BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY

BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY
Menguatkan



Wilson tiba dirumah sakit dan segera melangkah keruang perawatan raina,,saat wilson tiba diruangan,tampak tiga penjaga masih berjaga didepan ruangan raina,wilson menghampiri mereka.


"Tuan muda,".Sapa tom seraya mengangguk hormat diikuti dengan kedua bodyguard tersebut.


Wilson melihat ke arah pintu yang terdapat kaca, terlihat ada dua orang didalam yang sedang memberikan obat ke raina dan mengecek keadaanya.


"Bagaimana keadaan nya hari ini?".Tanya wilson tanpa mengalihkan pandangan nya.


"Tidak ada yang perlu dicemaskan tuan,nona hanya sempat memanggil ayah nya dan dokter mengatakan jika lebih baik dia ditemani untuk mengalihkan pikirannya".Ujar tom.


Tak lama dua perawat itu keluar dari ruangan raina,dan wilson segera masuk,saat itu raina tengah memandang ke arah jendela sebelah kiri,wilson menghentikan langkah nya sejenak ada rasa ragu untuk menyapa raina,namun wilson mengalihkan rasa itu dengan menghela nafas nya lalu ia meyakinkan dirinya dan mulai melanjutkan langkah nya.


Wilson menatap lekat raina , saat itu wajah raina terlihat sendu,ia memandang jendela luar dengan tatapan kosong,wilson menelan saliva nya dengan susah,kini wilson melihat sosok sahabat kecil nya yang sudah menjadi dewasa.


Menjadi wanita berparas cantik,manis dan lugu,wilson sempat mengutuki dirinya karena telah berprasangka buruk terhadap raina,mendengar kabar kematian ayah raina membuat wilson ikut merasakan kesedihan yang raina rasakan.


Aku tidak tau rein bagaimana kau menjalankan hari hari mu setelah kepergian ayah mu,ditambah bibi amara dan alice yang tak pernah menyukai mu,hingga mereka tega menjual mu kepada mafia bejat itu,dan kini kau harus menjadi korban atas kesalahan yang tidak kau perbuat.


Batin wilson.


"Jangan kembali jika kau akan mengatakan hal yang sama,,hidupku sudah hancur,aku tidak memiliki siapapun,dan kini aku lumpuh,dan bukannya kau menginginkan kematianku?,kau hampir mendapatkannya,tapi kenapa kau malah menyelamatkan ku?,kau belum puas dengan sakit hati mu,kau pasti akan menyiksa ku kembali bahkan saat aku memohon beribu kali kau tak peduli".


Ujar raina tanpa mengubah pandangan nya.


Wilson tertegun mendengar ucapan raina.


"Reinn,,,aku-".Ucap wilson terhenti.


Raina tersentak mendengar panggilan atas nama nya,raina merenung berusaha mengingat si pemberi panggilan itu.


"Reinn aku tau tentang semua hal yang telah kau alami,aku turutt bersedih,,dan maafkan aku karena sudah mencurigai mu,sungguh,,aku tidak pernah menyangka jika kita akan bertemu dengan cara seperti ini,aku benar benar menyesal atas tindakan ku,tolong maafkan aku,maafkan aku karena datang telambat untuk menyelamatkan mu di gubuk tua itu,maafkan sahabat kecil mu ini".Ujar wilson lirih.


DEG!


Raina sontak menoleh ke arah wilson,raina menatap lekat pria tampan yang kini berdiri disampingnya,raina mulai melihat setiap lekuk wajah wilson,mata yang sama,hidung yang sama,dan mulut yang sama dengan wili kecil yang ia kenal.


"Kauu,,,".Ujar raina lirih.


"Aku willi,kau masih ingat??".Ujar wilson seraya menunjukkan pergelangan tangan nya yang memakai gelang tanda persahabatan mereka dulu.


Raina benar benar tak menyangka kali ini pria disamping nya adalah wili sahabat kecil nya ,wili yang ia temui untuk pertama kali pada malam dimana ia berdebat dengan felix,pria kecil yang ia tau kini telah tumbuh menjadi pria tangguh,bertubuh ideal dan sangat manis.


Raina tak dapat menahan rasa sedih nya,akhirnya ia melepas itu semua dengan tetesan air mata nya,rasa senang,terkejut,dan kecewa bercampur aduk menjadi satu.


"Rein cukup,,jangan menangis lagi,aku sudah mendengar berapa banyak penderitaan yang kau telah alami,dan kali ini aku berjanji jika mulai hari ini aku akan melindungimu,dan aku akan selalu disamping mu,untuk menemanimu kembali,,juga membantumu".Ujar wilson menyakinkan raina.


Wilson duduk dan mendekatkan kursi nya untuk melihat raina lebih dekat,wilson memegang tangan raina lalu menghapus air mata raina.


"Tidak akan ada lagi penderitaan setelah ini , aku berjanji".Ujar wilson.


.


.


.


Di Cafe Lo'era


Felix dan asisten nya tengah duduk di meja no.5 lantai 2,di ruang VIP dan private, felix sengaja memilih tempat itu karena ia tidak ingin jika pembicaraan nya dengan julio terdengar atau bahkan diketahui oleh orang.


"Tuan Felix,, aku telah membuat penerbangan nona laura diundur menjadi 3 hari kedepan seperti permintaanmu".Ujar Julio.


"Baguss,dan sekarang dalam waktu tiga hari aku harus mendapatkan seorang wanita untuk membalas permainan laura, aku sudah benar benar muak dengannya,aku ingin ia pergi dari hidupku tapi aku tidak akan membuat nya pergi begitu saja, dia harus merasakan apa yang aku rasakan".Ujar felix.


Felix menatap serius layar laptop,belum sampai lima menit.


"Apaa ini?!,tidak ada yang cocok dengan kriteria ku!,,kau ini sudah membaca email ku atau belum".Ujar wilson kesal,.


"Hfth,,dua video ini aku melihat nya lebih dari 5 kali,tapi kau belum sampai 5 menit langsung menolaknya,sangat sulit mendapatkan kriteria yang sangat persis untukmu,,bohong jika mereka tidak memakai perasaan untuk menjadi kekasih palsumu,dua wanita itu satu nya adalah model papan atas,dan yang satu nya dokter kulit ternama di london,,tapi dimata mu mereka seperti patung yang hanya kau lihat sekilas".Ujar julio.


"Seorang gadis gelandangan bisa aku ubah menjadi ratu dalam sekejap,aku tidak suka dokter,,apalagi model?!!,apa bedanya dia dengan laura,gadis yang senang mempertontonkan tubuh nya bahkan tidak jarang pria menyentuh nya".Ujar felix.


"Aku hanya menginginkan wanita sederhana,namun berkelas,dan yang pasti wanita itu tidak gampang untuk jatuh cinta dengan seorang pria,karena aku tidak ingin terlibat dalam hubungan apapun dengan seorang wanita, cukup untuk menyingkirkan laura dan menghancurkan nya,,,aku menginginkan wanita itu dalam 48 jam kedepan,kau harus bisa mendapatkannya ".Tegas felix,lalu felix merapihkan baju nya dan berlalu dari cafe.


"Hfth,,aku lebih memilih untuk memandikan seratus gajah dibandingkan mencari wanita seperti itu dalam waktu 48 jam,mencari wanita idaman mu tidak semudah mencari kutu dirambut kusut".Ucap julio gusar seraya menatap lesu punggung felix yang mulai jauh dari jangkauan mata.


----------------------


Dirumah sakit.


"Aku,,,aku bingung harus mengatakan apa wili,semua hal yang terjadi padaku hingga membawa ku kemari,dan bertemu dengan mu kembali,".Ujar raina lirih.


"Aku tau rein,aku minta maaf sekali lagi,meskipun aku tau maafku tidak akan bisa membuat hidup mu menjadi sempurna,tapi aku akan berusaha untuk membuatmu menemukan kebahagiaan itu lagi, dan sebelum itu aku juga meminta padamu untuk percaya padaku,yakin kan dirimu juga jika kau itu kuatt".Ujar wilson.


Raina hanya diam tak bergeming,raina memandang langit langit ruang itu.


{Hidup itu misteri dan memiliki banyak arti,ada alasan di setiap pertemuan dan kejadian,gadis kuat!}.


Sepenggal kalimat terngiang di telinga raina,raina mengingat kembali ucapan ayah nya itu.


Ayahh,,apa maksud dari ucapanmu,apa ini berkaitan dengan wili,kau selalu menyebut ku sebagai gadis kuat,maaf ayah tapi aku tidak sekuat itu,dan sekarang aku hanya akan mengikuti jalan hidupku,karena aku tau ayah tidak akan meninggalkan ku, ayah selalu berada didekatku.


Batin raina terisak.


Raina menatap wilson yang kini menatap nya juga dengan tatapan sendu.


"Aku tidak menyalahkan mu wili,aku tau setiap hidup seseorang sudah memiliki garis takdir nya masing²,aku tidak tau apa yang direncanakan tuhan untuk ku kedepannya,aku hanya belajar ikhlas untuk menerima kehidupan ku sekarang".Ujar raina lirih lalu menepiskan senyum nya bersamaan dengan derai air mata.


"Aku senang mendengarnya, kau harus lebih kuat untuk berjuang dalam hidupmu,karena mulai sekarang aku bersama mu rein".Ujar wilson.


Tak lama datang seorang wanita memakai celana hijau dan kemeja putih membawa troli meja berisi makanan,ada sup daging serta potongan buah buahan.


"Selamat malam,ini makan malam untuk pasien,semoga cepat pulih nona,kalau begitu saya permisi".Ujar wanita itu seraya tersenyum ramah lalu melangkah keluar dari ruangan.


"Baik waktu nya makan malam rein".Ujar wilson lalu ia menaruh sup itu di nakas dekat dengan nya.


"Wili nanti saja".Ujar raina yang terlihat enggan untuk makan.


"Rein,,kau harus makan,karena sebentar lagi jam untuk mu minum obat,waktu terus berputar tidak akan menunggu mu sampai kau mau memakan nya,".Ujar wilson,lalu wilson mengambil mangkuk sup dan membuka plastik bening yang menutup sup itu,wilson hendak menyuapkan sup itu untuk raina.


"Wili,aku akan memakan nya sendiri saja".Ujar raina,lalu raina berusaha bangun untuk duduk.


Wilson pun segera menaruh sup itu dinakas dan membantu raina untuk duduk meyender dengan menaruh bantal dibelakang raina.


Lalu wilson mengambil meja makan kecil yang telah disiapkan dan menaruh nya di atas pangkuan raina,kemudian wilson menaruh sup itu di atas meja.


Entah kenapa sekarang aku merasa canggung bersama dengannya,,wajar saja setelah beberapa tahun kami baru bertemu,,sekalinya bertemu dengan cara seperti ini.


Batin raina seraya menatap wili dengan tegang.


"Ayo makanlah rein,,".Ujar wilson membuyarkan pandangan raina.


-BERSAMBUNG'