BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY

BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY
BERTEMU



Dirumah sakit.


Tampak raina mengerjap ngerjapkan mata nya,,kepala nya masih terasa berat,dan mata nya mulai mengitari seluruh penjuru ruangan.


Wajah raina tampak sendu,ada rasa kecewa di benak nya saat dia tahu jika dirinya kini masih hidup,raina merasa lelah dengan semua ini terlebih saat dia tahu bahwa diri nya sekarang lumpuh,apa lagi yang bisa dia harapkan,tidak ada siapapun di sisinya,selain orang asing yang tanpa alasan memberikan penderitaan itu kepada raina.


Ayahh,,aku lelahh,lelah dengan roda kehidupan ku yang terus berputar dan terus membawa cerita pahit untukku,jika sekali saja aku meminta,aku hanya ingin merasakan ketenangan,dan kebahagiaan untuk bertemu dengan orang orang yang aku sayang dan menyayangiku.


Batin raina,sebening air menetes dari sudut mata nya.


Raina terbayang pada masa kecil nya,saat ayah nya masih ada bersama nya,,tidak ada rasa takut yang berani singgah di hidupnya,bahkan jika itu ada ayah nya selalu menepis itu dari hidupnya,,tapi kini semua itu sirna,dan cerita lama yang hanya bisa menjadi masa lalu.


Raina memejamkan mata nya yang sudah dipenuhi dengan air mata,sementara kedua tangan nya memukul mukul kaki nya yang kini lumpuh,raina tidak dapat merasakan kaki nya lagi,,bahkan saat ia memukul kuat kaki nya tidak ada rasa sedikitpun.


"Rainaa,,cukup sayang,,".Suara yang raina kenal seakan berada dekat dengan nya.


Raina sontak membuka mata nya.


DEG!


Tubuh raina seakan membeku,mulut nya terasa kaku sehingga sulit untuk berbicara.


Ayahh


Batin raina,mata nya menatap lekat sosok yang kini berdiri disisi nya.


"Sayang terkadang ada banyak cerita didalam hidup ini yang tidak kita tau , hidup itu misteri dan menyimpan banyak arti,,percaya jika kebahagiaan akan datang disaat yang tepat,,dan percaya akan ada alasan disetiap kejadiaan dan pertemuan,,kau adalah gadis yang kuat ayah percaya itu,jangan pernah merasa sendiri ayah ada bersama mu untuk selamanya".Ucap armadja yang seakan menggema didalam hati raina,,armadja menepis senyuman manis nya,, dan kemudian sosok armadja seakan memudar, perlahan menjadi bayangan dan menghilang.


Raina ingin memanggil ayah nya namun tubuh dan mulut nya masih terasa kaku,raina ingin memeluk ayahnya namun diri nya kini terasa jauh dari ayah nya.


Ayahhh tunggu,, jangan pergi,,ayah kumohonn.


Batin raina berteriak.


DEP!!


Raina tersentak bangun dari tidurnya,, mata nya segera mencari cari sosok ayah nya yang tadi berdiri di sisi kanan nya.


"A-ayah,,ay-ayahhh,ayahh".Panggil raina sedikit terisak.


Merasa tidak ada siapapun membuat raina ingin turun dari ranjang dan mencari ayah nya,,raina berusaha sekuat tenaga untuk bangun,,mata nya terlihat dibanjiri oleh air mata,raina yakin jika tadi ayah nya benar benar datang menemui nya.


"Ayahh,,ayahhh,tunggu raina".Ujar raina sesenggukkan seraya melepas paksa jarum infus nya,raina bersikeras untuk turun dari kasur,namun hal itu sangat sulit baginya,raina tidak peduli,tangan nya mulai memegang nakas dan tangan satu nya memegang tiang infus,raina mencondongkan badan nya untuk turun kebawah,sementara kaki nya masih terbujur kaku di kasur.


Dengan bersusah payah raina menahan tubuh nya dengan memegang benda mati tersebut,raina menggerakan kasar tubuh nya untuk turun dari ranjang.


BAPH!!!


(Raina jatuh tersungkur dilantai).


Alhasil tiang infus tumbang bersama dirinya tapi syukurnya tiang itu tidak jatuh ke arah dirinya


"Akhh,,kaki ku!".Ringis raina seraya memejamkan mata karena merasa sangatt sakit saat kaki nya dipaksa bergerak,, dan menghantam besi ranjang juga lantai yang membuat kaki raina sedikit tertekuk.


"Huhh,,huh,huh".Lenguh nafas raina seraya ia menghapus air mata nya,,kini raina berusaha sekuat mungkin untuk menyeret tubuh nya mendekati pintu,, raina hanya bertumpu pada tangan nya untuk menyeret tubuh nya,walau sangat sulit


'KLEK.


pintu dibuka.


"Nonaa,,,".Ujar seorang bodyguard itu,ia segera menghampiri raina dan berusaha membantu raina.


"Dimana ayahhku?,,dimana dia?,apa kalian yang membawa nya pergi".Ujar raina.


"Tidak ada siapapun yang datang,,,aku akan membantumu ,,sebentar".Ujar bodyguard itu yang ingin memapah raina untuk kembali ke atas kasur namun raina menolak nya.


"Tidakk!!,,tolong bawa aku keluar aku ingin bertemu ayahku,aku mohonn".Pinta raina.


"Tapi aku-".


"Akuu mohonnn,,,tolongg bawa aku keluar".Ujar raina terisak.


Tak lama datang seorang dokter dan perawat.


Dokter meminta agar raina dibawa kembali ke atas kasur dan setelah nya bodyguard itu kembali keluar,.


"Aku mohonn bawa aku keluar aku ingin bertemu dengan ayahku,,dia ada disini aku yakin dia masih belum jauh dari sini".Ujar raina sesenggukan seraya memohon pada dua orang yang ada disana.


"Maaf nona tapi sangat beresiko jika anda memaksa kan diri untuk bergerak,,masa pemulihan mu hanya sampai tiga hari kedepan dan setelah itu baru nona bisa sedikit melakukan aktifitas dan boleh duduk dikursi roda".Ujar dokter itu,tak lupa dokter itu menyuntikkan vitamin dan obat penenang untuk pasien, karena dokter itu merasa ada tekanan didalam diri raina yang membuat nya terus menerus merasa cemas seperti ini.


Raina mulai merasakan efek obat nya,dan setelah itu dokter beranjak dari ruangan tersebut.


.


.


.


Dimansion 'D tampak felix,wilson,dan nyonya letta sedang menyantap makan malam,mereka tampak berbagi cerita satu sama lain,suasana di mansion ini tampak begitu hangat.


"Ouh ya bibi lupa mengatakan ini,felix kau kenal dengan nyonya lie,perancang terkenal asal jepang,".Ujar nyonya letta.


"Ya bi aku kenal,,design design terbaik nya yang sudah memasuki ajang internasional,dan yang aku tau dia akan membangun butik di London atas nama diri nya dan rekan bisnis nya nanti".Ujar felix seraya memotong daging lalu menyuapnya.


"Dia mengajukan kontrak pada J'butique,dan bibi ingin kau menghadiri pertemuan dengan nya di paris, nanti ikutlah dengan bibi saat bibi akan kembali ke paris,bibi ingin kau yang turun langsung untuk mengambil keputusan nya".Ujar bibi letta.


"Nyonya lie orang yang sangat berkompeten dalam bisnis nya,kesempatan yang besar saat bisa bekerja sama dengannya".Ujar wilson.


"Maaf bi,mungkin aku tidak bisa ikut dengan bibi keparis,ada pekerjaan disini dimana harus aku yang turun langsung untuk menanganinya,,aku rasa wilson bisa menghandle kontrak dengan nyonya lie".Ujar felix lalu melirik ke arah wilson.


Wilson menelan saliva nya dengan susah,.


"Aku?".Ujar wilson seraya mengernyitkan alisnya.


"Ya kau adalah CEO dari D'JOHANNES,jadi aku rasa kau bisa memutuskan akan bekerja sama atau tidak".Ujar felix.


"Yaa patuhi Tuan besar".Ujar wilson.


Kling


(2 pesan masuk).


Felix segera membuka pesannya.


Felix aku akan kembali kelondon pekan ini,selamat bertemu nanti,,love you.


~Laura


Felix hanya membaca tanpa membalasnya.


Tuan,gadis itu sempat sadar dan ia berteriak memanggil ayah nya bahkan tadi ia sempat jatuh dari kasur dan berusaha untuk mencari ayahnya, gadis itu semakin merasa hilang kendali atas dirinya


~Tom


>Wilson akan kesana,tetap berjaga disana dan pastikan kejadian tadi tidak terulang.


Balas felix.


Setelah makan malam felix bersiap untuk pergi menemui assisten pribadi nya alvin,felix mulai menuruni tangga,namun wilson memanggilnya dari arah belakang.


"Kau ingin kerumah sakit juga?".Tanya wilson.


"Tentu tidakk,".Ujar felix.


"Ya sudah kalau begitu,aku duluan,".Balas wilson kemudian ia menuruni tangga melewati felix.


"Tunggu,,aku lupa mengatakan sesuatu padamu".Ujar felix seraya berjalan mendekati wilson.


"Rainata gadis itu ,dia memang sudah pulih, tapi sayangnya dia mengalami kelumpuhan di kedua kaki nya".Ujar felix sedikit menundukkan mata nya.


"Apaa yang kau katakann?!!,,felixx kau bercanda??".Tanya wilson yang masih tertegun.


"Tidak ada gunanya berbohong".Tegas felix.


Wilson menggelengkan kepala nya dan menatap felix dengan geram,namun bagi wilson tidak ada guna nya berlama lama disini, ia segera menuju ke halaman depan dan melajukan mobil nya.


Sementara felix menghela nafas nya kasar dan kembali melanjutkan langkah nya,,ia juga melajukan mobil nya tapi dengan arah yang berbeda,sementara dari satu jam yang lalu nyonya aletta sudah pergi untuk bertemu dengan kerabatnya.


-BERSAMBUNG