BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY

BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY
Pagi itu



Tringgg,,,,tringgg,,,.


(suara ponsel amara).


Amara mengucek ngucek mata nya sembari meraih ponsel nya yang berada di atas nakas , ia mengerjap ngerjapkan mata nya untuk melihat siapa yang menghubungi nya sepagi ini.


Nomor tidak dikenal??,,,ah sudah lah,mengganggu saja menelfon orang pagi pagi.


Batin amara ia menjatuhkan ponsel nya ke kasur dan kembali melanjutkan tidur nya.


Tringgg,,,tringg,,tringg.


(suara ponsel itu berdering lagi).


"Huhhh,,berisikk sekali, lagipula siapa sih orang ini,kenapa tidak mengirim pesan sajaa".Gusar amara,ia kembali meraih ponsel nya dan mengangkat panggilan masuk itu.


[Jam delapan nanti datang lah ke cafe dulta,aku menunggu mu disana].


Suara berat dan serak itu terdengar dari ponsel amara.


"Maaf anda ini siapa ya,".Ujar amara.


Tutt,,,


Tutt,,,


Tutt,,,


(Panggilan terputus).


Apa apaan ini,,dasar orang gila,menghubungi orang dan berbicara yang tidak jelas,tapi siapa dia,dia mempunyai nomor ponsel ku,dan suara nya,,,


Batin amara.


Klingg,,.


(notif pesan masuk)


"Simpan nomor ini,,david".


Isi pesan itu.


"Hahh??!!,,bagaimana bisa dia mendapat nomor ponsel ku,hfthh,,,".Gumam amara.


 


Raina tengah sibuk membersihkan halaman depan,pagi itu udara nya sangat menyegarkan,setelah semalaman raina sedih karena mengingat ayah nya,maka pagi ini ia ingin me refresh kembali pikiran nya dengan melakukan pekerjaan rumah yang mungkin dapat mengalihkan rasa rindu pada ayah nya.


"Erikk,,".Ujar raina.


"Ouhmm,,heii".Balas erik,kini ia pun berjalan ke arah raina.


"Hm rupanya sepagi ini kau sudah bangun,dan kau terlihat seperti personal training hhhh".Ujar raina.


"Heii terimakasih atas pujian nya,,personal training adalah seorang pria yang keren,tampan,bertubuh ideal,dan aku termasuk pria itu kan".Ujar erik dengan gaya sok cool nya seraya menaikkan sebelah alis nya.


"Hmm tidak juga,,".Ujar raina enteng nya.


"Kau ini,,setidak nya bilang iya agar hati ku ini senang,,heheh".Ujar erik terkekeh.


"Hahaha,,".Tawa raina terlihat lepas dipagi hari itu.


"Humm,,manis sekalii,jangan seperti itu lagi raina,kalau tidak jantung ku akan copot sekarang juga".


Batin erik.


"Ouhmm raina,bagaimana kau sekarang,kemarin kemarin yang ku tahu kau sakit kan".Ujar erik sekaligus mengalihkan perasaan nya yang sudah tidak menentu itu.


"Hmm iya aku memang merasa tidak enak badan saja,tapi sekarang aku sudah jauh lebih baikk,,,dann ya maka nya aku tertawa kan tadi".Ujar raina yang juga ingin mengalihkan topik pembicaraan.


"Heii sekalian saja kita jogging pagi ini,bagaimana?,tidak jauh hanya mengitari keliling komplek ini saja,aku akan membantu mu membersihkan halaman ini".Ujar erik bersemangat.


"Hmm maaf erik,aku masih banyak pekerjaan lain yang harus aku lakukan, mungkin next time aku akan usahakan".Ujar raina.


"Sungguh??,okeey tidak masalah,aku akan menunggu saat kau punya waktu".Ujar erik seraya menepiskan senyum manis nya.


"Dia memang manis tapi sedikit konyol,yaa mungkin,,".


Batin raina.


"Ouh ya kalau begitu kau lanjutkan jogging mu saja,kebetulan aku juga ingin kedalam".Ujar raina.


"Hmm baiklah,,rupanya aku sudah diusir


,raina tidak suka jika aku disini,,hahaha tidak bercanda raina,,ingat tawaran ku tadi ya,,see you".Ujar erik seraya tersenyum dan menaikkan sebelah alis nya kemudian berlalu dengan berlari kecil.


Raina pun tersenyum seraya menggeleng geleng kan kepala nya,kemudian masuk kedalam rumah.


BERSAMBUNG'