BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY

BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY
Terapi pemulihan 1



Tak lama mobil yang dinaiki felix tiba di bandara.


"Hm kalian tunggu disini,,bibi ingin ke toilet sebentar".Ujar bibi aletta dan di iyakan oleh kedua pria itu.


"Felix katakan kemana kau membawa reinn,,aku tidak yakin jika rein akan baik baik saja saat bersama mu".Ujar wilson.


"Kenapa kau begitu mengkhawatirkan diri nya,dan malah meragukan saudara mu sendiri,,cukup pikirkan pekerjaan mu aku tidak ingin gara gara gadis itu kau tidak konsentrasi dalam pekerjaan".Ujar felix datar.


"Felix kenapa dengan mu,,sekarang cukup katakan dimana rein,aku ingin sekali menemui nya,aku fikir jika aku bisa berpamitan pada nya saat aku akan keparis,tapi karena mu aku bahkan tidak tau rein ada dimana sekarang".Ujar wilson kesal.


Tak lama terlihat bibi aletta berjalan mendekat ke arah mereka.


"Kalau terjadi hal yang buruk pada rein, aku tidak akan segan untuk memberi mu pelajaran felix,rein adalah gadis yang aku cintai,,oke aku memberi mu toleransi untuk hal ini,tapi tidak lebih,aku rasa kau bisa mengerti tentang fikiranku".Ujar wilson.


"Ouh,penerbangan nya 10 menit lagi,,felix bibi pamit dulu,,ingat utamakan kesehatan mu nak,bibi akan menunggu kabar mu untuk menyusul keparis".Ujar bibi aletta seraya mengecup kening felix, dan kedua nya saling berpelukkan,.


Sementara wilson wajah nya masih terlihat datar menatap felix,felix memaklumi sikap wilson,dan jujur hal itu mampu membuat felix geleng geleng kepala.


.


.


.


Tak terasa sudah tiga hari berlalu,dan selama tiga hari itu juga felix tak kembali ke mansion di daerah pegunungan yang di tempati raina.


Ada kebahagiaan dan kelegaan sendiri yang raina rasakan saat tak bertemu dengan felix,pagi ini raina tengah bersiap memakai baju seusai mandi,dan kebetulan pagi ini raina akan melakukan terapi sekaligus berlatih pada kaki nya,sedikit takut tapi raina sangat berharap jika dalam waktu dekat ada kemajuan dari dirinya.


"Permisi nona,,dokter sudah datang dan sekarang dia sedang menunggu nona di ruang tamu".Ujar salah seorang pelayan yang datang kekamar raina.


"Ouh baiklah bi,aku akan segera menemui nya".Ujar raina,lalu raina merapihkan sedikit rambut nya,raina tak ingin jika nanti terapi dan berlatih nya terganggu oleh rambut panjang nya,raina memilih untuk menyanggul rambut nya,hanya tersisa rambut rambut halus nya yang menggerai di leher dan di selipan daun telinga nya membuat tampilan raina terlihat seksi terkesan imut.


Pelayan yang membantu raina dalam bersiap pun segera mendorong kursi roda itu menuju keluar kamar.


Raina sampai di ruang tamu,terlihat sosok pria mengenakan kemeja hitam dan jas dokter putih nya.


"Permisi dokter".Tegur raina membuyarkan pandangan dokter itu yang memandang ke arah taman samping,dokter itu menatap lekat raina dengan tatapan terkesima.


"Nona raina?".Tanya dokter itu.


"Iya saya raina,maaf membuat dokter menunggu".Ujar raina seraya tersenyum kecil.


"Tidak apa apa,".Ujar dokter itu seraya tersenyum balik.


"Kenalkan saya axel,dokter yang akan menangani nona selama masa pemulihan,dan suatu kehormatan bisa diberi kepercayaan oleh tuan felix untuk menangani kerabat nya,"Ujar dokter itu.


Raina tersenyum tipis seraya mengangguk kecil.


"Saya berharap jika ini akan menjadi awal yang baik,,dan saya percayakan kembali ini semua pada dokter".Ujar raina.


"Saya akan berusaha semampu saya,,tapi pendorong utama untuk ada pulih adalah diri anda sendiri,semangat nona,dan fikiran positif dari nona ".Ujar dokter axel.


"Apa kita mulai sekarang?,semakin cepat saya rasa akan lebih baik".Ujar dokter itu lalu raina menyetujui nya.


Raina memilih untuk terapi di halaman belakang,mengingat disana lebih lapang dan rindang,ditambah pemandangan hijau yang menyegarkan mata raina rasa dapat menambah semangatnya untuk melakukan terapi.


Dokter axel memberi langkah awal untuk melakukan terapi,mulai dari menotok saraf pada ujung jari kaki raina.


Raina merasa sakit saat dokter axel menekan pada bagian jempol kaki nya,raina menggigit tangan nya untuk menyalurkan rasa nya.


"Apa terasa sakitt?!".Tanya dokter axel yang tak sengaja melihat raina menggigit tangan nya.


"Sedikit,aku merasa lutut ku bergetar,seperti di setrum".Ujar raina yang terlihat takut,dokter axel terlihat menahan tawa nya.


"Itu perkembangan yang sangat baik nona,artinya tubuh mu merespon dari terapi saraf ini,anda hanya perlu rilex sedikit".Ujar dokter axel.


"Okey,,".Ujar raina lalu ia menghirup udara sedalam dalam nya dan menghela nya dengan lembut.


Manis sekali.


Batin dokter axel.


Selang 15 menit terapi raina selesai,dan siap melanjutkan latihan gerak pada kaki nya.


"Hfthh padahal aku tidak bergerak banyak,,tapi aku sudah berkeringat seperti ini".Ujar raina seraya menyapu keringat dikening nya menggunakan punggung tangan nya.


Terlihat dokter axel menyerahkan sapu tangan untuk raina,raina menatap sapu tangan itu lalu mendongakkan kepala nya melihat si pemberi sapu tangan itu.


"Ambillah,nona sangat bersemangat untuk terapi pertama ini,aku senang melihat nya".Ujar dokter axel.


"Terimakasih,,".Ujar raina lalu mengambil sapu tangan dari dokter axel.


"Sudah siap berlatih pergerakan nya?".Tanya dokter axel setelah raina meneguk air putih.


"Hmm,,".Gumam raina seraya mengangguk kecil,tapi terlihat ekspresi ragu dari wajah nya ,raina mengingat saat ia jatuh terakhir kali di kamar nya itu sangat sakit sekali.


"Hei ada apa?,nona takut?".Tanya dokter axel,ia menjejerkan posisi nya dengan raina,seraya menekuk lutut nya.


"Sedikit,terakhir kali aku terjatuh dari kursi roda,kaki ku terasa sangat sakit".Ujar raina.


"Percaya pada ku,ini tidak akan seburuk yang nona fikirkan,,cukup yakinkan diri anda,,ya mungkin akan banyak kendala di latihan awal ini,tapi bukankah harapan nona ingin segera pulih?, menggerakkan kedua kaki anda lagi,bisa berjalan kembali,atau mungkin ada keinginan yang nona harapkan saat kedua kaki nona kembali pulih,aku akan selalu berada disamping nona,nona tidak akan terjatuh,tenanglah".Ujar dokter axel dengan penuh keyakinan,berharap bisa mengusir rasa takut dari raina.


"Baiklah kita mulai sekarang,".Ujar raina seraya meyakinkan diri nya,setelah mendengar ucapan dokter axel raina sedikit bisa mengusir rasa takut nya.


Dokter axel menyiapkan beberapa alat penopang tubuh untuk menjadi pegangan raina.


Raina mulai memegang kedua tiang besi dihadapan nya,dokter axel sedikit membantu raina untuk berdiri,saat raina mencoba menarik tubuh nya untuk berdiri dengan bertumpu pada kedua tangan nya,raina tidak merasakan kaki nya sama sekali dan itu membuat nya hilang keseimbangan,raina ambruk ke atas kursi roda.


"Arggh,, ssshh".Ringis raina,ternyata memang terasa sulit untuk melakukan latihan awal ini.


"Okee nona coba lagii,,hirup nafas mu dalam dalam,,buang dan rilex,,merasa lebih baik?".Tanya dokter axel,raina mengangguk yakin,dan kembali mencoba untuk berdiri,hal yang sama terjadi raina terduduk kembali di kursi roda,,sudah 8


kali raina mencoba tetap merasa sulit untuk berdiri.


"Baikk,ini hal yang wajar,nona tidak perlu merasa cemas,,untuk sekarang rilex kan diri nona,3 menit lagi kita coba kembali".Ujar dokter axel.


Hfthhh,,,ini sangatt sulitt, aku merasa seperti tidak punya kaki,,,tidakk raina kau tidak boleh patah semangatt,kau harus yakin jika kau bisa,ingatlah pada singa ganas menyebalkan itu,kau tidak boleh bergantung lebih lama pada nya.


Batin raina.


"Dokter aku ingin mencoba nya sekarang,lagipula aku baru mencoba beberapa kali,bukankah lebih cepat lebih baik,,itupun jika kau tidak keberatan".Ujar raina yang tiba tiba terlihat bersemangat.


"Tentu tidakk,,semangat yang bagus nona,baru kali ini aku melihat pasien yang sangat bersemangat seperti mu,baiklah ayoo".Ujar dokter axel yang ikut bersemangat


Perlahan raina berusaha untuk berdiri,sedikit terasa keram dan sakit, tapi raina mencoba untuk mengalihkan nya dan fokus untuk berdiri,raina hampir bisa,ia berpegangan kuat pada kedua besi itu untuk menopang tubuh nya.


"Oke baguss,sedikit lagi,,aku yakin nona bisa!,ayo sedikit lagi".Ujar dokter axel yang ikut terlihat antusias melihat raina yang hampir berdiri meskipun belum terlalu sempurna,tapi bagi dokter axel ini adalah perkembangan yang sangat baik pada tahap awal latihan.


"Ergh,oke,,raina kau bisa,kau bisa raina".Gumam raina yang tampak mengeluarkan semua tenaga yang ia punya untuk menopang tubuh nya,sedikit lagi raina hampir berdiri dengan tegak,namun tangan raina terasa keram dan sakit,alhasil raina gagal menopang tubuh nya dan hampir terjungkal kebelakang.


Namun dengan sigap dokter axel menopang tubuh raina yang hampir terjatuh,sejenak mata mereka saling beradu pandang,namun secara bersamaan kedua nya mengalihkan pandangan nya.


"Sebentarr,".Ujar dokter axel lalu membawa raina kembali duduk di kursi roda.


Raina terlihat sedikit terengah engah,raina merasa sedikit sedih karena ia fikir jika tadi dirinya hampir berhasil untuk berdiri,namun lagi lagi diri nya gagal,raina masih belum bisa merasakan kedua kaki nya.


"Saya rasa latihan nya cukup sampai disini,dan dari yang saya lihat nona sudah menujukkan perkembangan yang baik,untuk sembuh memang membutuhkan kerja keras,dan saya sebagai dokter anda,akan selalu membantu dan terus mendukung nona".Ujar dokter axel seraya menarik senyum nya.


"Hhh,,aku juga berterimakasih pada dokter,terimakasih selalu memberikan ku semangat,aku akan berusaha lebih keras lagi untuk latihan tahap berikut nya".Ujar raina.


"Itu sudah menjadi tugas ku,pasien ku adalah tanggung jawab ku,dan aku yakin jika nona terus bersemangat seperti ini,besar harapan nona untuk segera pulih".Ujar dokter axel,lalu dokter axel melihat jam di pergelangan tangan nya.


"Sepertinya aku harus segera pamit, karena setelah ini aku masih ada jadwal dirumah sakit,dan ini nona jadwal untuk terapi tahap berikut nya,juga vitamin serta obat yang harus anda minum, jadwal minum obat nya sudah saya tulis,ini dia".Ujar dokter tersebut seraya menyerahkan secarik kertas.


"Baik,sekali lagi terimakasih dok".Ujar raina yang menepiskan senyum ramah nya,dokter axel kembali membalas nya dengan senyum kembali,setelah itu dokter axel melangkah pergi menuju ke arah luar mansion bersama seorang pelayan yang megantar nya hingga keluar.


"Huhh oke raina semangat,,,beruntung karena kau mendapatkan dokter yang baik dan lembut seperti dokter axel,aku tidak bisa membayangkan jika akan ditangani dengan dokter yang memiliki karakter seperti tuan besar itu,iiii entah apa jadi nya,heumm tuan besar ini dikelilingi dengan orang orang yang hangat,lantas kenapa dia bisa seperti gunung es yang mampu membuat orang beku dan merasa takut".Gumam raina.


-BERSAMBUNG