
Sudah sekitar 2 hari berlalu,kondisi raina semakin membaik,saat nanti kepulangan raina di beri izin oleh dokter,wilson meminta agar raina ikut dengan nya,raina sempat menolak terlebih raina sudah tau jika pria yang menyiksa nya yaitu felix adalah sepupu dari wilson,enggan bagi raina untuk bertemu dengan felix,namun wilson terus memaksa raina dan mengingatkan raina akan kondisi nya,akhirnya raina menyetujui untuk tinggal bersama wilson untuk sementara waktu.
Pagi ini wilson sedang berada di kantor tepat nya diruang pribadi nya,ada beberapa pekerjaan yang mengharuskan nya untuk tinggal di kantor , sementara wilson mengerahkan beberapa pelayan untuk menemani raina dirumah sakit.
Wilson sudah rapi dengan kemeja dan jas nya, lalu wilson segera melangkah kan kaki nya keluar menuju lift dan masuk kedalam ruang meeting.
Felix sudah berada disana,dan ada 2 pria anggota meeting lainnya,wilson duduk di depan samping kanan felix.
Suasana hening,semua orang terlihat fokus dengan berkas dan laptop nya masing masing,sampai berselang 7 menit kedepan meeting dimulai dan berlangsung sampai 2 jam, berakhir dengan sorak tepuk tangan dari anggota meeting lalu mereka saling berjabat tangan dan mulai meninggalkan ruang meeting.
Saat sedang berjalan wilson mendapat panggilan dari salah seorang pelayan nya yang tengah berada di rumah sakit,dengan segera wilson mengangkatnya.
"Hallo".Sapa wilson.
``[Hallo permisi tuan,tadi saat dokter kembali mengecek kondisi nona raina, dokter mengatakan jika kondisi nona raina sudah benar benar stabil dan sudah diperbolehkan untuk pulang hari ini,dokter akan segera membuatkan surat kepulangan nona raina.]".Ujar wanita itu.
"Baiklah,aku akan segera kesana".Ujar wilson yang terlihat antusias,wilson memasukkan ponsel nya ke saku jas nya,dan hendak melangkah keluar.
"Wilson".Panggil felix wilson pun sontak menghentikan langkah nya dan menengok ke arah felix.
"Ku dengar gadis itu sudah diperbolehkan keluar dari rumah sakit,,kau boleh merawat nya tapi aku melarang mu untuk membawa gadis asing itu ke mansion utama kita".Tegas felix.
"Felix dia bukan orang asing dia sahabat ku,,tidak mungkin aku membawa nya ke apartment ku,aku jarang kesana dan disana tidak ada siapa siapa,biarkan dia berada dimansion, sekarang kondisi nya benar benar membutuhkan pengawasan, felix ingat , karena siapa dia jadi seperti ini,jadi aku mohon jangan mempersulit keadaan nya lagi".Ujar wilson.
"Baik jika begitu menetap lah disini,aku yang akan menjemput nya, dan aku lebih tau tempat yang cocok untuk nya".Ujar felix lalu ia melangkah melewati wilson.
"Tidakk!!,,aku ada disini jadi untuk apa kau yang menemui nya,lagipula rein tidak mau bertemu dengan mu".Ujar wilson seraya mencegah felix.
"Cihh tidak mau bertemu dengan ku??,,berapa banyak banyak wanita diluar sana yang mengantri bahkan rela menjadi patung pajangan demi bertemu diriku".Ujar felix dan mendorong wilson lalu melanjutkan langkah nya.
"Cukupp felix,rein bukan gadis seperti itu,dan rein baru saja pulih apa kau mau membuat nya tertekan kembali?,,lagipula dia adalah sahabat ku biarkan aku yang mengurusnya".Ujar wilson.
"Lalu apa salahku?,aku hanya ingin bertanggung jawab atas perbuatan ku,dan lebih baik kau siapkan jadwal penerbangan mu untuk keparis,karena besok bibi aletta akan kembali ke paris".Ujar felix dengan segera felix membuka pintu mobil nya lalu melaju dari hadapan wilson.
Wilson baru ingat jika besok dia akan pergi keparis,dia memikirkan kondisi raina , bagaimana jika dirinya tidak ada disamping raina, terlebih ada felix,wilson khawatir jika felix akan membuat kondisi raina kembali tertekan.
Tidak butuh waktu lama felix sudah tiba dirumah sakit,ia melangkah kan kaki nya menuju ruang perawatan dengan gaya cool dan penuh karisma membuat orang orang yang ada disana menatap felix,bahkan ada yang salah tingkah saat di tatap balik oleh felix,sungguh hal itu membuat felix risih,felix mempercepat langkah nya menuju ruang rawat.
Sementara raina diruang perawatan tengah menunggu wilson ,raina mulai menerima keadaan nya yang sekarang,karena raina mulai merasakan ketenangan dan damai saat bersama wilson dan beberapa pelayan yang ramah dan lembut bagi raina.
Raina mendengar langkah kaki seseorang yang menuju ke ruangan nya,raina melihat ke arah pintu seraya menepiskan senyum kecil nya.
Lihatlah wili kecil itu datang dengan gaya macho nya.
Batin raina mata nya masih memandang ke arah pintu.
'KLEK.
(pintu dibuka).
DEG!
Jantung raina seakan berhenti berdetak melihat sosok pria yang paling ia takuti,dan bahkan paling enggan untuk ditemui pria itu tak lain adalah felix.
Senyuman raina seketika berubah menjadi ekspresi tegang,jika sebelum nya suasana terasa hangat maka saat felix masuk suasana nya seakan membeku dan membuat raina kaku.
Raina sontak menunduk dan mengutis ngutis kuku nya untuk mengurangi ketakutan nya.
"Pagi tuan,".Sapa pelayan pelayan itu seraya tersenyum,felix membalas hanya dengan anggukan kepala sementara ekspresi nya terlihat datar,ia memandang intens raina yang terlihat menunduk terkesan tegang.
Aku ini bukan hantu,kenapa dia bereaksi seperti itu saat melihat ku,gadis aneh,dia pasti mengira wilson yang akan datang,, jelas saja tidak,aku akan membawa mu ke suatu tempat.
Batin felix.
"Dimana dokter nya?,katakan pada dokter nya jika pasien raina akan segera keluar dari rumah sakit,dan ini pakaian untuk mu,minta bantu lah pada pelayan untuk memakai nya".Ujar felix datar dan menaruh paper bag itu ke atas nakas.
Raina melihat felix sekilas lalu melirik ke arah paper bag disamping nya,lalu seorang pelayan mendekati raina dan segera membantu raina untuk turun ke kursi roda.
Felix mendudukan diri nya di sofa yang berada disisi dinding, lalu menyilangkan kaki nya.
"Tidak lebih dari 10 menit".
Ujar felix lalu pelayan itu mengiyakan ucapan felix.
Felix menatap intens ke arah raina ia melihat setiap lekuk wajah raina,serta tubuh raina dari ujung kaki sampai ujung rambut,kulit putih bersih dan tubuh nya yang terlihat fresh.
Felix mengatupkan kelopak mata nya dua kali dan segera berdiri.
"Dokter sudah memberikan surat kepulangan mu,jadi ayo".Ujar felix,lalu ia melangkah kan kaki nya menuju pintu ruangan di ikuti dengan pelayan yang mendorong kursi roda raina dan pelayan lainnya.
Lagi lagi orang orang yang ada disana terutama wanita menatap felix dengan tatapan yang membuat felix risih,tak lama felix sampai diparkiran mobil.
"Bawa dia kemobil ku dan kalian akan ikut dengan mobil tom".Ujar felix.
Apa??,tidak kah dia membiarkan satu pelayan saja untuk ikut naik mobil nya , bagaimana mungkin hanya aku dan dia saja didalam mobil,,tuhan perasaan ku benar benar tidak tenang,.
Batin raina gusar,sementara beberapa pelayan membantu nya untuk masuk kedalam mobil terlihat salah seorang bodyguard hendak membantu.
"Aku tidak mengizinkan mu untuk membantu nya, kau bawa kursi roda nya saja,dan kalian langsung masuk kemobil".Ujar felix.
Lalu ia menggantikan pelayan itu untuk membantu raina,tanpa basa basi felix langsung saja menggendong raina,tentu hal itu membuat raina terlonjak kaget bukan main,saat digendong oleh felix raina mengernyitkan kening nya dan menatap felix antara marah dan takut,sementara felix berbalik menatap raina dengan tatapan intens dan ekpresi datar nya membuat jantung raina seakan ingin copot dari rongga nya.
Felix segera mendudukkan raina kedalam mobil di kursi depan,lalu ia menutup pintu nya dan memutar untuk masuk kedalam mobil di bagian setiran,felix mulai memakai setbel nya, saat hendak meninjak gas felix lupa jika raina belum memakai setbel nya,.
Felix sontak mendekatkan diri nya ke arah raina dan hendak melingkarkan tangan nya ke hadapan raina,felix mungkin terbawa kebiasaan saat dia dengan laura dulu,tanpa izin apapun felix langsung memakaikan laura sabuk pengaman nya.
Raina terkejut bukan main dibuat nya.
BABH!!
Raina refleks memukul kuat lengan felix dan menghantam dada bidang nya..
"Akh!".Ringis felix yang ikut tersentak kaget saat raina tiba tiba menyerang nya tanpa alasan.
"Heh kau itu kenapa?,,dasar gadis aneh kau tiba tiba memukuli ku tanpa alasan,,".Ujar felix gusar.
"Apa yang ingin kau lakukan padaku?!,aku hanya mencoba membela diriku,dari tindakan buruk singa ganas seperti mu".Ujar raina kelepasan saat mengatakan 'singa ganas'.
Mata felix membulat mendengarnya,emosi nya juga ikut memuncak.
"Apa katamu!".Bentak felix,raina mengalihkan tubuh nya ke posisi semula dan tidak menjawab perkataan felix.
Sebenarnya ada rasa geli juga dibenak felix dengan julukan singa ganas meskipun terlihat aneh tapi setidak nya tidak terlalu buruk dan benar adanya jika pribadi nya kurang lebih dengan seekor singa ganas,felix menaikkan satu alisnya dan tersenyum licik.
"Jangan mengisi otak mu itu dengan pikiran kotor,,pakai sabuk pengaman mu!,".Ujar felix ia melirik ke arah raina yang langsung memakai sabuk pengaman nya dengan cepat.
Felix menepiskan senyum licik nya dan segera menanjakkan gas dengan kecepatan tinggi,raina terlonjak ia benar benar merasa takut saat felix menyetir dengan kecepatan tinggi,raina memegang erat pegangan mobil diatas dan mengenggam kuat kursi mobil.
Felix menyalip setiap kendaraan dan menikung tajam belokan,raina menutup mata nya.
"Stop!!!,,".Teriak raina kencang membuat felix melirik tanpa mengurangi kecepatan nya.
"Aku mohon berhentiii,,aku takutt sungguhh,,aku mohon berhentiii".Ujar raina memohon sementara mata nya masih tertutup dan ia menggigit dalam bibir bagian bawah nya karena ketakutan.
Ada rasa gemas saat felix melihat ekspresi raina,entah apa yang terbersit di otak nya,karena selama ini felix tidak melakukan hal gila seperti ini terlebih bersama seorang wanita, felix lalu memberhentikan mobil nya secara mendadak ditepian jalan.
"Hagh,,hagh,haghhh".Nafas raina seakan memburu jantung nya masih berdegup kencang.
"Ini resiko karena kau sudah lancang memanggilku dengan julukan singa ganas".Ujar felix.
Raina benar benar geram dengan tindakan felix,namun diri nya masih merasa takut sampai gemetaran raina enggan untuk berbicara dan ia menghela nafas nya yang masih terasa memburu.
Apa ia tidak pernah berfikir sebelum melakukan sesuatu,ini bisa berakibat fatall,,setidaknya jika dia ahli dalam mengemudi lantas bagaimana dengan aku,jantung ku selalu ingin copot saat bersama nya,,dia itu bukan hanya seekor singa ganass,tapi juga mirip seperti malaikat maut bagiku!.
Batin raina gusar karena kesal atas tindakan felix.
"Baik aku tidak akan mengulangi nya karena mengingat kondisimu,berterimakasih lah padaku,tapi ingat hukuman mu itu belum selesai,apalagi jika kau berani menjuluki diriku lagi!".Ujar felix datar ,lalu ia kembali menanjak gas tapi dengan kecepatan sedang.
Singa ganass juga kejam,dia tau jika dirinya sudah bersalah atas diriku,tapi tidak ada kata maaf malah semakin menekan ku,terserah apa perintah mu,aku masih bisa menjulukimu lewat suara hati.
Batin raina,ia masih merasa kesal dengan felix.
-BERSAMBUNG'