BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY

BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY
Mengobati



Alicia begitu panik karena sedari tadi raina tidak sadarkan diri ,akhirnya ia memilih untuk menghubungi amara, berkali kali alicia menelfon,namun tak ada jawaban.


"Hfhttt,,ibu kemanaa,,kenapa panggilan ku tidak dijawabb,,ayolh bu angkat,,,".Gumam alicia seraya menggigit ujung kuku nya.


[hai ini amara silahkan tinggalkan pesan bla bla].


"Hfhttt ,,, ibuu benar benarr,,sekarang apa yang harus aku lakukan,,,hfthhh niat ku kan ingin memberi nya pelajaran tapi kenapa sekarang aku yang dibuat susah oleh nya".Celoteh alicia.


Lalu alicia mencoba membuka internet nya dan mulai me searching tentang gejala yang dialami raina.


"Hmm,,gastritis atau radang lambung,,rasa mulas dan sakit yang teramat sangat pada perut yang disebabkan pada masalah pencernaan,bla bla blaa".Gumam alicia yang membaca informasi dari internet yang ia dapat.


hmm bagaimana iniii , apa aku kasi saja dia mint herbal yang biasa ibu minum saat sakit perut nya kambuhh,,tapi bagaimana jika salah ,hahh sudahlah lagipula sama sama obat untuk sakit perut.


Batin alicia ,lalu ia segera naik keatas untuk mengambil obat nya.


.


.


.


"Lepasskan tangan ku,,lepasskann!".Pekik amara.


"Amara apa kau lupa tentang perjanjian kita?,kau harus menuruti semua perintah ku,lagipula kau harus berterimakasih pada ku,karena semua perintah ku itu bisa kau lakukan dengan mudah".Ujar Davidson.


"Akan sangat mudah jika kau tidak pernah hadir dihidup ku".Ujar amara.


Maka aku akan membuat mu bertekuk lutut pada ku agar aku tidak menjauh dari mu,kita lihat saja amara siapa yang akan menang di akhir nanti.


Batin davidson.


"Ekhem,,aku minta kalian antar nyonya amara ke Apartment B,ingat lakukan tugas kalian dengan baik,jika dia sampai terluka sedikit saja,aku tidak akan segan segan memecat kalian,dan bilang pada seluruh staf disana untuk memberikan pelayanan yang terbaik , buat dia merasa senang dan senyaman mungkin,sampai aku selesai dengan pekerjaan ku,paham?!".Ujar davidson dingin ,membuat orang yang mendengarnya tertegun seketika.


"Paham tuan,,".Ujar kepala bodyguard itu.


Davidson menatap amara sekilas,lalu ia melangkah keluar dan naik kemobil dengan beberapa bodyguard nya,sementara bodyguard yang lain tetap di cafe untuk mengkawal amara.


apa apaan ini,,dia memperlakukan aku seperti ini?!,,apa sebenarnya tujuan mu david,aku yakin kau bukan david yang dulu,yang rela melakukan apa saja demi diriku,aku yakin ada rencana yang terselubung dibalik ini semua**!.


Batin amara,.


"Mari nyonya,supir sudah menunggu didepan".Ujar salah satu bodyguard.


Lalu amara pun segera melangkah menuju mobil dan di dampingi dengan beberapa bodyguard ,setelah itu mobil pun melaju keluar cafe.


.


.


.


DIRUMAH


Alicia turun dengan membawa sebotol kecil sirup herbal,lalu ia menuang nya disendok dan mulai menyodorkan nya kemulut raina,karena pingsan jadi sesendok sirup itu tak semua nya terteguk,malah sirup itu tumpah mengenai tangan dan baju alicia.


"Euhhhh,,,tidakk,keterlaluann kau rainaa,hfthhhh kenapa jadi begini sih".Keluh alicia lalu ia menuju wastafel dan mencuci tangan nya.


Alicia menghampiri raina lagi,tak ada respon apapun,raina tetap tidak sadarkan diri,membuat alicia makin panik,lalu alicia menegukkan dua gelas air putih pada raina.


10 menit


Alicia menghela panjang nafasnya.


"Hfhhhh,,dia masih hidup syukurlah,aku tidak mau bertanggung jawab atas kematian nya".Celoteh alicia.


Raina yang sudah sadar itupun melihat sekitar nya,dan beranjak untuk bangun.


"Alice?,,kauu---".


"Stssss,diaaammm!,cukup kau membuat ku pusing dengan kau pingsan tadi,sekarang lebih baik kau diamm,,".Ujar alicia dengan raut wajah cemberut,lalu ia berdiri dan hendak melangkah,tapi ia teringat sesuatu.


"Bersihkan ini semuaa!,kau tau ini semua karena ulah mu,lakukan semua pekerjaan mu sampai kau selesai menyiapkan makan malam baru kau boleh istirahat!"Bentak alicia,lalu ia segera berlalu dari hadapan raina.


Bukan aku yang menyebabkan ini,alicia kenapa sedikit pun kau tak pernah bersikap baik pada ku,bahkan tadi nya aku fikir kau benar benar tulus,tapi nyata nya kau malah membuat ku tersiksa oleh cabai itu.


Batin raina ,lalu ia mulai berdiri,perut nya masih terasa panas namun tak sesakit tadi,kini raina mulai mengerjakan pekerjaan rumah.


PUKUL 18.05


Alicia yang baru bangun dari tidur siang,mengerjap ngerjapkan mata nya,lalu meraih segelas air mineral disamping nya.


Tingg,,


(notif pesan).


Alicia meraih ponsel nya,ternyata amara yang mengirim pesan.


[sayang seperti nya ibu tidak pulang kerumah hari ini,karena ada urusan yang mendesak ibu terpaksa harus menetap diluar kota sehari ini,,see you my dear].


Alicia mengehela nafas nya,lalu ia beranjak mandi,dan setelah itu ia turun kebawah untuk makan malam.


Sesampai nya dibawah terlihat raina yang terengah engah sedang duduk dikursi meja makan,alicia pun menghampiri raina dengan tatapan tidak suka.


"Hehhh!,,".Pekik alicia seraya menepuk keras dasar meja,hal itu membuat raina tersentak.


"Siapa yang menyuruh mu duduk disini?!,menyingkirlah".Ujar alicia.


Raina pun memilih untuk pergi meninggalkan meja makan dan hendak naik ke atas.


"Raina,tolong buang sampah yang ada dikamar ku,sekalian dengan botol botol pewangi ruangan yg telah kosong,,sekaligus dengan kotak sepatu nya ".Ujar alicia.


Raina mengangguk setelah mendengar ucapan alicia.


Raina membuka pintu kamar alicia,ia menghela nafas nya,begitu banyak sampah dikamar nya,dengan segera ia meraih satu persatu barang barang yang hendak di buang,,ketika merasa semua barang sudah ada ditangan nya dengan hati hati ia membawa barang itu menuruni tangga dan menuju ke halaman depan.


"Hfthhh,,ok ok jangan jatuh,,jangan jatuh,,,ook,,ok,,,BRAKKK".Raina tersandung alhasil semua sampah yang di pegangnya jatuh berantakan dihalaman depan.


"Auuu,,,huhh,,tangan ku sakitt,,yahh yang kutakutkan akhirnya terjadi😤".ujar raina.


ia kembali memutik barang barang itu,lalu ia menaruh nya dulu di samping halaman,raina hendak kembali masuk kerumah,namun suasana diluar terasa menyegarkan,langit juga dipenuhi dengan bintang,semilir angin berhembus,membuat ia mengurungkan niat nya untuk masuk.


Raina duduk dihalaman depan tepat nya di rumputan,ia duduk sambil menekuk lutut nya dan mengalungkan tangan nya dilutut,raina menghirup udara lalu tersenyum,rasa nya sudah lama ia tak merasakan suasana tenang dan nyaman seperti ini,raina menatap lekat langit,sekilas ia seperti melihat wajah armadja.


"Ayahh,,".gumam nya kecil,lalu bayangan itu menghilang.


Haii ayah,,apa kabar ayah disana,ayah pasti bahagia disana ya kan,ayahh seperti yang dulu dulu,aku disini selalu merindukan ayahh,,selaluu,dan akan selalu begitu,kapan aku bisa bertemu ayah,andai ada satu keajaiban yang bisa membuat ayah kembali pada ku,ayahh lihat lah sekarang putri kecil mu sudah mulai beranjak dewasa,,ayahh aku merindukan mu, ada banyak hal yang ingin aku ceritakan pada mu ayahhh ,kenapa kau pergi secepat itu,,bahkan hari itu ,dimana peristiwa itu terjadi didepan mataku, aku tak akan pernah melupakan kejadian itu.


Batin raina,tanpa sadar air mata nya mengalir dari sudut mata nya,kini rasa nya ia tak dapat membendung apa yang selama ini ia rasakan,dan malam itu ia lepaskan semua nya dengan air mata nya.