
Sudah hampir seminggu raina terbaring di rumah sakit,tidak ada perkembangan apapun,kondisi raina masih sama pada hari sebelumnya,ada perasaan yang semakin cemas dilubuk hati wilson,,ia takut jika raina tidak akan pernah membuka mata nya lagi,,tapi dengan segera wilson membuang fikiran itu jauh jauh,,kini wilson kembali meyakinkan dirinya jika raina pasti akan sembuh.
Wilson hari ini harus datang kekantor untuk pertemuan penting,awalnya dia menolak namun felix menekan kan wilson untuk hadir , sementara para bodyguard nya yang akan menggantikan wilson untuk menjaga raina.
SESAMPAINYA DIKANTOR.
"Ingatlah tentang tugas mu wilson,,kau itu terlalu mencemaskan gadis itu,kau dan dia hanya sebatas teman lama,jangan berlebihan memikirkan dirinya".Hardik felix sementara tangan nya sibuk mengetik papan keyboard laptop.
"Apa kau tidak punya rasa bersalah sedikit pun?!,kau sudah membuat seseorang meregang nyawa felix!,setidaknya berikan simpatimu bukan ocehan mu!".Ujar wilson,,setelah itu wilson beranjak pergi meninggalkan felix diruang kerja,entah mengapa wilson malas saja jika harus berdebat dengan felix.
Aku bahkan belum percaya seratus persen tentang identitas gadis itu,kita lihat saja kedepannya,itupun jika gadis itu masih bertahan.
Batin felix.
......................
Tepat pukul 15.00 felix dan wilson berjalan bersamaan keluar dari perusahaan D'JOHANNES.
"Pergilah kemansion,,apa sekarang tempat tinggal mu itu dirumah sakit?".Ujar felix.
"Aku tidak akan membiarkan rein sendiri disana,,".Ujar wilson yang hendak berjalan menuju mobilnya.
"Bibi letta akan pulang,,apakah kau akan mengabaikan ibu mu demi sahabat lama yang baru kau temui?,".Ujar felix yang menghentikan langkah wilson.
"Kau tau darimana?!,bahkan ibu tidak mengirim kan pesan apapun padaku".Ujar wilson seraya menaikkan kedua alisnya.
"Bibi ingin memberikan kejutan padamu,,jadi dia hanya mengabariku,,".Ujar felix,.
Wilson merasa senang saat itu,,sungguh ia sangat merindukan ibu nya,terakhir 2 tahun yang lalu saat wilson menyusul ibu nya ke luar negeri,dan sampai sekarang wilson belum bertemu ibu nya,bertukar kabar di ponsel pun 3 hari yang lalu.
"Pulanglah kemansion,kebetulan hari ini aku ingin kerumah sakit,kau tenang saja rein mu itu akan baik baik saja,,lagipula yang akan kau temui itu ibumu,,jadi tidak alasan apapun,,kau harus bersyukur wilson ketimbang dengan diriku".Ujar felix.
"Dia itu ibumu jugaa,,jangan pernah membeda bedakan hal ini,,apa aku tidak salah dengar?,jika kau akan pergi kerumah sakit?".Tanya wilson.
"Setidak nya aku tidak sekejam Davidson,, aku akan segera kemansion,berilah persiapan terbaik mu untuk bibi dia sedang diperjalanan dari bandara menuju ke mansion,sudahlah aku tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi".Ujar felix lalu melangkahkan kaki menuju mobilnya.
"Beri aku kabar tentang rein saat kau telah sampai dirumah sakitt,aku harap niat mu itu benar benar tuluss".Ujar wilson dengan intonasi sedikit keras karena felix berada jauh darinya.
.
.
.
Felix tiba dirumah sakit dan segera melangkah menuju ruang ICU.
Para bodyguard yang menjaga raina membungkuk hormat saat felix tiba disana,felix memandangi raina lewat kaca pembatas.
Batin felix,tanpa felix sadari, penyesalan timbul di benaknya dan rasa iba muncul saat felix melihat raina.
Entah apa yang ada difikiran felix,felix mengenakan jubah biru yaitu baju steril yang disediakan jika penjenguk hendak masuk kedalam menemui pasien.
Felix berjalan mendekati raina,,dan berdiri di sisi kanan raina,,ini kali kedua felix menjenguk raina dan kali pertama ia melihat secara jelas banyak nya alat medis dan selang yang menempel,ruangan itu terkesan sunyi hanya terdengar suara alat medis diruangan itu.
Apa aku memang sudah salahh paham terhadapmu,,aku tidak tau ,, kau selalu membuat ku bingung dengan pikiran dan juga perasaan ku, aku belum pernah merasa ragu pada diriku sebelumnya , aku akui tidak tega melihatmu seperti ini,,,aku hanya berdoa untuk mu semoga kau cepat pulihh ,aku juga membutuhkan kesaksian mu untuk mengusir keraguan ku.
Batin felix,entah kenapa felix merasa sesak di dalam dadanya,,perasaan itu tiba tiba muncul tanpa sebab,,felix hendak melangkah pergi.
"Ayahhh,".Ujar raina lirih dibalik silikon oksigen.
Felix menoleh dan kembali mendekati raina.
"Kau bicara sesuatu??,,".Ujar felix ,terlihat ekspresi tegang bercampur antusias dari wajah felix , entah disadari atau tidak olehnya.
"Ayahh,,,,".Ujar raina kembali,felix mendengarnya.
"Ayah,,bawa aku,,takutt,,aku tidak bersalah,,lepaskan aku,,tolong,jangan jual diriku ,ibu amara ,,"Ucap raina lirih tak karuan setetes air mata mengalir dikedua sisi pipi raina.
"Dari tadi ia memanggil ayah ayah ,,jika perkataan wilson benar,ayah nya itu adalah tuan armadja yang meninggal tepat sepuluh tahun yang lalu".Gumam felix seraya memejamkan mata nya.
Tak lama kelopak mata raina sedikit bergerak,dan perlahan kelopak mata itu sedikit terbuka,,pandangan raina masih sangat buram,raina menggerakkan bola matanya kekanan ke kiri dan menstabilkan penglihatan nya.
Aku dimana ini??,siapa dia?,,alat medis???,,aku dirumah sakit??, apa aku masih hidup???, pria ini?,apa dia yang menyelamatkan ku,,kenapa dia menyelamatkan ku?!!
Batin raina yang merasa kecewa ia berfikir jika tidak akan ada lagi istilah dunia yang keras dan mengerikan,,yang selalu membuatnya menderita.
"Siapa kau,,kenapa kau membawa ku kemariiii".Ujar raina lirih seraya meneteskan air mata nya.
Felix melihat ke arah raina,ia terkejut karena saat itu raina telah sadar,walaupun mata nya masih terlihat lemah untuk terbuka
"Kau sudah sadarr???".Ujar felix ia gelagapan ,felix segera menekan tombol untuk memanggil dokter,namun felix merasa tidak ada tanda tanda jika dokter akan datang,dengan gugup nya felix hendak memanggil dokter namun raina menarik tangan felix.
"Siapa kau,kenapa kau menyelamatkan ku ,,kenapa kau membawa ku kemari,,seharusnya kau membiarkan ku digubuk itu,,biarkan aku mati disanaa,,aku tidak menginginkan kehidupan ini lagi,sungguh,,dunia ini terlalu kejamm,aku tidak sanggup untuk hidup,,tidak ada yang menginginkan ku,,semua orang membenciku, entah kesalahan apa yang aku lakukann, mereka terus menyiksaku,,kenapa kau membiarkan ku tetap hidupp,kenapaaa?!!!!".Ujar raina tersedu sedu dalam tangisnya.
Apa yang dia katakann,menyesal jika dirinya masih hidup?!,,tidak adakah kebahagiaan yang ia dapatkan dari hidupnya sampai dia mengatakan ini??,terlepas dari penderitaan nya aku juga turut menyiksanya,apa aku telah salahh padamuu???!!,,aku tidak mampu membayangkan jika tindakan ku saat itu memang salah,bahkan kelewatan!.
Batin felix gusar.
Lagi dan lagi felix harus melihat dan mendengarkan isak tangis yang mampu membuat nya merasa tersiksa,felix semakin merasa bersalah,,mendengar perkataan raina yang merasa muak dengan hidupnya membuat hati felix panas.
Felix melepaskan paksa tangan nya dari genggaman raina dan segera pergi keluar untuk memanggil dokter.
-BERSAMBUNG