Dear keisha

Dear keisha
PART 18



"APA!"


keisha dan para sahabatnya pun terkejut begitu pula dengan david


"Kenapa harus keisya lawan david!, kenapa ga lo aja!" ucap Hazel jengkel


"Atau mungkin lo takut kalah dav!" ucap shiren menambahkan


Devan tersenyum miring


"Seorang devan renaldi wilson tak pernah takut namanya kekalahan"


"Oh yaa!, kalau gitu lawan aja keisya, ga harus david"


"Eh, jangan banyak tanya deh lo" ucap tasya jengkel "lawan aja kenapa sih! gitu aja ribut, atau mungkin lo takut keis lawan david, cowok yang lo suka!"


Apa! Tasya tau kalau gue sangat suka david! Batin david


"Ga gue ga suka david" ucap keisha spontan berbohong


sejujurnya gadis itu gelisah sekali, karna tak sanggup melawan david, cowok yang cintai


"Kalau emang lo ga suka david, lo lawan aja dia, gitu aja ribet"


"Oke, kalau gitu gue lawan dia" ucap keisha melangkah maju ke kepan, dan membuat sahabatnya kaget dan heran


"keis,, lo yakin, lawan david!" ucap hazel menepuk bahu keisya, karna ia mengerti kegelisahan keisya dan sesekali ia menatap david, terlihat David juga maju kedepan melawan keisya dan juga kelihatan gelisah


keisha tersenyum padanya


"Gue yakin zel"


"Tapi__"


"Zel, lo tenang aja, gue bisa kok"ucap keisha tersenyum padanya


Dan sekarang keisha berada dihadapan david, menatap bola mata yang keisya rindukan, lalu beberapa detik kemudian dia mengangkat tangan bersiap kuda-kuda untuk melakukan serangan, begitu pula dengan david, mengangkat tangan bersiap-siap untuk bertarung


Bertarung dimulai, saling menyerang satu sama lain, saling  pukulan, tonjokan, tendangan, tapi dihati mereka, tidak ingin melakukan itu, melainkan ingin saling menghindar, saling tidak menyakiti satu sama lain,


di pihak david alias anak geng power tersenyum puas menyaksikan dua insan saling melakukan serangan, sedangkan dipihak keisya bersikap tegang, gelisah juga panik,


Mata keisya membulat besar saat ia melihat tinju david hampir mengenai wajahnya lalu ia menatap bola mata keisya lalu bilang


"I MISS YOU KEIS"


Darah keisya berdesis dan rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik dihati keisya tanpa sadar keisya tersenyum kecil


"I MISS YOU TOO DAV"


David yang mendengar itu, matanya langsung membinar, secara sigap david menarik keisya dipelukannya dan keisya  Memejapkan matanya, membalas pelukan david, merasakan pelukan hangat dari tubuhnya lagi, merasa aroma tubuhnya lagi, wangi tubuhnya yang tenang, elusan perlahan tangannya lagi dan suara nafasnya lagi


Geng power melihat kejadian itu wajah mereka langsung berubah dratis, memedam emosinya, tangannya mengepal, aura gelap keluar dalam sekejap. sedangkan geng glader, haxel, kevin, felix, tersenyum bahagia melihat sahabat dua insan yang saling mencintai, saling berpelukan, melepaskan rindu pada diri mereka masing-masing,


Detik kemudian seseorang memisahkan mereka dan sebuah kepala tangan terayun ke wajah keisya, membuat david dan lainnya terkejut, dilihatnya keisya tersungkur dilantai, keisya menoleh kepalanya menatap orang yang telah berani memukulnya lalu senyum terukir disudut bibir keisya dan orang itu adalah Devan


Ia terengah-engah akibat emosi yang telah meluap, tanpa diduga, david menghampiri devan dan menarik kerah baju devan,


"EH, BERANINYA LO PUKUL KEISYA"


langsung melayangkan tinju ke wajah devan, tapi secara sigap ia berhenti


"KENAPA BERHENTI! LO MAU TONJOK GUE NIH!" ucap devan menunjukan pipinya "KALAU LO  BERANI, LO AKAN TANGGUNG RESIKONYA!" ucap Devan tersenyum sidis


Secara paksa david melepaskan kerah baju devan, lalu ia menatap keisya yang berdiri dibantu oleh sahabatnya,


Maffin gue keis batin david


Lalu ia menatap devan lagi, tangannya mengepal ingin ia menonjok orang itu karna ia telah menyakiti orang yang sayangi, menatap tajam dia


"AWASS LO YAA!" ucap David tunjuk devan, lalu ia pergi ke tempat mobilnya dan pergi dengan emosi meluap


Keisya dan sahabatnya melihat itu, dan heran sikap david


ADA APA DENGAN DAVID! Batin keisya


...❤️❤️❤️❤️❤️...


"Bego" ucap hazel


pria itu kini sedang mengobati Keisha. ada sebuah luka di bibirnya karna ulah Devan tadi keisya


"ngapain sih lo diam aja! liat bibir lo terluka gara-gara dia tau"


"Iya keis, ngapain kau diam aja, aku benar-benar kesal tau ga liat kau seperti ini" ucap kevin melipat tangan, kelihatan jengkel sekali


"Dan lagian tuh david, bukan langsung tonjok aja, eh malah berhenti,"ucap louis heran


"Ya iyah lah kan david gabung dengan geng power, mana mungkin juga dia nonjok ketuanya sendiri" ucap digo


"Tapi digo, bukannya david mencintai keisya! mestinya dia marah kalau cewek yang cintai disakiti orang lain" ucap shiren


"Iya juga sih, tapi gue jadi bingung sikap tuh anak" ucap louis


"KEISHA"


sebuah suara seseorang membuat Semuanya menoleh ke sumber suara itu ternyata adalah rio. Rio pun menghampiri shiren terlebih dahulu mereka berpelukan dan kami kelihatan jengkel sekali


"Kalian berdua, pelukan terus!" ucap Felix melipat tangan, kelihatan jengkel "tak bisa baca kondisi apa!"


Rio tak peduli omelan felix lalu melepas pelukannya dan menghampiri keisya


"Keis, lo ga papa"


Mereka mengerutkan dahinya bingung dengan sikap rio


"Gue ga papa kok, cuman luka dikit aja!" ucap keisha tersenyum menenangkan pria itu


"Syukurlah" balas rio ikut tersenyum


"ri, kok lo tau terjadi sesuatu kepada keisya!" Ucap louis heran


"pasti lo dikasih tau david yaa!" ucap Digo menebak


Rio mengangguk


"Perlu lo ketahui keis, gue baru kali ini liat david marah tau ga, dia menyeramkan sekali, sungguh"


"marah! gue ga yakin!" Ucap digo mengejek


"kenapa lo ga yakin gitu digo! ucap rio heran "kan lo tau david suka keisya, yaa pastinya david marah kalau cewek yang suka disakiti orang lain"


"Suka lo bilang!" ucap digo membentak "kalau lo emang dia suka, seharusnya dia ga gabung dgn geng brengsek itu, ini ga dia malah kihnati kita dan ditambah lagi dia diam saja saat devan tonjok keisya"


Rio mendengar itu langsung diam, ia tidak menjawab jawaban digo karna ia tau kalau digo lagi emosi sekarang. Keisha melihat kondisi sekarang lagi kacau ia pun mencairkan suasana


"Guyy, kita gimana nih! Jadi ga kerumah gue!" Ucap keisha


"Terserah lo aja keis" ucap digo jengkel. masih terbawa emosi


"Jadi dong keis" ucap shiren "say kamu ikut ga kerumah keisya!"


"kamu ikut!" ucap rio


Shiren mengangguk


"Kalau kamu ikut. aku juga ikut" ucap rio


"Yaa udah, kita pergi" ucap keisya menuju motornya


...❤️❤️❤️❤️❤️...


DI RUMAH KEISHA DAN DiGO


"Assalamualaikum, keisya pulang" teriak keisya berdiri di depan pintu masuk


"Walaikumsallam" jawab tante mira. mama digo datang untuk membukakan pintu dan ia terkejut melihat keisha dan yang lainnya"yaa ampun, nih ada acara apa nih, pada datang rombongan!, dan wait, wait, tunggu, bibir kamu kenapa keis!" Omel tante mira melihat bibir keisya memar


"Ditonjok devan tante!" Ucap louis mencium tangan tante mira


"APA!" ucap tante mira terkejut sekaligus teriak "kok bisa! kamu ditonjok devan! saudara tiri kamu itu"


Dan membuat keisya dan sahabat tutup kuping


"Ya ampun mom, digo tau mommy kaget, tapi ga usah teriak gitu kali mom" ucap digo


"Iya tan, berisik tau ga tan!" Ucap louis


"Hehehe, maafin tante yee, abisnya tante kaget tau" ucap tante mira merasa bersalah


"Mira! Siapa di tonjok!" Ucap mama keisya keluar dari dapur "yaa ampun, keis, bibir kamu kenapa nak! Jangan bilang kalau devan tonjok kamu!" ucapnya mendekat kearah keisya dan memegang pipinya


"mama tak perlu khawatir, ini cuman luka kecil kok mah, bekal lagi juga sembuh" ucap keisya mencium kening mamanya lembut menghilangkan rasa khawatiran mamanya terhadapnya "keisya ke kamar dulu yaa ma"


Mama keisya mengangguk tersenyum


Mereka pun memperkenalkan diri mereka dan terakhir rio


"dan saya rio, teman sekolah keisya"


"Sekaligus pacar aku tante" sambung shiren


"Yaa sudah, tante ke dapur dulu yaa, lanjut masak!" Ucap mama keisya


"Shiren boleh bantu ga tan" ucap shiren


"Boleh" ucap mama keisya tersenyum dan pergi ke dapur bersama shiren


"Guyy, kalian duduk dulu yaa, gue mau ke kamar dulu!" Ucap digo melangkah ke kamar


"kalian pade mau minum ape!" ucap tante menawar melirik kevin, hazel, felix, dan rio secara bergantian


"Apa aja tan!" ucap kevin mewakili mereka


"Tante ga nawarin aku minum gitu!" ucap Louis jengkel merasa tidak Adil dengan sikap Tante Mira kepadanya


"Ngapain tante nawarin minuman ke kamu biasanye tante tidak tawarin, kamu ambil minuman seenak saja!"


Mereka duduk di sofa sambil menahan tawa, tante mira pun pergi ke dapur


"Ya, ya, ya, terserah tante aja deh, felix main Ps yuk!" Ucap louis mengajak felix main ps, dan berjalan mendekati ruang keluarga tempat ps digo berada


"Boleh" ucap felix berdiri dan mengikuti louis


"Aku ikut dong" ucap kevin berdiri


"Aku juga dong" ucap hazel ikut-ikutan begitu pula dengan rio


"Boleh, tapi main gantian yah" ucap louis memasang ps digo


Kevin, hazel, rio hanya menonton menyaksikan mereka main ps, tiba-tiba muncul bocah menganggu mereka


"BANG DIGOOO" teriak nayla, membuat tutup kuping


"Woy, birisik tau ga" ucap felix fokus main ps


"Iya, seharusnya lo baru dateng ucapin salam dulu kek, ini nih teriak, emak sama anak same yee, hobinya teriak mulu" ucap louis jengkel


"Hehehe" ucap nayla berkekeh "maaf, habisnya nay panggil dari tadi ga ada nyaut, rupanya rumah lagi rame"


"Iya, emangnya ada apa sih lo panggil digo, digo tuh ada dikamar!"


"Diluar, ada cewek bang digo lagi nunggu!"


Sontak membuat louis dan felix pun berhenti lalu menatap nayla


"Lo serius ada cewek digo diluar!" Ucap louis


Nayla mengangguk, dan membuat mereka saling menatap satu sama lain beberapa detik kemudian, mereka berhamburan keluar, melihat cewek digo


Yap benar saja, diluar ada seorang cewek bertubuh langsing pendek, rambutnya panjang lurus, wajahnya yang cantik, dia mengenakan pakaian sederhana dan celana jeans


"Hai" cewek itu melambai kepada mereka


"Wow, ceweknya cantik juga" ucap kevin berdiri dia ambang pintu melihat cewek itu


"Kevin, setiap cewek selalu kau bilang cantik! nanti digo tau gimana, kau bisa dihajar nanti, dan kau siapa! pacar digo!" Ucap felix melipat tangan menatap cewek itu


Cewek itu mengangguk Senaya tersenyum


"Apa yang kau lakukan disini?" Ucap louis berdiri belakang kevin


"Aku hanya menjemput digo"


"Jemput digo! kalian mau pergi kemana!"


"Jangan kalian ganggu cewek gue!" ucap Digo sudah dibelakang mereka, dia berpakaian rapi "minggir"


Katanya menyingkirkan mereka berdiri didepan pintu menemui ceweknya, mengandeng tangan cewek itu


"Yuk say"


"Widih, pakaian lo rapi aman, mau kemana lo berdua!" ucap rio


"Mau dinner" ucap digo berdiri di samping motornya, lalu memegang helmya "ini say helmnya"


cewek itu mengambil helmnya dan naik ke motor digo


"Guyy, gue sama cewek gue pergi dulu yaa" ucap digo dibalik helmnya,


Lalu ia berderum motornya, dan pergi, meninggalkan mereka yang masih menatap kepergian digo


"Pilihan digo benar-benar ok yaa" Ucap kevin


"Alah, palingan bentar lagi bakal putus" ucap louis


"Emang cewek digo yang ke berapa" ucap hazel


"Tak salah ke sepuluh deh"


"APA!" ucap mereka terkejut


"Wow, digo ternyata playboy juga yah"


"Yaa, sama sepertimu kevin" ucap felix berjalan ke ruang keluaga lagi, main ps lagi


"Yuk louis, kita main ps lagi!" Ucapnya mengajak louis lagi


Sementara di dapur shiren membantu mama keisya memotong wortel dan tiba-tiba datang nayla


"Hai, kak" ucap Nayla mengangetkan shiren


"Lo dateng bikin kaget gue aja" ucap shiren jengkel


"Hahaha, sorry, kakak ngapain kesini!" Ucap nayla membuka kulkas, mengambil minuman dingin


"Lagi joget!" Ucap shiren dan membuat nayla melotot "Yaa lagi masak lah, bantu ante lia"


"Ohh" ucap Nayla meminum minuman dingin "oh yaa kak, diruang keluaga bersama kak louis itu siapa kak!" Ucapnya menatap mereka yang lagi main ps,


Tapi matanya bukan menatap mereka, melainkan menatap hazel, yang sedang menonton louis dan felix main ps dari kejauhan


Yaa ampun, cowok itu ganteng banget batin nayla teriak


"Oh, itu teman kerja keisya"


"Bukan itu kak, maksud nayla" ucap Nayla. dia lalu menunjuk hazel "itu cowok yang pakai baju hitam itu!"


Shiren pun mengikuti arahan yang ditunjuk nayla "Oh itu, namanya hazel"


"HAZEL!" Ucap hazel senyam senyum setelah mendengar nama cowok itu


"Kenapa lo!" ucap shiren menatap nayla yang lagi memperhatikan hazel "lo naksir dia yaa!" Shiren menggodanya


"Ga kok" ucap Nayla salah tingkah


"Eh mom, mau kemana!" Ucap Nayla mengalihkan pandangan ke arah lain agar kakak shiren tak curiga, lalu ia melihat mamanya mengangkat nampan berisi minuman jus dan cemilan


"Nih, mau ngantar minuman kedepan, eh eh kamu main ngapain sayang" ucap mira jengkel melihat anaknya mengambil nampannya


"Biar nay, antar minumannya yaa mom" ucap Nayla bersemangat karna ia hanya ingin bertemu hazel


"Tumben-tumben kamu antar minuman ke tamu, biasanya mommy suruh kamu ga mau"


"Sudahlah mah, jangan bawel" ucap Nayla keluar dapur dan segera menemui mereka


"Minuman datang" ucap nayla kepada mereka dan mereka langsung menyambut minuman yang dibawa nayla,


"Wah kebetulan nih, lagi haus banget" ucap rio mengambil jus dan meminuman "oh yaa kau siapa!"


"Saya nayla kak, adik bang digo"


"Aku, rio, teman keisya"


"kau adik digo rupanya, cantik sekali" ucap kevin


"Makasih kak pujiannya" ucap nayla tersenyum "oh yaa kakak mau ga cemilan ini" ucapnya mengangkat piring menyodorkan ke hazel


"Udah, ga usah" ucap hazel tersenyum menolak


"Udah lah kak, ambil aja ga usah sukan-sukan"


Hazel pun mengambil cemilan itu "makasih"


"Sama-sama" ucap nayla polos


Sehingga membuat louis heran melihat tingkah nayla yang tiba-tiba polos dan bersikap manis pada tamunya karna selama ia berkunjung kerumah digo dia jarang sekali menemukan nayla begini