
Jack melajukan mobil yang ia kendarai,,menyusuri lebat nya hutan di sepanjang jalan,,sementara wilson yang duduk dibelakang seraya memangku kepala raina terlihat sangat panik.
"Keadaan nya semakin lemah jackk,,,lebih cepat lagi menyetirnya!!".Perintah wilson dan jack mengiyakan,mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi.
"Kita tidak bisa membuat gadis ini menjadi korban atas kesalahan orang lain".Ujar wilson seraya menatap wajah raina yang terlihat pucat pasi,,wilson sangat khawatir jika bisa ular itu sudah menyebar ke tubuh raina,walaupun tadi wilson sempat menyedot bisa nya dikaki raina serta mengikat kaki nya kuat agar bisa nya tidak segera menyebar sebelum mereka melaju meninggalkan lembah hole.
Selang 2 jam mobil yang dikendarai jack telah terparkir disebuah parkiran rumah sakit,sebenarnya jarak dari lembah hole dari kota memakan waktu 3 jam namun jack yang membawa mobil nya dengan kecepatan sangat tinggi dan membuat perjalanan mereka 1 jam lebih cepat.
Wilson segera menggendong tubuh raina memasuki lobi rumah sakit,,wilson berteriak memanggil petugas disana agar segera menangani raina,,dengan tanggap para perawat dan dokter datang dan menuntun erik agar membaringkan raina di kasur roda dan mereka membawa raina ke UGD.
Sesampainya di UGD wilson dan jack dipersilahkan menunggu diluar sementara tenaga medis menangani raina,,wilson mengusap wajah nya gusarr,,dan menenggelamkan wajah di telapak tangan nya.
"Jackk kau bilang jika kau sudah mendapat informasi derail dari rainaa,,beri tau aku sekarangg".Ujar wilson seolah tak sabar ingin mendengarnya.
"Tuann,,gadis itu adalah putri dari pengusaha besar Tuan Armadja,,pengusaha besar yang berita kematian nya tragis dan sempat menggemparkan media sekitar 10 tahun yang lalu,,semenjak itu dia tinggal dengan ibu tirinya amara sekaligus saudara tiri nya yang bernama alicia,,dan saya tau jika ibu tirinya ingin menjual nona raina ke salah seorang mafia terbesar disini yaitu tuan John,,pasti nya Nona raina dibeli dengan harga yang sangat tinggi,,tapi nona raina berhasil melarikan diri dan mungkin nona raina tak sengaja masuk kedalam mobil tuan felix karena hal itu".Jelas jack yang mampu membuat detak jantung wilson hampir berhenti berdetak.
Reinnn,,,gadiss itu adalah reinn,,.
Batin wilson,,,ia tertegun seakan tak percaya atas semuanya,,.
Dia adalah reinnn,,bagaimana bisa aku tidak mengenali nya,,aku bertemu untuk pertama kalinya pada malam itu,,tapi aku malah mencurigai nya,,dan aku menyekapnya di markas X sebagai musuh ku.
Batin wilson masih dengan rasa shocknya,wilson berjalan mendekati pintu UGD.
Maafkan aku reinn,,,atas tindakan kuu membuat mu menderitaa seperti inii,.
Batin wilson wajah nya nampak sayu dan rasa shock itu masih membekas di raut wajah nya.
Tak berselang lama dokter keluar,,sementara didalam beberapa perawat tengah menyiapkan alat medis untuk raina.
"Bagaimanaa?!,bagaimana keadaannya".Tanya wilson panik.
"Bisa ular kobra itu sangat berbahayaa,,seharusnya pasien dibawa setengah jam lebih cepat,bisa ular itu sudah mulai menjalar ke tubuh pasien,tapi syukur nya bisa ular itu belum menjalar ke organ pernafasan dan otak,sehingga nyawa pasien masih bisa tertolong,tapi tuan kondisi pasien sekarang dalam keadaan koma,dan pasien ingin kami pindahkan ke ruang ICU,,sebelum itu saya ingin meminta tanda tangan dari keluarga pasien sebagai tanda persetujuan untuk memindahkan pasien ke ruang ICU,".Ujar dokter itu.
Wilson menoleh ke arah raina sekilas.
"Saya keluarga pasien,,tolongg lakukan yang terbaik untuk nya dok,,".Ujar wilson lirih.
"Baikk,,suster segera pindahkan pasien,,dan ingat terus cek tekanan darah pasien sampai saya datang keruang icu".Ujar dokter,lalu ia memberi arahan agar wilson ikut dengan nya yang untuk menanda tangani surat itu,surat tanda persetujuan.
Surat itu adalah pengakuan dari keluarga pasien jika kondisi pasien benar benar dalam kondisi kritis,dalam kata lain nyawa pasien berada diujung tanduk dan keluarga pasien harus siap menerima apapun yang terjadi pada kondisi pasien, sementara tenaga medis terus berupaya melakukan yang terbaik.
Felix berhenti di ujung jalan jembatan tepat ditengah kota ,,jembatan yang bawah nya mengalir air sungai jernih dan terhubung langsung dengan laut.
Felix keluar dari mobil dan menghembuskan nafas nya gusar.
Perasaan macam apa ini,,,seharusnya aku lega karena satu dari mereka telah berhasil ku singkirkan,tapi perasaan ini mengatakan yang sebaliknya,apa karena dia wanita?!,,cihh kau memang tau benar kelemahan mu alexander,tapi kali ini kau salahh,
Batin felix,,ia menyunggingkan senyum licik nya,,tapi tak bisa dipungkiri bayangan wajah dan suara raina masih berlarian di otak felix,,bayangan wajah memelasnya,ngiangan suara memohon nya,,yang membuat perasaan felix tak karuan.
"Arghhhhhhhh!!!,,menyingkir dari fikiran ku,orang picik seperti mu tak pantas berlarian di kepala ku".Teriak felix seraya batin nya yang mengumpat raina.
Felix tiba tiba teringat dengan wilson yang hendak bertemu dengan nya,,lalu felix merogoh saku celana nya dan menghubungi wilson,,namun saat felix menghubungi wilson,wilson tak menjawab nya,sudah 3 kali wilson menelfon tapi tak diangkat.
"Apa maunya anak inii?!,".Gumam felix ia melempar ponsel nya kedalam mobil,,dan felix memilih untuk menenangkan fikiran di tepian jembatan dengan melihat hamparan air sungai yang menyegarkan.
Felixx kau keterlaluann,,,aku sudah memperingati mu untuk tidak mengusik rein,,tapi lihat karena perbuatan mu gadis tidak bersalah itu harus berjuang melawan kematian nya,,kau bukan seperti pria yang kukenal,,kau dulu pria yang sensitif jika membahas seorang wanita,kau pria yang berhati lembutt,,tapi sekarang kau tidak ada beda nya dengan sycho.
Batin wilson seraya meremas ponsel nya geram,,wilson sengaja tidak mengangkat telfon dari felix karena kekesalan nya.
Diruang ICU begitu banyak alat medis yang menempel ditubuh raina,sunyi dan hampa nya ruang ICU itu seolah olah menyatu dengan raina yang terbaring sayu,mata nya masih terlihat sembab dan bengkak,bahkan cekung,,luka di dagu nya terlihat sudah diperban,namun banyak bekas goresan luka dan lebam dibeberapa area wajah raina,mengenaskan itu lah kata yang menggambarkan kondisi raina saat itu,.
Wilson sedari tadi berdiri di depan kaca yang menjadi pembatas antara penjenguk dengan pasien,saat itu dokter melarang untuk penjenguk menjaga langsung disisi pasien karena ruang ICU saat itu benar benar harus steril dan tanpa banyaknya interaksi dari orang orang luar.
Wilson menatap lekat raina dari ujung kepala sampai ujung kaki,,wilson benar benar tak menyangka akan bertemu raina dengan cara seperti ini,sungguh hati wilson seakan tersayat melihat kondisi raina,,sahabat kecil yang sangat is sayangi sampai sekarang,,tiba tiba mata wilson terhenti saat melihat gelang merah yang melingkar dipergelangan tangan raina.
Dia masih memakainya sampai sekarang,,aku ingat sekali gelang itu aku berikan saat aku hendak pergi keluar kota,,aku tau rein tidak pernah mengingkari janji nya,aku merindukan mu rein,,cepatlah sadar dan jangan menyerah untuk tetap bertahan,,wili mu menunggu mu.
Batin wilson,tak disangka setetes air mengalir dari pelupuk mata nya.
-BERSAMBUNG