
Erik tengah menikmati suasana malam yang sama dengan raina dari atas balkon,mata nya mengamati setiap bagian langit,lalu take sengaja mata nya menangkap sosok wanita yang tengah duduk termangu di halaman bawah sana.
"Rainaa,,".Gumam erik,lalu tanpa basa basi erik memutuskan untuk turun dan menghampiri raina.
Raina menghapus air mata yang telah membasahi kedua pipi nya,ia teringat pada pesan ayah nya.
Saat kau merindukan ayah,ingat kalau ayah tidak pernah jauh dari dirimu ,ayah ada disini,,dihatimu,ayah akan selalu hidup disini ,untuk mu,dan untuk melindungi mu.
Raina tersenyum sekilas mengingat hal itu,betapa bahagia nya dia saat itu,.
"Aku harus kuat demi ayahh,ayah tidak suka melihat ku menangiskan ,,aku akan tegar demi hidupku ayah,tak peduli apapun yang akan terjadi kedepannya,baik atau buruk,tapi yang aku tau ayah akan selalu bersamaku,,dan ayah akan selalu ada disini,dihatiku".Gumam raina.
"Haii nona,".Sapa erik,raina pun menoleh kesumber suara.
"Hei erikk,,kau disini?".Ujar raina,,erik pun tersenyum dan ikut duduk disamping raina.
"Aku juga menikmati malam yang indah ini,tadi aku melihat mu dari atas balkon, ya sudah aku turun".Ujar erik.
"Baik nya ya,kau mau menemaniku disini,,,".Ujar raina.
"Hahaha,,".Ujar erik terkekeh.
"Kau tau cara melihat langit agar lebih terlihat indah,,".Ujar erik.
"Hmm,,".Gumam raina seraya mengangkat kedua bahu nya.
"Payahhh,,inii,, tidurlah disini,,lalu lihat lah keatas,,betapa luas langit dan bintang nya juga lebih terlihat jelas".Ujar erik seraya berbaring dirumput itu,seraya mengadahkan tangan nya ke kepalanya.
Raina pun mengikuti apa yang erik katakan,dan benar saja,kini posisi nya dengan langit terasa lebih dekat,raina melihat hamparan langit dan bintang bintang yang berkerlap kerlip disana.
"Kauu benar,indahh sekali,terimakasih untuk ini".Ujar raina.
"Hidup mu itu tidak jauh dari kata terimaksih,,bahkan untuk hal sekecil ini,,".Ujar erik
"Hal kecil ini membuat ku senang,lalu apa salah nya berterimakasih untuk hal yang membuat ku senang".Ujar raina.
"Hahah,,yaa kau benarr,raina mata mu terlihat sembab,kau habis menangiss?".Tanya erik yang menoleh kearah samping,menatap wajah raina yang berada dekat pada wajah nya.
"Hahh??,,ouh tidak ,,,ini tadii, akuuu tadi habis membasuh wajah ku".Jawab raina sedikit canggung,dan terkesan kikuk.
"Oo,,".Ujar erik
Hmm dia sedang berbohong, raina mata dan ucapan mu itu tidak selaras,sebenarnya apa yang selama ini kau sembunyikan,aku tau kau sedang tidak baik baik saja.
Batin erik.
"Ouhhh waww,,malamm yang indahh yaa".Ujar seseorang.
Hal itu membuat raina dan erik menoleh kesumber suara.
"Alice,,".Ujar raina.
Erik pun kembali memperhatikan raina kemudian beralih ke alicia.
"Kemari kauu,,siniii!!!".Pekik alicia seraya menarik tangan raina kasar.
"Akh,,,,alice,lepaskan,,alice".Ujar raina,namun tak digubris oleh alice yang tetap menarik kasar tangan raina.
"E ehh,lepaskan dia,,lepasss".Ujar erik seraya melepaskan tangan alicia yang menggaetkan tangan nya dengan tangan raina.
Alicia sontak menatap lekat pada pria yang ada didepan nya,yaitu erik,hal itu juga membuat raina kaget.
"Cukup,,kau tidak perlu ikut campur okey".Ujar alicia alicia.
"Aku sama sekali tidak berniat untuk ikut campur,tapi setidaknya kau bisa bersikap lebih sopan dan tidak kasar seperti tadi".Ujar erik.
"Aku rasa kau telah ikut campur terlalu jauh,maaf kau tidak tau siapa dia ,jadi biarkan aku mengurus pembantu ku".Ujar alicia.
"Pembantu???".Tanya erik.
"Kau fikir siapa gadis itu?? ,dia hanyalah babu yang tidak tahu diri,dan kau lebih baik kembali kerumah mu"..Ujar alicia seraya menarik tangan raina lagi dan segera masuk ke dalam rumah
"Stssss,,berisikk,kauu benar benar membuat ku kesal raina,kenapa dari dulu kau selalu membuat ku kesal,,aku benciii pada mu,,berani beraninya kau mendekati nya!!!,kau tau erik adalah seniorku,,dia orang yang aku suka!!!".Ujar alicia seraya mencengkram kuat tangan raina.
"Akhhh,lepass,alice,,sakitt,,,".Pekik raina tapi alicia makin mempererat cengkaraman nya.
"Rasakan ini,kau tahu seharusnya kau bisa mendapatkan hal yang lebih dari ini,,".Ujar alicia ia makin memcengkram kuat tangan raina kemudian melepaskan nya.
"Akh,shhh,,sakit".Ujar raina lirih seraya memegang tangan nya.
"Alice,,kenapa kau seperti ini,kau selalu kasar,bahkan kau bersikap jahat pada ku,apakah kau tidak pernah menganggap ku sebagai adikmu,apa kau tidak menyayangiku barang sedikiittt saja, alice kita ini masih mempunyai ikatan darah yang sama".Ujar raina.
"Cihhh,terlalu menjijikan menganggap mu sebagai adikku,kau itu manusia pembawa siall,karena mu aku diacuhkan oleh ayah,ayah lebih sayang padamu,,tapi kau juga yang membuat ayah meninggal,,dan membuat aku dan ibuku menjadi melarat seperti ini,,kau tau aku sangat membencii dirimu,,erghhhh".Ujar alicia seraya menjambak rambut raina dengan sekuat kuat nya.
"Lepass alice, aku mohonn,,akhh,lepasss".Ujar raina yang berusaha melepaskan tangan alice dari rambut nya,namun kini alice semakin memperkuat jambakkan nya.
"Akuu benci pada muuu,,erghhhh".Bentak alice seraya menarik kasar rambut raina yang ia genggam.
"Alicee lepass,,akhhh ðŸ˜".Ujar raina yang kesakitan,tapi kini alicia menjambak kuat rambut nya sehingga ada beberapa helai rambut nya yang rontok.
BRAKKK!!!
Pintu itu terbuka oleh erik,dengan segera erik menghampiri raina dan mendorong paksa alicia agar menjauhi raina.
"Apa yang kau lakukan hahh?!,apakah kau sadar atas apa yang kau lakukan,dia mungkin pembantu disini,tapi ingat dia juga manusia!,kau sama sekali tidak berhak menyakiti nya".Hardik erik.
"Kau,,apa yang lakukan disini,,".Ujar alicia gugup.
"Menurut mu??!,,aku tidak menyangka jika ada wanita yang kasar seperti dirimu,".Ujar erik.
"Erik,sudahh,,lebih baik kau pulang saja,aku-".Ujar raina terpotong.
"Lalu membiarkan mu bersama orang seperti ini?".Ujar erik.
"Kau tidak tau apa apa,,sebaiknya kau berfikir sebelum membela gadis ini!".Sahut alicia.
"Oh yaa,,apa salah nya aku membela teman ku".Ujar erik.
"Erikk,,aku mohon padamu,pulang lah,semakin kau disini,masalahnya tidak akan selesai".Ujar raina.
"Raina kau sadarkan apa yang dia lakukan,dia sangat kasar,tidak peduli siapa status mu dirumah ini,tapi kau juga seorang manusia dan dia sama sekali tidak berhak memperlakukan mu seperti ini".Tegas erik.
"Maaf sebelumnya,jika kau lebih mengenal siapa dia,aku rasa kau akan berfikir dua kali untuk membela nya,lagipula diaa tidak pantas untuk dijadikan teman,dia ini gadis yang jahat,tidak tau diri,dan-".Ujar alicia terpotong.
"Dan sudah jelas siapa yang jahat kepada siapa,untuk menilai seseorang tidak cukup hanya dengan pernyataan,tapi perilaku seseorang bisa menjelaskan semua nya".Ujar erik.
Alicia terdiam, ia tidak tau harus menjawab apa lagi terlebih erik adalah senior idola nya,rasa nya semakin ia membalas perkataan erik,maka semakin buruk citra nya dimata erik.
Bagusss raina,,yaa puass kau sekarang melihat ku disudutkan seperti ini ,,dasar gadis tidak tahu diri,dulu ayah yang kau renggut dari ku,dan kiniii erikk,tidakkk,tidak semudah itu!.
Batin alicia,nafas nya memburu,kini ia berlari menaiki tangga dan mengunci pintu kamar nya.
"Erik,kau tidak seharusnya berbicara seperti itu pada alice,aku tau perlakuan nya tadi sangatlah buruk,tapi untuk masalah ini-".
"Raina kau sadar perlakuan nya buruk terhadap mu,lalu kenapa kau diam saja,dan sekarang ada begitu banyak pertanyaan dikepala ku,aku tau kebenaran jika kau adalah pekerja dirumah ini,dan bagaimana bisa kau bekerja dengan orang seperti ini?,apa kau tidak mencoba untuk berhenti?,atau-".
"Erik lain kali untuk pertanyaan nya,sekarang lebih baik kau pulang,kondisi nya sekarang juga tidak baik,aku juga ingin istirahat".Ujar raina.
"Hufhhh,,apa kau yakin dia tidak akan menyakiti mu lagi".Tanya erik lalu dibalas gelengan dari raina dan ekpresi meyakinkan dari raina.
"Oke,tapi ingat jika ada sesuatu yang terjadi atau dia mencoba untuk kasar pada mu, kau harus membela diri mu,ingat jangan pernah takut dengan seseorang yang tidak bisa menghargai mu".Ujar erik,lalu dibalas senyuman dan anggukan dari raina.
Lalu erik pun melangkah menuju keluar rumah raina,sementara raina menghela nafas nya yang terasa begitu berat,dia yakin bahwa saat ini alicia sangat marah,entah apa lagi yang akan terjadi pada raina,namun raina merasa lelah dengan semua ini,ia memutuskan untuk tidur dan memejamkan mata nya ,untuk me rilex kan sejenak tubuh serta pikiran nya.
*BERSAMBUNG
**HAI SEMUA NYA JANGAN LUPA BUAT LIKE,KOMEN,DAN VOTE,SELALU DUKUNG AKU UNTUK TERUS UPDATE CERITA NYA.
Dan semoga kalian suka dengan cerita nya,.
follow me at instagram @azhramhrani***