
Siang itu tepat pukul 14.00,,pesawat yang armadja tumpangi sudah mendarat di Airport Fredericksburg,,,tatapan armadja masih terfokus pada wanita yang mirip dengan amanda itu,,dan kini saat nya penumpang turun dari pesawat.
"Arnold kau langsung ke mobil saja,,aku ingin ketoilet sebentar".Alasan armadja sebenarnya ia ingin menghampiri wanita itu.
"Baikk tuan,,kalau begitu saya permisi dulu".Kata arnold dan segera berlalu dari situ.
baiklahh,,sekarang aku harus segera menemui wanita itu,,aku yakin itu amandaa,,,,tapi dimana diaa,,,,dia pasti belum jauh dari sini,,,hmmmm (melirik kesana kemari) ,,,,,,,,,,,,hahh itu dia
Batin armadja,,ia pun mempercepat langkah nya untuk dapat menghampiri wanita itu,,,
Jarak nya dengan wanita itu semakin dekat,,dia memang persis seperti amanda,,,,yaa mungkin dia amanda ,,tanpa ragu armadja langsung memanggil wanita itu serta menepuk pundak wanita itu.
"Maaf siapa???,,,".Ujar wanita itu setelah menoleh kesumber suara.
"Ammandd,,,".Ucap armadja terhenti karena wajah itu hanya mirip dengan amanda tapi dia bukan amanda.
"Amann??,,,".Tanya wanita itu.
"Kauu,,,,oh tidak aku salah orang , aku fikir kau amanda teman ku".Ujar armadja.
"Ouhh begitu,".Ujar wanita itu,, kemudian armadja hendak melangkah pergi.
"Sebentarr,,,".Ujar wanita itu menghentikan langkah armadja.
"Ada apa?".Jawab armadja.
"Apakah yang kau maksud amanda Roberta??".Ujar wanita itu yang membuat armadja terkejut.
"Kau,,,,kau tau tentang diri nya??".Tanya armadja.
Wanita itu mengangguk,,kemudian ia mengajak armadja untuk duduk sebentar di cafe sekitar bandara,,,aramdja pun mengiyakan,,,lalu saat mereka sudah duduk di cafe,,wanita itu mulai menjelaskan tentang suatu hal pada armadja.
**flashback on**
**Setelah berlalu dari kediaman armadja,,amanda menangis sejadi jadi nya,,,rasa nya ia tak rela berpisah dengan bayi nya itu,,namun apa daya nya,,penyakit kanker yang diderita nya sudah menggorogoti seluruh tubuh nya,,dan hasil dianogsis dokter menyatakan , bahwa umur nya tak akan bertahan lama,,
Kini orang yang ia percaya untuk merawat bayi nya adalah armadja,,meskipun ia tahu bahwa amara tak akan pernah menerima kehadiran putri nya.
Ditengah hujan deras ia berusaha mencari taksi namun tak ada satu pun taksi yang lewat di tempat itu,,sementara badan nya sudah merasakan sakit yang teramat sangat,,,
"**-tol-loongg,,,Ttt-tollo-ngg,,".Ujar amanda yang kini terkulai diaspal ,,dingin nya hujan yang mengguyur tubuh nya dan sakit yang teramat sangat ,,,bercampur menjadi satu dalam tubuh nya,,,akhirnya ia pun pingsan tak sadarkan diri .
Selang beberapa hari amanda tersadar ,, ia melihat di sekeliling nya dipenuhi oleh alat medis menandakan jika ia sedang berada dirumah sakit,,,seluruh badan nya terasa sakit,kaku ,dan lemah,,tak lama samar samar seseorang masuk keruangannya.
"Kakakk!,,,kau sudah sadar,,syukurlahh,,dokterr dokterr!!".Teriak wanita itu sambil menekan tombol bel yang berada didekat pasien,,,tapii amanda seakan melarang dia untuk memanggil dokter
"kakak kenapa??,,kau sudah sadar dan dokter harus memeriksa mu kembalii kakk,,,,".Ujar wanita itu,,,tapi amanda terus saja menggeleng,,ia memberi kode untuk mengambil kan buku dan pena yang ada di nakas samping ranjang nya.
Wanita itu pun menurutinya dan menyerahkan buku serta pena pada amanda,,,dengan tangan gemetar amanda mulai menulis sesuatu di kertas itu,,derai air mata yang membasahi pipi nya kian mengalirr deras,,,lalu ia menyobek bagian kertas yang ditulis nya,,dan melipatnya,,ia menyerahkan kertas itu pada wanita itu.
"Fena,,aku minta tolong pada mu,,berikanlah surat ini pada putri kecil ku,,,yang sekarang berada di kediaman armadja,,aku mohonn,,setidaknya ini menjadi hal yang bisa aku berikan pada nya untuk pertama dan terakhir kali nya,,,aku sangat menyayangi nya fena,,,tolong sampaikan amanah ku untuk yang terakhir kali nya".Ujar amanda dengan lirih nyaris tak terdengar.
"kenapa kakak bicara seperti itu,,,kak kau akan sembuh percayalah,,,kau tidak perlu memberi surat ini padanya,,karena nanti kau sendiri yang akan mengucapkan ini padanya saat kau sembuh nanti".Ujar fena menahan tangis nya.
"fenaa aku disini hanya untuk menyampaikan pesan terakhir ku saja,,,jadi tolong lah untuk menyampaikan surat ini pada putri ku,,,kau tidak pernah menolak keinginan ku bukan??? ,,".Ujar amanda lirih.
"Aku menyayangi kalian,,,kau dan putri ku adalah hal terindah yang ku punya,,,jaga lah dirimu baik baik,,,carilah pendamping yang tulus menyayangi mu,,dan tolong sampaikan surat ini pada putri ku,,,aku akan menunggu kalian dan akan selalu merindukan kalian dari atas sana,,,adikku,,,,,,".Ujar raina lirih dan terputus diujung kalimatt.
"tittttttt--------".Alat pacu jantung itu berbunyi menandakan tidak ada respon dari detak jantung pasien.
"Kakakkkkk!!!!!!".Tangis fena pecahh,,kemudian ia berteriak histeris memanggil dokter sambil terus memencet tombol bel,,,tak lama dokter pun datang dan memeriksa keadaan amanda.
Fena melangkah mundur ke belakang karena dokter serta suster sibuk memeriksa amanda,,
selang 10 menit,,,dokter dan suster yang ada disana memilih mencabut beberapa alat pemacu yang terpasang di badan amanda,,kemudian suster menarik selimut putih itu hingga menutupi wajah amanda.
amanda dinyatakan meninggal,,, fena menangis sejadi jadi nya,,,ia memeluk tubuh amanda yang kini terbujur kaku,,,fena terus memanggil "Kakakkk!!!!,,,,kakakkk!!!,,,jangan tinggalkan akuuu!!!!".itu yang terlontar dari mulut nya*,,
**flashback* off*
.
.
.
Wanita itu menyodorkan sepucuk surat pada armadja.
"Apa ini?,,".Tanya armadja.
"itu adalah surat yang diamanahkan pada ku untuk putri nya,,tepatsebelum kakak ku meninggal".Ujar wanita itu yang tak lain adalah adik dari amanda.
"Hufthhh,,,".Menghela nafas panjang yang terasa begitu berat bagi armadja.
tringgg,,,,tringgg ,,,
ponsel armadja berdering dari saku celana nya.
"Hallo,,".Sapa armadja usai mengangkat telfon nya.
["..............."].
"Aku akan segera kesana,,aku sudah selesai".Ujar armadja.
["..............."].
"Baikk,,,".Ujar armadja kemudian mematikan sambungan telfon nya.
"Terimaksih atas informasi nya mengenai amanda,,,aku turut berduka cita atas kepergian nya,,kau tenang saja surat ini akan ku sampaikan pada putri kami pada waktu yang tepat,,,dan yaa aku harus segera pergi,,aku masih ada urusan".Ujar armadja.
"Iyaa tuan,,,terimakasih kembali,,,tolong titipkan juga salamku pada keponakan ku itu,,,aku berjanji akan mengunjungi nya saat urusan ku telah selesai".Ujar fena,,,
armadja pun tersenyum dan mengangguk,,lalu ia pun berlalu meninggalkan tempat itu,,begitupun dengan fena.
-BERSAMBUNG
HAI PARA PEMBACA SETIA JANGAN LUPA VOTE,LIKE,DAN KOMEN NYA YAA,,,DAN TERIMAKASIH BUAT YANG UDAH DUKUNG KARYA KU,,SEMOGA GAK AKAN PERNAH BOSAN UNTUK BACA CERITA KU,,
TERIMAKASIHH😇🙏