
"Daviddd?!,,,".Ujar amara dengan raut wajah tertegun.
"Yaa,,,haha rupa nya kau masih mengingat ku,,hmm itu arti nya kau juga masih mengingat pada waktu terindah saat kita menghabiskan waktu bersama,,".Ujar tuan david seraya tersenyum menyeringai.
Amara begitu terkejut dengan apa yang ia lihat saat ini.
Flashback on
Amara adalah mahasiswi populer di kampus nya , dan banyak pria yang tergila gila pada nya,salah satu nya davidson.
Davidson adalah pria yang serderhana,bahkan ia sering dibully dikampus nya karena penampilan yang terkesan kampungan,.
Davidson sudah lama menyimpan rasa terhadap amara,yaitu saat pertama kali melihat amara di masa orientasi hingga mendekati wisuda,,ia sama sekali tak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan isi hati nya,hingga pada suatu waktu davidson mengutarakan isi hati nya pada amara,,dan sudah diduga ,, amara menolak nya.
Tidak hanya menolak,,bahkan amara menghina davidson didepan banyak nya mahasiswa dan mahasiswi,namun itu tak membuat rasa cinta davidson pudar terhadap amara,,davidson bahkan lebih bersikeras untuk mendapatkan cinta nya amara.
Semua cara ia lakukan namun hasil nya nihil,,bahkan sampai saat kabar perjodohan amara terdengar oleh davidson,saat itu davidson semakin nekat untuk mendapatkan amara,,.
Pada malam pertunangan amara,,david berhasil menculik amara dan membawa nya kesuatu kota,dimana kota itu jauh dari tempat acara berlangsung,,karena gelap mata dan tak ingin amara lepas dari pelukan nya,davidson melakukan hal yang seharusnya ia tidak lakukan,kini davidson merasa amara sudah menjadi miliknya secara utuh.
Namun disaat pagi hari amara berhasil melarikan diri dan kembali kerumah nya,,amara yang sangat mencintai armadja, ia tak ingin jika pernikahan nya dan armadja gagal,.
Akhirnya ia memilih untuk merahasiakan atas apa yang telah david lakukan padanya,,dengan segala cara ia lakukan hingga hal itu berhasil dibungkam,, sampai pada hari pernikahan amara , davidson tak pernah muncul lagi,.
Flashback of
'Lelucon apa inii,,,tidakk!!
Batin amara.
"Ehemm,,apa kau sedang membayangkan saat saat,,,".
"Cukupp!!,,ini semua tidak benar,,,".Ujar amara,,dengan segera ia melangkah menuju pintu luar.
"Tunggu!".Suara david membuat langkah amara terhenti.
"Kenapa kau terburu buru,,,kita bahkan belum membahas soal kerja sama nya".Ujar davidson seraya berjalan mendekat ke arah amara.
"Lupakan tentang tawaran itu,,,aku sama sekali tidak tertarikk!!".Hardik amara.
"Benarkahh,,,hahaha amara jangan menyusahkan diri mu sendiri,,aku tau kau sangat menginginkan kerja sama ini,,tapii satu hal yang membuat mu untuk berfikir dua kali".Ujar davidson kini yang sudah berada dihadapan amara.
Amara tak merespon bahkan ia hendak meraih ganggang pintu nya namun dengan sigap davidson menarik lengan amara membuat amara tertarik ke arah davidson.
Amara tersentak ia kini berusaha untuk lepas dari genggaman davidson dan berusaha meraih ganggang pintu, namun davidson terus mencegah amara untuk keluar dari ruangan nya.
"Lepaskan aku davidd!!,,apa mau mu ha?!!".Hardik amara.
"Kau fikirr apa mauku,,,aku tak perlu mengatakan nya lagi,,".Ujar davidson yang kini menatap amara dengan tatapan penuh arti.
'Siall,,bagaimana hal ini bisa terjadi,sekarang apa yang harus aku lakukann.
Batin amara.
"Sekarang mudah saja,,tandatangani surat ini dan bekerja sama lah dengan ku".Ujar erik.
"Hhhh,,,enak sajaa,,apakah kau fikir aku mauu ha?!".Ujar amara.
"Baikk jika kau ingin menolak nya,,itu artinya kau harus ucapkan selamat tinggal untuk restoran X ,, dan jangan berharap jika kau akan mendapatkan kehidupan yang layak".Tegas davidson.
"Jadi kau mengancam ku?!".Ujar amara.
"Yaa,,sama seperti diri mu dulu,,baikk hanya ada dua pilihan , tandatangan atau tidak,, ingat amara aku bukan david yang dulu,,aku bisa mengubah apapun sesuai dengan yang aku inginkan,,termasuk hidup mu!".Ujar david kemudian ia berlalu pergi meninggalkan amara sendiri di ruangan itu.
Dikediaman amara.
Raina dengan sekuat tenaga berusaha untuk bangun,dengan susah payah ia berdiri dan menyeimbangkan tubuh nya,,kunang kunang memenuhi penglihatan nya,,kemudian ia melangkah menuju ruang tamu dengan langkah sedikit lunglai.
Tok,,tok,,tok,,,.
(Suara ketukan pintu).
'Siapa itu,,,jangan jangan itu ibu amara.
Batin raina.
"Sebentar,,".Ujar raina seraya melangkah perlahan mendekati pintu,,.
CEKLEK
(Pintu dibuka raina).
"Raina,,selamat pagii".Sapa erik yang kini berdiri dihadapan raina.
"Erikk,,,kau disini?,,ada apa".Ujar raina pelan.
"Ouh ini,,,hmmm aku,,,aku ingin mengantarkan mu makanan ini,,aku tadi membuatnya untuk ibu,,dan aku juga membuatnya sekaligus untuk mu,,".Ujar erik canggung seraya menyodorkan kotak makan.
"Ouhh,,ya ampun terimakasih,,"Ujar raina
"Raina,,kau pucat sekali,,apa kau sakit??,,".Tanya erik.
"Hmmm,,tidak,,ini aku hanyaa,,,".Ujar raina terbata bata.
"Kau sakit,,,lihat kening mu berkeringat,, kau pucat,,mata mu juga sayu".Ujar erik.
"Aku tidak apa apa erik,,iyaa memang aku sedang tidak enak badan,,cumaa ,,".
"Rainaaaaa!!!!!,,,,,,".Pekik alicia dari atas sana.
Sontak hal itu membuat raina maupun erik terkejut,.
"Hmm erik,,aku masuk dulu ya,,ouh dan sekali lagi terimakasih ya untuk ini,,".Ujar raina kemudian ia segera menutup pintu nya,,sementara erik masih dengan rasa tanda tanya didalam benak nya.
'Dia menutup pintu nya humm padahal aku masih ingin berbicara,,hmm sudah lah
Batin erik,,kemudian erik hendak melangkah pergi.
(Babuuu tidak tahu diri!!!").
Suara alicia dari dalam rumah itu membuat erik menghentikan langkah nya.
Lalu erik mendekatkan diri nya dengan pintu untuk memastikan apa yang ia dengar itu tidak salah.
(Sekarang lebih baik kau masak,,aku sudah laparr,,dan ingattt hanya sepuluh menit,,dalam waktu sepuluh menit makanan harus tersaji dimeja inii,,pahammm?!).
Ujar alicia lagi.
'Babu??,,anehh,,seperti nya ada yang tidak beres,,.
Batin erik,,kemudian erik memutuskan untuk pergi dari rumah raina dengan rasa tanda tanya.
~BERSAMBUNG