
Ting tong!!
(Mohon supportnya teman teman untuk karya aku) ,,hehe cerita ini dibuat berdasarkan apa yg terlintas difikiran ku aja,,jadi untuk nama jalan,,dan nama kota itu mohon maaf kalo saya buat buat sendiri aja😇🙏
Selamat membaca♥♥
~10 TAHUN KEMUDIAN
Rainata armadja ialah bayi dari amanda dan armadja,,yang kini sudah memasuki usia 10th,,selama sepuluh tahun lama ini,, ia hidup bersama ayah nya,,dan amara ibu tiri nya,sekaligus saudara tiri nya alicia zoe armadja,,alicia selisih setahun lebih tua dari rainata.
Kehidupan rainata tak Aron's yang dibayangkan,,yaa dia merupakan putri dari pembisnis terkenal armadja ,,tapi itu tak berlaku bagi amara dan juga alicia,,mereka sangat membenci rainata,,namun mereka hanya menunjukkan sikap dingin nya kepada rainata,,tak berani menyiksa bahkan menyentuh rainata,,meskipun keinginan itu sudah menggebu dilubuk hati nya,,,,yaa karena armadja begitu menyanyangi rainata,,bahkan saat ada satu goresan yg mengenai tubuh rainata armadja begitu kalang kabut,,apalagi jika ada seseorang yg menyiksa nya,,,bisa bisa orang itu akan habis oleh armadja.
"Pagi ayah,,,".Sapa Alicia ia sudah rapi dengan seragamnya,,lalu menghampiri armadja yg berada di meja makan.
"Pagi sayang,,".Balas armadja,,.
"Heii,,putri cantik mama,,dan kau suamikuu selamat pagii,".Ujar amara usai menuruni tangga dan menuju meja makan.
Yang disapa pun membalas nya dengan sebuah senyuman yg terukir manis.
"Oh ya,,dimana rainata,,kenapa dia belum turun,,".Tanya armadja namun hanya dibalas dengan mengangkat bahu oleh amara,sedangkan alicia cuek dan hanya mengunyah sarapannya.
Tak lama setelah armadja bertanya rainata pun turun dengan langkah terburu buru.
"Raina (Panggilan rainata) hati-hati,,kenapa kau lama sayang,,apa kau kesiangan".Ujar armadja sembari menepiskan senyuman hangat untuk putri kecil nya itu,dan mengusap pucuk kepala rainata.
"Maaf ayah,,tadi aku lupa menaruh dasi ku,,jadi datangnya lama".Ujar raina.
"Sudah tidak apa apa ,,sekarang habiskan sarapan mu dan setelah itu berangkat kesekolah oke,,dan spesial hari ini aku akan mengantar kau dan kakak mu kesekolah".ujar armadja.
"Baik ayah😊".Balas raina.
"Benarkah ayah,,,wouww aku sangat senang yeay!!"Sahut alicia.
Armadja tersenyum melihat kedua putri nya itu yang tampak bersemangat.
.
.
.
Pukul 12.00
Waktu nya pulang sekolah bagi raina dan alicia,,mereka berjalan bersama menyusuri koridor sekolah menuju halaman depan,,namun wajah alicia tampak masam begitu melihat raina,,,
"Heii kau!,,aku sangat membenci mu,,kau telah merebut ayah kuu,,kau bukan saudara ku,,,,ibu ku bilang jika kau hanyalah anak pungut!!".Ujar alicia seraya menarik kuat rambut raina sehingga kuncir kuda nya melorot kebawah,,dan mendorong bahu raina hingga terjatuh,,lalu ia berlari meninggalkan raina yg terduduk di lantai seraya memegangi kepala nya yang terasa sakit.
"Alice tunggu aku,,,aku bukan anak pungut alice,,,hiks,,hiks".Ujar raina seraya menangis,,.
Ia sedih melihat sikap alicia yg selalu cuek,,dan kasar pada nya,,padahal rainata sangat menyayangi alicia walau tak pernah mendapat sikap baik dari alicia,,,melainkan hanya cibiran dan perlakuan kasar alicia.
"Raina,,kau tak apa apa,,".Ujar salah satu anak lelaki yg menghampiri raina dari belakang.
"Hmm tidak,,wili aku harus ke depan,,karena supir ku pasti sudah menjemput".Kata raina,,ia menepiskan senyum nya,, kemudian berlalu meninggalkan anak lelaki itu sendiri,
***
Hari sudah mulai larut,,dikediaman armadja tampak penghuni rumah segera bersiap untuk tidur,,armadja yg baru selesai dengan kerjaan nya pun beranjak dari ruang kerja menuju kekamar,,namun tak sengaja ia melihat pintu kamar raina sedikit terbuka,,dan ia melihat raina yang masih terjaga dan memandang langit langit kamar nya.
"(Tok,,tok,,,tok,,)Selamat malam putri ayah,,,heii putri kecil kenapa kau belum juga tidur,,apa yg sedang kau renungkan sayang,,bolehkah ayah tau,,hmmhh".Ujar armadja seraya melangkah mendekati raina dan duduk di tepi ranjang.
"Aku tidak merenung ayah,,,hmm ayahh,,aku ingin tau tentang ibuu,,".Ujar raina.
Deg!!!
Jantung armadja,,,ia terkejut mendengar perkataan raina.
"Sayang,,,kenapa kau tiba tiba berbicara seperti itu".ujar armadja.
"Aku hanya ingin tau ayah,,,aku sangat merindukan ibu,,ayah kenapa ibu tak tinggal disini seperti ibunya alice".Ujar raina dengan tatapan polosnya.
"Sayang,,,kenapa kau berbicara itu ibunya alice,,dia ibumu juga nak,,".Ujar armadja.
"Hmm begitu yaa,,".Ujar raina,,ia menundukkan pandangan nya dengan raut wajah lesu.
"Kenapa sayang,,".Tanya armadja,,
"Hmm tidak hehe,,hoammhh".Ujar raina seraya menguap.
"Benarkah,,ya sudah sekarang kau tidur yaa,,selamat malam putri kecil Ayah,,,cuupp".Satu kecupan mendarat di kening raina,,.
Dan armadja meraih selimut dan menaikkan nya hingga ke dada rania,,tak lupa ia mengelus pucuk kepala buah hati nya itu,,kemudian menutup pintu kamar raina dan berlalu menuju kekamarnya.
Sementara raina kembali membuka kelopak mata nya,,,ada sebutir bening air mengalir dari sudut mata nya,,,ia sebenarnya hanya berpura pura mengantuk agar tak membuat ayah nya cemas dan tetap terjaga menemaninya , walaupun masih kecil tetapi rania memiliki sifat yang dewasa,,pengertian,dan memiliki jiwa kasih sayang yang tinggi terhadap orang sekitarnya,,, jujur saat itu ia sangat merindukan sosok ibu yang tak pernah ia rasakan sedari bayi,,,kini harta terbesar dan yang satu satu nya ia punya adalah ayah nya.
Ayah aku mencintaimu seumur hidup ku,,aku harap kau tak akan meninggalkan aku,,,love you dad❤
Begitu batin raina,,lama kelamaan ia pun memejamkan mata nya dan terlelap.
.
.
.
Dikamar armadja.
"Hei sayang,,kerjaan pasti sangat banyak kan,,sampai kau selarut ini baru masuk kekamar".Ujar amara ia beranjak dari meja rias nya dan mendekati armadja.
"Mulai besok,,aku minta berperilakulah ramah dan lembut kepada raina,itu juga anak mu,,,,kau tidak bisa bersikap dingin pada nya,,itu tidak adil,,jika besok kau masih bersikap acuh kepada raina,,katakan selamat tinggal untukku dan rumah ini!".Tegas armadja,,ia melangkah menuju kamar mandi untuk bersih-bersih,,dan meninggalkan amara yang baru saja berdiri dihadapan nya.
siall apa apaan ini,,apa yang dia katakan padaku,,dia menyuruhku bersikap lembut pada anak haram itu,,cihh aku tidak sudi,,,tapiii perkataan nya tidak bisa diajak bercanda,,,hufthhh,,apa yang sudah bocah itu katakan padanya,,liat saja kau,,hari penderitaan itu pasti akan datang untuk mu raina!
Batin amara raut wajah nya terlihat seperti kepiting rebus,,memerah menahan amarah nya.
BERSAMBUNG