
From : keisha
Digo gue pergi untuk beberapa hari kedepan, gue pergi untuk nenangkan diri gue dulu, jangan cari gue, gue baik-baik saja kok,
Jaga rumah baik-baik, jangan sampai gue kembali rumah jadi berantakan, ngerti!!
Itulah surat terakhir sebelum keisya ia pergi, selama tiga hari ia pergi, digo dan sahabat lainnya mencari keisya
Bukannya ia tidak menuruti kemauan keisya tapi ia merasa khawatir dengan keadaannya, bagaimana tidak ia tidak membawa apapun selama ia pergi, ponsel pakaian, dompet dan juga motor yang masih dibengkel tidak juga ia bawa
mereka khawatir, bagaimana cara ia menenangkan diri selama itu, bagaimana ia bisa makan uangnya tidak dibawa? Bagaimana ia bisa pergi nenangkan diri sedangkan motornya masih rusak?
Ia takut kalau sampai ia kenapa-kenapa di jalan, ia takut anak jalanan mencari gara-gara sama gadis itu
Sampai-sampai jason marah padanya, kanapa ia sampai hilang gitu aja? apa yang terjadi sebenarnya pada sepupunya itu? Kenapa ia berubah akhir-akhir ini
secara terpaksa digo menceritakan apa yang terjadi pada keisya sebenarnya, dan digo bisa lihat bagaimana reaksi jason, sama marah padanya, marah menyembunyikan masalah besar dari ia, juga marah kepada cowok yang bernama david itu, karna telah menyakiti sepupu kesayangannya
"Guyy, gimana dong" ucap digo duduk lemas "kemana lagi kita cari dia, capek gue"
Kini ia sedang berkumpul di markas bersama temannya yang lain
"Kan keisya sudah bilang, kalian tak perlu cari dia, dia butuh sendiri dulu"ucap felix "ntar juga balik lagi sama kita"
"Iya emang balik, tapi kan dia ga bawa apa-apa, ntar dia kelaparan gimana? sakit gimana? di apa-apain sama anak orang gimana, kan gue khawatir" ucap shiren
"Iya dikatakan shiren benar" kata louis duduk disebelah shiren "kalau sampai tuh anak ketemu, gue akan ceburi dia ke empak, selalu membuat kita khawatir melulu"
"Hey, kalian aja yang khawatir sendiri" ucap felix
Kevin dan hazel melihat mereka berdebat hanya geleng-gelang kepala,
"Kau khawatir?" Tanya kevin pada hazel yang duduk disebelahnya
"Emm"
"Kalau khawatir, kenapa tidak mencarinya?" ucap kevin heran karna selama ini hazel hanya berdiam diri dirumah
"Siapa bilang aku tidak mencarinya, aku mencarinya kok"
"Kapan kau mencari? sedangkan kau dirumah aja akhir-akhir ini"
"Orang rusuhanku mencarinya"
"kenapa tidak kau saja yang mencari? kenapa harus orang lain? kan tidak ada kerjaan dirumah!"
"Ada kok"
"Apa!"
"Hanya berpikir, bagaimana cara memjinakkan papamu itu? agar menerima keisya sebagai kariyawannya lagi, kan keisya tidak salah apa-apa pada kejadian itu"
"Yah, kau benar" ucap kevin menunduk merasa bersalah atas kejadian itu "seharusnya kita harus tahan diri waktu itu, agar tidak terpancing emosi cuman gara-gara cewek sialan itu"
"Yah mau gimana lagi, udah terjadi, kita harus bicara pada papamu lagi, harus itu" ucap hazel yakin
"Iya kita harus bicara padanya" ucap kevin tersenyum menyetujuinya
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Drrrtttt.....
Bunyi alarm di meja nakasnya berbunyi tepat di samping tempat tidurnya,
"Berisik"
seseorang berteriak, seorang gadis yang tertidur di ranjang masih terganggu. Lalu beberapa menit kemudian ia pun bangun dan bergegas ke kamar mandi, lalu mencuci muka dan memandang dirinya di cermin
Keisya kamu dipecat dan harus menganti rugi biaya cafe yang telah kamu rusak
"Arrrgggg" ucap seorang gadis itu Senaya menarik rambut frustasi
Ikutlah kalimat yang bikin dia uringan-uringan akhirnya, dan butuh untuk menenangkan diri untuk sementara waktu, dan secara terpaksa ia tinggal sendiri di apartemen mewah milik papanya, ia tidak tiba bisa marah dan durhaka pada papanya terus-terus, bagaimana pun ia tetap seorang ayah, tidak ada dia mungkin dia tidak ada didunia
Secara Terpaksa
Ia menerima apartemen ia ditawarkan papa beberapa hari yang lalu, karna Ia butuh tempat untuk menyendiri dulu, agar pikirannya bisa tenang atas kejadian ya alaminya, dan bisa mencari ide agar ia diterima kerja lagi
ia bisa saja mencari pekerjaan lain diluar sana, dan mendapatkan gaji dengan keinginan, tapi karna sahabatnya itu udah janji untuk menerimanya lagi bekerja lagi,
Ia pun menuju dapur untuk memasak sesuatu ia bikin perut kenyang, nasi goreng dan telur ceplok cukup bagi ia hari ini. Beberapa menit kemudian nasi goreng pun jadi, dan pas menaruh ke piring, tiba-tiba bel apartemen berbunyi hingga ia berhenti dan membuka pintu
"Papa" ucap keisha terkejut. dia melihat papanya berpakaian kantor
"Boleh papa masuk!" Ucap papa keisha
Keisya mengangguk
"Boleh"
"Umm harum" ucap papa mencium aroma nasi gorengnya
"Kamu masak?"
"Iya, papa mau!" ucap keisya menuju dapur mengambil piringnya lagi
"Boleh" ucap papa menaruh jas setelas kantor di punggung kursi meja makan
Keisya pun mengambil piring satu lagi untuk papanya dan memberikan pada papanya itu yang sudah berisi nasi goreng dan telur ceplok, papa pun melahap makanan anaknya itu
"Bagaimana keadaanmu!" ucap papa bicara padanya setelah hening beberapa saat
"Baik" ucap keisha singkat
"Benarkah!" ucap papa seakan belum percaya pada anaknya itu "papa belum yakin kau baik-baik saja! karna tumben-tumbenan kamu menyendiri di apartemen milik papa, apakah kau ada masalah keisya? Bilang ke papa supaya papa bisa bantu!"
Keisya tersenyum miring, lalu menghentikan makannya menatap papa dingin
"Apa pedulinya papa kalau aku ada masalah atau tidak! Toh selama ini papa yang tidak peduli sama aku"
"Sayang, papa kan tetap papamu, tak bisakah kamu berbagi kesedihanmu, masalahmu pada papamu ini, nak, papa hanya ingin kau kau bahagia lagi"
"Berbagi!" ucap keisya tersenyum mengejek "untuk apa aku berbagi kepada orang yang sudah membuat hidupku menderita dan juga mama"
"Keisya"
"Pa sudahlah pa, aku muak sikap pura-pura papa, bilang aja papa ingin aku bersama papa, tinggal bersama papa, agar aku tidak mendapatkan masalah lagi yaa kan!"
Membuat papa terkejut dan diam sejenak
"Sayang, bukan itu maksud papa, papa hanya__
"Cukup pa, sebaiknya papa pergi dari" ucap keisya muak sikap papanya "atau aku pergi dari sini"
"Keisya"
Keisya pun bangkit dari meja makan hendak pergi
"Ok, biar papa yang pergi" ucap papa bangkit lalu pergi menuju pintu luar lalu sebelum pergi ia menoleh ke anaknya
"Jaga dirimu baik-baik"
Lalu meninggalkan keisya ia masih dimeja makan
"Maafin keisya pa, maafin keisya masih bersikap dingin pada papa, dan itu karna anak tiri papa sendiri, yang sering membuat masalah padaku" batin keisya
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Tepat pukul dua belas siang, keisha pun kabur dari apartemen mewah untuk mencari ketenangan lainnya, mengingat apartemen milik papanya, ia juga tak mau terus tinggal disana karna masih terbalut emosi apalagi ditambah papa yang sering menemui di apatemennya dan menambah emosinya lagi
keisha pun duduk di pinggir trotoar merenung nasib aku yang tak tahu kapan bahagianya
"Apa yang kau lakukan, ngembel!"
sebuah suara cempreng dibelakang keisha, membuat dirinya menoleh lalu menemukan makhluk aneh itu lagi tepat berdiri dibelakang Keisha
"eh, lo ternyata"
lalu ia duduk di sebelahnya
"Sialan lo ngatain gue ngembel, pergi sana lo" ucap keisya galak
"Bercanda sih bercanda, tapi gak ngomong gitu aja kali" ucap keisya kesal lalu menatap jalanan lagi
"Btw, selama beberapa hari ini lo kemana aja! selama beberapa hari ini gue ga liat lo di jalanan, ditempat lo kerja!"
"Nenangkan diri"
" kenapa!" Ucap pria itu menatap keisya, sedangkan keisya hanya menatap jalanan "ada masalah!"
"Ga kok" ucap keisha tanpa menoleh, tapi ia tidak percaya dengan jawabannya
"Lo yakin"
"iya bawel"
"Yakin
"Iya"
"Keisya"
"Issh, aldo, berhenti ga lo" ucap keisya menatapnya kesal
Aldo tersenyum geli
"Iya maaf-maaf, hmm, terus lo ngapain disini"
"Kan gue udah bilang gue lagi nenangkan diri renaldo bottier"
"Em tebakan gue benarkan lo ada masalah sehingga lo Menenang diri dengan duduk trotoar sendiri kayak ngembel, gila lo yaa!"
"so what"
"Gimana lo ikut gue aja" tawarnya
"Kemana!"
"Udah ikut aja" ucap Aldo berdiri lalu mengenggam tangan keisya menariknya menuju mobilnya di samping trotoar agak jauh dari mereka tempat ia berdiri
...❤️❤️❤️❤️❤️...
Akhirnya aldo sampai ke tempat tujuannya bersama keisya yaitu sebuah sungai lalu ia turun dari mobilnya. Perlahan ia berjalan ke tepi sungai yang mengalir tenang, keisya mulai mengangkat kepalanya dan menatap tingkah aldo yang kini berjongkok ditepi sungai
"Apa lo tau keis? Apa yang paling menyenangkan bila kita berada ditepi sungai seperti ini"
"Apa!"
"Lo harus mencoba membasuh wajah lo dengan air sungai ini, lo pasti akan jauh lebih tenang"
"Benarkah" ucap keisya tidak percaya
"Apa muka gue terlihat seorang pembohong"
Akhirnya keisya pun berjalan menghampiri aldo sambil menahan tawa melihat ekspresi yang dituju aldo barusan
"Kemari" ucap aldo segera menarik tangan keisya untuk ikut berjongkok disebelahnya
"basuhlah muka lo seperti ini"
aldo mengambil air sungai dengan kedua telapak tangannya sebagai wanjan, lalu mulai membasuh wajahnya dengan air
Keisya hanya memperhatikan aldo dengan alis mengerut
"Apa ini orang sudah gila, air sungai ini pasti dingin" ucap keisya
"Ayo sekarang, lo coba!"
"Ga ini pasti sangat dingin" ucap keisya ragu
Aldo tersenyum geli
"ga terlalu dingin kok, cobalah, lo pasti menyukainya"
Keisya pun mulai menenggelamkan tangannya ke dalam dinginnya air sungai, gue masih sedikit heran mengapa ia menuruti perkataan aldo ini, gue mulai menepuk-nepuk pelan air, air sungai itu ke wajahnya, awalnya sedikit takut karna dinginnya air itu, tapi setelah benar-benar merasakan sejuknya air itu, rauh wajahnya terlihat sangat senang dan menikmatinya
"Bagaimana? Ini mengasyikan bukan?" Tanya aldo melihat ekspresi senang yang kini ditunjukannya
Keisya mengangguk kuat-kuat, lalu kembali membasuh wajahnya dengan air sungai itu, ia tidak lagi merasakan air itu yang sedingin es, kini ia justru merasa sensasi sejuk yang sangat menenangkan
Hati aldo mendadak merasa lega menyaksikan kegembiraan yang ditunjukan keisya saat ini, ia jauh lebih senang, melihat senyuman di wajah cantik keisya, tiba-tiba saja terlintas dipikirannya untuk sedikit mengoda keisya, dengan memercikan air sungai itu ke wajah keisya
"Hey, apa yang lo lakukan?" ucap keisya tidak terima
"Gue cuman mencoba membantu membasuh muka lo" ucap aldo segera menunjukan ekspresi tanpa dosa andalannya, lalu melakukan hal yang sama
"Woy hentikan, lo membuat gue basah" ucap keisya sambil mencoba menghalangi percikan air itu dalam jumlah banyak diwajahnya, aldo tertawa puas melihatnya
"Apa lo mencoba bermain-main dengan gue" ucap keisya mengarahkan tatapan licik ke arah aldo "nih rasakan"
mereka terlihat sangat gembira bermain-main air seperti anak kecil, dalam hatinya aldo sangat senang bisa membuat keisya tertawa lepas seperti saat ini melihat gadisnya itu tertawa riang seakan melupakan masalah yang dialaminya itu
"Keis, udah dong, gue capek nih" ucap aldo menarik nafas ngos-ngosan
"Iya, gue juga capek"
"gimana kalau kita duduk disitu" ucap aldo menunjuk bangku kosong yang terletak di jauh ditepi sungai
"Umm boleh yuk"
Mereka pun duduk di bangku, tapi sebelum itu aldo membeli minuman terlebih dahulu, karna mereka kehausan karna kebanyakkan ketawa
"Nih, minuman lo" ucap aldo memberikan air mineral kepada keisha dan keisha menerimanya minuman itu
"Thank" ucap keisha menerima air mineralnya dan segera meminumanya
Hening
"Keis"
"Emm"
"Sebenarnya gue mengajak lo kesini bukan hanya untuk menenankan diri lo aja tapi...." ucapn berhenti menarik nafas dulu dalam-dalam "tapi gue ada gue omongin sesuatu ke lo"
"Apa!"
Tiba-tiba aldo menggengam kedua tangan keisya dan menatap dalam keisya, dan tiba-tiba juga keisha menjadi grogi
"GUE SUKA LO KEIS"
"Apa!" ucap Keisya kaget "kok bisa!"
Yap!
wajar aja keisya menanyakan itu karna selama ini aldo selalu menjahilinya dan menganggu ia terus, bahkan ia jarang bersikap baik padanya dan juga tidak menunjukkan rasa suka aldo padanya
"Kok bisa lo suka gue" ucap keisha tidak percaya "bukannya lo benci gue selama ini, selalu menganggu dan menjahili gue setiap harinya"
"Gue nggak pernah sedikitpun membenci lo keis, semua yang gue lakuin, setiap kali gue ngejek atau usil sama lo itu karna gue pengen dapat perhatian lo, juga gue ingin jadi orang yang terkesan di hidup lo, walau terkesan menyebalkan" ucap Aldo tulus menatap mata keisya
Sedangkan keisya hanya diam membeku, sebenarnya di hatinya tidak ada rasa ke aldo, hanya sayang sebagai teman, tah kapan rasa sayang itu muncul tanpa ia sadari. karna dihatinya masih ada seseorang,
"Al, gue__"
"Keis, lo ga usah jawab, gue cuman ungkapin perasaan gue selama ini gue pendam, selama ini gue rasain ke lo, dan tumbuh rasa cinta gue ke lo"
Membuat keisya diam seribu bahasa
"Karna gue tahu kalau lo mencintai orang lain, dan orang lain itu bukan gue"
Keisya kaget
"Siapa!"
Aldo menarik nafas dalam-dalam mulai menyebutkan nama orang itu walau hati tidak karuan antara sakit hati, gugup, marah karna ia tau orang dicintai keisya itu orang yang telah menyakiti hatinya,
Karna ia diam-diam ia selalu mencari keberadaan keisya oleh orang suruhannya, lagi ngapain dia? Dimana dia? Lagi sama siapa? Bagaimana dia? Dan semua ia tau, dan juga ia tahu kalau keisya ada masalah, ia tidak bilang ia hanya ingin keisya menceritakan sendiri masalahnya itu, dan juga ia tahu ia sangat menyukai seseorang
"David"