
PUKUL 20.15
Makan malam seperti biasa dikediaman armadja,,namun sekarang terasa lebih sunyi tanpa percakapan,,yang terdengar hanya suara sendok dan garpu saling beradu.
Cuaca dimalam itu pun tampak mendukung suasana sunyi dirumah,,pasal nya langit tampak terang kemerah merahan,,angin bertiup dengan kencang,,,dan suara gemuruh pun sekilas terdengar,,.
Selang 15 menit makan malam itu usai,,,seperti biasa amara dan alicia berlalu begitu saja menuju keatas tanpa berbasa basi pada rainata,,seolah olah tidak ada manusia selain ia dan putri nya itu.
Rainata tampak mengigit bibir bagian bawah nya,,raut wajah nya datar,pandangan nya terfokus pada kedua ibu dan anak itu yang tampak saling membagi kasih,,,sementara diri nya sendirian disana,,,
Brakkk!!!
"hahh!!,,,".Raina terkejut saat jendela yang ada di belakang nya terbuka dengan keras oleh angin,,,terlihat jelas suasana diluar rumah dari jendela , kala itu pepohonan saling mengibaskan daun daun nya,,serta petir yang tampak memancarkan kilat nya di pucuk pohon.
"Huuu,,,angin nya kuat sekalii,,,".Ujar raina seraya beranjak dari kursi nya,,ia hendak menutup jendela yang terbuka tadi,,namun,,, baru saja ia menyentuh sisi tepi jendelaa dann,,,
DERRRR!!!!!!!!
"Akkkhhh!!!!".Teriak raina yang terkejut karena suara gledek yang begitu kuat.
"Tolonggg,,,huuu aku takuttt😭".Ujar raina sambil berjongkok dibawah jendela dan menutup kedua kuping nya.
Tak lama datang beberapa pelayan dari arah dapur,,
"Nona,,,kau baik baik saja??".Ujar ika salah satu pelayan itu seraya berjongkok dan mendekati raina.
"Akuu takutt huuu😭".Ujar raina dengan tangis nya,,,salah satu pelayan pun segera menutup jendela nya,,dan mengelap lantai yang basah karena tempias dari air hujan.
"Yaa sudah nona,,mari saya antar nona kekamar,,jangan takut lagi ya,,kan ada saya disini,,,ayo nona,,,".Ujar ika,,raina menurut,, ia dan pelayan itu pun segera melangkah menuju tangga,,,namun baru menginjakkan kaki ke anak tangga yang kedua,,,amara menghampiri mereka dan berkata,,
"Biar aku yang menemani nya,,,kau kembali lah kedapur".Ujar amara.
"Baik nyonya , saya permisi,,,".Ujar ika sembari menunduk kemudian berlalu.
Jantung raina berdegup kencang,,,sudah cukup gledek tadi membuat nya takut setengah mati,,,kini ia harus berhadapan dengan wanita bergelar ibu yang tak pernah membagi kasih sayang pada nya barang sedikit saja,,,.
"Kemariii,,,,".Ujar amara datar,,ia menarik tangan raina dan menuntun nya menuju kekamar raina,,dan sesampai nya dikamar raina,,ia mengunci pintu kamar dari dalam,,hal itu membuat raina semakin takut.
Pandangan raina terpacu pada amara,,terlihat jelas rasa cemas dari sorot mata nya,,amara melangkah perlahan mendekati raina sambil tersenyum sinis.
"Kenapa sayang??,,,kenapa tatapan mu seperti itu?? ".Tanya amara dengan nada yang begitu lembut,,,namun hal itu justru terasa menakutkan.
raina hanya menggelengkan kepala,,ia menunduk.
"ouhh baik lahh,,,hei kenapa,,,bukannya kau menginginkan seorang ibu??,lihat,,aku sudah menjadi ibu mu kann,,,ayo tidurr sayangggg".Ujar amara,,, nada yang begitu mengerikan , lebih mengerikan dari amarah nya,, sekalipun ia berucap lembut pada raina tanpa tau apa tujuannya,.
raina hanya menurut,,ia naik ke ranjangnya,,,benar benar diluar dugaan,sikap amara seolah olah berputar seratus delapan puluh derajat pada raina,,,bagaimana tidak api dalam sekejap bisa berubah menjadi air,,tidak mungkin!.
Perlahan raina menutup mata nya,,dan terlelap,,,sementara amara masih mengelus ngelus pucuk kepala raina sembari tersenyum,,,yang pasti bukan senyuman tulus dari seorang ibu,,lebih tepat nya senyuman psikopat yang mempunyai niat terselubung.
***
DIKOTA LEICESTER
Armdja berjalan bersama kedua asisten nya memasuki lobby hotel,,kemudian beralih ke lift ia memencet angka 13,,,sesampai nya diatas,,
"Terimakasih kembali tuan,,,suatu kehormatan bagi saya saat tuan memuji saya,,,".Ujar arnold.
"Iya tuan benar yang dikatakan arnold ,,meeting ini juga tidak hanya berjalan lancar,,tapi hasil dari presentasi tadi sangat memuaskan,,dan saya rasa kerja sama ini akan sangatt berpengaruh pada laba perusahaan,,dan juga berpengaruh pada gengsi perusahaan kita".Ujar asisten satu nya.
"Semoga saja haha,,baik lah kalau begitu aku permisi dulu ,,selamat beristirahat,,".Ujar armadja yang dibalas senyuman oleh kedua asisten nya.
CEKLEKK
pintu kamar dibuka armadja,,ia melepaskan jas nya lalu menaruh nya di kepala kursi,,dan melonggarkan dasi yang melingkar dikerah kemeja nya.
Ia beralih kekamar mandi untuk membersihkan tubuh nya,,,selang beberapa menit ia keluar dari kamar mandi menggunakan baju santai,,,kemudian ia.merebahkan diri nya diatas kasur,,,masih terngiang ngiang tentang amanda di fikiran nya,,
amanda,,,maafkan aku,,aku tau ini salah ku,,andai saja aku tak menerima perjodohan ku dengan amara,,mungkin kau tak akan menderita selama hidup mu,,,dan mungkin kita akan hidup bahagia.
Batin armadja,,,yaa dulu amanda adalah kekasih aramdja,,mereka saling mencintai satu sama lain,,,namun orang tua dari armadja tidak setuju atas hubungan mereka dan memilih untuk menjodohkan aramdja dengan amara,,,yang merupakan putri dari sahabat orang tua armadja,,,
aramdja sempat menolak beberapa kali,,tapi orang tua aramdja terus memaksa,,hingga pada akhirnya orang tua armadja mengalami kecelakaan hebat,,dan membuat orang tua nya dalam sekarat,,hingga tersampai pesan terakhir dari orang tua armadja yaitu menjadikan amara pendamping hidup aramdja,,dan aramdja harus belajar mencintai amara,,mau tak mauu armadja menuruti keinginan orang tuanya,,
"Hufthhhh,,,".keluh armadja seraya memijit pelipis nya,,,
oh ya sedang apa putri ku disana,,,
Batin aramdja lalu ia meraih ponsel nya,,dan menghubungi amara,,,
.
.
DI LONDON
Amara masih dikamar raina,,ia memandang raina dengan tatapan tajam,,sedangkan raina sudah terlelap sedari tadi,,ia meremas ujung rambut raina,,dan mendekati kuping nya.
"aku sangatt membenci muu,,,aku tak akan pernah sudi untuk membagi kasih sayang ku pada mu,,,akan kupastikan kau akan membayar semua dendam ku pada ibu mu,,,waktu itu akan tiba untukmu hahaha gadis malangg,,,".Ujar amara dengan tatapan yang tak dapat diartikan,,entah apa yang ada difikiran nya,,yang jelas ia tampak merencanakan sesuatu.
Tringgg,,,tringgg,,,,
Ponsel amara berdering berkali kali namun tak dijawab oleh nya,,karena ponsel nya ditaruh pada meja rias dikamar nya.
.
.
.
"Dimana amara??",,kenapa dia tidak menjawab telfon ku,,,apa dia sudah tidur??,,,".Ujar aramdja,,kemudian ia melirik jam di dinding,,ternyata pukul telah menunjukkan pukul 22.10
"Hahh sudah lah,,,,akan ku hubungi dia nanti pagi saja".Ujar aramdja kemudian ia menaruh ponsel nya di nakas samping ranjang nya,,kemudian ia mematikan lampu kamar nya,,dan beranjak tidur.
-BERSAMBUNG
HAI PARA PEMBACA SETIA JANGAN LUPA VOTEE,,LIKE, DAN KOMEN NYA YA MENTEMEN HIHI KARENA ITU SANGAT SANGAT PENTING BUAT AUTHOR,HEHE TERIMAKASIH😇🙏