BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY

BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY
Berulah



Amara sudah rapi dengan miss selfridge nya,lalu ia turun kebawah untuk sarapan.


Pukul telah menunjukkan pukul 07.35,jarak cafe dulta dari rumah amara memakan waktu setengah jam,bagi amara tak butuh datang tepat waktu untuk menemui orang seperti david.


.


.


Didapur raina masih sibuk membuat pancake untuk sarapan pagi ini, ia terlihat buru buru,karena sarapan belum tersaji.


amara yang baru turun kebawah dan melihat meja makan masih kosong merasa jengkel.


"Rainaaa!".Pekik amara.


Pranggg!!!


(semangkuk adonan jatuh).


"ya tuhan,,adonanan nya tumpahh,,".Ujar raina cemas.


"Rainaaa!".Pekik amara sekali lagi , karena merasa tidak ada respon amara lebih meninggikan suara nya.


"Ibuu,,,".Gumam raina,,dengan gopoh ia segera mendatangi sumber suara tersebut.


Sesampainya di meja makan.


"Iya b-bu,,nyonya".Ujar raina gelagapan.


"Dimana sarapan nya".Tanya amara dingin.


"Sarapan nyaa,,aku akan menyajikan nya sebentar lagi,,nyonya duduk lah sebentar,aku kembali ke dapur dulu".Ujar raina gugup dan hendak melangkah kedapur.


"Tunggu!".Ujar amara membuat langkah raina terhenti,dan raina pun membalikkan tubuh nya menghadap amara.


BYURRR!.


Segelas air membasahi wajah dan baju raina,.


"Dasar tidak becus,bagaimana cara mu bekerja ha!, apakah kau tau,seharusnya sarapan sudah tersaji sejak pukul tujuh tadi,kau itu bukan cuma tidak becus,tapi juga bodoh dan lambat!".Bentak amara seraya mendorong pundak raina.


"Hahhh,,,(brukk)").Raina tersungkur.


"Kemari kau!".Ujar amara,ia hendak meraih lengan raina.


Titt,,titt,,,.


(Suara klakson mobil).


Suara itu membuat amara langsung menoleh.


Siapa lagi itu,,,


Batin amara.


Lalu amara pun melangkahkan kaki nya menuju pintu depan,ia hendak meraih ganggang pintu namun niat itu ia urungkan,ia pun memilih untuk mengintip dari jendela kaca rumah nya sebelum membuka pintu.


DEGG!!!


Amara terkejut bukan main saat tahu yang kini berada didepan rumah nya adalah Davidson,dengan perasaan campur aduk raina membalikkan posisi tubuh nya menghadap ke arah ruang tamu.


"Ya tuhann,bagaimana mungkin dia ada disinii,hfhthhh lama lama aku bisa gila jika dia terus beginii".Gumam amara gusar.


Amara menghela nafas sedalam dalamnya,lalu dengan rasa yakin ia pun membuka pintu rumah nya,tak lupa menutup nya kembali.


"Selamat pagi amara".Sapa david.


"Tidak usah basa basi,lebih baik sekarang kita langsung ke cafe dulta".Ujar amara cuek dan langsung menuju mobil.kemudian masuk.


Sikap nya sama sekali tidak berubah,akan kita lihat seberapa lama kau akan mengacuhkan ku.


Batin davidson,ada seringai licik diraut wajah nya.


Dari dalam rumah terlihat raina berlari menuju halaman depan.


"Nyonyaa,,nyonya tunggu,,ttu,tunggg,,,,,".Teriak raina namun terhenti karena amara terlebih dulu pergi.


"Aku terlambat,,bagaimana dia pergi tanpa membawa tas nya".Gumam raina sambil memandang mobil yang amara naiki dan kini sudah melaju jauh.


Batin raina.


"Rainaaaaaaa!!!!!!!".Teriak alicia dari dalam membuat raina sedikit kaget.


Dengan buru buru raina masuk kedalam rumah dan mendatangi alicia yang sudah berdiri di dekat dapur.


"Iya ada apa,kenapa berteriak alice".Ujar raina seraya mengelus dada nya.


"Apa kau buta dan pikun haa!,,kau ingin melihat rumah ini kebakarann,,,apa kau lupa apa yang sedang kau masak diatas komporrr!!!".Pekik alicia.


Raina sontak menoleh ke arah meja kompor,betapa terkejut nya ia saat melihat pancake nya gosong hingga tidak berwujud lagi,bahkan teflon nya pun sampai menghitam.


"Ya tuhannn,,,aku benar benar lupa,".Ujar raina sembari membereskan pancake gosong itu.


"Dasar babu bodoh,,apa kau tahu ha majikan mu ini sudah menunggu sarapannya!!,,aku tidak mau tau, kau harus menyajikan sarapan ku sekarang juga!".Pekik alicia kemudian beranjak pergi kemeja makan.


Makanan apa yang bisa kubuat dalam waktu singkat,hmm pancake ini gosong,adonan nya tumpah semua,,hufthhh bagaimana bisa aku seceroboh inii,dasarr rainaa.


Batin raina gusar,ia menggaruk garuk kepala nya yang tidak gatal.


Lalu raina teringat ada roti dan keju didalam lemari,ia pun berinisiatif membuatkan roti bakar keju untuk alice,tak butuh waktu lama raina pun menyajikan nya ke meja makan.


"Kau ini dasar lelettt,,ingat jika besok kau seperti ini lagi aku akan menyuruh ibu untuk memberi mu pelajaran!".Hardik alicia.


Raina hanya terdiam saja sambil membereskan barang disekitar meja makan.


Alicia mulai menyodorkan roti bakar kemulut nya itu sambil memperhatikan raina.


Hmm rasa nya ingin sekali aku mengerjai nya,apa ya kira kira,,hufthh ini adalah kesempatan ku hahaha karena jika dulu aku selalu gagal,tapi kali ini aku harus berhasil.


Batin alicia ada sebuah ide yang muncul terlintas di difikiran nya,.


"Heii,,apakah kau bisa berhenti membereskan itu semua:.Ujar alicia.


"Aku akan berhenti jika ini sudah beres alice".Ujar raina.


"Hmm sudah lah,lebih baik kau makan ini,aku rasa aku tidak dapat menghabiskan semua roti nya".Ujar alicia membuat raina menoleh.


"Hmm tapi aturan ku adalah selesaikan seluruh pekerjaan baru makan,begitu juga dengan istirahat ku".Ujar raina ia hendak melanjutkan beres beres nya.


"Tapi aku sekarang meminta mu untuk menemaniku makan,apa kau juga akan menolaknya,raina duduk lah disini anggap saja saat kita seperti dulu,yaa kan".Ujar alicia selembut mungkin.


Degg


Raina dibuat terkejut oleh nya,apakah ia tidak salah dengar atas ucapan alicia barusan,ada rasa bahagia dihati nya karena sudah sejak dulu dia mengharapkan ini,tanpa berfikir apapun raina kini mendekati alicia dan menatap nya lekat.


Alicia mengisyaratkan agar raina duduk disebelah nya seraya tersenyum.


Raina pun perlahan duduk disamping alicia,ia masih menatap lekat alicia.


Alice aku tidak menyangka jika kau masih mengingat kebersamaan kita bersama keluarga hangat,khsusus nya ayah.


Batin raina,lalu alice menaruh roti bakar nya diatas piring dan menyodorkan nya ke raina.


Raina mulai memotong roti itu dan menyodorkan itu kemulut nya,potongan demi potongan roti ia kunyah,saat potongan berikut nya raina merasakan pedas yang teramat dimulut nya.


Raina pun menelan paksa roti itu,lalu ia mengipas ngipaskan mulut nya menggunakan tangan.


"Kau kenapa?".Tanya alicia.


"Shhhsss,,,shss,huhhh,,pedasss".Ujar raina ia hendak meraih teko kaca yang berisikan air mineral.


"Ehhh,,kau harus habiskan dulu raina,tidak boleh minum sebelum makanan nya habis iya kan".Ujar alicia seraya mencegah raina.


"Tapi alice,,hssssh,,hsssh,,,inii pedass,,hshsss".Ujar raina seraya menahan pedas dimulut nya.


Raina memang tidak tahan pedas apalagi setiap makan pedas sakit perut nya akan kambuh,dan alicia yang tahu itu ia sengaja memberi bubuk cabai sebanyak mungkin ditengah roti keju nya,lalu ia menyuruh raina untuk menyantapnya.


BERSAMBUNG'


Jangan lupa buat selalu dukung aku ya lewat like,komen,dan vote.


SEMOGA SUKA DENGAN KARYAKU 😇


follow me at instagram @azhramhrani⬅