BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY

BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY
TERKEJUT



Felix memasuki daerah penghijauan,tak lama tampak sebuah gerbang besar didepan jalan sana,saat mobil berjalan mendekati gerbang, gerbang itu otomatis terbuka dan felix masuk kedalamnya.


Tampak sebuah bangunan megah bergaya classic minimalist,felix memberhentikan mobil nya di halaman depan rumah itu,,sementara raina tampak tertegun dan mata nya mengitari seluruh penjuru tempat sekitar situ.


Felix turun dari mobil nya,tak lama datang seorang pria paruh baya mengahmpiri felix.


"Pagi tuann,,selamat datang,".Sapa pria paruh baya itu.


"Hm,aku membawa seorang gadis kemari, dia akan tinggal disini untuk sementara waktu,,aku minta pada mu untuk menyiapkan kamar untuk nya dilantai bawah,".Ujar felix.


"Baik tuan,kalau begitu saya permisi".Ujar pria itu lalu membungkuk dan berlalu dari hadapan felix.


Kemana tuan itu membawa aku,,,ya tuhan aku takutt,apa ini mansion yang diceritakan wili?,tapi kenapa tampak sepi


Batin raina.


Pintu mobil raina tiba tiba terbuka.


"Apa kau ingin duduk disitu selamanya??".Tanya felix datar yang berdiri disamping raina.


Lagi lagi jantung raina terasa ingin lepas dari tempatnya,raut wajah raina tampak takut serta kesal saat menatap felix.


"Ouh ya aku lupa,kau tidak bisa berjalann".Ujar felix seraya menghela nafas nya.


Felix sontak menepuk jidatnya,bagaimana mungkin kursi roda raina bisa masuk kedalam mobil yang dikendarai tom,hal ini benar benar menyebalkan bagi felix.


Apakah aku harus menggendong nya lagii??,,cihhh drama macam apa ini,,hfthh.


Batin felix.


"Kemarilah,,".Ujar felix dengan nada kesal,ia hendak menggapai tubuh raina, namun dengan sigap raina menangkisnya.


"Jangan berani untuk menyentuh ku lagi,,dan dimana kita sekarang??,tuann aku mohon padamu bawa aku untuk bertemu dengan wili,dimana dia?".Tanya raina yang semakin merasa takut.


"Diamlahh,,dan berhenti berfikiran burukk,,kau akan bertemu lagi dengan nya dilain waktu".Ujar felix , tanpa menunggu lagi felix segera menarik tubuh raina lalu menggendongnya.


"Tuann lepaskan aku!!,,apa apaan ini??, mungkin tadi aku membiarkan mu untuk menggendongku tapi sekarang tidak,,kumohon turunkan aku".Ujar raina.


"Diamlah ,,jika aku lepaskan kau sekarang mungkin kau akan lumpuh untuk selamanya,tapi jika kau memang menginginkan nya".Ujar felix datar,lalu ia meregangkan tangan nya yang menopang tubuh raina ,,raina tersentak dan mengeratkan tangan nya yang memegang jas felix.


"Berhentilah berceloteh!".Hardik felix.


Felix pun segera melangkah masuk kedalam dengan ekspresi datar yang terkesan dingin ,hal itu membuat raina ikut membisu ,tanpa berbicara sepatah kata pun raina pasrah dibawa dengan felix.


Saat felix memasuki ruang utama rumah,beberapa pelayan yang ada disana memberi hormat kepada felix,meskipun mereka sedikit terkejut karena melihat felix membawa seorang gadis dan gadis itu bukan laura,,yang mereka tahu sebagai kekasih felix.


"Permisi tuan kamar nya sudah saya siapkan,,silahkan".Ujar pria baruh baya tadi,felix mengangguk kecil dan segera melangkahkan kaki nya menuju kamar tamu,saat sudah tiba felix segera menurunkan tubuh raina diatas kasur dengan asal.


Ia menatap raina sekilas lalu pergi meninggalkan raina.


"Pria macam apa itu,kasar sekali,raina kenapa dihidup mu ini selalu bertemu dengan orang orang yang menyebalkan , hfthh wili dimana?,dia bilang jika dia yang akan menjemput ku,tapi kenapa malah pria itu yang datang,".Gumam raina gusar,tak lama datang dua orang pelayan.


Dua pelayan itu di perintahkan felix untuk membantu raina , mulai dari membantu nya ke kamar mandi,membantu nya mengambil pakaian,memakai baju,dan segala hal yang sulit untuk raina lakukan sendiri.


Felix mendudukan diri nya di ruang TV nya,felix meraih sebotol minuman dan gelas kaca kecil, felix menuang nya sedikit lalu meminum nya,tak lama terdengar suara notif pesan yang masuk dari ponsel nya,dengan segera felix mengeceknya.


Felix aku baru saja mendapat informasi dari label perusahaan yang membintangi nona laura jika dua hari kedepan akan ada brand yang di launchingkan dan yang menjadi brand ambassador nya sendiri adalah nona laura,seperti biasa laura akan mengundang mu untuk menemani nya pada malam acara.


Pesan dari asisten julio.


Cihh kita lihat saja dalam dua hari kedepan,, aku sungguh tidak sabar untuk melihat kehancuran mu laura.


Batin felix.


Laura adalah sahabat sekaligus pacar felix saat sekolah menengah akhir,mereka sudah menjalin hubungan sejak bertahun tahun,felix sangat mencintai laura segala kebutuhan laura ia penuhi,bahkan sampai kini laura berhasil mengejar karir nya didunia entertainment itu semua berkat bantuan dari felix,,sejak saat itu laura mendapatkan kehidupan yang glamour.


Sampai laura menjadi seorang model yang sukses dan memiliki rating teratas disitu felix mengabarkan jika laura adalah calon dari Nyonya Johannes,kabar itu menjadi sinar bagi karir laura,dan ada masa dimana saat felix hendak mengikat laura dengan melangsungkan acara tunangan,tapi kala itu laura menolak dengan alasan jika ia tengah terikat kontrak dari label perusahaan yang memegang nya.


Felix pun menuruti kemauan dari laura,,dan kebetulan jika saat itu felix tengah sibuk dengan perjanjian bisnis baru nya,,,saat itu felix dan laura mereka hanya bertukar kabar lewat ponsel,terlebih laura ia seolah olah tenggelam dari hubungan mereka, pasalnya beberapa kali felix meminta untuk bertemu, laura selalu menolak dengan berbagai alasan,felix pun memaklumi nya.


Sampai felix mendapat informasi dari asisten julio jika laura di duga selingkuh dengan pria lain,,felix sempat membantah nya,sampai akhir nya bukti laura selingkuh dikirim lewat email felix,saat itu felix tidak bisa mengendalikan diri nya,seluruh benda yang ada disekitar nya menjadi hancur dan berserakan dilantai,.


Untuk kedua kali nya felix merasakan pengkhianatan,,pengkhianatan yang dilakukan ayah nya pada ibu felix,dan sekarang kekasih nya sendiri,dan yang membuat felix semakin hilang kesabaran adalah,jika laura sendiri berselingkuh dengan kerabat Davidson alexander,dan felix tau jika davidson memperalat laura untuk menghancurkan dirinya.


Saat itu felix bersumpah untuk membalaskan dendam nya pada seluruh orang yang terlibat dalam masalah ini,,termasuk laura,,dulu felix sempat terpukul atas pengkhianatan laura tapi hari demi hari terus berjalan membuat felix menjadi pria arrogan,dingin,dan kasar,terlebih pada mereka yang mengganjal di hati felix,dan sekarang dimata felix laura seperti sampah yang sudah mengusik kehidupannya.


.


.


.


Felixx kau benar benar keterlaluan jika rein mengalami sesuatu yang buruk maka aku tidak akan segan segan untuk memberi mu pelajaran,,kemana dia membawa rein.


Batin wilson gusar.


Wilson tak pernah tau jika felix memiliki satu mansion di daerah yang jauh dari keramaian kota, felix sengaja membangun mansion disana tanpa diketahui siapapun, karena tempat inilah yang biasa felix gunakan untuk melepas penat dan kegundahan nya, suasana disana begitu hening dan menyegarkan,,dan tak jauh dari mansion ada sebuah danau biru dan taman untuk tempat bersantai,dan disana merupakan tempat favorit felix.


.


.


.


Pukul 18.05


Raina baru selesai mandi,,para pelayan itu membantu raina untuk mengambilkan pakaian nya,raina teringat jika dia tidak memiliki stok baju lagi,tapi pelayan itu mengatakan jika tuan felix sudah menyiapkan beberapa pakaian untuk raina.


Hmm baiklah seperti nya dia sudah berencana untuk membawa ku dari jauh jauh hari,,entah dimana aku sekarang,,dan dimana wili,kenapa dia tidak datang kemari.


Batin raina seraya termenung duduk di kursi roda,,wajah nya masih basah oleh sisa air mandi nya,begitu juga dengan rambut nya yang masih basah dan meneteskan air ke kimono yang ia pakai,wajah raina terlihat lebih fresh.


"Bi kenapa?".Tanya raina dengan nada lembut nya karena ia melihat jika pelayan itu kocar kacir dari lemari ke meja rias.


"Seperti nya beberapa pakaian dan barang nona saya taruh di kamar atas, saya lupa kalau nona menempati kamar bawah,,sebentar nona saya ambilkan dulu".Ujar pelayan itu raina pun mengiyakan ,dan segera saja pelayan itu melangkah keluar.


Raina mengambil handuk kecil dan mulai mengeringkan rambut nya ,.


Tanpa sengaja handuk yang raina gunakan terjatuh,,.


"Hfthhh".


Lenguh raina,ia pun berusaha mengambil handuk kecil nya itu namun sangat sulit karena handuk nya jatuh di selipan kursi roda belakang nya,, raina semakin berusaha untuk mengambil nya,,bahkan ia reflex sedikit menekan kakinya.


"Aw!!".


BRUKK.


Kursi roda raina terjungkal kebelakang,alhasil raina pun ikut terjatuh,,kimono yang dikenakan raina tersingkap dan menyangkut dikursi roda sehingga menunjukkan pangkal paha raina dan dada nya yang putih nan mulus itu.


"Ya tuhann,,shhh kaki kuu".Gumam raina seraya meringis kesakitan,,sedikit raina mencoba untuk bangun dan berusaha menarik kimono nya tapi sulit sekali ditambah raina tidak bisa bergerak banyak karena kondisi kaki nya.


Felix keluar dari kamar nya,,ia menengok kemeja makan,, makanan sudah tersaji di meja makan namun tidak ada siapa siapa disana melainkan dua orang pelayan yang berlalu lalang menata meja makan dan membersihkan dapur.


Tanpa menunggu lagi felix segera melangkahkan kaki nya menuju ke kamar raina,felix merasa kesal,tadi nya felix berharap jika raina sudah ada dimeja makan,kebetulan ada yang felix ingin katakan pada raina,,tapi melihat kursi meja makan masih kosong membuat felix jengkel dan segera menemui raina.


CEKLEK


Pintu dibuka felix.


DEG!


Felix tertegun saat melihat raina dalam kondisi seperti itu,,handuk kimono itu hanya menutupi sebagian tubuh raina,,tapi bagian pangkal tubuh raina dapat dilihat jelas oleh felix,,felix seakan membatu,menelan saliva nya saja terasa susah.


Kulit putih bersih nan semok itu tereskpos dan ditangkap oleh penglihatan felix,sungguh lekukkan tubuh yang ideal.


"Bi bisakah menolongku ,,aku kesulitann,ergh".Ujar raina tanpa mengalihkan pandangan nya dari kimono nya yang menyangkut di kursi roda,,tidak terlintas di fikiran raina jika felix yang membuka pintu.


Merasa tidak ada respon raina pun mendongak kan kepala nya dan melihat ke arah pintu.


Mata raina membulat seketika.


"Aaaaa!!!!!!".Teriak raina dengan terkejut nya ia langsung menutupi bagian tubuh nya menggunakan tangan nya,felix pun ikut tersentak mendengar raina berteriak.


Raina langsung saja berinisiatif menarik selimut yang ada dikasur lalu menutupi tubuh nya dengan selimut.


"Apa yang kau lakukan disiniii".Tanya raina sedikit gugup karena masih merasa kaget dan takut.


"E-e aku,,aku ingin-"


"Keluarr,,,kumohonn pergi darii siniiii!!!".Ujar raina mata nya sudah berkaca kaca.


"kenapa jadi kau yang mengatur aku,,gadis tidak tau di untung,,aku tunggu kau di meja makan lima belas menit dari sekarang".Tegas felix lalu menutup pintu nya kasar.


Felix menghembuskan nafas nya kasar,bayang lekukkan tubuh raina masih terbayang difikiran nya


"Apa yang ku lihat barusann?!,, gadis itu benar benar menyebalkan,selama ini aku selalu menjaga diri ku untuk tidak memandang sesuatu yang bukan hak ku untuk dipandang,apa dia sedang berusaha untuk menggoda ku seperti perempuan diluar sana!".Gumam felix gusar,felix berdiri di tralis balkon seraya meneguk satu gelas minuman.


-BERSAMBUNG.