
Matahari mulai menampakkan sinar nya,walaupun tidak begitu terang karena pagi itu masih terlihat mendung,hawa dingin masih menyelimuti pagi itu.
CEKLEK
(suara pintu).
"Hoammhh,,hujan membuat tidurku nyenyak sekalii,,hmm lihat lah nasib gadis ini,hhh aku tidak bisa membayangkan betapa ia harus melewati malam nya yang panjang,lihat amanda dimana pun kau berada akan kupastikan putri mu ini membayar semua kesalahan mu,sampai akhir nya dia enyah dari kehidupan ku".Ujar amara yang berdiri diambang pintu seraya menatap raina dengan intens.
"Ehemm,,,hehh bangunn,,ayoo bangunn".Ujar amara sambil menepuk nepuk kasar pipi raina.
"Hemhh,,ayah,,ayh".Ucap raina lirih tanpa membuka mata nya.
"Ayah??,ayahh??,,yaaa siapa lagi hanya dia yang bisa melindungi mu dari penderitaan yang akan kau alami ini,tapi sayang nya,ayah mu malah pergi jauhh meninggalkan mu".Ujar amara sinis.
"Hehh bangun,,bangunn,,aku bilang bangunn!".Bentak amara seraya menepuk pipi raina kasar.
"Ayahh,,".Raina tersentak membuka mata nya dengan tatapan sayu nya.
"Tidak ada ayah mu disini,jangan bermimpi untuk bertemu ayah mu,orang yang sudah mati tidak akan pernah kembali lagi,kau tau itu!!,,sekarang lebih baik kau lalukan pekerjaan mu!!!,aku tunggu 15 menit dan sarapan sudah harus tersaji!".Hardik amara kemudian ia meninggalkan raina yang masih duduk terpaku.
Orang yang sudah mati tidak akan pernah kembali lagi
Ucapan itu masih terngiang di dalam pikiran raina,sebening air menetes dari mata nya.
Tidak akan pernah kembali, ya memang benar,ayah sudah meninggalkan ku untuk selama lama nya.
Batin raina kemudian ia teringat dengan pekerjaan nya,ia sempat berfikir kalau ia tak akan bisa melakukan pekerjaan nya mengingat tubuh nya yang terasa sakit, lemah,bahkan sulit untuk berjalan karena kepala raina yang terasa pusing.
Namun ia juga tak mau menerima hukuman nya lagi,tubuh nya tak mampu untuk merasakan pukulan atau tindakan kasar lainnya,dengan berusaha sekuat tenaga raina meyakinkan diri nya untuk melakukan pekerjaan rumah.
-
Raina sudah hampir selesai tinggal memindahkan masakan nya ke meja makan,amara dan alicia sudah duduk dimeja makan,dengan segera raina menyajikan sarapan,setelah menata makanan dimeja raina kembali lagi kedapur untuk mengambil sup yang masih berada disamping kompor,dengan langkah yang terburu buru raina membawa sup itu,saat hampir mendekati meja , pandangan raina menggelap seketika membuat raina hilang keseimbangan,alhasil sup itu tumpah, hingga mengenai amara yang sedari tadi sibuk dengan gadget nya.
"Akhhh,,rainaaaa!!!!!".Pekik amara membuat raina tersentak dan menyadari atas apa yang terjadi.
"Maaf,,aku tidak sengaja nyonya,tadi aku merasa pusing dan aku-".
"Hahh,,,Alasann,,kau sengaja kan menumpahkan sup itu supaya kau bisa membalas ibuku atas hukuman yang ia berikan,,kau memang gadis yang tidak tau diri,gadis yang selalu membawa kesialan".Hardik alicia.
"Aliciaaa cukup!,apa yang kau bicarakan itu sama sekali tidak benarr,aku sama sekali tidak sengaja menumpahkan sup itu,lagipula aku bukan tipekal orang yang pendendam sehingga aku harus membalas nya,dan aku bukan gadis sial seperti yang kau katakan".Ujar raina tanpa sadar karena kekesalan didalam hati nya yang tidak dapat ia tahan lagi.
"Rainaa!!,jaga bicara mu,berani kau bicara seperti itu pada alicia??,,kau fikir siapa dirimu hahh,kau itu memang gadis pembawa siall,gadis yang tidak tau diri ,gadis haram,,,,,BYURR".Ujar amara kemudian ia menyimburkan segelas kopi panas ke wajah raina.
"Akhh,,panasss,,panasss,nyonyaa apa yang kau lakukann".Ujar raina seraya mengusap wajah nya dari air kopi yang panas itu,kini kulit nya benar benar terasa melepuh karena air kopi itu juga mengenai luka cambukkan nya.
"Terlalu banyak bicara membuat telinga ku sakitt,,kemarii kauu!!".Ujar amara seraya menarik kasar lengan raina dan membawa nya menuju kamar raina.
.
PLAKKK!
(satu tamparan keras mendarat di wajah raina).
Amara mengcengkram dagu raina dengan kuat.
"Menetaplah di kamar mu ,aku tidak akan pernah membuka pintu nya lagi sampai waktu yang tepat dan kau akan pergi dari sini!".Ujar amara dingin,lalu ia mendorong tubuh raina agar masuk kemudian ia mengunci pintu nya.
Raina terduduk dilantai kamar nya,lalu ia berdiri dan menghampiri pintu,ia mencoba membuka nya namun benar amara mengurung nya lagi,raina menyenderkan tubuh nya dipintu dengan pandangan yang lesu.
Kenapa aku selalu disalahkan untuk hal yang tidak aku sengaja atau bahkan tidak sama sekali,aku diperlakukan sesuka hati oleh mereka,mereka menyuruhku,mereka memukuli ku,menyiksa ku disetiap saat,aku lelah ,,,sungguh.
Batin raina,ia menangis tak sanggup lagi membayangkan kehidupan nya yang terasa berada di penjara,terkukung,disiksa layak nya penjahat,diperlakukan layak nya hewan.
Raina mengusap air mata yang membasahi pipi nya,kemudian ia membalikan tubuh nya,raina terperanjat melihat isi kamar nya yang terlihat seperti kapal pecah.
"Mereka?,apa mereka yang melakukan semua inii??,tegaa, kenapa mereka setega inii,,huuuđ".Raina terduduk dan membenamkan wajah nya diantara kedua lutut,ia menangis sejadi jadi nya,ingin ia mengadu tapi pada siapaa??,lalu raina mencoba membuka pintu nya dan memanggil amara juga alicia.
"Nyonyaa amara,,aliciaa,,buka pintu nya,bukaa,,aku mohon buka,bukaa pintu nyaa,kalian keterlaluan,,keterlaluannnnđ".Pekik raina seraya terisak.
"Apa kesalahan apa yang pernah aku buatt,akuu selalu dihukum untuk kesalahan yang tidak aku lakukan,aku selalu disiksa, dipukuli,ditamparr,bahkan barang barang ku mereka rusakkan,,aku tidak tau harus bagaimana lagii,,ya tuhann aku lelahh,aku lelah,,, sungguhh".Ujar raina tersedu sedu dalam tangis nya.
-
"Hmm dimana dia,raina raina aku kan ingin mendengar kabar kelulusan nya bagaimana perasaan nya,nilai nya,bagaimana reaksi nya saat kelulusan,dia bahkan tidak keluar rumah sejak kelulusan sekolah,,,,,tunggu apa dia baik baik saja?,erikk kenapa kau ini pikun,aku kan bisa menghubungi ponsel nya".Ujar erik yang sedang berada diatas balkon ,lalu ia mengambil ponsel nya dan mencari kontak yang bernama "Raina ku".đ
Raina duduk menyenderkan diri nya di pintu,tatapan nya lesu ia mengamati setiap sudut kamar nya,benar benar buruk,lebih buruk daripada gudang.
Cittt,citt,citt,,.
(suara tikus yang berjalan mendekati kaki raina).
"Akhhh,,,,shuhhhh,,shuhhh,,pergii,pergiii,".Raina tersentak dan langsung naik ke atas kursi kayu tepat disudut kamar nya,ada empat ekor tikus yang berlalu lalang dikamar nya.
"Bagaimana bisa ada tikuss, menggelikann,,aku takutt,pergii,,pergiii,shuhhh,,hiks,,hikss,hikss,,kalian benar benar tega,keterlaluann".Gumam raina yang berjongkok dikursi kayu sambil sesekali teriak saat ada tikus yang lewat.
TRINGGG!!,,TRINGGGG!!.
(suara notifikasi panggilan).
Raina tersadar ponsel nya berbunyi,segera ia mengamati setiap sudut untuk mengetahui letak ponsel itu juga sesuai arah sumber suara.
Ternyata tak berada jauh dari nya,dengan ragu ragu ia turun dari kursi,mata nya tetap jeli mengamati lantai untuk berjaga jaga jika ada tikus,dengan segera raina mengambil ponsel nya dan naik lagi keatas kursi,setelah itu ia melihat layar ponsel nya.
PANGGILAN MASUK.
"ERIK".
Raina mengusap pipi nya yang masih basah oleh air mata nya kemudian ia mengangkat telfon nya..
-
"Hallo raina,,".Sapa erik.
''{iya erik ada apa?}".
"Aishh kau ini,kau lupa ya pada ku ,kau itu tidak ada kabar sejak kelulusan sekolah, kita ini tetangga tapi melihat mu saja aku tidak pernah".Celoteh erik.
"{erik maaf bukannya aku lupa atau sebagainya,tapi aku tidak bisa bertemu dengan mu saat ini,aku juga tidak bisa keluar rumah sekarang}".
"Kau baik baik saja kan?,kau tidak sakit?,atau mereka tidak menyakiti mu kann??".Tanya erik.
Percakapan mereka sempat hening sejenak,karena raina yang tertegun mendengar pertanyaan erik.
"Halloo,,,".Ujar erik.
"{Yaa,kau tenang saja tidak terjadi apapun,jika aku bisa keluar nanti aku pasti akan menemui mu,sudah dulu ya aku harus menutup telfon nya}".
Tutt
tutt
tutt
"Aneh sekalii,nada suara nya berubah saat diakhir perkataan nya,aku yakin sesuatu terjadi pada nya,apa yang ia sembunyikan,,selama ini ia selalu berbagi semua masalahnya,tapi kali ini seolah olah dia menutupi sesuatu,aku harap dia baik baik saja".Ujar erik,ia pun hanya bisa bertanya pada diri nya sendiri dan menerka nerka jawaban nya sendiri.
BERSAMBUNG