BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY

BETWEEN THE LINE'S OF DESTINY
Pelayan



Semilir angin berhembus memberikan rasa dingin yang menyeruak,,raina yang masih terlelap dalam tidurnya merasakan dingin nya,,ia meraih selimut dan menariknya hingga keleher,,rasa hangat yang kemudian terasa ditubuh nya membuat ia kembali terlelap.


BYURRR!!


"Akhhhhh,,".pekik raina karena merasakan sekujur tubuh nya basah dan rasanya dingin sekali,,ia pun mendongakkan wajah nya dan menatap seseorang yang ada dihadapannya.


"Ibuu,,ibu disini,,ada....".Ujar raina terpotong.


"Cepat kau turun kebawah!".Hardik amara yang kemudian berlalu.


Raina yang masih merasa kaget sekaligus bingung langsung mengikuti langkah amara menuju ke meja makan.


Disana sudah ada alicia yang sedang duduk menikmati teh hangat diikuti dengan amara,,raina pun menarik kursi meja makan itu dan hendak duduk.


"Siapa yang mempersilakan mu duduk!".Tegas amara.


"Tetap berdiri!".Tegas amara lagi.


Raina pun menuruti perkataan amara dengan perasaan yang tak karuan.


"Aku tidak ingin bertele tele lagi,,langsung saja,,mulai hari ini kau yang akan mengurus semua pekerjaan rumah,,dan kau harus melakukan apapun yang aku dan alice inginkan,,tanpa bantahan apalagi protes,,ingat anggap saja ini cara kau membayar agar kau tetap tinggal disini!".Jelas amara.


"Apaa,,ibu tapi,,".Ujar raina pelan yang terpotong.


"Aku tidak menerima komentarr!!!,,,mulai sekarang berhenti memanggil ku ibu,,aku bukan ibu mu melainkan majikkan mu,,dan sudah tentu kau harus memanggilku dengan sebutan nyonya!".Hardik amara,,senyum licik tampak menyeringai di wajah alicia.


Degg!!!


Raina kaget bukan main dengan ucapan amara,,.


"Ibu kenapa begini,,selama ini kau tidak mempermasalahkan tentang gelar mu,,apa aku tidak....".


"Akuu sudah bilang panggil aku nyonya,,jangan pernah kau memanggil ku ibu,,putri ku hanya alice dan hanya dia,,mulai sekarang patuh lah pada perintah ku dan alicia,,".Ujar amara kemudian ia berdiri,, sekilas ia mentap tajam ke arah raina dan berlalu dari sana.


"Hhhh,,sudah aku bilang raina,,kau itu jangan pernah bermimpi terlalu jauh untuk menjadi bagian dari kami,,kau hanya benalu yang merusak kehidupan kami,,bahkan ayah tiada juga karena dirimu,,dan sekarang nikmati semua ini karena kau memang pantas mendapatkan nya".Ujar alicia kemudian ia pun berlalu meninggalkan raina sendiri di meja makan.


Raina duduk dimana amara duduk tadi,,ia menggigit ujung jari nya.


seharusnya aku tau semua ini akan aku dapatkan,,ibu amara memang tak pernah menganggapku,,bahkan aku sangat menyayanginya,,tapi sedikit pun ia tidak pernah menyayangiku sebagai putri nya,,dann ayahh aku benar benar merindukan mu,,.


Batin raina,,.


.


.


.


PUKUL 12.00


Raina sedang menyajikan makanan dimeja makan,,setelah itu ia mengelap beberapa bagian meja yang terlihat kurang bersih,,selang beberapa menit amara turun menuju meja makan.


"Ibu,,ehh maaf nyonya amara,,".Ujar raina gelagapan karena panggilan itu masih asing baginya.


"Panggil alice untuk turun kebawah ,,cepat!".Perintah amara.


"Baik,,".Ujar raina seraya menundukkan pandangan nya,,kemudian ia segera naik keatas menemui alicia.


Tokk,,tokk, tok.


pintu diketuk raina.


"Alice,,waktu nya makan siang,,ayo turunn,".Ujar raina,,tapi tak ada jawaban dari alicia,,ia pun membuka pintu kamar nya,,terlihat alice sedang asik mendengarkan lagu menggunakan earphone nya.


"Alicee,,".Ujar raina,,alicia yang melihat raina pun langsung melepaskan earphone nya dengan raut wajah yang tidak menyenangkan.


"Dasar lancangg kau,,kau tau siapa dirimu,,kau sekarang adalah pelayann,,beraninya kau masuk kekamar ku tanpa izin!!!".Bentak alicia.


"Alice aku bukannya lancang,,tadi aku sudah menggedor pintu nya,,aku ingin mengajak mu makan siang".Ujar raina.


"Cihhhhhh,,".Ujar alicia ia membuang ponsel yang dipegangnya ke tempat tidur dan berlalu seraya meyenggol kasar pundak raina.


Raina menghela nafasnya kemudian ia melangkah menuju keluar kamar.


"Etsss,,mau kemana kauu!".Ujar alicia.


"Yaa tentu saja turun kebawah".Ujar raina.


"Lebih baik sekarang kau kembali kekamar ku,,lipatkan baju ku yang kutaruh dikeranjang itu,,ingat susun serapi mungkinn,,awas jika susunan nya tidak sesuai dengan harapan ku!!!".Ujar alicia kemudian ia berlalu meninggalkan raina.


"Hfthhh,baiklahh,,".Ujar raina.


Kemudian ia masuk kembali kekamar alicia dan melipat pakaianya,,selang beberapa menit baju alicia sudah tersusun rapi di lemarinya ,,raina pun bergegas turun karena kebetulan perutnya juga sudah berisik minta diisi.


Saat ia sampai dibawah ia tampak sumringah tapi hal itu hilang ketika ia melihat seluruh lauk yang ada dimeja telah habis tanpa tersisa,,hanya nasi yang mungkin tinggal satu centong saja.


"Alice setelah ini ibu harus pergi untuk melihat perkembangan restoran yang sempat ibu bahas waktu itu pada mu".Ujar amara.


"Ouhh okey,,,".Balas alicia.


"Ehemm,,".Amara berdehem saat ia tengah berjalan dan raina yang mematung dihadapannya.


Raina menatap amara sekilas kemudian ia menepi dan amara pun berlalu,,ada harapan yang tersudut dari bola mata nya.


"Hemm,,pelayann bersihkan ini semuaa,,ingat jangan sampai ada yang kotor sedikit pun,,dann setelah itu kau cuci pakaian ku dan seragam sekolah ku,,karena mulai besok aku akan sekolahh,,dan ingat hati hati mencucinya jangan sampai kau merusakknya!".Ujar alicia kemudian ia berlalu dari sana.


kenapa dengan mereka,,mereka seperti nya sangat membenciku,sudahlah memikirkan itu hanya membuatku pusing.


Batin raina,,kemudian ia mulai melakukan tugas nya.


Selang 2 jam,, raina hendak menjemur pakaian yang baru saja ia cuci,,ia memeras baju kemudian ia mulai menjemur baju nya , ini adalah pertama kalinya ia mencuci baju,,dan hal ini terasa aneh buatnya.


"miaww,,miaww,,miaww,,.".


Suara apa itu,,seperti nya ada kucing disekitar sini.


Batin raina kemudian ia mencari cari sumber suara,,dan yaa ada seekor kucing berwarna abu abu,memakai kalung lonceng bertali merah,,sungguh menggemaskan dengan tubuh nya yang gemuk itu.


"Heiii,,,miuww,,miuww,,heii kemari,,sedang apa kau disini,,".Ujar raina seraya menggendong kucing itu.


BRUKKK!!


"Akhhh,,".pekik seorang pria.


Raina menoleh dengan perasaan cemas ia memundurkan langkah nya,,dan memperhatikan pria itu,,pria itu kemudian berdiri mengibas ngibaskan kedua tangan nya kemudian berbalik menghadap raina.


"Erikk,,kau rupanyaa,,apa yang kau lakukan disitu".Tanya raina kemudian ia melangkah mendekat ke arah erik.


"Raina,,ouh maaf tadi aku menerobos pembatas itu,,untukk,,,,".ujar erik terpotong.


"Kauu disini rupanya bailey,,,".Ujar erik.


"Baileyy??,,"Tanya raina keheranan.


"Ouh kucing ini yang kumaksud,,ini kucingku,,aku bahkan tidak menyangka jika dia sampai ada disini,,".Ujar erik terengah.


"Ouhh hahha,,ini kucing muu,,dia ada dibawah jemuran ini tadi,,dan kau tau suara nya seperti memanggil manggil, yahh dia lucu sekalii".Ujar raina seraya mengelus ngelus leher kucing milik erik.


"Yahh dia memang senang mencari perhatiann,,, kau sudah mulai nakal bailey,,ayo kemari,,kau sudah mengganggu tetangga baru kita".Ujar erik.


"Haha tidak juga,,lumayan setidaknya dia menemaniku disini,,".Ujar raina seraya menyerahkan kucing itu ke erik.


"Ouhh ya,,haha terkadang kau memang lebih cepat dibandingkan aku,,ouh kau sedang menjemur baju??".Ujar erik.


"Yaa,,".saut raina kemudian ia melanjutkan menjemur.


"Ouhh sesuatu yang sudah jarang dilihat,,,".ujar erik.


"Hahaha apanya,,,".tanya raina.


"Yaa seorang anak remaja yang mengerjakan pekerjaan rumah seperti ini,,bahkan aku juga jarang sekali,,".Ujar erik.


"Benarkah aku rasa tidak juga,,kau inii,,".Ujar raina.


"Benarr,,semua anak remaja kebanyakkan menghandalkan pembantu,,atau bahkan orang tua mereka,,tapi kau tidak".Ujar erik.


"Yahhh dan anak remaja itu termasuk dirimu kann,,cccc tidak benar,,".Ujar raina.


"Etss jangan salah,,mungkin seorang erik yang terlihat cool seperti ini tidak pernah bekerja,,justru pekerjaan rumah bagian memasak adalah favoritku".Ujar erik dengan percaya diri.


"Ouhh ya,,makanan apa yang biasanya kau masak".Tanya raina.


"Telur hitamm,,,alias telur gosong,,haha aku jujur jika aku jarang melakukan pekerjaan rumah".Ujar erik.


"Hahahha,,dasar kau ini,,aku sudah serius tadi mendengarkan".Ujar raina yang tertawa .


Biarlah terlihat konyol,,aku hanya ingin melihat tawa nya saja hahha seperti dugaan ku sangat maniss,,hufthh mungkin aku tidak akan mengkonsumsi gula lagi saat berada didekatnya.


Batin erik,, entah apa yang terjadi pada nya,,seperti nya ia sangat menganggumi raina.


~***BERSAMBUNG


HAI READERS JANGAN LUPA BUAT DUKUNG AUTHOR YA DENGAN CARA LIKE,KOMEN,DAN VOTE KARENA ITU SANGAT BERARTI BUAT AUTHOR,


TERIMAKASIH😇🙏***


follow at instagram:@azhrmhrani🍭


mohon support nya teman-teman😊