Dear keisha

Dear keisha
PART 57



David mengenakan tonsedo yang sangat pas ditubuhnya seraya berdiri didepan cermin dalam kamarnya, ia berkecak saat melihat dirinya yang terlihat sangat menyedihkan dengan mata yang sayut, wajah tampan yang tirus dan tubuhnya kurus


Tanpa sadar ekor matanya menatap kosong sebuah undangan pernikahan. sebuah kartu undangan pernikahan yang diterima dua minggu lalu membuat dirinya terpuruk dan kacau karna melihat nama kartu undangan itu adalah


Raditya Yinjie & keisha adelia wilson


Dalam hati yang selalu berharap kalau calon prianya bukanlah radit melainkan dirinya sendiri yang akan menikah dengan keisha. tapi sebuah itu hanya harapan yang akan membuat keadaanya makin terpuruk lagi


"David"


Sebuah suara lembut lantas membuat david menghapus air matanya yang tumpah dengan cepat ia hapus lalu berbalik untuk menghadap orang itu dan tersenyum kepadanya


"Iya, kak!!! Ada apa?"


"Kau yakin dav, akan pergi"


David tersenyum seakan tahu kekhawatiran kakaknya itu.


"Iya, kak aku yakin" ucap david mantap "lagipula ini terakhir kali aku berkumpul bersama mereka sebelum aku bertolak belakang pergi ke inggris lusa"


Olivia hanya mendesah lelah, lelah untuk membujuk adiknya untuk tetap tinggal disini tapi apa daya adiknya itu terus saja berbasi keras untuk pergi ke london untuk melanjutkan studinya, padahal ia berharap david memilih di jakarta saja tapi apa daya keputusannya tidak bisa digugat lagi dan mengerti keadaan


Dan bahkan sahabat-sahabat david yang sudah tahu kalau david pergi ke london itu sudah mulai kewalahan membujuknya, membujuknya untuk tetap tinggal. dan memilih mengerti akan perasaan david saat ini


"Oke, baiklah. Kakak izinkan kamu pergi. Tapi kau harus janji kalau kau harus baik-baik saja disana"


David tersenyum dan mengangguk mantap lalu memeluk kakak sekilas sebelum melangkah kakinya keluar rumah untuk menghadiri suatu acara disekolahnya itu


Ovilia hanya menatap punggung adiknya hingga hilang dari pandangan. Dalam hati berdoa dan berharap cemas semoga adiknya itu baik-baik saja disana Karna ia tahu kalau adiknya ini sangat terpukul dan kacau karna kisah cinta yang akan pergi


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Disebuah hotel berbintang lima, terdapatlah pesta yang saat mewah dengan suasana glamor dan elegan yang memanjakan mata. Pesta ini diadakan karna acara from night siswa-siswi kelas tiga akhir tahun belajar mereka setelah mereka semua dinyatakan lulus 100. Maka dari itu pihak sekolah mengadakan pesta perpisahhan untuk merayakan kemenangan untuk mereka itu


David baru saja baru masuk ke dalam balldrom hotel membuat semua matanya tertuju padanya atau lebih tepat kepada para cewek-cewek menatap dengan tatapan terpuja, walaupun kondisi menyedihkan tapi persona ketampanan belum pudar sedikitpun


"Gue, pikir lo ga datang dav?"


David tersenyum kepada segorombolan sahabat-sahabat yang sepertinya menunggu kedatangannya Dan ia pun bertos ria menyapa mereka


"Gue ga mungkin seacara meriah begini" canda david membuat mereka berkekeh pelan


"ohh yaa digo mana? Kok ga ada diantara kalian?" Tanya david heran saat tidak menyadari anak itu


"Yaa, elah dav. lo ga tahu tuh anak kemana?" sindir louis


"Yaa, ketemu ceweknya siapa lagi? Lo kan tahu siapa bintang tamu di acara kita ini?" Jawab cindy


David hanya tersenyum dan mengangguk singkat seolah paham maksud mereka. mereka tahu kalau digo sudah mulai serius dengan pasangannya atau lebih tepatnya serius dengan mantannya yang pertama yaitu prilly. kabarnya mereka sudah kembali bersatu dan membuat para sahabat bahagia karna akhirnya digo menemukan kebahagian sendiri


"Gue ga nyaka tuh anak bisa serius juga sama cewek" ucap rio tersenyum


"Iya, kita jadi bahagia lihatnya deh" ucap shiren


"Mudah-mudahan kali ini digo benar-benar serius sama ceweknya dan ga sakiti cewek lagi" ucap aldo dan mereka mengangguk setuju


"Dan gimana dengan lo dav?"


Perkataan rio membuat mata mereka tertuju pada david menatap dengan tatapan sulit diartikan dan david hanya memutar bola matanya malas


"Apaan sih kalian? Gue baik-baik saja" ucap david risih melihat tatapan mereka


"Iya dav, kita tahu. Tapi ga gini caranya lo melarikan diri ke inggris dengan alasan melanjutkan studi belajar lo. Kan bisa kesini juga bareng kita di jakarta" jelas shiren


"Benar kata cindy. Lo ga perlu lari segala, ada kita kok yang bisa bantu lo. Lagian keisha belum tentu juga ada disini. Kita kan tahu besok hari pernikahan dan otomatis dia akan mengikuti suaminya nanti, jadi lo ga perlu lari lagi ke ke luar negeri, lo kuliah di jakarta aja yaa!!!" Ucap cindy dan mereka mengangguk setuju


"Gue juga mau itu cin, tapi yaa gue harus berbuat apa? Gue sudah terdaftar disana untuk menjadi mahasiswa, kalau gue batalin pasti ada resikonya nanti dan gue harap kalian mengerti keputusan gue" lirik david dan mereka hanya mengangguk singkat


"Hai guyyy"


Sebuah suara lembut perempuan mampu mengalihkan perhatian mereka dari david, sekilas mereka sedikit terkejut tapi cepat-cepat mereka menyadari lalu tersenyum kaku. Sedangkan david, yang sudah hafal dengan suara itu lantas membuang muka mencari hal lain yang mampu menyita perhatian dan menemukan seorang gadis yang ia kenal dengan tangan menglambai ke arahnya


"Guyy, gue ketemu tasya dulu yaa!!!"


Tanpa menunggu jawaban mereka, david langsung melangkah kaki tempat tasya berada dan mereka melihat itu hanya mengangguk pasrah seakan tahu apa yang dilakukan david


"Ciee, calon pengantin baru rupanya datang juga yaa" ucap cindy menggoda radit dan keisha terlihat terlihat salah tingkah karnanya seraya mencairkan suasana yang tiba-tiba cangrung lalu cipika-cipiki dengan keisha


"Apaan sih kau cin, jangan berlebihan" ucap keisha kesal membuat mereka berkekeh pelan


"Iya, keis. Kita kira lo berangkat hari ini karna besok hari pernikahan lo? Tapi kenapa ada disini?" Tanya shiren heran dan mereka mengangguk setuju lalu menatap keisha penuh tanya


"Iya, aku tahu. Aku hanya ingin menghadiri acara ini untuk terakhir kalinya sebelum aku bertolak belakang ke thailand besok" ucap keisha dan mereka mengangguk paham "ohh yaa, kalian pada datangkan besok pernikahan aku?"


Membuat mereka saling lirik seakan bicara lewat tatapan mata mereka


"Maaf keis, sepertinya kita tidak bakal datang" ucap cindy dengan tatapan menyesal


"Kenapa?" Ucap keisha dengan kening berkerut bingung lalu tersenyum "kalian memikirkan penginapan? Kalian tenang saja, aku sudah meminta radit untuk mengurus semuanya, jadi kalian jangan khawatir. Kalian mau yaa, yaa!!" Bujuknya


"Iya, yang katakan keisha memang. Aku sudah menyiapkan tempat penginapan untuk jika kalian ingin menginap nanti di thailand. Jadi kalian datanglah pernikahhan kami" ucap radit tersenyum


"Terima kasih atas tawarannya dit" ucap rio tersenyum kaku "Tapi kami. maaf... kami benar-benar tidak bisa datang kesana karna kami ada urusan kuliah mulai kami urus, jadi maaf sekali lagi, keis. Dit?


"Tapi kalian tenang saja saat resepsi nanti!!! kami bakal datang kok oke!!!" Ucap cindy membujuk keisha agar tidak sedih karna mereka tidak datang ke pernikahan seraya melirik sahabatnya yang lain


"Yaa, kan guyy!!!"


"Iya keis, kalau resepsi itu kami datang dong, jangan khawatir" ucap aldo tersenyum menyakinkan dan keisha dengan radit hanya mengangguk pasrah


"Oke, lah. Kalau itu terputusan kalian, aku tidak keberatan" ucap keisha tersenyum


"Yaa, sudah. Aku dengan keisha pergi dulu, mau ketemu sama yang lain" ucap radit


Mereka mengangguk lalu menatap keisha dan radit dengan tatapan sulit diartikan


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Sementara dibelakang panggung. Digo bersandarkan dirinya di samping ruang tunggu artis pengisi acara ini, senaya melirik jam gugupnya cemas dan gugup.


Bahkan dirinya tidak mempedulikan orang-orang menatap heran dengan apa yang dilakukan disini dan juga dengan tatapan persona para cewek yang melalu ilalang yang melihat penampilan sangat berbeda di sekolah, kini ia mengenakan tensedo yang sangat pas ditubuh sempurnanya serta rambut yang ditata rapi


"Digo"


Suara lembut membuat digo tersenyum lantas berbalik menemukan seorang gadis cantik yang menatapnya dengan terkejut


"Digo? Apa yang kamu lakukan disini?" Ucap wanita itu


"Aku menunggumu" ucap digo menraih tangan prilly "kamu sudah siap?"


"Digo? apa yang kamu lakukan?" Ucap prilly panik ketika digo mengenggam tangannya erat.


Bukannya prilly tidak suka mengenggam tangannya hanya saja ia sadar dengan dirinya itu dan takut jika hal ini akan diketahui semua orang dan bahkan publik juga mengingat statusnya belum diketahui


"Kamu, tenang saja. Tidak ada wartawan disini. Asal kamu tahu, sekolahku melarang keras wartawan datang kesini meski ada artis cantik sepertimu datang kesini. Jadi kamu jangan khawatir, oke" ucap digo menyakinkan kekasihnya


"Kamu yakin"


"Iya" ucap digo mengangguk dan tersenyum seraya menyentuh rambut kekasihnya lembut


"Sekarang kamu ke panggung kan? Aku akan mengantarkan?"


Prilly mengangguk singkat lalu melangkah kakinya mengikuti digo yang sudah berjalan di depannya seraya mengenggam tangannya erat seolah tidak ingin dilepaskan lagi, bahkan mereka Mengabaikan tatapan semua orang yang menatap heran dan horor saat digo mengandeng seorang gadis dengan santainya


Prilly sedikit terkejut dan mengenyitkan dahinya bingung ketika digo yang seharusnya mengantarkannya di belakang Tapi malah mengajak berdiri di atas panggung


Ia sedikit panik saat semua orang yang bersekolah digo menatap mereka berdua dengan tatapan penuh tanya dan berbisik-bisik. Bahkan ada yang terteriak histeris saat digo yang mengandeng tangannya


"Digo, apa yang kamu lakukan?" Panik prilly


Digo hanya tersenyum saja. Lantas ia mengambil mic didepannya dengan santai agar sebuah orang mendengarnya bicara. Ia mendehem pelan seolah menghilangkan rasa gugup saat semua mata tertuju semua


"Selamat malam semuanya!!!!"


Dengan tersenyum digo menyapa semua teman-temannya dan mengabaikan kepanikkan kekasihnya, ia tahu kepanikkan itu mengingat status kekasihnya sekarang.


Hanya saja ia ingin menunjukkan kepada semua orang kepada dunia bahwa ia tak akan lagi bermain-main dengan cewek, tidak akan mempermainkan perasaan cewek lagi karna ia akan mulai serius dengan kekasihnya sekarang ini, cinta pertamanya


"Mungkin kalian menatap kami penuh tanya. mengapa gue berada disini dengan gadis di samping gue? Mungkin kalian berpikir? kalau gue yang kurang hajar dengan mengandeng seorang artis cantik yang bernama prilly lacunsina"


Digo tersenyum lalu memejapnya matanya seolah bersiap diri mendapatkan apapun resikonya jika ia mulai membandung kasih dengan gadisnya yang merupakan artis terkenal bahkan dia sudah berjanji kepada dirinya sendiri kalau ia tak akan melepaskan lagi wanita yang dicintainya


Ia lantas membuka matanya lalu tersenyum kepada perempuan di samping seraya masih mengenggam tangan erat seolah tak ingin dilepaskan lagi dan menatap teman-temannya


"Bahwa gue digo syarief dengan prilly lacunsina ingin menyatakan pada kalian bahwa kami... sudah resmi berpacaran 2 minggu lalu"


"APA?!"


ribuan .orang yang berada di hotel tampak terkejut mendengar pernyataan dan menatap digo tidak percaya, ada yang berbisik-bisik, berteriak histeris dan bahkan ada yang mengejek terang-terang mengingat seperti apa orangnya. Karna semua anak disekolahnya sudah tahu kalau digo di playboy


"Mungkin ada yang kalian berpikir dan khawatir, bagaimana bisa gue berpacarannya atau mungkin ada yang berpikir kalau gue mau numpang tenar"


"Percayalah guyy, kalian semua salah. karna gue akan ingin mengungkapkan pertama kalinya pada kalian untuk pertama kali di depan kalian, bahwa gue memang mulai serius dengan dia dan rela menghadapi resikonya dan gue berjanji diri gue sendiri bahwa gue tak akan menyakiti hati perempuan dan membuatnya bahagia karna dia, seorang prilly lantunsina adalah gadis pertama gue, cinta pertama gue dan selamanya"


Digo lalu melirik orang di samping dengan tulus dan terlihat prilly menatap dengan mata berkaca-kaca terharu mendengar perasaan digo kepada semua orang


"I love you. aku mencintaimu dulu, sekarang dan selamanya" ucap digo tulus


Membuat prilly tersenyum lembut dan mengerat genggamannya itu


"I love you too digo, aku mencintai dulu, sekarang dan selamanya"


Digo tersenyum tulus lalu menarik prilly ke pelukannya sekilas lalu mengecup kening lamanya dan prilly memejapkan matanya menikmati kecupan hangat dari pria cintainya Dan bahkan mereka mengabaikan teriak-teriakan histeris dan sorak-sorak dari teman-teman Sekolahnya


Digo pun melepas kecupan lalu menatap prilly lembut dan prilly membalas senyuman digo kepadanya.


"Aku mau memberi sesuatumu, baby!"


"Apa?"


Digo hanya tersenyum lalu menatap semua orang lagi tapi sebelum itu, tanpa sengaja matanya menatap searah sahabatnya yang lain yang terlihat tersenyum padanya seraya mengangkat jempol mereka seolah bangga padanya


"Oke, guyy. Kali ini gue akan menyanyikan lagu untuk kalian semua. Anggap sajalah kalau gue mau romantis sama pacar gue"


"HUHHH"


digo berkekeh pelan saat mendengar suara sorakan atau ledekkan dari teman-temannya. lalu tak lama alunan lagu mulai bergema di setiap sudut hotel


^^^You're still the one (shania twain)^^^


Looks like me made it


Look how far welve come, my baby


We mighta took the long way


We knew we'd get there someday


They said, i bet they ii never make it


But juss look at us hording on


We're still together, still going stro


Semua orang berteriak histeris dan bertepuk tangan saat mendengar suara digo yang begitu indah dan merdu


You're still the one


You're still the one I run to


The one that I belong to


You're still the one I want for life


You're still the one


You're still the one I dream


You're still the one i kiss good night


Keisha tersenyum senang melihat kebahagiaan sepupunya itu dengan wanita yang dicintainya, di samping tunangannya itu yang lagi memeluk pinggangnya ia provetif. Ia mengenyit dahinya sekilas saat merasa ada orang yang memperhatikannya lantas ia menoleh ke orang itu dan menemukan david yang memperhatikan tanpa ia sadari.


Tanpa sadar bibir keisha mengukir sebuah senyuman lembut namun langsung lenyap saat david mengalihkan perhatian darinya dan mampu hatinya keisha yang yang sakit disana


Keisha pun mengalihkan perhatian ke arah digo lagi tapi berhenti saat menemukan sesosok yang sangat ia kenal yang berdiri antara dikerumunan yang menyaksikan digo bernyanyi, ia sedikit terkejut melihat sesosok itu


"Mama"


"Mama?" Ucap radit yang sepertinya mendengar gumaan tunangannya lalu pandangan mengedar "Mama adriana ada disini? Dimana?"


"Ohh tidak, kok. Aku sepertinya salah orang"


Radit mengangguk singkat lalu menyaksikan adegan nyanyian digo lagi seraya mengeratkan pelukan di pinggang keisha lembut


Keisha menghela nafas lega karna tunangan tidak bertanya lagi padanya. Ia lantas mengalihkan pandangan ke sosok ibunya yang masih ada disana yang tersenyum padanya


Keisha mengangkat alisnya heran saat mamanya mengangkat tangan seolah memberi isyarat menuju ke arah belakang balldrom hotel. Ia lantas mengangguk singkat lalu menatap tunangan sebelum mengikuti mamanya yang sudah jalan lebih dulu


"Di, aku pergi ke toilet dulu yaa"


Radit menoleh dan tersenyum


"Aku temani?"


Keisha mengeleng-geleng cepat


"Tidak usah, aku bisa sendiri. Aku tak akan lama kok"


"Oke, berhati-hatilah"


Keisha mengangguk lalu tersenyum melepas genggam dari radit dan berjalan menyusul mamanya


Ain't nothing better


We beat the odds togerher


I'm glad we dign't listen


Look at wnat we would be missin


The said I bet thell never make it


But just look at us holding on


We're still togerher still goin strong


You're still the one I run to


The one that I belong to


You're still the one I want for life


(You still the ont)


You're still......


Suara tepukkan tangan dan sorak-sorak kagum seolah mengakhiri nyanyian digo kepada kekasihnya yang sangat romantis itu


Tapi tanpa mereka sadari ada sesosok pria yang berpakaian serba hitam. Tangan pria ia mengepal kuat-kuat dengan rahang mengeras serta tatapan tajam seakan siap membunuh bagi siapa saja yang sudah merebut miliknya


"Memang kau pikir kau menang digo, tidak sama sekali" ucap pria itu tersenyum licik dan rencana jahat mulai mengrasuki otaknya lalu pergi begitu saja keluar hotel


...♥️♥️♥️♥️♥️...


"Mama, aku menrindukan mama"


Keisha memeluk erat kepada mama seraya mengutarakan kerinduannya itu dan mamanya tersenyum seraya membalas pelukan anaknya itu karna mereka sekarang berada di belakang balldrom hotel


"Mama juga merindukanmu sayang, sangat merindukanmu"


Mereka pun saling mengeratkan pelukannya mereka seolah tak ingin terlepas dengan hal apapun. Setelah itu mereka melepas pelukan mereka, saling melempar sebuah senyuman hangat yang menghiasi wajah mereka


"Bagaimana kabarmu sayang?" Tanya adelia lembut


"Mama bisa lihat sendiri, aku selalu sehat" ucap keisha lembut dan mamanya mengangguk singkat "lalu Mama bagaimana? Mama selalu sehatkan? Minum obatnya lancar?"


"Mama selalu sehat dan kesepian tidak ada kamu" ucap mama cemberut membuat keisha berkekeh pelan "dan allamdulilah, mama selalu lancar minum obatnya


"Syurkulah. Keis tidak ingin mama sakit lagi, keisha sayang mama" ucap keisha tulus


"Iya, mama tahu. Mama juga sangat menyayangimu" ucap adelia tulus membuat keisya ikut tersenyum "ohh yaa, sayang. Apakah besok jadi acara pernikahhanmu"


Keisha mengangguk singkat lalu tersenyum 


"Iya mah, besok hari pernikahhanku. Rencana sih keis mau datang ke rumah sama radit tunanganku, mau minta restu mama sekaligus keis mau perkenalkan radit sama mama. ahh... Mama pasti belum melihat orangnya seperti apa? Jadi keis panggil dia dulu yaa mau ketemu mama, mama tunggu disini yaa!!!"


keisha pun hendak pergi berniat pergi menemui tunangan untuk memperkenalkanya dengan ibu kandungnya Tapi berhenti saat mamanya menahan tangannya


"Tidak perlu sayang. mama sudah tahu seperti apa wajah tunanganmu itu?"


"Apa?!" Ucap keisha terkejut lalu kening berkerut bingung "darimana mama tahu?"


"Digo sudah menceritakan semuanya tentang tunanganmu itu dan menunjukkan fotonya. Mama juga pernah melihatnya waktu itu?"


"Kapan?" Tanya keisha penasaran


"Setelah digo menceritakan mama, mama pun menyelidiki seperti apa tunangan kamu itu dengan mama datang ke sekolah diam-diam. melihat dia mengajar di kelasmu waktu itu, dan ternyata dia pria yang baik, melindungi dan bertanggung jawab"


"Jadi menurut mama bagaimana? apakah mama menrestuiku?" Tanya keisha penuh harap


Adelia terdiam sesaat terlihat sedang berpikir keras. Ia lantas tersenyum lalu meraih tangan anaknya untuk ia genggam erat


"Apapun demi kebahagianmu sayang, mama pasti akan selalu merestuimu, apapun itu" ucap adelia tulus membuat keisha menatap ibunya penuh rasa terima kasih "tapi sayang, bolehnya mama sesuatu padamu?"


Keisha mengangguk mantap


"Apakah kamu mencintai tunanganmu itu?"


Keisha berteguk kaget mendengar pertanyaan dari mamanya itu. Ia lantas terdiam dan menunduk


"Keisha bingung mah"


"Bingung? Kenapa sayang?"


"Keisha......"


"David ternyata kau sudah datang"


Keisha mendongak cepat untuk menatap mamanya dengan pandangan bingung, ia lantas berbalik mengikuti arah pandang mamanya tepat di belakang punggungnya dan terkejut saat menemukan david yang diam terpaku menatapnya


"David, apa yang kau lakukan disini?" Tanya keisha bingung


"Aku....."


Kalimat david tertahan saat matanya bertemu pandang dengan adelia, ia memecingnya matanya curiga saat merasa kalau tante adelia yang mengrencanakan semua ini untuknya dengan keisha. Tapi tante adelia tersenyum penuh arti kepada david seolah tidak terjadi apa-apa sebelum itu


"Mama meminta david kesini sayang?" Ucap adelia


"Maksud mama?" Ucap keisha mengenyit dahinya bingung


"Iya, sayang. mama ingin mau menyelesaikan masalahmu pada david"


"Masalah? Keisha ga ada masalah sama david kok?"


"Memang kalian tidak bermasalah tapi hati kalian yang bermasalah?" ucap adelia membuat keisha dengan mengenyit dahinya bingung "jadi, selesaikanlah masalah hati kalian sebelum kalian menyesal nantinya"


Adelia menatap keisha dan david bergantian seraya tersenyum tulus kepada mereka berdua sebelum melangkah kakinya berlalu pergi meninggalkan mereka dengan wajah kebingungan mereka masing-masing


"Apa kau tahu maksud mama david?" Tanya keisha penasaran


"ntah lah aku tidak tahu" ucap david mengangkat bahunya tidak tahu lalu tatapan teralih ke arah bangku taman balldrom hotel "ayo kita disana!!"


Keisha mengangguk singkat lalu mulai menglangkahkan kakinya Mengikuti langkah david yang sudah lebih dahulu. Tanpa sadar ia tersenyum kecil mengamati punggung lebar david yang menurutnya sangat mempesona


"hah!!! Mempesona?"


dengan cepat-cepat keisha mengeleng-geleng kepala menyingkirkan pikiran tentang david dan berpikir dengan percaya kalau ia sudah punya tunangan dan akan menjadi suaminya besok. Ia tentu saja tidak ingin mengkhianati tunangan yang sudah terlalu baik padanya


Keisha pun duduk di bangku taman lebih tepatnya di samping david dengan cangrung. Entah apa yang terjadi diantara mereka mampu membuat mereka berdua saling mendiam diri dan suasana cangrung mulai menyelimuti mereka berdua


"Bagaimana kabarmu keis?" Ucap david mencairkan suasana dengan menatap ke depan seolah enggan menatap keisha


"Aku baik. Bagaimana denganmu?" Jawab keisha


"Yaa seperti kau lihat?" ucap david menoleh kepada keisha lalu tersenyum getir padanya


"Aku sangat bersyukur, akhirnya kita bisa bicara juga seperti ini lagi?"


Keisha mengerut dahinya bingung, tidak mengerti dengan perkataann david


"Maksud kau?"


"Yaa, kau tahulah keis? Akhir-akhir ini kita tidak pernah sama sekali belum pernah bicara semenjak keluargamu tahu kalau kau amesia dan Tunanganmu menjadi sikap protektif padamu?"


Keisha terdiam lalu mengangguk singkat seolah menyetujui perkataan david


"Dan kau pasti bingung dengan perkataan mamamu kan?" Tanya david dan keisha mengangguk singkat


"Yang dikatakan dengan mamamu memang benar keis.  Kita memang ada masalah? Masalah hati yang belum selesaikan hingga sekarang?"


"Maksud kau...."


CUP


"aku mencintaimu"


Keisha terpejat kaget saat tiba-tiba david menghentikan perkataan dengan mencium bibirnya sekilas dan tidak itu saja, david mengungkapkan perasaan padannya mampu membuat mata berkedap-kedap tidak percaya dan diam membeku


Lantas beberapa detik kemudian keisha akhirnya sadar lalu menatap david dengan tatapan marah


"David, apa yang telah kau lakukan? Kau tahukan kalau aku...."


"Iya, aku tahu kalau kau sudah punya tunangan" potong david cepat lalu menatap keisha sendu "Maka dari itu keis, aku hanya ingin mengungkapnya sebelum terlambat. Aku tahu kalau aku salah dengan mengungkapkan perasaanku kepada orang yang sudah punya orang lain" lirik david yang terdengar pilu


Keisha terdiam. Tak tahu kenapa mendengarkan perkataan david yang terdengar menyedihkan itu mampu meredakan kemarahannya digantikan dengan tatapan sendu


"Tapi kau tenang saja, aku tidak ada niat untuk merebutmu dari tunanganmu sendiri karna besok lusa, lebih tepatnya saat pernikahkanmu nanti. aku akan pergi ke inggris untuk melanjutkan studiku, akan menetap disana dan juga melupakanmu. Jadi maaf, aku sepertinya tidak datang ke pernikahaanmu?"


"Jadi kau tetap pergi ke london dav?" Tanya keisha sendu


"Iya, besok lusa aku akan ke london" ucap david tersenyum getir lalu mengalihkan pandangannya dari keisha


"kau tahu, sahabat-sahabat kita. Rio, digo, louis, kevin, hazel, felix, aldo, cindy dan shiren juga bersedih atas keputusanku agar tidak pergi, tapi aku berbuat apa aku harus tetap pergi. Jadi apa kau juga berniat mencegahku keis?" Ucap david menatap keisha penuh harap


Keisha hanya bisa menunduk merasa enggan menatap mata david akan membuatnya sedih. Dan tak tahu kenapa ada rasa sesak yang menghantam dadanya


"Tidak dav, aku tidak berhak mencegahmu"


David pun langsung membuang muka lalu mendesak kecewa, lebih tepatnya kecewa kepada dirinya sendiri yang terlalu berharap agar keisha mencegah pergi. Tapi semua harapan itu membuat dirinya makin hancur


"Oke, baiklah. Sepertinya aku harus pergi sekarang, sudah malam. Dan seperti tunanganmu sudah menunggumu" lirik david bangkit dari bangku lalu menatap keisha untuk terakhir kalinya


"jaga dirimu baik-baik keis, semoga tunanganmu bisa membahagiakanmu karna aku bahagia untuk kalian berdua"


Keisha mengangguk lantas berdiri


"Kau juga dav, kau harus bahagia disana"


"Pasti" ucap david mantap


David pun tersenyum getir lalu berbalik badan terdiam sesaat seraya menghapus air matanya sudah menetes dengan kasar sebelum menglangkah kakinya menjauh dari keisha seolah Melepaskan wanita yang dicintainya


"David!!!"


"Yaa...a...."


bruk


Tubuh david menegang saat detik kemudian keisha memanggil dan saat ia berpaling


Secara tiba-tiba keisha menarik ke pelukannya, menaruh kepalanya divdada bidangnya sehingga ia merasakan denguman jantungnya yang berdetak cepat


"Aku tidak tahu, apakah caraku salah atau benar? tapi tak tahu kenapa hatiku ingin memelukmu dav"


David memejap matanya, berharap ini bukan hayalan semata atau mimpi indah yang besok pagi ia akan menjadi hal buruk padanya. Tapi ini memang benar, keisha adelia wilson datang menarik ke pelukan hangatnya, sebuah pelukan yang sangat ia rindukan.  


Tangan david pun terulur berniat untuk membalas pelukannya keisha namun berhenti saat mendengar teriak kemarahan di hadapannya


"KEISHA!!!!"


keisha membeku dan tubuhnya tegang, di pelukannya david, wajahnya sudah mulai pucat dan takut ia melirik ke arah suara itu dan menemukan tunangannnya yang sudah mengepal tangannya dengan wajah memerah menahan amarah


"BRENGSEK!!! BERANINYA KAU MENDEKATI CALON ISTRIKU?"


Tanpa aba-aba. Radit mendarat tinju ke wajah david, membuat david jatuh ke tanah.  Sedangkan keisha tersungkur jatuh ke tanah karna terdorong oleh radit agar menjauh dari david


Radit kembali menyerang, mengayunkan tinjunya lagi dan david pun jatuh tersungkur dilantai. Berkali-kali ia melayangkan tinjunya sehingga membuat david memuntahkan darah segar dari dalam mulut. Sampai dia mendengar keisha menjerit meminta berhenti dengan bercucuran air mata


"RADIT HENTIKAN!!!"


Radit menahan tinjunya saat keisha memeluk lengannya, dia menoleh dan menemukan keisha yang sudah menanggis tersedu-sedu


"Aku mohon, jangan sakiti dia" lirik keisha


"KENAPA? KAU TAKUT DIA MATI JIKA AKU MEMBUNUH PRIA MENCINTAIMU?"


radit berteriak marah lalu menarik keisha kasar meninggalkan david yang berteriak menyebut nama keisha dengan penuh khawatiran seraya mengabaikan rasa sakit di seluruh tubuhnya


"David!!!!"


Sahabat-sahabat yang diam-diam melihat itu semua akhirnya keluar dari tempat sembunyian dan langsung berlarian menolong pria itu


"Dav, lo ga pa-pakan?" Ucap rio khawatir seraya membantu menopah tubuh david


"Gila!!! Sadis banget tuh anak sampai membuat lo babak belur begini"  ucap aldo mendengus kesal


"Gue ga bisa lihat lo seperti ini dav? Gue benar-benar harus kasih pelajaran kepa tuh anak?" Ucap louis murka


"Iya, dia sudah mengambil keisha dari kita dan sekarang dia membuat lo babak belur. Cih!!! Apa-apain ini. Gue ga bisa lagi diam seperti ini" ucap digo ikutan murka


"Tak perlu. Kalian tak perlu membalas dia, gue juga salah dengan hal ini, gue memang pantas dapatkan ini" ucap david


Membuat mereka menatap ia tidak percaya karna ia masih membela "lagipula, gue hanya perlu istirahat. Besok palingan gue pulih lagi"


"Tapi itu semua gara-gara tante. gara-gara rencana tante, kamu jadi babak belur begini. Maafin tante ia dav, tante benar-benar menyesal melakukan ini padamu dav" ucap adelia sendu dan penuh rasa bersalah


"Tidak apa-apa kok tan. Aku sangat mengerti maksud tante itu apa yang ingin membuat aku dan keisha bahagia, david sangat terima kasih atas niat tante itu" ucap david tersenyum lemah menyakinkan tante adelia walau di hati sedang mengkhawatirkan keisha saat ini


"Tapi kamu harus dibawa ke rumah sakit yaa dav, tante takutnya kau membuatnya luka dalam nanti" ucap adelia khawatir


"Tidak perlu tante, aku hanya ingin istirahat saja dirumah. tidak ada luka dalam kok, jadi tak perlu khawatir" ucap david tersenyum menyakinkan kepada adelia dan juga sahabat-sahabat yang menatapnya penuh khawatir


"Tapi....."


"Tan, david mohon kali ini saja" lirik david mohon membuat mereka mendesah lelah


"Oke, baiklah. tante izinkan keputusan kamu" ucap adelia putus asa  "Tapi kamu harus pulang bersama rio dan aldo biar mereka membantu kamu"


"Aldo, Rio. Tolong jaga david yaa" ucap adelia menatap rio dan aldo bergantin. Mereka berdua pun mengangguk pasti


"Iya, tan. Tante tenang saja kami akan menjaga david kok" ucap aldo lalu menopak tubuh david yang lemas, lalu menatap rio


"Ayo ri"


"Guyy, tan. kami duluan" pamit rio lalu menatap shiren, Kekasihnya "sayang, aku pulang duluan yaa, kamu pulang dengan louis atau digo yaa? Aku mau antar david dulu, Ga pa-pa kan?"


"Ga pa-pa kok" ucap shiren menyakinkan


"Louis, digo titip pacar gue. jagain dia" ucap rio menatap digo dan louis berganti


Digo dan louis mengangguk pasti lalu rio dan aldo pun membawa david ke parkiran mobilnya.


"Ahh...sial kenapa kayak gini sih?" Ucap digo menarik rambut fruatasi


"Guyyy, kita harus memikirkan cara lain nih. Sebelum terlambat" ucap cindy


"Iya, kamu benar say Kita ga akan biarin mereka menderita nantinya" ucap louis membenar perkataan dari kekasihnya itu


"Tante. Tahu caranya? "


Membuat mata mereka tertuju kepada tante adelia yang tersenyum misterius kepada mereka


"Apa tan?"


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Sebuah mobil mewah hitam melaju dengan cepatan tidak normal saat mengendarai mobilnya jalan raya karna si pengemudi sedang dalam kemarahan sehingga tidak bisa mengalihkan dirinya


Bahkan dipengemudi mengabaikan suara ketakutan dari orang disebelahnya agar menyuruh untuk mengurangi kecepatan mobilnya atau berhenti


"Dit, ku mohon berhentilah. Kau bisa membunuh kita dit"


Keluh keisha yang sudah menetes air matanya takut dan bahkan ia sudah mempererat pengangan pada sabut pengaman di samping seolah menghilang rasa takut tapi nyatanya membuat rasa takutnya menjadi.


Ia tahu menyebabnya, radit yang dilandang kemarahan karna dirinya sendiri dan membuat dirinya menyesal melakukan hal bodoh itu


"Radit ku mohon. Berhenti..."


"DIAM"


dengan satu kali bentakkan membuat keisha terdiam, nyalinya langsung ciut mendengar suara kemarahan radit itu dan tak lama ia pun sedikit bernafas lega karna akhirnya sudah sampai dirumahnya


"Keluarlah!!!" Ucap radit dingin tanpa menoleh ke arahnya dan seperti ia sudah mampu menahan emosinya


"Radit, aku...."


"AKU BILANG KELUAR!!!"


keisha yang berniat ingin meminta maaf atas kesalahan pun terdiam dan merasa ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan sebuah kata maaf itu. Ia lantas melepaskan sabut pengamannya lalu membuka pintu mobil dan keluar


Keisha hanya mendesah kasar saat melihat mobil radit langsung tanjap gas berlalu dari hadapannya dan tanpa harus mengatakan kata 'selamat malam' atau mencium kening saat mereka berpisah setelah melakukan hari-hari indah mereka berdua


Tapi sekarang, ia sadar jika semua itu karna dirinya dan berharap semoga besok semua baik-baik saja karna ia tak ingin jika hari pernikahkan itu menjadi hari buruk karna pertengkaran ini


"Maafkan aku dit, aku benar-benar menyesal" batin keisha bersalah


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Sedangkan di sebuah mobil lambogini yang berwarna ungu sedang melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, di mobil itu terdapat dua orang sepasang kekasih yang baru saja pengumungan hubungan mereka didepan semua orang kini dalam keadaan sunyi larut dalam pikiran mereka sendiri


"Baby!!!"


"Hmmm"


"apakah kamu masih memikirkan keisha, sepupu?"


prilly akhirnya mengatakan pertanyaan dibenak kepalanya saat melihat kekasihnya yang sejak tadi diam dengan tatapan kosong seraya kedua tangan fokus memegang setir mobil


"Tentu. Aku tentu saja tidak bisa untuk tidak memikirkannya, bagaimana pun juga dia kakak sepupuku, anggota keluargaku. Dia sangat berjasa dalam hidupku" ucap digo tersenyum getir saat menerawang moment indah bersama keisha hingga saat ia masih kecil hingga ia besar seperti sekarang


"Iya, aku tahu" lirik prilly lalu menatap kekasih penuh arti "Bahkan kak keisha saat berjasa dalam hubungan kita saat ini. aku bisa kembali lagi bersamamu"


Digo mengangguk mantap lalu tersenyum kepadanya


"Yaa, kamu benar. Keisha sudah berhasil membuka mataku untuk kembali bersamamu lagi meraih cinta pertamaku lagi. Dan juga mengubah diriku seharusnya menjadi seorang playboy yang selalu menyakiti perasaan cewek, kini menjadi seorang pria sejati yang mampu membuatku berketuk lutut padamu" ucap digo


Prilly tersenyum haru mendengar perkataan digo yang begitu tulus untuknya meski ia tidak mengucapkan dengan melirik matanya tapi ia tahu kekasihnya begitu mencintainya


"Maka dari itu, kita harus membalasnya dengan mempersatukannya dengan pria yang dicintainya meski dia melupakan kita sekarang. Kau mengertikan maksudku?"


Prilly mengangguk pasti. tiba-tiba mengingat tentang tante adelia


"Tapi baby, apa kamu tahu apa rencana tante adelia itu?"


"Tidak. Aku sama sekali tidak tahu"


Digo menjawab dengan mengangkat kedua bahunya bertanda tidak tahu karna memang dirinya dan sahabatnya yang lain tidak tahu dan juga penasaran. karna pada saat mereka bertanya tanta adelia hanya menjawab dengan senyuman misterius membuat mereka penasaran


"Kita berdoa saja. Mudah-mudah rencana tante adelia itu berhasil"


"Amin"


Digo mengangguk pasti lalu menepikan dan menghentikan mobilnya saat sudah sampai didepan pagar rumah mewah kekasihnya. Dengan cepat ia keluar lalu memutari mobilnya untuk membuka pintu untuk kekasihnya itu


"Sudah malam, sebaiknya aku harus pergi sekarang. Kalau mau tidur telepon aku yaa?" Ucap digo menutup pintu setelah prilly keluar dari mobilnya


"Untuk apa?"


"Untuk mengucapkan selamat tidur padamu"


Prilly berkekeh pelan mendengar perkataan manis dari kekasihnya itu


"Kamu juga baby, kalau sudah sampai hubungi aku"


"Oke"


Sebelum pergi digo mengecup kening kekasihnya sejenak lalu melambaikan tangannya sebelum masuk ke dalam mobil dan menajap gas mobil meninggalkan perkarangan rumah prilly


Prilly tersenyum kecil seraya menatap mobil kekasihnya sampai hilang pandangannya. ia benar-benar bahagia sekarang akhirnya ia kembali bersama pria yang cintai dan berharap mereka berdua saling mencintai sampai hayat memisahkan mereka


Ketika prilly melangkah kakinya untuk membuka pintu pagar tiba-tiba ada sebuah tangan membekam mulut serta hidung dan detik kemudian pandangan menghilang tak sadarkan diri


...♥️♥️♥️♥️♥️...


BESOK PAGINYA.....


PUKUL 03.01 wib


Seorang gadis duduk di depan jendela kamarnya seraya menatap kosong ke arah jendela. Berkali-kali ia menghela nafas panjang memikirkan hari yang seharusnya membuat dirinya bahagia karna pernikahannya justru membuat dirinya tidak karuan ada rasa takut dan gelisah dalam dirinya


"Nyonya, barang-barang anda sudah dimasukkan ke mobil dan Tuan Yinjie sudah menunggu dimobil"


Dengan pasti ia melangkah kaki keluar kamar dan menemukan sebuah mobil mewah terlihat didepan halaman rumahnya. ragu-ragu ia membuka knop pintu penumpang dan menemukan tunangan sedang asik dengan tapnya sampai ia tak menyadari keberadaannya


"Apa yang kau tunggu? Masuklah, kita harus cepat saat ini?" Ucap radit dingin


Keisha hanya menghela nafas seakan mengerti kalau tunangan itu masih marah padanya, ia lantas pun masuk lalu duduk di samping tunangannya itu dan mobil pun tajap gas


Selama perjalanan ke bandara.


hanya terjadi kecanggungan dan kesunyian di terjadi dalam mobil yang diantara radit dan keisha dan ditambah sang sopir yang lagi fokus menyetir.


Radit yang masih fokus dengan tap dan keisha yang menatap lurus ke arah jalanan dari kata mobil. Mereka memang tetap dalam asik mogok mereka, tidak saling bicara satu sama lain.


"Kau sudah sarapan?"


Keisha tersedak kaget secara tiba-tiba saja tunangan mengajaknya bicara meski nada suaranya terdengar dingin. Ia pun langsung menoleh tunangan dan menemukan tunangan masih sibuk dengan tapnya membuat keisha menghela nafas


"Sudah"


"Oke"


Keisha pun mengalihkan pandangannya lagi ke keluar jendela untuk menghela nafas kecewa padahal ia berharap tunangan itu mengajaknya bicara kembali tapi justru hanya jawaban singkat dan padat itu yang ia dapatkan, sungguh ia mulai muak dengan diami mereka saat ini


Tak lama mereka pun sama di bandara soekarno harta, Mereka lantas berdua turun dari mobil seraya menunggu pegawal-pegawal suruhan radit membawa barang-barang mereka dibelakang. Setelah semuanya siap mereka pun langsung menuju ruangan keberangkatan karna mereka bukan berangkat dengan pesawat yang biasa harus menunggu kedatangan tapi melainkan jet pribadi milik radit sendiri


Saat keisha melangkah kakinya untuk masuk ke dalam bandara. tiba-tiba ia berdiri mematung dan tubuhnya menegang saat memijip pelipisnya secara tiba-tiba berdeyut sakit, bayangan-bayangan seseorang mulai merasuki kepalanya dan saat ia ingin memperjelas bayangan itu membuat kepala berdenyut sakit dan merasa kalau seseorang itu membuat perasaaannya tidak karuan akhir-akhir ini


"Keis, kamu kenapa?"


Keisha hanya tersenyum lemah saat mendengar nada khawatiran dari tunangannya itu meski ia tahu kalau tunangan masih marah padanya


"Aku, ga pa-pa kok?"


"Tidak apa-apa bagaimana maksud? Wajahmu pucat keis? Apa kepalamu tiba-tiba sakit lagi?" Tanya radit khawatir


"Aku bilang tidak apa-apa dit. kepalaku hanya sedikit sakit kok dan mungkin sebentar lagi bakal hilang sakitnya"


"Kamu yakin"


"Iya" ucap keisha mengangguk mantap sejenak ia melupakan rasa sakit di kepala "sudahlah, ayo kita pergi. Kita harus sampai disana lebih cepat bukan"


"Oke, kalau itu maumu. Tapi jika kepalamu makin sakit, kau harus bilang padaku. Ngerti"


Keisha mengangguk singkat dan tersenyum kecil saat melihat radit mengandeng tangan erat. mereka berdua pun melangkah kaki masuk ke ruang keberangkatan,


semakin gadis itu melangkah kaki masuk ke dalam ruangan keberangkatan. Tak tahu kenapa membuat dada sesak seketika seolah ada sesuatu yang ingin menghentikan semua ini


"Yaa tuhan ada apa denganku sebenarnya?" Batin keisha tidak karuan


...♥️♥️♥️♥️♥️...


PUKUL 05.50 wib


prilly mengedap-gedap matanya terbuka secara perlahan-lahan, rasa pusing di kepalanya masih terasa meski rasa pusing ini tidak sekuat pertama seseorang yang membiusnya


Ia langsung sadar kalau tangan dan kakinya diikat oleh tali yang sangat kencang dan kuat. Ia pun mengoyang kursi tempat ia duduk untuk membuat suara agar seseorang bisa menolongnya tapi semakin kuat ia memberontak semakin ia merasakan perih dipengelangan tangannya


Ia lalu terdiam memperhatikan keadaan sekitarnya yang terlihat dengan lampu ditempat ini sangat remang dan ia tidak bisa melihat keadaan sekitarnya dan merasa kalau ia berada dibangunan tua bekas yang sudah tidak terpakai serta suasana ruangan tampak terlihat sangat sunyi


Tiba-tiba seseorang datang membuka pintu. Terdengar beberapa orang bercakap-cakap diluar dan ia merasa kalau itu adalah para pengawal yang menjaganya, tak lama orang itu masuk dan berjalan mendekatinya


Mata pillly melotot tidak percaya saat orang itu sampai dihadapan karna ia sangat mengenali orang itu


"Zayn!?"


"Hello, sayang. kau ternyata masih mengenaliku padahal kita sudah tak lama berjumpa bukan?" Ucap zayn tersenyum tanpa dosanya


"Apa yang kau lakukan zayn? Lepaskan aku!!! Kau melakukan ini padakukan?" Ucap prilly menatap tajam zayn


"Aku tidak melakukan apapun padamu" ucap zayn dengan mencondongkan tubuhnya di wajah prilly lalu mencolek dagunya "Kau tahukan kalau aku mencintaimu?"


"Tidak, kau tidak mencintaiku. Kau hanya terobsesi padaku"


membuat rahang zayn mengerat dan tangan mengepal kuat-kuat. Kilat kemarahan terpancar dari mata elang itu


"TIDAK PILLY, AKU BENAR-BENAR MENCINTAIMU, BENAR-BENAR TULUS MENCINTAIMU" bentak zayn marah dan membuat mata prilly berkaca-kaca takut


"tidak zayn, aku tidak mencintaimu. Aku mencintai digo kekasihku" lirik prilly membuat zayn makin mengepalnya tangannya kuat-kuat


"Tidak. kau tidak boleh mencintainya, kau harus mencintaiku, hanya aku. Bukan pria lain" ucap zayn marah


"cinta itu tidak bisa dipaksakan zayn, kau harus melupakanku" lirik prilly "wanita yang bisa membuatmu bahagia dan bukan aku orangnya"


'TIDAK, AKU TAK AKAN MELAKUKAN SEMUA ITU" bantah zayn marah "dan juga aku tidak akan membiarkannya dan menyingkirkan pria lain yang merebutmu dariku, termasuk kekasihmu sendiri"


"Apa maksudmu?" Tanya prilly mengerutkan dahinya bingung dan takut jika ia melakukan sesuatu pada kekasihnya itu


"Kau tidak melakukan sesuatu pada digokan?" Tanya prilly dengan rasa takutnya


"Kau akan tahu itu nanti dan aku akan menjadi milikmu seutuhnya" ucap zayn tersenyum sidis lalu meninggalkan prilly yang diam mematung


"TIDAK!!!! ZAYN!!! LEPASKAN AKU!!! LEPASKAN AKU!!! JANGAN SAKITI DIA!!!!"


prilly berteriak histeris dan menangis mengeluarkan air matanya deras, ia sangat takut terjadi sesuatu pada kekasihnya itu


"Digo, tolong aku" batin prilly sendu


...♥️♥️♥️♥️♥️...


PUKUL 10.00 wib


Sementara seorang pria sedang mondar-mandir tidak jelas di depan ruang tengah rumahnya sehingga membuat sahabat-sahabat yang sudah berkumpul menatap dengan tatapan jerah melihatnya seperti itu


"Digo, lo bisa diam ga sih. Pacar lo itu baik-baik saja kok, jangan terlalu lo pikirkan?" Ucap aldo Mendengus jengkel melihat kepanikan pria itu


"Bagaimana gue bisa diam? lo tahu ga sih, cewek gue menghilang, sampai sekarang belum ada kabarnya" ucap digo murka


Yang itulah yang dilakukan digo sekarang panik dan khawatir saat tidak ada kabar dari kekasihnya. Saat ia sampai rumah kemaren malam, ia langsung menelepon kekasihnya itu namun hanya suara operator yang dia dengar, ia membuat sedikit panik dan merasa firasat buruk mulai menguasai pikiran tapi ia menyingkirkan semua itu lalu berpikir mungkin kekasihnya itu lelah dan langsung tidur sehingga ia tidak mengangkat telepon


Tapi paginya membuat hatinya cemas saat kekasih tetap tidak mengangkat telepon dan membuatnya makin cemas saat ia menelepon telepon rumah keluarga pilly dan mengabarkan kalau kekasih belum pulang dari semalaman


"Tapi ngomong-ngomong keisha mana?sudah berangkat?" Tanya kevin menatap teman-teman dan tidak pedulikan kepanikan digo


"Sudah vin. tadi pagi sms gue kalau pesawatnya sudah take off


Jam 4 pagi yang lalu ke thailand" ucap cindy dan kevin mengangguk


"Itu benaran keisha akan menikah di thailand?" Tanya felix tidak percaya


"Yaa, mau gimana lagi fex, itu namanya takdir. kita sudah berusaha tapi ia bagaimana lagi inilah hasilnya, takdir sudah menentukan. keisha tidak menikah dengan david melainkan dengan pria lain" ucap cindy dan mereka mengangguk setuju


"Tapi ngomong-ngomong cowok kau mana shiren? kok ga kelihatan dari tadi? David juga ga ada?" Tanya kevin kepada shiren


"Rio lagi membujuk david karna kalian kan tahu besok david juga akan pergi ke london" ucap shiren


"Aku tidak menyangka hubungan mereka jadi serumit ini, yang satu akan menikah, ehh.... yang satu malah melarikan diri ke london dengan alasan belajar" ucap felix tidak percaya dan mereka hanya menghela nafas berat


"Tapi ngomong-ngomong hazel mana? Kok dia ga kelihatan juga?" Tanya aldo kepada kevin dan felix


"kau bertanya padaku? Aku saja tidak tahu dimana dia sekarang, tadi pagi saja aku tidak bertemu dengannya" ucap kevin


"Aku....."


"KALIAN BICARA APAAN SIH?"


digo berteriak murka melihat sahabatnya malah mengobrol bersama seolah tidak pedulikan dirinya  yang dilanda kepanikkan


"Kalian bantu gue dong, tidak bicara ga jelas gini" uvap digo duduk lemas di sofa lalu menarik rambut frustasi dan membuat mereka menatap digo merasa bersalah "kalian kan tahu? Kalau gue lebih penting dari mereka, pacar gue hilang guyyy!!! pacar gue hilang!!!!"


"Iya, kami tahu" ucap kevin mendengus kesal "maka dari itu kau harus menjernihkan pikiranmu dulu bukan mondar-mandir ga jelas gini"


"Bagaimana gue...."


"Bagaimana kalau telepon lo jason?"


Digo yang akan berteriak kepada kevin tiba-tiba tertahan karna louis memberikan saran membuatnya bingung


"Untuk apa telepon jason segala?" Tanya aldo bingung dan mereka semua juga ikutan bingung sama dengan aldo


Louis hanya menghela nafas berat "bodoh!!! apa kalian melupakan orang paling jonius disini? Kenapa kalian tidak telepon saja jason untuk membantu kita untuk menglajak keberadaan prilly"


"Kau benar. Kenapa kita otak jonius itu, sudah lama gue ga bicara padanya" ucap digo cengir dan membuat louis memutar bola matanya malas


"Cepatlah telepon dia, tunggu apa lagi?"suruh aldo


Digo pun mengangguk pasti lalu mengeluarkan ponselnya dari saku celana lalu meletakan di atas meja seraya menglospekerkan  agar sahabat-sahabat dapat mendengar semuanya dan mereka segera merapat lalu memasang telinga baik-baik ketika panggilan tersambung


"Hello"


"Hello, jas. gue ingin...."


"Kau ingin aku membantumu untuk melajak keberadaan kekasihmu yang menghilang itu"


Digo kaget dan melotot tidak percaya kalau jason tahu apa yang dipikira nya saat ini, ia pun melirik sahabat-sahabatnya yang sama halnya dengannya


"Darimana lo tahu?" Tanya digo penasaran


"Apa yang aku tidak tahu disana digo? Biarkan aku ada disini jauh dari kalian. Tapi aku tahu apa yang terjadi disana? Pacarmu yang menghilang? Keisha yang akan menikah dengan tunangan yang bernama radit itu? Dan juga david yang melarikan diri ke london dengan alasan belajarnya? Cih... kalau aku tahu itu akan terjadi. Mungkin sejak dulu aku membawa keisha ke amerika"


Mereka menatap tidak percaya dan kagum mendengar jason yang tahu semuanya


"Sudahlah, kejadian itu biarlah berlalu" ucap digo "yang penting lo harus katakan pada gue sekarang dimana pacar gue? Bagaimana dia bisa menghilang"


"Pacarmu bukan menghilang!!! Tapi diculik oleh seseorang"


"APA?!" ucap mereka kaget


"Kau serius jason? Diculik? siapa yang menculiknya?" Ucap digo dengan menahan emosi yang akan meledak, sungguh ia akan membunuh bagi siapa saja yang menculik dan menyakiti wanita yang cintainya


"Kau sudah tahu siapa orangnya? Sainganmu sendiri? Pria yang sama-sama menyukai pacarmu itu?"


Mereka mengerutkan dahinya bingung dan berpikir siapa saingan digo. Namun tiba-tiba rahang digo mengeras dan tangannya mengepal kuat-kuat saat menemukan siapa orang


"Zayn malik"


Sahabat digo pun terkejut dan menatap dirinya tidak percaya. Bagaimana bisa digo mempunyai saingan seperti zayn malik yang mereka ketahui seorang artis terkenal yang berasal dari london?


"Yap!!! kau benar, zaynlah yang menculik kekasihmu karna dia masih tidak rela jika kau memiliki hubungan dengan prilly, cewek yang sama dicintai. Maka dari itu kau harus bergerak cepat dari sekarang, selamat kekasihmu sebelum terlambat. Aku akan membantu disini dengan  mengutus beberapa orang suruhanku untuk membantumu dan juga mintalah bantuan kepada sahabatmu, karna aku merasa lawanmu bukan sembarangan orang, mereka pasti akan membawa senjata nantinya dan akan menghabisimu. Maka dari itu kau harus baik-baik saja disana dan aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu. paham"


TUT  TUT  TUT


Mereka lantas terdiam dan mencerna perkataan jason sehingga seseorang menyadarkan mereka


"Guyy, kalian tahu apa yang kita lakukankan?"


seru kevin bangkit berkomando seolah sudah bersiapkan dirinya sendiri dan mereka lantas ikutan bangkit lalu mengangguk mantap


"Oke, saatnya beraksi!!!"


...♥️♥️♥️♥️♥️...


PUKUL 10.30 wib


"Dav, ayolah. Gue mohon, lo kuliah di jakarta aja, jangan di london. Gue ngerti perasaan lo? Tapi ga usah melarikan diri jauh seperti ini!!!"


Rio menghela nafas lelah. Lelah membujuk sahabatnya masih tetap dengan pendiriannya dan tidak mendengar bicara dari tadi karna sahabatnya itu lagi memasukkan pakaian ke dalam koper bersiap untuk berangkat besok pagi


"Tapi kalau keisha mencegah lo gimana?"


Sukses bikin david menghentikan aktifitas memasukan baju ke dalam kopernya, ia lantas menatap rio sulit diartikan


"Gue ga mau terlalu banyak berharap ri. Terjadi biarlah terjadi, Gue bahagia jika keisha bahagia. Begitupun dengan gue. jdi gue harap lo harus menerima keputusan gue"


"Tapi dav, ga harus menetap kali? Lo bakal balik kesini kan?"


David terdiam. Lalu menatap kosong ke jendela kamarnya seakan itu menarik perhatiannya Lalu menjawab


"Kalau itu gue ga tahu? Kita lihat ke depannya nanti?"


David lalu melirik sahabatnya memasang senyum penuh arti padanya dan rio hanya mendesah pelan


"Oke, terserah lo aja deh. Gue capek bujuk lo mulu, ga ada hasilnya"


David berkekeh pelan melihat keputusasaan sahabatnya yang berusaha membujuk ia lalu menutup seleting kopernya setelah bajunya masuk semuanya


"APA?"


David langsung melirik rio yang ternyata baru saja dapat panggilan dengan wajah terkejut membuat dirinya menatapnya penuh tanya


"Kok bisa......oke, oke aku kesana sekarang?.....iya sayang aku kesana bareng david. Bye"


Rio pun memutuskan sambungan dari kekasihnya shiren lalu menatap david yang lagi menatap meminta penjelasan


"Pillly, pacar digo diculik oleh seseorang, Mereka meminta bantuan kita. Lo maukan bantu mereka terakhir kali sebelum lo berangkat besok?" Tanya rio menatap david penuh harap


David terdiam. Kening berkerut


Terlihat berpikir dan tak lama ia tersenyum mengangguk setuju


"Iya, gue bakal bantu mereka"


Membuat rio tersenyum lalu memeluk sahabatnya sekilas


"Makasih dav, gue harap lo menemukan kebahagian lo disana?" Ucap rio tulus


David berkekeh pelan


"Lo juga. Gue akan menunggu undangan pernikahan lo dengan shiren"


"Tentu. Lihat saja nanti"


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Kini digo dan sahabatnya termasuk juga david dan rio dan tak lupa pula beberapa orang suruhan jason sudah berkumpul di depan sebuah bangunan gudang besar yang jauh dari keramaian kota. Setelah mendapatkan pesan dari jason tentang di mana tempat pengekapan prilly membuat mereka langsung tanjap jas menuju lokasi


Sekarang mereka memandang ngeri dari tempat mereka sembunyi dibalik semak-semak besar ke arah pintu gudang bangunan itu yang terlihat dua pria berbadan besar yang berdiri menjaga pintu itu dengan senjata dan wajah sangar mereka masing-masing


"gila!!! Kita harus melawan mereka nih? Pake senjata lagi!!! Gila ngeri gue lawan beginian!!!" Ucap aldo tidak percaya


"Iya, kenapa? Kau takut al?" Ledek felix


"Tidak, gue ga takut. Hanya saja mereka pakai senjata sedangkan kita tidak. Bisa-bisa kita bisa mati sebelum berjuang" ucap aldo dan mereka mengangguk setuju


"Tak apalah gue ga peduli dengan hal ini. Gue rela mati ditembak asal cewek gue selamat" ucap digo yakin.


Apapun yang dia lakukan untuk


Untuk cewek yang dicintai walaupun nyawanya tahuhannya


PLETAK


PLETAK


PLETAK


PLETAK


PLETAK


PLETAK


PLETAK


Tujuh jidatan melayang di kepala digo. Membuat digo meringis kesakitan dan menatap mereka tajam


"Lo apa-apain, jidat kepala gue segala!!!" Ucap digo kesal


"Kau itu yang apa-apain" ucap kevin datar lalu menatap teman-temannya satu persatu


"ingat!!! Kita Disini bukan untuk menaruh nyawa kita melainkan berjuang demi kebaikan. Kalian harus baik-baik saja dan jangan sampai terluka.


Lalu kevin menatap tajam digo


"Kau juga digo, aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu. Kau harus selamat dan telat kata-kata terakhirmu itu. Karna aku tidak suka perpisahan"


"Iya nih. Lo mau mati aja sebelum berjuang demi pacar lo itu" ucap louis mendengus tidak suka mendengar perkataan digo


"Kita semua bantu lo, bukan melihat kematian lo. pokoknya kita harus berhasil, kita harus selamat. Gue ga mau mendengar salah satu dari kalian tidak selamat"


Mereka mengangguk setuju dan yakin diri mereka sendiri kalau mereka berhasil tapi lain hati mereka panik dan takut


"Guyyy, makasih. Gue sayang kalian"


digo dengan mata berkaca-kaca menatap sahabat-sahabatnya yang terlihat gigih menolongnya padahal ia tahu pasti di hati mereka pasti ada rasa takut dalam diri mereka masing-masing


Mereka tersenyum tipis dan lantas saling berpelukan erat seolah bersahabat mereka tak akan pernah terlepas walau nyawa taruhannya


"oke. Guyyy. saatnya kita mulai aksi kita"


kevin berkomando, ia menumpuk telapak tangannya ditengah lalu mereka ikut menumpuk telapak tangannya mereka


"Oke, guyy kita......"


"Siapa menyuruh kalian akan mulai beraksi tanpa bantuan kami"


Sebuah suara lantang dan tegas membuat mereka melongarkan tumpukan tangan mereka dan sama-sama menolek ke arahnya asal suara itu. Mereka lantas terkejut saat melihat arka, gilang, daniel, febby, fita berada disana


"Wah....wah... kalian jangan menyelamatkan seseorang tanpa bantuan kita, cih apa-apain nih" ucap daniel sidis


"Lalu apa maumu daniel? jika kau ingin menolong kami, yaa tolonglah. Ga usah banyak ngomong segala" ucap louis mendengus membuat daniel melotot


"Lo...."


"Stopp!!! Kalian apa-apa sih jadi berantem ga jelas begini?" Ucap febby datar menatap louis dan daniel heran "kita kesini menolong digo, bukan berantem ga jelas gini?"


"Emang darimana kau tahu, kalau digo butuh bantuan feb?" Tanya shiren heran


"Jason meneleponku. Menyuruhku segera kesini untuk membantu digo menyelamatkan pacarnya yang lagi disekap? apa benar pacar digo disekap?" Tanya arka dan mereka mengangguk mengiyakan, membuatnya menghela nafas panjang


"digo, jason titipkan sesuatu padamu?"


"Apa?"


Arka pun mengeluarkan sesuatu dari saku jaketnya lalu memberikan pada digo. Mereka semua melihat itu melotot tidak percaya


"Pistol?" tanya digo mengerutkan dahinya bingung


"Iya, jason itu menitipkan itu padaku. Karna dia merasa kalau orang itu hanya akan mengijarmu saja bukan kami berada disini" ucap arka lalu menepuk pundak digo pelan


"Gunakan itu baik-baik. kita semua harus baik-baik saja dengan selamat, Kau juga harus Janji padamu jika kau harus tetap selamat, selamatan kekasihmu itu"


"Iya, aku berjanji" ucap digo mantap seraya mengengam erat pistol ditangannya


"Oke, seperti kita ga usah buang waktu lagi, saatnya beraksi" seru kevin dan mereka mengangguk mantap dan yakin


"YEAH!!!"


Mereka lantas segera membubarkan memulai aksi gila mereka dalam menghadapi pria yang berbadan besar dan bersenjata


David dan aldo pun berhasil mengalahkan pria penjaga digudang bangunan dengan mulusnya. Membuat mereka langsung masuk begitu saja namun tetap hati-hati karna berpikir pasti akan banyak musuh didalamnya


"Ahh...sial. dimana jalan yang benar?"


Digo berdecak frustasi saat menemukan jalan bercabang dihadapan mereka membuat mereka tanpa bingung


"Seperti sekarang kita harus berpecar guyy" ucap arka dan mengangguk paham. Ia menatap para cewek seperti shiren, cindy, febby dab fita "pengawal jagain cewek-cewek. Ikuti mereka


Para pengawal mengangguk lalu mengikuti para cewek yang sudah berjalan lebih dahulu pada disisi kanan. David, rio, digo aldo, kevin dan louis menuju sisi kiri. sedangkan arka, gilang, daniel, felix menuju di sisi kiri


TAP


TAP


TAP


David, rio, aldo, kevin dan louis menunduk dan menempelkan diri mereka ditembok saat mendengar langkah kaki beberapa orang mendekati mereka,


BUK


AH


BUK


AH


BUK


Mereka berenam tersenyum miring seolah meremehkan saat berhasil mengalahkan lima orang berbadan besar dengan mulusnya


"Siapa kalian!?"


Mereka berkecak kesal saat tiba-tiba muncul beberapa orang berbadan besar lain, tanpa banyak berbicara segembolan pria berbadan besar itu menyerang mereka dan mereka dengan cepat melawan mereka


"Cih, apakah banyak preman disini" ucap louis menghela nafas kasar


Sementara ditempat lain arka, gilang, daniel dan felix kini sudah dikepung oleh beberapa badan besar dengan beberapa pistol yang mengarah ke arah mereka


"Dasar pengecut!!! Kalian berani cuman bawa senjata. Cih, ayo lawan kita pake badan gendut kalian itu" ucap felix tersenyum miring seolah meremehkan mereka


"Cih, dasar pengecut lo pada" teriak daniel geram


Tanpa banyak bicara lagi mereka langsung menghampaskan pistol itu pria berbadan besar itu dengan kaki mereka dan membuat pria berbadan lengah dengan seperti itu mereka pun dengan cepat menyerah dan terjadilah berkelahi antara mereka


Sedangkan para cewek dan para pengawal yang bersama mereka pun sedang sibuk berkelahi dengan beberapa pria berbadan besar itu yang sangat sulit mereka taklukan karna mengingat makin banyak musnakan makin banyak mereka muncul


"Seberapa kaya di zayn malik itu sehingga dapat menyewa banyak preman berbadan besar seperti ini?" Ucap shiren berdecak kesal


"Cih, lo ga tahu aja ren, lo tahu kan zayn malik itu artis terkenal di london, tentu saja banyak miliyarder menyewa pria berbadan besar ini" ucap febby mendengus kesal


"Nyesel gue ngefans sama dia?" Ucap fita kesal


"Memang fans sama dia?" Tanya cindy sidis


"Hahaha lo ga tahu aja cin, lo tahu dia fans banget sama dia sampe-sampe foto besar ada di kamarnya" ucap febby tertawa mengejek dan membuat fita melotot kearahnya


"Kalian ngomong apaain sih" ucap shiren kesal dengan permbicaraan mereka


"Mendingan kita taruhan. Dalam waktu 30 menit kita harus menghabisi mereka. Gue harap ini terakhir kalinya, gimana?"


"Setuju"


Mereka mengangguk kompak dan pasti dengan cepat mereka menghabisi satu persatu pria berbadan besar itu


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Setelah dua jam mereka berkelahi akhirnya mereka mulai kewalahan karna makin banyak pria berbadan besar itu muncul dan membuat david, rio Louis, felix, gilang, fita, febby, cindy dan daniel pun sudah babak belur di wajah mereka masing-masing dan bahkan mereka juga ikut disekap oleh para pria berbadan besar itu


Digo, kevin dan arka yang masih bertahan tak menyerang begitu saja mereka kini sudah menghadapi beberapa pria berbadan besar


"Dimana Prilly?"


Kevin bertanya dengan menginjak lengan pria berbadan besar itu keras dan terlihat pria berbadan besar itu hanya tersenyum miring seolah meremehkannya


"ohh, jadi kau tidak kasih tahu padaku? Oke, baiklah"


kevin pun semakin menekan injakan pada kakinya membuka pria berbadan besar itu akhirnya membuka mulut


"ukghh. La-lantahigh-ugh-d-u-a"


Kevin pun melepaskan injakan pada pria itu, namun pria itu sudah lebih dulu pingsan. Ia kemudian berlari mendekati digo yang sedang menghajar musuh terakhirnya, ia pun kemudian menepuk pundak digo


"Digo, pergilah ke lantai dua, prilly berada disana. Biar aku dan arka mengurus ini"


Digo mengangguk, wajah nampak lelah dan ia lantas tersenyum kepada kevin


"Terima kasih, vin"


Digo menepuk pundak kevin lalu pergi meninggalkan kevin dan arka yang sibuk mengikat para pria yang berbadan besar itu


...♥️♥️♥️♥️♥️...


Prilly menatap tajam ke arah zayn yang sedang menatapnya lembut seraya menopah dagu untuk menatap prilly


"Kalau kau menatapku seperti itu, itu akan membuatku makin mencintaimu"


"Cih, apakah kau mencoba mengodaku zayn!!!! Lepas!!! Lepaskan aku zayn!!!" Ucap prilly terus memberontak agar ikatan terlepas


Zany tertawa pelan lalu menatap prilly seraya menyentuh dan menguap pipi prilly lembut


"prilly, prilly. Bagaimana pun aku tak akan melepaskanmu karna setelah itu kau akan menjadi milikku seutuhnya"


zayn pun memegang wajah prilly erat dengan kedua tangannya hingga tidak bisa membuat prilly bergerak. Ia pun mendekat wajahnya ke wajah prilly seolah berniat menciumnya tapi....


BRAK


"Tuan ada penyusap yang masuk!"


zayn mengeram kesal saat pengawalnya datang dan memberinya kabar. Ia lantas menatap pengawalnya tajam


"Siapa?"


"digo dan teman-teman" ucap pria itu membuat zayn tersenyum sidis "tapi beberapa dari mereka sudah kami taklukan dan kami sekap"


"Oke, bawa mereka kemari"


Pria itu mengangguk lalu pergi begitu saja meninggalkan zayn menatap prilly sendu


"Hahh, aku rasa pangeranmu datang menjemputmu" ucap zayn lalu ia condongkan wajah didepan wajah prilly "Itu akan mudah bagiku, untuk menghabisinya"


Lantas membuat wajah prilly pucat dan mengeleng panik


"TIDAK, JANGAN SAKITI DIGO!!! JANGAN SAKITI PRIA YANG KUCINTAI"


PLAK


"BERHENTI BILANG CINTA PADANYA, KARNA AKU TAK AKAN AKAN MELEPASKANMU"


zayn berteriak murka setelah menatap keras wajah prilly, membuat sudut bibir prilly sedikit berdarah


"Prilly"


Prilly langsung menoleh ke arah suara dan terkejut menemukan teman-teman digo yang sudah babak belur disana dan tak lupa beberapa pengawal di belakang mereka


"kalian"


"Wah...wah...jadi ada sok pahlawan disini" ucap zayn tersenyum sidis


"Brengsek!!! Apa yang kau lakukan pada prilly hah!!! Kau menyakitinya!!! Lepaskan dia!!" Ucap louis berteriak murka saat tanpa sengaja melihat luka disudut bibir prilly


"Cih, kau bilang kau mencintainya? Tapi kau sudah menyakitinya, cinta apaan itu?" Ucap aldo tersenyum miris meremehkan


"Kau bukan mencintai zayn, kau hanya obsesi padanya. jika kau mencintainya kau tak mungkin menyakitinya" ucap rio


"DIAM KALIAN, KALIAN GA USAH IKUT CAMPUR URUSANKU" ucap zayn murka dan mereka hanya tersenyum sidis. ia pun menarik pengawalannya "pengawal bawa dia, kita harus bergerak cepat sekarang"


"Tidak semudah itu kau membawa kekasihku zayn"


Prilly mendongak, menatap seseorang yang kini sedang berdiri di ambang pintu, seulas senyum tercetak dibibir pucat prilly


"Brengsek!!! Apa yang kau lakukan pada kekasihku hah!!"


Digo berteriak marah saat melihat keadaan prilly yang menyedihkan, dengan wajah terlihat pucat dan lusuh dan juga terdapat memar pada sudut bibirnya


Dengan penuh amarah, digo menghajar pria berbadan besar yang berada disana dengan membabi buta, bahkan pistol yang ia simpan pun akhirnya ia keluar dan menembak satu-persatu pengawal itu hingga pingsan tanpa ampun, ia benar-benar hilang akal dan membuat para sahabatnya menatapnya ngeri


Zayn mengeram kesal melihat digo kini sedang sibuk menghajar dan menghabisi pengawalnya dengan pistolnya. Ia pun kemudian mengeluarkan pistol dari saku jaketnya dan menodongkan ke pelipis prilly


"Berhenti atau aku tarik pelatuk ini"


Digo menghentikan aksinya lalu menatap prilly yang kelihatan tenang namun ia tahu jika gadisnya itu sangat ketakutan sekali


"Cih, apakah kau yakin untuk membunuh wanita yang sama kita cintai" ucap digo tersenyum miris seolah meremeh pria itu


Zayn tertawa pelan lalu menatap digo tajam "Memang aku tidak yakin, tapi aku masih mempunyai rencana lain"


zayn berbicara dengan memberi isyarat kepada pengawalnya di sampingnya dan pengawalnya mengangguk langsung melaksanakan rencana zayn itu


"Bang digo"


Digo melotot kaget dan tangan mengepal kuat-kuat saat melihat pengawal zayn yang lain membawa adiknya nayla dihadapan dengan mulut kedua tangannya diikat dan tak lupa air matanya yang menangis deras ketakutan. Dan tidak hanya digo yang kaget akan hal itu tapi teman-temannya juga kaget dengannyw


"Bang digo, tolongin nayla bang" ucap nayla menangis ketakutan


"SIAL, LEPASKAN ADIKKU!!! DIA TIDAK ADA SAKUT PAUTNYA DALAM MASALAH INI!!!" Ucap digo berteriak murka. Sungguh ia tak tega melihat adiknya menangis ketakutan seperti itu


"Memang dia....stop berhenti disitu"


DOR


"SHIREN!!!"


zayn hampir saja lengah saat ada seorang cewek maju berniat melepaskan ikatan prilly tapi dengan cepat ia mencegahnya dengan menembak pistolnya ke arah kaki cewek itu


"Sayang kamu ga pa-pakan?" Tanya rio panik dan khawatir melihat kekasihnya meringis meringkuk kesakitan akibat luka tembak pada kakinya


shiren lantas tersenyum lemah dan mengabaikan rasa sangat sakit dikakinya dan bahkan sudah mengeluarkan darah


"Aku ga pa-pa"


DOR


DOR


"Sialan!!! BERHENTI MENYAKITI MEREKA"


Digo berteriak murka saat melihat kevin dan arka yang berniat menolongnya langsung disambut oleh tembakan oleh zayn tetap di kakinya mereka dan mereka langsung terjatuh


"Kenapa? Kau tidak ingin seperti mereka bukan?" Ucap zayn tertawa puas lalu menatap tajam digo "Emm.... bagaimana aku akan memberikan pilihan kepadamu, kau ingin selamat siapa? Kekasihmu prilly. Adikmu tersayang atau.....dirimu yang mati"


Digo terdiam mematung mendengar ancaman keji zayn kepadanya. Ia mengedarkan pandangan ada perasaan  bersalah atas saat suasana sudah kacau ini terjadi. Sahabat-sahabat yang sudah hampir ambruk babak belur karna menolong. kevin, arka dan shiren kena luka tembak karna dirinya. Adiknya yang selalu ia jahili saat ia sebenarnya sangat ia sayangi ikut tersandra karna. Dan bahkan prilly kekasih juga ikut


Sungguh ia tak ingin membuat mereka lebih menderita lagi karna menolongnya tapi apa dengan menaruh nyawanya apakah itu jalan terbaik


"Digo, apa yang kau pikirkan hah!!! Kau mau menaruh nyawanyamu!!! Tidak digo, aku tidak akan biarkan itu terjadi. Biarkan aku saja yang mati asal jangan kau" ucap prilly menangis  saat melihat digo yang diam


"Tidak bang. jangan berpikiran aneh bang, nay mohon" ucap nayla menangis


"cepat digo!!! katakan padaku!!! Siapa yang kau inginkan sebenarnya prilly kekasihmu? Atau nayla adikmu tersayang ini" ucap zayn tersenyum sidis


"Digo jangan ka......"


"Aku rela melakukan apapun demi kalian asal mereka selamat biar nyawaku taruhannya. Kau harus berjanji padaku zayn" ucap digo lantang


"APA?!"


Semua sahabat-sahabat digo terkejut dan menatapnya dengan tatapan tidak percaya


"Bagus, pilihan yang tetap sekali!!" Ucap zayn tersenyum puas


"Bodoh!!! Apa yang kau katakan hah!!!" Ucap kevin murka kepada digo "kau lihat perjuangan kita demimu!!! Kau dengan mudahnya menyerah dirimu pada iblis itu"


"Digo, kau sudah berjanji pada kami digo, Bahwa kau akan baik-baik saja. Kau jangan menyerah begini. Kami masih membutuhkanmu" ucap cindy dengan mata berkaca-kaca sungguh ia tak sanggup jika kehilangan digo, sahabatnya.


"iya, tarik katamu digo. Kau tidak boleh mati semudah itu" ucap felix mendengus


"maafin gue guyy!!! Aku rasa bersahabat kita sampai disini" ucap digo dengan mata berkaca-kaca menatap mereka satu-persatu "guyy jaga kalian baik-baik. Aku sangat menyayangi kalian"


"Tidak, digo kau tidak boleh mati!!!" Ucap louis murka menatap digo berkaca-kaca. Sungguh ia tak rela jika harus kehilangan sahabat terbaiknya


"Digo, aku mohon. Kau tidak boleh pergi digo. Aku tidak bisa hidup tanpamu, aku mencintaimu jadi kumohon jangan menyerahkan dirimu seperti ini" ucap prilly menangis histeris sungguh ia tak akan sanggup kehilangan pria dicintainya


"Maafkan aku sayang, aku rasa hubungan aku sampai disini. Maafkan diriku membuatmu kecewa akhir-akhir ini. Jaga dirimu baik-baik. Makan teratur. Jangan sampai sakit karna aku akan melihatmu disana" ucap digo tulus


Lalu pandangan mengedarkan melihat sahabat-sahabatnya untuk terakhir kalinya dan mereka terlihat mengeleng-geleng kepala panik seolah benar-benar tidak setuju dengan perkataan bahkan ada louis, cindy, shiren, arka dan kevin hampir saja mau menangis menlihatnya seperti ini. Tapi digo hanya memasang senyum terbaik, sebuah senyum seolah memberi tahu mereka kalau semuanya ini akan baik-baik saja


"Zayn, lakukan apa yang kau mau?" Ucap digo


"Tapi kau harus lepaskan adikku dulu"


"Oke, baiklah. Pengawal lepaskan dia"


Zayn memberikan perintah kepada anak buahnya untuk melepaskan nayla, nayla pun terlepas lalu mendorong ke arah teman-teman digo, dengen sigap mereka memeluk nayla menenangkan tangisannya bahwa semuanya akan baik-baik saja


Zayn tertawa puas, sangat puas  Dihatinya tak kalah puasnya karna sebentar lagi prilly akan menjadi miliknya setelah ia menyingkirkan orang


"Oke, mari kita lakukan perlahan-lahan"


Zayn memberi isyarat kepadanya pengawal agar memberi pukulan kepada digo. Pengawal hanya mengangguk lalu memberikan beberapa pukulan kepada digo, seperti tendangan dan tinjuan di


Seluruh tubuhnya sehingga membuat digo sudah babak belur dan muntah darah


"BERHENTI!!! SIALAN, KAU BENAR-BENAR INGIN MEMBUNUHNYA HAH!!!" Ucap louis berteriak marah saat melihat digo disiksa seperti itu


"Dan kalau terjadi apa-apa pada digo, kami semua akan benar-benar membunuhmu!!!" Ancam arka tajam dan mereka mengangguk setuju seraya menatap zayn dengan tatapan pembunuh


"Zayn, aku mohon. Hentikan ini. Jangan bunuh digo, aku rela. Jika aku menjadi milikmu. Jadi lepaskan digo zayn, lepaskan dia, jangan bunuh dia"


Prilly berteriak pilu. Hatinya dan dadanya sangat sakit jika melihat digo seperti ini, berkorban karnanya dan dia akan membunuh diri sendiri jika pria dicintainya mati karnanya


"Tentu saja sayang kau akan menjadi milikku"


Zayn berucap lembut lalu mencodongkan pistolnya ke arah digo yang sudah hampir terkapar dibawah lututnya atau lebih tetapnya ke tenggoraknya. tangannya pun siap menarik pelatuk pistolnya dan


"Setelah aku menyingkirkan pria sialan ini"


DOR


"DIGOOO!!!!"


"KEISHA!!!!"