BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY

BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY
Sakit



Matahari mulai timbul dari ufuk timur,,,raina perlahan mengerjap ngerjap kan mata nya,,tubuh nya masih terasa sangat lemah,,kepala nya juga terasa berat dan sangat pusing,,ia hanya bisa melirik perlahan ke kanan dan kiri.


"Tap,,,tap,,,tap,.


(sayup sayup raina mendengar suara langkah kaki).


"CEKLEKK!


(pintu terbuka),.


"Hehh kauu!!,,bangunnn!".Hardik amara yang berdiri di ambang pintu , seraya meyenggol pipi raina menggunakan ujung kaki nya.


Raina yang masih merasa lemah hanya diam tanpa respon,,tentu saja hal itu membuat amara merasa jengkel,,amara pun segera melangkah menuju kamar mandi,,tak lama ia kembali dengan membawa seember air.


BYURRRR!!!


Tubuh raina kuyup seketika,,ia pun sedikit meringis karena dingin.


"Akuu menyuruh muu untuk bangunn,,,apa kau tuli ha!!".bentak amara,tanpa basa basi lagi amara kini meraih ujung baju raina dan menyeret nya keluar gudang,,dan setelah itu amara menghempaskan kasar tubuh raina ke lantai,,.


"Ii-i-b u,,ii".ujar raina terbata bata.


PLAKKK!!


satu tamparan keras mendarat di pipi kanan raina.


"Bodohh kauu!!,apakah kau sudah pikunn ha!!,,aku adalah majikan mu bodohh,,panggil aku nyonya!".Bentak amara.


'Yaa tuhan apa ini,,aku bahkan tak pernah menyangka ibu amara akan sekasar ini,,dia benar benar membenciku,,tidakkah sedikit pun kasih sayang yang ia curahkan pada ku,,,bahkan saat kondisi ku seperti ini,,


Batin raina.


"Hehh!!,aku tidak menyuruh mu untukk diamm,,cepat bangun,,dan kerjakan tugas muu!,,cepatt raina!".Bentak amara lagi.


"Ak,,,akh,, aku mmh,,".


"Ibuu ada apa inii,,,ya tuhan apakah tidak ada ketenangan dirumah ini,,inii masih pagii dann rumah sudah rusuh,,".Sahut alicia seraya mengoleskan masker ke wajah nya.


"Aliciaa,,tidakkah kau melihat babu kitaa ini yang tidak tahu diri,,sudah hampir jam 8 pagi dia belum juga bangun,, dan aku muakk dengan drama babu ini,,kau berpura pura terlihat lemah agar aku kasihan pada muu!!,,begituu hah raina!!".Bentak amara.


"**,,to,,tlong,,aku lapar,,".Ujar raina lirih.


"Lapar?!,,babu yang malang,,,ingattt raina kau boleh makan,,, saat semua pekerjaan mu sudah beress!!,dann jika kau tidak melakukan nya dengan baik,,maka kau tidak akan dapat makan walau hanya seujung sendok!".Hardik amara.


"Ibuu,,,tidakkah kita terlalu jahat membiarkan dia bekerja tanpa makan,,biar kan lah dia makan dulu,,bagaimana mungkin tubuh selemah ini dapat bekerja".Ujar alicia dengan nada lembut tapi terkesan mengejek.


"Alice,,apa apaan kau ini".Ujar amara.


"Tunggu sebentar ibu,,,"Ujar alicia kemudian ia berlalu menuju ke meja makan,,.


'Hfthhh,,,, apa lagi ini,,,,.


Batin amara.


.


.


"Ini diaa,,raina kau kelaparan kan,,ini aku bawakan sup untuk mu,,ini makan dulu,,,kau tadi bilang laparkan".Ujar alicia dengan membawa semangkuk sop,,.


Semangkuk sop itu tampak lezat,,namun saat aroma nya tercium,,sungguh itu sama sekali tidak seperti sop pada umum nya,,melainkan bau seperti makanan busuk.


"Uhh,,,alice apa yang kau bawa ituu,,kau membuat ibu mual".Ujar amara seraya menutup hidung nya.


"Haha,,maaf ibu,,habisnya hanya daging ini yang tersisa,,ayo raina makan ini,,kau pasti sangat laparkan".Ujar alicia seraya menyodorkan mangkuk sop itu ke arah raina.


"Yaa sudah,,biar aku suapkan,,kemari,,".Ujar alicia yang memotong ucapan raina.


Raina menggeleng dan berusaha menggerakkan tubuh nya sedikit menjauh dari alicia,,alicia pun tak tinggal diam ia segera menarik kuat rambut raina dan membuat raina tersentak.


"Alice,,,lep,,lepaskan,, all".Ujar raina terbata bata.


"Diammm,,ibu bantu aku,,,lihat aku sudah susah payah membuat sup ini tapi dia menolak,,dasar babu tidak tahu diri!".Ujar alicia,,amara yang melihat hal itu pun menepiskan senyum licik nya,,dan kemudian ia mendekat kearah raina.


"Sudahh,,biar ibu yang menyuapi makanan ini,,alice kau cukup pegang dia,,".Ujar amara dan alice pun mengiyakan nya.


"**,,tidak,,".Ujar raina seraya memberontak,,namun alicia meregang kuat diri nya yang masih lemah itu,, kini di tambah amara yang mencengkram kedua pipi raina dan mulai menyodorkan sesendok sup itu kemulut raina.


"Uekkk!!".Raina memuntahkan sup yang tadi masuk kemulut nya,,ia tidak bisa menahan rasa mual nya yang ia rasakan saat memakan sup daging yang sudah busuk itu.


"Shittt!!!!".Umpat amara.


"Rainaaa!!!,,".Bentak alicia.


"Baikk,,kau yang memulai ini rainaa".Ujar amara dengan ekspresi yang tak dapat di artikan,,dengan emosi nya amara ingin menumpahkan sup panas itu ke wajah raina,,.


'Ting,,tongg,,


(Bel berbunyi).


Amara pun sontak menoleh ke sumber suara,,dan bell rumah nya berbunyi lagi.


"Hfthhh,,,kau selamat untuk saat ini raina,,,alice tolong kau tetap disini,,jangan sampai babu ini bersuara,,apalagi berusaha memberontak".Ujar amara,,alicia pun mengiyakan,,setelah itu amara berlalu menuju ruang tamu.


Sesampai nya didepan amara segera membuka pintu nya,,terlihat seorang wanita berkemeja putih,,dan pria berjas hitam.


"Pagii,,dengan nyonya amara?".Sapa pria itu.


"Pagii,, iya saya amara,,".Balas amara.


"Boleh kami minta waktu nya sebentar nyonya".Ujar pria itu.


"Ouh ya tentu,,silahkan masuk,,".Ujar amara,,seraya mempersilakan kedua orang itu untuk duduk diruang tamu.


"Jadi begini,,kami disini datang untuk membahas tentang restoran X yang dijalankan oleh nyonya,,dan saya sendiri merupakan utusan dari perusahaan C untuk menawarkan kerja sama,,jadi dalam beberapa bulan kedepan perusahaan kami akan mengadakan event,,dan kami disini ditugaskan untuk mencari restoran yang bisa kami jadikan sponsor untuk perusahaan kami,,salah satu nya restoran X".Ujar pria itu.


"Ouhh ya,,sangat menarik sekali,,padahal aku baru saja menyebar brosur menu , brosur denah nya , dan yaa,,,disini aku juga bisa mendapatkan pelanggan lebih banyak,,".Gumam amara.


"Dan nyonya untuk selanjutnya nya anda bisa membaca proposal yang kami bawa ini,,jika nyonya tertarik,,nyonya bisa langsung datang keperusahaan kami,,dan jangan lupa untuk membawa proposal ini dan kartu ini".Ujar pria itu.


"Ouhh baiklah,,aku pasti akan mempertimbangkan ajuan ini".Ujar amara.


"Kalau begitu kami permisi dulu , terimakasih atas waktu nya nyonya,,".Ujar pria itu seraya berjabat tangan dengan amara,,setelah itu kedua orang itu pun berlalu.


Amara kembali duduk dan melihat kartu yang diberikan oleh pria itu,,,amara mengernyitkan kening nya.


"Davidson alexander??,,,nama ini seperti nya tidak asing bagi ku,,apakah mungkin ini david,,,hahah tidakk,,nama davidson alexander itu tidak hanya satu,,lagipula mana bisa orang seperti dia menjadi pembisnis hebat".Gumam amara.


~BERSAMBUNG


HAI READERS JANGAN LUPA LIKE , KOMEN, DAN VOTE NYA YA,, KARENA ITU PENTING BUAT AUTHOR 😇


hai mohon maaf kalau ip nya lama hehe,,tapi author usahain bakalan rajin up kali ini karena berhubung udah selesai ujian,,hehe semoga suka dengan cerita nya


😊🙏


Follow me at instagram @azhramhrani🍭