
Hari ini geng glader dihebohkan berita heboh, berita bikin mereka tercengang, bikin mereka terkejut bagaikan dihadang gempa bahwa
DAVID TELAH MENGABUNG DENGAN GENG POWER
"Kok bisa sih, david gabung dengan geng bajingan itu" ucap digo geram, saat kami dikantin sekolah
"Ntah lah, gue heran sama tuh anak, kok bisa yaa dia gabung bersama mereka!" ucap rio heran dengan tingkah sahabatnya itu
"Bukannya lo sahabat dekat, masa lo ga tau sih" ucap louis heran
"Iya memang, tapi david orang tertutup, kalau ada masalah pasti ia sembunyiin" ucap rio
"Atau mungkin, david terpaksa gabung! say" ucap shiren kepada rio
"aku pikirannya begitu, tapi mana mungkin ia terpaksa gabung, sebabnya apa coba!" Ucap rio
Mereka lalu menatap keisya yang sedang asik makan bakso
"Eh, apa!" Ucap keisya tersadar dengan tatapan heran mereka
"Lo ga sedih, marah, gitu david gabung geng power" ucap louis heran
"Ngapain gue harus marah, sedih!"ucap keisha mengenyit dahinya heran "lagian terserah dia lah, gabung kek atau tidak terserah dia, kan gue ga punya hak"
"Bukan lo cinta dan sayang sama david"ucap rio heran lalu menunjuk keisya "dan kenapa lo marah sama dia karna telah gabung dengan musuh lo itu"
"Sayang! Gue ga sayang sama dia"
"Gue ga yakin"
lantas Keisha pun berdiri
"terserah lo deh bilang apa"
gadis itu pun melangkah pergi meninggalkan area kantin
"Gue heran deh sama tuh anak!" ucap rio melihat keisya menjauh "sampai kapan tuh anak penutupi perasaan terhadap david"
"Jangan kan lo, gue sepupu sendiri heran sama dia" ucap digo
Keisya pun pergi koridor sekolah, dan memandang anak-anak kelasnya main basket sekali-sekali ia melihat kelas dimana geng power berada, ingin rasanya menglangkahkan kaki kesana, bukan untuk mencari gara-gara sama geng power, melainkan ingin melihat pria itu lagi sekaligus bertanya kenapa dia gabung dengan geng power! MUSUHNYA
Jujur keisya sangat merindukan david, merindukan matanya, merindukan aroma tubuhnya, merindukan senyumannya, merindukan wajahnya, merindukan pelukan hangatnya, tapi ia harus bersabar dulu, untuk tidak menemuinya, karna keisya yakin pasti suatu saat mereka pasti dipertemukan lagi
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Setiap hari minggu, geng glader ada dimarkas untuk latihan bela diri, agar mereka menjadi geng kuat, geng tidak mudah ditaklukan Dan sekarang Kini keisya adu firting dengan louis, sedangkan digo adu firting dengan shiren di ring
Tong... tong... tong... tong... tong...
Terdengar suara pintu masuk markas sehingga membuat menghentikan aktifitas kami
"Siapa lagi sih datang, ganggu aja!" ucap digo kembali adu firting dengan shiren
"Digo, lo jangan bawel deh, lo buka aja tuh pintu, siapa tau penting" ucap keisya
Digo mengangguk jengkel, lalu ia pergi ke pintu masuk, dan membuka pintu. pria itu melihat melihat felix, kevin, dan hazel dengan senyum kemenangan
"Minggir" ucap felix menyingkirkan digo yang kelihatan jengkel dengan tingkah mereka yang masuk seenaknya masuk tanpa permisi
"Hei, kalian masuk seenaknya saja, tak tau tata krama!" ucap louis jengkel
Mereka pun juga seenaknya duduk di sofa, dan kevin menjawab pertanyaan digo
"Hei, digo, kalian juga masuk ke cafe kami seenak kalian "ucap kevin melipat tangan dia tersenyum kemenangan "jadi kita impas kan"
"Terserah"ucap digo jengkel Senaya menutup pintu lalu melakukan aktifitasnya lagi
"Jadi, ini, yang kalian lakukan kalau dihari minggu!" ucap felix duduk di sofa, dia melipat tangannya
"Emm"
"Jadi kalian punya band juga" kata hazel melihat foto kami. dia bersandar di meja tempat foto berada "kalau boleh aku tau apa nama band kalian!"
"Band glader"
"Siapa vokalisnya"
"Tuh ketua geng kita, keisya" ucap shiren menunjuk keisya dengan dagunya
"Wow, kau berbakat sekali yaa keis" ucap kevin takjub
"Ya iya lah, keisya kan ketua kami," ucap louis
"Alah, Gitu aja sombong" ucap felix
"Siring aja lo fel" ucap digo jengkel,
"Dasar judes" ucap keisha
"Kau ngajak berantem" ucap felix menaikan lengan bajunya
"Emang lo pikir gue takut" ucap keisha
Hazel menyeruah ke tengah-tengah "Pertengkaran kalian benar-benar tak bermutu"
"dan kau keis, jangan kau ladani dia, dia memang begitu" kata kevin
"Ga, gue cuman ingin tantang si judes ini, seperti apa sih kekuatannya dia"
"Oke ku terima mu keis, kita adu firdting sekarang, dan aku akan buktikan kalau aku akan menang lawan cewek idiot ini.." ucap felix
Sedangkan mereka hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah kami
Kami pun mulai adu firting, kami saling menatap tajam, aura kami berubah dalam sekejap. pertama-tama felix menyerah keisha duluan, dengan sigap ia menghindar dari serangan itu, dan keisha mengeluarkan pukulan terbaiknya sehingga felix jatuh tersungkur karna serangannya
Mereka yang melihat keisha dan felix adu firdting terkejut dan beberapa detik kemudian mereka ketawa
"Hahaha, felix, felix" ucap digo geleng-geleng kepala sambil ketawa "gitu aja kalah, sama cewek, lagi"
Felix yang mendengar itu langsung bangkit, tidak terima perkataan digo, dia tak mau kalah, ya terus menyerah keisya tapi tetap saja ia terjatuh alias kalah
"Udah lah, fel, lo nyerah aja, ketua kami selalu menang" ucap louis mengejeknya
Keisya yang mendengar langsung tersenyum kemenangan, dan felix melihatnya tanpa berpikir panjang, ia langsung mengulurķan kakinya kearah kaki keisya menendang keisya pun jatuh, dan felix langsung bangkit dengan tersenyum kemenangan
"Tuh kan, apa aku bilang aku bakal menang" ucap keisha tersenyum kemenangan dan lantas membuat keisya kesal
"Hey! ini baru sekali" ucap keisha kesal berdiri lagi "ayo lawan gue lagi" Keisha mengangkat tangan, bersiap-siap
"Ga ah gue capek" ucap felix pergi dari hadapan keisya
"Hey, lo curang" ucap keisha kesal
"Bodoh amat" ucap felix duduk di sofa dia melipat tangan "yang penting gue menang"
"Dasar" ucap keisha mengecak pinggang, lalu menatap sahabat yang lainnya "digo, louis, shiren, lawan hazel!"
"Apa!"
mereka terkejut sedangkan hazel mengangkat alisnya
"Ngapain hazel lawan mereka!" ucap kevin mengangkat alisnya heran
"Gue cuman ingin liat kemampuan hazel, seperti apa sih dia pertarung" ucap keisha
Mencari alasan
Sebenarnya gadis itu cuman ingin memastikan yang dikatakan louis itu benar atau salah
Hazel berandalan wajahnya boleh saja bertampak malaikai begitu tapi dia hobi berkelahi
"Kenapa harus hazel kenapa ga lo aja"ucap felix mengangkat alisnya "atau lo takut" felix meremehkan keisya
"Gue ga takut" ucap keisha cuek
"Tapi keis__"
"udah lah zel, lawan aja mereka, buktikan pada mereka kalau kau lebih jago dari mereka" ucap felix
"Kalau hazel mau, gue juga mau" ucap digo bangkit dari sofa "yuk guyss"
mereka pun bersiap-siap di atas ring melakukan serangan, 3 lawan 1, mereka saling menyerang, hazel mengeluarkan jurus andalannya sehingga membuat mereka terjatuh tersungkur secara cepat,
keisha yang melihat itu tergangang, terkejut, baru pertama kali melihat hazel melakukan serangan cepat, tiga lawan satu, woahh hazel, sungguh luar biasa, hazel hebat
"Tuh kan apa ku bilang hazel, lebih jago dari pada kalian" ucap felix sombong "sekarang lo keis"
"APA!" ucap keisha terkejut " kok gue?"
"Kenapa! lo takut keis"
"Ga gue ga takut"
"Kalau lo ga takut, cepat lawan dia" ucap felix meremehkan keisya lagi
Keisya yang merasa diremehkan akhirnya ia bangkit terpaksa lawan hazel
"Ok" ucap keisha berdiri, berjalan menuju ring dengan grogi dan felix memainkan matanya sedikit puas dengan tingkah rajanya
"lo hati-hati" ucap louis menepuk bahu keisya pelan sambil lalu
keisha mengganguk
Kini keisha berdiri berhadapan dengan hazel mengangkat tangan bersiap kuda-kuda untuk melakukan serangan, begitu pula dengan hazel, keisha pun melakukan serangan duluan, dengan singgap hazel menghindar serangannya dan kami saling menyerah satu sama lain
Wow hebat sekali anak ini batin keisya
Dan pada akhirnya ia kalah untuk pertama kalinya, geng glader yang melihatnya tercengang, sedangkan felix dan kevin tersenyum kemenangan
"yuk, bangun keis" ucap hazel mengulurkan tangannya kepada keisha saat keisha duduk
keisha mengangguk Senaya tersenyum
Lalu keisha menerima tangannya dan menarik dihadapannya, jarak kami benar-benar dekat, tangan Keisha masih memegang tangan hazel, mata kami saling tatapan dan....
"Ekhemmm...." deheman kevin membuat keisya dan hazel tersentak kaget, melepaskan pengangan kami masing-masing dan saling melangkah menjauh
"Keis abis ini kita boleh kerumah Lo ga? gue kangen nih sama mama lo, mama lo udah sembuh kan!" Ucap shiren duduk sofa mengelap keringatnya
"Udah" ucap keisha tersenyum bahagia "tapi emang lo ngapain kerumah gue!"
Ketika shiren hendak menjawab, digo langsung menyerocos
"Alah lo ga tau aja keis, pasti shiren mau numpang makan lah, kan tuh anak kan doyan banget ya kan shiren" kata digo tersenyum jahil
"Hehehe" ucap shiren berkekeh "lo tau aja"
"Dasar"
"Ya udah, kita bersiap-siap ke rumah gue sekarang!" Ucap keisha tersenyum mengajak teman-temannya ke rumah, lagian ia sudah lama tidak mengajak sahabat-sahabatnya main kerumah, semenjak mama sakit
"Guyy, aku boleh ikut ga!" ucap Hazel tunjuk tangan
keisha tersenyum mengangguk
"Boleh kok"
"Aku juga boleh ikut ga!"ucap kevin tunjuk tangan
"Aku juga" ucap felix ikut-ikutan
keisha tersenyum lagi, mengangguk
Kami pun berangkat menggunakan kendaraan masing-masing, tapi dipertengahan perjalanan, perjalanan kami dihadang oleh geng power, yang telah berdiri menunggu kedatangan kami,
Tiba-tiba jantung keisya segera berdetak tak karuah, ini kacau sekali, bahkan keisya tak tahu perasaan apa ini antara takut, senang, marah dan rindu, saat ia melihat david bersama geng power, yang awalnya melipat tangan, bersandar didepan mobilnya, kelihatan jengkel sekali, tapi saat ia melihat keisya dia berdiri tegak matanya berbinar menatap keisya
"Ngapain lagi nih anak" ucap digo geram melepas helmnya dan turun dari motor
Kami pun turun dari kendaraan kami masing-masing dan menghadapi geng power, tapi mata keisya terus menatap mata david, begitu pun dengan david terus menatap mata keisya, melepas rindu diantara mereka berdua
"Wow" ucap devan bertepuk tangan, tersenyum sidis "anak geng power kini udah punya anggota baru, pelayan cafe!"
Membuat hazel mengepal tangannya,
Keisya yang berada di samping hazel, lalu menepuk bahu hazel, menenang dia, menahan emosinya
"Oh yaa!" ucap Digo tersenyum sidis "bukannya lo yang punya anggota baru, seorang david wiliam" ucap digo menatap tajam david
"dasar pengkianat"
"Ohoho, sabar dulu digo, tahan emosi lo" ucap devan tertawa sidis "oh yaa, apa kabar saudara tiriku, keisya adelia wilson, gue harap lo baik-baik aja setelah mendapatkan kejutan!"
Keisya tersenyum sidis dan melipat tangannya
"Yaa, sangat baik saudara tiriku, setelah mendapatkan kejutan tak ter-du-ga ini" ucap keisya menatap david lagi yang sedang menunduk kepala lalu beberapa detik kemudian ia menatap saudara tirinya "oh yaa, bagaimana keadaan pipi mu tasya, apakah sudah membaik"
Tasya yang mendengar itu, ia langsung menatap keisya tajam, emosinya menaik, mengepal tangannya
"Oh, pasti sangat sakit sekali!"ucap shiren, membuat kami ketawa
"Oh memang, sakit sekali" ucap tasya melipat tangannya kelihatan jengkel "tapi sakitnya bisa hilang, tak seperti seseorang yang berpenyakitan yang sudah lama"
Ucapnya menyindir keisya lagi
Sehingga membuat keisya dan sahabat menjadi emosi
"APA LO BILANG!" ucap Louis geram hendak melangkah, hendak meninju mulut orang yang telah menghina orang tua sahabat sendiri, begitu pula dengan lainnya
"louis, tahan dulu emosi lo" ucap keisya mencegahnya "jangan terpancing dengan kata-kata busuknya"
"Tapi keis, dia menghina ibu lo" ucap louis jengkel "gue ga akan biarin mulut busuknya itu menghina ibu sahabat gue sendiri"
"Udah lah jangan lo ladenin mereka, lebih baik kita pergi sekarang, guyy cabut!" Ucap keisha lalu berbalik badan untuk menghindar berkelahian,
"Tapi keis__"
"LOUIS"
Mau tak mau mereka menuruti kemauan keisya dengan berat hati,
"DASAR PENGECUT LO SEMUA"
Membuat keisya dan kawan-kawannya berhenti digo yang udah berada disebelah motor, langsung mengambil helmnya dan melempar ke arah geng power, dan lemparan tepat mengenai kepala reza
"LO BERANINYA__"
"APA! LO MAU HAJAR GUE! LO MAU BALAS! SINI MAJU! HADAPI GUE" ucap digo membentak
"digo, tahan diri lo" ucap keisha
"Udah lah keis, lawan aja mereka, gue udah capek terus bersabar hadapi geng brengsek itu" ucap louis geram
"Iya, tangan gue udah gatel-gatel nih, mau nonjok mulut tuh cewek"ucap shiren menambahkan
"Iya, keis ngapain nunda-nunda sih" ucap felix ikut-ikutan "hajar aja mereka, gue udah tak tahan lagi melihat mereka menghina lo, dan ibu lo keis"
"Stop, stop, kalian jangan emosi dulu dong" devan tersenyum sidis "lebih baik kita adu firdting aja, gimana dan gue nentuan"
"APA!" ucap Geng glander terkejut
"Tak salah dengar ini gue!" ucap digo tercengang ak percaya, karna tumben-tumbenan geng power adu firdting bareng mereka
"Iya, lo ga salah, kita adu firdting, tapi kecuali sih telinga lo benar-benar tuli" ucap dicky tersenyum sidis
"Oke, gue mau" keisya menyetujui permintaan mereka, agar menghindar perkelahian
Kenapa gue merasakan ada firasat buruk yang akan terjadi batin keisya
"Oke, kalau gitu kita mulai sekarang" devan tersenyum sidis, dia melipat tangan di dadanya, tapi dibalik senyumannya itu ada rencana liciknya berjalan
"gue mau keisya lawan david"
"APA!"