
Raina diseret paksa agar kembali masuk kedalam ruang perawatan,sementara felix menyimpang ke arah yang berlawanan ia masuk kedalam ruangan,ruangan itu adalah ruang pribadi nya.
Felix menuju meja kerja dan membuka laci,felix mengambil sehelai sarung tangan transparan yang sangat tipis,lalu ia mengoleskan gel berwarna biru ke sarung tangan yang telah ia gunakan ditangan kanan.
................
"Lepaskan,,,lepaskann,,,,erghh".Berontak raina seraya mengangkat ngangkat kaki nya dan hendak menendang para pria yang merenggang nya.
BRUKK!!
Para pria itu mendorong raina ke arah ranjang besi ,,hal itu membuat raina jatuh tersungkur kelantai sementara siku tangan nya menghantam kaki ranjang.
"Aww!!!!!,,sshh".Lenguh raina perlahan ia bangun dan membalik kan tubuh nya,ia memegang siku nya yang terasa sakit.
"Jika kau diamm dan menurutt kami tidak akan bertindak kasarrr!!,,jadi jangan salahkan kami jika kau merasa sakittt!!".Ujar salah satu pria dengan nada meninggi.
"Aku hanya meminta kalian untuk membawa gadis ini kemariii!!,,hanya MEMBAWA!,bukan menyiksa!!,lancanggg kaliann!!!".Ujar felix dingin dan terkesan mengerikan,ia sedang berdiri diambang pintu dengan memasukkan kedua kedua tangan nya ke saku celana.
Felix berjalan dengan gagah nya ia mendekat ke arah raina lalu berbalik menghadap para bodyguard nya dengan raut wajah yang datar terkesan dingin sehingga membuat suasana seakan membeku.
"Pergi".Ujar felix datar.
"Maaf tuann atas kelancangan ku,,".Ujar salah satu pria,ia mengangguk hormat lalu melangkah ke arah luar,diikuti dengan bodyguard yang lain,tak lupa pintu itu ditutup dan dikunci dari luar oleh bodyguard itu.
Felix berbalik meghadap raina,,raina yang sadar akan hal itu,hanya menatap balik dengan rasa takut,felix menghela nafas nya pelan,lalu ia berjongkok menyamakan posisi nya dengan raina.
"Apa kau terluka??,,".Tanya felix datar.
Raina menggeleng pelan."Lepaskan aku tuann,,aku mmhon".Ujar raina lirih serta gugup karena ia merasa takut saat felix menatap nya intens.
Felix tersenyum mengejek saat mendengar perkataan raina,ia kembali berdiri lalu felix menjulurkan tangan nya,raina yang merasa takut enggan untuk menerima uluran tangan felix,raina hanya menyeret tubuh nya mundur.
Gadis bodoh,,bisa bisa nya dia menolak ku!!,lihat berapa banyak wanita yang rela menjual harga diri nya agar bisa bersama ku!
Batin Felix.
"Kau ingin keluar atau tetap berada disitu sepanjang hidup mu!".Ujar felix tegas.
Raina berdiri seketika,ia menatap felix dalam.
"Apa kau akan membiarkan aku pergi tuann,,terimakasihh,,terimakasih sekali,,,permisi".Ujar raina sumnringah dengan segera ia berjalan menuju pintu dan hendak membuka nya,namun pintu itu terkunci.
"Berbicara tanpa mendengar perkataan orang adalah tindakan yang bodoh,,untuk apa aku membawa mu kemari jika akhirnya aku membiarkan mu pergi dari sinii!!!,hhh".Ujar felix ia berjalan mendekat ke arah raina.
"Berhentii disanaa,jangan mendekatt,,sekali lagi aku mohon lepaskam akuu".Ujar raina.
"Kalau begitu jangan pernah bermain main dengan ku,,kau sendiri yang membawa dirimu ini ketempatku,dan aku tidak akan pernah melepaskan mu!!!".Bentak felix.
"Aku tidak tau tentang ini semua aku hanya korbann,kalian benar benar jahat,,kalian kotorr,,kalian menjijikan,bahkan kalian tidak ada bedanya dengan hewan liar diluar sanaa!!,kalian tidak pernah memikirkan perasaan orang lainn, kalian hanya peduli pada kepuasan kaliann,,,dan aku tidak akan pernah memberikan kehormatan ku pada pria murahan!!".Hardik raina.
"Tutup mulutmuu!!,,lihatlah pada siapa kau sedang berbicaraa!!,,kehormatan mu?!,aku kau sebut pria murahan?!!,,apa kau tidak lebih rendah dari kata murahan nona?,berfikirlah sebelum berbicaraa,tidak ada yang menginginkan sampahh!".Ujar felix datar terkesan sinis.
"Kalau begitu biarkan sampah ini keluar dari tempat mu,,kau tidak menginginkan sampah bukan??,, lepaskkan akuuu!".Ujar raina setengah berteriak tatkala air mata nya sudah jatuh membasahi pipinya.
Aku tidak mengerti kenapa orang bodoh ini bisa menjadi bagian dari alexanderr,.
Batin felix.
"Akan kubuat kau mengerti,,tentang tujuanku membawa mu kemari!".Ujar felix dengan aura dingin nya.
Felix menarik tangan raina dan membawa raina keluar dari ruangan,sementara saat berada diluar ruangan raina berusaha memberontakk agar tangan nya bisa lepas dari cengkraman felix,,tapi sia sia tenaga nya tak sebanding dengan tenaga felix,,tak putus asa raina mengarahkan wajah nya ke tangan felix lalu dengan cepat ia menggigit punggung tangan felix dengan sangat kuat.
Raina segera mengambil kesempatan untuk berlari dari felix ,raina berlari kencang ke arah pintu yang menuju lantai bawah,,namun belum sempat mencapai ganggang pintu,,raina merasa diri nya tertarik ke arah belakang.
BRUKK!!
Felix menarik raina hingga terjungkal kebelakang lalu felix mengunci tubuh raina dengan berada diatas raina.
"Jangan sok untuk lari dariku,,berkaca dulu sebelum kau melihat lawanmu!".Ujar felix seraya tersenyum sinis.
......................
Tepat dihunian nomor 507.
"Selamat datang dirumah baru ini istrikuu,,".Ujar davidson seraya tersenyum lebar.
"Waww aku menyukai rumah nya,tapi akan terasa sangatt jika alice ada disini,,aku mohon padamu david, cepat bawa alice kembali pada ku,tepati janji mu".Ujar amara seraya mengenggam tangan david.
"Kau tidak usah cemas,,akan kupastikan alice baik baik saja dan akan segera kembali bersama kita,dan aku akan membuat gadis itu membayar semuaa atas perbuatan nya".Ujar david lalu ia memeluk amara dengan erat,,sementara
mata nya membara menahan amarah.
Kau dan putri mu,,,adalah dua hal yang telah merenggut kebahagiaan ku,,pertama kauu armadja ,kau merenggut wanita yang sangat aku cintaii,,dan sekarang putri mu yang membuat putri ku harus berada ditempat menjijikan itu,,aku memang belum sempat membalaskan dendam ku pada mu karena ajal lebih dulu menjemput mu,tapi setidaknya putri mu masih hidup,dia yang akan membayar semua dendam ku padamu,,dan atas tindakan nya!.
Batin davidson.
.
.
.
"Gadis berusia 17th Rainata Armada merupakan putri dari Armadja Johannes,ia mempunyai seorang ibu bernama Amanda dan satu saudara tiri,alamat terakhir nya bertempat dijalan House ambassador Kota P.".Ujar jack seraya melihat ke arah laptopnya,lalu ia melirik ke arah wilson yang sedang duduk dihadapan nya.
Rainataa Armadja??,,sepertinya nama itu tidak asinggg,apaa dia??,,tidakk aku tidak boleh asal menebakk nama Rainata didunia ini tidak hanya satu,,wilsonn bodohnya kau tidak tau kepanjangan reinn,,
Batin wilson.
"Apa yang membawa dia kemari,,kau sudah dapat informasi nya?".Tanya wilson.
"Dia kemari bersama segerombolan pria seperti nya para bodyguard ,,dan mereka adalah orang orang yang berkaitan dengan bisnis ilegal contoh lainnya adalah Mafia,,aku tidak tau pasti apa kaitan nya gadis itu dengan orang orang ini,,hanya ada dua kemungkinan dia adalah incaran mereka,,atau dia bagian dari mereka".Ujar jack.
Wilson mengangguk pelan sementara sorot mata nya tampak serius melihat kesembarang arah.
"Baiklahh,,,kerja baguss,,selanjutnya kau cari siapa yang memperkerjakan para bodyguard itu,aku tidak mau kita salah langkah,,dan terakhir cari juga informasi derail dari keluarga gadis itu,aku akan kembali kemansion".Ujar wilson
Ia bangkit dari duduk nya bersama dengan jack,lalu wilson melangkah keluar dari Cafe menuju parkiran diikuti jack dibelakangnya sembari membawa tas hitam ditangan kanan nya.
Setelah sampai diparkiran.
"Jack sebelum kau mendapat informasi selanjutnya dan dalam 12 jam kedepan jangan hubungi aku atau felix,,ini bawa benda ini untuk mempermudah pekerjaan mu".Ujar wilson seraya menyodorkan kotak hitam kecil pada jack.
Jack menerima barang itu lalu ia membukakan pintu mobil untuk wilson.
"Terimakasih,,aku harap dalam dua belas jam kedepan juga aku akan mendapatkan informasi nya".Ujar wilson dibalik jendela mobil sementara tangan nya sudah berada di setiran mobil.
"Aku pasti akan mendapatkan nya dalam dua belas jam kedepan tuann".Ujar jack seraya mengangguk hormat.
Lalu wilson menutup kaca mobil dan segera melaju dari parkiran Cafe,,sementara jack masuk kedalam mobil Sedan berwarna hitam dan tak lama ia juga melaju dari parkiran cafe.
-BERSAMBUNG