
Amara menghempaskan diri nya ke atas kasur,,.
apa-apaan ini,,,dia kembali,,david kembalii,,apa yang harus aku lakukan,,siall,,dia membuat ku tidak bisa berkutik lagi,,dia benar benar sudah berubahh.
Batin amara gusar.
Ia tak habis fikir seseorang yang dulu pernah datang dikehidupan nya kini malah kembali menghantui diri nya,,tapi dibalik kegusaran nya ada rasa yang sulit untuk dijelaskan yang timbul didalam benak nya.
"apa mungkin ini awal bagi ku untuk mendapatkan segala yang pernah hilang dari ku??,, hfthhhhhh,,tapi kenapa harus daviddd".Gumam amara seraya mengusap kasar wajah nya.
.
.
.
Didapur , raina menguatkan diri nya untuk membereskan sisa piring kotor,,,ia mulai mencuci piring itu,,setelah dirasa selesai,,raina memilih untuk beristirahat sejenak,tubuh nya benar benar terasa lemas.
Baru saja ia meluruskan tubuh nya di atas sofa,,ia merasakan ada sesuatu yang mengenai wajah nya,dengan segera ia bangun.
"Aliciaa,,,".Ujar raina.
"Nonaa,,,panggil aku nona alice,,,babu kurang ajar,,PLAKK".ujar alicia seraya menampar pipi kanan raina.
Raina spontan memegang pipi kanan nya.
"Alice,,kau ini kenapa,,kau menamparku hanya karena kesalahan kecil".Ujar raina.
"Ini tangan ku,,aku bebas melakukan apapun,,,sekarang cuci baju kuu,,aku ingin memakai ini nanti malamm".Ujar alicia seraya melemparkan gulungan baju.
"Alice tubuh ku lemas,,aku akan mencuci nya nanti ya,,biarkan aku istirahat sebentar".Ujar raina ia hendak merebahkan tubuh nya kembali.
"Hehh,,,aku menyuruh mu sekaranggg yaa harus sekarangg,,enakk sajaa minta istirahat,,,ingat lakukan tugas mu baruu istirahattt".Hardik alicia.
"Tapi alice,,,,,,,".
"Kerjakann atau kau akan menerima hukuman nyaa!".Bentak alicia,,suara gaduh itu terdengar oleh amara,,,dan dengan jengkel amara segera turun kebawah.
.
.
"Hehhhh,,ada apa inii hahhh??!!,,apakah kalian tau arti berisikkk!".Hardik amara.
"Yaaa ibu tanya saja pada babu ini,,yang keras kepala,,tidak tahu diri,,asal ibu tahu,,tadi dengan entengnya dia menolak melakukan pekerjaan nya,,".Ujar alicia.
"Alice aku bukan menolak tapi,,,,,,".
"Cukuppp!!!!,,aku tidak ingin mendengar apapun lagiii,,,dan kau rainaa!!!".Bentak amara sontak membuat suasana hening seketika,, kini amara berjalan mendekati raina,,tanpa basa basi apapun amara menarik raina menuju dapur.
"Akhh,,lepaskan bu,,nyo,,nyonya,,".Ujar raina terbata ia merasa sakit saat amara menarik tangan nya.
"Diammm!!,,".Ujar amara dengan tatapan membunuh nya,,membuat raina menunduk takut.
"Apakahh kau sadar siapa diri mu hahh??!!,ingat raina saat kau membuat ku marah,,aku tak akan segan segan menghukum mu,,dan yaa kini lagi dan lagi membuat masalahhh,,,,".Ujar amara datar namun terkesan mengerikan.
"Aku minta maaf ,, aku mohon jangan hukum aku lagi nyonya,,aku janji akan mengerjakan semua pekerjaan rumah,,tapi tolong jangan hukum akuu,,,".Ujar raina memelas.
"Cihhhh,,,lakukan tugas muu,,ingatt jangan membuat kegaduhan apapun lagii,,sekali saja kau melakukan nya,,aku tak akan segan segan untuk menyeret mu kembali kegudang gelap ituu".Hardik amara kemudian berlalu meninggalkan raina.
Ada rasa lega yang raina rasakan,,namun ada juga rasa pilu yang ia rasakan saat ini,,kini hidup nya jauh dari kata kasih sayang,,.
Kini terlintas sosok armadja di fikiran nya,,dan membuat sebening air kembali mengalir dari sudut mata nya,,namun dengan cepat ia menghapus nya,,dan melanjutkan pekerjaan rumah.
.
.
PUKUL 18.47
Dengan wajah pucat, raina duduk di lantai untuk menarik nafas dengan lega,,karena semua tugas nya sudah selesai,,bahkan makan malam pun sudah tersaji.
Tapp,,,tapp,,,tapp.
(suara langkah kaki menuju meja makan).
Dengan segera raina berdiri dan membuka tudung saji,,tak lama tampak amara dan alice menggunakan piyama tidur nya sedang duduk dan mulai menikmati makan malam.
Raina pun hendak melangkah menuju dapur ia sempat menyisihkan sedikit makanan untuk nya dan kini ia taruh didalam lemari kecil.
"Tunggu,,,".ujar amara.
spontan raina menghentikan langkah nya.
"Iya,,,".Ujar raina dan sedikit melangkah mendekat ke amara.
"Naiklah ke atas,rapihkan kamar ku,,".Ujar amara kemudian ia kembali menikmati makan malam nya.
Raina menghela nafas nya sejenak,,sebenarnya ia ingin segera menyantap makanan nya,karena perut nya kini sudah keroncongan,bahkan tenaga nya pun benar benar terkuras,,namun untuk menolak pun sama saja ia mencari penyakit sendiri untuk tubuh nya.
Dan dengan segera ia melangkah menuju ke atas.
Setibanya di atas,raina menghela nafas nya begitu berat,,bagaimana tidak,,stumpuk berkas berserakan di kasur hingga lantai,,baju yang tergeletak di sembarang tempat,lantai penuh snack yang bertaburan,,bantal yang berantakan.
rasa nya aku tidak sanggup mengerjakan ini,,tidakk,,kau tidak boleh mengeluh raina,,cepat lakukan dan kau juga akan cepat istirahat,,.
Batin raina menyemangati diri nya sendiri,,dan dengan segera melakukan tugas nya lagi dan lagi.
Tepat pukul delapan amara masuk kedalam kamar nya,,terlihat raina sedang merapikan selimut,,kamar amara tampak rapi dan fresh dengan aroma lavender yang menyegarkan.
"Sekarang kau keluar dari kamar ku , aku ingin cepat cepat istirahat".Ujar amara.
Raina segera melangkah keluar tidak lupa menutup pintu nya,,dan setelah itu ia turun menuju dapur,, raina mengambil sepiring makanan yang tadi ia taruh kemudian ia menyantap nya dengan lahap,,setelah menyantap habis raina langsung membersihkan piring piring kotor itu,.
setelah itu ia menuang segelas air putih dan meneguk air nya,,tubuh nya merasa sedikit segar,,kini ia hendak melangkah namun satu sosok menghentikan nya.
Satu sosok pria yang berada persis dihadapan nya,mungkin hanya berjarak dua meter,,raina mengamati sosok itu,,dan betapa kaget nya,,saat yang ia lihat adalah sosok yang ia rindukan selama ini.
"Ayy,,,ayy,,ayahhh".Ujar nya terbata bata.
Raina mematung,,air mata nya tampak mengalir dari sudut mata nya,,dengan segera ia berlari menghampiri ayah nya,,dengan tangan nya yang siap memeluk ayah nya,,namun saat ia ingin mendekap ayah nya,,tangan nya sama sekali tak menyentuh apapun.
Sontak ia kembali melihat apa yang ada di hadapan nya,,,.
Raina terdiam,karena kini tidak ada siapapun dihadapan nya,,mata nya terus mencari cari sosok ayah nya yang tadi sempat ia lihat,,,.
Ayahhh,,,,apa itu kauu,,,ayahhh dimanaa,,aku benar benar melihat ayah tadii,,,
Batin raina seraya terisak,,ia melangkah kesegala penjuru rumah,,namun hasil nya nihil,,tidak ada siapapun.
Dengan langkah gontai ia menuju kekamar nya,,setelah menutup pintu kamar,raina terduduk lesu dengan isakan tangis nya,,kata kata yang terucap dari mulut nya hanya memanggil kata "Ayahh".
"Ya tuhann,,,aku sangat merindukan ayah ku,,,ayahhh,,apakah kau disini,,,ayahhh,,,apakah tadi itu hanya bayangan ku,,,apapun itu,,yang pasti aku melihat jelas sosok ayahh,,".Ujar raina lirih seraya terisak.
Raina kemudian meraih foto yang ia taruh di atas nakas , ia memperhatikan foto itu,,foto kecil nya saat ia berada di gendongan ayah nya,,bagi nya hal itu adalah hal terindah yang tak akan pernah tergantikan dalam hidup nya.
~*BERSAMBUNG
HAI READERS JANGAN LUPA BUAT DUKUNG AKU YA😇*
follow me at instagram @azhramhrani🍭
terimakasih, semoga suka dengan karyaku😊