
Seorang gadis sedang bersandung ria di dalam kamar mandi, ia bersandung ria seolah menjadikan awal harinya yang cerah lagi, tidak ada kegelapan yang menjadi hari musam beberapa hari yang lalu
Tak lama gadis itu pun keluar dari kamar mandi dengan pakaian seragam sekolahnya dan celana jeans kebanggaannya, ia menyisir rambut panjangnya rapi di depan cermin meja hiasnya, ia menatap dirinya dicermin dengan tersenyum. Lalu ia menatap cincin yang masih dijari manis dengan tersenyum miris
"Emang lo pikir gue mau selalu pakai cincin ini selalu, tentu saja tidak, aku tak akan sudi memakainya" guman keisya sidis melepaskan paksa cincin dijarinya lalu disimpan di sebuah kotak kecil dilaci meja belajarnya lalu mengunci akan tidak ketahuan oleh keluarganya
Setelah semua siap dengan memakai sepatu sekolah di kaki jenjang ia pun keluar dengan menyenteng tas dan jaket dipundak kirinya. Ia menglangkah ke ruang makan untuk sarapan bersama omaanya (nenek arka) ia beberapa hari yang lalu menginap dirumah
"Pagi oma" sapa keisya seraya mencium pipi kiri omanya itu
"Pagi juga sayang" balas oma mencium pipi keisya gemas penuh kasih sayang "ayo sarapan"
Ia pun menarik kursi duduk disamping oma berhadapan dengan arka yang tiba-tiba menatapnya inters
"Apa?" Tanya keisya heran dengan tatapan itu seraya memakan roti yang sudah disiapkan oleh omanya
"Kau tidak boleh bawa motor hari ini, selama dua minggu" ucap arka tegas
"Kenapa?"
"Apa kau tanyakan? Kau sudah tahu kenapa bukan?"
Keisya mendengus kesal, tahu apa yang dimaksud arka kepadanya. Karna kemaren malam jason meneleponya untuk bilang kepadanya kalau motornya disita lagi selama dua minggu dengan alasan keisya telah mengikar janji untuk tidak melakukan hal buruk jika masalahnya sulit diatasi dan keisya sempat protes dengan bilang padanya kalau ia lagi frustasi, jason pun tetap tidak peduli karna ia sudah memperinganti sejak awal. kalau dimanapun keisya berada ada orang yang selalu mengawasinya
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa jason menyita motormu lagi?" Tanya arka setelah mendapatkan laporan dari jason kemaren malam. Ia sempat bertanya kenapa jason menyita motornya itu dan jason malah menjawab tanyakan saja kepada orang melakukan itu secara langsung
"Tidak ada apapun" ucap keisya santai membuat arka menatapnya tajam, keisya tidak peduli malam menatap orang disamping, tersenyum bodoh kepadanya
"Apa? Lo mau numpang?" Tanya digo seakan tahu arti senyum bodoh keisya itu. Keisya mengangguk tersenyum lebar kepadanya "ogah"
Ia lalu bangkit pamit kepada oma dan arka untuk pergi ke sekolah duluan
"Pelit" teriak keisya kesal
"Tapi tak apa masih ada orang mau numpang gue" kekeh pelan
"Siapa?" Ledek arka
"Ada deh" kekeh keisya bangkit pamit kepada oma lalu mengoyor kepada arka dan langsung kabur begitu saja
"AWASSS KAU!!!"
Keisya tertawa bahagia mendengar sumpah serapah arka ia merupakan iringan merdu di paginya itu. Ia pun merokoh saku celana memberi pesan kepada seseorang
Keisya adelia
Dav, lo dimana? Gue ga bawa motor hari ini, jemput gue. Gue tunggu lo di depan gerbang komplek rumah gue
David wiliam
oke, 10 menit lagi gue sampai
Setelah itu ia memasukan ponselnya ke sakunya lagi lalu berjalan kaki menuju gerbang komplek rumahnya yang tidak terlalu jauh. ia pun tersenyum saat melihat motor david diujung komplek rumahnya
"Nunggu lama?" Ucap keisya berdiri disampingnya
"Ga kok, baru juga sampai malah" ucap david tersenyum seraya tangan memberikan helm kepada keisya dan keisya menerimanya
Keisya pun naik motor david dan david segera melajukan motor melewati jalan ibu kota
"Lo kok ga bawa motor. Kenapa?"
"Motor gue disita jason selama 2 minggu kedepan karna gue melanggar peraturan untuk tidak melakukan hal buruk dalam keadaan apapun, kan lo anak buah jason selalu mengawasi gue"
"Lo selalu begitu keis? Emang lo ga bisa datang ke gue kalau ada masalah menimpa o? Harus melakukan hal buruk baru cerita? Emang ada apa?"
"Ade ndeh. Kapan-kapan gue cerita sama lo? Jangan sekarang?"
David mendengus kesal
"Oke terserah lo deh. Tapi jangan ulangi lagi, gue ga suka"
"Iya davidku"
"tadi lo bilang kalau selama 2 minggu ini lo ga bawa motor. Jadi selama 2 minggu ini gue akan antar jemput lo bagaimana?"
"Oke, dengan senang hati"
keisya berkekeh pelan membuat david tersenyum lalu tambah tersenyum senang lagi saat keisya memeluk perut david erat dari belakang dan david menderum motor lebih cepat agar cepat sampai sekolah
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Pagi ini kebahagian keisya cuman sebentar yang ia rasakan, ia sangat berharap seharian ini bahagia namun sirna seketika karna melupakan sesosok ia di harapannya saat ini
Ia memandang malas dan jengkel kepada guru yang mengajar di kelasnya dan ia sendiri yang memandang begitu. Karna semua orang dikelasnya memandang kagum dan terpesona kepada seorang guru itu siapa lagi kalau bukan pak radit, seorang guru yang paling dikagumi dan terpesona oleh seisi sekolahnya saat ini terutama kaum hawa
Perlu diingat!!! Kecuali dirinya sendiri yang tidak akan menyukai pesona radit sampai kapanpun itu
Ketika pak radit menerangkan pelajaran tibalah saat ia menanyakan kepada murid-murid apa yang tidak mereka mengerti. Dan mereka tanpa bisik-bisik seolah ada menjanggal diantara mereka
"Pak saya boleh tanya sesuatu ga pak?" Tanya seorang gadis yang berada tak jauh dari tempat duduk keisya
"Iya, tanya apa?" Saut radit
"Itu, ditangan bapak ada cincin. Bapak sudah nikah yaa?"
Keisya yang awalnya cuek sibuk memainkan ponsel diam-diam kini langsung menoleh cepat, melotot ke arahnya
"Bukan. Ini bukan cincin pernikahan melainkan cincin tunangan"
"APA?!"
Mereka teriak histeris terutama kaum cewek tampak sedih dan patah hati karna orang yang mereka kagumi sudah mempunyai tunangan
"Jadi bapak sudah punya tunangan" tanya gadis itu lagi seolah ia tidak percaya dengan apa ia dengan
"Iya, saya sudah bertunangan" ucap pak radit tersenyum sambil menatap keisya
"Sialan" maki keisya dalam hati dan langsung membuang muka kearah lain
"YUHUUU, PATAH HATI DEH KALIAN, HAHAHA" seru aldo dari belakang bangku keisya. Ia meledek dengan tertawa bahagia kepada mereka ia menurutnya saat menghibur baginya
"DIAM LO, SIALAN" balas dewi kesal
"KENAPA? LO PATAH HATI, UHHH KASIHAN, SINI ABANG PELUK" ledek aldo merentangkan tangan lalu berkekeh pelan melihat dewi wajah makin merah alias memendam emosi kepada aldo
"Sudah, sudah kalian jangan ribut. Kita lanjutan pelajaran ini" ucap pak radit tegas menengahi bertengkar yang akan terjadi
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Setelah mendengar perkataan pak radit kalau pria itu sudah pertunangan sukses bikin sekolahnya heboh bergosip dan membuat para kaum hawa yang mengilai-gilai pak radit sukses bikin seisi sekolah patah hati, bahkan ada yang pingsan dan menangis histeris dan juga
bahkan juga beberapa orang yang mencari tahu siapa tunangan pak radit itu karna radit tidak memberitahu siapa tunangannya itu, ia hanya bilang kepada mereka kalau tunangannya itu seorang gadis membuat semua orang mati penasaran dan tidak terima mendengarnya
Keisya yang melihat itu tidak peduli namun dalam hati ia bernafas lega karna untuk ia tidak memakai cincin itu kalau tidak sudah pasti ia habisi oleh mereka
Sekarang ia berada di kantin bersama sahabat-sahabat seraya menunggu makanan mereka datang dan ternyata mereka juga bergosip tentang pak radit karna penasaran
"Sumpah!! Deh gue penasaran sama pak radit? Dia sudah tunangan? OMG!!!" ucap cindy heboh membuat mereka memandang ia malas sedangkan louis cowoknya memandang tajam
"Iya, gue juga sama halnya dengan lo cin, gue kaget banget dengar pak radit sudah punya tunangan, padahal gue kira dia masih jomblo, ini benar-benar gila!!" Ucap shiren histeris. Karna mereka berdua juga mengilai pak radit
"Hahahaha, bilang aja lo patah hati" ledek aldo
Shiren dan cindy melotot kearahnya, sementara louis dan rio yang menatap tajam arah pasangan kini menatap tajam rio
"Widih, santai dong. Gue cuman bercanda" kekeh aldo
"Sialan lo" ucap cindy dan shiren kesal
"Aduh kasian yah, cowok yang dia gilai udah punya tunangan masih aja diharapin padahal dia sendiri udah punya orang lain, ini sungguh menyakitkan"ucap rio menyindir terang-terangan membuat orang di samping cemberut kesal
"Sayang, kamu jangan ngomong gitu doh, kan aku cuman bercanda. Aku sayangnya sama kamu" rayu shiren berayun manja lengan kekasihnya itu dan mata mengerdap-gendip lucu
"Apa?! Kita ga jadi jalan hari ini" ketus rio lalu bangkit beranjak dari tempat duduknya
"SAYANG. TUNGGU!!" teriak shiren mengejar kekasihnya yang lagi merajuk karna dilanda kecemburuan dan meninggalkan sahabat diam-diam menenawakan mereka
"Hahaha rasain lo ren" tawa cindy
"Apa yang kamu ketawakan? Kamu mau kayak gitu" sindir louis menatap cindy tajam
"Hehehe ga kok, aku cuman sayang sama kamu. Janji deh aku ga bicara pak radit lagi" cengir cindy
"Terserah" ketus louis meminum soda kalengnya
Para sahabat hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan pasangan yang lagi merajuk dengan pandangan malas
"Eh, ngomong lo ga patah hati keis? Orang yang lo juga kagumi sudah ada yang punya lo?" Ucap aldo polos
Uhuk uhuk
Keisya yang lagi minum es jeruk tersedak dibuatnya dan langsung membuat para sahabatnya memandangnya heran
"APA LO BILANG!!!"
"Patah hati......"
PLETAK
belum selesai aldo menyelesaikan kalimatnya tangan keisya menjitak kepalanya keras membuatnya meringis kesakitan
"Dengan yaa al, sampai kapanpun gue ga akan suka dengan pak radit itu. Biarpun dia tampan dan kaya raya sekalian" ketus keisya kesal
"Sialan lo, sakit kepala gue" cerutu aldo kesal lalu tersenyum bodoh kepada keisya "iya gue tahu lo kan sayang sama gue, dan ga akan berbalik dari pria manapun"
"APA LO BILANG!!!" Ucap david melotot kearah aldo, dari tatapan pembunuhnya ke arah aldo
"Berperang dimulai" seru digo yang sudah menyiapkan jus jeruk dan poppocn yang entah datang darimana seolah ia telah siap menyaksikan laga tinju secara langsung. Ia berkekeh pelan memikirkan itu semua
Keisya memijap pelipis pusing menanggapi tingkah kekanak-kanakan mereka berdua lalu membuang nafas lelah. beberapa saat kemudian ia berdecak kesal pada saat ponselnya berbunyi seakan ada pesan masuk yang ternyata radit
"Mau apa lagi nih anak" cerutu keisya dalam hati
Raditya
Kau dimana? Aku menunggumu di ruanganku
Keisya
ngapain juga kesana?
Raditya
Ada perlu. aku tunggu kamu 5 menit dari sekarang
Keisya
Tidak. Gue ga mau
Raditya
Oke. baiklah kalau itu maumu, tapi jangan salahkan aku jika aku berada di hadapanmu dan kamu pasti tahu apa resiko jika aku berada disana? kamu berada di kantin bukan?
"Radit sialan" batin keisya geram
Keisya mengerutu dalam hati kesal mengetahui radit mengancamnya, ia pun bangkit dari tempat duduknya pamit kepada sahabatnya bahwa pergi duluan dan langsung meninggalkan area kantin
"HEY, LO MAU KEMANA? LO GA MAKAN!!!" Teriak david
"GA. GUE MAU KE TOILET DULU .LO MAKAN AJA DULUAN!!" Balas keisya berdusta
Mau tak mau ia pun menuju ruang radit yang sekarang berada di lantai 2 karna ruangannya sekarang pindah tidak lagi bergabung dengan ruangan dengan guru-guru lainnya melainkan ruangan khusus untuknya ruangan seorang dirinya dengan alasan privasi
Keisya mendecak malas mengetuk pintu ruangan radit lalu masuk setelah mendengarkan orang di dalam mempersilangkannya masuk dan memperlihatkan radit sedang duduk sibuk di meja kerjanya sembari mengetik sesuatu di laptop dengan wajah serius
"Ada apa lo memanggil gue kesini?" Tanya keisya melipat tangan di dada, menatap radit datar dan Radit segera menoleh tersenyum kepadanya
"Ku pikir kau tidak datang? Duduklah" ucap radit menunjuk ke sofa dihadapan meja kerja dengan dagunya
Dengan malas keisya pun duduk di sofa lalu menatap datar radit seolah menanyakan 'apa yang gue lakukan disini' dari tatapannya itu
Radit pun bangkit dari kursi meja kerja lalu duduk dibsofa single yang berhadapan dengan keisya seraya meletakan 2 buah bungkusan yang berisi makanan di atas meja sofa
"Apa ini?"
"Itu makanan untukmu. Ayo makan" ajak radit mulai menyantap makanannya
"Jadi, lo mengajak gue kesini hanya untuk makan bersama lo gitu?"
Radit mengangguk dan tersenyum
"Tidak. gue tidak mau makan. Gue mau makan di kantin saja"
Keisya hendak pergi tapi dengan cepat radit menahan tangannya untuk kembali duduk dan keisya berdecak kesal
"Apa lagi?"
"tidak. Kau makan disini bersamaku sampai seterusnya. Kau itu tunanganku jadi harus makan bersama tunanganmu sendiri, bukan bersama orang lain"
"Tidak, gue...."
"Aku tidak mau terima penolakan darimu atau kau ingin aku akan memberitahu siapa tunanganku sebenarnya kepada mereka yang masih penasaran tunanganku bukan?"
Keisya mendengus kesal lalu mau tidak mau menyantap makanannya itu dengan lahapnya malas membuat radit tersenyum. Mereka pun menyantap makanan bersama sampai di tengah makanan akan habis tanpa sadar radit menyengit bingung menyadari di tangan keisya tidak ada cincin tunangannya
"Mana cincinmu?"
"gue ga mau memakainya"
"Kenapa?"
"Apa lo gila atau apa? Lo mau gue habisi oleh para gadis yang tergila pada lo itu? Apa lo mau gue mati mengenaskan para gadis itu?"
Radit mengeleng-geleng kepala bertanda ia tak ingin itu terjadi
"Dengar yaa raditya Yingjie yang terhormat!! Sampai kapanpun gue ga akan memakai cincin itu dijari manis gue, karna dijari ini cincin yang akan terpasang hanya untuk orang yang gue cintai, bukan untuk sebuah cincin tunangan yang terpaksa itu. gue menerima tunangan ini hanya terpaksa bukan karna aku menyukaimu, ngerti!!!"
Sukses bikin radit bungkam mendengar kata-kata keisya ia begitu menyakiti hatinya itu. Lalu menghela nafas kasar
"Tapi setidaknya kau pakailah cincin itu sebagai rasa saling menghargai pertunangan ini, apa kata orang jika hanya mempelai pria saja yang hanya memakainya sedangkan mempelai wanitanya tidak. Apa kau ingin keluargamu malu karna sebuah cincin?"
keisya tersenyum sidis mendengar perkataan radit yang mampu membalas perkataannya itu
"Pokoknya aku tidak mau tahu, besok kau harus bawa cincin dan memakainya besok"
"Tapi...."
"Apa kau masih tidak mendengar perkataanku tadi?"
Keisya mengepalkan tangan seolah menahan emosinya yang akan meledak lalu menghela nafas panjang
"Oke, kalau itu mau lo gue akan memakainya besok"
"Oke, baiklah, aku akan melihatnya besok dan seterusnya"
Radit tersenyum lalu menyantap makanannya lagi yang sempat tertunda begitu pun dengan keisya ia menyantap makanannya yang tidak bernafsu sedikitpun karna ia masih meredam emosinya itu
"Meskipun kau menerima pertunangan ini dengan paksaan keis. Aku kan berjanji kepada diriku sendiri akan membuatmu mencintaiku dengan tulus bukan dengan terpaksa juga" batin radit
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Para sore harinya Seorang pria blesteran inggris keluar dari mobil sport barunya sambil membawa bunga mawar putih ditangan berjalan mantap menuju semua lokasi syuting seseorang, ia tersenyum membalas setiap ada orang lewat menyapanya, bahkan orang itu berteriak histeris karna sapaannya itu
Zayn malik orangnya yang datang menemui prilly untuk mengajaknya makan siang walaupun hari sudah menunjukan sore hari karna kesibukan dalam pemotretan model disalah satu perusahaan di indonesia sehingga ia lupa waktu untuk mengisi perutnya
Ia datang ke indonesia bukan hanya untuk menemui pilly melainkan ada beberapa proyek ia harus ia tangani di indonesia tapi tetap saja sesosok prilly tetap menjadi tujuan utamanya
Ia tersenyum mengembang saat menemukan prilly yang lagi membelakanginya duduk santai serius menatap sebuah naskah ditangannya. Ia pun berjalan mendekat kearahanya
"Hai, prilly" sapa zayn tersenyum
"Zayn" ucap prilly kaget
"What are you doing here?"
"Apa kau lupa dengan perkataanku kemaren?" Ucap zayn mengunakan bahasa indonesia untuk membuatnya terkesan dan juga karna ada salah satu kerabatnya orang indonesia
"Ini untukmu?"
"terima kasih" ucap prilly menerima bunga itu dengan malas lalu menghirum wangi bunga itu sekilas seakan ia menghargai bunga ini padahal tidak
zayn tersenyum senang karna prilly menerima bunga itu lalu menarik tangan prilly lalu membawanya pergi
"Ayo ikut denganku"
"Kau mau bawa aku kemana?"
"Kau harus menemani makan, aku lapar?"
"Tapi aku...."
"Aku sudah lihat jadwal hari ini, kalau sore ini kau tidak ada jadwal hingga tengah malam nanti. Jadi kau harus menemani sekarang ini"
Dengan terpaksa prilly ikut dengannya walaupun sebenarnya yang tidak ingin bertemu dengannya harinya apalagi menemaninya makan.
Prilly mendesak pasrah menaiki mobil sport zayn membawa ke sudah tempat. Ia mengenyit bingung saat dia membawa mobilnya, berpikir apakah ia tahu jalan di indonesia ini?
"Kau mengajak aku kemana? Kau tahu jalan ini?"
"tentu saja aku tahu. Karna sebelum aku mengenalmu aku pernah kesini dan aku ada kerabat orang indonesia" jelas zayn membuat prilly mengangguk paham "Dan aku akan makan suatu tempat"
Prilly hanya mengangguk mengiyakan. Terlalu malas berbicara padanya sibuk dalam pikirannya namun ketika sampai tempat cafe ia tuju ia tiba-tiba gelisah tak menentu karna ini adalah sebuah cafe tempat kerja seseorang yang hindari beberapa minggu ini namun dihatinya selalu merindukan orang itu.
Namun jika ia masuk bersama zayn disana maka prilly sudah tahu akan akibatnya? Dan ia tak ingin itu terjadi
"Hey, kenapa kau masih didalam? Ayo keluar?" Ucap zayn membuka pintu mobil di samping prilly dan menyadarkan lamunan pilly
"Kita makan disini" ucap prilly polos dan membuat zayn berkekeh geli
"Tentu saja prilly kita makan disini, karna orang makanan disini enak, aku ingin mencobanya"
"Bagaimana kalau kita makan ditempat lain saja? Jangan disini?"
"Kenapa? Sepertinya kau panik begitu? Apa ada suatu hal ada di cafe itu?" Ucap zayn heran menyadari sikap prilly yang tiba-tiba panik sendiri dan tidak mau ke cafe ini bersamanya
"Tidak. Aku...."
"Ayo cepat, aku tidak mau terima banyak alasan darimu?" Ucap zayn menarik tangan prilly menyeretnya masuk ke kafe itu
Prilly mau tak mau mengikuti kemauan zayn namun dihatinya berhadap semoga orang itu tidak bekerja hari ini dan mereka pun masuk ke cafe mengedarkan pandangan mencari tempat yang kosong karna cafe itu sekarang sedang penuh dengan mengunjung yang perdatangan
Dan zayn kagum melihat indestor cafe ini yang menarik perhatiannya
"Hey, itu bukannya zayn malik yaa, yang aktor tampan itu yang berasal dari london itu"
"Iya itu dia, dia bersama prilly?"
"Wah mereka cocok sekali"
"Mereka pasangan serasi"
Itulah beberapa komentar beberapa gadis yang melihat mereka berdua menemukan meja kosong untuk mereka duduki dan bahkan ada teriakan histeris dari beberapa wanita yang melihat ketampanan zayn malik secara langsung yang biasa mereka lihat di Tv atau di youtube
Namun tiba-tiba kerumunan beberapa gadis anak sekolahan datang menghampiri meja prilly dan zayn
"Hey, are you zayn malik, may I ask for your autograph"
Salah satu dari beberapa gadis itu bicara pada zayn dengan menyodorkan semua majalah yang ada gambar zayn didalamnya. Zayn tersenyum sambil mengangguk menerima majalah itu lalu mengikuti perintah yang dikatakan gadis itu dan membuat pipi gadis itu merona akan senyumannya zayn malik kepadanya
Prilly mulai risih dengan zayn melayani para gadis yang datang berbondong-bondong kepadanya hanya untuk meminta foto ataupun tanda tangan darinya. mulanya ia berfikir ia hanya menemani zayn makan sebentar lalu pulang tapi nyata pikirannya salah saat ini mengingat makanan belum juga dipesan sama sekali malah meladani gadis-gadis itu
Sungguh dia benar-benar geram saat ini?!
"Bisakah kalian semua bubar sekarang juga"
prilly tersenyum lega kepada seorang penyelamat akhirnya datang menghampiri mejanya dengan wajah tegasnya dengan melipat tangannya didepan dada seolah menantang para gadis itu untuk pergi
"Kalian semua menganggu makan mereka berdua jadi sebaiknya kalian bubar sekarang juga"
Beberapa gadis itu mendengus kesal dan segera membubarkan diri dari hadapan mereka bertiga. Prilly tersenyum kepada keisya
"thank"
"Sama-sama" ucap keisya tersenyum lalu menatap zayn "prilly apakah dia...."
Prilly hanya mengangguk seakan tahu apa yang dipikiran keisya saat itu, sedangkan zayn mengenyit dahi bingung
"You know her?" Tanya zayn bingung dan prilly mengangguk malas
"Introduse me keisya, sister prilly class time school and a servant working this cafe"
Zayn mengangguk mengerti lalu malik tersenyum kikuk menerima uluran tangan keisya yang mengajaknya perkenalannya
"I,m zayn malik. Boyfriend prilly" ucap zayn tersenyum tanpa dosanya membuat prilly melotot kaget
"Whatt?!" Ucap prilly kaget dengan pernyataan zayn
"Apa-apa ini" gerutu prilly kesal
"Boyfriend?!" tanya keisya memastikan,
"Yes" ucap zayn mengangguk mantap
Keisya menoleh ke prilly seolah tidak percaya apa yang dikatakan zayn kepadanya, dia hanya butuh prilly yang menjelaskannya. Saat prilly hendak menjelaskannya dengan cepat zayn memotongnya dengan segera menyebut pesanan supaya keisya lekas pergi membuat pesanan seolah tidak ingin meintrodesi mereka berdua
"Apa yang kau lakukan? Kepada kau bilang aku pacarmu? Aku tidak punya hubungan apapun denganmu zayn?" Ucap prilly marah
Zayn hanya mengangkat bahunya seolah tidak peduli dengan omelan prilly kepadanya dan malah sibuk dengan ponselnya saat ini membuat prilly makin geram
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Seorang pria menatap kosong ke arah kaca bernih yang menembus jalanan, dia tidak menatap ke arah balik ke kaca itu melainkan larut dalam pikiran dengan badan bersandar di tembok, kedua tangannya dilipat didepan dada dan kaki kanan ia injak ke dinding tembok
Tak beberapa lama ia melakukan itu, ia hanya ingin tidak keluar dari tempat berdirinya itu dan tidak peduli akan seseorang yang berceloteh mengomeli dirinya yang masih betah berdiri seperti itu
"Apa yang kau lakukan disini? Keluar sana? Kita sedang sibuk saat ini?"
Sudah sekian kali pria itu mengomel akan pria itu tetap saja diam dengan tatapan kosongnya
"Digo!!! Kau mau aku memecatmu saat ini"
Digo melirik sinis kevin
"Apa?!"
"yaa ampun, dari tadi aku bicara padamu tidak dengar? Astaga, ada apa denganmu sebenarnya?" ucap kevin frustasi
"Tidak ada apa-apa" ucap digo santai membuat kevin makin geram akan kehadiran
"KERJA SEKARANG!!!" Teriak kevin tegas mengeluarkan kewibawaan bosnya
"Sudahlah, bos. izinkan saja gue disini, ga mau diluar. gue mau disini jaga toko kue ini, jadi lo gantian gue posisi untuk sementara, hari ini doang"
"Kenapa?"
"Bukan urusanmu"
"Yaa udah akan mengurangi gajimu sekarang juga"
"Terserah"
Membuat kevin geram dan makin penasaran dengan tingkah digo saat ini, bagaimana tidak ini pertama kalinya digo mengijak kakinya di toko kue di cafenya itu. Padahalnya waktu itu kevin terus memaksanya untuk bergantian jaga dengannya dan digo menolak mentah-mentah, namun sekarang ia sendiri datang tanpa disuruh? Membuatnya makin curiga akan hal nih
"Oh jadi disini kau rupanya, pantes saja tidak ada didalam"
david datang dengan membawa nampan yang di atas yang berisi tumpukan kue berlalu menyindir digo membuat orang yang disindir mendengus kesal
"Lo pasti tahu kenapa gue berada disini bukan?"
"Yah, yah" ucap david memutar bola matanya malas, ia menyusun potongan-potongan kue di lemari di bantu oleh kevin lalu beberapa detik kemudian i
"ngomong-ngomong dia cocok juga dengan pria itu" ucap david berkekeh pelan
"Diamlah dav, lo urusin dulu hubungan lo sama sepupu gue itu "ucap digo menyindir hubungan David dengan keisha
"lo kok jadi...."
"Sebenarnya ada apa sih yang kalian bicarakan sih" potong kevin bingung akan pembicaraan mereka berdua
"Kau tidak tahu apa yang terjadi bos?" tanya david menatap heran kevin,
"Dia terlalu bodoh untuk mengetahuinya?" Ledek digo membuat kevin mendengus kesal
"Ada apa?" Tanya kevin polos
"Kalau kau ingin tahu kau cepat keluar cari tahu sendiri dan kau pasti tahu juga kenapa dia ada disini" jelas david menyindir seseorang,
"Diam lah dav, gue ga mau bahas itu" ketus digo kesal
Kevin tidak mau mati penasaran ia pun masuk ke dalam cafe untuk mencari tahu apa yang terjadi sebenarnya dan mencari penyebab digo datang ke toko kuenya itu
Digo memandang malas ke arah kevin yang beberapa menit yang lalu sudah kembali seolah sudah tahu apa yang dilakukan kevin setelah ia mendapatkan hasilnya dari rasa penasarannya itu
"Sabar yaa, kuatkan saja hatimu, jangan sampai kau haruskan cafeku ini" ledek kevin menepuk pundak digo seolah ia memberi kekuatan
"Boda amat"ucap digo kesal menipiskan tangan kevin lalu melepaskan seragam kerjanya dan melemparkan ke wajah kevin
"Gue izin dulu sebentar. kalau dia sudah pergi baru gue kembali"
Digo langsung keluar toko lewat pintu belakang dan tidak mempedulikan sumpah jerapah kevin kepadanya
"Sudahlah, bos. Biarkan saja seperti itu. Kau harus mengerti perasaannya" ucap david menepuk pundak kevin
"Bagaimana jika aku mengerti perasaan jika tingkah terus seperti itu!?" dengus kevin kesal lalu menatap david "kau jaga toko ini, aku mau ke mereka dulu?"
"Apa yang kau lakukan?"
"Ntahlah, sepertinya aku ingin bermain dalam hal ini" ucap kevin tersenyum misterius membuat david geleng-geleng kepala akan tingkahnya
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Kevin mendatangi meja dua orang itu adalah penyebab digo minggat dari cafe saat ini, ia sangat kaget tidak percaya melihat prilly datang ke cafe bersama zayn malik, sungguh ia kaget luar biasa bagaimana seorang aktor asal inggris datang ke cafenya dan membuat kafe makin rame akan kehadiran mereka berdua.
Namun itu tentu saja tidak masalah baginya, karna masalah adalah digonya sendiri. Karna ia tahu akan perasaan digo saat ini jadi ia biarkan di cafe ini maka akan terjadi perperang yang terduga dan mungkin cafe kesayangannya hanya tinggal nama
"Hai prilly"
kevin dengan santainya duduk di samping prilly lalu menyapanya membuat prilly membalas sapanya sambil tersenyum membuat orang yang dihadapan zayn mendengus tidak suka akan kehadiran pria itu
"Hai vin"
"Bagaimana kabarmu?"
"Baik, bagaimana denganmu?"
"Sangat baik sekali. apakah makanan hazel itu masih enak di lidahmu"
Prilly berkekeh "tentu, masih tetap sama rasanya"
Mereka berdua tertawa bersama tanpa mempedulikan seseorang menatap mereka tajam, tatapan mematikan ke arah berdua. Namun ia tetap diam saja menahan emosinya
Prilly berhenti tertawa tanpa sadar kepala terus menoleh ke kanan dan kiri mencari seorang. Kevin pun sadar akan itu
"Kau cari siapa prilly?" tanya kevin
"Oh, tidak ada"
"Ayolah, pril. Jujur saja padaku, kau mencari dia kan, aku sangat tahu perasaanmu. dia tidak ada disini. Mungkin dia kembali setelah kalian berdua pergi, kau pasti tahu bukan kenapa dia pergi?" Ucap kevin menatap zayn sekilas lalu menatap priily lagi
Prilly mengangguk mengerti
"iya, aku tahu. Maafkan aku"
"Tak apa, ini bukan salahmu" ucap kevin menepuk pundak pilly pelan
Melihat itu membuat zayn makin geram tanpa sadar ia membanting sendok keras sehingga membuat prilly dan kevin kaget dan menatapnya heran
"What is wrong?" Tanya kevin heran
"Who are you? How dore you touch prilly?"
Kevin berkekeh lali menarik tangannya dari pundak prilly
"Oh yeah, I forgot go introduse my self. I'm kevin, his friend is prilly. Owner of this cafe" ucap kevin mengulurkan tangan ke zayn. Membuat zayn tersenyum remeh menatapnya
"I'm zayn malik, prilly boyfriend"
"Whatt" ucap kevin kaget
"Really?!"
"Yess, aku pacarnya prilly, jadi kau jangan berani sentuh dia" ketus zayn memberi peringatan kepada kevin. Kevin pun kaget bukan main
"Tapi tunggu, kau bisa bahasa indonesia" tanya kevin heran
"Tentu" jawab zayn santai dan tersenyum sidis
"Pacar, tidak mungkin" batin kevin tidak percaya
Seolah tidak percaya apa yang dikatakan zayn pertama kali yang mengatakan dia pacanya prilly. kevin melirik ke prilly seolah meminta penjelasan dan prilly akan sadar dari tatapan kevin hanya bisa geleng-geleng kepala
Ketika kevin hendak bertanya lagi tanpa sadar ekor matanya melirik pintu utama cafe yang berbunyi pertanda ada pelanggan masuk dan mata terblalakan melihat pelanggan itu
"2 double sialan" batin kevin
"Prilly sepertinya aku harus pergi sekarang" ucap kevin bangkit terburu-buru pergi menuju dapur, membuat prilly menatapnya heran.
Sedangkan zayn mendengus bernafas lega karna akhirnya perganggunya pergi
Kevin berjalan cepat menuju dapur seolah akan terjadi bahaya yang akan datang lalu membuka pintu dapur. Ia langsung mendorong nampan keisya ke dalam dapur ketika keisya hendak keluar membawa untuk para pelanggan
"Apa sih lo bos!!! Dorong-dorong gue, gue...."
"Kau tidak boleh keluar. Kau tetap disini" ucap kevin tegas memotong omelan keisya
"Hah!!!" Ucap keisya mengenyit alis tidak mengerti
"Diluar ada radit"
"APA?!" ucap keisya kaget
"Hey, kenapa kalian ngobrol disini" tegur felix datang tiba-tiba lalu menatap keisya tajam "kenapa kau belum mengantarkan makanan itu sekarang? Kau mau pelanggan kita pergi marah, hah!!" Omel felix
"tidak" ucap kevin mengangkat nampan dari tangan keisya lalu diberikan ke felix "kau saja yang mengantarkannya"
"Kenapa harus aku? Kenapa...."
"Aku bosnya" tegas kevin kesal dan membalikan badan felix lalu mendorongnya keluar dari dapur, felix pun pergi dengan mengerutu kepada kevin
"Kau serius bos"tanya keisya panik
"Iya, sejak kapan tak pernah bohong kepadamu" ucap kevin akan tahu kepanikkan keisya "kau tenang saja, radit tak akan bakal tahu kalau tunangannya bekerja disini"
"Bos!!! Gue ga suka lo sebut gue tunangan disini, dan gue terpaksa melakukan itu" ucap keisya kesal
Kevin berkekeh menepuk pundak keisya pelan "Iya, aku mengerti perasaanmu. Kau tenang saja, aku tak akan bicara itu lagi. Tapi saat dia sudah pergi kau harus melayani pelanggan kita, kita sibuk hari ini"
Keisya tersenyum mengangguk kepada bosnya itu yang sangat pengertian padanya. Karna sejujurnya ia tak ingin radit mengetahui kalau ia bekerja disebuah cafe,
ia tak ingin itu!!!
...♥️♥️♥️♥️♥️...
BEBERAPA HARI KEMUDIAN
Hubungan keisya dan radit makin dekat, mereka sudah akrab satu sama lain. Walaupun mereka dekat tapi tetap saja keisya belum ada perubahan sama radit, ia tetap bersikap dingin, ketus, dan datar kepada radit. Namun radit tak akan tinggal diam hal itu, ia berusaha menarik perhatian keisya kepadanya, selalu ingin bersamanya meski mereka berdua diam-diam berdekatan di sekolah,
Cincin tunangan? Dengan terpaksa keisya selalu memakai cincin tunangan karna radit yang mengancam waktu itu. Tapi tidak di jari manisnya melainkan ia pakai di kalung karna di kalung bisa ditutupi oleh kerah seragam sekolah itu sehingga tidak ketahui oleh orang lain jika ia memakan cincin tunangan.
Walaupun radit dan keisya sudah mulai berdekatan. Tetap saja hubungan david dan keisya makin baik, mereka lebih sering menghabisikan waktu mereka di rumah, di sekolah, di cafe atau tempat nongkrong mereka di markas. Tidak dengan radit yang
Hanya disekolah secara diam-diam dan juga kadang-kadang radit mengajak keisya jalan-jalan bersamanya atau ke perusahannya
Dan hari ini seperti biasa, david selalu mengantar-jemput keisya, kemanapun itu keisya pergi david selalu mengikuti tapi tidak disekolah, keisya selalu melarang untuk mengikuti, dia tidak bertanya akan hal itu karna ia selalu percaya kepada keisya
Keisya kini berada di motor sport merah david yang sedang melaju kencang dengan posisi ia memeluk pinggang david dari belakang. sedangkan david, ia sedang memandang ke depan ke arah jalanan sedang fokus untuk mengendarai motornya itu
"Keis?"
"Hmm"
"Sebelum pulang, gimana kalau kita mall dulu?"
"Ngapain?"
"Gue mau beli sesuatu, lo mau temani gue kan?"
"Gue mau aja sih, tapi kalau kita ke mall sekarang berarti kita ga pulang dong, langsung ke cafe aja berarti?"
"Iya, gimana? Lo maukan?"
"Sejak kapan gue menolak ajakan lo dav?"
Mereka berdua tertawa bersama segera menuju ke sebuah mall di jakarta. Masuk ke dalam mall lalu menyelusuri beberapa toko untuk membeli sesuatu yang dimaksud david itu
Tak lama akhirnya ia menemukan toko yang bagus yaitu toko sepatu. keisya kaget sekaligus senang karna ternyata david membeli sepatu couple untuk mereka berdua. Membuat mereka berdua makin romantis mengunakan sepatu itu
Berbagai ejekan dan ledekkan saat keisya dan david saat mereka berdua di cafe yang di dapatkan kevin, felix hazel dan digo yang mengatakan mereka berdua belum kunjung berpacaran karna mereka berdua memakai sepatu couple itu di cafe mengundang para pelanggan menatap mereka berdua iri dan serasi
Pada malam hari setelah selesai bekerja di cafe dan david mengantarnya pulang ia langsung menuju kamarnya merebahkan dirinya di kasur empuknya itu lalu memandang langit-langit kamarnya
Senyum keisya merekah saat mengingat kejadian beberapa jam ia lalu, menghabiskan waktu bersama orang yang ia cintai namun memudar kembali ketika ia mengingat kenyataan pahit atau status sialannya itu apalagi kalau bukan tunangan radit
Tak mau memikirkan status sialannya itu ia pun merokoknya celana mengambil ponselnya mencari ketenangan disana dengan membuka line disana
GROUP GLADER
keisya : hai guyy. Sudah lama ga buka group, apa kabar kalian😍
David : baik. Lo belum tidur?
Keisya : belum ngantuk. lo?
David : sama, gue belum ngantuk
Aldo : hello, masih ada orang disini 😈
Digo : sok romantis
Rio : orang ketiga datang
Cindy : orang ketiga setan dong. Hahahaha 😆
David : hahaha setuju kata-kata lo cin, 100 buat lo😙👍
Keisya : Ehmm 😈
Shiren : hahaha ada cemburu tuh
Keisya : apaan sih?
David : huhhh, keisya adelia, aku sayang padamu 😍😘
Hazel : merajuk ceritanya nih😞
felix : lebar
Kevin : alay
Aldo : wow, gue suka ini, oh keisya. aldomu ada disini keisya, jadi jangan cemburumu oke?
David : ALDOMU!!!! LO CARI MATI ALDO!!!!
keisya : oke!!! 😆
Louis : hahaha perperangan dimulai. mari kita nonton permirsa 😆😁
Rio : hahahaha lupakan perperangan ini. Gue ada rencana nih? 😇
Keisya : apa?!
Shiren : apa?!
David : rencana bunuh aldo ada ga?!
Aldo : sungguh kejam dirimu david wiliam
David : diam lo!!!
Hazel : rencana lo apaan ri?
Felix : aku harap rencanamu bagus?
Rio : gue punya rencana untuk sepasang kekasih, tidak untuk para jomblo
Kevin : sialan kau!!!
Hazel : sialan kau!!!
Felix : aku bersumpah rencana yang aku maksud, akan gagal !!!
Digo : kau mau ajak perang rio, ayo gue ladani😈
Rio : hahahaha sorry guyy, gue cuman bercanda 😁. Gue punya rencana kalau yang punya pasangan mau double date malam mingguan, di pasar minggu seru tuh, gimana kalian maukan?
Shiren : wah ide bagus, tuh sayang, kita double bareng. Gimana dengan yang lain?
Louis : gue setuju, bagaimana denganmu baby cindy
Cindy : tentu sangat setuju,
David : kalau gue sih setuju, udah lama tidak double date bareng, bagaimana lo keis?
Keisya : gue setuju
Felix : ngomong-ngomong nih kan buat pasangan kekasih? Bukan untuk pasangan tidak jelas itu?
Digo : hahaha setuju buat lo fel, ngapain lo keisya dan david ikut. Lo kan bukan pasangan kekasih
Keisya : sialan lo!!!
David : sialan lo!!!
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Malam minggu pun tiba lebih tepatnya pukul 06.30 malam. Keisya sudah selesai membersihkan dirinya hendak memakai baju yang cocok pergi malam mingguan bersama-sama sahabat dan juga orang yang ia cintai sesuai dengan rencana mereka itu
Namun ponsel berdering di atas meja nakas di samping tidurnya sehingga menghentikan langkah menuju lemari beralih ke nakas itu lalu mengambil ponselnya dan tertera nama radit disana
"Ngapain nih anak telepon gue" guman keisya kesal lalu mengeser tombol hijau mengangkat panggilannya itu
"Hello, ada apa?"
"Kamu dimana? Aku didepan rumahmu sekarang ini?"
"Didepan rumah?" Guman keisya bingung
keisya langsung menuju jendela kamarnya yang menerobos ke arah halaman depan rumahnya, untuk melihat apakah radit ada didepan rumahnya? Namun tidak ada disana
Ia menepuk keningnya menyadari kebodohannya karna mungkin radit maksud adalah rumahnya papanya itu bukan rumah yang sebenarnya ia tinggali. Karna sampai sekarang radit belum mengetahui itu
"Ngapain lo ke rumah gue? Gue ga ada dirumah sekarang?"
"Aku mau menjemputmu pergi bersamaku. Jika kamu tidak di rumah, lalu kamu dimana?"
"Lo tak perlu tahu gue ada dimana? Dan gue ga bisa pergi bersama lo karna gue ada janjian?"
"janjian apa?"
"Bukan urusanmu?"
"Aku berhak tahu, karna aku tunanganmu. Aku tidak menerima alasan apapun darimu"
"Tidak, gue......"
"Aku akan menunggumu di depan sebuah restoran, teman smaku mengadakan reunian di sana. Aku akan menunggumu datang, tapi jika kamu tidak datang. Kau pasti tahu apa yang aku lakukan di sekolah bukan?"
TUT TUT TUT
"Brengsek" geram keisya memanting ponselnya ke atas kasur setelah panggilan terputus sepihak oleh radit ketika keisya hendak protes
Ia mengacak rambutnya frustasi benar-benar kesal dengan pria sialan itu yang mengancam terus. ingin sekali menghajar pria itu habis-habisan lalu melemparnya ke laut samudra sehingga ia tak akan kembali lagi mengacaukan hidupnya itu
Ia benar-benar kesal dan bingung apa yang yang harus ia lakukan sekarang ini, sementara jam dinding sudah menunjukkan pukul tujuh malam yang seharusnya ia sudah selesai bersiap dan pergi bersenang-senang bersama orang ia cintai
Namun sepertinya rencana sirna seketika mendengar ancaman dari radit kepadanya. Ia juga bingung dan sedih apa yang harus ia bilang jika ia tidak datang bersama david hari ini
"Tunangan sialan" cerutu keisya dalam hati
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Seorang pria tampan yang berdiri di depan sebuah restoran mewah di jakarta sambil melirik jam mahalnya. menunggu seseorang yang seharusnya bersamanya saat ini masuk ke dalam berkumpul bersama teman-teman smanya dulu. Namun tentu saja tidak jadi karna orang yang ingin ia jemput kerumahnya untuk pergi bersamanya tidak ada sehingga terpaksa ia pergi sendiri ke restoran itu dan memilih betah menunggu diluar restoran daripada ia masuk duluan sendirian dan bergabung bersama teman-teman yang mungkin sudah menunggu dirinya juga
Tak lama bibir merekah melihat seorang gadis yang ia tunggu akhirnya datang yang mengenakan dress yang berlengan panjang hingga lutut yang berwarna hitam putih, rambut hitamnya panjang tegurai indah serta make up yang tipis mempercantikan dirinya hari ini. telat bukan cantik hari namun setiap hari pikiran radit
"Lo puas, gue berada disini?!"
Perkataan ketus dan tatapan tajam tidak membuat bibir untuk tidak tersenyum, karna sekarang ia berusaha menerima itu semua. Ia malah mengandeng tangan keisya lembut
"Ayo masuk"
Radit membawa keisya masuk ke dalam restoran, acara reunian itu tampak ramai dan meriah, banyak pasangan anak muda yang ada berbincang-bincang dan bercanda gurau dengan santai.
"Wah akhirnya orang yang kita tunggu, datang juga" seru seorang pria tampan datang bersama pria lainnya menghampiri mereka berdua, lebih tepatnya menghampiri radit lalu memeluk sekilas
"Bagaimana kabarmu?"
"Aku baik. Kapan kau datang dari thailand?" Saut radit
"Kau tidak tahu saja, pria sialan ini menyeretku paksa ke sini. Padahal kau tahu sendiri aku sangat sibuk saat ini, rencana aku kembali kesini lusa. Pagi buta ada pria sialan mengedor-gedor pintu kamar membangunkan untuk bersiap-siap, kau tahu dia membawaku masih baju tidurku. Baju tidur. Bayangkan saja, sangat memalukan bukan?" kesal pria itu menyindir pria lain itu
"Itu karna kau bodoh. Aku banguni kau tidak bangun-bangun. Maka aku dari itu aku paksa, kan tidak seru tidak ada kau" kekeh pria lain
"Tapi caramu bikin aku malu tahu?" Ucap pria itu kesal
"Eh, sudah-sudah kalian jangan bertengkar" ucap radit menengahi
"Wait, tunggu. Siapa gadis yang kau bawa dit?"
Perkataan pria itu yang awalnya kesal kini lembut penuh selidik menyadari sesosok seorang wanita yang datang bersama radit yang tadi diam itu.
"Yaa, aku sampai lupa, bahwa kau tidak datang sendri? Siapa dia?" tunjuk pria lain itu kepada keisya
"Ohh iya, aku lupa memperkenalkan kepada kalian. Ini perkenalkan gadis ini tunanganku" ucap radit tersenyum bangga
"Tunangan. Benarkah?!" tanya dua orang itu kaget lalu menatap keisya hanya mengangguk malas
"Wah, aku tidak menyangka kau punya tunangan dengan wanita cantik ini" sorak pria itu kagum lalu mengulurkan tangannya kepada keisya "aku mario maurer, kau bisa panggil aku mario. Sahabat radit waktu sma hingga sekarang, senang bertemu denganmu"
"Aku keisya adelia wilson, panggil aku keisya" ucap keisya tersenyum tipis
"Peran pun dimulai" cerutu keisya dalam hati miris
"Benar, mar. Dia sangat cantik sekali. Aku iri denganmu dit" puji pria itu lagi kepada keisya lalu ikut mengulurkan tangannya kepada keisya. perkenalan dengannya
"aku alex kardnon, kau bisa panggil aku alex. Juga sahabat radit dari sma hingga sekarang, senang bertemu denganmu juga"
"Keisya" ucap keisya tersenyum tipis
Setelah perkenalan mereka berbincang-bincang dengan radit lagi. Sekali-kali mario dan alex ikut mengajak keisya berbicara tentang perihal tunangan dengan radit dapat tentang dirinya
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Sementara di depan area masuk pasar malam, seorang pria berwajah lesu yang mengenakan kemeja putih ditutupi jaket kulit hitam ditubuh kekar pria, dan juha celana jeans hitam. seraya terus saja melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya
Pria itu adalah david, yang sudah satu jam menunggu keisya yang tak kunjung menunjukan batang hidung sama sekali. Sudah satu jam juga ia menghubungi keisya ataupun mengirim pesan hanya dibalas panggilan yang tidak aktif dan pesan tidak dibalas
Sementara rio, shiren, louis dan cindy sudah masuk ke area pasar malam duluan, sebenarnya mereka juga ikut menunggu keisya setengah jam lalu agar mereka masuk bersama namun david mencegah mereka agar mereka masuk duluan saja karna tak ingin merepotkan mereka dan akhirnya pun masuk. Dan sekarang tinggallah david yang seorang diri menunggu keisya
"Lo dimana sih keis? Lo pasti datangkan?" Guman david penuh harap karna sejujurnya ia dirinya masih ragu-ragu apakah keisya datang atau tidak
Mengingat ia tahu keisya yang tak pernah ingkar janji ataupun telat waktu. jika memang iya, Keisya pasti menghubunginya atau membalas pesannya itu. Namun ini tidak sama sekali. Tiba-tiba pikiran negatif bergejolak dikepalanya
"Ga, dav, lo ga boleh pikiran begitu. Keisya pasti baik-baik saja, yaa baik-baik saja" guman david kepada dirinya sendiri
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Keisya berdiri malas ditengah-tengah kerumunan orang yang sedang berbicara, tangan kanannya menyesap segelas minuman. Jujur ia sangat bosan saat ini berdiri sendiri mengerutu dalam hati karna tunangan sialannya malah sedang berbincang dengan teman-teman smanya yang berdiri tak jauh darinya tapi jangan lupakan matanya yang selalu melirik keisya terus dari kejauhan
"Hey, kau"
keisya langsung menoleh ke arah suara itu dan mengenyitkan dahinya tidak mengenal dengan seorang wanita cantik, berposter tubuh yang bagus serta pakaian dress yang tergolong sangat mahal dan higl hells di kaki jenjangnya berjalan anggun menghampirinya
"Apakah kau tunangan radit?" tanya wanita itu
"apakah gue terkenal sekarang?"
cerutu keisya dalam hati tersenyum miris
"Iya, ada apa yaa?" tanya keisya
wanita itu melirik keisya dari atas sampai ke bawah seolah jijik melihat dirinya itu
"Apakah benar kau adalah gadis tunangan radit? Yang benar saja, bagaimana bisa radit mau pertunangan denganmu? Cih"
Tangan keisya mengepal kuat-kuat terhayut dalam emosinya mendengar kata tajam dari wanita itu.
"Nih orang masalahnya apa sih?"
Cerutu keisya kesal
"aku yakin kau pasti melakukan guna-guna untuk radit, yaa kan? Mana mungkin juga radit bisa memiliki tunangan sepertimu, wajah jelek, rambut sarang tawon, dan pakaianmu sangat kuno sekali"
"Maaf ada siapa yaa? Saya tidak kenal dengan anda? Jadi bisakah anda bicara baik-baik pada saya" ucap keisya tersenyum tipis berusaha bersikap sabar menghadapi wanita ini
"Cih, baik-baik katamu!!! Kau jangan pura-pura bodoh!!! Jelas-jelas kau sudah merebut radit dariku, dia itu milikku, bukan milikmu gadis sialan"
keisya tersenyum miris melihat wanita itu berapi-rapi seakan ia tahu sekarang apa yang terjadi. Mengerti tentang siapa wanita ini ia yakini orang yang mengilai radit juga
"Lalu masalahmu Apa denganku?" Ucap keisya santai
"Kau!!!" Tunjuk wanita itu geram
Keisya menyerigar lebar menatap wanita itu, ia melangkah maju melipat tangan di dada menatap wanita itu tajam di depan wajahnya itu
"Dengar yaa!!! Aku tidak tahu apa masalahmu dengan tunanganku itu, radit. yang jelas perlu kau ketahui, aku sama sekali tak berminat merebut dia darimu, sama sekali tidak. Jadi jaga bicaramu padaku, kalau kau tidak tahu apa yang sebenarnya, ngerti!!!"
Setelah mengatakan itu keisya lalu beranjak pergi meninggalkan wanita itu makin berapi-rapi kepadanya, sok ia tidak peduli sama sekali
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Keisya menyalakan keran kemudian mencuci tangannya singkat. sejenak, ia menatap pantulan wajahnya pada kaca
"Lo memang cantik keis, tapi hidup lo saat ini sangatlah buruk" guman keisya kepada dirinya sendiri
Lalu Tangannya meraih tisu cepat lalu ia keringkan tangannya yang basah sembari berjalan pelan keluar dari toilet. Ia tersenyum miris kepada seorang pria datang menghampirinya
"Kenapa kau baru datang menghampiriku bos!!"
Kevin berkekeh pelan
"Maafkan aku, aku sebenarnya sudah melihatmu dari tadi disini tapi aku harus cari kesempatan agar kau sendirian dan aku datang menghampirimu. Nih minumlah supaya hatimu mendingan saat ini"
kevin memberikan segelas soda kepada keisha dan keisha langsung meminumnya dengan sekali teguk
"Apakah kau segitu marahnya pada wanita itu sehingga membuatmu minum langsung ludes"
"lo tahu?"
"Tentu saja, kan aku sudah bilang padamu tadi kalau aku mengawasi dari tadi"
"siapa dia?"
"Tiffany"
"Tiffany?!"
"Emm, seorang gadis yang juga mengilai radit, bukan mengilai tapi obsesi malahan. Kau harus hati-hati dengannya?"
"Bukan gue harus hati-hatinya tapi dia sendiri harus hati-hati dengan gue"
"Ya, ya, ya" ucap kevin memutar bola matanya malas dengan keisya yang percaya diri
"Tapi ngomong-ngomong hazel dimana? Dia tidak datang? Kau sendirian kesini? Bukannya lo dan hazel teman sma juga dengan radit?"
"Tidak, dia tidak datang hari ini Karna tugas kuliahnya sudah menumpuk, kau tahu sudah banyak membuang waktu akhir-akhir ini, sehingga kuliahnya terlupakan"
"Maafkan gue bos!!! Itu pasti salah gue"
kevin menghela nafas berat menepuk-nepuk pundak keisya seolah tahu apa yang dirasakan keisya saat ini. Ia memang akhir-akhir ini hazel sangat jarang ketemu lagi ataupun bicara banyak dengannya lagi, meskipun ia bekerja tidak tempat yang sama tapi mereka hanya ketemu sekilas karna kesibukan mereka masing-masing dan hazel langsung pulang tidak berkumpul seperti biasanya setelah selesai bekerja. Karna tugas kuliah yang sudah abaikan selama ini ia membantu keisya menyelesaikan masalahnya dan juga ada hati yang harus ia perbaiki
"Kau jangan merasa masalah begitu, hazel melakukan itu karna dia tidak ingin kau menghadapi masalahmu sendiri, dia sangat sayang padamu keis, sahabatnya. dia akan melakukan apapun itu agar kau tidak bersedih biarkan pun dia membuang waktu belajar demimu"
"Tapi...."
"Sudahlah jangan kau pikirkan itu. seharusnya kau bersenang-senang disini bukan?"
Keisya menatap ke arah kevin
Bersenang-senang? Bersenang-senang apanya? Malah ia ingin keluar dari sini?
"Aku hanya bercanda" kekeh kevin seakan tahu ketidak sukaan keisya berada disini
"Tapi ngomong-ngomong kenapa kau berada disini? Bukankah digroup line kemaren rio merencanakan untuk double date malam ini dan kau berpasangan dengan david malam inikan?"
Mendadak wajah keisya murung lagi menatap kosong ke lantai, jujur ia ingin sekali menghabiskan malamnya bersama orang yang cintai, bersama david. Tapi bagaimana caranya? sementara ia sekarang bersama tunangan sialannya itu
"ntah lah boss!! Gue ga tahu harus gimana? Gue pengen banget menghabiskan waktu malam gue bersamannya hari ini, tapi gue ga tahu harus apa? Karna pasti radit akan mengancam gue lagi nantinya, gue belum siap untuk kehilangan david boss!!! Gue mencintainya"
Kevin menatap iba keisya, jujur ia sangat sedih melihat keisya begini, memiliki pasangan yang tidak dicintai sama sekali. Ia pun menepuk pundak keisya memberikan ketenangannya
"Ya, aku tahu keis, kau harus berdoa saja, serahkah masalahmu kepada tuhan, aku yakin tuhan pasti melakukan yang terbaik kepada umatnya"
Keisya mengangkat kepala tersenyum lembut kepada kevin, kevin pun membalas senyumannya itu
"Butuh bantuan"
Detik kemudian kevin tersenyum misterius kepada keisya, membuat keisya ikut tersenyum kepadanya seolah tahu apa yang dia rencanakan.
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Sementara di tempat lain, david masih menunggu keisya 2 jam lamanya ia tidak peduli hawa dingin mulai merusuki tubuhnya tapi ia tetap tidak peduli karna ia yakin keisya pasti datang dan berusaha menyingkirkan pikiran negatif yang mulai bergejolak di kepalanya
"Ga dav, lo ga boleh pikiran begitupun, keisya pasti baik-baik saja" guman david geleng-geleng kepala menyingkirkan pikiran itu
Ia menghela nafas berat seraya mengusap-gusap ke dua tangannya seolah memberikan kehangatan baginya
"David"
David menoleh ke arah suara dan langsung berlari berhamburan di pelukannya, memeluknya erat menglepaskan kelegahan dihatinya lalu melepaskan pelukannya menangkup wajahnya
"Lo darimana aja sih, hah!!! Gue khawatir tahu ga lo datang-datang, telpon ga diangkat, sms ga di balas. Lo kemana saja!!!"
keisya tersenyum getir mendengar omelan dan khawatiran david kepadanya
"Iya, maafin gue, tadi gue ada urusan yang gue harus selesaikan. Tadinya gue mau hubungi lo, tapi ponsel gue tiba-tiba lowbat. Jadi gue ga bisa deh hubungi lo" jelas keisya merasa bersalah "tapi ngomong-ngomong lo kok disini? ga masuk ke dalam bersama yang lain? Mereka sudah duluankan?"
"Gue ga mungkin biarin lo sendiri masuk ke dalam, jadi gue nunggu lo aja"
"Tapi....."
"sudahlah jangan banyak bicara lagi, ayo kita masuk"
David mengandeng tangan keisya lembut membawanya masuk ke arah pasar malam. tapi sebelum masuk ke dalam terlebih dahulu keisya mengedipkan matanya seolah mengatakan 'terima kasih' kepada seorang pria yang membantunya sampai kesini. Pria itu pun hanya membalas senyuman pula seolah mengatakan 'selamat bersenang-senang'
Pria itu adalah kevin yang membantunya untuk lepas dari pengawasan radit darinya dengan cara kevin membodohi radit dengan bilang kepadanya kalau ia mengajak keisya pergi ke toko untuk membeli pakaian wanita untuk sepupu perempuannya dengan alasan keisya tahu apa keperluan wanita Dan radit mengizinkanya karna ia percaya kepada kevin sebagai temannya itu
Tapi tanpa david dan keisya sadari ada orang lain yang menatap mereka berdua sinis, awalnya orang itu hanya kebetulan lewat di area itu. namun ketika menangkap dua orang asing didepannya dan menatap dengan tatapan tajam tapi membunuh. Tapi perlahan
senyuman sinis berubah menjadi menyerigai lebar seolah rencana picik didalam otaknya saat ini. ia menrogoh ponselnya di dalam tas mahalnya lalu memotret david dan keisya yang sedang mengandeng tangan setelah itu ia beranjak dari area itu
David dan keisya pun sudah masuk ke area pasar malam yang tampak ramai sekali, banyak anak-anak, anak muda serta orang dewasa berlalu ilalang disana. Area pasar malam ini banyak sekali arena permainan yang menarik perhatian pengunjung disana
"Astaga keis, lo darimana saja sih baru datang? Kami tungguin lo tahu ga?" omel cindy ketika melihat david dan keisya masuk ke area pasar malam itu. Ia juga bersama louis, rio dan shiren
"Iya, nih kemana aja lo? David tungguin tahu ga, gue pikir lo tidak jadi datang. Gue hubungi lo ga bisa lagi?" ucap louis
"Sorry guyy, gue ada urusan dulu. Ponsel gue juga lowbat jadi ga bisa dihubungi deh, sekali maafkan gue" ucap keisya merasa bersalah kepada sahabat-sahabatnya
"Itu makanya ponsel lo cas terus, supaya kita ga sulit hubungi lo nanti, takut terjadi apa-apa nantinya" ucap shiren
"Tapi tunggu, kayaknya ada yang beda dari kalian berdua deh?"
Ucap cindy
"Apaain?" Tanya keisya heran
"Tuh lihat syle kalian sama" ucap rio tersenyum kepada mereka berdua
David dan keisya saling lirik penampilan mereka lalu berkekeh pelan sadar kalau mereka pakaian syle yang sama, sama-sama berwarna hitam-putih seperti pasangan serasi
"Hahahaha kok bisa sama yah dav"ucap keisya berkekeh pelan
"Ntahlah, gue baru sadar juga" balas david david berkekeh pelan lalu menatap sahabatnya itu "Lebih baik kalian pergi, sana hushh, hushh"
David mengibaskan tangannya seolah mengusir anak anak membuat mereka melotot ke arahnya sedangkan keisya berkekeh geli
"Songong yaa lo, mentang-mentang sudah ada cewek lo, kita diusir" cibir rio
"Bodo" ucap david lalu mengandeng tangan keisya membawa pergi dari mereka
"Ayo keis, kita bersenang-senang hari ini, kitakan tinggalkan para nyamuk-nyamuk yang menganggu kita"
"Sialan lo" cerutu mereka jengkel
David dan keisya berkekeh pelan meninggalkan mereka, pergi menaiki wahana di pasar malam itu seperti menaiki bianglala, perahu cubumlus, masuk rumah hantu, menyaksikan wahana tong setan dan lainnya. mereka bersenang-senang saat ini menikmati malam mingguan mereka itu dan tangan mereka tak lepas sekalipun, saling mengenggam hangat satu Sama lain
Dan ada satu wahana membuat david kesal dan menguji kesabaran yaitu wahana lempar gelang. Pemainan ini adalah permainan melempar gelang hingga masuk ke dalam gelas yang sudah diberikan nomor, jika berhasil melempar gelang masuk ke dalam gelas maka akan mendapatkan hadiah menarik
...
...
Keisya pun menginginkan sebuah boneka teddy bear yang menarik perhatiannya membuat david rela melakukan apapun agar mendapatkan boneka teddy bear yang keisya inginkan. David terus saja melempar gelang itu ke dalam gelas bisa dibilang cukup sulit melemparnya karna jaraknya ia jauh, sudah puluhan kali david melemparnya namun tetap saja gagal tapi tak menyerah begitu saja ia terus melempar gelang itu
David bersorak senang dan heboh karna Akhirnya setelah ke lima puluh kali hingga menghabiskan sebesar dua ratus ribu ia mendapatkan boneka teddy bear yang diinginkan keisya itu dan langsung ia berikan kepada keisya itu
"Jadi ini balasan lo kasih ke gue?" protes david menerima sebotol yang diberikan keisya kepadanya karna keisya pikir david kehausan setelah berjuang mendapatkan boneka teddy bear yang ia inginkan
Keisya mengenyikan dahi tidak mengerti dengan perkataan david. Kini mereka duduk sebuah bangku dekat wahana permainan tadi
"Maksud lo apa?"
"Astaga keisya!!! gue sudah berjuang untuk mendapatkan itu, gue udah keluarin duit dua ratus ribu untuk mendapatkan itu dan lo malah kasih ini ke gue" cibir david kesal dan membuat keisya makin tidak mengerti
"Lo mau apa sih sebenarnya, bingung gue" kesal keisya
David berkekeh pelan lalu dengan santainya ia menunjuk pipi kanannya dengan jari telunjuknya
"Ini, cium"
membuat keisya melotot ke arah david
"Apa lo bilang!!! Cium!!"
"Iya, ayo"
Dengan santainya david mendekat wajahnya didepan wajah keisya membuat keisya tiba-tiba saja gugup dan jantung berdekat sangat cepat
"Ga, ogah"
Keisya mengonyor kepala david menjauhikan wajahnya darinya dari lalu membuang muka ke arah asal jangan menatap david karna sudah dipastikan pipinya merona saat ini
"Ayolah, keis, gue udah melakukan apapun buat lo, masa cium aja ga bisa sih" rengek david
"Jadi lo melakukan ini ga ikhlas gitu, ini gue balikin bonekanya" ucap keisya menyerah boneka yang ia peluk dari tadi
"Bukan itu masuk gue. Gue ikhlas kok tapi....." david diam sejenak berpikir agar keisya bisa menciumnya
"Tapi apa?!"
Tiba-tiba Keisya mendekat wajahnya dengan wajah david, sangat dekat, bahkan hidung mereka berdua sudah beradu membuat david menghela nafas gugup
"Lo..."
Cup
"sudahkan"
David diam mematung apa yang dilakukan keisya barusan kepadanya? mencium bibirnya sekilas. Tapi walaupun sekilas mampu membuat dirinya tersengat listrik, kupu-kupu indah bergejolak diperutnya
"apa yang lo lakukan? Bukankah gue minta pipi? bukan...." david tidak sanggup menyelesaikan kata-katanya vulgarnya itu. sungguh ia sangat malu saat ini
"bukan apa dav? Hmm" goda keisya lalu berkekeh pelan melihat tingkah david yang lucu baginya
David pun salah tingkah dan mengaruk tengkuk tidak gatal
"hahaha dav, lihat pipi lo memerah, sangat lucu sekali, bhahahaha" ucap keisya sungguh ia tak tahan lagi menahan tawanya
david melotot ke arah keisya yang sedang menenawainya itu tapi detik ia menyeringai
Cup
Keisya diam mematung dan berhenti ketawa atas perlakuan david kepadanya, kupu-kupu bertebangan indah diperutnya.
"A...apa yang lo lakukan? Lo mencuri first kiss gue" ucap keisya tergagap gugup. Membuat david berkekeh geli
"Oh yaa, berarti gue orang pertama cium lo dong" goda david
"Lo...."
Cup
"Dengan senang hati gue akan melakukannya lagi" ucap david lalu berkekeh pelan saat setelah mencium bibir keisya sekilas membuat keisya melotot ke arahnya
"DAVIDDDD!!!!"
david kabur melesat melarikan diri amukan keisya kepadanya. mereka berdua bermain kejar-kejaran di area pasar malam itu.
Mereka berdua benar-benar bahagia menikmati malam minggu mereka berdua hari ini
Tanpa mereka berdua sadari ada sepasang mata tajam mengawasi mereka, mata radit yang baru saja datang dan terpaku melihat tunangannya mencium pria lain
Yaa, radit beberapa menit yang ketika masih dibrestoran tiba-tiba saja ketika tasya menghubungi kalau tunangannya itu bersama pria lain, ia berpikir itu mungkin saja kevin temannya namun tasya membantah dengan mengirimkan sebuah foto david sedang mengandeng keisya, awalnya radit tidak percaya dengan itu semua dan maka tasya menyuruhnya membuktikan sendiri
Dan berdirinya sekarang di area pasar malam di antara kerumunan berlalu dilalang banyak orang. tatapan terpaku melihat tunanganya mencium pria lain, tangan mengepal kuat-kuat, rahangnya mengeras seketika, hatinya berkeremuk bagai pedang yang sangat tajam lalu disiram perasan jeruk nipis sangat sakit dan perih. Sakit karna tunangan tega membohonginya dan mengkhinatinya
Awalnya radit tidak percayanya dengan saat ini, karna ia sudah terbiasa melihat pria itu yang ia ketahuinya bernama david berdekatan dengan tunangannya keisya yang ia tahu juga sahabatnya sama dengan sahabatnya lainnya
Namun sekarang seperti ia membantah dengan pikiran semua itu kemarahan dan kecewaan bergejolah dihatinya melihat keisya mencium david didepan matanya sendiri bahkan ia bisa melihat dari mata keisya ada tatapan lain saat keisya menatap david, cara pandangnya itu david seperti tatapan tak pernah ia lihat sebelumnya
"Apa sebenarnya hubungan mereka berdua?" Geram radit bertanya
...♥️♥️♥️♥️♥️...
Hari pun sudah berganti menjadi hari dimana sebuah orang disibukkan dengan kegiatannya lagi, dalam berkerja, sekolah ataupun itu mereka menjalani hari-hari mereka lagi setelah hari weekend yang sudah mereka lalui yaitu hari senin
Begitulah terjadi disekolah terpopuler di jakarta, dimana suasana kantin tampak ramai dan riuh berlalu ilalang menikmati makan siang mereka setelah bel istirahat dibunyikan
Dengan suka cinta
Begitu pula dengan keisya hari ini, ia tampak senang dan bahagia akhirnya ia bisa berkumpul makan di kantin bersama para sahabatnya setelah ia dipenjara oleh tunangan sialannya akhir-akhir ini yang selalu bersamanya setiap jam istirahat berlangsung
Dan keisya tiba-tiba keherannya hari ini, kenapa radit mengijinkan ia makan bersama sahabatnya di kantin tidak bersamanya hari ini? Dan kenapa sikapnya tiba-tiba berubah yang bersikap datar dan dingin kepada keisya hari ini tidak ada senyuman manis saat melihat dirinya itu?
Keisya tidak ambil pusing dan tidak curiga dengan semua itu malah ia berharap akan seperti ini seterusnya menghabiskan masa sekolah bersama sahabatnya dan juga dengan orang yang cintai tanpa gangguan apapun yang bikin moodnya sering kali berubah
Prok Prok Prok Prok
Suara tepuk tangan seseorang membuat para sahabat dan keisya menoleh dan menatap orang itu inters
"Ini nenek sihir ngapain lagi kemari?" Dengus digo tidak suka dengan kehadiran seseorang itu di mejanya
"Seperti akan ada perang lagi" ucap louis tersenyum miris
"sudah lama bukan tidak mengadakan berperangan ini?" kekeh aldo pelan seperti hanya terlihat santai sedangkan sahabat para sahabatnya sudah mengeluarkan aura mengcengkram
"Wah, wah, kalian jangan gitu dong. gue ga ada urusan sama kalian semua?" Ucap tasya tersenyum miris
"Terus lo mau urusan sama siapa, hah!!!" Ucap cindy tidak suka dengan kehadirannya
"Tentu saja dengan saudara tiriku tercinta" ucap tasya menatap keisya yang lagi menatap dirinya tajam "hai, apa kabar, lama tidak bertemu bukan?"
"Lo mau apa lagi dengan keisya?" dengus david tidak suka
"Huss, david sayang kamu jangan bicara begitu padaku, itu akan membuatku tambah mencintaimu dan ingin memilikimu segera" ucap tasya tersenyum manis kepada david membuat sahabat keisya memuntahkan kata-katanya itu
"Manis sekali sekali kata-kata lo itu" ledek rio tersenyum mengejek
"Tentu, mungkin gue akan memiliki davidku saat ini juga" ucap tasya tersenyum menyeringai kepada keisya seolah mengutarakan alasannya ke sini
Keisya melihat itu tersenyum sidis seolah mendengar omong kosong darinya namun tidak dengan hatinya yang tiba-tiba gelisah sendiri seolah perkataan tasya itu akan mengeluarkan bahaya padanya itu
"Eh, lo sebenarnya ngapain kesini sih? Kalau tidak apa-apa mendingan lo pergi dari ini, jangan merusak suasana deh lo" ucap shiren jengkel
"Iya nih, pergi ga lo" usir cindy jengkel
"Hussh sabar dong, gue mengumungkan sebuah fakta yang terduga untuk kalian" ucap tasya mennyeringai
Para sahabatnya mengenyitkan dahinya tidak mengerti dengan pembicaraan tasya kepada mereka mereka
"Eh, tasya sebaik lo pergi dari sini, gue ga mau cari gara-gara lo yaa!!" Jengkel keisya
"Kenapa keis? Lo takut rahasia terbongkar?" Ucap tasya tersenyum ejek
"Tasya, lo......"
"GUYY, PERHATIAN" sorak tasya bertepuk tangan seolah ingin memusatkan perhatian siswa-siswi berada di kantin melihatnya dan semua orang yang berada di kantin kini melihatnya heran
"Mau apa lagi nih anak?" Ucap digo heran dengan tingkah musuhnya hari ini
"GUE MAU NGUMUMIN KEPADA KALIAN SEMUA SEBUAH FAKTA YANG SANGAT MENGEJUTKAN BAGI KALIAN SEMUA" sorak tasya dengan suara lantangnya tersenyum menyeringai kepada keisya
sedangkan keisya hanya diam berusaha tidak menghiraukannya namun hatinya makin cemas dan was-was. Ingin sekali ia mencegah membawa saudara tirinya yang sialan itu pergi yang akan membahayakannya namun tidak bisa karna mungkin para sahabatnya memandangnya curiga nantinya
"Yaa tuhan, apa lagi ini" guman keisya dalam hati, hatinya tiba-tiba tidak karuan
"BAHWA KEISYA ADELIA WILSON, KETUA GENG GLADER SUDAH BERTUNANGAN DENGAN PRIA LAIN"
Deg
"APA?!"