
RUMAH SAKIT COUNTRY
Alicia segera ditangani oleh dokter,sementara raina dan erik menunggu diluar ruangan,raina merasa cemas,antara perasaan bersalah dan khawatir bercampur aduk menjadi satu.
Ibu amara,,dia tidak tau tentang hal ini,,aku--, huhh ya tuhan,bagaimana reaksi ibu amara saat mengetahui ini semua ,,aku tidak bisa membayangkan betapa ibu amara akan marah kepada ku,.
Batin raina.
"Rainaa,,".Ujar erik menyadarkan raina dari lamunan nya.
"Kau baik baik saja kann,,hmm lebih baik kita periksa kan luka dan kaki mu,,ayo".Ujar erik.
"Erikk,,aku tidak apa apa,lebih baik kita disini,pasti sebentar lagi dokter akan keluar".Ujar raina.
"Tapi--".Ujar erik terpotong karena dokter baru saja keluar dari ruangan itu.
"Dengan keluarga pasien??".Tanya dokter itu.
"iyaa saya sendiri".Ujar raina.
"Mari ikut saya keruangan,,".Ujar dokter itu.
"Iya,,akh!!".Ujar raina,ia hendak melangkah tapi kaki nya terasa sangat sakit.
"Raina,,kaki mu terasa sakit lagi??".Tanya erik cemas.
"Hmm".Dengus raina seraya mengangguk.
"Dok,,bagaimana jika bicara nya disini saja".Tanya erik dan dokter pun mengiyakan.
"Baik,jadi untuk kondisi nya,pasien mengalami luka bakar yang cukup serius,saya rasa air panas yang menyebabkan kulit nya melepuh dan memerah seperti itu,,dan untuk penyembuhan nya mungkin agak sulit dan memakan waktu yang panjang".Jelas dokter itu.
"Ya tuhann,,,dokter kira kira berapa lama kulit alicia akan normal kembali,".Tanya raina.
"Begini setiap pengobatan akan ada tingkatan nya nona,kalau untuk pengobatan umum nya mungkin akan memakan waktu dua tahun atau 3 tahun mendatang".Ujar dokter.
"Selama ituu,,apa tidak ada pengobatan yang bisa memulihkan nya kembali dalam waktu singkat??".Tanya raina lagi.
"Ada tapi tidak di rumah sakit ini,kalau nona mau kami akan membuat rujukan untuk mengirim pasien ke rumah sakit Q ,disana alat medis dan tenaga kerja nya lebih efektif dan lengkap,begitupun dengan dokter yang bekerja disana".Ujar dokter itu.
Raina terdiam,ia tau kalau rumah sakit itu memang mampu menyembuhkan alicia tapi uang yang dikeluarkan pasti tidak sedikit,terlebih saat ini keadaan nya memang sedang sulit ditambah amara yang belum mengetahui hal ini.
"Bagaimana nona??,".Ujar dokter membuyarkan lamunan raina.
"Saya pasti akan pertimbangkan,tapi kalau untuk sekarang saya belum bisa kasi keputusan,dan saya minta tolong dengan dokter buat kasi pengobatan yang terbaik untuk alicia,setidaknya sampai alicia di rujuk kerumah sakit Q".Ujar raina.
"Baik,,nona tenang saja,tugas saya memang memberikan pengobatan yang terbaik untuk pasien saya,tapi saran saya akan lebih baik kalau keputusan ini cepat di ambil demi pasien ini sendiri,,ya sudah kalau begitu saya permisi dulu ya".Ujar dokter itu tersenyum sembari melangkah pergi.
Raina menghela nafas sedalam dalam nya,ia memejamkan mata nya dan bersender di kepala kursi,sekilas ia teringat kejadian yang dimana dia menumpahkan air itu karena tak sengaja.
"Aku tidak sengaja,,benarr,sungguh,maaff,,".Gumam raina pelan,seolah olah bicara pada alicia.
"Rainna".Panggil erik pelan.
Raina menoleh ke arah erik.
"Apa yang sudah terjadi itu tidak bisa diulang kembali,jangan salahkan diri mu,aku yakin ini pasti hanya kecelakaan yang tidak disengaja,lebih baik sekarang kau menenangkan dirimu ,ouh ya setau ku alicia memiliki ibu yang bernama amara,,itupun kalau tidak salah".Ujar erik.
"Iya ibu nya amara,,".Ujar raina.
"Lebih baik kau hubungi ibu nya sekarang,dan nanti ibu nya yang akan putuskan kalau memang alicia akan di rujuk ke rumah sakit Q".Ujar erik.
"Erik aku takut jika nanti ibu amara akan marah besar kepada ku,aku tidak tau apa reaksi nya nanti, dia sangat menyayangi alicia dann aku---".Raina tidak melanjutkan kata kata nya,air mata nya sudah lebih dulu membasahi pipi nya.
"Raina kau tak perlu takut,ada aku disini,aku yang akan membantu mu bicara nanti dan menjelaskan semua nya,yakinlah ,lagipula cepat atau lambat ibu nya harus tau keadaan alicia saat ini".Ujar erik menyakinkan raina.
"Kau ingat nomor ponsel nya".Tanya erik lalu dibalas anggukan dari raina, kemudian erik menyerahkan ponsel nya pada raina.
Raina pun menghubungi ponsel amara ,tak lama amara menjawab telfon nya,raina melirik erik sekilas lalu ia menyakinkan diri nya untuk mengatakan apa yang terjadi pada alicia,dan juga alamat rumah sakit nya.
*Tutttt,,.
Tutttt,,.
Tuttt*,,.
Raina melihat layar ponsel,amara memutuskan panggilan nya tanpa ada jawaban sedikit pun,.
-
Selang beberapa menit.
Terlihat amara berjalan menyusuri koridor rumah sakit dan segera menuju ruang rawat alicia.
Raina yang berada didalam ruang rawat alicia begitu terkejud melihat kondisi alicia saat itu,kulit wajah, kaki,dan tangan nya mengembang dan merah,serta ada beberapa bagian kulit nya yang mengelupas,.
CEKLEK!.
(suara pintu terbuka).
"Alicee!!!".Sontak amara yang terkejut bukan main saat melihat kondisi alicia.
"Apa ini,,alice sayangg,apa yang terjadi pada muu,,".Ujar amara yang kini berada disamping alicia,kini mata nya melirik tajam ke arah raina.
"Apa yang sudah kau lakukann pada putri kuu hahhh!!!!,,katakannn rainaa,,apa yang sudah kau perbuat sampai alicia seperti ituuu!!!".Bentak amara seraya mencengkram kedua pipi raina dengan kuat.
"Ibu akuu--".
"Jangan memanggilku ibuuu,,PLAKKK!!".Satu tamparan keras mendarat di wajah raina.
"Apa yang kau lakukann,,kenapa nyonya sekasar itu,,dia tidak bersalah,apa yang sudah terjadi pada putri mu itu karena ulah nya sendiri".Ujar erik yang berusaha menengahi keributan itu.
"Siapa kauu!!,,jangan pernah ikut campur permasalahan orang lainn,,kau hanya bocah ingusan yang tidak tau apapun!!!".Bentak amara.
"Nyonya sungguh aku---".
"Diamm!!!!,,beranii kau berbicara setelah apa yang kau lakukan pada putri kuu,,kau itu memang gadis yang tidak tau di untung!!,,kau gadis****,,aku bersumpah akan memberi mu hukuman yang tidak akan pernah kau bayangkan sebelum nyaa,,kau berani melukai putri ku raina,,sama saja dengan kau menggali lubang penderitaan mu sendirii,,camkan ituuu!!!".Bentak amara.
"Apa yang kau fikirkan itu tidak benar nyonya,maaf jika menurut mu aku ikut campur,tapi kau juga sudah salah menilai,dengan memaki dan menghukum nya itu tidak merubah apapun,,raina sudah menolong putri mu ini dan kau---".
"Tidak ada yang meminta mu untuk bicara!!,, siapa kau ini hahh!!,,aku muakk dengan semua ocehan muu,,kau membela anak ini hahh!!!,ini yang kau belaa!!,anak haram dari hubungan gelap orang tua nya!!!".Bentak amara,ia melihat raina dengan tatapan membunuh,seperti tak dapat menahan amarah nya kini ia mencengkram leher raina dengan kuat sehingga raina susah untuk bernafas dan merasa sakit karena kuku amara melukai leher nya.
"Akhh,,,lepas nyonya,,aku mohonn,,akhh!!,sakitt".Ringis raina.
"Nyonyaa apa yang kau lakukann,,,,kau merasa marah pada nya tapi ini bukan cara nya!!".Hardik erik seraya mencoba melepaskan cengkraman itu dari raina,tapi justru amara mendorong kuat pundak erik dan membuat nya terjatuh.
Namun kini erik merasa kesal atas apa yang dilakukan amara yang ia pikir sudah melewati batas
"Sudah cukup,,lepaskann diaaa!".Bentak erik seraya menarik kasar tangan amara dari leher raina.
"Kau ingat nyonya,apa yang kau lakukan saat ini adalah tindakan kekerasan,aku bisa melaporkan mu sebagai kasus kekerasan terhadap seorang anak remaja,dan ingat apapun yang kau lakukan pada raina tidak akan merubah kondisi alicia,dan jika kau masih bersikeras menyakiti raina,aku tidak akan segan segan melaporkan mu pada polisi,dan kau bisa membayangkan bagaimana kondisi alicia saat kau tidak ada disamping nya saat ini".Tegas erik,lalu erik meraih tangan raina dan membawa nya keluar dari ruang rawat.
*BERSAMBUNG
HAI JANGAN LUPA BUAT SELALU DUKUNG AKU YA😇
SEMOGA SUKA DENGAN KARYAKU
**follow me at instagram ✏azhramhrani💋***