BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY

BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY
KESEKIAN KALI NYA



3 TAHUN KEMUDIAN


Hari ini adalah hari tepat dimana kelulusan bagi sekolah yang raina jalani,setelah menerima blackcard itu,raina memutuskan untuk mendaftar ke salah satu sekolah menengah akhir,ia merasa senang namun hal itu tak berjalan mulus amara mengetahui blackcard yang dipegang raina,lalu amara yang mengambil dan menggunakan blackcard itu.


Hal itu membuat raina harus banting tulang mencari biaya untuk membayar seluruh anggaran sekolah,raina tidak pernah membahas ataupun mengizinkan alex membantu nya,dengan alasan waktu dan kondisi nya yang tidak memungkinkan.


-


PUKUL 21:10


Hujan deras beserta petir mengguyur kota A tempat kediaman raina.


Dari dalam rumah yang raina tempati terdengar suara gaduh yang berseteru dengan suara hujan serta gemuruh.


"Sakitt,,hentikann nyonya ,,,sakittt,,akhh".Pekik raina,terlihat sekujur tubuh nya dipenuhi luka memar, luka itu disebabkan oleh tali pinggang yang amara pegang kala itu.


"Sakitt??,kalau begitu kita sama sama merasakan sakit yang teramat sangatt,,inilah yang aku alami saat ibu mu datang kerumah ku dengan membawa bayi haram ,dan bayi itu akhirnya ikut menjadi bagian keluarga kecil kuu!,dan bayi itu juga yang telah menjadi duri bagi keluarga ku!?".Hardik amara.


"Dan malam ini,,lagi lagi kau melakukan kesalahan yang sama,,cukup kau membuat alicia menderita saat itu,,dan kini kau juga ingin melakukan hal yang samaa?!!!".Bentak amara.


"Aku tidak sengaja nyonya,sungguhh,,aku minta maaf jika benar membuat mu marah,,tapi-"


PLAPPP!!!


(tali pinggang itu mengenai tubuh raina).


"Akhhh,,maaf,,maaf aku tidak sengaja nyonya,,sungguh".Ujar raina seraya terisak memohon agar amara tak memukuli nya lagi,karena jujur ia tak mampu menahan sakit dari tali pinggang itu,terlihat darah mengucur dari sudut bibir raina.


"Maaf,,maaff,,maaff,,aku muakkk!!,kata maaf mu itu tidak bisa membuat rasa sakit hati ku hilangg?!!!,,kauu lihattt,,lihatt itu!!!".Bentak amara seraya menjambak rambut raina dan mencondongkan nya ke arah jendela.


"Saat saat kondisi yang sama,hidupku berubah saat ibu mu membawa kau masuk kerumah ku,dan dari sana aku tau jika armdaja mengkhianatiku,,dan sejak saat itu yang ada di hati dan dipikiran ku adalah membalas ini semua,membalas sakit hati ku kepada gadis malang inii".Ujar amara yang seketika melirik raina dengan tatapan tajam.


"Hikss,hikss,,hikss,,nyonya aku tau jika--".


"Tutup mulut mu,,jika kau berani berbicara sepatah kata lagi akan kubuat bibir indah mu ini tertutup untuk selama lama nya,,,Erghhhh".Ujar amara seraya mencengkram lengan raina kuatt.


"Kemari kauu?!!!".Hardik amara kemudian ia menyeret raina dengan paksa menuju pintu utama.


"Aku mohon jangan hukum aku lagi,,jangan pukuli aku lagi nyonya,aku mohon lepaskan aku,,aku sungguh memohon kepada mu,,lepaskan aku".Ujar raina yang terus terisak seraya tangan nya yang diseret paksa oleh amara.


"Kau memintaku untuk berhenti memukuli mu kann,, tetaplah berada disini sampai pintu ini kembali terbukaa,kau paham!!".Hardik amara yang hendak masuk dan menutup pintu.


"Tidakk,,aku tidak mau berada disini nyonya,hujan nya dan-".Ucap raina terpotong,ia mencegah amara untuk menutup pintu nya.


"Aku tidak terima komentarr!!,diam disini atau kubuat mulut mu ini membisu untuk selama lama nya,,waktu bayi kau masuk kerumah ku saat hujan yang sama seperti ini,kau tidur dalam hangat nya pelukan armadja,dan sekarang tidurlah bersama dingin nya hujan ini,menyingkirrr!!".Bentak amara lalu ia mendorong tubuh raina, raina jatuh ketangga teras hingga tersungkur ke bawah halaman.


"Hhh,, nikmati malammu raina ".Gumam amara pelan lalu ia menutup pintu dengan sangat kuat sehingga menimbulkan dentuman yang keras juga seiringan dengan suara lentar.


"Akhh!!!".Raina tersentak dan langsung menutup kedua kuping nya,kemudian ia berlari menuju pintu utama dan kembali menggedor pintu,berharap amara akan membukakan pintu nya.


"Aku mohon biarkan aku masukk,,nyonyaa buka kan pintu nya,sungguh aku benar benar menyesali perbuatan ku, aku tidak sengaja nyonya,,aku mohon bukaa,,Akhhh!!!!!".Ucap raina dalam tangis nya,sesaat suara lentar kembali berdentum membuat raina tersentak dan semakin menutup rapat kedua kuping nya serta memejamkan mata nya.


"Aku takutt,,, tolong,aku mohon buka pintu nya, aku mohon aku mohonn,,tolong aku".Ujar raina sesenggukkan.


Berkali kali raina menggedor pintu dan memohon agar pintu nya dibuka,namun tetap saja tidak ada respon apapun dari dalam,malam semakin larutt,rasa dingin mulai menusuk tulang raina,bagaimana tidak selain hujan yang deras angin juga bertiup sangat kencang,ditambah baju raina yang sudah basah kuyup,membuat nya menggigil.


Raina duduk terpaku di sudut dinding,ia mendekap tubuh nya yang sudah terasa membeku menahan dingin nya tempias air hujan karena memang atap teras tidak terlalu lebar sehingga air hujan ikut membasahi teras rumah.


DUARRR!!!!


(suara lentar!).


"Akhh,,,cukupp aku mohon berhenti,, aku takutt,,tolonggg,,ya tuhann,apa yang harus aku lakukann,,aku takuttt sungguhhh".Ujar raina yang terisak dengan keras.


Raina terus menangis seiringan dengan deras nya hujan dan lentar yang bergemuruh,sungguh ia tak pernah membayangkan hukuman ini akan ia dapatkan atas kesalahan yang bahkan bukan ia lakukan, tubuh nya semakin menggigil, ditambah ketakutan yang teramat sangat oleh lentar yang terus bergemuruh.


Ayahh,,ayahh,aku selalu mendekapmu saat kondisi seperti ini,disana aku merasakan ketenangan,tapi sekarang aku disini,sendirian,aku kedinginan dan ketakutan disini, kenapa ayah tidak membawa ku pergi dan ikut bersamamu,aku tidak tahan jika harus hidup didalam penderitaan seperti ini,seluruh tubuh ku terasa sangat sakit,aku tidak kuat.


Batin raina ,air mata terus mengalir membasahi pipi nya,raina mengingat kembali saat saat bersama ayah nya,sungguh ia sangat merindukan ayah nya,sesekali ia tersentak karena suara lentar.


Malam itu semakin terasa mencekam,berada diluar sendirian tanpa ada satu orang pun, badannya yang terasa sakit akibat cambukan yang amara berikan bahkan masih membekas di kulit nya,ditambah rasa dingin yang semakin menusuk hingga ketulang membuat raina lemas,ia terkulai di sudut dinding.


Mulut nya bergetar menahan rasa dingin,tubuh nya seakan membeku.


"Ayy,ayh,,ayahh,,,dinginn,, sssa,sakit,,tolong😪".Ujar nya lirih,mata nya terpejam tapi mulut nya terus saja bergumam menyebut nyebut ayah nya dengan terbata bata karena tubuh nya yang terasa menggigil,terus seperti itu sampai suara nya tidak terdengar,tapi mulut nya masih bergumam seperti tadi.


BERSAMBUNG