
Ting tong!!
(Mohon supportnya teman teman untuk karya aku) ,,hehe cerita ini dibuat berdasarkan apa yg terlintas difikiran ku aja,,jadi untuk nama jalan,,dan nama kota itu mohon maaf kalo saya buat buat sendiri aja😇🙏
Selamat membaca♥♥
Matahari tampak terbit dari ufuk timur,,,dikediaman armadja,,tampak beberapa ART sibuk didapur dan menyajikan sarapan dimeja makan,, sarapan telah tersaji.
Tak lama turun lah kedua putri kecil tuan armadja dengan seorang asisten yang mengiringi kedua putri kecil itu,,setelah mereka sampai dimeja makan,,asisten itu pergi berlalu menuju kedapur,,kini tinggalah raina dan alicia dimeja makan.
"Anak pungutt!!,,loeeek".Ujar alicia sembari mengulurkan lidah nya keluar.
"Aku bukan anak pungut alice,,,aku kan adikmu,,kenapa kau selalu marah kepada ku,,,aku minta maaf jika aku ada salah".Ujar Raina sembari mengatupkan kedua telapak tangan nya.
"Kau itu anak pungut,,dan tak akan pernah menjadi adik ku,,,aku ini seorang putri raja dan kau adalah pelayan nya,hahaha,,kau tau itu kann,,".Celoteh alicia.
Sementara armadja dan amara sedang menuruni tangga,,dan menuju ke ruang makan.
"Heii,,,putri putri ayah,,,selamat pagi".Sapa armadja setelah duduk di kursi makan nya.
"Ayahh,,selamat pagi juga untuk ayah ku tersayang".Balas alicia,,sedangkan rainata hanya diam dan tertunduk,,ia masih memikirkan ucapan alicia barusan.
"Raina,,kenapa kau diam saja sayang,,,".Ujar armadja.
"Iya,,tak biasa nya,,,,apa kau sedang tidak enak badan sayang??,,"Ujar amara.
"Ouh tidak ayah ibu,,aku baik baik saja".Sahut raina,,ada rasa yang tak bisa ia jelaskan yang kini terselip di benak nya,,mungkin rasa ini yang ia dambakan sedari dulu,,yaitu perhatian seorang ibu.
Armadja yang mendengar hal itu terlontar dari mulut amara tentu sangat terkejut,,ada terselip rasa bahagia karena ia fikir omongan nya semalam mampu mengubah sikap amara pada rainata,,dan setelah ini ia yakin jika rainata tak akan lagi berbicara perihal ibunya,,padahal amara hanya berakting saja,,,jauh didalam lubuk hati amara ada rasa amarah,,dendam,dan kebencian yang begitu besar.
cihh kalau bukan karena ucapan armadja semalam,,,mungkin kau sudah kuhabisi sekaranggg
Begitu batin amara.
.
.
.
Pukul 11.00 a.m
Diperusahaan MC KEASON ARMADJA,,tepat nya diruang rapat.
"Baik,,tawaran untuk bekerja sama dengan perusahaan anda saya terima,,".Ujar armadja.
"Terimkasih banyak tuan armadja,, selamat bergabung atas kerja sama ini,,,saya yakin peluang keuntungan yang akan kita dapatkan sangat besar dalam proyek ini".Ujar salah satu rekan bisnisnya yang bernama John albert.
"Terimakasih kembali,,saya turut senang bisa bekerja sama dengan anda".Ujar armadja seraya berdiri dan menjabat tangan rekan bisnis nya itu.
"Eric,,aku minta jadwalkan penerbangan ku kekota Leicester,,dan selama aku tidak disini,,kau yang akan menghandle perusahaan ini,,sementara arnold akan ikut bersamaku ke kota Leicester".Jelas armadja.
"Baik tuan,,kalo begitu saya permisi,,".Kata Eric seraya menundukkan kepala nya,,kemudian berlalu dari hadapan armadja.
***
Dikediaman armadja tampak amara tengah duduk di tepi kolam menikmati jus nya,,terlihat tatapan tajam dari sorot mata amara,,ia tampak berfikir tentang suatu hal,,tentu masalah tentang rainata yang menjadi biang sial bagi amara.
"Anak ituu,,kenapa dia harus hadir ditengah tengah keluarga ku,,,aku benci dia,,untuk menatapnya pun aku tak sudi,,ingin sekali aku menyiksa nya,,dan melenyapkan diri nya,,,tapi apa dayaku,,suamiku begitu menyayangi nya,,bahkan seluruh pelayan yang ada disini tunduk kepada bocah itu,,,cihhhh,,,, tapi itu bukan berarti aku melupakan dendam ku pada ibu mu gadis kecil,,,suatu saat kau harus membayar atas apa yang ibu mu lakukan dulu,,camkan itu!".Gumam amara setelah itu ia menyeruput jus nya masih dengan tatapan yang tajam.
Sementara di perjalanan menuju pulang,,rainata dan alicia duduk berjauhan,,dan saling mendekati jendela disamping mereka,,,alicia melirik sinis ke rainata,lalu ia mendekati rainata dan mencubit kuatt lengan rainata hingga rainata memekik kesakitan.
"Akhh,,,alice kenapa kau menyubitku,,apa salah ku".Ujar rainata sembari mengusap ngusap lengan nya yg dicubit.
"Rasakan ituu,,,itu hukuman karena kau telah mencuri perhatian ibu ku tadi pagi!".Jelas alicia.
"aku tidak mencuri perhatian alice,,ibu mu yang bertanya sendiri pada ku".Ujar rainata.
"Diamlah,,,atau aku akan menarik rambut mu kembali,,dan jangan coba coba kau dekati ibu ku,dia milikku bukan milikmu,,,kau itu anak pungut,,jika kau butuh seorang ibu,,carilah sendiri jangan merebut ibu ku!".Bentak alice.
Rainata terdiam tatapan nya menjadi lesu seketika,,ia mengalihkan pandangan nya keluar jendela melihat pepohonan dan bangunan yang berlalu dihadapannya.
***
Setibanya dirumah,,,.
Supir membukakan pintu mobil belakang,,dan alice pun keluar dari dalam mobil,,disusul dengan rainata,,mereka pun masuk kedalam rumah,,,alicia yang melihat ibu nya langsung berlari dan menghamburkan pelukkan nya,,,dan pelukkan itu dibalas erat dengan amara,,tak lupa amara mengecup kening dan kedua pipi kecil putri nya.
Sementara ada sepasang mata yang menyaksikan kisah kasih sayang seorang ibu pada anak,,memandang tanpa bisa merasakan,,yaa dia adalah rainata.
"Putri kecil kesayangan ibu sudah pulang,,,bagaimana?,,kau lelah sayang".Ujar amara sampil memegang pucuk kepala alicia.
"Iyaa,,tapi sekarang aku ingin ibu melihat poster yang aku gambar disekolah tadi".Ujar alicia.
"Wouww benarkah,,,baiklah ibu akan melihat,,tapi kau harus makan dulu ya".Ujar amara.
"Iyaa,,tapi aku ingin ibu menemaniku makan siang,,,sambil melihat poster ku".Pinta alicia dan amara pun mengiyakan,, mereka berdua pun berjalan menuju ruang makan dan melewati rainata begitu saja yang berdiri mematung didepan mereka.
Tatapan polos gadis kecil yang mendambakan sosok ibu begitu jelas tersirat dari sorot mata rainata,,kini ia memilih keatas menuju kamar nya,,dan berganti pakaian,,setelah berganti pakaian,, ia duduk ditepi ranjang dan memandang ke arah jendela luar didepan nya.
ibuu,, apakah aku memiliki seorang ibu??,,bagimana rasa nya memiliki seorang ibu,,,dimana ibu,,,kenapa hanya aku sendiri disini,,apakah ibu membenciku seperti ibu amara,,,ibuu seperti apa wajah ibu,,aku ingin bertemu ibuu
Begitulah yang ada dibenak rainata,,ia merasa ada kekosongan di hati nya,,,ia memiliki ayah yang begitu menyayanginya dan yang selama ini menjadi tempat ia berkeluh kesah,,tapi ayah nya juga seorang pembisnis dan jarang ada dirumah,,, ada satu ibu dirumah itu,,tapi ibu itu ada hanya untuk satu orang anak yaitu alicia bukan rainata.
BERSAMBUNG
HAI PARA PEMBACA JANGAN LUPA VOTE,LIKE,DAN KOMEN YAA,,,INGAT ITU SANGAT PENTING SEKALI BAGI AUTHOR,,,TERIMAKASIH😇🙏