
Selang lima belas menit raina sudah siap,raina memakai piyama tidur serba panjang,bahkan ia memilih untuk memakai piyama yang kerah baju nya menutup hingga atas leher,pelayan wanita itu menjepit sebagian rambut raina kebelakang ,setelah merasa beres pelayan mendorong kursi roda raina menuju meja makan.
Jantung raina berdegup kencang,diri nya merasa gugup takut sekaligus masih merasa malu atas kejadian tadi.
Aku harap tuan muda itu melupakan kejadian tadi,aku benar benar merasa malu sekaligus geli jika mengingat nya kembali,.
Batin raina.
Raina tiba di meja makan,masih tidak ada siapa siapa,pelayan menjejerkan kursi roda raina ke meja makan,lalu memakaikan kain putih di pangkuan raina.
"Nona,,kalau begitu saya permisi dulu ".Ujar pelayan itu dan hendak melangkah ke dapur,namun dengan sigap raina mencegah nya.
"Bibi temani aku saja disini".Ujar raina seraya memegang tangan pelayan itu.
"Maaf nona, saya tidak bisa,lagipula tuan memerintahkan saya untuk membereskan kamar di atas saat jam makan malam".Ujar pelayan itu.
"Hfthh,,,humm sebentar saja bi disini,,dan bukankah pekerja dirumah ini ada banyak bi,".Ujar raina.
"Maaf nona bukan saya tidak mau,tapi jika tuan sudah memerintahkan sesuatu kami harus segera melakukan nya,,".Ujar pelayan tersebut dengan menepiskan senyum tipis nya.
Raina menghela nafas dengan lemah,ya dia tau siapa tuan muda yang memiliki kuasa penuh atas mansion ini,kini raina berbalik merasa tak enak sudah memaksa pelayan itu untuk tetap bersama nya.
"Baiklah bi,bibi lanjutkan saja pekerjaan nya,maafkan aku ya sudah memperlambat pekerjaan bibi".Ujar raina.
"Tidak apa apa nona,saya permisi dulu ya".Ujar bibi itu lalu ia melangkah pergi meninggalkan raina.
Raina semakin merasa tidak tenang,ia menghela nafas nya,mencoba mengusir rasa takut nya.
Tap,,
Tap,,
Tap,,
Langkah kaki terdengar mendekat ke arah meja makan, langkah kaki itu tak lain adalah langkah kaki felix,felix mendudukkan diri nya berhadapan dengan raina.
Mencoba tenang raina malah semakin merasa gugup dan takut,ia tak berani menatap felix,raina menundukkan pandangan nya ke arah piring kosong didepan nya.
Felix menatap raina lekat,dengan ekspresi datar nya.
Dia tidak ada beda nya dengan gadis bisu cih.
Batin felix, lalu seorang pelayan segera mengambilkan nasi serta lauk pauk yang diinginkan oleh felix,pelayan itu kemudian beralih ke raina,raina hanya meminta dua lauk saja,ikan tuna dan sup kari,serta setengah centong nasi.
Setelah itu pelayan berlalu ke dapur untuk makan malam di ruang makan dapur.
Suasana di meja makan kala itu sangat hening yang terdengar hanya suara sendok dan garpu yang saling beradu.
Setelah makan felix mengelap mulut nya menggunakan tisu lalu meneguk segelas air putih,sementara raina sudah selesai makan dari tadi,ia melihat ke arah felix.
"Lain kali jagalah kelakuan mu agar tidak ceroboh seperti tadi,,karena mu mata ku jadi ternoda".Ujar felix datar seraya memakan buah anggur.
"Diriku yang ternoda tuan muda,,lagipula saat itu aku sedang berada didalam kamar ku,tuan yang datang tidak tepat waktu,".Balas raina pelan,namun terdengar oleh Felix.
"Cihh,,,ini adalah mansion ku,terserah aku ingin kemana saja dan kapan saja,sebagai tamu kau harus nya tau diri,lagipula beruntunglah karena aku yang masuk kedalam,berapa banyak gadis berkelas diluar sana yang rela memberikan tubuh nya padaku,tapi aku selalu menolaknya, apalagi dirimu yang berbeda jauh dengan mereka,hhhhh mengingat nya saja aku tidak selera".Ujar felix ketus.
"Jaga bicara mu tuann,aku sama sekali tidak merasa beruntung justru aku merasa jiji,dan jangan bandingkan aku dengan wanita yang kau sebut berkelas itu,,mereka mempunyai gelar tapi tidak memiliki harga diri,apa bagimu itu berkelas?,,bagiku itu murahan,dan jelas aku berbeda dengan mereka,karena aku bukan wanita murahan!!,,kehormatan diri ku lebih berharga dari apapun yang ada didunia ini!!".Ujar raina lalu ia meninggalkan meja makan,tanpa melanjutkan sisa makan malam nya.
Felix terdiam mendengar ucapan raina,ia pun tidak melanjutkan makan buah yang sudah ada ditangan nya,felix hanya meneguk air putih nya,lalu meninggalkan meja makan.
Kali ini aku bertemu gadis aneh seperti nya didalam hidupku untuk pertama kali,dia selalu mengatai ku,menentang perkataan ku tanpa sedikit pun rasa takut,,,dia gadis yang normal atau tidak?,setiap wanita diluar sana selalu menatap ku dengan tatapan terpesona,tapi gadis itu justru menatap takut padaku,terus menunduk dan diam layak nya orang bisu, dan sebentar bentar dia marah lalu menjawab setiap perkataan ku sampai aku tidak bisa menyela nya.
Batin felix ,ia berdiri di atas balkon kamar nya seraya meneguk satu gelas minuman.
Diteras mansion.
Apa dia pria yang waras?,pria itu selalu menganggap diri nya benarr,aku fikir karakter tuan muda itu selalu menjadi impian wanita,tapi kali ini aku nyatakan pemikiran ku salah!!,salah besar!,hanya gadis tidak waras yang mencintai nya,syukur aku masih bisa berfikir normal,, jujur aku merasa tidak nyaman berada disini,tinggal satu atap bersama singa berwujud manusia?!,tentu menjadi masalah besar.
Batin raina,ia memandangi kedua kaki nya,ia berharap jika kedua kaki nya bisa digerakkan seperti semula.
Felix mendapat laporan keuangan perusahaan lewat email nya,dan tak lama ada panggilan masuk dari bibi aletta dengan segera felix mengangkat nya.
"Hallo bi".Sapa felix.
"Kenapa jadi kau yang menjawab?!".Tanya felix.
"Felix katakan dimana kau dan rein,apa kau tau aku merasa khawatir seharian ini,, ingat jika rein-".
"Gadis itu baik baik saja,bahkan lebih baik jika dia disini,jangan terlalu berlebihan pada gadis gila itu".Ujar felix.
Sambungan telfon terputus.
"Kenapa dia selalu berfikir berlebihan seperti ini ,wilson dan gadis itu mempunyai kesamaan yang menyebalkan,,dan sekarang mau tidak mau aku harus berurusan dengan gadis aneh seperti itu".Gumam felix gusar.
Lalu ia mengambil kunci mobil nya diatas nakas,,kemudian ia segera melangkah menuju keluar mansion,saat sedang melangkah menuju pintu utama felix menghampiri salah satu penjaga.
"Aku akan kembali ke mansion utama,,beritahu kepada seluruh pekerja dimansion ini untuk tetap melayani gadis lumpuh itu,sampai aku kembali nanti aku harap semua yang ada disini tetap stabil tanpa ada masalah sedikitpun".Ujar felix datar.
"Baikk tuan,,".Ujar penjaga itu seraya mengangguk hormat.
Felix pun hendak melangkah pergi keluar,namun tiba tiba ada suara yang memanggil nama nya dari belakang.
Felix menoleh ke sumber suara yang tak lain adalah suara nya raina,,felix menatap raina dengan raut wajah datar dan dingin nya ,raina sedikit ragu melihat felix kala itu tapi ia mencoba untuk mendorong roda nya mendekati felix.
"Apa kau ingin pergi?".Tanya raina
"Apa yang ingin kau katakan,aku tidak punya banyak waktu".Ujar felix datar.
"Apa kau ingin menemui wili,boleh aku ikutt bersama mu,aku berjanji setelah ini tidak akan menyusahkan mu lagi,sungguh,,karena aku fikir setelah aku bertemu wili aku tidak akan tinggal disini".Ujar raina memohon.
"Omong kosong,tahu dirilah sedikit jadi orang,,dengan kau bicara seperti ini kau juga sudah merepotkan ku,ingat nona tidak semua orang seberuntung dirimu ,bisa tinggal dimansion ini dengan pelayanan khusus,maka dari itu berhenti mengoceh yang tidak ada guna nya,,layak nya burung beo!".Ujar felix ketus, lalu ia hendak melangkah pergi tapi raina mencegah dengan menarik tangan nya.
"Aku mohon".Ujar raina memelas.
"Cihh,,lepaskan tangan ku!".Hardik felix.
"Tidak sampai kau mengizinkan ku untuk ikut bersama mu,".Ujar raina dengan penuh keyakinan.
"Apa kau sudah mulai berani padaku!,ingat nona dengan siapa dirimu ini berbicara!,apa jangan jangan kau mulai tertarik padaku,dan kau menjual nama wilson untuk itu".Ujar felix seraya memicingkan senyum licik nya,dan mendekatkan wajah nya untuk menatap raina.
Raina tersentak merinding mendengar ucapan felix.
"Maaf tuann,,jika aku memang tertarik pada mu aku tidak akan repot repot menjual nama wili,,aku sudah ada disini tinggal bersama mu,bukankah itu sudah cukup. Tapi aku lebih memilih untuk pergi dari sini itu karena dirimu,,siapa yang bisa mencintai pria dingin dan kasar seperti mu,sama sekali tidak".Ujar raina seraya menghempaskan tangan felix dari tangan nya,kekesalan nya sudah menaklukkan rasa takut nya pada felix
"Lancang kauu!,,lihat aku baik baik,saat kedua kaki mu itu sudah kembali pulih aku sendiri yang akan menyeret mu untuk keluar dari mansion ku!,gadis lumpuhh yang sombong!".Hardik felix dengan ketus nya,.
"Kau,,bawa wanita lumpuh ini masuk kedalam!,dan ingat aku melarang nya untuk keluar dari mansion ini,dia hanya boleh berada didalam,sampai aku kembali!".Ujar felix kepada penjaga yang ada disana,lalu felix melangkah pergi menuju mobil nya yang sudah terparkir dihalaman depan.
Nafas nya memburu menahan emosi karena raina.
"Pria dingin dan kasarr?!!,,lagi lagi dia mengataiku seperti itu,benar benar membuatku muakk!!,dia fikir siapa dirinya,memang gadis tidak tahu diri,lihat lah apa yang bisa kulakukan untuk gadis menyebalkan seperti mu!".Gumam felix dengan kesal nya,lalu felix segera menanjakkan gas nya dan melaju meninggalkan mansion itu.
"Pergiilah,,pergi sejauh jauh nya ,dan jangan kembali!!,,aku benar benar membenci mu , siapa yang tidak tahu diri diantara kita,,kauu tuan muda,,kau,,aku tidak pernah menuntut apapun saat kau membuat ku lumpuh seperti ini,kau itu memang singa ganas yang tidak punya hati!".Ujar raina seraya mengepalkan kedua tangan nya.
.
.
.
Selang 30 menit felix tiba di Mansion,dengan segera felix melangkah kan kaki nya masuk kedalam.
Saat berada di ruang utama felix melihat bibi aletta bersama wilson sudah rapi dengan pakaian nya,sementara 3 pelayan membawa koper dari nyonya aletta dan wilson,pelayan itu menunduk hormat saat melewati felix seraya membawa koper.
"Ouh felixx,,kau akhirnya kembali,, rasa nya saat bibi disini ,,bibi jarang melihat mu berada di mansion,bibi merindukan mu nak,hhhh kau ini memang tuan besar yang selalu sibuk dengan pekerjaan mu".Ujar nyonya aletta seraya menepuk nepuk pipi Felix.
"Yaa sampai sampai untuk mengabari saja dia tidak ingat,,pekerjaan baru yang membuat mu sangat bersemangat felixx".Ujar wilson dengan nada penuh makna.
"Tidak seperti yang difikirkan,,jujur aku sangat kerepotan dan yaa sedikit menyebalkan dengan pekerjaan ini,tapi mau bagaimana lagi tugas itu sudah jadi tanggung jawabku,ouh dan bibi maafkan aku,aku janji jika urusan pekerjaan ku selesai aku akan mengambil cuti untuk menemui mu".Ujar felix.
"Kenapa kau meminta maaf nak,,kau benar tugas adalah tanggung jawab,bibi sangat mengerti,menyusullah ke paris saat waktu mu senggang,apa kau ingin mengantar kami sampai bandara?".Tanya bibi aletta.
"Tentu saja,".Ujar felix,lalu felix merangkul pundak bibi aletta dan melangkah menuju halaman depan.
-BERSAMBUNG.