
Raina berhenti berlari untuk mengatur nafas nya,, kini raina sudah berada jauh dari tempat dimana mobil itu meledak,, masih tak menyangka jika hal itu akan terjadi,raina hanya termenung kemudian ia duduk di tepi jalan reremputan
"Apa inii,,mereka tewas didalam ledakan mobill,,dan itu karena akuu,,jika saja aku tidak lari kearah mobil, pasti kejadian ini tidak akan terjadii,,,rainaa apa yang sudah kau lakukann😪,,,dasarr bodohh,,aku tidak berniat untuk melukai siapapun,,,,,,,,,".Ujar raina lirih,perlahan air mata nya menetes dari sudut mata nya.
"Akhh,,,,sssh".Raina meringis karena merasa kepala nya sakit dan nyut nyut tan,,perlahan ia memegang dahi nya yang masih mengucurkan darah,,bahkan darah itu sudah mengucur kewajah hingga keleher nya.
Sekarang aku harus kemanaa??,,kepala ku sangat sakitt,,,tapi tidak mungkin juga kalau aku diam disini,,,disini sangatt sepi dan takut nya kalau salah satu dari mereka menemukan ku lagii,,atau bisa saja penjahat lain yang ada disinii,aku harus kuatt,,setidaknya sampai aku menemukan keramaian,,ayolahh raina kau bisaa!!
Batin raina menyemangati diri nya sendiri.
Raina terus berjalan mencari jalan keluar dari komplek yang sangatt sangat sepi itu,,sejauh raina berjalan tetapi diri nya masih berada dikomplek yang sepi,tubuh raina mulai terasa sempoyongan,,pandangan nya juga sedikit mengambang,,mungkin karena darah yang terus mengucur dikepala nya.
Namun raina berusaha untuk tetap kuatt dan menahan diri untuk tidak jatuh,,,lalu ia kembali berjalan menyusuri jalan komplek ,,dengan harapan penuh agar ia bisa segera keluar dari sana,,.
Selang 10 menit raina berjalan,,dia melihat diujung jalan sana ada kerlap kerlip lampu,,seperti lampu kendaraan yang berlalu lalang,,,senyum tipis terukir dibibir nya,, dengan cepat ia melangkah keujung jalan sana,,setelah puas menyusuri jalan komplek dan sepi itu akhir nya dia menemukan jalan keluar nya.
"Ettt,,,,malamm nonaa".Sapa seorang pria yang tiba tiba muncul dari arah depan dan menghadang jalan nya.
"Hahaha,,,malam ini adalah malam keberuntungan kitaa,,bidadari ini muncul dengan tiba tiba disiniii,,,tentu kita tidak boleh menyia nyiakan nya".Timpal pria satu nya lagi.
"Siapa kaliann,,aku mohon jangan mengangguku ,,,".Ujar raina memohon,,ia hendak melanjutkan jalan nya,namun dua orang pria ini kembali menghadang jalan nya.
"Nonaa jangan terburu buruu,,,ayolahh ikut bersama kamii,,kita akan membuat malam ini menjadi indahhh,,".Ujar pria itu seraya menyeringai,,lalu pria itu memberi isyarat lewat mata agar menangkap gadis yang ada dihadapan nya yaitu raina.
"Aku mohon pada kaliann jangan ganggu akuu,,,,eghhhh,,lepaskannnn!!!!".Pekik raina saat kedua pria itu sudah mencengkram tangan nya.
"Hahaha siapa saja yang sudah melewati jalan kamii,,, maka dia akan menjadi hak kamii,,,tidak usah memberontak!!".Hardik pria itu.
"Lepaskann,,,aku tidak akan menjadi hak siapapun termasuk kaliann,,,lepasssskannn!!!!!,,lepaskannn!!".Raina kembali memberontak walaupun tubuh nya sudah terasa lemah,, namun dia tak mau jika kedua pria itu berhasil menangkap nya.
"Aku bilang jangan memberontak!!!!,,ayooo ikutttt".Bentak pria itu kemudian mereka menarik raina secara paksa.
"Tidakkk lepaskann,,,,erghhhhh".Hardik raina,lalu ia menggigit dengan kuat kedua tangan pria itu yang sudah mencengkram tangan nya.
"Arghhhh!!!".Pekik kedua pria itu yang spontan melepaskan tangan raina.
Raina segera mengambil kesempatan untuk berlari,,namun satu pria itu berhasil menarik belakang gaun raina,dan membuat raina tersungkur ke aspal.
"Beraninyaa kau!!!,,akan aku tunjukkan siapa dirikuuu!!!,,kemarii kauuu!!!!".Hardik pria itu yang hendak menarik kembali tangan raina,,namun pria itu kalah cepat dari raina.
BUGHHH!!!!!
(Raina menendang bagian sensitif bagi seorang pria).
"Argggggh!!!!!! ".Pria itu teriak dan terduduk,seraya memegang bagian yang raina tendang.
Pria satu nya lagi tentu tak tinggal diam, iamenarik kaki raina dan membuat raina sulit untuk berlari,,raina dengan segera mencari cara agar bisa bebas dari kedua pria itu.
Pria itu berhasil menahan raina agar tidak lepas dari cengkraman nya,lalu ia pun melangkah agar bisa lebih dekatt dengan raina.
"Empppp!!!".Seru raina seraya melemparkan pasir ke wajah pria itu,,sontak saja pria itu merasa sakit karena mata nya kini dipenuhi oleh pasir yang raina ambil dari aspal itu
BUGHHH!!
Dengan gerakan yang cepat raina kembali berdiri dan segera berlari meninggalkan kedua pria menyeramkan itu.
"Heyyyy,,,berhentiiii!!!!!!".Teriak pria satu nya,,, karena ia merasa sakit nya sudah sedikit berkurang pria itu pun segera mengejar raina,,dan meninggalkan pria yang mata nya dilempar pasir oleh raina.
"Heghh,,heghhh,,heghh,,,".Deru nafas raina yang tengah berlari sekencang kencang nya,,,jantung nya juga ikut berdetak kencang saat ia tau jika sekarangn dirinya tengah dikejar.
"Hghh,,hghhh,hghh!!!!".Raina berhenti berlari sejenak untuk mengatur nafas nya kembali,,,raina merasa sangat lelahh ,lalu ia menoleh lagi kebelakang,,rupanya pria itu kembali mengejar nya malah jaraknya sudah sangat dekatt,,sontak hal itu membuat raina kembali berlarii menjauh dari kejaran dua pria itu.
Raina kini sudah berada diujung jalan komplek,ternyata ini adalah jalan tol,, dimana banyak mobil,,bis,,dan mobil angkut lainnya yang berlalu lalang dengan laju nya.
"Hehhh gadis kurang ajarrr!".Teriak pria itu lagi dari arah belakang raina,,pria itu masih mengejar raina.
Raina tersentak,,dengan panik ia langsung menyebrangi jalan itu tanpa memperhatikan kendaraan yang berlalu lalang.
*Tittt!!!,,,,titt!!!,,,
Tittt!!!,,,, titt*!!,,
Klakson mobil berbunyi secara bergantian karena raina yang secara tiba tiba menyebrang,terlebih penjalan kaki dilarang untuk lewat dijalan tol.
"Akhh!!!".Pekik raina karena ketakutan banyak nya mobil yang hampir melintas didepan nya.
Raina begitu panikk,,pikiran nya benar benar kacau,,bagaimana tidak belum sempat menetralkan diri dari kejadian jual/beli diri nya,kini ia kembali dikejar oleh dua orang mengerikan yang sama sama menginginkan diri nya,,dan sekarang dia berada ditengah tengah jalan tol dimana kendaraan disana berlalu lalang melewati nya dengan sangat kencang.
Nyaring nya bunyi klakson mobil sungguh menyakitkan telinga nya,,bahkan pandangan raina kini tak menentu dan buyar seketikaa,,langkah nya juga terlihat seperti orang ling lung,,,dan tiba tiba saja dari kejauhan , ada mobil sports berwarna abu abu tengah melaju ke arah nya ,,fikiran raina menjadi kacauuu,,bahkan tubuh nya seakan membatuu,,saat mobil itu semakin dekat dan membuat fikiran raina semakin kacauu.
Raina tertegunn seketika,ingin lanjut menyebrang tidak mungkin karena bis dan mobil angkut lainnya yang tengah berlalu lalang,,ingin melangkah kebelakang juga tidak mungkin.,,akhir nya raina memilih untuk menutup kuping nya dan berjongkokk serta menutup mata nya,.
CITTTTTTT!!!!!
(suara rem mobil).
Mobil itu berhenti tepat didepan wajah raina,dimana jarak antara mobil dan wajah raina mungkin hanya 2 centi,,sungguh tidak bisa dibayangkan jika mobil itu tetap melaju.
Masih dengan posisi yang sama,,yaitu berjongkok ,mata tertutup,,dan tangan nya yang menutup kuping,,, bahkan tubuh nya juga gemetaran.
BABHH!
(suara pintu mobil).
"Kau ingin tetap berjongkok disitu,,apa kau ingin aku tabrakk?!".Ujar seorang pria dengan suara serak dan berat nya itu terdengar lantang ditelinga raina.
Raina pun membuka kelopak mata nya dengan takut takut,,dilihatnya dua kaki yang sedang berdiri dihadapan nya,raina pun sontak mendongakkan kepala nya keatas.
Pria berperawakan tinggi,putih,dan kekar itu ,,dengan aura nya yang terasa dingin seakan akan membekukan,pria itu menatap raina dengan intens,namun dari cara dia memandang dan berdiri, tampak tak stabil(mabuk).
-BERSAMBUNG