
Erik membawa raina ke cafe sekitar rumah sakit,ia meminta kepelayan cafe untuk membawakan handuk kecil dan air hangat untuk mengompres wajah raina serta sudut bibir nya yang terluka akibat tamparan amara.
"Raina tenang lah,,dia tidak akan menyakiti mu lagi".Ujar erik berusaha menenangkan raina yang menangis sesenggukan.
"Erik,aku tau perasaan ibu amara saat ini,ini salah ku erik,aku yang membuat alicia-".
"Dengan menyalahkan diri mu itu tidak merubah apapun,lebih baik sekarang kau tenangkan diri mu,yaa anggap saja ini adalah karma alicia yang selalu berbuat jahat pada mu".Ujar erik dengan santai nya.
"Erikk!".Hardik raina.
"Iyaa iya, maaf aku sudah lancang,,ya sudah sekarang kita obati dulu luka mu,kau tenanglah aku yakin alicia akan segera mendapatkan pengobatan yang terbaik ,ada nyonya amara disamping nya raina ".Ujar erik seraya memeras handuk nya dan hendak mengompres nya ke wajah raina.
"Aku sendiri saja erik,,".Ujar raina.
"Apa kau bisa melihat wajah mu sendiri,dan tau tepat bagian mana yang terluka?,,tanpa protes,, biarkan aku yang melakukan nya oke".Ujar erik tanpa mendengar jawaban raina ia langsung mengompres luka yang ada di wajah raina.
Raina menangisi sesuatu yang selalu membuatnya menderita,tapi justru tidak peduli pada diri nya yang sudah babak belur seperti ini,orang yang terlalu baik kadang sulit dimengerti,,.
Batin erik berceloteh.
-
3 HARI KEMUDIAN
Raina mencoret tanggal dikalender pada hari ketiga saat alicia dibawa kerumah sakit Q untuk menjalankan pemulihan kulit nya,alicia akan dirawat selama dua minggu lama nya untuk memaksimalkan pengobatannya.
Kini hanya raina sendiri dirumah,ia menjalankan tugas rumah seperti biasanya, tapi kini tugas yang ia lakukan terlihat lebih ringan dari biasa nya , karena kini dia sendiri yang mengatur kegiatan nya.
Ting,,,tong,,,.
Raina melangkah menuju pintu,lalu ia membuka pintu nya,tampak seorang pria berjas hitam,tinggi,bersama seorang wanita disamping nya.
"Maaf ada yang bisa saya bantu?".Tanya raina.
Pria itu menatap intens raina.
"Dengan nona Rainata armadja?".Tanya pria itu.
"Iya saya sendiri".Jawab raina.
"Ada yang ingin saya sampaikan,kalau boleh saya minta waktu nona sebentar?".Ujar pria itu.
"Ouh tentu,silahkan masuk".Ujar raina dan ia mempersilahkan kedua orang itu duduk,raina masih merasa heran karena ia merasa pernah melihat pria ini tapi ia tak tau kapan,dan dimana.
"Begini nona,perkenalkan aku alex,aku adalah asisten pribadi dari tuan armadja,jadi kedatangan ku kemari untuk menyampaikan amanah terkahir dari tuan armadja".Ujar alex
"Windi,,berikan berkas nya".Ujar alex pada wanita disamping nya lalu wanita itu menyodorkan Map kuning ke raina.
"Dengan ini aku tulis untuk putri ku Rainata Armadja,saat putriku telah beranjak dewasa maka aku serahkan aset ku berupa 75% dari seluruh saham yang aku punya,dan dengan di tanda tangani nya surat ini, maka putri ku Rainata Armadja telah menyetujui nya,dan resmi menjadi ahli waris dari Armadja company tanpa bisa di ganggu gugat".Gumam raina yang membaca isi Map itu.
"Inii??,,ini-".
"Itu adalah surat warisan nona yang telah tuan buat dari jauh jauh hari sebelum akhirnya tuan pergi,dan dia meminta saya untuk menyimpan surat ini sampai waktu yang tepat untuk saya berikan".Jelas alex itu.
"Itu semua memang benar nona,untuk yang di berikan pada nyonya amara adalah beberapa persen dari perusahaan yang tuan armadja punya,dan mungkin tuan armadja sudah bisa membaca situasi ini saat bagian warisan jatuh pada nyonya amara,dan untuk itu tuan membuat dokumen khusus untuk nona tanpa diketahui oleh nyonya amara sendiri".Jelas alex.
Ibu amara tidak tau jika ada beberapa saham yang dimiliki ayah,dan ayah menunjuk ku sebagai ahli aris perusahaan nya,tapi bagaimana bisa aku menjalankan nya sekarang,ini bukan waktu yang tepat,lagipula jika ibu amara tau dalam waktu ini ,aku takut jika dia akan kembali menjual atau bahkan membuat perusahaan ini hancur.
Batin raina.
"Aku tidak bisa tanda tangani ini,aku rasa ini bukan waktu yang tepat untuk aku menerima semua ini,aku akan tanda tangan jika benar waktu nya sudah tepat".Ujar raina.
"Baiklah nona,,tapi akan lebih baik jika nona menanda tangani ini sekarang,dengan begitu surat ini resmi atas hak mu,dan masalah saham aku akan menjalankan sebagaimana kerpercayaan tuan armadja pada ku sampai waktu nya nona yang akan mengambil alih posisi ini".Ujar alex.
Raina pun akhir nya menandatangani surat itu,dan memberikan cap sidik jari sebagai bukti nya.
"Baiklah,nona pegang surat ini dan jangan pernah jatuh ke tangan siapapun,,dan ini blackcard yang bisa kau gunakan untuk fasilitas mu,sesuai dengan perintah tuan armadja,kalau begitu terimakasih atas waktu nya,saya permisi".Ujar alex seraya menundukkan kepala nya sedikit lalu melangkah menuju mobil.
Raina menatap intens mobil yang melaju dan semakin lama mobil itu hilang dari jangkauan mata nya.
Hmm apa aku pakai saja kartu ini untuk melanjutkan sekolah ku,.
Batin raina seraya mengamati kartu yang ia pegang.
"Alicia??,,bagaimana kabar nya,tidak ada kabar apapun dari mereka,untuk kesekian kali nya aku merasa sendiri didalam hidup ku,tanpa orang orang yang aku cintai,dan juga tidak ada yang mencintaiku,justru sebaliknya,tapi setidaknya aku bertahan demi ayah yang selalu ingin melihat putri nya ini kuat,dan aku harus yakin jika suatu saat aku akan bertemu dengan orang yang mencintaiku layak nya ayah mencintaiku".Ujar raina seraya berjalan mengamati setiap pemandangan dihalaman.
DORRRR!!!!
"Hah!!!!!".Raina tersentak.
"Hahaha,ternyata kau lucu juga saat terkejut seperti tadi".Ujar erik seraya terkekeh.
"Kauu ini,,bukan nya minta maaf malah mengejek".Ujar raina.
"Heheh bukan mengejek raina itu pujian untuk mu,,hiih kau tidakkah berterimakasih".Celoteh erik.
"Kali ini jelas tidak,kau tau untung saja jantung ku ini kuat dan tidak lepas dari rongga nya".Ujar raina lalu ia tertawa terbahak bahak.
"Kau ini kenapa,,apa kau baik baik saja,,".Tanya erik namun raina masih tertawa.
"Aneh bukannya tadi dia marah yaa,tapi sekarang dia tertawa layaknya menonton komedi".Gumam erik.
"Wahhh kau ini memang ahli dalam style rambut??".Tanya raina.
"Hahh??,,aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan".Ujar erik yang makin dibuat bingung.
"Yaa gaya rambut seperti lampu taman yang sekeliling nya di tumbuhi rumputt".Ujar raina lalu tertawa kembali.
Erik pun meraba bagian kepala nya,ia terperanjat saat merasa kan sensasi licin saat ia mengusap bagian pucuk kepala nya,lalu ia menoleh kebelakang dan melihat pantulan diri nya di kaca.
"Rambutt kuu??!!,,kenapa jadi begini??,tidakk,,raina aku harus pergi,,kita bicara nanti lagi okee".Ujar erik dengan lantang seraya berlari menjauh dari raina,kini wajah nya sudah seperti kepiting rebus yang memerah karena merasa malu.
"Hahaha dasar, pria yang aneh,bahkan dia tidak sadar apa yang terjadi pada diri nya sendiri dan ikut terkejut".Gumam raina,tawa itu masih ada dan terlukis di raut wajah nya,kekonyolan erik mampu membuay raina tertawa lepas.