
DIPERUSAHAAN C
Tepat diruang kerja tuan david.
"Apakah kau sudah benar-benar yakin david?".Tanya amara sedikit ragu.
"Tidak ada alasan untuk kau meragukan ku,tunggu dan lihat saja,yang kau inginkan akan terjadi".Ujar david datar.
"Aku benar benar tidak sabar untuk melihat semua nya".Ujar amara sumringah.
"Benarkah??".Tanya david dengan tatapan penuh makna.
"Yaa tenang saja sesuai perjanjian kitaa,,setelah pria itu menikahi raina aku akan menikahi mu".Ujar amara.
"Aku tidak ingin menjalin hubungan atas perjanjian,yang aku inginkan adalah ketulusan mu untuk menikah dengan ku dan menjadi keluarga bahagia untuk selama lama nya".Ujar david datar.
"Sesuai harapan mu david".Ujar amara seraya tersenyum manis.
Ketulusan?,aku muak mendengarnya,aku melakukan ini karena aku sudah lelah dengan kehidupan ku ,setidaknya dengan menikahimu aku akan kembali menjadi nyonya dari pembisnis hebat,dihidupku sudah tidak ada kata tulus,cinta atau apapun itu untuk suatu hubungan terkecuali untuk putri ku.
Batin amara.
***
Erik masih bersama raina,setelah mengobati raina ,erik membawakan makanan serta minuman untuk raina,sungguh kondisi raina sangat itu benar benar memprihatinkan,ada terbersit dibenak erik untuk membawa raina pergi dari rumah itu,namun seperti yang ia tahu kalau raina akan menolaknya.
"Baik sekarang bagaimana,,apa sudah lebih baik".Tanya erik.
"Ehem,,erik terimakasihh,aku minta maaf sudah membuat mu repot dan-".
"Sudah,,, tidak ada kata terimakasih ataupun maaf,aku melakukan ini dengan tulus,, dan aku sekarang merasa jauh lebih lega setelah melihat kondisi mu sekarang ,,ya walaupun aku akan merasa cemas lagi saat pergi dari sini,,".Ujar erik dengan nada lemah.
Tap,,tap,, tap,,,.
(Terdengar suara langkah kaki dari bawah).
"Merekaa??,,,kita tidak boleh ada disini,,erik aku akan kembali kekamar ku ,kau cepat lah cari jalan untuk keluar dari sini tanpa ada yang mengetahui nya".Ujar raina cemas sembari berusaha berdiri.
"Jangan konyoll,,buat apa kau kembali kegudang itu,,kita akan keluar dari rumah ini,,KITA bukan hanya aku".Ujar erik.
"Erikk aku akan pergi dari sini ,tapi tidak sekarang,,mengertilah,,tidak ada waktu untuk berdebat,,lebih baik kau kembali kerumah mu dan aku akan masuk kekamar ku seolah olah aku tidak keluar dari sana ,,dan kunci pintu nya akan ku pegang,,setidak nya saat suasana jauh lebih tenang nanti aku akan cari cara untuk keluar dari sinii".Ujar raina panjang lebar,lalu ia segera melangkah menuju kamar nya dengan langkah yang sedikit gontai.
Erik pun tidak bisa berkata kata lagi karena kini suara langkah kaki itu terdengar sedang menaiki tangga,dengan segera erik mencari tempat untuk bersembunyi.
"Hufthh,melelahkann ".Ujar alicia yang kini melangkah menuju sofa ruang tv dan duduk disana,,sementara erik semakin menunduk dan menyembunyikan tubuh nya dibalik kepala sofa tepat disudut dinding.
"Tapi setidaknya lelah ku kali ini terbayarr,,aku benar benar tidak sabar untuk melihat sebuah kejutan yang besarr nanti,,hahaha hari yang sudah lama aku nantikan kini akan terjadi ,aku sudah muakk dengan keadaan seperti ini,rainaa si gadis malang ,kini kau akan mengulang nasib seperti ibu mu,,hahahahah".Gumam alicia seraya tertawa terbahak bahak,dan tanpa ia sadari ada sepasang kuping yang mendengar secara jelas perkataan nya.
Batin erik.
Tak lama setelah itu alicia beranjak kekamar nya untuk mandi dan istirahat karena sudah seharian ini ia berada diluar rumah dan membuat tubuh nya terasa lengket dan lelah.
Erik pun segera mengambil kesempatan itu untuk keluar dari rumah,masih dengan perasaan cemas akan kondisi raina nanti nya,
.
.
.
Disebuah restoran Q
Terlihat amara tengah berbincang bersama david dan satu orang pria lagi,pria itu adalah seorang pembisnis hebat,,selain itu ia juga merupakan seorang mafia,kekayaan yang ia punya berada di 2 tingkat dari kekayaan david,dan pria ini juga merupakan rekan bisnis dari david,nama nya adalah John Grasendra.
"Baik,,kapan aku bisa membawa gadis itu bersama ku".Tanya john dengan datar.
"Secepatnya tuan,jika kau mau, malam ini kau bisa datang kerumah ku dan aku akan mempersiapkan semua nya".Ujar amara antusias.
"Aku akan tiba pukul 07.00,ingat!!,aku tidak ingin ada kendala apapun dari segi manapunn,dan jika kekacauan terjadi barang sedikit saja,ingatlah apa yang akan kalian terima nantinya".Ujar john dengan ekspresi dingin nya dan terkesan mengerikan.
"Aku pastikan semua akan terjadi sesuai yang kau inginkan, tanpa ada kendala apapun".Ujar amara seraya tersenyum.
"Aku pegang kata kata mu".Ujar john lalu ia berdiri sembari merapikan jas nya kemudian berlalu meninggalkan dua orang itu.
"Aku rasa malam ini adalah malam terindah bagimu,,".Ujar david.
"Tentu saja,,sudah lama aku menantikan semua ini,,,dan akhirnya ini semua terjadi dihadapan ku sendirii,balas dendam ku akan aku tuntaskan sampai malam ini".Ujar amara dengan sorot mata yang tak dapat diartikan.
.
.
.
Sementara didalam kamar , raina tengah melihat satu foto yang selalu ia simpan itu,,foto itu tak lain adalah foto armadja,,ayah tercinta nya.
Ayah,,,aku salahh,aku kira didunia ini hanya ada kebencian dari orang orang untukku,dan aku kira tuhan mengambil semua orang yang aku sayang juga menyayangiku diri ku,,tapi ternyata masih ada orang baik disamping ku yang selalu ada disaat masalah datang padaku,,dia itu erik,,aku beruntung bisa mengenal dan bertemu dengan nya.
Batin raina.
-BERSAMBUNG