
Dirumah sakit keisya lagi panik mondar-mandir didepan ruang inap david, air matanya ia tahan selama david kecelakaan tadi, ia tak mau dibilang gadis cengeng oleh orang lain
"Tuhan tolong selamatkan dia, aku ga mau kehilangan dia, karna aku sangat mencintai dia" batin keisya
Sementara dibelakangnya ada hazel memperhatikan ia dari tadi, ia tau keisya lagi menahan tangis, menahan tangis karna orang yang ia cintai,
Dan tiba-tiba pandangannya berhenti melihat tasya bersama temannya datang dalam kondisi marah, dan langsung
PLAKK
tasya langsung menampar keisya keras dan membuat keisya kaget memegang pipi yang sedikit memerah
"Tasya" teriak hazel langsung bangkit
"Lo__"
"Apa" ucap tasya membentak hazel "lo mau bela cewek pembawa sial, cewek yang bikin cowok gue celaka, hah!"
"Tutup mulut lo yaa! Jangan sampai tangan gue melukai lo cewek sialan"ucap hazel geram
"Coba aja kalau lo berani" ucap tasya menantang
Hazel tak mau dengan ucapannya, ia pun hendak membalas tamparan tasya, tapi secara sigap devan berhasil menangkap tangannya secara sigap
"Kalau sampai lo sentuh adik gue, gue harus hadapi gue dulu" geram devan
"HENTIKAN PERTENGARAN INI"
Semuanya menoleh tampak rio, olivia, kevin dan felix datang memperhentikan mereka yang hampir pertengkar
"Eh, gue peringati sama lo kalau sape terjadi apa-apa sama cowok gue, gue tak segan-segan buat perhitungan sama lo" geram tasya menunjuk keisya
"Tasya"
"Apa! kalian mau bela cewek pembawa sial ini, asal kalian tau yaa! Gara-gara dia david jadi kecelakaan"
Keisya mendengar itu pun menangis, air matanya tak bisa ia tahan lagi,
benar kata tasya gara-gara dia david kecelakaan
Keisya pun melangkah mundur, berlari jauh dari mereka, melarikan diri dari mereka, ia lebih baik mengalah demi david,
Dan berhenti disebuah koridor rumah sakit, meninju tembok dengan kedua telapak tangannya membuat punggungnya terluka,
Nafas keisya menderu dan jantungnya berdebar begitu kencang bahkan meninju tembok ini pun tidak bisa membuat kemarahannya keisya pada diri-sendiri mereda
Ia benar-benar marah pada dirinya sendiri, marah dengan perbuatan dan ucapanya pada david, dan gara-gara dia david kecelakaan,
"KEISYA CUKUPP"
semua teriakan yang tidak dapat menghentikan, ia terus-terusan meninju tembok itu, tiba-tiba ada sebuah tangan kekar mencegahnya
"Lepasin gue" suara serak keisya histeris "biar gue tinju tembok__"
Ucapannya berhenti karna ia tiba-tiba memeluknya, memeluknya memberikan kehangatan, memberikan keredahan dihatinya saat ini, karna ia tau keisya saat ini, frustasi gara-gara david, sehingga ia melukai dirinya sendiri
"Keis, cukup" ucap hazel disela-sela peluknya "gue tau lo marah keis, marah pada diri lo sendiri, frustasi gara-gara david menyelamatkan lo"
Lalu ia melepas pelukanya, menghapus air matanya
"Tapi tidak seharusnya lo lukai diri sendiri, liat tangan lo sampe terluka kan" ucap hazel memegang tangan keisya yang terluka
"Iya keis, aku tau kau lagi marah, tak seharusnya kau melukai diri sendiri, melampiaskan kemarahanmu pada tembok ini, seharuskan kau tonjok aja dia" kemudian kevin menunjuk felix tepat disebelahnya
Felix mendengar itu melongo
"Apa-apaan kau kevin, kenapa jadi aku yang kena" ucap felix tidak terima
"Iya iyalah kau kan sering buat keisya kesal, dan keisya belum pernah membalasmu kan, daripada tembok itu jadi sasaranya sehingga ia jadi terluka kenapa tidak saja kau" ucap kevin asal
Keisya dan hazel hanya geleng-geleng kepala menatap mereka bertengkar, duduk dikursi ruang tunggu
"Keis, biar aku obati tanganmu yaa!" Ucanya perhatihan dan keisya mengangguk, lalu menatap mereka ia masih bertengar
"Heh, hentikan pertengkaran ini" ucap hazel menghentikan mereka "kalian ga sadar apa sudah jadi tontonan gratis"
Kevin dan felix pun melihat sekeliling mereka, melihat orang-orang memperhatikan mereka dari tadi
"Mendingan salah satu dari kalian pergi sana cari p3k obat untuk tangan keisya" suruh hazel
"Biar aku saja yang cari" tawar felix
"Ok, jangan lama" ucap hazel lalu felix pun melangkah pergi
"Pergi sana hus hus" ucap kevin sambil melambaikan tangannya pada felix seolah-olah ia sedang mengusir seekor ayam
"Awass kau" ancam felix
Setelah felix, kevin pun duduk disebelah keisya
"Tanganmu sakit"
Keisya mengangguk
"Keis"
mereka pun menolek ke asal suara itu, tampak rio datang dengan wajah sedihnya
"Rio" ucap keisha bangkit dari tempat duduknya diikuti hazel dan kevin "gimana keadaan david?"
"David koma"
membuat dunianya seakan berhenti, air matanya menetes lagi
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Akhirnya keisya bisa menjenguk david setelah beberapa jam menunggu, karna tasya masih berkeliaran di rumah sakit dan tentunya ia tidak ingin ribut nanti jika ia bertemu dengan dia
Keisya pun diantar oleh rio menuju ruangan david, seseorang wanita yang lebih tua dari david duduk di samping tempat tidur david, dia terbaring dengan alat pernafasan,
Rasanya sangat sakit melihat ia terbaring lemah seperti ini
Deheman rio membuat seorang wanita kepadanya
"Eh, ada kalian!" ucap wanita itu tersenyum "yuk masuk"
"Lo keisya yaa?" Tunjuk dia
"Hah dia kenal gue, pasti keluarganya" batin keisya
"i..ya" keisya gugup,
rio dan seorang wanita pun tertawa geli melihat keisya gugup
"Santai aja kali, jangan gugup gitu" ucap wanita itu tersenyum "oh, yaa aku olivia, kakak david. panggil aku kak oliv"
"aku keisha adelia, panggil aja aku keisya kak" ucap keisha membalas jabat tangannya
"Tangan lo kenapa!" ucap Olivia tiba-tiba prihatin melihat tangan kiri keisya dibalut perban
"Keseleo kak" jawab keisha bohong,
rio mendengar itu hanya geleng-geleng kepala karna ia tau keisya pasti berbohong
"Tapi ga pa pa kan"
"Ga kok kak" ucap keisha tersenyum musam "maafin aku yaa kak gara-gara aku adik kakak seperti ini"
"Ga kok keis, ini bukan salah kamu, ini takdir
"Tapi__"
"Stop jangan bicara lagi, kamu kesini mau jenguk david kan?bukan menyalakan diri lo sendiri kan?" ucap olivia dan keisya mengangguk
"kita keluar dulu yaa, yuk ri"
Kak oliv menyeret keluar rio, meninggalkan keisya dan david berdua, rio yang awalnya ingin menjenguk david terlebih dahulu mau ga mau mengalah demi keisya
Keisya pun duduk di samping ranjang david, lalu mengenggam tangannya erat, kepala david yang terluka dengan perban
"Dav maafin gue yaa, gara-gara gue lo jadi kayak gini"
Keisya memejamkan matanya, menahan matanya keluar seharusnya keisya terbaring disini bukan dia, dia saat keisya mendekati dia lagi, tapi malah seperti ini
"Andai lo tau dav, gue sayang gue ga mau lo kayak gini"
Keisya pun hanya tersenyum musam, lalu mencium kening david lama
"Dan masih mencintai lo"
Tanpa sengaja rio dan kak oliv mengintip keisya, mereka tersenyum haru,
"Momen langka nih"
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Akhirnya keisya bisa pulang ke rumah setelah rio mengantarkannya, keisya pun langsung saja ke kamarnya tanpa mempedulikan seseorang yang sudah menunggunya dari tadi
Sampai dikamar ia tidak merebahkan dirinya di kasur melainkan ambil wudhu, sholat tahajud terlebih dahulu, ia tak peduli rasa letih di badannya, tangan kanan yang masih sakit, malam hari yang sudah waktunya tidur, yang terpenting ia mengdoakan untuk orang yang dirinya sayang
Setelah ia pun menyadarkan punggungnya kepada kepala tempat tidur sambil menatap malam hari, ia tidak tidur melainkan terus memikirkan keadaan david
Sebuah ketukan pintu menyadarkan lamunannya
"masuk"
"you're awake"
muncul kepala jason dibalik pintu
"Belum"
"Kenapa!"ucap Jason menutup pintu lalu berjalan mendekatinya dan duduk berhadap dengannya "you still think about her, so you can not sleep at thir hour"
Keisya mengangguk
"Gue merasa bersalah banget, gara-gara gue dia kecelakaan dan terbaring koma, dan itu semua gara-gara gue" keisya menangis
Di pelukan jason
"ini bukan salahmu, ini semua takdir" ucap jason mengelus lembut rambut panjangnya menenangkan dia lalu beberapa detik kemudian setelah keisya tenang melepaskan pelukannya menghapus air matanya
Keisya tersenyum "thank"
Dia membalas senyumannya dan mencium keningnya lembut
"Kau sudah makan"
"Belum" ucap keisya geleng-geleng kepala "gue ga nafsu makan"
Jason mengembuskan nafas berat, ia itulah keisya kalau sedang keadaan kacau, ia lupa dirinya, lupa makan dan lupa waktu
"Kau harus makan sekarang yaa"
"Ga, gue ga mau, gue mau__ huaah" ucap keisya menjerit saat jason yang mudahnya mengangkat layaknya mengangkat karung beras
"Pokoknya kau harus makan sekarang"
"Ga ja, gue ga mau, gue mau tidur" ucap keisha memukul punggungnya
Jason pun akhirnya menurunkan keisya setelah sampai ruang makan lalu menduduknya
"Keis, dengarkan aku, aku tak mau kau nanti sakit, jadi sebaiknya kau makan sekarang, mengerti!" Ucap Jason tegas, tak ada bantahan
Lalu ia berbalik badan, melangkah masuk ke dapur untuk membuat makanan untuk keisha
"Tapi gue ga nafsu ja"
"HARUS MAU" ucap jason tegas lagi, tanpa menolek karna ia sibuk membuat makanan untuk keisya
Beberapa menit kemudian masakan jason pun jadi, nasi goreng
"Jason, aku ga mau" ucap keisya berusaha mengelak
"Buka mulutmu" ucap jason menyuapi keisya, keisya hanya geleng-geleng kepala, tetap tidak mau
Secara terpaksa jason menekan luka perban pada tangan kanannya,
"aahhh" ucap jerit kesakitan, secara sigap, satu suapan masuk ke mulut keisya, membuat keisya melongo
"Habiskan" ucap jason menahan tawa melihat ekpreksi keisya yang mengemaskan
"Kakak sepupu sialan" batin keisya
...❤️❤️❤️❤️❤️...
ketika pulang sekolah, jason menjemput keisya. tapi tidak pulang kerumah melainkan ke rumah sakit terlebih dahulu, ia jason tentunya menemaninya katanya ia ingin melihat tampak cowok yang keisya cintai itu
Ketika sampai dirumah sakit, seperti biasa para wanita menatapnya tanpa berkedip
"Seperti biasa, tebar persona" komen keisya
Jason mendengar itu hanya tertawa geli, merangkulnya dan mengacak rambutnya dan bilang
"I AM sorry"
Ketika sampai didepan ruangan david, tiba-tiba jason diam terpaku, melepas rangkulan, menatap orang didepan diam
"Kau ke__" ucap keisya heran lalu mengalihkan pandangan ke jason
"eh, ada kak oliv"
Sama seperti kak oliv memandang jason, mereka diam terpaku
"Kak"
"Eh.. i.. ya keis" ucap oliv sadar dari tatapan jason lalu beralih ke keisya
"Kakak kenapa!"
"Ga papa kok" ucap olivia berusaha tenang "lo baru pulang sekarang!" Ucapnya melihat pakaian keisya, seragam sekolah
"Iya kak, ini baru pulang langsung deh ke rumah sakit, ga papa kan kak? Oh yaa kenalkan kak ini kakak sepupuku dari amerika"
Keisya menyenggol lengan jason mengajaknya berkenalan, jason pun mengangkat tangan gemetar
"Jason" ucap jason berusaha tersenyum ramah
Aneh!
"Ovilia, kakak david" ucap olivia membalas jabat tangannya
Hening
lalu keisya berdehem, membuat mereka salah tingkah dan menjauhkan tangan mereka
"yaa sudah kamu masuk, kakak tunggu diluar"
Keisya pun masuk, tapi sebelum itu yang melirik jason terlebih dahulu, jason yang masih menatap dalam kak oliv
Ada apa dengan mereka hari ini
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Setelah istirahat seperti biasa, anak genk glader berkumpul, perut mereka minta jatah ke kantin, tapi tidak dengan keisya ia hanya menatap kosong makanannya saja, membuat mereka menatapnya sendu
"Masih memikirkan dia lagi?"ucap louis sambil memasukkan gado-gado ke mulutnya dan keisya mengangguk
"Udahlah keis, jangan terlalu lo pikirkan, dia baik-baik saja kok" ucap shiren mengelus lembut lengan keisya tepat berada di samping
"Dia akan baik-baik saja jika salah satu dari kalian bilang sebuah kebenaran dari kami" ucap digo menatap tajam shiren dan rio bergantian, karna ia sudah tahu
"Maksud lo apa digo!" Tanya rio tidak mengerti
"Alah kalian jangan pura-pura bodoh, kami sudah tau semuanya"
"Tau semuanya? Apa!" Ucap shiren tambah tak mengerti jalan bicara digo
"Apa perlu gue pukul kalian satu-satu sampai kalian ngaku, hah!"
Membuat rio dan shiren kaget dan beberapa detik kemudian ia tau kemana arah bicaranya
"Maksud kalian menyembunyikan sebuah kebenaran tentang david" ucap rio memastikan
"Iya"ucap louis geram. membuat mereka melongo
"Tau darimana"
"Hazel" ucap louis dan digo kompak
"keisya juga tau" tambah digo
Membuat rio dan shiren tambah melongo, lalu menatap keisya meminta penjelasan
"Kalian tak perlu tau gue tau darimana!" ucap keisha "yang jelas gue kecewa sama lo ren, tak bilang apapun tentang david ke gue, gue sudah menganggap lo sebagai keluarga gue sendiri, apapun kejadian yang gue alami, selalu gue bilang ke lo, tapi mengapa tentang david lo ga bilang. kalian kan tau kan kalau gue masih mencintainya dan juga menyayangi, hati gue tak pernah membencinya sedikit pun, tapi melihat kalian menyembunyikan dari gue, membuat hati gue sakit ren, sakit"ucap keisha menunduk menangis,
Tak peduli dengan tatapan siswa-siswi kaget, karna melihat ketua geng glader menangis didepan mereka, itu tidak pernah terjadi
Shiren pun merasa bersalah dan memeluk sahabatnya itu
"Keis, maafin gue" ucap shiren ikut menangis "gue ga bermaksud ga bilang ke lo, gue hanya menuruti kata david yang sudah banyak berkorban demi lo, jujur gue juga ga mau tutupi ini dari lo, tapi david memaksa gue jangan bilang dulu, karna biar dia sendiri ia bilang itu, sekali lagi maafin gue yaa! Keis" ucap shiren meminta maaf kepada keisya
Keisya pun menatap shiren, ada sebuah penyesalan dimatanya, dan membuat keisya tidak tega jika harus lama-lama marah padanya,
keisya pun mengangguk memaafkan shiren
"Thank yaa keis, lo mau maafin gue" ucap shiren tersenyum senang
"Keis, gue__"
"Sudah, gue juga maafin lo kok ri" ucap keisya tersenyum memotong perkataan rio, bagaimana pun mereka tak salah apa-apa, mereka hanya korban dari david
"Yaa sudah kalian jangan sedih lagi"ucap louis "yang penting kita berdoa semoga dia cepat sadar, dan berkumpul lagi bareng kita"
Mendengar itu keisya mulai menatap kosong makanan lagi
"Lo kenapa lagi keis!" Tanya digo heran melihat ekpreksi wajah keisya berubah
"Gue pengen jenguk david" ucap keisha tanpa dosa,
firasat Aneh
membuat mereka melongo kaget kompak, bagaimana ga kaget ini kan masih jam sekolah
"Tapi kan ini__"
"Gue ga peduli, yang penting gue pengen jenguknya"
"Kita bantu" mereka kompak
mereka pun bangkit, memberi bantuan ke keisha agar ia bolos sekolah hari ini, tapi siapa sangka ada musuh yang menghadangnya
"Mau kemana lo, mau jenguk pacar gue" ucap tasya geram
"Pacar?"ucap rio tertawa "lo sama dia cuman pura-pura pacaran, jadi jangan anggap sungguhan deh, sya"
"Gue ga peduli" ucap tasya emosi "pokoknya dia ga boleh jenguk david, pacar gue" ucapnya menekan kata PACAR
"Apa hak lo melarang dia, hah!"ucap digo geram membela Keisha
"Eh, bilang dong ke ketua geng lo itu, ga malu apa udah bikin anak orang koma, udah bikin keluarganya sedih. Seharusnya dia malu dan tau diri, apakah pantas dia dekat dengan dia lagi setelah bikin dia koma, apakah pantas hah!"ucap tasya geram
Membuat keisya diam mematung
Benar kata tasya!
"Jangan di dengari keis"ucap louis "dia emang gitu orangnya selalu merusak kebahagiaan orang lain"
"Jadi, sebaiknya lo pergi sekarang, jangan tanggapi cewek sialan ini" ucap digo mendorong pelan keisya ke pintu gerbang
"Awass aja lo pergi, tah tau diri banget yaa lo!" Ucap tasya tidak terima kalau keisya pergi "guyyss"
tasya memanggil anggota genk, dan berdiri menghalangi jalan keisya yang hendak pergi keluar gerbang tapi secara sebelum itu louis, rio, dan digo menghadapi mereka, sedangkan shiren menghadapi tasya
Tanpa berpikir panjang keisya pun pergi naik angkot, meninggalkan mereka yang hampir bertengkar kalau tak ada bel yang memperhentikan mereka
Selama perjalanan tiba-tiba ponsel keisya berbunyi, tertara nomor tak terkenal, tanpa basa-basi ia mengangkatnya
"Hello"
Sebuah suara membuatnya diam mematung hatinya tidak karua Antara marah, sedih, senang, dan rindu