
Disaat raina tengah melihat foto ayah nya, ia teringat akan satu hal,raina berdiri dan memutarkan kunci ke pintu, lalu ia mencondongkan kepala nya untuk melihat kondisi rumah,,suasana nya tampak hening,tidak ada siapa siapa,raina berfikir untuk mengambil kesempatan agar dia bisa pergi dari rumah itu.
Raina kembali masuk kedalam dan mengunci pintu nya kembali,lalu ia segera beralih kelemari dan mengambil koper lalu menyiapkan barang barang yang akan ia bawa nanti nya,raina hanya mengambil beberapa helai baju dan beberapa barang kenangan ia bersama ayah nya,disaat raina tengah sibuk mengambil barang barang ada amplop putih yang jatuh.
"Hmm??,,amplopp?,sebentarr aku tau ini milikku tapi aku tidak tau kalau amplop ini ada disinii".Gumam raina seraya mengambil amplop putih itu.
"Kira kira apa ya isi amplop ini?,,".Raina hendak membuka amplop nya tapi ia rasa kalau ia membuka isi amplop itu takut nya akan membuang waktu nya untuk menyiapkan barang nya,ia bisa melihat isi amplop nya nanti, lalu ia menaruh amplop itu di saku baju nya.
.
.
Amara sudah sampai dihalaman rumah,amara melihat ke arah dalam rumah seraya tersenyum licik,tanpa menunggu lebih lama amara masuk kedalam rumah.
"Alicee sayanggg".Panggil amara seraya menaiki tangga,yang dipanggil pun segera membuka pintu kamar nya dan segera menemui amara.
"Ibuuu,,ibu sudah pulangg??,ibu bagaimana? ,,apa ibu sudah menemui tuan john?,,dan apa pendapat tuan john,,ibuu ceritakan pada ku ".Ujar alicia panjang lebar.
"Alicee kenapa kau jadi cerewet begini,,tanpa kau minta ibu juga akan menceritakan nya ,oke jadi begini,tuan john menerima perjanjian ini, dan kau tau dia akan membawa gadis malang itu malam ini juga,,jadii kau harus membantu ibu untuk mempersiapkan dia,,yahh anggap saja jika kita merubah sampah menjadi permata".Ujar amara.
"Hahaha ibu benar sekalii,,,mainkann drama untuk malam ini".Ujar alicia lalu ia mengadu kan telapak tangan nya dengan telapak tangan amara.
Raina sudah selesai mengemasi barang nya,tak lama raina mendengar ada suara langkah kaki yang mendekat ke arah kamar nya,raina menduga jika langkah itu adalah langkah kaki amara,raina segera menutupi koper nya dengan kain seprai dan kursi lalu ia segera duduk di sudut ruangan.
CEKLEKK
(pintu dibuka oleh amara).
Amara mengitari seluruh ruangan lalu ia mendapati raina yang tengah duduk disudut ruangan seraya mengalungkan kedua tangan nya di lutut kaki yang ia tekuk,amara melangkah mendekati raina,raina melihat ke arah amara dengan tatapan takut,ia takut jika amara akan memberi nya hukuman seperti waktu itu.
"Hemm rainata armadja,,bagaimana keadaan mu,,oh ya aku lupa jika sudah mengurung mu hampir dua hari,aku tau ruangan ini sangat tidak nyaman untuk mu,,kau ingin keluar kan,,ayoo kemari".Ujar amara dengan nada lembut nya yang membuat raina terperanjat kaget.
"Raina aku bicara padamu,,tidak usah cemas aku tidak akan menghukum mu lagi,hukuman mu cukup sampai disini,dan ada sesuatu yang sudah aku siapkan untuk mu yaa setidak nya ini hadiah kecil dari ku,ayoo".Ujar amara seraya meraih tangan raina agar ikut bersama nya.
Ibu amara tiba tiba bersikap lembut pada ku, anehh hanya dalam sekejap saja,terakhir sejak aku masih kecil ia bersikap seperti ini,tapi itu sudah sangat lama dan aku tau ibu amara baik kepada ku karena ada tujuan lainn,apa dia menyiapkan rencana jahat lagi untuk kuu?.
Batin raina,tanpa raina sadar ia sudah berada didalam kamar alicia.
"Alicee,,bagaimana apa semuanya sudah siap?".Tanya amara.
"Sudah bu,,kemarilah".Sahut alicia dari ruang rias.
"Waaaww sempurna,,baiklah raina lihat semua ini hanya kami persiapkan untuk mu,tapi sebelum itu kau harus mandi dulu,,supaya kau terlihat lebih freshh".Ujar amara.
"Hmm,,nyonya sebenarnya ada apa?,kenapa tiba tiba kau ingin aku memakai gaun ini,apa-".Kalimat raina terpotong.
"Sudah,, seperti yang aku bilang jika ada kejutan dari ku untuk mu ,kau hanya perlu menuruti nya".Ujar amara.
Raina pun terpaksa harus menuruti perkataan amara dengan banyak nya pertanyaan yang muncul dibenak nya.
"Gadiss malangg hahaha,,,kehidupan baru akan menyambut nya malam ini".Ujar alicia.
Selang 15 menit raina keluar dari kamar mandi,lalu dengan segera amara dan alicia me make over raina dengan alat make up yang alicia punya,dan gaun putih selutut, serta rambut yang tersanggul,membuat penampilan raina mempesona.
Kenapa perasaan ku jadi tidak enak,,sebenarnya ada apa ini?,aku berharap jika sesuatu yang buruk tidak akan terjadi,,ini juga sangat aneh,,kenapa aku didandani sedemikian rupa??,,yaa tuhan lindungilah aku dari setiap hal burukk.
Batin raina,ia kembali teringat dengan amplop putih yang tadi sempat ia taruh disaku celana nya,lalu raina hendak melangkah menuju toilet namun ditahan oleh alicia.
"Kau mau kemana??,,bukan nya tadi ibu sudah bilang kalau kau tetap disini bersama ku".Hardik alicia.
"Alice aku ingin ketoilet sebentar,,aku ingin buang air kecil".Ujar raina seraya memasang tampang memohon.
"Baiklahh,, tapi ingat jangan terlalu lama".Ujar alicia,setelah itu dengan segera raina masuk kedalam toilet.
"Inii dia,,syukurlah aku tidak lupa dengan amplop ini".Ujar raina lalu ia menyimpan amplop itu diselipan gaun nya karena tidak ada saku di gaun yang raina pakai.
.
.
.
Ting,,,tonggg
(suara bel rumah berbunyi).
Tuan john sudah tiba di kediaman amara, tuan john tengah berdiri di ambang pintu bersama beberapa orang pria berjas hitam dan bertubuh kekar,mereka adalah bodyguard dari tuan john.
Ceklekk
(pintu dibuka amara).
"Selamat malam tuan,mari silahkan masuk".Ujar amara.
Tanpa berkata apapun tuan john masuk kedalam rumah diikuti 3 orang bodyguard nya , sementara 4 bodyguard yang lain berjaga diluar rumah.
"Silahkan duduk tuan,aku akan membawa gadis itu kemari,seperti yang kau inginkan aku sudah mempersiapkan gadis itu dengan tampilan yang sempurna".Ujar amara,lalu ia segera naik ke atas dan menghampiri alicia juga raina.
"Hei gadis cantik,,,,tunggu sebentar rambut mu sedikit berantakan,,,nahh sudahh,,baiklah sekarang ayo ikut aku".Ujar amara seraya merangkul pundak raina.
"Nyonya sebelum nya katakan pada ku ada apa ini,aku-".Kalimat raina terpotong.
"Nanti kau juga akan tau,,dan dari itu ayo kita kebawah karena seseorang sudah menunggu mu,alice ayoo".Ujar amara.
"Rainaa tidak usah cemass,,percaya pada kami,,baiklah sekarang ayo kita turunn,,".Ujar alicia,,.
Amara dan alicia segera membawa raina turun untuk menemui tuan john,sementara perasaan raina semakin tidak karuan,sampai dia menuruni tangga raina melihat pria berumur dengan beberapa bodyguard disana,hal itu semakin membuat raina cemas,takut,dan menerka nerka tentang sesuatu yang buruk , tapi sebisa mungkin raina berusaha untuk tetap tenang dan menepis semua pikiran buruk yang ada dikepala nya.
Tuan john melirik ke arah raina dengan tatapan intens , ia melihat raina dari atas hingga kebawah.
Sempurnaa,,ini yang aku inginkan.
Batin tuan john.
-BERSAMBUNG