BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY

BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY
Tetangga baru



"Rainaaa!!!,, ".teriak amara.


"Hahhh,,,".raina tersentak,,spontan ia terbangun dari tidur nya.


"Ibuu,,ada apa,,aku terkejut mendengarnya".ujar raina.


"Ada apa ada apa,,,siapa yang menyuruh mu tidur??".Hardik amara.


"Hum aku sudah selesai membersihkan seluruh ruangan ini,,tadi aku.....".


"Sudahh cukup,,aku lapar sekarang buatkan aku makanan,,".perintah amara.


"Tapii,,, ".


"Banyak alasann,,kau ituu...".Bentak amara.


"Bu , aku tidak tau harus memasak apa,,lagipun tidak ada bahan makanan didapur".Ujar raina.


"Kau itu bodoh atau apa,,ada beberapa belanjaan yang ku taruh dibagasi mobil,,,ambil ini,,setelah aku selesai mandi makanan harus tersaji!".Ujar amara seraya melemparkan kunci mobil,,kemudian ia berlalu meninggalkan raina.


Raina pun bergegas menuju halaman depan,,dan membuka bagasi mobil,,ada begitu banyak bahan masakan,,termasuk buah buahan,,susu kotak,, selai, roti dan lain lain.


Raina membawa beberapa kantong belanjaan kedapur nya ,, lalu ia kembali lagi kehalaman untuk mengambil beberapa bungkus belanjaan,,.


"Hufthh,,,biar aku bawa semua nya sekalian,,lelah juga harus pulang balik,,".Ujar raina.


Ia memegang semua bungkus belanjaan dengan berhati hati agar semuanya tidak jatuh.


"Hmmhh,,oke,".ujar nya.


BLEP!


(pintu bagasi tertutup).


Raina segera melangkah menuju kedalam rumah,,.


SREKKK!!


(kantung plastik buah robek,,membuat buah buah itu menggelinding kehalaman rumah,,bahkan sampai ke jalan aspal).


"Yahhh,,,".Dengus raina,,ia pun menurunkan beberapa belanjaan,,dan mulai memunguti buah yang jatuh.


Buah nya jatuh menggelinding kemana mana,,raina mendongak melihat ke arah jalanan,,ia mengusap dahi nya yang berpeluh,,lalu ia pun melangkah menuju aspal dan memutiki satu persatu buahnya,,.


"Nona,,permisi ini beberapa buah mu yang jatuh tadi".


Raina pun sontak menoleh kesumber suara,,terlihat seorang pria sebaya dengan diri nya,,sedang menyodorkan beberapa buah pada raina.


"Ouhh,,terimakasihh".Ujar raina.


"Iyaa sama sama,,aku tak sengaja melihat mu membawa beberapa belanjaan tadi,,oh ya seperti nya kau baru pindahan ya".Ujar pria itu.


"Iyaa ini hari pertama ku tinggal disini".ujar raina sembari menepiskan senyum tipis nya.


manisss


batin pria itu.


"ouhh berarti kau tetangga baruku,,lihat rumah ku ada disamping rumah mu ,,dan oh ya nama ku erik".ujar pria itu seraya menjulurkan tangan nya.


"Namaku raina,,senang menjadi tetangga barumu".Ujar raina.


"Hhhh,,senang juga bertemu dengan mu".Ujar erik.


Lalu raina teringat jika ia harus segera memasak untuk amara sebelum ia selesai mandi.


"hemm erik,,kalau begitu aku masuk dulu,,aku harus menaruh ini didapur".Ujar raina.


"Biar aku bantu,,".Ujar erik


"tidak perlu repot repot,,kau juga sudah membantuku tadi".Ujar raina,,ia juga tidak ingin jika amara melihat erik nanti.


"Bagaimana kau bisa membawa nya sendiri,,biar aku bantu,,lagipula aku tidak merasa repot".Ujar erik.


Benar juga,,lagipula ibu amara masih mandi,,setelah dia membawakan ini aku langsung bisa mengantarnya keluar.


Batin raina.


"Ya sudah,,terimakasih sekali lagi".Ujar raina.


Kedua nya pun masuk dan membawa beberapa bungkus belanjaan,,sesampainya didapur raina menata buah dan beberapa bumbu dapur pada tempat nya.


"hmm,,erik ayo aku antar keluar,,".Ujar raina,,erik pun mengiyakan.


"Sekali lagi terimakasih ya,,".Ujar raina.


"Tidak ada kata lain selain terimakasih yaa,,hhhh kalau begitu sampai jumpaa".Ujar erik seraya menepiskan senyum tipis nya,, kemudian ia berlalu dari hadapan raina.


Maniss


Batin raina,,kemudian ia juga segera berlalu menuju dapur dan mulai memasak.


.


.


.


Selang beberapa menit raina menyajikan makanan diatas meja,,tepat saat amara turun,,alicia juga ikut bersamanya.


"Ibuu,,makanan nya sudah siap,,aku membuat sup,,....".


"Ya aku sudah tau,,aku bisa melihat ini semua".Ujar amara.


"Ouhhmm iya,,".Ujar raina seraya menundukkan pandangannya.


Amara,,alicia dan raina mengambil posisi nya untuk duduk,,mereka menuang nasi dan lauk yang sudah tersaji,,lalu mereka mulai menyantap hidangan yang ada.


"Cuihhhh,,,masakan apa inii!".Hardik amara seraya meludahkan sup yang tadi ia makan.


"Rainaaa,,,,masakan mu sungguh tidak enakk,,cuihh".Ujar alicia.


"Apa iyaa,,,tapi aku yakin sudah membumbui nya dengan benar".Ujar raina.


lalu ia mencicipi sup itu,,rasa nya terasa lebih manis,,memang benar tidak enak.


"Maaf bu,,aku tau rasa nya memang tidak enak,,tapi aku sudah masak dengan sangat teliti tadi,,mungkin ini kali pertamanya aku memasak jadi rasa nya tidak lezat".


"Apapun ituu,,kau sudah menghancurkan selera makan ku,,alice tolong pesankan ibu paket delivery saja,,dan kau raina habisi semua makanan ini,,bahan ini tidak dibeli secara gratis!,,dan setelah ini aku tidak ingin jika makanan ini masih tersaji disini,bereskan semua nya!".Ujar amara kemudian ia berlalu dan menaiki tangga,,di ikuti alicia.


"Hfthhh,,".Raina menghela nafas nya,,kemudian ia pun menyuapi sesendok demi sesendok makanan itu kedalam mulutnya,enak tidak enak,,kenyang tidak kenyang,,tapi ia harus menyantap semua makanan yang ada dimeja,,karena sayang juga rasanya jika harus dibuang.


.


.


.


PUKUL 18.05


Raina selesai membereskan semua nya,,ia pun beranjak kelantai atas dan menemui amara.


"Ibuu,,aku kemari untuk bertanya dimana kamar ku,,soal nya yang aku tahu hanya ada 2 kamar diatas sini".Ujar raina.


Tanpa menjawab amara melangkah untuk menunjukkan dimana letak kamar raina,,dengan semangat raina mengikuti langkah amara,,.


"Ini kamar mu,,".Ujar amara.


"Ii-inii??".Ujar raina bingung,,karena yang amara tunjuk adalah sebuah gudang.


"Aku tidak harus mengulang perkataan ku,,sekarang tempati ruang ini".Ujar amara yang hendak berlalu meninggalkan raina.


"Ibuu sebentarr,,apa kau tidak salah,,ini adalah gudang,,bagaimana aku bisa tidur disana,,pasti disana kotor".Ujar raina.


"Kau bisa membersihkan nya,,dan menata nya seperti yang kau ingin kan ,, sudahh jangan mengangguku lagi,,tidur disini atau tidur diluar sana!".Ujar amara kemudian berlalu.


"Hfthhhh,, tidak masalah raina".Ujar raina seraya menghela nafas nya.


CEKLEKK*


(pintu dibuka raina).


Sarang laba laba memenuhi setiap langit langit ruangan itu,,debu tebal meyeruak hidung raina,,temperatur suhu nya juga lembab,,banyak perabot bekas yang telah rusak serta kotor.


Raina pun mulai membersihkan ruangan itu,,dengan menggunakan perabotan rumah yang ada.


~***BERSAMBUNG


HAI READERSS JANGAN LUPA BUAT DUKUNG AUTHOR YA DENGAN CARA LIKE, KOMEN,DAN VOTE YAA 😇🙏***


'semoga suka dengan karya ku😊


follow at instagram:@azhramhrani🍭