BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY

BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY
Penolong



Di perusahaan D'JOHANNES.


Felix tampak fokus menyelesaikan pekerjaan nya , tak lama felix melihat berkas yang di simpan didalam Map merah itu , berkas itu merupakan proposal atas laporan kerja sama dengan perusahaan Emerald'corp, Felix tampak tertarik dengan perjanjian bisnis itu,lalu felix meraih telfon kantor nya dan menghubungi salah satu nomor.


"Aku menginginkan informasi selanjutnya dari perjanjian kerja sama kita dengan perusahaan Emerald'corp,aturkan jadwal meeting berikut nya".Ujar felix,lalu ia memutuskan sambungan telfon nya.


tok,tok,tok,,.


Seseorang mengetuk pintu.


"Masuk,".Ujar felix datar.


Tak lama tampak seorang wanita berbalut kemeja merah dan jas putih nya, serta memakai celana berwarna putih masuk keruangan felix sambil membawa Map coklat nya.


"Permisi tuan".Ujar wanita tersebut dengan sopan,felix mengarahkan pandangan nya ke arah wanita itu,lalu kembali memandang berkas yang ada ditangan nya.


"Taruh saja berkas nya di atas meja ku".Ujar felix datar dan masih fokus dengan berkas ditangan nya.


Wanita itu menaruh map cokelat yang dibawa nya tadi.


"Kalau begitu saya permisi tuan".Ujar wanita itu seraya menunduk hormat,kemudian berlalu dari hadapan felix.


Wanita itu tak lain adalah Alicia,ia sudah melamarkan diri nya untuk bekerja di perusahaan pusat milik felix,dengan surat laporan nya yang sangat mendukung ditambah alicia yang bisa menjawab setiap pertanyaan yang di ajukan oleh HRD dengan tangkas dan tepat, membuat alice lolos untuk bisa bekerja disini walaupun masih dalam tahap training setidak nya alice bisa menjadi mata mata untuk ayah nya.


.


.


.


Di mansion C (yang ditempati raina).


Ada banyak pekerja disini,tapi mereka selalu sibuk dengan tugas mereka,,berapa gaji yang diberikan oleh tuan besar itu sampai sampai pekerjaan yang dilakukan ini seolah olah tidak ada habisnya.


Batin raina.


Raina mendorong roda nya untuk pergi ke teras depan,raina ingin sekali menghampiri bangku taman di halaman depan itu ,.


Namun teras dimansion ini memiliki beberapa anak tangga untuk dituruni,raina melirik kesekitar tidak ada siapa siapa,tiba tiba dia teringat akan perintah dari felix yang melarang nya untuk keluar dari mansion ,tapi karena kegundahannya raina mengabaikkan perintah itu'Toh tidak ada siapa siapa juga disini'.Pikir raina.


Raina mendorong kursi roda menuju ke tepi lantai teras.


"Disana tampak nya menyejukkan,tapi tidak mungkin aku bisa kesana,jika aku meminta bantuan dari salah satu pekerja disini mereka pasti membawa ku masuk kembali kedalam,,,hfthhh tuhan kapan aku bisa terbebas dari semua masalah ku ini,wili kau sendiri dimana dan apa kabar mu,tidak ada kabar apapun dari mu,dan kenapa kau tidak kemari,apa kau mengingkari janji mu".Gumam raina lesu.


Tangan nya memainkan roda kursi nya , entah apa tujuan nya,mungkin raina hanya ingin meyalurkan rasa gundah nya,,memajukan memundurkan roda nya,tanpa sengaja raina menekan alat penahan kursi roda itu dengan siku nya,,saat raina memutar maju roda kursi nya,.


kursi roda raina malah berjalan lebih kencang dari yang raina bayangkan,sementara kursi roda raina berada ditepi lantai teras,hal itu membuat kursi roda nya berjalan laju menuruni anak tangga diteras,lalu kursi roda itu terbalik bersamaan dengan raina.


Alhasil raina jatuh terlempar ke halaman teras,sementara kursi roda itu jatuh menimpa nya.


BRAKK!!


"Argg,,tolongg,,seseorangg".Ujar raina setengah berteriak,ia merasa sakit saat kursi roda itu menimpa bagian pinggang serta kaki nya.


"Tolongggg!!".Teriak raina dengan kuat.


"Nonaa!!,".Ujar seorang pria memakai kaus putih dilapisi jaket cokelat itu,,pria itu adalah dokter axel..


Dokter axel membalikkan kursi roda itu keposisi semula, kemudian ia menggendong raina agar kembali duduk di kursi roda.


"Nona apakah anda baik baik saja??!,apakah ada rasa sakit yang parah?!".Tanya dokter axel dengan cemas.


"Kening mu terluka nona,,mari biar saya obati".Ujar dokter axel lalu ia mendorong kursi roda raina ke halaman depan tepat di dekat bangku taman itu.


Dokter axel tampak berlari menuju mobil X milik nya,dan ia kembali membawa sebuah kotak medis dan satu tas rajut oren,dokter axel mulai membersihkan luka raina,raina sedikit meringis saat dokter axel menyentuh luka nya,dan setelah itu dokter axel menutup luka raina dengan handiplas.


"Terimakasih dokter karena sudah membantu ku,aku tidak habis fikir jika tidak ada dokter,ngomong ngomong bagaimana bisa dokter ada disini,,hmm jadwal untuk terapi akan dilakukan besok lusa bukan?".Tanya raina yang tampak bingung.


"Ouh ya nona benar,,maaf sebelum nya,aku kemari karena ingin bertemu dengan rekan ku ,dan kebetulan sekali istri rekan ku itu merupakan pakar dalam obat obatan herbal,,ia memberiku ramuan herbal ini untuk meningkatkan stamina dan daya kerja saraf,saat itu aku mengingat mu dan aku memilih untuk singgah kemari karena jarak mu dekat dengan rumah rekan ku,ya sudah sekalian aku ingin memberikan ramuan herbal ini untukkmu".Ujar dokter axel lalu menyodorkan tas rajut itu ke arah raina.


"Ouhh,tapi bukankah ini diberikan untuk mu,aku merasa tidak enak".Ujar raina.


"Dia memberiku dua botol,tidak ada salah nya jika aku memberi mu satu botolnya,dan lagipula ini sangat bagus untuk kesehatan dan mungkin ramuan ini bisa membantu pemulihan mu".Ujar dokter axel.


"Baiklah,,terimakasih sebelum nya dokter karena sudah menyempatkan waktu untuk kemari,kau memang dokter yang sangat memperhatikan pasien,aku rasa tidak salah jika tuan singa itu memperkerjakan mu sebagai dokter andalan nya".Ujar raina tanpa disadari.


"Singa?".Tanya dokter axel dengan tampang heran.


"Ee,tidakk maksud ku tuan besar,lupakan saja,,".Ujar raina yang nampak gugup.


Dokter axel mengangguk kecil,,meskipun ia masih heran atas ucapan raina, namun ia tidak memikirkan hal itu.


"Baiklah nona aku hanya ingin mengantarkan ramuan itu saja,,aku berharap kondisi mu semakin membaik kedepannya,sehingga jadwal terapi mu bisa terus berjalan,,hmm".Ujar dokter axel,ia melihat kesekitar tidak ada siapa siapa,.


"Dimana penjaga disini?,tidak ada yang menemani mu pelayan atau asisten?,satupun?".Tanya dokter axel yang melihat suasana di sekitar mansion tampak sepi.


"Hm aku rasa para pelayan masih sibuk dengan pekerjaan mereka,dan penjaga aku kurang tau,,tidak masalah aku bisa masuk sendiri lewat pintu samping".Ujar raina seraya mengangguk meyakinkan.


"Hm tidak ada yang mengetahui ataupun segera untuk menolong jika terjadi sesuatu pada mu lagi,,mansion ini begitu luas bahkan teriakan mu tidak terdengar sampai kedalam,biar aku antar nona masuk setelah itu aku akan segera pamit".Ujar dokter axel dengan sopan.


"Dokter terimakasih sekali lagi,,aku berhutang budi untuk bantuan mu tadi".Ujar raina.


"Tidak masalah nona,,aku sudah menganggap itu sebagai tugas ku untuk menolong,sebentar nona".Ujar dokter axel lalu ia mendorong kursi roda raina menuju ke halaman samping yang terdapat pintu menuju keruang tengah.


"Baiklah nona raina,aku permisi dulu".Ujar dokter axel.


"Dokter kau bisa memangil ku raina saja,nona terlalu formal untukku,,untuk gadis biasa seperti ku tepat nya".Ujar raina dan menyambung dengan kata hati nya.


"Baiklah jika kau tidak keberatan,,raina,hm mungkin kau juga bisa memanggil ku axel".Ujar dokter axel.


"Bagaimana mungkin,aku memanggil mu itu sesuai dengan gelar mu,dokter axel".Ujar raina.


"Hmm panggilan itu hanya untuk pasien ku,,tapi aku menganggap mu lebih dari pasie--, ehmm aku sudah menganggap mu sebagai teman ku,itu saja".Ujar dokter axel yang nampak gelagapan.


"Kau menganggap aku sebagai teman mu?,,sungguh,dokter sehebat dirimu ingin berteman dengan pasien wanita lumpuh seperti aku".Ujar raina yang tampak meragukan perkataan dokter axel.


"Dimana permasalahan nya?,sehari saat aku mengenal mu,kau adalah gadis yang kuatt,bahkan dalam kondisi mu seperti ini kau masih terlihat ceria sedikitpun tidak ada raut wajah sedih,ingat keterbatasan fisik itu bukan kekurangan,,itu adalah suatu anugerah disaat kau dapat memahami nya,kau gadis yang kuat aku yakin,dan aku disini orang yang di minta untuk membantu mu dalam pemulihan,aku merasa beruntung karena bertemu dengan orang seperti mu".Ujar dokter axel.


"Kau terlalu memuji ku,,aku tidak sekuat itu ,hanya berusaha,terimakasih sebelum nya,suatu kehormatan bisa menjadi teman pasien mu."Ujar raina sembari tersenyum.


"Jadi mulai hari ini kau dan aku bukan hanya sekedar dokter dan pasien,tapi adalah teman yang akan membantu mu selalu."Ujar dokter axel seraya mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan.


"Senang bisa kenal dengan mu axel."Ujar raina seraya menjabat tangan axel mereka pun saling melempar tawa .


"Baiklah raina aku permisi dulu,,aku harap tidak ada kejadian buruk yang terjadi lagi,berhati hati lah lain kali,."Ujar dokter axel.


"Aku akan berhati hati,aku janji".Ujar raina dengan penuh yakin lalu menepiskan senyum nya,dokter axel membalas nya dengan senyuman pula,lalu dokter axel segera berlalu.


Dia mengatakan hal yang sama seperti ayah,entah kenapa saat aku melihat nya,aku merasa jika sosok ayah hadir didalam dirinya,padahal aku baru mengenal nya dua hari,entahlah.


Batin raina.