
Perlahan raina mengerjap ngerjapkan mata nya,,samar samar dia melihat sorot lampu yang ada di atas,beralih melirik kesekitar nya,terlihat ruangan bernuansa biru putih lengkap dengan alat medis dikiri kanan nya,dan ada satu meja kerja dihadapan nya,,disana tidak ada siapa siapa.
Dimana ini??,,
Batin raina,ia mencoba mengingat ingat berada dimana diri nya saat terakhir kali,,lalu bayangan tentang dua orang yang menangkap nya saat dia berada dipesisir pantai muncul dikepala nya.
Merekaa?,apa mereka berhasil menangkap ku,,bagaimana jika mereka berhasil menangkapku,,,aku bahkan tidak tau sedang berada dimanaa,,dirumah sakitt??,,hfthh,,aku harus segera pergii, mungkin saat itu aku pingsan maka itu mereka membawa ku kerumah sakitt,,ini kesempatan mu rainaa.
Batin raina,,lalu ia memposisikan diri nya untuk duduk,,baru saja hendak bangun,,kepala raina terasa berdenyut dan pusing.
"Aww,,shh,,,,sakitt sekalii,,,tidakk,,kau harus kuat raina,,kau harus kuat demi dirimuu,,,".Ujar raina,lalu ia mulai melepas infus dari tangan nya,,sesekali raina meringis karena sakit,,beralih melepas selang oksigen,,setelah itu pelan pelan raina menginjakkan kaki nya kelantai,,ia memegang nakas agar bisa menyimbangkan tubuh nya.
Raina berjalan menuju pintu,,raina hendak membuka pintu namun ia lebih memilih untuk melihat kondisi diuar dengan mengintip dari lobang petak di tengah pintu.
Disana raina melihat ada beberapa penjaga yang berjaga didepan pintu,,di setiap sudut penjagaan yang ada disana sangat ketat,hal itu membuat raina mengurungkan niat nya untuk membuka pintu.
Bagaimana cara nya aku pergi dari sini jika penjagaan nya sangat ketat,,sudah kuduga aku tertangkap oleh bawahan tuan john,,,yaa tuhan aku mohon bantu aku keluar dari sini,aku tidak ingin kehormatan ku direnggut ,,lindungi aku dan bantu aku ya tuhann,,,.
Batin raina,lalu ia berusaha berfikir dengan kerass agar dia menemukan cara untuk kelua dari sana,,lalu ia melihat jendela yang terbuka lebar,,serta semilir angin yang menyibak tirai.
Dengan segera raina melangkah menuju jendela,ia melihat ke arah bawah,lumayan tinggi untuk turun kebawah,tapi menurut raina tak ada jalan lain,,ia harus bertindak cepat sebelum seseorang masuk kedalam,,ia pun segera menarik nakas kayu itu mendekat ke arah jendela,lalu ia menarik seprei ditambah selimut dan gorden lalu mengikat nya menyambung,,ia mengikat kan kain itu kekaki nakas,,lalu ia menjulurkan kain nya keluar jendela.
Lalu raina perlahan melangkahkan kaki nya keluar jendela,,raina tak bisa membohongi diri nya jika ada rasa takut yang muncul dibenak nya saat melihat kebawah,namun ia berusaha memberanikan diri nya agar ia bisa pergi dari tempat itu,,.
Kedua kaki raina sudah berada diluar tepian jendela,,lalu ia mengenggam kain itu kuat kuat,,dan mulai menjatuhkan diri nya kebawah,,raina gemetaran menahan rasa takut nya,ia memilih menutup mata nya agar tidak melihat ketinggian nya,,perlahan ia mulai meregangkan genggaman nya agar diri nya bisa turun kebawah,,perlahan raina melakukan itu sampai akhirnya dia jatuh kebawah rerumputan.
"Aww,,,huhhhh,,berhasill".Gumam raina,kemudian ia bangkit dan mengibaskan kedua tangan nya,lalu raina menoleh ke arah kiri ,kanan dan memastikan jika keadaan aman,,setelah itu raina berjalan mindik melewati sebuah taman kecil,,diujung sana raina melihat gerbang kayu besarr,,ia fikir itu salah satu jalan kelua nya.
Saat sudah sampai didepan gerbang,raina mencoba menarik ganggang gerbang nya.
Tidak terkunci??,,mereka hanya berjaga didepan pintu ruangann,tapi tidak menjaga sekitaran sinii,,ini kesempatan mu rainaa.
Batin raina dengan segera ia membuka pintu gerbang nya,dan segera melangkah keluar gerbang.
BUGHHH!!
"Aww!!!".Pekik raina yang tersungkur ketanah.
Pria muda berperawakan tinggi,putih,bertubuh sispack,memiliki mata berwarna biru,dan mengenakan jas berwarna abu abu,ia menatap raina dengan intens,pria itu tak lain adalah felix.
pria ini?,,kenapa ada diaa,,apa dia bagian dari tuan john
Batin raina.
"Aku bertanya padamu nonaa,,tapi seperti nya kau tidak mendengarnya,,marii kubantu".Ujar felix seraya mengulurkan tangan nya.
Raina tertegun dalam fikiran bingung nya,.
"Siapa andaa,,,apa kau,dan dua pria itu bersekongkol pada tuan john untuk menangkapku,,".Tanya raina.
Apa yang wanita ini bicarakann??,tuan john??,,apa dia berusaha mengecohkan ku.
Batin Felix.
Raina segera bangkit dari bawah,dan hendak berlari menjauhi felix namun dengan sigap felix menarik tangan raina alhasil raina tertarik kebelakang dan ia terjebak didalam pelukan felix.
"Tuann aku mohonn lepaskan aku,,jangan membuat ku kembali ketempat menjijikan itu,,aku tidak mengetahui apapun tentang ini semua,,aku hanya korbann disini,,lepaskan akuu,,biarkan aku pergii".Hardik raina seraya memberontak.
"Siapapun yang telah masuk kedalam sini makaa mereka tidak akan mudah untuk keluar dari sini,kau yang membuat diri mu sendiri masuk kedalam sini,,jadii kembali lah pada tempatt mu dan jangan berusaha untuk kaburr!!!".Bentak felix,tak lama beberapa penjaga datang bersama wilson.
"Bawa wanita ini masukkk!!!,bawa dia ketempat nyaa!!!".Perintah felix,lalu dengan segera penjaga itu mengambil alih untuk memegang raina.
"Tidakk, tuann aku mohon jangan,,lepaskan aku aku mohonn,,jangan lakukan ini pada ku,, aku mohonn lepaskannn".Ujar raina yang berusaha melepaskan diri nya dari para penjaga itu,,mata nya kembali berkaca kaca,sementara penjaga itu tetap membawa paksa raina untuk masuk kedalam.
"Tuann aku mohonn biarkan aku pergii,,lepaskan aku,,aku mohonn,,lepaskan aku,,,lepassskannn".Teriak raina yang perlahan suara nya terdengar menjauh dari pedengaran felix juga wilson.
"Wanita itu tidak bisa mengelak lagi!!,,kali ini dia harus mengaku jika dia adalah komplotan dari alexander,tidak akan ada satu celah pun untuk dia keluar dari sinii".Ujar felix dengan sorot mata nya yang tajam.
"Tenanglah,,jangan biarkan emosi mengendalikan diri mu,,dan satu hal,kondisi wanita itu masih belum seratus persen pulih,jangan sampai dia merasa tertekan dan akhirnya kondisi nya kembali drop".Ujar wilson.
"Ada apa dengan mu?!!,seperti nya kau sangat mengkhawatirkan wanita itu,jangan hanya mengingatkan aku tentang emosi ku,,tapi ingatlah siapa wanita itu,ingatkan dirimu agar tidak memberi perhatian lebih pada nya!".Ujar felix lalu melangkah pergi meninggalkan wilson.
"Kau salahh,,jika keadaan wanita itu memburuk bukankah semakin sulit untuk kita mencari informasi selanjutnya tentang alexander".Ujar wilson setengah berteriak karena felix kini sudah melangkah jauh dari nya.