
Tringg,,,tringgg
Ponsel amara berdering berkali kali,,amara mengerjap ngerjapkan mata nya yang terasa berat untuk terbuka,,,ia mengulurkan tangan nya untuk meraih ponsel nya,,dan perlahan bangun,,lalu duduk bersandar dimahkota ranjang,,kemudian ia menjawab telfon itu.
"Hallo,,".Ujar nya dengan suara serak khas orang bangun tidur.
["hallo amara,,,bagaimana keadaan dirumah?,apakah baik baik saja,, semalam aku menghubungi mu tapi tak kau angkat"].
"Ouhh aku membawa ponsel ku,,tenang lah keadaan dirumah baik baik saja,,,kau sendiri bagaimana disana?".Tanya amara.
["Aku baik baik saja,,,baik lah nanti siang akan ku kabari lagi ya,,"].
"Iyaa,,, daaahh".Ujar amara.
["Daa,"].
Tuttt,,,,tutt,,tutt
sambungan telfon terputus.
Amara hendak melanjutkan tidur nya,,namun ia teringat dengan suatu hal ,,ia pun meraih ponsel nya kembali dan menghubungi seseorang.
"Hallo,,,".
["....."].
"Aku minta pada mu,,cek lah email mu,,aku mengirim sesuatu disana,,setelah kau melihat nya aku harap kau mengerti untuk tugas mu selanjut nya.
["....."].
Tuttt,,,tut,,tuttt
sambungan telfon terputus,,,usai menutup telfon amara tersenyum misterius,,ia tampak merencanakan sesuatu.
Kemudian ia meraih selembar foto diatas nakas nya,,,dan tersenyum misterius saat melihat foto itu.
maafkan aku,,,mungkin ini gila,,,tapi aku tak punya pilihan lain,,,hahaha ,,, dan ini kan juga bagian dari kesalahan mu,,aku benci pada mu !
Batin amara,,,ia kemudian memandangi foto itu seraya merebahkan diri nya kembali,,tersirat senyum mengerikan di bibir nya,,,
***
Tiba pukul 06.00
Amara tengah melapisi selai pada roti,,,tak lama turun lah alicia dan raina,,,
"Pagi ibuuu,,,".Sapa alicia seraya memeluk amara.
"Pagi juga sayang,,,,".Balas amara seraya membalas pelukan alicia dengan erat .
Seperti yang sudah sudah ,,raina tau diri nya akan selalu dikucilkan,,dan tanpa berpikir apapun ia hendak meraih segelas susu yang ada di hadapan nya,,,namun amara lebih dulu menyapa nya,,
"Rainaa sayang,,,".Ujar amara yang membuat kedua anak itu terheran heran,,,jelas saja , seseorang amara yang sama sekali tidak pernah peduli dengan raina,,kini bersikap seperti Itu.
raina hanya menoleh tanpa menjawab,,tatapan nya terpaku pada amara,,.
"Sini sayangg,,,".Ujar amara,,,sontak hal itu membuat alicia terkejut dan tidak suka.
Raina pun melangkah dengan ragu ragu mendekati amara , saat raina sudah ada dihadapan amara,,amara langsung memeluk nya,,,dan berkata.
"Ibu juga akan mengantar mu hari ini,,,ibu sayang pada mu,,,mmuahh,,maaf jika ibu selalu cuek pada mu nak".Ujar amara,,entah angin apa yang merasuki nya,,sehingga membuat amara yang dingin menjadi hangat pada anak kecil itu.
Raina masih tertegun atas perkataan amara,,ia ingin meyakinkan bahwa apa yang didengar nya itu bukan.khayalan semata.
"Benarkahh?,,apakah ibu sadar atas apa yang ibu katakan pada ku?,,".Tanya raina lirih
"Haha kapan aku berbohong???,,,,dan aku sangat yakin atas apa yang aku katakan,,,sudah cepat habiskan sarapan mu dan kita akan berangkat bersama kesekolah,,kau senang bukan,,".Ujar amara lagi seraya mengusap lembut pipi kiri raina.
Raina tersenyum lalu mengangguk,,ia kembali ke kursi nya dan ia sempat melirik ke arah alicia,,,tak usah ditanya bagaimana reaksi alicia,,raut wajah nya kala itu sangat kusut,,,dan ia menatap tajam ke arah raina,,,raina yang menyadari hal itu langsung menunduk dan segera menyantap sarapan nya.
Lihat saja kauu!!
Batin alicia.
.
.
.
Di depan gerbang sekolah THE BURLINGTON SCHOOL.
amara menghentikan mobil nya dan keluar, ia meraih pintu belakang,,,kemudian alicia keluar dari dalam mobil disusul raina,,,
"Sayangg,,,kalian disekolah yang pintar oke ,,nanti ibu akan yangy menjemput kalian,,,".Ujar amara .
"Iya ibu,,,".Sahut raina,,,sementara alicia ia memilih membuang muka,,dan melipat kedua tangan nya didada,,amara dapat membaca pikiran alicia saat ini,,kemudian ia mengelus pucuk kepala putri nya,,,dan juga raina,,,lalu kedua anak itu masuk kedalam gedung sekolah.
Batin amara seraya menepiskan senyum sinis di bibir nya.
kemudian ia masuk kedalam mobil,dan melajukan mobil nya,,.
Skipp,,,
.
.
.
Teng,,,tengg,,,
Bel istirahat berbunyi ,,, seluruh anak anak menghamburkan diri dari dalam kelas,,,mereka tampak ribut berbicara dengan teman teman nya,,,ada yang tertawa bersama,,, dan makan bersama,,,tapi ada satu anak yang hanya duduk sendiri dibangku yang ada di koridor sekolah,,,ia hanya bermain dengan boneka yang ada ditangan nya kala itu ,,, anak itu tak lain adalah raina,,,.
"Huhh,,,boneka aku bosan,,selama didalam kelas aku tidak punya teman untuk berbicara,,,bahkan saat jam istirahat juga,,,jika ada wili pasti aku tidak akan bosan,,,".Ujar raina.
Lalu raina teringat pada suatu hal,,,
"Ehhh,,,tapi kata wili kau bisa berbicara,,,dimana ya tombol nya,".Ujar raina seraya memutar boneka itu untuk mencari tombol nya,,,daaannn ketemu!!,,, ia langsung memencet tombol itu,,,lalu boneka itu memutar rekaman yang telah dipasang didalamnya.
"Hallo rainaa,,,apakah kau merindukan ku,,,hehe tenang lah aku ada disini,,,cuma sekarang aku tidak berwujud manusia,,,tapi boneka,,,ayoo apa aktivitas mu hari ini,,,bermain atau apa??,,,apakah ada seseorang yang menyakiti mu,,,ingat jika ada kau harus menentang mereka,jangan takutt,,,sekarang kau harus belajar berani,,,sekarang aku tidak bisa melindungi mu lagi raina,,,tapi aku hanya bisa memberi mu semamgatt,,bla bla blaa,,,,,,".Suara yang terdengar dari boneka itu membuat raina tersenyum.
Itu benar benar suara yang ia rindukan saat ini,,,dan itu lah ciri khas pembicaraan wili pada nya,,,,wili selalu mengajukan banyak pertanyaan untuk raina,dan pertanyaan itu sama persis seperti yang tadi di putar oleh boneka itu.
Raina merasa terhibur,,dan bagi nya hal ini dapat menepis kesepian nya kala itu
"Hahah,,,terimakasihh wili,,".Ujar raina seraya mendekap boneka itu.
Namun saat raina asyik bermain dengan boneka itu datang seseorang yang menghampiri nya dengan ekspresi yang tidak bersahabat.
"Hehhh kauu!!".Bentak seorang anak perempuan yang tak lain adalah alicia.
"Alicee,,,".Ujar raina lirih.
alicia tampak memperhatikan sekitar,,setelah ia rasa aman,,ia langsung menarik tangan raina dengan kuatt,,,ia membawa nya menuju lorong kelas dekat gudang yang benar benar jauh dari orang orang.
.
"Alicee,,,apa yang kau lakukan,,,tangan ku sakit".Ujar raina seraya memegang tangan kanan nya yang ditarik oleh alicia.
"Dasar anak tidak tau diri kauuu,,,,aku benci pada mu rainaa,,,benciiii sekaliii,,,,,erghhhhhhh".Ujar alicia seraya mencekik raina.
"kauuu,,erghhhh,,,aku benciii pada muu anak haram".Ujar alicia sambil memperkuat cekikkan nya pada raina.
"aa-aalicee,,lle-lepas lepaskann,,,akhhh,,,,ali--alicee,,,ttt-tolongg!".Ujar raina ia merasa sulit untuk berbicara karena tangan alice benar benar mencengkram. leher nya dengan kuat.
"Rasakan inii,,,,kau harus merasakan nya raina!!!".Teriak alicia.
Raina tidak bisa berkata kata,,ia hampir kehabisan nafas,,,dan tidak tahan lagi,,,ia berusaha memberontak,,semua cara ia lakukan,,tapi selalu gagal,,,akhirnya ia memilih untuk mencubit kuatt tangan alicia,,,alhasil alicia menggerang kesakitan dan melepaskan cengkeraman tangan nya pada leher raina.
"Uhukk,,uhrghukk".Raina terbatuk batuk dengan kuatt,namun ia merasa sedikit lega karena ia bisa mengatur nafas nya kembali stabil,,,,disisi lain ia juga tak habis fikir dengan apa yang dilakukan alicia.
"Kauu,,,berani nya kauuu melawanku!!!".Ujar alicia.
"Aku terpaksa alicee,,,dan kenapa kau melakukan ini pada ku".Ujar raina,,,
"akuu benci pada muu,,, apa tidak cukup ayahku yang telah kau rebutt,,kini kau juga ingin ibu kuu,, ingatt dia itu ibu ku bukan ibu muu,,,kau itu tidak punya orang tuaa,,,,, pantas saja kau dibuang dulu,,,,karena kauu adalah anak yang jelek,,,gembel,,tidak tau diri,,,menyebalkan,,semua keburukan ada di dirimu".Ujar alicia,,tatapan nya kini benar benar tajam,,,.
"Alicee,,kenapa kau begini,,aku bahkan sama sekali tidak pernah menyakiti mu,,,tapi kau selalu memaki ku dan jahat pada ku".Ujar raina.
Alicia hanya menatap raina tanpa bergeming,,,,tatapan nya sendiri sudah seperti singa yang siap menerkam mangsa nya,,,amarah nya kini benar benar memuncak,,,,,, tak sengaja alicia melirik tongkat besi yang tergeletak didekat pintu gudang,,,pikiran nya sudah terbang kemana mana,,,ia tersenyum menyeringai seraya mengambil tongkat itu.
"Alice,,, apa yang ingin kau lakukann,,,aku mohon jangan sakiti aku lagii,,,".Ujar raina memohon,,dan berusaha mencari cara untuk lari dari sana,,,sementara alicia melangkah semakin dekat ke arah raina,,,tatapan nya tajam sangat tajam,,, membuat raina ketakutan,,,
tak ada pilihan lain akhirnya raina mendorong kuat bahu alicia yang membuat alicia terduduk,,,lalu ia berusaha larii,,,,,tapi alicia berhasil memukul kaki raina menggunakan tongkat besi itu ,,,alhasil raina tersungkur ke lantai,,,lalu alicia kembali berdiri dan menatap raina dengan penuhh kekesalan.
"Kau tidak akan lolos dari kuuu rainaaa,,,,rasakan ini".
BUGGGG,,,,BUGGGG,,,BUGGG !.
"Akhhhh!!!!!,,,,,,,,,,".Pekik suara raina ,, seketika pandangan nya menghitam,,, alhasil ,raina pun pingsan setelah pundak dan kepala nya di hantam oleh tiang besi berkali kali karena alicia ,,, saat ia tergeletak di lantai terlihat darah.mengucur dari ubun ubun nya,,darah itu mengucur hingga mengenai lantai
Melihat hal itu alicia tertegun,,,dan membulatkan mata nya,,,
hahh raina,,,dia berdarahh dan tak sadarkan diri,,,bagaimana ini,,,aku takuttt,,,bagaimana jika ada yang tau kalau aku yang melakukan nya,,,
Batin alicia,,ia benar benar ketakutan,,tangan nya bergemetar hingga membuat tongkat besi itu jatuh kebawah,,,perlahan ia melangkah mundurr ,,ia benar benar takutt,,,ia teringat akan armadja,,jika armadja mengetahui hal ini ia tak dapat membayangkan hukuman apa yang akan di berikan untuk nya,,,
"Tidakkk!!!,,,,".Pekik alicia seraya menutup kedua kuping nya,,,ia menatap raina yang tergeletak dengan tatapan cemas,,,kemudian ia memilih untuk berlari menjauhi area gudang itu beserta raina yang tergeletak dilantai,,.
-BERSAMBUNG
HAI PARA PEMBACA SETIA,,JANGAN LUPA VOTE,LIKE,DAN KOMEN NYA YAA,,SUPAYA AUTHOR LEBIH SEMANGAT LAGI NULISNYA,,INGATT SUPPORT KALIAN ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR,,TERIMAKASIHH😇🙏