
Tak tahu kenapa hari makin hari, hati sesuatu pada dia, kadang dia bertanya pada rio sahabat david, dia bilang kalau david baik-baik saja, tapi tidak tahu kenapa jawab dari rio tidak bikin hati dia senang, melainkan ada sesuatu yang ia sembunyikan dari keisha
"Keis!" ucap hazel menyadarkan lamunan keisya saat ia berada di dapur "lo kenapa? kok dari aku liat kau tidak semangat kerja gitu, apakah ada masalah lagi!"
"Ga kok, gue baik-baik saja" ucap keisya tersenyum
"Yakin"
Keisya mengangguk
"Iya hazel"
Ia pun berbalik badan hendak keluar dapur, tiba-tiba ada sebuah lengan kekar menghalangi jalannya
"Felix, minggir" ucap keisya berusaha menyingkirkan tangan felix
"Tidak, kau didapur saja, temani hazel"
"KE___" ucapan keisya berhenti karna pandangan ia beralih tepat dibelakang felix, tak sengaja ia melihat sesuatu yang tidak ia inginkan,
melihat david sedang makan siang dengan tasya berdua, tasya yang bergelayut manja di lengan david
Keisya yang melihatnya hanya diam dengan perasaan tak karuan, rasanya jantungnya ingin turun ke perut, matanya panas, hatinya seperti dibelah dengan pisau tajam, matanya berkaca-kaca
"Kan aku sudah bilang, kau didapur saja temani hazel, aku hanya tidak ingin kau melihat adegan yang tidak kau inginkan" ucap felix menatap keisya, karna ia tau keisya pasti sedang sakit hati sekarang
"Keis kau kenapa, kenapa tiba-tiba kau sedih gitu!" Ucap hazel muncul tepat dibelakang keisya dan beberapa detik kemudian ia mengalihkan pandanganya ke arah yang dituju keisya "DAVID"
Sementara kevin sedang menanggani orang yang berdebat, pria itu tau keisya masih mencintai david, ia tak mau keisya melihat david dan tasya sedang bermesraan, bisa saja kevin mengusir mereka, mengusir secara paksa, tapi ia tak ingin image cafenya akan buruk pengunjung disini
"Kan aku sudah bilang, aku ingin keisya jadi pelayan aku dan david" ucap tasya bergelayut manja di lengan david dan kevin melihatnya pun geram "berapa pun akan saya bayar!"
"Eh, dengarkan aku yaa!" Ucap kevin berusaha menahan emosi "sampai kapanpun aku ga akan biarkan keisya jadi pelayan kalian, karna aku tau maksud dan tujuan kalian, jadi sebaiknya aku saja jadi melayani kalian, atau kalian akan kaki dari cafeku"
"Apaan sih ribut-ribut!" ucap digo muncul tepat disebelah kevin lalu menatap geram david dan tasya "kalian lagi, kalian lagi, ngapain sih kalian disini mau pamer kemesraan kalian? Mau bikin keisya sakit lagi? Mau bikin keisya hancur lagi? Hah!"
"Eh, digo kita kan ke sini mau makan berduaan yaa kan sayang!" ucap tasya mencolek dagu david gemas dan david tanpa jijik
"Kalau mau makan, kenapa harus disini! cafe masih banyak disini, ga cuman satu, jadi secepatnya kalian pergi dari sini, makan ditempat lain, ngerti" ucap digo geram
"Digo tahan emosi kau" ucap kevin setengah berbisik "bisa-bisa nama cafeku bakal tercorek cuman mau ladani mereka"
"Tapi bos, mereka cuman bikin sakit hati keisya aja disini, bukan mau makan"
"Iya, aku ngerti" ucap kevin, lalu beberapa detik kemudian ia sekilas melihat keisya yang sudah mulai mendekat ke arah mereka "aku sama sepertimu, tak ingin membiarkan keisya sedih, melihat cowok yang ia cintai bermesraan dengan cewek gila ini"
"Apa-apa sih kok pada ribut-ribut" ucap keisya berusaha tenang lalu melirik ke kanan dan ke kiri "malu-maluin tau ga, diliatin banyak orang"
Mereka pun ikut mengedarkan pandangan ke sekeliling mereka, lalu menatap keisya lagi
"Eh, kebetulan ada lo" ucap tasya senang, lalu memberikan lembaran menu ke pada keisya "layani kita"
"APA!" Ucap keisya kaget
"Keis, jangan dengarin dia" ucap kevin kesal "sebaiknya kau di dapur saja temani hazel, aku saja yang layani mereka"
"Keisya ayolah layani kami" ucap tasya membujuk "oh atau lo punya perasaan sama david, sehingga teman lo ini tak mau kau melayani kami berdua"
Deg
Hati keisya makin sakit, ia pun melirik tajam david, minta responnya, david tampak geleng-geleng kepala seolah mencegah keisya untuk tidak melakukannya
"Oke, gue mau" ucap keisya pasrah, ia tak ingin menunjukkan rasa sakit hatinya pada semua orang,
keisya dapat respon kevin, digo, david tampak tidak terima dengan keputusan keisya, sedangkan tasya tersenyum kemenangan
"tapi keis__"
"Udah lah digo, kerjakan tugas lo, masih banyak pengunjung yang belum yg lo layani" ucap keisya
digo mau tak mau pun pergi. Sedangkan kevin menatap keisya sekilas lalu menepuk bahu keisya
"Sabar yaa" ucap kevin tersenyum menenangkan lalu pergi
"Ok, kalian mau pesan apa" ucap keisya berusaha tenang
"Jus jeruk dan benana cake" ucap tasya, lalu melirik david "kamu mau pesan apa sayang"
Deg
"Keis lo harus tahan, jangan biarkan air mata lo menetes, menangisi orang sial ini" batin keisya
Keisya pun mencatat pesanan mereka, lalu berbalik menuju dapur mengatakan pesanan mereka kepada hazel
"Keis, lo harus sabar yaa" ucap hazel menepuk bahu keisya "kalau lo ga tahan, biar felix atau digo gantikan lo"
"Zel, lo tenang aja gue baik-baik aja kok" ucap keisya berusaha tersenyum, menunjukkan kalau ia baik-baik saja
"Senyum lo palsu keis"
Batin hazel
"Udah, nih" hazel menyondotkan pesanan david dan tasya
"Thank" ucap keisya lalu berbalik menuju meja pesanan david dan tasya satu persatu
"Ini pesanannya" jawab keisya sambil menletakkan pesanan david dan tasya satu persatu
Lalu keisya pun berbalik hendak pergi, namun tiba-tiba
"Eh, mau kemana lo!" Ucap tasya
"Lo mau apa lagi sih" ucap keisya berbalik badan menghadap david dan tasya
"Gue mau lo disini, temani gue sama david makan" ucap tasya
"WHAT" ucap keisya kaget "emang lo pikir gue bodyguard lo apa, pake temani segala"
"Kalau lo ga mau yaa udah, gue akan bilang kalau bilang ke semua orang disini, kalau pelayanan dicafe ini tidak bagus, tidak__" ucap tasya berhenti karna keisya memotongnya
"Ok, gue mau" ucap keisya pasrah karna ia tak ingin image cafe ini bakal tercorek gara-gara cewek sial ini, juga keisya tak mau kevin bakal memotong atau malah dipecat biarlah hatinya sakit daripada ia hilang pekerjaan
"Ga" ucap david akhirnya bicara setelah lama diam, ia membalikkan wajahnya
"Sayang, kamu jangan malu-malu gitu doh, aku suapin yaa! Biar kita dibilang pasangan romantis" Ucap tasya tersenyum, ia lalu memegang lengan david seolah memberi tanda agar tidak menolak keinginan
David pun membuka mulutnya, melahap cake,
"Gitu dong sayang" ucap tasya mencubit pipi david gemas menunjukkan kemesraannya di depan keisya,
"Rasain lo keis" batin tasya
Ketika tasya dan david sedang bermesra-mesraan datanglah penyelamat keisya yaitu aldo, sesaat ia menatap mereka lalu beralih ke keisya yang lagi menatap mereka dengan tatapan sulit diartikan
Tanpa berpikir panjang aldo pun menghampiri keisya dan menarik pergelangan tangan keisya membawa ke meja kosong
"Al, lo mau gue ke mana sih!" ucap keisya berusaha melepaskan pegangannya
"Lo bisa diam ga" ucap aldo menarik kursi untuk keisya mempersilakan ia duduk dengannya
"Al, gue masih layani tasya"
"Ga, lo sekarang duduk dengan gue, makan dengan gue, soal tasya biar gue tangani, ngerti"
Beberapa menit kemudian terjadilah berdebat antara tasya dengan aldo, berdebat ingin menjadikan keisya pelayan mereka, mau tak mau tasya akhirnya mengalah
"Digoo!!!" Panggil aldo ke arah digo yang lagi melayani pengunjung dan digo menoleh "sini lo"
"Apa, lo mau pesan!" ucap digo berdiri dihadapan keisya dan aldo
"iya" jawab Aldo "gue mau pesan 8 porsi nasi goreng estra pedas, pake cabe rawit estra banyak"
Digo tidak mencatat pesanan aldo melainkan melongo mendengar ucapannya
"Lo kesambet setan apaan, makan nasi goreng estra pedas 8 porsi, pake cabe rawit lagi, itukan pedas, lo benar-benar gila"
"Siapa bilang buat gue, itu makanan buat keisya tau"
"APA" ucap keisya dan digo kaget
"Lo gila yaa, mau kasih gue makan sebanyak itu, pedas lagi!" Ucap keisya heran
"Mau racuni keisya lo"ucap digo
"Hey, dengari yaa, ini buat kebaikan keisya, dengan makan nasi goreng estra pedas, dan cabe rawit sekaligus obat patah hati keisya" ucap aldo tunjuk keisya
"Oh, bilang dong dari tadi" ucap digo lalu ia pergi ke dapur menyerahkan pesanan pada hazel, keisya dapat liat respon hazel, tercengang dengan pesanan aldo, beberapa detik kemudian ia tersenyum
Setelah 30 menit pesanan aldo pun datang, nasi goreng estra pedas dan juga cabe rawit yang banyak, dan keisya pun berlahan-lahan menyatapnya nasi goreng itu,
WOW
nasi goreng benar-benar pedas, seolah keluar api bergejolak dari mulutnya tapi itu membuat keisya melupakan rasa sakitnya, makanan ini adalah pelampiasan yang cocok bagi orang yang patah hati
"Gimana manjur kan" ucap aldo memakan cakenya yang sudah ia pesan
"Banget" ucap keisya antusias
Keisya langsung menghabiskan 8 porsi nasi goreng itu sekaligus cabe rawitnya, keisya tidak peduli dengan tatapan para pengunjung lain yang lagi menatapnya heran, yang terpenting rasa sakit ini tergantikan oleh rasa pedas ini.
makanan itu pun habis hanya meninggalkan keringat keisya mengalir di seluruh wajah keisya, aldo yang melihat itu langsung mengambil tisu, mengelap wajah keisya yang terkena teringat, sehingga membuat keisya kaget jadinya, karna ini adalah pertama kalinya aldo memperlakukannya keisya begini, mengelap wajah keisya dengan lembut
"Eh, maaf" ucap aldo salah tingkah
"Wajah lo keringat, jadi gue bersihin deh, ga apa-apa kan!"
"Ga pa pa kok" ucap keisha tersenyum
"Yaa udah, gue pergi dulu yaa" ucap aldo berdiri dari meja "sudah malam, btw soal makanan biar gue yang bayar, yaa"
Keisya hanya mengangguk pelan lalu aldo pun pergi meninggalkan uang lembaran ratus,
"Aldoo" panggil keisya membuat aldo berhenti melangkah dan menoleh
"Apa!"
"terima kasih"
"Buat!"
"Buat nasi gorengnya"
"Sama-sama" ucapnya tersenyum lalu pergi keluar cafe
Setelah beberapa aldo keluar, tiba-tiba kevin, felix, hazel, dan digo tertawa karna telah melihat keisya kepedasan makan nasi goreng
"Wow cowok itu benar-benar gila" ucap kevin mengejek keisya "dengan menyuruhmu makan nasi goreng estra pedas 8 porsi, pake cabe rawit lagi!"
"Woah bisa-bisa tidur di toilet deh" ucap felix ikut-ikutan
"Diam kalian" ucap keisya kesal "jangan mengejek gue"
"Aku bukannya ngejek mu, tapi itu kenyataan" ucap kevin ketawa "ngomong siapa cowok itu keis! Kenapa dia tau kau lagi patah hati"
Belum sempat keisya menjawab, digo sudah menjawabnya lebih dulu
"Dia itu aldo bos" jawab digo "teman sekolah keisya"
"Aldo! Maksudmu cowok yang sering jahili kau keis" ucap felix
Keisya mengganguk
"Tapi mengapa dia tiba-tiba baik kepadamu keis!" ucap hazel bicara "dengan menyuruhmu makan nasi goreng ini sehingga membuat rasa sakit hatimu hilang dalam sekejap"
Yap! betul juga kata hazel,
kenapa aldo tiba-tiba baik yaa dengan menyuruh keisya makan nasi goreng gila ini
Seolah pertanda ia tak ingin keisya sakit hati karna tasya dan david bermesraaan