Dear keisha

Dear keisha
PART 36



David memandang tanggal di kalender tanpa berkedip. Ini sudah hari ketiga ia keluar dari rumah sakit perban juga sudah dibuka, secara keseluruhan ia sudah sehat, semenjak itu keisya belum juga ditemukan, ponselnya sampai hari ini belum aktif, dia bagai di telan bumi


Ia pun mengambil sebuah foto di nakas tepi ranjangnya, sebuah foto remaja smp yang tersenyum bahagia, david masih ingat ini adalah fotonya bersama keisya dulu, saling tersenyum bahagia padahal mereka belum mengenal dulu, rio dan cindy memang sengaja mengambil foto mereka berdua. katakan mereka pasangan cocok,


Keis kau dimana? Aku sangat merindukanmu?


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Rio baru turun dari mobilnya dengan wajah kaget, heran, kesal dan mengeleng-geleng kepalanya saat melihat seorang wanita yang duduk di kap mobil lamborghini sambil merokok untuk pertama kali di hidup wanita ity dan juga sambil memandang didepannya, sebuah pantai tempat favoritnya


Keisya menelepon dan memintanya datang karna sekarang ia butuh teman


"Rioo"


keisha berteriak saat rio membuang puntung rokoknya yang hampir habis lalu menginjaknya sejadi-jadinya


"APA!" ucap Rio bentaknya "lo mau ngambil rokok ini lagi? coba aja ngambil. setelah lo bawa motor ngebut-ngebutan melampiaskan kemarahan lo, ninju tangan ke tembok lampias penyesalan lo, dan sekarang lo rokok. Benar-benar gila lo keis, selalu melampiaskan dengan membahayakan diri lo sendiri, tak pernah melakukan hal positif untuk menenangkan hati lo itu, benar-benar gila, ga nyangka gue" cerocos rio sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah keisya 


Keisya mendengar itu hanya mengembuskan nafas pelan, menikmati memandang pantai


"Bagaimana keadaan david"


Rio melongo mendengar ucapan keisya, ia tak habis jalan pikir dengan keisya bukannya sadar atas kesalahan ia perbuat eh malah tanya cowoknya


"Dia gila" ucap Rio tanpa menoleh ke keisya sambil melipat tangan di dada ikut memandang lautan


Keisya tertawa getir


"Maksud lo?"


"Yaa gila karna lo" ucap Rio lirik


"Karna gue?" ucap keish tertawa getir


"Yaa, dia gila karna lo hilang tanpa sebab, menghilang bagai ditelan bumi, menghilang tanpa jejak. Meninggalkannya setelah dia sadar dari komanya  dan pertama kalinya dia liat adalah lo, orang ia sayangi. Lo itu kenapa lagi sih keis? Apa belum cukup david mengorbankan dirinya demi lo? Apa belum cukup dia bikin mama lo sembuh? Apakah lo masih sakit hati atas kelakuan yang bikin lo kecewa?"


Keisya hanya bisa menahan air mata, menahan agar ia tidak menangis, lalu menjawab menatap pantai lagi, dan tersenyum musam


"Apakah gue pantas dekat dengan setelah dia banyak berkorban demi gue? Apakah gue pantas berada didekatnya setelah dia bikin orang tua gue yang paling gue sayangi sembuh? Apakah gue pantas dekat dengannya setelah gue bikin ia sakit hati? Apakah gue pantas dimaafkan setelah dia koma gara-gara menyelamatkan gue?"


"Keis__"


"itu sebuah ga pantas ri, gue ga pantas lagi berada didekatnya, mencintai dan menyayanginya, dia seharusnya membenci gue, tidak gila karna gue, dan dan mencari wanita lain yang bikin ia bahagia"


"Keis, lo ga usah ngo___"


"Bersama wanita lain ia akan bahagia, tersenyum bersama wanita itu, gue paling bahagia jika melihatnya bahagia"


"Keisya___"


"Dan sampai mereka menikah melahirkan anak yang lucu"


"KEISYA"


"Terus gue akan melupakannya, dan mencari__"


Rio merengkuh kepala keisya menyadarkannya di bahunya membiarkan keisya menangis, rio tidak tahan melihat keisya serapuh ini. Keisya yang selalu memaksa dirinya terlihat baik-baik saja, padahal belum tentu ia mampu berdiri sendiri, apalagi ditambah ia menghadapi berbagai cobaan di hidupnya


"Hiks....hiks.... gue... kangen dia ri" ucap suara serak keisya menangis


"Kalau lo kangen, lo temui dia, ga menghilang seperti ini"


"Tapi__"


"Keis, dengari gue" ucap rio menegakkan keisya, agar berhadapan dengannya sambil memegang pundaknya itu agar ia menatapnya


Saat keisya mulai menatapnya, rio langsung menatapnya


"Jangan pernah lo bilang david ga pantas buat lo, jangan pernah lo bilang david itu koma karna lo. itu semua karna dia sayang lo dan mencintai lo dengan tulus, selalu melindungi lo dengan keadaan apapun. Dia akan bahagia jika lo berada didekatnya, tersenyum padanya. lo seharusnya beruntung memiliki cowok seperti dia, setia sama lo, mencintai lo dengan tulus, berkorban demi lo, terima lo apa-adanya, jadi jangan pernah meninggalkannya lagi! Okey"


Keisya diam dan mengangguk


"Dan sekarang lo pulang, temui dia"


"Emm....nanti gue pikirkan" ucap keisha melepas pegangan rio dan menatap pantai lagi


"Lo pikirkan apa lagi sih, keis!" ucap rio mendengus kesal


Keisya tidak menghiraukan rio malah berjalan menglingkari mobil, masuk ke mobilnya


"Lo mau kemana? Temui david yaa!" Goda rio menghindar dari mobil keisya yang akan berjalan


Rio melongo sepeninggalan keisya, bukannya pergi temui david eh malah menghilang lagi,


Tanpa berpikir panjang ia pun merogok ponselnya menelepon seseorang


"Ikuti dia"


Setelah mengucapkan itu kepada seseorang, ia pun memasukkan ponselnya lagi ke saku celananya


"Sebentar lagi kebahagiaan akan datang pada lo keis" batin rio


...❤️❤️❤️❤️❤️...


Kini keisya sedang membaringkan badannya ke kanan dan ke kiri agar ia bisa tidur dengan nyenyak, tapi nyatanya tidak bisa, ia masih memikirkan perkataan rio tadi siang


Perkataannya menyuruhnya kembali bersama david, tapi hatinya masih bertolak belakang. Walau belum waktunya ia untuk tidur, karna jam menunjukkan pukul 19,30 wib malam


Ia pun bangkit dari ranjangnya ke ruang keluarga, selama tiga hari ini ia tinggal disebuah rumah dekat dengan pantai, rumah orang tua arka yang tidak ditepati, karna mereka pindah ke kota semuanya, tapi masih terawan, masih bagus untuk keisya tinggali sementara ini


Ia pun meraih remote tv dan menyalakan tv yang sejak tadi masih mati, ia mencari-cari saluran yang menarik untuk ditonton, tapi tidak ada yang bagus menurutnya, saat ia akan menekan tombol power, jarinya salah menekannya dan menekan tombol DVD 


Video kenangan kecil david dan keisya pada waktu smp


Di video itu terlihat fotonya dimasa smp, pada saat pertama kalinya pertemuan david, foto double date bersama rio dan cindy dulu,


Diganti dengan sebuah video david, dirinya dan juga anak kecil yang bernama tari, ia masih ingat pada kejadian itu, pada bermain dan bersenang-senang disebuah taman bersamanya, ia dapat melihat wajah david yang tersenyum bahagia karnanya, dan juga melihat dirinya merengek minta dibeliin es krim sama david karna ia dibeli duluan adalah tari, dengan senang hati david membeli untuknya


Keisya pun tidak sanggup melihat video itu lebih lama lagi karna masih banyak video yang belum ia lihat


Ia pun memilih bangkit dari sofa dan berjalan ke balkon menatap pemandangan laut dimalam hari dengan deburan ombak dan lampu kelap kelip di kejauhan, sinar bulan sangat terang saat ini


Keisya mencengkram pegangan balkon dan menundukkan kepala, mengatur nafas akibat dadanya yang sesak karna mengingat david, lalu memejamkan mata dan bayangan dirinya langsung menyerbu begitu saja, meskipun ia mencoba untuk tidak membayangkan dirinya tapi otak keisya tidak mau mendengar dia terus memutar-mutar potongan gambar david tanpa bosan berulang-ulang, ia merasakan dadanya sesak oleh rasa rindu


Tanpa sadar air matanya pun jatuh ke lantai satu persatu, cengkaraman di pegangan balkon semakin kuat hingga terasa menyakitkan, badannya bergetar menahan tangisan, dadanya kembali sesak dan nyeri, keisya selalu menahan air matanya selama ini mencoba tegar menghadapi ini semua


Tapi pada akhirnya pertahannya pun runtuh


Air matanya terus mengalir tanpa bisa lagi dihentikan, keisya mengepalkan tangan kanannya kuat-kuat, menegangkan kepalanya dan berharap sedikit saja sakit ini hilang dari hatinya


"Aaaaaaaahhhh"


Keisya berteriak hingga suara habis, namun, air matanya tetap mengalir dengan badannya bergetar karna tangisan,


bagaimana lagi caranya menghilangkan penyesalan ini?


"Hiks....hiks...maafin...gue...dav"


Ucap keisha lirik disela tangisannya "gue...kangen...lo"


Dadanya bergerak naik turun dengan cepat karna emosi juga tangisan nafasnya terputus yang membuatnya merasakan sesak yang terasa sangat sulit dihilangkan


Saat keisya menyentuh dadanya yang sakit, tiba-tiba ia merasakan sentuhan lembut tepat disana, sebuah lengan kekar memeluknya erat dari belakang hingga tubuh kami berhempit, pelukan yang membuat tubuh keisya menegang seketika


"Lo jangan nangis" suara pelan itu terdengar di telinganya


Ia pun menikmati sejenak pelukan ini, menikmati kehangatan yang menjalar di seluruh tubuhnya, kemudian ia pun berbalik badan, dan menatap matanya


"gue juga kangen lo, keis"


Air mata keisya pun kembali mengalir dari kedua matanya, sesak di dadanya perlahan menghilang,


Dia pun langsung menarik tubuhnya di pelukannya dan memeluknya erat, kami menangis bersamaan tapi ini bukan tangisan kepedihan melainkan menangis kerinduan, kelegaan, dan juga kebahagian


"Dav, maafin gue dav, maafin gue atas semua kesalahan gue lakukan ke lo" ucap keisha disela-sela tangisnya


"Tidak, keis, ini bukan kesalahan lo" ucap david lalu melepas pelukannya dan menghapus air mata keisya lembut "ini kesalahan gue, gue yang selalu bikin lo sakit hati karna gue, frustasi karna gue, maafin gue keisya__"


Keisya menempel jari telunjuknya dibibirnya agar ia berhenti bicara


"Stop dav, berhenti bicara, kita sama-sama salah dalam hal, salah menanggapi satu dengan yang lainnya, salah menanggapi ego kita, jadi yang kita lakukan sekarang kita mulai dari awal lagi, melakukan dengan senyuman lagi"


"Iya kau benar keis, kita akan mulai dari senyuman lagi, pada saat pertama kali kita ketemu, saling menglengkapi satu sama lain, dan berjuang sama-sama, suka-duka sama-sama"


Keisya pun memeluk david lagi, ia benar-benar bahagia sekarang, akhirnya david memaafkan, begitu pun dengan david


"I LOVE YOU DAV"


"I LOVE TOO KEIS"