuh selidik


"Iya, sayang. Katakan pada mama sayang? Apa terjadi? Dan kenapa pas pulang sekolah, kenapa pakaian seragammu kotor? Ada apa?" Tambah adelia


"Whatt? Seragammu kotormu kotor keis?" Ucap jason terkejut kini tatapannya berubah menjadi tajam meminta penjelasan


Keisya menghela nafas panjang, mengerutuki dirinya yang bodohnya ia menanyakan hal itu dan merasa harus bilang kepada mereka berdua.


"Tadi pagi disekolah, Pada jam istirahat ada segomborolan pria dan wanita marah kepadaku, mereka marah karna aku duduk dimeja mereka tanpa izin, dan aku tidak tahu itu. Mereka juga menghina dan mencaci nama geng glader, aku bingung dengan penghinaan itu dan bilang kalau aku pengkianat, padahal aku tidak mengenal mereka. Dan juga ada seorang pria yang tiba-tiba datang memelukku dan yang ngaku-ngaku tunanganku, tak salah namanya radit"


jason dan adelia terdiam mendengar penjelasan keisya. Mereka berdua saling lirik tampak raut wajah khawatir tertera disana


"Lalu kenapa baju kamu tadi kotor begitu?" Tanya adelia penasaran sekaligus khawatir


"kalau itu...."


"Jangan bilang kalau mereka menindasmu dan you did not reply?" tembak jason menatap keisya tajam


Keisya menelan ludah pahit. Mau tak mau keisya mengangguk lemah seolah memberikan jawabannya membuat jason mengepal tangan kuat-kuat dan mengetarkan giginya kesal


"Damn it, what do they want?!" cerutu jason membanting sendok kesal membuat keisya mengenyitkan dahinya bingung


"kenapa kau kesal begitu? Kau kenal mereka?" Tanya keisya


"Benarkah? Kau tidak bohongkan?" Tanya keisya penuh selidik. Ia merasa kalau jason menyembuyikan sesuatu darinya


Jason terdiam. Menatap keisya datar, tak lama ia menghela nafas panjang, tangannya tegulur menarik keisya lalu mengenggamnya erat dan memasang wajah serius


"Keis, Listen to me. Apapun yang mereka katakan, menghinamu, menjelekkan, mencacimu atau apapun itu jangan pernah kau pedulikan, jangan pernah kau hiraukan. Karna semua perkataan mereka hanya omong kosong, mereka ingin menghancurkanmu dan memmanfaatkanmu disaatmu seperti ini"


"Dan juga jika mereka berbuat jahat padamu, melakukan hal buruk padamu. kau tidak boleh diam saja, kau harus membalasnya karna kau bukan orang yang lemah Melainkan orang yang kuat pantang menyerah dalam kondisi apapun, mengerti!!!"


Keisya terdiam. Mengcerna perkataan jason dibenak kepalanya, Mau tidak mau ia mengangguk singkat mengiyakan perkataannya meski kalimat terakhir belum ia mengerti


"Kau bukan orang yang lemah melainkan orang yang kuat pantang menyerah dalam kondisi apapun itu"


"Apa maksudnya perkataan jason itu? memang Seperti apa dirinya sebenarnya?" Batin keisya bingung


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Tidak menerima balasan dendam atas tasya lakukan kepada keisya waktu itu dan juga mengingat keisya seorang sendiri tidak ada orang yang membelanya saat ini, membuat geng power geger melancarkan aksinya untuk menindas atau membully keisha setiap saat


Keisya pun baru tahu ternyata mereka adalah geng power, geng paling ditakuti di sekolahnya. Mengingat itu ia diam saja menuruti kemauan mereka tanpa berkata karna ia takut dan jika ia tidak tahu cara membalasnya atau malah mereka makin menjadi-jadi.


Seperti sekarang ini. Mereka menyuruh keisha mengambil makanan siang mereka dengan nampan yang berukuran besar yang hanya mulai berisi 3 piring makanan, dengan gilanya mereka menyuruh keisya meletakan nampan yang berukuran besar itu dengan 5 piring makanan dengan satu kali balik


Keisya tentu saja menurutinya tanpa banyak perkataan jika tidak ia sendiri akan mendapatkan segala caci-makian dari mereka dan akan makin membully habis-habisan. Keisya menggaruk tengkuknya bingung


Didepan meja penjual nasi goreng, Berpikir bagaimana caranya melakukan perintah gila mereka itu?


"Hey, lama banget si lo. Cepatan!!!"


Sebuah teriakan membuat keisha menghela nafas panjang, mencoba untuk bersabar oleh tindakan mereka. ia pun mengangkat nampan yang berisi 5 piring itu dengan 3 buah dibawah diapit dengan 2 buah di atas dengan hati-hati, berharap agar makanan itu tidak tumbah jatuh ia lantai, perlahan-lahan ia menglangkah kaki menuju meja mereka dengan berhati-hati pula, seakan mengerahkan seluruh hidupnya pada nampan itu.


PRANG


Sungguh, kesialan datang lagi kepada keisha hari ini. Ketika makanan itu Hampir saja sampai di meja mereka, nasi goreng itu dengan tanpa dosanya sudah mengotori seragam tasya dan devan kalau keisya tidak kehilangan keseimbangan dalam membawa nasi goreng itu. Dan juga membuat semua orang yang berada di kantin beralih ke arahnya


"KEISHA" teriak mereka murka


"Sialan. Apa-apain lo hah!! Lo sengaja bikin baju kotor gini hah!! " cerutu devan murka


"Iya, lo tahu ga seragam gue ini mahal harganya karna dibuat khusus, dibandingkan seragam lo yang murahan itu" cerutu tasya kesal


"Maafkan aku, aku ga sengaja" ucap keisya geleng-geleng cepat dengan wajah bersalah


"Bodo, permintaan maaf lo itu"


Ucap tasya kesal. Tangannya lalu mengenggam segelas jus jeruk berniat menyiram jus itu ke wajah keisya tapi....


Byurrr


Dengan cepat seseorang mengambil alih genggaman jus jeruk itu dan dengan cepat menyiram kepala tasya sendiri. keisya yang melihat itu sukses bikin matanya terblalakan melebar dan menutup mulut dengan tangan, tidak percaya apa yang ia lihat


"David!!!" Teriak tasya histeris jiprakan jus jeruk mengenai kepala mengalir ke seluruh tubuhnya membuat tubuhnya menjadi lengket akan jus jeruk Dan plus noda nasi goreng mengotori seragam.


"apa?! Lo mau menindas gue juga" ucap david dingin dengan tatap tajam ke arah tasya, Lalu tatapan beralih menatap satu-persatu anggota geng power dengan tatapan pembunuh


"Gue peringatan kepada lo semua. Mulai sekarang, jangan pernah kalian ganggu, menindas atau membully keisha lagi karna gue pastikan lo semua akan habis sama gue, ngerti!!"ucap david memberi ancaman Senaya menatap tajam kepada mereka.


Lalu tatapan tajam david beralih ke keisya menatapnya lembut tangan terulur untuk mengenggam tangan keisya erat. Keisya mendongak terkejut akan sentuhan itu dan menatap pria yang mengenggam tangannya itu bingung


"Ayo keis, kita pergi dari sini"


Keisya mengenyitkan dahinya dalam menatap pria yang mengenggam tangannya dengan tatapan bingung. Pria itu membawanya keluar area kantin menuju taman sekolah yang secara kebetulan sepi tidak banyak murid-murid yang berlalu-ilalang disana


Mereka berdua sama-sama saling berhenti dan genggaman david telah terlepas begitu saja. saling menghadap dan menatap satu sama lain dalam diam. David yang menatap keisya dengan penuh arti, sedangkan keisya masih tatapan bingung kepada david.


David menghela nafas berat, merasa jengah terdiam mereka berdua saat ini dan juga suasana yang cangrung


"Keis, lo kenapa sebenarnya? kenapa lo jadi begini sekarang? Kenapa lo diam saja saat mereka memperlakukan lo seperti itu? menindas dan membully lo habis-habis, tidak membalas mereka? Hah!!! Kenapa? ini bukan seperti dirimu keis?" Celoteh david melipat tangan didepan dadanya dan geleng-geleng kepala tidak percaya


Keisya terdiam. mengenyitkan dahinya makin dalam, tidak mengerti dengan perkataan pria itu


"Keis, kenapa lo diam saja? Ada apa dengan lo saat...."


"sebenarnya kau siapa? Kenapa kau menolongku tadi? Apakah aku mengenalimu?"


David terdiam sejenak. Alis terangkat menatap keisya heran


"Apa maksud lo keis? Bagaimana bisa lo ga kenal gue? Lo jangan bercanda sekarang, ini tidak lucu!!"


"Bercanda apa maksud kau? Aku


Sungguh-sungguh tidak mengenalimu? Lagipula aku saja baru bicara padamu untuk pertama kalinya"


"Bicara pertama kalinya?"  ulang david lalu tertawa sumbang


"Keis, ayolah. Lo jangan bercanda saat ini. Ini sama sekali ga lucu. bagaimana lo bilang kalau kita baru bicara pertama kalinya? ohh....  atau mungkin maksud lo itu.... ini pertama kalinya kita bicara lagi setelah lama kita saling bicara satu sama lain, tidak saling sapa lain. Kalau itu yang lo bilang, maafin gue keis, gue ga bermaksud untuk melakukan itu keis, gue hanya....."


"Sebenarnya itu bicara apa sih? Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau bicarakan?" Potong keisya cepat. ia memijip pelipis sejenak, kepala-kepala tiba-tiba mendenyut sakit lagi ketika dirinya menatap orang itu lama "Dan aku tidak bercanda soal ini, aku serius benar-benar tidak mengenalimu?"


David terdiam dan Menatap keisya lama 


"oh yaa, aku berterima kasih karna kau telah menolongku. Tapi sebaiknya kau jangan ulangi lagi yaa, karna aku tidak ingin


Kau terlibat oleh mereka yang seperti itu. Kalau begitu, saja permisi. Sekali lagi, makasih"


Keisya mengakhiri pembicaraan dengan senyuman kepada david, setelah ia berlalu meninggalkan david yang masih kebinggunan


"Sebenarnya apa yang terjadi pada lo keis?" batin david penasaran


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Hari minggu. Pukul 13.30 wib


Sudah menjadi kebiasaan geng glader berkumpul di rumah salah satu diantara mereka, lebih tepatnya di rumah digo, di ruang tengah rumahnya. Ada-ada saja mereka lakukan di rumah itu untuk melepas kesibukan mereka dalam belajar. Seperti saat ini: louis dengan digo sedang adu main PS. ditonton oleh rio, aldo. shiren dan cindy sedang menghias kuku bersama nayla.


Sedangkan david. Sedang menatap kosong ke arah kamar seseorang atau lebih tetapnya kamar keisya yang sudah lama kosong. dirinya sempat masuk ke kamarnya itu untuk melihat dan mengobati hati yang sedang merindukannya saat ini,


Kerinduan kepada gadis itu yang semakin dalam berganti dengan rasa penasaran dan begitu banyak hal yang tanya dibenak kepala tentang gadis itu saat ini.


kenapa dia tidak tinggal lagi dirumahnya? Kenapa gadis itu tidak tiba-tiba tidak mengenalnya waktu itu? Kenapa dia tidak membalas saat geng power menindas atau membullynya akhir-akhir ini? Dan masih banyak lagi pertanyaan dibenak kepalanya saat ini


Ia merasa ada yang tidak beres dengan diri keisya saat ini. Meskipun ia mengenal tidak terlalu dalam, tapi ia tahu seperti apa dirinya, kapan dia marah? Kapan dia bercanda? Kapan dia serius? Ataupun ada masalah?


Dan sekarang ia bingung dengan sikap waktu yang tiba-tiba tidak mengenalnya? Bahkan dia bicara padanya seperti orang asing? Kecuali jika gadis itu.....


Tidak. Tidak. David geleng-geleng kepala cepat saat pikiran buruk mulai menghampiri benak kepalanya


"Dav, lo kenapa kok geleng-geleng kepala gitu. Obat lo habis yaa, perlu gue beliin" ledek aldo


"Sialan lo, lo pikir gue gila" cerutu david kesal


"Hehehe siapa tahu gitu" kekek aldo pelan


David pun makin kesal. Tangannya melempar aldo dengan bantal sofa dan melotot kesal kepadanya. Aldo dengan sigap menangkap lemparan bantal yang hampir mengenai kepalanya lalu tertawa terpingkal-pingkal


Brumm.... Brumm


David terdiam sejenak. Samar-samar ia Mendengar suara motor yang sangat ia kenali. ia pun bangkit menyibak jorden jendela untuk melihat siapa yang datang


"Hazel?!"


Matanya melotot kaget. Mendapati hazel sedang berbincang- bincang dengan arka yang kebetulan sedang mencuci mobilnya di luar perkarangan rumah, terlihat hazel menyerahkan sebuah kunci motor kepada arka. david terblalakan kaget lagi melihat motor keisya ada disana karna sempat motor keisha juga menghilang selama keisha menghilang waktu itu dan baru sekarang ia lihat kembali


Tunggu...!!! bagaimana bisa motor keisya baru kembali sekarang dan kenapa hazel menyerahkan motor keisya kepada arka? Apa jangan jangan....


Dengan cepat david berlari keluar rumah digo tanpa mempedulikan tatapan heran dari sahabatnya


"Ahh, sial. Tuh anak udah pergi lagi" cerutu david melihat hazel memasuki mobilnya dan melaju pergi


tatapan pun beralih ke arka yang sedang mencuci mobilnya


"Eh, arka. ngapain hazel kesini?"


Arka melirik sejenak ke arah david sebelum melanjutkan lagi sibuk mencuci mobilnya


"Dia habis balikin motor keisya yang sempat rusak dan masuk bengkel waktu itu"


"rusak? Masuk bengkel? Kenapa?" Tanya david penasaran


Arka hanya mengangkat bahu acuh bertanda tidak tahu. David mendengus, tanpa pikir panjang ia pun menghampiri motornya untuk segera menyusul hazel berharap ia tidak kehilangan jejak. Tak tahu kenapa ia merasa semuanya ini ada hubungan dengan hazel


"eh, tuh kenapa pergi aja? Kemana?" Tanya aldo tiba-tiba sudah ada di samping arka dan juga rio


"Ntah lah, gue juga ga tahu" ucap arka cuek


"memang ngapain david sama lo?" Tanya rio


"Ohh itu. Tadi sih dia tanya ngapain hazel kesini, terus gue jawab kalau dia kemari balikin motor keisya yang sempat masuk bengkel, tuh" jelas arka menunjuk motor keisya dengan dagunya


"Hah, hazel?!"


Rio dan aldo sama terkejut. Mereka berdua lantas saling pandang, bercakap-cakap lewat tatapan mata masing-masing.


Detik kemudian rio dan aldo pun kembali masuk ke dalam rumah. Beberapa menit kemudian mereka berdua keluar dengan sudah mengenakan jaket mereka disusul oleh digo dan louis serta pacar dari mereka shiren dan cindy.


Mereka semua tampak terburu-buru dan wajah mereka sulit ia artikan. Arka sempat bertanya kepada mereka, ada apa?


Karna melihat gerak-gerik aneh dari mereka setelah salah satu dari mereka mengetahui kalau hazel datang untuk mengambilkan motor keisya. Dan mereka malah melongos pergi membubarkan diri dari rumahnya


"Sebenarnya ada apa dengan mereka sih? Aneh" batin arka heran


...♥️♥️♥️♥️♥️...


David kalut. Ia mengendarai motornya dengan kepala di balik helm berwarna merah terus saja melirik ke kanan dan ke kiri Berharap menemukan mobil yang ia cari terlelip di tengah kemacetan di ibukota


pria itu mengnafas lega akhirnya menemukan mobil ia cari, Dengan cepat ia melaju kecepatan motornya dan mengikuti mobil itu hingga ke jalan yang sepi.


Setelah menemukan tetap yang sepi, ia mulai menyamakan laju mobil itu, lalu kemudian menoleh untuk melihat siapa yang berada dalam mobil yang ternyata hazel dan kevin dan tanpa berpikir panjang, ia menambah laju motornya dan berbelok tajam untuk menghalangi mobil itu hingga suara decitan begitu memekakan


David langsung turun dari motor. berjalan cepat menuju mobil dan mengedor-ngedor kaca jendela keras karna seperti si penumpang masih enggan menemuinya


"Lo, apa-apaan sih. ngedor-ngedor pintu kaca mobil gue, nanti kalau pecah gimana, lo mau ganti?"ucap hazel mendengus kesal. setelah membuka kaca mobilnya dan melotot kesal kearah david. Masih enggan keluar menghadapi david


"Iya. Untung saja aku rem mendadak tadi, kalau tidak mungkin aku bicara pada mayat sekarang" cibir kevin sadis


David memutar bola matanya malas lalu


"bodo"


Katanya cuek lalu menatap hazel inters "dimana keis?" Tanyanya tanpa basa basi


Hazel dan kevin terdiam sejenak dan saling lirik. Lalu tatapan hazel beralih ke david yang masih menunggu jawaban darinya dan Menatapnya sidis


"Untuk apa lo tanya keberadaannya? Bukankah lo ga peduli padanya lagi" ucap hazel sinis


Sukses bikin david terdiam dan kepala menunduk dalam kebawah seolah membenarkan perkataannya


"Ga bisa jawab kan lo?" Ucap hazel tersenyum miris "jadi ga usah cari-cari dia lagi, ngerti!!!"


Hazel pun menatap kevin mengodengkan padanya agar segera menjalankan mobilnya lagi namun....


"Hazel tunggu!!!"


Dengan cepat david berlari ke mobil itu untuk menghentikannya lagi. Menghadang agar tidak pergi karna ia butuh penjelasan darinya


"Lo mau apa lagi sih, hah!!!" Ucap hazel akhirnya turun dari mobilnya, menghampiri dan menatapnya geram.


"Gue mohon zel, katakan dimana keisya? Gue ingin menemui dia" Ucap david lemah


"Untuk apa kau tanya keberadaannya dav?" tanya kevin heran senaya keluar dari dalam mobil, dengan kedua tangan terlipat didepan dada seraya menatap david datar serta pantatnya ia sandarkan ke kap mobil "bukankah kau sudah bertemu dengannya di sekolah bersamamu?"


"Iya lo benar vin" lirik david lemah. Ia menunduk "gue merasa ada aneh pada dirinya saat ini. gue akan mencari tahu itu?"


Kepala mendongak. Menatap hazel datar penuh dakwa "dan gue yakin, Lo pasti ada hubungannya zel"


Hazel terdiam. Ia membuang muka menghindari tatapan david darinya "sorry, gue tidak tahu apapun tentangnya" dustanya


David tertawa sumbang. Lalu tawa berhenti menatap tajam hazel "ohh yaa, bagaimana lo tidak tahu apapun tentangnya? Beberapa menit yang lalu, lo baru saja mengembalikan motornya yang lo bilang pada arka masuk bengkel. Gue yakin, pasti ada sesuatu padanya saat dia menghilang 2 minggu yang lalu. Dan lo pasti tahu itu? Jadi katakanlah, sebelum kesabaran gue habis"


hazel terdiam. Ia lalu menatap david datar dan tersenyum sidis


"Kesabaran lo habis? Lo mau nonjok gue" ucap hazel menunjukan pipi kanan "nih tonjok aja sekalian"


Tangan david mengepal kuat-kuat dan menatap hazel jerah. Muak dengan berbasi-basinya saat ini, detik kemudian ia menghela nafas berat mencoba untuk bersabarnya mengnanggapinya


"Waw...waw lo bawa rombongan untuk ngeroyok gue rupanya" ucap hazel tiba-tiba tepuk tangan tangan girang. Lalu tertawa miris


dahi david berkerut dalam. lalu detik kemudian ia sadar perkataan bukan tertuju padanya, ia melainkan ke arah belakang punggungnya dan ia langsung menoleh kaget mendapati digo, louis, rio, aldo, shiren dan cindy berjalan menghampiri dengan tatapan...entahlah?


"Sudahlah, zel. Jawab saja bertanya david? Dimana keisya? Tidak ada guna perang dingin seperti ini" ucap rio tiba-tiba ia sudah mulai muak dengan bertemanan dengan hazel yang masih perang dingin


"benar, tidak gunanya kita seperti ini terus. Tok... bukankah bangkai yang busuk yang terkubur akan tercium juga bukan? Jadi katankanlah, dimana keisya? Sebenarnya kami...." ucap louis terdiam sesaat menunduk dalam. Nafas tersengat ada rasa sakit dihatinya dan ia tahu itu, lalu mendongak


"kami ingin memperbaiki semua kekacauan ini, kami merasa ada janggal dengan masalah ini dan kami harus mencari kejanggalan itu" jelas louis di angguki oleh david, rio, aldo, digo dan shiren. Sedangkan cindy tampak ragu-ragu dia mengangguknya


"Ohh, jadi kalian sudah berpikir dewasa rupanya?" Cibir kevin diam-diam ia tersenyum lega


Karna sebenarnya dia tahu didalam hati kecil mereka masih terselip kepedulian terhadap keisya sendiri. Hanya saja sikap egois dan harga diri mengurung mereka untuk tidak peduli pada sahabatnya dekat mereka sendiri


"Dan lo gimana cin. seperti gue ga yakin lo masih peduli terhadap keisha?" tanya kevin  menatap cindy heran penuh selidik


Cindy membuang muka. Menghindari tatapan kevin yang mengintroksinya lalu menjawab lirik "terserah lo bilang apa? Gue....ikut-ikut aja"


"Kau serius cin? Tidak dari hati kau sendiri?" Ledek kevin. Membuat cindy melotot ke arahnya.


"Oke, kalau itu keinginan kalian. kita ke markas kalian sekarang, kita bicara disana saja" ucap kevin membuat mereka menatapnya bingung


"KEVIN" tegur hazel menatap kevin tajam


"Apa!?" Saut kevin dingin


"Kau ingin menutupi dari mereka lagi? sampai kapan, hah!!! Sampai masalah ini makin rumit iya!!"


Nafas kevin memburu dan tangannya mengepal kuat-kuat, Merasa muak dengan semua masalah yang tak kunjung selesainya, perang dingin diantara mereka tak kunjung berhenti. Dia ingin masalah selesai sebelum mereka menghadapi kenyataan pahit si pemeran utama, keisya. nantinya


Ia menunduk dan menghela nafas panjang berusaha mengatur emosi lalu menepuk pundak hazel pelan


"Zel, aku tahu apa yang kau rasakan saat ini, Kau masih marah dan kecewa pada mereka. Tapi mereka berhak tahu, mereka berhak memperbaiki semua ini. kesalahpahaman ini harus di tuntas sebelum ada memaafkannya keadaaan ini nanti. kau mengertikan maksudku!!"


Hazel terdiam. Perkataan kevin sukses tergirang di benak kepalanya hingga ternohok di hati kecilnya. Namun lama-kelamaan ia menghela nafas panjang dan mengangguk lemah


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Semua masalah jika dibiarkan akan makin runyam atau rumit, sulit diselesaikan jika di pihak tidak mau berusaha untuk menyelesaikannya dan hati tidak menjadi tenang, terus saja gelisah. Begitupun sebaliknya


Begitu pula dialami geng glader,


Sebuah nama geng atau kelompok persahabatan mereka yang tak tahu apakah masih atau tidak karna mengingat si anggota lagi perang dingin sama si ketua yang tak kunjung terselesaikan, Si ketua lebih tepat orang paling berpikiran dewasa diantara mereka itu.


mereka ingin menyelesaikan masalah ini karna mereka merasa ada kejanggalan dari semua ini dan mereka harus menuntaskan sekarang juga


Dan disini mereka sekarang duduk melingkar di sebuah markas yang kini sangat jarang ditempati. Duduk santai dengan wajah sulit diartikan serta tatapan interupsi kepada seseorang dakwa di tengah-tengah mereka


Hazel menghela nafas panjang dan menatap mereka satu-satunya jengah dengan tatapan mereka


"Oke, gue akan bicarakan pada kalian sekarang" ucap hazel terdiam sekilas untuk mengatur nafasnya kembali


"Kalau keisya....."


"Tidak ada yang boleh kasih tahu tentang keisya kepada siapapun itu"


Semua langsung menoleh ke arah arah dan terkejut tidak percaya mendapati seorang pria bule tinggi yang berdiri cool di pintu markas


"Jason?!" Ucap mereka kaget kecuali kevin dan hazel


"Waw, waw, aku tidak menyangka kalian masih mengenaliku" ucap jason tersenyum namun mereka tidak tahu ada 'sesuatu' dibalik senyuman itu "Nice to meet you all"


"Jason. Lo kok disini? Sejak kapan lo balik ke indonesia?" Ucap digo berdecak pinggang lalu geleng-geleng kepala tidak percaya melihat kakak sepupunya berada disini


"Why? Kau tidak suka aku berada disini lagi?" ucap jason meledek digo membuat digo memutar bola matanya malas


"Lalu....apa maksud kau jason? Tidak boleh ada tahu tentang keisya saat ini?"


Suasana yang terkejutkan karna kehadiran jason tiba-tiba kini mencengkram kembali ketika david mengutarakan maksud perkataan jason tadi.


"Apa kau juga tahu tentang keisha dan dimana dia? Aku yakin kau juga mengrahasiakan tentang keisya kepada kami bukan. Mengingat kalau kau diam-diam mengawasi keisya dan digo?" Ucap david menatap jason penuh selidik


David dari awal mulai sudah curiga ketika melihat kehadiran jason tiba-tiba di markas membuat semuanya kaget dan ia sempat melirik hazel dan kevin. Mereka berdua tidak tampak kaget sama sekali seolah ia mereka sudah tahu jason akan kehadirannya dan ia tambah curiga ketika jason tampak tidak ingin mengungkapkan tentang keisya.


"Iya, david benar. Seperti lo tahu tentang keisya? Ada apa?" Tanya digo melipat tangan di dada menatap tajam jason dan penuh tanya.


"tidak ada apa pun kok" ucap jason santai membuat mereka makin curiga


Jason pun mengangkat bahu acuh. Ia pun menghampiri hazel dan mencengal tangan seraya melempar dengan tatapan pembunuh


"ayo, zel. ikut aku" ucap jason lantang lalu menatap kevin dengan tatapan pembunuh pula "kau juga, vin"


Kevin dan hazel menghela nafas berat mau tak mau menuruti perkataan jason sebelum mendapatkan ancaman kembali Namun beberapa langkah ia membawa mereka bertiga keluar menghindar dari mereka tiba-tiba aldo dan louis menghalangi jalannya


"Tidak. Gue ga akan izinkan lo pada pergi, kami butuh penjelasan kalian?" Tegas louis


"Dan kau kenapa menghalangi hazel bicara tentang keisya pada kami? Seperti kau tidak suka kami tahu tentang keisya?" ucap aldo menyindir jason seraya melempar tatapan tajam kepada pria itu


"Iya, jason. Katakalah apa terjadi pada keisha saat ini dan dimana dia?" Desah digo mulai geram


"Iya, kalian benar aku, kevin dan hazel tahu memang tahu apa yang terjadi pada keisya dan dimana dia" Ucap jason tersenyum sinis lalu menatap mereka tajam satu-persatu


"DAN AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN KALIAN CARI TAHU TENTANGNYA DAN DEKAT DENGANNYA LAGI!!!" teriaknya lantang


BUG


Mereka melongo dan terkejut melihat kejadian yang mereka duga bakal terjadi. beberapa detik yang lalu, digo baru saja menglayangkan tangan untuk memukul wajah jason keras membuat jason terhuyung ke belakang


"Waw. Waw.... pukulan boleh juga" ucap jason takjup lalu tersenyum sidis. Ujung jarinya menghapus sudut bibir yang keluar sedikit darah dan menatap si pelaku tajam "Kau sudah berani kepadaku sekarang, hah!!!" Teriak jason


"Persetan dengan itu semua. Gue ga peduli" teriak digo murka dengan kedua tangan terkepal erat dan raut mengeras, nafasnya sedikit terengah karna amarah yang sudah mulai meledak terhadap kakak sepupunya itu


"Dulu keisya yang mengkhanati gue, tidak menghormati gue sebagai sepupunya akan hal tunangannya terjadi" uca digo lalu tangan menunjuk jason murka "dan sekarang lo, kakak sepupu gue yang sudah gue anggap kakak kandung gue sendiri. Ternyata lo juga mengkhanati gue diam-diam, hah!!!


"Lalu kau menyalahkan aku juga" ucap jason berdecak sidis seraya menunjuk dirinya sendiri


"Lalu bagaimana kau dan kalian semua, hah!!!" Ucap jason murka dan tangannya kanannya tegulur menunjuk mereka satu-persatu dengan tatapan tajam "yang sudah menyebabkan keisya kecelakaan dan amesia. Sialan"


"Apa?!"


Mereka semua terkejut dan melotot tak percaya mendengar perkataan jason yang tak terduga dan menghiraukan makian darinya


"Kece..la..kaan? Ame...sia?" ucap david terbata-bata. Ucapan bahkan tidak lancar karna mendengar wanita yang dicintai yang tak ia duga lalu geleng-geleng kepala tidak percaya "Tidak, itu ga mungkin"


"Iya, itu tidak mungkin. Bagaimana bisa...." bahkan aldo tidak sanggup mengatakan apa-apa lagi, ia mengusap wajahnya kasar. Lalu menatap lurus hazel "Zel, katakan yang sebenarnya, jason bohongkan? Ini tidak benarkan"


Hazel terdiam. Lama-kelamaan ia mengangguk lemah seolah membenarkan perkataan jason


"Zel, jelaskan kami sekarang? Bagaimana itu bisa terjadi?" Tanya shiren serak dengan mata sudah berkaca-kaca. Ada perasaan bersalah dihatinya


Hazel terdiam sejenak. Ia pun melirik jason menatapnya seolah berkata 'apa dia harus cerita' dan jason hanya mengrespon dengan berbuang muka, enggan menjawabnya karna dirinya masih terbalut emosi. Hazel  menunduk dalam lalu menghela nafas panjang memutuskan akan menceritakan kepada mereka semua tanpa harus ditutupi lagi agar masalah ini selesai dan menghadapi kenyataan pahit lainnya


"Keisya....."